Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 16 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang nyaris menembus level Rp18 ribu mendapat perhatian serius dari anggota Komisi XI DPR RI.

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar, Puteri Komarudin, meminta Bank Indonesia memperkuat langkah mitigasi agar tekanan terhadap rupiah tidak berdampak pada daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah dan bawah.

Dalam rapat kerja bersama Bank Indonesia pada 18 Mei lalu, Puteri mengaku telah mendorong penguatan kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam guna menjaga stabilitas pasokan valuta asing di dalam negeri.

Ia juga mengingatkan Bank Indonesia agar terus mengambil langkah antisipatif di tengah dinamika geopolitik global yang berpotensi memicu imported inflation.

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Harris Turino, menilai langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan hingga membatasi pembelian dolar merupakan pilihan terbaik di tengah tekanan terhadap rupiah.

Menurut Harris, tugas utama Bank Indonesia bukan hanya menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga. Ia menyebut kenaikan BI Rate memang akan berdampak pada sektor lain, termasuk potensi kenaikan bunga kredit, namun langkah tersebut diperlukan untuk menjaga daya tarik instrumen investasi berbasis rupiah sekaligus menahan arus perpindahan dana ke dolar Amerika Serikat.

Harris juga meminta Bank Indonesia memperkuat intervensi pasar melalui berbagai instrumen seperti intervensi spot, domestic non-deliverable forward (DNDF), hingga moral suasion dan intervensi verbal guna memperbaiki ekspektasi pasar terhadap rupiah.

Menurutnya, langkah-langkah tersebut penting dilakukan demi menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global yang terus meningkat. Meski kebijakan yang diambil bukan solusi sempurna, Harris menilai langkah Bank Indonesia saat ini merupakan "pilihan baik dari yang terburuk" untuk menjaga stabilitas rupiah dan melindungi perekonomian nasional.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/671817/rupiah-nyaris-tembus-18-ribu-dpr-desak-bi-gerak-cepat-gerak-cepat-selamatkan-ekonomi
Transkrip
00:00Pada 18 Mei lalu, Komisi 11 DPR RI telah menyelenggarakan rapat kerja bersama dengan Bank Indonesia
00:06di mana kami menyoroti terkait dengan penguatan nilai dolar terhadap rupiah.
00:11Dan pada saat itu saya juga menyampaikan bahwa harus ada penguatan terutama kebijakan terkait dengan devisa hasil ekspor
00:20yang mana pada saat ini telah ditetapkan oleh pemerintah dalam peraturan pemerintah.
00:26Dan ini harus dikelola dengan baik oleh otoritas terkait sehingga penguatan nilai tukar dolar terhadap rupiah ini
00:35bisa diantisipasi melalui kebijakan devisa hasil ekspor dari sumber daya alam
00:41melalui suplai dari valuta asing yang bisa kita dapatkan dari situ.
00:46Dan yang kedua, kami juga telah mendorong supaya BI terus melakukan langkah kebijakan yang antisipatif
00:53dan juga tentunya bisa memitigasi semua resiko termasuk juga berbagai dinamika politik global yang sedang terjadi.
01:04Jangan sampai penguatan nilai tukar dolar terhadap rupiah ini nantinya malah jadi menyebabkan
01:10imported inflation yang nanti akan menekan daya beli masyarakat, terutama masyarakat kelompok menengah dan juga bawah.
01:27Terima kasih telah menonton!
02:05Ya, jadi kenaikan 50 basis point yang dilakukan oleh Bank Indonesia
02:11saya disadari bahwa ini bukan panasea, bukan obat mujarab terhadap perlemahan kurs
02:19yang seolah-olah dengan makan obat ini maka semua penyakit akan sembuh, tidak?
02:24Masih banyak isu-isu lain yang menyebabkan rupiah menemah.
02:31Tetapi saya tetap mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Bank Indonesia untuk berani menaikkan 50 basis point.
02:40Apa alasannya? Kita tahu selisih tingkat bunga UST bond dengan BI rate itu sudah sangat rendah.
02:49Untuk UST bond yang di atas 30 tahun itu tingkat bunganya sudah di atas 5.
02:57Kemudian tipil yang 10 tahun sudah 4,4 sampai 4,6 persen.
03:03Sementara BI rate di level 4,75.
03:07Jadi spreadnya sudah sangat kecil.
03:09Sehingga kalau spreadnya sangat kecil tidak ada sama sekali gula-gula atau yang menarik bagi orang yang akan investasi di
03:19mata uang rupiah.
03:20Maka ketika ada tekanan pada pasar saham, orang melarikannya ke dolar.
03:27Tidak mau menyimpan di instrumen lain dalam mata uang rupiah.
03:31Apalagi ada isu kepercayaan.
03:34Kami menyadari, saya menyadari 100 persen bahwa kenaikan BI rate ini pasti akan mengerek tentu saja tingkat bunga kredit.
03:45Sehingga tentu akan mengganggu di pertumbuhan ekonomi.
03:49Tetapi kita harus sadar bahwa saat ini fokus kita seharusnya bukan hanya melulu di pertumbuhan.
03:58Fokus kita adalah stability.
04:01Dengan menaikkan tingkat bunga 50 basis point, harapannya adalah menyajikan satu instrumen yang menarik bagi hedge fund
04:10untuk menggeser katakan dari pasar saham masuk ke pasar obligasi pemerintah.
04:16Yang tentu yieldnya akan naik dan ini tentu akan memperkuat rupiah.
04:23Juga bagi para eksportir dan importir yang kebetulan long dolar katakan.
04:32Dia kelebihan dolar, dia membutuhkan mata uang rupiah, dia cenderung untuk menahan dan tidak menjual dolarnya.
04:43Karena apa? Mereka punya ekspektasi bahwa di masa yang akan datang dolar akan lebih kuat lagi.
04:51Tapi apabila tersedia satu instrumen yang bagus di dalam mata uang rupiah,
04:57maka dia akan bersedia mengkonversi dolarnya ke dalam mata uang rupiah dan menempatkannya sementara di dalam mata uang rupiah.
05:07Demikian pula untuk orang-orang yang short dolar, orang-orang yang butuh dolar tapi tidak sekarang.
05:14Butuh dolarnya di masa yang akan datang.
05:17Sebenarnya dalam hal ini BI harus menyajikan satu kredit lain.
05:21Kredit lain di mana orang-orang yang butuhnya dolar nanti bila perlu disediakan kursus forward saat ini.
05:30Sehingga orang-orang ini tidak serta-merta saat ini kemudian dia membeli dolar saat ini.
05:41Sehingga tentu ini akan mengganggu supply dan demand terhadap valuta asing.
05:47Dia bisa yakin garansi dia akan mendapatkan dolar dengan satu kursus yang sudah disepakati di masa yang akan datang.
05:55Dan saat ini dia tetap tidak harus membeli dolar sekarang.
05:59Ya jadi BI punya banyak instrumen tentu saja untuk mempertahankan mata uang rupiah.
06:05Tapi harus disadari bahwa Indonesia menerapkan inflation targeting.
06:11Sehingga yang menjadi alat ukur adalah tingkat inflasi.
06:16Yaitu 1,5 sampai 3,5 persen.
06:19Atau 2,5 plus minus 1 beda dengan negara seperti Singapura.
06:24Yang memang menerapkan exchange rate targeting.
06:29Tapi bagaimanapun juga BI sebagai otoritas moneter punya kewajiban menjaga stabilitas nilai tukar.
06:38Ini yang saya sampaikan waktu rapat kerja dengan Gubernur Bank Indonesia beberapa hari yang lalu.
06:45Apa langkah lain yang bisa dilakukan oleh Bank Indonesia?
06:48Tadi salah satu instrumennya tentu adalah instrumen direct intervention.
06:54Yaitu intervensi langsung di pasar spot.
06:57Ini tentu membutuhkan cadangan devisa yang cukup besar.
07:01Di samping itu ada intervensi non-delivery forward, NDF.
07:05Ini dilakukan di pasar offshore di luar negeri.
07:08Maupun investasi di NDF, domestic non-delivery forward yang dilakukan di pasar domestik.
07:17Ini tentu tidak membutuhkan mata uang dolar dalam jumlah yang besar.
07:23Nanti hanya selisiknya saja yang dibayar.
07:26Nah jadi harus dipilah-pilah, BI harus mampu memilah.
07:30Kebutuhan dolar ini datangnya dari mana sih?
07:33Apakah datangnya dari sektor keuangan dari para hedge fund yang melakukan capital outflow dari Indonesia?
07:40Atau memang dari sektor real?
07:42Kalau dari hedge fund tentu tidak bisa diatasi dengan cara intervensi.
07:49Karena kita tahu besaran mereka sangat besar.
07:52Jebol kalau dilakukan satu intervensi secara langsung.
07:58Ibaratnya enggak remi lautan, enggak ada gunanya.
08:01Tetapi kalau untuk kebutuhan ekspor dan import,
08:06tentu BI dalam hal ini at any cost harus menyediakan dolar.
08:12Salah satunya lewat tadi yang saya katakan kredit lain.
08:16Di samping itu, BI sudah banyak melakukan langkah-langkah seperti pembatasan pembelian dolar.
08:22Dibatasi tadi yang 100 ribu turun 50 ribu, sekarang turun 25 ribu.
08:27Tolong dicatat, ini hanya untuk yang tidak ada basisnya.
08:34Jadi memang beli dolar semata.
08:37Tapi kalau ada underlying transaction-nya untuk kebutuhan import,
08:42tentu harus disediakan oleh Bank Indonesia.
08:47Ya, apalagi langkah yang lain.
08:49Tentu di dalam kondisi seperti ini,
08:52ya BI harus melakukan satu moral suasion.
08:56Ya itu apa ya?
08:57Desakan kuatlah.
08:58Para dealing room dijagain.
09:01Jangan mereka melakukan transaksi ikut-ikutan,
09:05melakukan transaksi yang sifatnya spekulatif,
09:09untuk menurunkan mata uang rupiah.
09:13Demikian pula, verbal intervention ini juga perlu dilakukan.
09:18Termasuk, salah satunya adalah menaikkan BI rate.
09:23Karena menaikkan BI rate, ya,
09:25ini juga memberikan sinyal yang positif.
09:30Bahwa BI ini independent.
09:32Bahwa BI ini credible di dalam mempertahankan mata uang rupiah.
09:36Saya sepakat 100% bahwa ini adalah pilihan baik dari yang terburuk.
09:42Tentu ini akan membawa dampak yang lain,
09:45tapi kembali lagi fokus pada stabilitas.
09:54Saudara kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
09:59Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
10:02Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan