00:00Saya sakit hati, saya kecewa sekali, tanpa izin, tanpa pembicaraan.
00:09Sehat Mama?
00:11Mama sehat.
00:13Sehat.
00:13Sehat, Om Tuhan.
00:15Sehat.
00:15Sehat.
00:16Kuji Tuhan.
00:17Kuji Tuhan, saya sehat.
00:27Teman-teman, kita hari ini fokus dalam rangka pembuatan ELP dulu.
00:32Dan hari ini masih berproses, karena tadi ini istirahat sekejap, kami turun untuk menunggu teman-teman, jangan terlalu lama menunggu.
00:38Tapi ini masih berproses untuk dalam rangka pembuatan STTPL-nya, dan belum keluar.
00:45Nah, itu kira-kira.
00:46Ada kira-kira, Pak?
00:47Ini ELP-nya tentang apa sih, Pak, laporan Kepolda Metro Jaya hari ini?
00:52Laporan Kepolda Metro Jaya hari ini adalah untuk personalitinya Mama Sinta.
00:59Seorang anak bangsa, berusia 62 tahun, dieksploitasi tanpa perizinan yang sah dan pengakuan yang sah dari Mama Sinta.
01:11Oke, berarti di sini pihak yang dilaporkan atau akan dilaporkan siapa, Pak?
01:15Yang akan dilaporkan nanti kita press list setelah STTPL ya.
01:20Ini proses dulu, lagi proses.
01:22Mohon maaf teman-teman, nanti sudah selesai, baru kita lanjutkan kembali.
01:26Karena tadi baru konseling dan kesibukan teman-teman di Polda Metro Jaya ini.
01:32Pak, izin.
01:33Pak, izin Mama bisa ceritakan suara eksploitasi-nya seperti apa sih, Mama?
01:36Saya ceritakan, Mama.
01:37Mohon diulang, mohon diulang.
01:39Bentuk eksploitasi yang diterima itu seperti apa?
01:41Apa yang dialami oleh Mama Sinta, Pak?
01:43Mama, silakan.
01:44Mama bisa ceritakan, Mama.
01:45Apa saja yang Mama alami ada-ada ini?
01:50Yang saya alami di saat ini mulai dari tanggal 8 bulan 4.
02:01Film yang diputar di Jayapura, di Susteran Maranata, tanpa izin dari saya.
02:10Mereka putar film Pesta Babi itu di mana-mana, saya sakit hati.
02:16Saya kecewa sekali, tanpa izin dari saya, tanpa pembicaraan.
02:25Itu penjahat itu mereka.
02:28Saya punya wajah ini di mana-mana, mereka putar film itu, saya sakit hati.
02:35Tanpa izin dari saya.
02:39Maka itu saya datang ke Jakarta.
02:43Jadi itu saja yang saya sampaikan untuk anak-anak.
02:46Itu Mama siapa yang ajak, Mama?
02:48Yang ajak saya ke Jayapura untuk ikut kegiatan itu, itu Bang Tigor.
02:56Jadi setelah kita selesai kegiatan, dia ajak kita untuk nonton film Pesta Babi.
03:03Jadi pada saat itu, saya tahu saja mau potong babi betulan.
03:07Ternyata kita naik di Aula Maranata, ternyata film yang diputar itu judulnya film Pesta Babi.
03:16Di situ ada wajah saya.
03:18Di situ saya lihat sendiri.
03:21Saya saksikan sendiri.
03:24Kenapa wajah saya ditampil di depan banyak orang.
03:28Tanpa seizin dari saya.
03:30Itu yang saya sakit hati.
03:31Dan sakit jiwa sekali bersama keluarga saya.
03:35Mama, izin.
03:37Sebelum pemutaran film itu, sebelumnya Mama diajaknya untuk terlibat dalam film dokumenter itu, apa sih?
03:46Tidak ada.
03:47Tidak ada?
03:48Tidak ada sama sekali.
03:49Pembicaranya waktu itu apa mengenai film Pesta Babi itu?
03:54Pembicaranya mau nonton film Pesta Babi.
03:57Saya tahu saja cuma filmnya saja Pesta Babi.
04:00Tapi di situ ada wajah saya.
04:02Mama tidak pernah diajak untuk bermain film, Mama?
04:05Tidak pernah.
04:07Oh, berarti tidak ada pembicaraan ke Mama soal Mama akan diajak ikut bikin film atau menjadi pemeran dalam film itu
04:14tidak ada, Mama?
04:15Tidak ada sama sekali.
04:16Saya kaget pada saat nonton itu.
04:19Tanggal 8 bulan 4.
04:21Saya sendiri ketemu itu.
04:24Wajah saya di situ.
04:25Pada saat mereka putar film itu, Pesta Babi.
04:28Jadi Mama, penegasan jadi Mama merasa dibohongi dari pemutaran film tersebut.
04:33Setelah filmnya, akhirnya ramai diperbecahkan banyak orang dan juga viral juga.
04:39Iya, bukan pembohong saja.
04:40Sakit hati.
04:42Sakit hati betul sampai hari ini saya masih sakit hati.
04:45Kecewa.
04:46Kenapa wajah saya bisa dibawa kemana-mana lewat film itu.
04:52Apa saya ini boneka?
04:55Apa saya patung asmat yang sudah diukir?
04:58Orang Popo bilang itu patung asmat.
05:01Ukiran itu.
05:02Saya bukan ukiran asmat.
05:05Selepas video itu yang sudah viral, apakah sudah ada berkomunikasi lagi dengan pihak penyelenggara filmnya?
05:16Tidak ada.
05:18Tidak ada sama sekali.
05:20Mama pengennya filmnya mau ditipakus atau dihentikan?
05:22Dihentikan.
05:24Mulai dari hari ini dihentikan.
05:26Dan seandainya ada yang putar film itu, tolong proses orang itu.
05:33Termasuk yang menyelenggarakan nobarnya.
05:36Tidak.
05:37Ijin teman-teman, sudah ada pemanggilan kembali untuk melanjikan proses pembuatan tanda laporan tentang gerogen-gerogen yang nyalami oleh Mama.
05:49Ijin penegasan, satu lagi saja, mengenai belakangan kan juga sempat dipertanyakan dari beberapa masyarakat di Papua mengenai sikap Mama yang
05:56samba-samba berubah drastik dugaannya karena ada dugaan inkimidasi.
06:00Apakah itu benar?
06:01Kita tunggu proses hukum yang sedang berjalan saja.
06:03Oke?
06:04Ya, teman-teman.
06:11Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
06:16Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
06:20Saksikan Kompas Petang di Kompas TV, channel 11, di Televisian.
Komentar