Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Tokoh Masyarakat Adat Papua, Yasinta Moiwend (Mama Sinta), membuat laporan polisi ke Polda Metro Jaya terkait film "Pesta Babi" pada Jumat (29/5/2026).

"Mereka putar film Pesta Babi itu di mana-mana. Saya sakit hati, saya kecewa sekali. Tanpa izin dari saya, tanpa pembicaraan itu penjahat itu mereka," ujar Yasinta Moiwend.

"Wajah saya ini ada di mana-mana, mereka putar film itu. Saya sakit hati tanpa izin dari saya. Maka itu saya datang ke Jakarta," lanjutnya.

Baca Juga KSAD Sebut Tak Ada Instruksi Langsung terkait Pembubaran Nobar Film "Pesta Babi" di https://www.kompas.tv/nasional/669803/ksad-sebut-tak-ada-instruksi-langsung-terkait-pembubaran-nobar-film-pesta-babi

#poldametro #pestababi #papua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/671860/lapor-ke-polda-metro-terkait-film-pesta-babi-mama-sinta-saya-sakit-hati-kecewa-sekali
Transkrip
00:00Saya sakit hati, saya kecewa sekali, tanpa izin, tanpa pembicaraan.
00:09Sehat Mama?
00:11Mama sehat.
00:13Sehat.
00:13Sehat, Om Tuhan.
00:15Sehat.
00:15Sehat.
00:16Kuji Tuhan.
00:17Kuji Tuhan, saya sehat.
00:27Teman-teman, kita hari ini fokus dalam rangka pembuatan ELP dulu.
00:32Dan hari ini masih berproses, karena tadi ini istirahat sekejap, kami turun untuk menunggu teman-teman, jangan terlalu lama menunggu.
00:38Tapi ini masih berproses untuk dalam rangka pembuatan STTPL-nya, dan belum keluar.
00:45Nah, itu kira-kira.
00:46Ada kira-kira, Pak?
00:47Ini ELP-nya tentang apa sih, Pak, laporan Kepolda Metro Jaya hari ini?
00:52Laporan Kepolda Metro Jaya hari ini adalah untuk personalitinya Mama Sinta.
00:59Seorang anak bangsa, berusia 62 tahun, dieksploitasi tanpa perizinan yang sah dan pengakuan yang sah dari Mama Sinta.
01:11Oke, berarti di sini pihak yang dilaporkan atau akan dilaporkan siapa, Pak?
01:15Yang akan dilaporkan nanti kita press list setelah STTPL ya.
01:20Ini proses dulu, lagi proses.
01:22Mohon maaf teman-teman, nanti sudah selesai, baru kita lanjutkan kembali.
01:26Karena tadi baru konseling dan kesibukan teman-teman di Polda Metro Jaya ini.
01:32Pak, izin.
01:33Pak, izin Mama bisa ceritakan suara eksploitasi-nya seperti apa sih, Mama?
01:36Saya ceritakan, Mama.
01:37Mohon diulang, mohon diulang.
01:39Bentuk eksploitasi yang diterima itu seperti apa?
01:41Apa yang dialami oleh Mama Sinta, Pak?
01:43Mama, silakan.
01:44Mama bisa ceritakan, Mama.
01:45Apa saja yang Mama alami ada-ada ini?
01:50Yang saya alami di saat ini mulai dari tanggal 8 bulan 4.
02:01Film yang diputar di Jayapura, di Susteran Maranata, tanpa izin dari saya.
02:10Mereka putar film Pesta Babi itu di mana-mana, saya sakit hati.
02:16Saya kecewa sekali, tanpa izin dari saya, tanpa pembicaraan.
02:25Itu penjahat itu mereka.
02:28Saya punya wajah ini di mana-mana, mereka putar film itu, saya sakit hati.
02:35Tanpa izin dari saya.
02:39Maka itu saya datang ke Jakarta.
02:43Jadi itu saja yang saya sampaikan untuk anak-anak.
02:46Itu Mama siapa yang ajak, Mama?
02:48Yang ajak saya ke Jayapura untuk ikut kegiatan itu, itu Bang Tigor.
02:56Jadi setelah kita selesai kegiatan, dia ajak kita untuk nonton film Pesta Babi.
03:03Jadi pada saat itu, saya tahu saja mau potong babi betulan.
03:07Ternyata kita naik di Aula Maranata, ternyata film yang diputar itu judulnya film Pesta Babi.
03:16Di situ ada wajah saya.
03:18Di situ saya lihat sendiri.
03:21Saya saksikan sendiri.
03:24Kenapa wajah saya ditampil di depan banyak orang.
03:28Tanpa seizin dari saya.
03:30Itu yang saya sakit hati.
03:31Dan sakit jiwa sekali bersama keluarga saya.
03:35Mama, izin.
03:37Sebelum pemutaran film itu, sebelumnya Mama diajaknya untuk terlibat dalam film dokumenter itu, apa sih?
03:46Tidak ada.
03:47Tidak ada?
03:48Tidak ada sama sekali.
03:49Pembicaranya waktu itu apa mengenai film Pesta Babi itu?
03:54Pembicaranya mau nonton film Pesta Babi.
03:57Saya tahu saja cuma filmnya saja Pesta Babi.
04:00Tapi di situ ada wajah saya.
04:02Mama tidak pernah diajak untuk bermain film, Mama?
04:05Tidak pernah.
04:07Oh, berarti tidak ada pembicaraan ke Mama soal Mama akan diajak ikut bikin film atau menjadi pemeran dalam film itu
04:14tidak ada, Mama?
04:15Tidak ada sama sekali.
04:16Saya kaget pada saat nonton itu.
04:19Tanggal 8 bulan 4.
04:21Saya sendiri ketemu itu.
04:24Wajah saya di situ.
04:25Pada saat mereka putar film itu, Pesta Babi.
04:28Jadi Mama, penegasan jadi Mama merasa dibohongi dari pemutaran film tersebut.
04:33Setelah filmnya, akhirnya ramai diperbecahkan banyak orang dan juga viral juga.
04:39Iya, bukan pembohong saja.
04:40Sakit hati.
04:42Sakit hati betul sampai hari ini saya masih sakit hati.
04:45Kecewa.
04:46Kenapa wajah saya bisa dibawa kemana-mana lewat film itu.
04:52Apa saya ini boneka?
04:55Apa saya patung asmat yang sudah diukir?
04:58Orang Popo bilang itu patung asmat.
05:01Ukiran itu.
05:02Saya bukan ukiran asmat.
05:05Selepas video itu yang sudah viral, apakah sudah ada berkomunikasi lagi dengan pihak penyelenggara filmnya?
05:16Tidak ada.
05:18Tidak ada sama sekali.
05:20Mama pengennya filmnya mau ditipakus atau dihentikan?
05:22Dihentikan.
05:24Mulai dari hari ini dihentikan.
05:26Dan seandainya ada yang putar film itu, tolong proses orang itu.
05:33Termasuk yang menyelenggarakan nobarnya.
05:36Tidak.
05:37Ijin teman-teman, sudah ada pemanggilan kembali untuk melanjikan proses pembuatan tanda laporan tentang gerogen-gerogen yang nyalami oleh Mama.
05:49Ijin penegasan, satu lagi saja, mengenai belakangan kan juga sempat dipertanyakan dari beberapa masyarakat di Papua mengenai sikap Mama yang
05:56samba-samba berubah drastik dugaannya karena ada dugaan inkimidasi.
06:00Apakah itu benar?
06:01Kita tunggu proses hukum yang sedang berjalan saja.
06:03Oke?
06:04Ya, teman-teman.
06:11Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
06:16Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
06:20Saksikan Kompas Petang di Kompas TV, channel 11, di Televisian.
Komentar

Dianjurkan