Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, mengancam mencabut izin Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang membeli Tandan Buah Segar (TBS) dari petani di bawah harga ketentuan pemerintah.

"Di hulunya terjadi gejolak, yaitu pembelian TBS yang murah. Maka masalahnya ada di tengah, dan masalah ini seharusnya mudah untuk kita selesaikan," ujar Wamentan Sudaryono pada Jumat (29/5/2026).

"Jika ada pelanggaran kegiatan-kegiatan sesuai dengan Permentan, tentu ada sanksi administratif dan juga pencabutan izin barangkali. Jika ada pelanggaran hukum, tentunya Kementan menggandeng Satgas Pangan," lanjutnya.

Baca Juga Detik-Detik! Bareskrim Polri Geledah Kantor Sawit PT MMS, Dokumen & CPU Disita! di https://www.kompas.tv/video/671827/detik-detik-bareskrim-polri-geledah-kantor-sawit-pt-mms-dokumen-cpu-disita

#wamentan #sudaryono #sawit

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/671844/full-ultimatum-wamentan-sudaryono-ancam-cabut-izin-usaha-sawit-jika-beli-murah-ke-petani
Transkrip
00:00Di hilirnya, itu tidak ada perubahan sementara di hulunya terjadi gejolak yaitu pembelian TPS yang murah.
00:06Maka masalahnya ada di tengah.
00:09Menindaklanjuti rapat dua hari yang lalu yang kita selenggarakan terkait respon,
00:14bagaimana kita merespon keluhan dari petani kita di seluruh Indonesia, petani sawit,
00:18akan turunnya harga pembelian tandan buah segar sawit di pabrik kelapa sawit di daerah masing-masing.
00:25Seperti yang kami sampaikan, kami telah mengidentifikasi dua hari yang lalu 139 pabrik kelapa sawit yang melakukan pembelian
00:34di bawah harga yang ditetapkan di daerah masing-masing.
00:38Dan setelah dilaksanakan pengumuman dan rapat dua hari yang lalu,
00:42ada 16 di antaranya melakukan penyesuaian dengan menaikkan harga pembelian,
00:47namun dirasa masih banyak yang masih belum menyesuaikan harga yang kita tetapkan,
00:53sehingga perlu dilakukan rapat lanjutan atau rapat susulan berikutnya
00:57yang kemudian kami mengundang lebih banyak stakeholder dari industri sawit kita.
01:04Hadir dalam rapat tadi adalah dari Kementerian Pertanian,
01:08saya sendiri mewakili Pak Menteri Pertanian yang melaksanakan ibadah haji,
01:13kesapimpin rapat, beserta dengan Sekjen Kementan dan Dirjen Perkebunan,
01:18kemudian hadir juga dari Sestama Badan Pangan Nasional, beserta Deputinya,
01:25dan juga BUMN Pangan kita di sektor perkebunan,
01:29baik itu PTPN, Agil Nas Palma, dan anak-anak perusahaannya.
01:33Dan juga kami mengundang GAPKI, Gabungan Pengusaha GAPKI,
01:37kemudian Asosiasi Petani yang dua hari yang lalu juga sudah hadir,
01:41kami tambahkan yang belum hadir adalah perusahaan-perusahaan eksportir
01:46dan juga perusahaan-perusahaan refinery yang hadir juga pada rapat pagi hari ini.
01:54Rapat berlangsung dengan baik, dengan etikat yang baik,
01:57yang intinya adalah this is good problem.
02:01Kenapa good problem?
02:02Karena harga sawit di tingkat dunia, di tingkat konsumen,
02:06itu kemudian harganya tidak ada penurunan,
02:10baik penurunan harga maupun penurunan kuantitas,
02:12ini tidak ada perubahan, bahkan cenderung permintaannya bertambah dan harganya bertambah.
02:17Sehingga di hilirnya itu tidak ada perubahan,
02:21sementara di hulunya terjadi gejolak yaitu pembelian TPS yang murah.
02:25Maka masalahnya ada di tengah,
02:27dan masalahnya ini masalah yang harusnya mudah untuk kita selesaikan.
02:31Beberapa kesimpulan saya akan sampaikan,
02:33satu saya mengulang kesimpulan yang lalu,
02:36saya sampaikan kepada peserta rapat bahwa
02:38kekhawatiran terkait PT DSI,
02:40saya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait,
02:42baik itu dan antara maupun saya lapor kepada Pak Mentan dan Pak Menko,
02:46disampaikan bahwa PT DSI adalah perusahaan pengelola dan pengawas
02:51yang melakukan secara transparan dan akutabel nantinya,
02:56kemudian tidak mengambil keuntungan.
02:59Saya ulangi, tidak mengambil keuntungan.
03:04Selain itu juga kemudian ada tahapannya,
03:08sehingga kami berharap setelah ini tidak ada lagi khawatiran,
03:12khususnya adalah pengusaha di hilir dari industri sawit ini,
03:16yaitu siapa?
03:17Refinery dan juga adalah eksportir.
03:21Tahapannya, tahap transisi 3 bulan,
03:241 Juni sampai dengan 31 Agustus,
03:263 bulan, kemudian diharapkan nanti berangsur-angsur,
03:29setelah peraturan tahapan-tahapan ditetapkan,
03:31kemudian berangsur-angsur,
03:33satu demi satu perusahaan itu kemudian
03:36pengelolaan ekspornya dikelola oleh DSI,
03:38dan diharapkan 1 Januari 2027 full,
03:42baik itu komunitas sawit, batu para,
03:44dan juga komunitas satu lagi yang terkait besi,
03:47itu kemudian dikelola oleh DSI.
03:49Yang kedua, pelaku usaha khususnya di hilir,
03:54yaitu Refinery dan eksportir,
03:56untuk tetap melaksanakan atau melakukan transaksi perdagangan,
04:02seperti biasa melalui acuan harga KPBN,
04:06dan menghindari terjadinya withdraw terhadap harga yang terbentuk secara wajar.
04:12Jadi ada pembentukan harga lelang di KPBN,
04:15mengacu pada harga CPU dunia dan lain-lain,
04:18dan kita menginginkan dan kami meminta kepada pelaku usaha sawit di hilir itu,
04:24acuan KPBN itu jadi acuan dan kemudian hindarkan withdraw,
04:28sehingga begitu pembelian besar dengan harga yang baik,
04:32sekali lagi karena di luar negeri sana harganya tidak ada perubahan
04:36dan juga tidak ada perubahan permintaan dalam volume,
04:39sehingga diharapkan pembeliannya besar,
04:41sehingga ini berimbas efek dominonya kepada PKS dan juga pembelian TBS di tingkat petani
04:48bisa sesuai dengan ketetuan atau ketetapan yang ditetapkan.
04:52Yang ketiga, Kepala Daerah, baik itu Gubernur, Bupati, dan atau Wali Kota,
04:58serta dinas-dinas terkait,
05:00menindaklanjuti permintaan 13 tahun 2020,
05:04sudah diatur semua,
05:05tata kelolanya, khususnya adalah dalam penetapan harga TBS untuk mitra plasma dan mitra swadaya.
05:13Jadi dari 38 provinsi, baru beberapa provinsi yang kemudian melaksanakan
05:20atau menindaklanjuti permintaan 13 ini dalam kemudian secara provinsi itu menentukan harga pembelian TBS-nya,
05:28yang melibatkan pemenda, melibatkan pabrik PKS-nya,
05:33melibatkan asosiasinya, mengacu pada harga sawit di pasar global dan lain-lain itu,
05:40baru beberapa provinsi dan kami meminta setelah ini kami akan menindaklanjuti ke seluruh Kepala Daerah
05:46agar tindaklanjuti dari peminta 13 ini kemudian bisa dilaksanakan,
05:51sehingga harga yang menjadi acuan setiap wilayah atau provinsi itu kemudian bisa terbentuk kelompoknya,
06:00kemudian harganya bisa kemudian ditetapkan, karena baru beberapa provinsi yang sudah menetapkan.
06:09Serta aktif, ya Kepala Daerah tadi juga kita minta aktif melakukan pemantauan terhadap harga pembelian TBS
06:15oleh PKS dan memastikan pabrik kelapa sawit PKS di wilayahnya membeli TBS sesuai dengan permintaan 13 tahun 2024,
06:27dan selanjutnya bila ditemukan adanya pabrik kelapa sawit yang membeli tandan buah segar yang tidak sesuai dengan ketentuan
06:35agar diidentifikasi PKS-nya itu, PKS-nya siapa, statusnya bagaimana, termasuk afiliasi jaringan PKS itu afiliasi dengan siapa,
06:46sehingga dan kemudian afiliasi dan laporannya itu dilaporkan ke kementan,
06:50sehingga kalau terjadi di kemudian hari, hal-hal penurunan harga TBS dan hal-hal lain selain pemenda yang melakukan teguran
06:58atau melakukan pengawasan langsung ke lapangan, tapi kementan juga bisa kemudian berkomunikasi dengan afiliatornya.
07:05Itu kesimpulan nomor tiga.
07:08Yang nomor empat, jika ada pelanggaran kegiatan-kegiatan sesuai dengan permintaan,
07:14kementan tentu ada sanksi administratif dan juga pencabutan izin barangkali gitu,
07:19dan jika ada pelanggaran hukum tentunya kementan menggandeng Satgas Pangan.
07:24Dan kemudian setelah disampaikan informasi ini, ini sama juga kesimpulan dua hari yang lalu,
07:30pelaku industri hilir khususnya refinery dan eksportir,
07:35melakukan kegiatan sebagaimana normalnya,
07:38sampai dengan tahapan transisi itu kemudian ditetapkan.
07:42Sehingga harusnya dengan adanya DSI ini, pelaku usaha yang selama ini baik-baik saja,
07:48itu tidak akan ada imbasnya apapun.
07:50Tidak akan ada perubahan, tidak akan dilugikan.
07:55Tujuan dari diberlakukannya satu pintu ekspor ini bukan kok DSI diminta cari untung dari situ, bukan.
08:02Objektif atau tujuan dari pemerintah adalah untuk meminimalisir
08:09atau untuk mengidentifikasi dan meminimalisir kerugian-kerugian negara
08:15atas praktek-praktek yang selama ini diduga dilaksanakan oleh oknum-oknum tertentu dalam perdagangan ekspor sumber daya alam kita.
08:22Jadi objektifnya itu bukan untuk nyari untung.
08:25Di DSI bukan, tapi objektifnya adalah menertipkan.
08:30Yang tertip jalan terus.
08:32Nah yang belum tertip ditertipkan, praktek-praktek seperti under-invoicing dan under-pricing atau trans-pricing itu kemudian bisa kita
08:40berantas,
08:41sehingga semua dikelola dengan tertip, adanya keadilan ekonomi yang baik dan negara mendapatkan penerimaan negara sebagaimana mestinya.
08:50Itu yang menjadi tujuan dari diberlakukannya satu pintu ekspor tadi.
08:56Yang terakhir, yang keenam adalah diminta.
08:59Kami atas nama pemerintah meminta ke semua pelaku usaha industri sawit, setelah diumumkan ini transaksi perdagangan dilakukan secara adil,
09:09baik dari hulu sampai dengan hilirnya, dan dengan harga pembelian TBS yang sesuai dengan harga acuan CPO di wilayah masing
09:17-masing.
09:18Dan kesimpulan ini sudah ditandatangkan oleh berbagai pihak yang hadir, baik pihak asosiasi, kemudian perusahaan eksportir maupun perusahaan refinery,
09:27dan juga dari kami pengampu kebijakannya dari Kementerian Pertanian, yaitu Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.
09:35Saya kira itu, mungkin saya ingin memberikan kesempatan kepada satu perusahaan refinery, yang kedua perusahaan eksportir, dan yang ketiga asosiasi
09:47petani.
09:50Barangkali ada, saya persilahkan.
10:01Ini kalau asosiasi petani sudah mau lari ya juga.
10:04Tidak ada, cukup setuju dengan kesimpulan ini ya.
10:08Jadi ini sudah disetujui oleh seluruh yang kita undang.
10:14Ujung tombaknya adalah refinery dan eksportir.
10:17Karena di situ sebagai ujung mata rantainya itu sebetulnya ke situ.
10:22Nah, selama refinery dan eksportir membeli dalam keadaan sebagaimana mestinya,
10:29dia purchase dengan volume yang sama, purchase dengan volume yang besar,
10:33dengan harga yang sesuai, maka diharapkan dan diminta efek dominonya kemudian berimba sampai dengan ke petani.
10:41Mungkin perwakilan aja ya, dari BUMN mungkin ada, KBPN mungkin bisa disampaikan.
10:48Silahkan. Cukup? Cukup? Cukup lah ya.
10:52Dari asosiasi petani ada.
10:54Tidak usah panjang-panjang. Silahkan.
10:58Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
11:01Yang saya hormati Bapak Wamentan dan Jejaran dan juga teman-teman asosiasi serta pengusaha.
11:06Kami dari asosiasi petani kelapa sawit Indonesia mengucapkan terima kasih atas perhatian dan gerak cepat dari Bapak Wamentan.
11:14Dalam rapat selama dua kali ini kita lakukan dan hasilnya sudah terbukti Pak,
11:21walaupun ada kenaikan harga TBS yang masih sedikit, itu antara Rp50 per kilo,
11:29tapi hasilnya sudah menunjukkan bahwa rapat ini sangat efektif Pak.
11:34Dan kami harapkan setelah pengumuman ini, harga tender di KPBN bisa tidak withdraw,
11:40kemudian juga harga TBS bisa kembali normal seperti sediakala,
11:44supaya teman-teman petani kembali tersenyum, bahagia, dan bisa menyokongkan anak-anaknya.
11:50Sekali lagi terima kasih Pak Wamentan.
11:51Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
11:53Terima kasih. Terima kasih kawan-kawan semua.
11:55Kita lihat hari ini, hari ini KPBN, kalau tidak salah lelangnya dibuka jam 12,
12:02kita lihat saya berharap kawan-kawan semua pelaku di hilir,
12:06sebaik eksportir, mengacu pada harga lelang KPBN,
12:12kemudian melakukan transaksi yang adil, normal sebagaimana mestinya,
12:16tidak menekan harga, karena harga pembeliannya itu kemudian tidak ada perubahan apa-apa.
12:21Jadi ini, this is a good problem.
12:24Beda kalau misalnya harga dunia lagi jatuh, nah itu kan harga dunia tidak bisa kita kendalikan.
12:30Ini harga dunia, harga pembeliannya lagi bagus.
12:33Kenapa di petani kok jelek? Nah itu yang harus kita selesaikan.
12:36Saya berharap tidak ada lagi rapat-rapat lanjutan bahas ini lagi,
12:39karena harga kemudian sudah sesuai.
12:43Saya kira itu, terima kasih.
12:53Ya kan kalau biaya-biaya ini itu kan tetap ada kan ya,
12:57kan biaya itu kan tadinya dikeluarkan oleh dia.
13:02Misalnya ekspor namanya angin ribut, ya dia kan keluarin biaya ini, biaya itu, biaya ini, biaya itu.
13:07Kan kalau pekerjaannya diambil oleh orang lain kan biayanya yang melakukan kan orang lain,
13:12itu aja sebetulnya, ya kan?
13:15Misalnya enggak usah dihasil, kamu perusahaan yang kelola,
13:19dikelola PT Angribut, dipindahkan dikelola oleh orang lain, kan orang lain yang bayar.
13:23Saya kira itu yang, itu enggak ada masalah, itu klip.
13:27Tidak menjadi, tidak menjadi tambahan rente.
13:32Jadi kan ini ada semacam misleading di media, khususnya di sosmed, seolah-olah nambah rente.
13:40Rente itu artinya nambah mata rantai perdagangan, nambah enggak.
13:45Ini, anggaplah ini semacam pipa transparan gitu ya.
13:49Jadi kita ingin melihat transparansi di situ, disesuaikan dengan harganya, pakai AI, pakai apa gitu,
13:54supaya, sekali lagi, objektif atau tujuan dari pemerintah bukan nambah rente, kemudian ngambil untung di situ, bukan.
14:02Tapi memastikan, semua pelaku usaha melalui DSI tadi, kemudian tidak terjadi pelanggaran-pelanggaran
14:09yang dahulu oleh orang-orang tertentu, terjadi pelanggaran seperti transfer pricing maupun upgrade revocity.
14:15Saya kira itu ya, udah mau Jumatan.
14:27Kami, di Kementan kami tidak mengeluarkan izin itu.
14:31Itu izinnya di kementerian lain, apakah penindustrian, perdagangan,
14:36atau barangkali kalau urusan perpacakan biaya cukai dan di Kementerian Keuangan.
14:45Ya, aku lihat-lihat di media, tapi saya, itu bukan kewenangan saya untuk saya jawab ya.
14:50Daripada, kan Anda kan menunggu saya bikin pernyataan keliru, kemudian jadi rame, kan gitu ya kan.
14:55Udah, itu aja.
14:56Saya, dalam posisi saya, posisi kami di Kementerian Pertanian adalah,
15:00kami bertanggung jawab di hulu, di pertanian, di produksi,
15:05di mana harga TBS yang dipilih oleh PKS yang TBS itu adalah hasil produksi pertani yang kemudian rendah itu menjadi
15:15domain kami,
15:15menjadi concern kami sehingga kami berinisiatif memanggil pihak-pihak tertentu
15:19dengan seizin dan berkoordinasi dengan kementerian terkait
15:24atau lembaga yang mau berwenang, membawai, atau membina kawan-kawan pengusaha ini.
15:29Itu kira-kira. Terima kasih. Selamat.
15:38Menemani pagi Anda dengan informasi terbaru.
15:42Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih mencerahkan.
15:45Saksikan Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
15:50Saksikan Sapa Indonesia
Komentar

Dianjurkan