00:02Ya, Mas Dibawanto, tolong jawab singkat, apa risiko geopolitik dengan Bandara Ketajati jadi bengkel pesawat militer?
00:10Atau mungkin menurut Anda memang tidak ada risikonya? Santai saja.
00:12Ya, pokoknya semua itu kembali kepada governance.
00:15Tadi Pak Budi terangin tuh.
00:16Pokoknya kalau kita mau kerjasama dengan dunia, kerjasama dengan negara manapun, yang penting governance-nya.
00:21Itu ya, poin satu tuh.
00:23Semua bisa di-measure secara teknikal, mekanikal, dengan disiplin, secara government.
00:28Nah, itu poin satu.
00:29Poin kedua, menghenti anti-akses.
00:31Tadi kita akan ada pendekatan anti-akses.
00:32Tadi pertanyaan Pak Mahfud tuh, menarik tuh.
00:35Kalau kapal Amerika dikasih overflight blanket gitu, itu gimana?
00:39Dulu pernah ada pengalaman Perves Musaraf.
00:40Pak Hendro Priono pernah cerita waktu ketemu Perves Musaraf.
00:44Kenapa dikasih pesawat Amerika?
00:46Habis gimana?
00:47Kalau nggak dikasih juga akan lewat tuh.
00:50Nah, makanya saya ajak deal aja, saya bisa dapat apa dari situ, kata Perves Musaraf.
00:54Nah, jadi kita harus bisa melakukan negosiasi dalam posisi yang realistis seperti itu.
00:58Nah, yang berikutnya mengenai kata jati, ya kembali lagi, kita tetap harus terbuka terhadap yang namanya public trust dan informasi
01:06yang benar tuh.
01:07Nah, sehingga semuanya itu bisa mendukung kebijakan pemerintah.
01:10Itu poinnya.
01:10Intelligence tetap berjalan, tetapi public trust yang dibangun melalui komunikasi yang baik dua arah itu harus dijalankan.
01:15Oke, baik. Kalau Bu Ko nih pertanyaannya sama, Bu Ko nih apa kira-kira risiko geopolitik atau menurut Anda nggak
01:20ada sama sekali?
01:22Oh, sangat ada risikonya.
01:23Karena saya tinggal di Rusia, ada beberapa kota kita di sini yang sama sekali nggak bisa diakses.
01:27Karena dia kota industri atau terkait industri.
01:30Nah, MRO sampai untuk kasus untuk se-Asia ya, kalau mau dianggap nanti untuk se-Asia, walaupun misalnya pun dipastikan
01:39bukan 4 hal militer, kita mesti lihat.
01:41Iya, keuntungannya apa? Tadi disebutkan oleh Bu Amel ya, bagaimana nanti kaitan ke teknologi, bagaimana revalidasi bandara yang sekarang sebenarnya
01:48underutilized dan lain-lain.
01:49Tapi, ada catatan kritis. Catatan kritisnya itu adalah, mampu nggak Indonesia itu seperti Rusia?
01:54Kita itu ya, kota-kota kita yang ditutup di sini, itu karena pemerintah itu yakin antara kota, industri, militer, intelijen,
02:01infrastruktur, dan demografi daerah itu, itu menjadi satu kesatuan.
02:05Jadi, mesti dijaga. Nah, masalahnya adalah sekarang, kita punya nggak catatan kritis sebelum itu. Jadi, jangan cuma pengen tapi nggak
02:11siap gitu.
02:11Pertama ya, menurut saya harus ada safe buat keberalatan yang ketat. Itu harus. Harus dipastikan kita bisa menjaga itu.
02:17Kemudian, nggak ada akses sama sekali. Ataupun kalau ada akses, tercatat.
02:21Kalau ya saya ini, mau ke kota tertentu penghasil uranium, saya bisa dapat izin dari negara.
02:25Kemudian, audit rutin dari DPR. DPR ini fungsinya sangat aktif.
02:28Oke, Pak Kuning.
02:29Dan sekali lagi, apa ya, entry, jangan sampai menjadi entry point yang tidak terawasi seperti rumor orang ini sama.
02:36Mas Guntur, singkat saja, menurut Anda ada risiko atau tidak?
02:39Risiko pasti ada, karena tadi kalau kita melepaskan kereta jati dari konteksnya, pasti terlihat itu sebagai kerjasama industri pertahanan biasa.
02:47Tapi tadi, dimulai dari kita join BOP sampai sekarang, tidak mudah melihat, tidak susah melihat bahwa kita cenderung mendekat ke
02:54satu kubu.
02:55Di sisi lain, menurut saya, tadi push-nya adalah ke arah transparansi saja gitu.
03:00Kalau perlu, bahkan setelah ini, saran saya ya, Bu Amel, sarankan setiap pengen RDP terbuka untuk publik terus gitu loh.
03:05Sehingga kita tuh nggak tiba-tiba kaget mendengar, oh ada perkembangan baru gitu.
03:09Sehingga tadi bisa dijelaskan apa sih yang didapatkan dari personal interest kita dengan kita memberikan fasilitas MRO.
03:17Bu Amel, silakan dijawab, singkat saja.
03:21Sebetulnya RDP terbuka kemarin itu adalah atas permintaan dari Menhan sendiri, begitu.
03:26Dan kesempatan itu juga buat menjawab apa yang menjadi pertanyaan di publik selama ini.
03:33Dan kami menyambut baik.
03:34Jadi, untuk itu kenapa pelaksanaan RDP kemarin dilakukan secara terbuka.
03:40Jadi, memang antara pemerintah dan DPR.
03:43Rensipnya DPR setuju ya berarti ya?
03:46Ya, setuju-setuju aja.
03:48Mbak, begini mbak, ada beberapa hal.
03:50Kalau kita masalah pertahanan keamanan kan tidak seluruhnya bisa dipublikasikan begitu ya.
03:56Karena ada isu-isu yang classified, yang tidak bisa kita ungkapkan secara terbuka.
04:02Tetapi juga ada isu-isu yang harus secara transparan kita komunikasikan ke publik.
04:08Baik, terima kasih kepada seluruh narasumber yang sudah ada di studio dan teman-teman mahasiswa.
04:12Dengan demikian saudara, saya masih tertarik dan pamit.
04:15Sampai jumpa minggu depan di Pulau Liar.
Komentar