00:00Pada 18 Mei lalu, Komisi 11 DPR RI telah menyelenggarakan rapat kerja bersama dengan Bank Indonesia
00:06di mana kami menyoroti terkait dengan penguatan nilai dolar terhadap rupiah.
00:11Dan pada saat itu saya juga menyampaikan bahwa harus ada penguatan terutama kebijakan terkait dengan devisa hasil ekspor
00:20yang mana pada saat ini telah ditetapkan oleh pemerintah dalam peraturan pemerintah.
00:26Dan ini harus dikelola dengan baik oleh otoritas terkait sehingga penguatan nilai tukar dolar terhadap rupiah ini
00:35bisa diantisipasi melalui kebijakan devisa hasil ekspor dari sumber daya alam
00:41melalui suplai dari valuta asing yang bisa kita dapatkan dari situ.
00:46Dan yang kedua, kami juga telah mendorong supaya BI terus melakukan langkah kebijakan yang antisipatif
00:53dan juga tentunya bisa memitigasi semua resiko termasuk juga berbagai dinamika politik global yang sedang terjadi.
01:04Jangan sampai penguatan nilai tukar dolar terhadap rupiah ini nantinya malah jadi menyebabkan
01:10imported inflation yang nanti akan menekan daya beli masyarakat, terutama masyarakat kelompok menengah dan juga bawah.
01:27Terima kasih telah menonton!
02:05Ya, jadi kenaikan 50 basis point yang dilakukan oleh Bank Indonesia
02:11saya disadari bahwa ini bukan panasea, bukan obat mujarab terhadap perlemahan kurs
02:19yang seolah-olah dengan makan obat ini maka semua penyakit akan sembuh, tidak?
02:24Masih banyak isu-isu lain yang menyebabkan rupiah menemah.
02:31Tetapi saya tetap mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Bank Indonesia untuk berani menaikkan 50 basis point.
02:40Apa alasannya? Kita tahu selisih tingkat bunga UST bond dengan BI rate itu sudah sangat rendah.
02:49Untuk UST bond yang di atas 30 tahun itu tingkat bunganya sudah di atas 5.
02:57Kemudian tipil yang 10 tahun sudah 4,4 sampai 4,6 persen.
03:03Sementara BI rate di level 4,75.
03:07Jadi spreadnya sudah sangat kecil.
03:09Sehingga kalau spreadnya sangat kecil tidak ada sama sekali gula-gula atau yang menarik bagi orang yang akan investasi di
03:19mata uang rupiah.
03:20Maka ketika ada tekanan pada pasar saham, orang melarikannya ke dolar.
03:27Tidak mau menyimpan di instrumen lain dalam mata uang rupiah.
03:31Apalagi ada isu kepercayaan.
03:34Kami menyadari, saya menyadari 100 persen bahwa kenaikan BI rate ini pasti akan mengerek tentu saja tingkat bunga kredit.
03:45Sehingga tentu akan mengganggu di pertumbuhan ekonomi.
03:49Tetapi kita harus sadar bahwa saat ini fokus kita seharusnya bukan hanya melulu di pertumbuhan.
03:58Fokus kita adalah stability.
04:01Dengan menaikkan tingkat bunga 50 basis point, harapannya adalah menyajikan satu instrumen yang menarik bagi hedge fund
04:10untuk menggeser katakan dari pasar saham masuk ke pasar obligasi pemerintah.
04:16Yang tentu yieldnya akan naik dan ini tentu akan memperkuat rupiah.
04:23Juga bagi para eksportir dan importir yang kebetulan long dolar katakan.
04:32Dia kelebihan dolar, dia membutuhkan mata uang rupiah, dia cenderung untuk menahan dan tidak menjual dolarnya.
04:43Karena apa? Mereka punya ekspektasi bahwa di masa yang akan datang dolar akan lebih kuat lagi.
04:51Tapi apabila tersedia satu instrumen yang bagus di dalam mata uang rupiah,
04:57maka dia akan bersedia mengkonversi dolarnya ke dalam mata uang rupiah dan menempatkannya sementara di dalam mata uang rupiah.
05:07Demikian pula untuk orang-orang yang short dolar, orang-orang yang butuh dolar tapi tidak sekarang.
05:14Butuh dolarnya di masa yang akan datang.
05:17Sebenarnya dalam hal ini BI harus menyajikan satu kredit lain.
05:21Kredit lain di mana orang-orang yang butuhnya dolar nanti bila perlu disediakan kursus forward saat ini.
05:30Sehingga orang-orang ini tidak serta-merta saat ini kemudian dia membeli dolar saat ini.
05:41Sehingga tentu ini akan mengganggu supply dan demand terhadap valuta asing.
05:47Dia bisa yakin garansi dia akan mendapatkan dolar dengan satu kursus yang sudah disepakati di masa yang akan datang.
05:55Dan saat ini dia tetap tidak harus membeli dolar sekarang.
05:59Ya jadi BI punya banyak instrumen tentu saja untuk mempertahankan mata uang rupiah.
06:05Tapi harus disadari bahwa Indonesia menerapkan inflation targeting.
06:11Sehingga yang menjadi alat ukur adalah tingkat inflasi.
06:16Yaitu 1,5 sampai 3,5 persen.
06:19Atau 2,5 plus minus 1 beda dengan negara seperti Singapura.
06:24Yang memang menerapkan exchange rate targeting.
06:29Tapi bagaimanapun juga BI sebagai otoritas moneter punya kewajiban menjaga stabilitas nilai tukar.
06:38Ini yang saya sampaikan waktu rapat kerja dengan Gubernur Bank Indonesia beberapa hari yang lalu.
06:45Apa langkah lain yang bisa dilakukan oleh Bank Indonesia?
06:48Tadi salah satu instrumennya tentu adalah instrumen direct intervention.
06:54Yaitu intervensi langsung di pasar spot.
06:57Ini tentu membutuhkan cadangan devisa yang cukup besar.
07:01Di samping itu ada intervensi non-delivery forward, NDF.
07:05Ini dilakukan di pasar offshore di luar negeri.
07:08Maupun investasi di NDF, domestic non-delivery forward yang dilakukan di pasar domestik.
07:17Ini tentu tidak membutuhkan mata uang dolar dalam jumlah yang besar.
07:23Nanti hanya selisiknya saja yang dibayar.
07:26Nah jadi harus dipilah-pilah, BI harus mampu memilah.
07:30Kebutuhan dolar ini datangnya dari mana sih?
07:33Apakah datangnya dari sektor keuangan dari para hedge fund yang melakukan capital outflow dari Indonesia?
07:40Atau memang dari sektor real?
07:42Kalau dari hedge fund tentu tidak bisa diatasi dengan cara intervensi.
07:49Karena kita tahu besaran mereka sangat besar.
07:52Jebol kalau dilakukan satu intervensi secara langsung.
07:58Ibaratnya enggak remi lautan, enggak ada gunanya.
08:01Tetapi kalau untuk kebutuhan ekspor dan import,
08:06tentu BI dalam hal ini at any cost harus menyediakan dolar.
08:12Salah satunya lewat tadi yang saya katakan kredit lain.
08:16Di samping itu, BI sudah banyak melakukan langkah-langkah seperti pembatasan pembelian dolar.
08:22Dibatasi tadi yang 100 ribu turun 50 ribu, sekarang turun 25 ribu.
08:27Tolong dicatat, ini hanya untuk yang tidak ada basisnya.
08:34Jadi memang beli dolar semata.
08:37Tapi kalau ada underlying transaction-nya untuk kebutuhan import,
08:42tentu harus disediakan oleh Bank Indonesia.
08:47Ya, apalagi langkah yang lain.
08:49Tentu di dalam kondisi seperti ini,
08:52ya BI harus melakukan satu moral suasion.
08:56Ya itu apa ya?
08:57Desakan kuatlah.
08:58Para dealing room dijagain.
09:01Jangan mereka melakukan transaksi ikut-ikutan,
09:05melakukan transaksi yang sifatnya spekulatif,
09:09untuk menurunkan mata uang rupiah.
09:13Demikian pula, verbal intervention ini juga perlu dilakukan.
09:18Termasuk, salah satunya adalah menaikkan BI rate.
09:23Karena menaikkan BI rate, ya,
09:25ini juga memberikan sinyal yang positif.
09:30Bahwa BI ini independent.
09:32Bahwa BI ini credible di dalam mempertahankan mata uang rupiah.
09:36Saya sepakat 100% bahwa ini adalah pilihan baik dari yang terburuk.
09:42Tentu ini akan membawa dampak yang lain,
09:45tapi kembali lagi fokus pada stabilitas.
09:54Saudara kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
09:59Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
10:02Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar