- 11 jam yang lalu
- #amerikaserikat
- #as
- #menkoyusril
- #indonesia
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menyebut Indonesia bisa jadi ditarget seperti Venezuela karena negara "superpower" mengincar sumber energi dan mineral langka.
Menko Yusril bilang, Amerika Serikat punya pangkalan militer di Guam di Samudera Pasifik, yang bisa digerakkan dalam 6 jam.
Menurut Yusril, Indonesia tak siap perang. Ia mengatakan kalau sampai diserang, Indonesia hanya mampu bertahan 4 hari sebelum akhirnya menyerah.
Guru Besar Hubungan Internasional ST Petersburg State, Connie Rahakundini Bakrie mengatakan bahwa sangat mungkin jika Indonesia diperlakukan sama seperti Venezuela.
"Di dalam konteks dunia saat ini, dalam konteks politik dan global geopolitik hari ini geoekonomi hari ini, itu sangat mungkin," ungkap Connie Rahakundini Bakrie.
Mungkinkah skenario operasi militer AS seperti di Venezuela, menimpa Indonesia? Mengapa kalkulasinya, hanya 4 hari Indonesia mampu bertahan dari serangan pihak asing?
Apakah semudah itu Indonesia dikalahkan di atas kertas dan di atas meja diplomasi?
Simak pembahasannya dalam BOLA LIAR, episode "TAK SIAP PERANG, RI BISA JADI TARGET ASING?" Jumat, 29 Mei 2026 pukul 20.30 WIB, LIVE di KompasTV.
Baca Juga Donald Trump Tak Puas Tawaran Damai Iran, Amerika Serikat Buka Opsi Baru? | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/671617/donald-trump-tak-puas-tawaran-damai-iran-amerika-serikat-buka-opsi-baru-sapa-malam
#amerikaserikat #as #menkoyusril #indonesia
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/671837/blak-blakan-respons-connie-soal-peluang-ri-diserang-seperti-venezuela-sangat-mungkin-bola-liar
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:10Intro
00:13Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Isamahendra
00:18menyebut Indonesia berpotensi jadi sasaran operasi seperti Venezuela
00:22karena Amerika Serikat tengah mengincar sumber energi dan mineral berharga.
00:27Dalam acara seminar nasional di Surabaya 19 Mei lalu,
00:31Yusril bilang hanya butuh hitungan jam jika serangan dilakukan
00:35dan kalkulasinya secara militer Indonesia hanya mampu bertahan 4 hari.
00:41Kita tahu ada apa dibalik langkah militer terhadap Venezuela
00:48karena itu sumber minyak terbesar di dunia selain daripada apa yang di Timur Tengah
00:54tapi berhadapan sama NATO
00:56kalau NATO nyerbu NATO, NATO bubar
01:02target selain Greenland, negara mana?
01:07ini
01:09ini yang dikejar
01:12kita dalam kondisi terus terang, kita siap perang
01:16kalau kita perang, paling kita mampu perang 4 hari
01:19setelah itu kita kehabisan amunisi Surandara
01:27pengamat penilai kekayaan energi dan mineral Indonesia
01:30memang jadi incaran kekuatan global
01:33Indonesia juga dihadapkan pada ketergantungan teknologi
01:36dan kerentanan energi
01:37sehingga membutuhkan kelincahan diplomasi
01:41kenapa dikaitkan dengan Venezuela?
01:43memang secara logis bahwa Indonesia memang negara yang juga punya kekayaan energi yang tinggi
01:48dan saat ini potensial begitu ya dalam perebutan kekuasaan global
01:53yang kedua memang terkait dengan ketergantungan teknologi dan kerentanan energi sendiri
01:59jika Pak Prabowo berhasil melakukan
02:02atau melakukan yang kita sebut dengan keseimbangan berbahaya gitu ya
02:06dangerous equilibrium
02:07tentunya ini justru akan membawa keuntungan bagi Indonesia
02:11dan meningkatkan ketahanan kita
02:16sebelum munculnya pernyataan Menko Yusril
02:18sejumlah isu mengait hubungan Indonesia dan Amerika Serikat
02:22lebih dulu mencuat
02:23dalam rapat dengan Komisi 1 DPR 19 Mei lalu
02:27Menhan Syafri Samsudin menyatakan
02:29Presiden Prabowo menerima tawaran dari Menteri Perang Amerika Serikat Pete Heksef
02:34untuk menjadikan Bandara Kertajati di Sumedang
02:37sebagai pusat pemeliharaan dan perbaikan pesawat angkut berat C-130 Hercules se-Asia
02:43dia menawarkan
02:45dan ini tidak ada di negara Asia
02:49dia menawarkan
02:50bagaimana kalau pemeliharaan C-130 di seluruh Asia
02:55saya pusatkan di Indonesia
02:57atas biaya kami
03:01saya lapor Bapak Presiden
03:02kasih Tentang Jatik
03:04kita sudah mencunjukkan untuk menjadikan
03:11Jelang pertemuan Menhan Syafri dan Menteri Perang Heksef di Amerika Serikat 13 April lalu
03:16muncul isu adanya proposal agar pesawat militer AS diberikan akses terbang menyeluruh di ruang udara Indonesia
03:24belakangan pertemuan keduanya menghasilkan kesepakatan kemitraan kerjasama pertahanan utama
03:30untuk mendorong kerjasama operasional dan pelatihan militer kedua negara
03:34sementara soal isu akses overflight
03:37Kementerian Luar Negeri Indonesia menegaskan tak ada pemberian izin untuk AS
03:47akhir tahun lalu Presiden Prabowo memutuskan Indonesia bergabung dengan Board of Peace
03:52bentukan Presiden Donald Trump dan berencana mengirim pasukan stabilisasi ke Palestina
03:57bersamaan RI juga terseret negosiasi tarif dagang pelik buah kebijakan kontroversial Presiden Trump
04:04situasi geopolitik yang panas dan menyulitkan posisi RI setelah pecahnya perang Iran
04:10Selain menjalin hubungan dengan Presiden Trump
04:14Prabowo juga menjalin diplomasi ulang alik dengan pemimpin dunia lainnya
04:18antara lain menemui Presiden Perancis Emmanuel Macron dan Presiden Rusia Vladimir Putin
04:24Yang terbaru Presiden Prabowo kembali terbang ke Perancis untuk menemui Presiden Macron
04:29Ini merupakan kunjungan kenegaraan ketiga kalinya Presiden Prabowo ke Perancis selama tahun 2026
04:36dan total keempat kalinya sejak menjabat Presiden RI
04:45Selamat malam Saudara, Bola Liar kembali menggelinding kehadapan Anda
04:50Menko Bidang Hukum HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusri Izzamahendra menyebut
04:55Indonesia bisa jadi di target seperti Venezuela
04:58karena negara super power mengincar sumber energi dan mineral langka
05:02Menko Yusril bilang Amerika Serikat punya pangkalan militer di Guam di Sembra Pasifik
05:08yang bisa digerakkan dalam 6 jam
05:10Menurut Yusril, Indonesia tak siap perang
05:14Kalau sampai diserang, Indonesia hanya mampu bertahan 4 hari sebelum akhirnya menyerah
05:20Mungkinkah skenario operasi militer Amerika Serikat seperti di Venezuela menimpa Indonesia?
05:26Mengapa kalkulasinya hanya 4 hari Indonesia mampu bertahan dari serangan pihak asing?
05:32Apakah semudah itu Indonesia dikalahkan di atas kertas dan di atas meja diplomasi?
05:39Saudara, inilah Bola Liar bersama saya, Mas Sister Tarigan
05:46Tapi malam ini kita bahas dengan sejumlah narasumber yang sudah hadir di studio
05:51Saya menyapa Yossi Susilo, wartawan Harian Kompas
05:54Selamat malam, Mas Yossi
05:55Selamat malam
05:56Mejan penawirawan Budi Pramono, DNA Tase Pertahanan di Iran 2009-2012
06:02Selamat malam
06:09Selamat malam
06:11Hoja Cempaka Timur, Pelitisional in the Pacific Strategic Intelligence
06:14Selamat malam, Mas Cempaka
06:15Selamat malam
06:15Bibawanto Nugroho, Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional
06:19Selamat malam, Mas Bibawanto
06:21Christian Guntur Lebang, Koordinator Analis Lab 45
06:24Selamat malam, Mas Guntur
06:27Dan melalui saluran Zoom saya menyapa
06:30Ibu Kony Rahakundini, Guru Besar Hubungan Internasional
06:33St. Petersburg State University
06:34Selamat malam, Bu Kony
06:36Selamat malam
06:37Selamat malam
06:39Dan saya unjung apa, Ibu Amelia Angraini
06:42Anggota Komisi Satu Dever Fraksi Partai Nasdem
06:44Selamat malam, Ibu
06:46Selamat malam
06:47Oke, saya langsung ke Bu Kony
06:49Kalau begitu, Ibu Kony
06:50Kita dengar pernyataan dari Pak Yusril
06:53Yang mengatakan bahwa
06:55Bisa saja Indonesia ditarget seperti Venezuela
06:59Nah, ini memangnya apakah memang ada peluang
07:02Bahwa Indonesia nanti bisa diserang seperti Venezuela
07:05Dengan presidennya yang kemarin diekstraksi
07:11Di dalam konteks dunia saat ini
07:14Dalam konteks politik dan global
07:17Geopolitik hari ini, geoekonomi hari ini
07:19Itu sangat mungkin, apalagi Pak Yusril bercakap tentang stok
07:22Apa, tentang stok, stok
07:23Apa sih misalnya real art material
07:25Saya pernah usulkan, misalnya waktu kita gabung sama BRICS
07:28Harusnya kita itu segera juga memperkuat
07:30Apa, aspek perlindungan real art material kita
07:33Bersama-sama BRICS countries
07:34Tapi saya nggak tahu nih
07:35Kelanjutannya dari BRICS itu sudah apa yang lepas Indonesia
07:37Tapi kalau disampaikan sekali lagi oleh Pak Yusril
07:40Saya rasa ini kita harus sambut baik ya
07:42Karena saya rasa Pak Yusril ini melihat
07:44Ini bukan sekedar alarm
07:46Tapi wake up call
07:47Untuk para pemimpin kita
07:48Ini tuh udah wake up call
07:49Jadi kita harus betul-betul memberikan perhatian
07:52Karena misalnya saja kita nusah hitung lah
07:54Real art material kita lihat
07:55Masih ada yang lebih jago disini
07:56Bicara tentang itu ya
07:57Tapi kita harus lihat
07:58Sekarang kesiapan kita tuh bagaimana
08:00Tentang kalau memang TNI ini
08:02Atau memang ada keinginan untuk mempunyai Venezuela ke Indonesia
08:05Apakah TNI itu siap atau tidak
08:07Apakah rakyat Indonesia tuh spermisif atau tidak
08:10Catat ya, rakyat itu masalah penting gitu
08:12Makanya kedekatan pemerintah dari rakyat itu
08:13Menjadi sangat penting untuk menjaga negara
08:15Beda kan, berlaku Venezuela
08:17Dan juga berlaku perlakuan Iran misalnya
08:20Nah itu juga menjadi perhatian
08:21Tapi kalau kita lihat dari aspek pertahanan misalnya
08:25Kita bolehlah pamer apa saja yang kita sudah bisa beli ya
08:28Dengan perkembangan yang sudah demikian masif
08:31Di procurement untuk angkatan bersenjata kita
08:34Tapi kita harus ingat
08:35Stok amunisi dan logisi kita tuh masih sangat terbatas
08:38Dan itu akan menjadi isu besar ya kan
08:40Kemudian alur sista kita itu masih banyak yang heavy maintenance
08:43Jadi itu akan jadi isu besar kalau sampai terjadi sesuatu ya kan
08:46Dan yang paling gila lagi adalah
08:48Walaupun anggaran pertahanan terus naik terus naik terus naik dan akan terus naik mungkin
08:52Tapi 70% anggaran itu untuk personil
08:54Dan ini artinya menjadi bahaya buat kita sendiri
08:57Kalau kita bicara tentang apa futuristic things yang akan kita hadapi ke depan
09:01Yang keduanya juga adalah apa yang dibeli ya
09:03Kalau buat saya tadi makanya sebelum kita on air
09:05Saya bicara sama Mbak Amel sebagai komisi 1
09:07Saya tuh berharap sekarang tuh kita jangan cuman bangga kita punya kapal
09:11Induk lah mini atau apapun
09:12Tapi kita tuh mesti lihat kelemahan Indonesia tuh apa
09:15Air one system dia tuh lemah
09:17Kita tuh masih terhati fragmentasi dalam beberapa hal
09:19Misalnya melihat domain awareness
09:21Karena sekarang kita punya Malaka
09:22Malaka itu kita bisa dihormuskan gara-gara Malaka
09:26Nah karena kita lihat ya
09:28Buku putih pertahanan Amerika tuh sudah berubah
09:292026 target dia tuh mengontrol series of communications dunia
09:32Nah kita punya series of communications yang paling penting
09:35Kita punya alki 1, kita punya alki 2, punya alki 3
09:37Jadi early warning system sangat penting
09:41Bagaimana kita tuh operasi intelijen kita
09:43Integrasi intelijen kita
09:45Operasi satu hal ya
09:45Tapi integrasi intelijen itu jadi penting
09:47Ini intelijen kan mata kita nih
09:49Apakah itu bisa jadi atau enggak
09:50Dan sekali lagi
09:51Intelijen kita banyak banget ya
09:53Saya lihat bagus lah semuanya
09:55Tapi apakah data tuh terintegrasi
09:56Apakah mampu kita mengintegrasikan data
09:59Itu kayaknya menurut saya nih
10:00Saya melihat dari sini
10:01Dan saya melihat bagaimana usia bekerja dengan sistem intelijennya
10:05Kayaknya kita masih belajar banyak untuk sistem
10:08Harus belajar banyak untuk sistem integrasi intelijen
10:10Jadi kalau bisa di Venezuela kan sangat bisa
10:12Sangat bisa di Venezuela kan
10:14Kalau menurut Mas Biu Bawang tuh
10:15Apakah Indonesia memang bisa di Venezuela kan
10:18Atau sekedar mungkin ini hanya game teori saja
10:21Ya kalau saya melihat penyataan Pak Yusriel itu
10:24Bukan dari perspektif emosional atau konspiratif ya
10:26Jadi itu realisme geopolitik
10:29Jadi saya tidak melihat Indonesia tuh akan di invasi
10:32Invasi?
10:33Ya tidak akan di invasi
10:34Saya tidak melihat begitu
10:35Tapi saya lebih melihat bahwa
10:37Kita itu akan menjadi area perbutan pengaruh
10:42Area perbutan pengaruh?
10:43Ya dari great power Amerika
10:45Sebagai ruling power dan rising power China
10:47Karena untuk mereka itu bisa sukses di dalam struggle of power ini
10:51Mereka membutuhkan Indonesia
10:53Artinya apa?
10:54Membutuhkan area of influence di Indonesia
10:58Mendapatkan akses ke Indonesia
11:01Kenapa?
11:02Karena posisi geografis kita secara fisik ya
11:05Mereka butuh lintasan laut, lintasan udara
11:08Dan juga kita juga kayakan energi
11:11Seperti dijelaskan tadi SDA dan lain-lain
11:13Dan kita tuh adalah negara demokrasi
11:16Dengan penduduk muslim terbesar
11:18Dan kita tuh swing states
11:19Sehingga di dalam konteks irregular competition seperti sekarang
11:23Antara Amerika dan China
11:25Yang menghindari perang terbuka
11:27Mereka tuh butuh Indonesia sebagai prize di Indo-Pasifik
11:31Jadi tesisnya tuh
11:32Siapa yang bisa memenangkan pengaruh di Indonesia
11:34Itu menambah chance
11:36Yang akan memenangkan pertarungan di Indo-Pasifik
11:39Karena itu sentral untuk mengubah dunia secara sistemik
11:42Memenangkan pengaruh artinya memang seperti yang Anda sebutkan tadi
11:45Bahwa bukan sampai di invasi
11:47Bukan di invasi
11:48Makanya kita itu memang negaranya bukan negara revisionis
11:52Kita tuh adalah negara yang menjaga stabilitas posisinya
11:56Postur luar negerinya
11:57Yang kedua
11:58Kita itu juga mengambil posisi sebagai hedger
12:01Nah makanya kita harus mengambil yang namanya equidistant diplomasi
12:05Melakukan multidireksional diplomasi
12:07Baik ke Amerika
12:08Baik ke China dan Russia
12:10Dan kita itu punya red line
12:12Red line kita itu adalah
12:13Kita memperjuangkan norma rule of law
12:16Dan perdamaian di dunia tuh
12:18Quadratnya kita sekarang
12:19Dan kita tuh middle power gitu
12:21Nah jadi kita harus punya akses yang sama terhadap semua yang bertarung
12:24Itu poin penting
12:26Nah tetapi
12:27Kalau kita itu mau berdiplomasi dengan zigzag tadi
12:30Saya hati-hati dengan kata-kata zigzag
12:32Nah karena itu misleading mbak
12:34Nah lebih baik dikatakan
12:36Kita itu melakukan kuantum diplomasi atau ada pemerintah bilang opni diplomasi atau multidireksional diplomasi
12:42Ya pada prinsipnya ujung-ujungnya tiga fondasinya
12:46Yang pertama itu kita harus tahu core national interest kita tuh
12:50Itu poin satu ya
12:51Poin kedua tadi udah disampaikan juga
12:53Kita tuh harus kuat ke dalam
12:55Kekuatan domestik
12:56Kompak antara rakyat dan pemerintah
12:58Pemerintah tuh harus punya public trust dari rakyat
13:01Dan harus kompak semuanya
13:03Tadi Pak Mahfud juga ada ngobrol sama saya
13:05Bagaimana apa yang menjadi keinginan dari political leaders itu harus ditopang oleh governance yang bagus gitu
13:11Nah itu penting
13:13Yang ketiga baru kita bisa melakukan strategic autonomy
13:16Kita bisa bermanuver dengan relative independent di luar negeri gitu
13:20Oke
13:20Untuk mengambil posisi memperjuangkan national interest kita
13:23Itu dulu mbak
13:24Oke baik
13:25Saya coba ke Pak Budi
13:26Kalau Pak Budi sendiri ketika mendengarkan pernyataan speech dari Pak Yusril
13:31Analisa apa yang bisa Anda berikan?
13:34Begini
13:34Kita ini semuanya yang ada disini kan akademikian
13:37Apalagi adik-adik ini semuanya yang ada disini melihat
13:40Tentunya the way to thinking itu kan harus akademikly by research dan lain sebagainya
13:46Pertanyaan saya
13:47My big question is
13:48Apakah pernyataan itu sudah ada verifikasi metodologik
13:55Metodologikly apakah sudah ada pernyataan terbuka yang seperti itu
13:59Yang pertama
14:00Yang kedua
14:01Begini kita harus sadar bahwa saat sekarang ini kan eranya era modern warfare
14:07We are not talking about war stockpile
14:10Kita tidak berbicara bagaimana cadangan munisi kita
14:15Kita tidak hanya bicara bagaimana suku cadang yang kita punyai
14:19Kita tidak hanya bicara berapa pesawat yang kita punyai, berapa kapal selam yang kita punyai
14:24Kita juga harus berbicara bagaimana sih soldier courage
14:29Jadi bagaimana sih semangatnya soldier
14:32Oke strike forward saya coba menjawab
14:34Itu hanya berupa digit
14:37Empat lagi
14:38Itu terlalu sederhana menurut saya untuk menerjemahkan bahwa Indonesia dalam empat hari habis-habisan
14:45Kita kan harus sadar bahwa kita consist of more than 17.000 island habitan in habitan
14:51Lebih dari 17.000 pulau yang dihuni maupun tidak dihuni
14:56Nah kita juga kan ada lesson learned dari Iran
14:59Meskipun different countries has different treatment
15:01Kita tidak bisa sama-samakan
15:03Jadi setiap negara pasti punya treatment yang berbeda-beda
15:06Tapi kan lesson learned membuktikan
15:07Seberapa kali kalimat mengatakan bahwa Iran akan jadi zaman batu
15:11Iran akan dijadikan dalam berapa minggu, berapa bulan dan lain sebagainya
15:16Proven? Not proven?
15:17Nah ini kalau dibandingkan dengan Iran, Iran ini homogen
15:21Ya memang di sana ada mosaic defense
15:23Kita juga ada season kamrata
15:25Nah kembali lagi ke modern warfare
15:28Itu mungkin bisa terjadi kalau kita bicara ini high intensity
15:33Mungkin itu bisa terjadi kalau itu adalah berbicara tadi bagaimana cadangan munisi dan lain sebagainya
15:41Bisa terjadi karena high intensity
15:43Tapi kalau misalnya in term of Indonesia the most archipelagic country in this planet
15:48Indonesia yang negara kepulauan seperti ini
15:50Kita harus tanyakan, kita punya special terminology mbak dalam militer
15:54Jadi menurut Pak Budi, ini kan kenapa keluar dari pejabat politik senior di pemerintahan Prabowo Subianto
16:03Apakah menurut Bapak ini merupakan sesuatu yang realistis
16:06Atau justru merupakan sebuah excuse karena Indonesia semakin dekat ke Amerika Serikat?
16:10Ya, ini menurut saya bisa dua-duanya
16:12Tapi kalau menurut saya ini adalah sesuatu yang itu tadi saya kembalikan lagi
16:17Kalau kita mengeluarkan statement yang hubungannya nasional
16:21Tentunya metodologinya apa yang dipakai untuk mengatakan seperti itu
16:25Kalau kita bicara tentang Indonesia
16:27Kan kita harus ditanyakan
16:29Dia ini mau menyerang dari arah mana?
16:32Cuacanya seperti apa?
16:33Cume mukarlah tadi yang saya bilang
16:35Medannya seperti apa?
16:36Medannya dia menyerang dari pegunungan?
16:39Ataukah dia menyerang dari laut?
16:42Apakah dia menyerang dari dirgantara?
16:44Dari udara?
16:45Kemudian musuh
16:46Musuh yang kita hadapi ini seperti apa?
16:49Kemudian karla
16:50Karakteristik yang lain itu
16:52Maksudnya tadi disampaikan pembicara sebelumnya
16:55Kita adalah negara yang non-block
16:57Dari sisi mana kita bisa diserang?
17:00Kita juga bukan preemptive strike
17:02Kita adalah negara yang defense
17:04Jadi menurut saya apa yang disampaikan oleh
17:06Bahwa Prabowo dengan bebas aktif 2.0
17:09That's on the right track actually
17:12Apa artinya?
17:13Kita memang hedging
17:14Baik ke Rusia
17:15Kenapa ke Rusia?
17:16Kita memang perlu keseimbangan geopolitik
17:18Kenapa kita ke Amerika?
17:20Karena ke Amerika kita perlu
17:21Perspektif of keamanan and industry
17:24Kenapa kita ke Middle East?
17:26In the perspective of energy
17:27Kenapa kita juga selain itu
17:30Kita juga ke Cina
17:31In the perspective of economy
17:33Jadi ke Rusia
17:34Ke Amerika
17:35Ke Cina
17:37Ke Middle East sekalipun
17:38Ini ada special purpose
17:41Dimana special purpose ini adalah
17:42Perpanjangan dari bebas aktif
17:44Nanti saya lanjutkan kepada Pak Budi
17:45Sekarang saya coba ke Bu Amelia
17:47Bu Amelia pertanyaan yang sama
17:48Pernyataan bahwa
17:50Bisa saja kita diserang seperti Venezuela
17:53Dan bertahannya 4 hari
17:54Datang dari pejabat senior
17:56Di pemerintahan Pak Presiden Prabowo Subianto
17:59Apa sih latarnya Anda dari Komisi 1?
18:03Saya mendapat dengan para narasumber sebelumnya ya
18:07Bahwa saya kira narasi bertahan
18:10Selama 4 hari itu harus dilihat secara hati-hati
18:13Dan tidak boleh dipahami secara mentah ya
18:15Jadi kemungkinan angka seperti itu
18:17Biasanya lahir dari simulasi tertentu
18:20Misalkan terkait dengan kemampuan logistik
18:22Amunisi atau kesiapan tempur
18:25Dalam skenario perang konvensional skala besar
18:28Misalnya ya
18:29Tetapi dalam perang modern
18:31Tidak sesederhana itu gitu ya
18:33Ketahanan sebuah negara itu tidak hanya
18:35Dihitung dari jumlah hari perang terbuka ya
18:38Yang juga harus kita lihat adalah
18:40Kemampuan mempertahankan komando nasional
18:43Kemudian infrastruktur strategis
18:45Logistik
18:46Kemudian ruang udara
18:47Komunikasi dan stabilitas politik
18:49Dan Indonesia juga punya
18:52Faktor geografis yang sangat kompleks
18:54Jadi sebagai negara kepulauan
18:56Sebagai mana tadi sampai
18:57Konegara sumber sebelumnya
18:59Oleh karena itu
19:00Kemampuan pertahanan tidak bisa
19:02Bisa disederhanakan
19:04Hanya menjadi satu angka
19:06Apalagi kalau konteksnya
19:08Simulasi dan parameternya
19:10Tidak dijelaskan secara utuh
19:13Oke baik
19:14Coba saya ke Mas Guntur
19:15Mas Guntur ini
19:17Ketika
19:18Pak Yusri mengatakan
19:20Bahwa Indonesia ini
19:21Justru ikut-ikutan negara jiran
19:22Mengecam
19:23Tidak ikut-ikutan ya
19:24Berbeda dengan sejumlah negara lain
19:26Kita tuh gak ikut-ikutan
19:27Ketika melakukan
19:27Mengecam serangan militer
19:29Amerika Serikat ke Venezuela
19:30Apakah ini merupakan
19:32Cara diplomasi ke Amerika Serikat
19:34Atau kelemahan posisi
19:36Diplomatiknya Indonesia
19:39Melihat
19:39Sebenarnya melihat hubungan Indonesia
19:41Dengan Amerika ini kan
19:42Apalagi dalam beberapa
19:43Mungkin 6 bulan terakhir ya
19:44Sebenarnya kan semakin lama
19:46Terlihat semakin dekat ya
19:47Pertama mungkin dari
19:48Kita join Board of Peace
19:50Terus kita diajak menjadi
19:52Wakil Komandan ISF
19:54Meski sampai sekarang belum jelas
19:55Kita ada tangan ART Deal
19:56MDCP kemarin
19:58Diluar itu kita ada
19:59Partership juga dengan Jepang
20:00Dan Australia gitu
20:02Yang mana
20:03Kalau
20:03Saya geser perspektifnya
20:05Sebagai misalnya
20:06Pesayang Amerika
20:07Tiongkok gitu
20:08Kok Indonesia semakin dekat
20:10Dengan negara-negara yang dianggap
20:11Mengelilingi
20:12Cina gitu kan
20:13Jadi menurut saya ini juga sangat
20:16Tidak terpediksi sih
20:17Pernyataan Pak Yusrin
20:18Ketika kita secara geopolitik
20:20Menunjukkan sinyal-sinyal
20:22Kita lebih dekat dengan Amerika
20:24Meskipun dibilang kita melakukan hedging
20:25Karena kita juga ke Moskow
20:26Kita ikut break misalnya
20:28Tapi kemudian
20:29Menggunakan contoh Venezuela
20:31Dan Greenland
20:32Saya rasa ada semacam
20:34Apa ya
20:34Ketidaksinkronan
20:36Di dalam pemerintah
20:37Menjalankan foreign policy-nya
20:38Dan ini enggak pertama kali
20:39Kita ingat beberapa bulan lalu
20:40Meskipun konteksnya bercanda
20:42Pak Menteri Keuangan Purubaya
20:44Pernah bilang
20:44Kayaknya asik juga ya
20:45Kalau kita pajakin Malacca
20:47Enggak lama kemudian
20:48Menlu Sugiono meluruskan
20:50Bahwa kita
20:50Upholding unclosed
20:52Kita tidak mungkin
20:53Melakukan itu dan sebagainya
20:54Dibuat saya
20:55Ketika Presiden yang sangat aktif
20:56Melakukan diplomasi
20:58Berkunjung ke sana kemari
20:59Seharusnya yang di bawahnya pun
21:01Memiliki
21:02Selesitifitas
21:03Untuk tidak
21:04Sembarangan mengeluarkan statement
21:06Buat saya
21:06Kalaupun ada
21:08Tadi disebut misalnya
21:09Ada wargame
21:10Di balik ini
21:11Ada simulasi
21:12Yang dilakukan oleh
21:13Satuan di TNI
21:14Kayaknya enggak
21:15Enggak pas ini disampaikan
21:16Bahkan di forum
21:17Yang terbuka gitu
21:18Untuk forum tertutupnya
21:19Saya mempertanyakan
21:21Ini forum terbuka
21:22Bisa diakses oleh
21:23Semua orang
21:23Youtubenya gitu
21:24Jadi
21:25Sepertinya
21:26Perlu dikalibrasi lagi
21:28Sebenarnya
21:28Cara komunikasi pemerintah
21:29Karena tentu
21:30Setiap pemerintah boleh
21:31Mempertimbangkan
21:31Ancaman yang dihadapi
21:32Mempersiapkan worst case scenario
21:34Apakah
21:35Kapan teman bisa dilawan
21:37Dan sebagainya
21:37Tapi
21:37Itu disampaikan ke publik
21:39Itu kan masalah lain
21:40Jadi
21:40Sebenarnya
21:41Isunya bukan
21:42Sekedar ini
21:43Kita menghadapi lawan
21:44Atau tidak
21:44Tapi bagaimana
21:47Selarasan antara
21:48Cara pemerintah
21:49Beripulmasi
21:50Dalam hati presiden
21:50Dengan bawahan-bawahan
21:52Menteri-menterinya
21:53Mengeluarkan statement di publik
21:54Baik
21:55Ini
21:55Yang jadi
21:56Pertanyaan kita bersama
21:57Adalah ketika
21:58Menko Yusril
21:59Mengatakan kita
22:00Cuma bisa bertahan
22:01Empat hari
22:02Lalu bagaimana
22:03Kira-kira
22:03Kalkulasi perang
22:05Republik Indonesia
22:05Jika sumpah
22:06Terjadi serangan
22:07Oleh
22:08Amerika Serikat
22:09Nanti kita bahas
22:10Lebih lengkap
22:10Saudara
22:10Tetap bersama kami
22:11Di Bola Liar
22:20Setelah kabar bandara
22:21Kerta Jati
22:22Jadi bengkel
22:22Hercules
22:23Amerika Serikat
22:24Dan isu akses
22:24Terima kasih
Komentar