KOMPAS.TV - Setelah diserang AS, Iran membuktikan ucapannya dengan menyasar pangkalan militer AS di Kuwait.
Ini selaras dengan ancaman Iran, yang akan membalas lebih kuat dan lebih besar, jika Amerika terus menyerang.
Lantas, siapa sekutu-sekutu Trump yang disasar Iran berikutnya? Kita bahas bersama Dosen International Institute for Islamic Studies, Qasem Muhammadi dan Peneliti Asia Middle East Centre, Pizaro Gozali.
Baca Juga Donald Trump Tak Puas Tawaran Damai Iran, Amerika Serikat Buka Opsi Baru? | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/671617/donald-trump-tak-puas-tawaran-damai-iran-amerika-serikat-buka-opsi-baru-sapa-malam
#iran #amerika #trump
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/671654/full-usai-serang-pangkalan-militer-as-di-kuwait-iran-akan-serang-israel-sapa-malam
Ini selaras dengan ancaman Iran, yang akan membalas lebih kuat dan lebih besar, jika Amerika terus menyerang.
Lantas, siapa sekutu-sekutu Trump yang disasar Iran berikutnya? Kita bahas bersama Dosen International Institute for Islamic Studies, Qasem Muhammadi dan Peneliti Asia Middle East Centre, Pizaro Gozali.
Baca Juga Donald Trump Tak Puas Tawaran Damai Iran, Amerika Serikat Buka Opsi Baru? | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/671617/donald-trump-tak-puas-tawaran-damai-iran-amerika-serikat-buka-opsi-baru-sapa-malam
#iran #amerika #trump
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/671654/full-usai-serang-pangkalan-militer-as-di-kuwait-iran-akan-serang-israel-sapa-malam
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Setelah diserang Amerika Serikat, Iran membuktikan ucapannya dengan menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait.
00:05Ini selaras dengan ancaman Iran yang akan membalas lebih kuat dan lebih besar jika Amerika terus menyerang.
00:12Lantas, siapa sekutu-sekutu Trump yang disesar Iran berikutnya?
00:17Kita bahas bersama dosen International Institute for Islamic Studies, Qasem Muhammad,
00:22dan peliti Asia Middle East Center, Fijaro Gozali.
00:26Selamat sore, Mas Fijaro. Selamat sore, Mas Qasem.
00:30Selamat sore.
00:32Selamat sore.
00:33Ya, saya ke Mas Qasem dulu. Kalau begitu, Mas Qasem, ini nampaknya serangan ke pangkalan Amerika Serikat di Kuwait
00:39tampaknya memang membuktikan ancaman Iran tidak main-main, tidak cuma retorika.
00:45Apakah Iran memang fokus menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di negara sekutunya di Timur Tengah?
00:53Ya, saya kira kalau Iran sudah buktikan bahwa kalau hal yang sekarang itu berada di Teluk Persia itu
01:05dan agresi yang dilakukan terhadap Iran itu tidak akan dibiarkan, tidak dibalas ya.
01:13Dan Iran pasti bahwa semenjak perang yang dimulai oleh Amerika Serikat dan Israel,
01:22Iran tidak akan macam dulu, tidak akan sabar lagi.
01:27Dan kalau diserang ataupun kalau bahkan diancam, Iran dengan keras akan membalas.
01:36Kenapa? Karena saya kira semua orang sekarang tahu bahwa kalau itu masalah keamanan Iran.
01:44Iran selama 47 tahun bersabar Teluk Persia itu, Salah Hormuz itu dibawa kekuasaan Iran
01:53tapi tidak dipakai, tidak ada gangguan apapun saja.
01:56Dan itu disalahgunakan oleh agresor-agresor itu dan sekutunya.
02:00Oleh karena itu, Iran sekarang sudah buktikan dan sudah pastikan bahwa
02:05kalau regime ataupun mekanisme yang sekarang itu berada di Teluk Persia itu
02:12tidak macam dulu dan itu Iran yang tentukan sistem yang sekarang dijalankan di Teluk Persia itu.
02:18Oleh karena itu, kalau diancam, kalau diserang, pasti balasannya juga akan datang.
02:25Ya, merespons retorika dari Trump, Iran memastikan akan membalas lebih menyakitkan katanya.
02:32Tapi sejauh ini belum ada update berita ataupun bukti yang menyampaikan
02:38seberapa parah kerusakan misalnya di pangkalan militer Amerika Serikat.
02:41Kalau di Iran sendiri, apakah sudah ada informasinya?
02:45Ya, kalau mengenai apa, hampir tiga hari yang lalu, kalau tidak salah atau dua hari yang lalu,
02:51ada satu serangan dari Amerika Serikat terhadap satu perahu Iran di Teluk Persia itu.
02:59Dan Iran hari kemarin, Iran itu hari kemarin ya,
03:05menyarankan satu kapal militernya Amerika Serikat.
03:08Tapi mereka ingkari itu berdasarkan informasi yang kami dapat,
03:14ada minimalnya, ada satu kapal militernya Amerika Serikat yang dihantam oleh beberapa rudal
03:21yang Iran itu sudah luncurkan kepadanya.
03:23Tapi secara biasanya itu pasti disembunyikan oleh pihak agresor itu.
03:29Dan juga hari ini, karena serangan Amerika Serikat itu terhadap kota Bandar Abbas itu
03:36di satu kawasan yang tidak ada apapun saja,
03:42Iran pun sudah luncurkan satu misel atau beberapa misel kepada satu pangkalan Amerika Serikat
03:51yang berada di Kowei, tapi itu macam serangan yang hanya warning ya.
04:02Betul ya, oleh karena itu ya ini berdasarkan informasi yang saya sampai sekarang dapat.
04:08Baik, saya ke Mas Pijaro, kira-kira selain Kuwait,
04:12pangkalan militer Amerika Serikat mana lagi yang kemungkinan
04:14akan kembali mendapat serangan dari Iran?
04:18Ya, Ilona, kalau kita lihat polugri Iran ya,
04:20maka akan ada dua pihak yang menjadi sasaran Iran
04:24jika kita tafsirkan bahwa dia ingin menyerang sekutu-sekutu Amerika Serikat.
04:27Pertama, ialah Israel, kita mengetahui ini sekutu dekatnya Amerika Serikat
04:31dan bahkan kalau kita lihat situasi di Libanon sekarang itu benar-benar parah ya,
04:35walaupun ada gecetan senjata,
04:36tetapi Israel terus melakukan serangan ke Isbuloh, ke wilayah Libanon Selatan
04:40dan juga jangan lupa Ilona, ke masyarakat sipil.
04:42Ini bahkan yang lebih banyak saya lihat,
04:44masyarakat sipil yang dibombardir oleh Iran di wilayah Libanon.
04:47Kedua ialah negara-negara teluk yang memiliki afiliasi sangat kuat dengan Amerika Serikat,
04:50seperti itu.
04:51ARGC misalkan tadi, ini informasinya tadi ya sudah melakukan serangan kepada Kuwait
04:54karena sebenarnya dia bukan menyerang Kuwait sebenarnya Ilona
04:56tapi dia menyerang karena ada pangkalan Amerika Serikat di situ
04:59yang diyakini itu menjadi basis dari Amerika Serikat
05:01untuk melakukan serangan kepada Iran.
05:03Jadi ini sifatnya lebih kepada serangan defensif ya,
05:06bukan serangan ofensif pada wilayah Kuwait.
05:07Kedua, kita juga bisa punya potensi yang sangat kuat akan serang Iran,
05:10itu Uni Emirat Arab.
05:11Karena kalau kita lihat Ilona, ini kan sebenarnya
05:13Amerika Serikat ini lagi berupaya untuk terus menembus wilayah Selat Hormuz
05:17secara diam-diam dengan mematikan radarnya,
05:19walaupun nanti ketahuan sama ARGC dan komunitas tembak.
05:21Itu sebenarnya untuk memperkuat basis pangkalan militer Amerika di Uni Emirat Arab.
05:25Jadi Abu Dhabi nantinya itu akan dijadikan basis pangkalan militer,
05:29pangkalan maritimnya Amerika Serikat dan Israel
05:31untuk menjadi satelit melakukan serangan kepada Iran.
05:34Menurut saya ini juga bukan fakta rahasia umum lagi Ilona,
05:37karena kita mengetahui bahwa Israel itu telah memperkuat
05:39amunisi sistem pertahanan udara,
05:41aerodromnya Abu Dhabi di Uni Emirat Arab
05:44untuk kemudian sebagai potensi terjadinya perang kembali
05:47dengan Iran ketika negosiasi buntu.
05:49Apalagi kalau kita lihat sekarang,
05:51netanya itu sangat bernafsu sekarang
05:52untuk melakukan serangan lanjutan kepada Iran.
05:56Bahkan dia menolak ketika ada terjadi kesepakatan
05:59antara Amerika Serikat dan Iran.
06:00Karena itu akan melemahkan posisi Israel
06:02dan inilah Israel akan berupaya melakukan sabotase.
06:04Saya kira dua pihak itu yang nanti menjadi sasaran
06:06yang sangat potensial untuk dilakukan serangan oleh Iran.
06:09Ya memang kalau kita lihat hubungan dari Amerika Serikat
06:11dan juga Israel saat ini tidak sedang searah,
06:14begitu punya sikap yang berbeda.
06:15Tapi pertanyaan saya ke Anda, Mas Pizarro,
06:17bagaimana nanti kira-kira sikap dari negara teluk?
06:20Toh ini merupakan koalisasi Trump,
06:24koalisasi si Amerika Serikat.
06:25Apakah mereka akan diam saja
06:26jika Iran terus melakukan serangan?
06:29Nah ini sebenarnya menariknya sekarang
06:30negara GCC ini agak lebih hati-hati sekarang, Ilona,
06:33dibanding beberapa bulan sebelumnya.
06:35Kalau kita lihat ya, ada upaya misalkan,
06:37upaya negosiasi dan komunikasi langsung
06:39dilakukan negara-negara teluk kepada Iran
06:40sebagai mediator.
06:41Contoh Qatar ya.
06:42Qatar kalau kita lihat sekarang,
06:43itu tidak lagi menjadi sasaran serangan itu Ilona dari Iran.
06:46Karena apa? Qatar sudah membuka komunikasi dengan Iran,
06:48dia memastikan ada kesepakatan kenyataan senjata yang permanen,
06:52yang bisa disepakati oleh dua kedua belah pihak.
06:53Saya kira Qatar sekarang membuka komunikasi dengan Iran.
06:57Tetapi ini juga menjadi bumerang bagi Amerika Serikat.
06:59Kalau kita lihat sekarang Donald Trump,
07:01mengancam, akan menyerang Oman,
07:03saya kira sasaran Ilona itu bukan hanya Oman saja,
07:05tetapi itu pesan kepada negara-negara teluk,
07:07yang sekarang mulai berkompromi dengan Iran.
07:09Seperti itu ya.
07:10Dan makanya kemudian,
07:11sekarang ini ada upaya yang sangat panas,
07:13bagaimana kemudian perang ini,
07:14skala-skala menjadi besar lagi,
07:15dan khawatir itu negara-kawasan akan terlibat.
07:18Saya kira serangan yang sekarang dilakukan,
07:20misalkan oleh Iran kepada Willa Qaeda,
07:21itu masih tadi ya sifatnya defensif,
07:23bukan skala perang,
07:24tetapi negara-negara teluk saya yakin,
07:26itu tidak akan mencoba untuk mendorong skala perang ini,
07:29menjadi sangat besar ya.
07:30Karena apa?
07:31Ongkosnya begitu sangat mahal.
07:32Justru sekarang,
07:33yang menjadi problem utamanya,
07:35itu Amerika Serikat dan Israel,
07:36yang terus mendorong negara-negara teluk,
07:38untuk kembali melakukan serangan,
07:40atau minimal berkoalisi dengan Amerika Serikat,
07:42melakukan serangan kepada Iran.
07:43Dan syukurnya,
07:44Ilona kalau kita lihat ya,
07:45negara-negara teluk ini sekarang sudah mulai sadar,
07:47tidak mau terkena bujuk rayunya Amerika Serikat,
07:49mungkin hanya tadi,
07:50sisa Uni Emirat Arab aja tuh,
07:53yang kemudian di depan,
07:54yang dijadikan betul-betul,
07:56sandaran utama bagi Israel dan Amerika Serikat,
07:58untuk melakukan serangan ke Abu Dhabi.
08:00Dan inilah yang sempatnya,
08:01apakah memang benar,
08:02bahwa Israel sebenarnya memanfaatkan situasi,
08:04berjualan senjata,
08:06sehingga sasarannya berubah ke teluk?
08:09Iya,
08:10kalau kita lihat,
08:11ini yang memang,
08:12kalau kita,
08:13kita hubungan antara negara teluk dengan Israel itu,
08:15memang sudah akrab ya,
08:17apalagi kan,
08:17negara teluk ini juga,
08:19itu mitra sekutu tradisionalnya Amerika Serikat,
08:21seperti itu.
08:21Tetapi,
08:22kalau kita sekarang,
08:22mulai ada negara teluk yang berpikir ulang,
08:24Ilona,
08:25untuk tidak memperpanjang hubungan dia dengan Israel,
08:27bahkan normalisasi Israel dengan Saudi,
08:29sampai sekarang akan buntu.
08:30Saudi itu tidak mau seperti itu.
08:32Bahkan kan sekarang,
08:32kalau kita lihat pesannya Amerika Serikat,
08:34untuk melakukan normalisasi,
08:35Israel dengan negara-negara Arab,
08:37itu sebagai bentuk upaya tekanan kepada Amerika Serikat,
08:40untuk kemudian menabuh generang perang lagi,
08:42diulai kawasan teluk,
08:43ketika memang mereka tidak mendukung,
08:45aliansi mereka dengan Israel,
08:46sebagai syarat negosiasi antara Amerika Serikat dengan Iran.
08:49Ya,
08:49Mas Qasim,
08:50ini Trump,
08:52mengeluarkan ultimatum,
08:53memberikan peringatan bagi Oman,
08:55jangan bekerjasama dengan Iran,
08:56dalam menerapkan tol laut.
08:58Nah,
08:59apakah melihat,
09:00apa,
09:01retorika dari si Trump ini,
09:03Iran akan sendirian,
09:05atau mereka akan tetap mengajak Oman,
09:07berdiri teguh pada pendirian,
09:09menerapkan tol laut?
09:12Iya,
09:13saya kira kalau penyatanya trofi itu,
09:16yang di,
09:17apa,
09:18yang dibawa secara terbuka,
09:21kepada sekutu-sekutunya,
09:22dia sendiri,
09:23saya kira itu sekarang adalah kesempatan yang luar biasa untuk mereka,
09:30untuk,
09:30apa,
09:32membuka mata mereka,
09:34dan hadikahnya Amerika Serikat yang merupakan sekutunya mereka,
09:38saya kira sekarang bisa dilihat lebih bagus.
09:43Yani selama,
09:44apa,
09:45puluhan tahun mereka melihat Amerika Serikat sebagai satu sumber kuat mereka,
09:52kekuatan mereka,
09:54tapi saya kira sekarang mereka bisa,
09:56apa,
09:57ulang-lihat,
09:59kondisinya Amerika Serikat,
10:01dan,
10:01apa,
10:02melihat bagaimana mereka menganggap,
10:06apa,
10:06negara-negara di Teluk Persia itu.
10:08Mereka merupakan source,
10:10atau sumber,
10:12ATM-nya Amerika Serikat.
10:15Ini,
10:15apa,
10:16hakikah,
10:16atau itu,
10:17adalah identitas yang Amerika Serikat,
10:20melihat negara-negara teluk persia,
10:22persia itu.
10:24Oleh karena itu,
10:24saya kira sekarang adalah kesempatan yang bagus sekali,
10:28untuk negara-negara macam Oman,
10:30macam Arab Saudi,
10:32untuk,
10:33apa,
10:35apa,
10:36memindah pihak,
10:38ya,
10:39sekarang pindah pihak dari,
10:41apa,
10:42mendukung Amerika Serikat,
10:44dan menjadi sekutunya Amerika Serikat,
10:46sekarang saya kira itu lebih bagus,
10:48kalau mereka melihat kepada negara-negara yang berada di kawasan ini,
10:53termasuk Iran,
10:54dan saya kira mereka bisa memanfaatkan kesempatan ini,
10:58untuk bersekutu sama Iran,
11:01se,
11:01apa,
11:02sebagaimana,
11:03apa,
11:04bersekutu,
11:05apa,
11:07bersama Amerika Serikat.
11:09Mas Kosim,
11:10tapi kan ini Oman sudah diancam oleh Trump,
11:14begitu,
11:15apakah menurut Anda,
11:16nanti Oman akan tetap setia menemani Iran,
11:19atau justru mereka mundur,
11:21karena khawatir dengan ancaman Amerika Serikat?
11:25Ya,
11:26kalau kita mau menghakimi berdasarkan sejarahnya negara-negara macam Oman,
11:32pasti mereka tidak begitu kuat untuk,
11:35apa,
11:35berdiri di hadapan Amerika Serikat,
11:38tapi masih saya kira,
11:39sebagai malah yang saya tadi katakan,
11:41itu merupakan kesempatan yang bagus,
11:43karena sekarang ini juga sudah dibuktikan kelemahannya Amerika Serikat,
11:48di perang terakhir itu,
11:50melawan Iran,
11:51dan saya kira itu merupakan turning point di sejarahnya negara-negara Teluk Persia itu,
11:58tapi masih,
11:59sebagai yang saya tadi katakan,
12:01berdasarkan sejarah tindakan mereka di hadapan Amerika Serikat,
12:05biasanya mereka tidak begitu,
12:07maaf,
12:08berani ya,
12:09untuk berdiri di hadapan Amerika Serikat,
12:12tapi saya kira,
12:13ya,
12:13masih-masih itu bisa membuka mata mereka sekali lagi,
12:18untuk hakikatnya,
12:19apa,
12:20Amerika Serikat,
12:22dan bagaimana pikirannya Amerika Serikat terhadap mereka.
12:26Ya,
12:27Mas Fizzaro,
12:29kalau tadi Mas Kasem mengatakan bahwa,
12:31Amerika Serikat tidak akan berani menyerang negara Teluk,
12:34bagaimana pendapat andal,
12:36kemudian bagaimana dengan Israel,
12:37apakah dia juga tidak berani?
12:39Iya,
12:40ini problematikanya Ilona ya,
12:42bahwa kita pernah melihat sekutu Amerika Serikat,
12:45Israel melakukan serangan kepada negara Teluk,
12:47bahkan di tengah negosator,
12:48bahkan membunuh tim negosator itu sendiri,
12:50itu serangan kepada wilayah Doha,
12:52kepada wilayah Qatar,
12:52di mana ada beberapa tokoh-tokoh Hamas yang serangan di Doha,
12:55itu diserang oleh Israel,
12:57dan itu baru pertama kali,
12:58mungkin kalau kita lihat ya,
12:59bagaimana garis merah Washington itu ditabrak oleh Israel,
13:02dan saya kekhawatir Ilona,
13:03itu juga bisa dilakukan oleh Israel,
13:05memang bukan resmi dari Amerika Serikat,
13:07tetapi ini kan juga punya kaitan dengan Amerika Serikat,
13:09karena Israel adalah sekutunya Amerika Serikat,
13:11bisa saja nanti Israel misalkan,
13:13itu menyerang Oman dengan dali,
13:14bahwa Oman men-sponsori terorisme,
13:16which is yang dia reverse itu kepada Iran,
13:18bahwa Oman menjadi negara yang kemudian,
13:20itu secara diametrikal,
13:22itu bertentangan dengan polugerinya Israel,
13:24di mana Oman sekarang sedang melakukan koalisi dengan Iran,
13:27itu bisa saja dilakukan oleh Israel Ilona,
13:29dengan melakukan serangan kepada wilayah Oman,
13:31apalagi sekarang misalkan ya,
13:32Donald Trump itu sudah mengancam,
13:34ini kan ancaman Donald Trump kepada Oman,
13:36karena kan Amerika Serikat sendiri,
13:38ini sudah mulai ditinggalkan negara teluk Ilona,
13:40Saudi sudah mulai tidak akrab sama dia,
13:41Qatar sudah memprotes,
13:42bahkan beberapa negara-negara GCC itu juga tidak setuju,
13:46dengan serangan Amerika Serikat kepada wilayah Iran,
13:47ini menurut saya,
13:48ancaman dari Amerika Serikat kepada Oman,
13:50itu bukan hanya pada Oman saja,
13:51itu pesan kepada negara teluk,
13:52bahwa Anda jangan macam-macam,
13:54kalau kemudian Oman saja,
13:55negara yang netral,
13:56negara yang selama ini,
13:57hanya menjadi mediator negosiasi,
14:00bisa saya serang,
14:00apalagi negara-negara lain,
14:01seperti kamu, Saudi dan lain sebagainya,
14:03saya kira ini pesan yang sedang disampaikan,
14:04karena gini Ilona,
14:06Trump itu benar-benar tidak mau Oman itu,
14:08jadi pihak yang abu-abu,
14:09dia ingin Oman itu,
14:10betul-betul berpihaknya kepada Amerika Serikat,
14:11bukan pada Iran,
14:12tapi ini kan Oman itu,
14:13dia negara kecil,
14:15dia memang netral,
14:15dia tidak mau terlibat konfrontir,
14:17yang terjadi di wilayah Timur Tengah,
14:18bahkan ketiga negara-negara Arab,
14:19normalisasi sama Israel,
14:21Oman itu tidak,
14:21dia tetap di posisi netral,
14:23karena dia khawatir,
14:25dia negara kecil,
14:25dia tidak punya kekuatan militer,
14:27kalau kemudian normalisasi dengan Israel,
14:29itu menjadi target sasaran serangan,
14:30dari kelompok-kelompok yang ada di kawasan Timur Tengah,
14:33jadi dia sudah berusaha senetral mungkin,
14:35bahkan menjadi fasilitator rahasia,
14:37antara Obama dengan Iran dulu,
14:39untuk melakukan penjajian nuklir,
14:40tetapi sekarang tampaknya,
14:41Trump itu tidak mau Oman itu abu-abu,
14:43dia tidak mau netral,
14:44dia mau Oman itu benar-benar berpihak kepada Donald Trump,
14:47bukan berpihak kepada Iran,
14:48seperti itu,
14:49dan saya rasa,
14:50ancaman dari Donald Trump ini,
14:51ini jadi pesan yang sangat kuat,
14:53kepada Oman dan kepada negara-negara Teluk,
14:54hati-hati kamu negara-negara Teluk,
14:56kalau kamu mulai berkompromi dengan Iran,
14:57jadi menurut Anda nantinya,
14:59Oman dan negara Teluk lainnya,
15:00tidak akan berani merapat mendukung Iran,
15:03lalu kemudian Iran,
15:04lalu kemudian Oman mundur,
15:05setelah mendengar ancaman dari Trump,
15:08saya kira tidak begitu,
15:09negara-negara Teluk sekarang,
15:11tadi sudah disebut oleh Kosim ya,
15:12itu mulai menjaga jarak,
15:13karena jangan lupa,
15:14dia punya backbone sekarang negara Teluk,
15:15itu Cina,
15:16seperti itu,
15:17kalau kita lihat sekarang Ilona ya,
15:18bagaimana investasi besar di kawasan Teluk,
15:21itu justru berasal dari Tiongkok,
15:23bukan dari Amerika Serikat gitu,
15:24jadi loalitas mereka itu sekarang kepada Tiongkok gitu,
15:27dan sekarang kan kenapa negara-negara itu,
15:28sekarang sudah mulai berjarak sama Trump,
15:30dia sudah punya bergening alternatif geopolitik yang lain,
15:33selain Amerika Serikat,
15:34dulu mungkin 70-an,
15:3580-an,
15:36mereka masih sangat bergantung kepada Amerika Serikat,
15:38tetapi kalau kita lihat sekarang,
15:39Mesir aja beli senjata sama Cina,
15:41Saudi mulai bikin fakta pertahanan dengan Pakistan,
15:43bahkan Turki, Qatar,
15:44ingin membangun NATO Timur Tengah seperti itu,
15:46saya kira negara-negara Teluk sekarang berpikir ulang,
15:48mereka memang masih punya hubungan dengan Amerika Serikat,
15:50tapi bergantung 100% itu tidak.
15:53Ya, jadi kalau menurut Mas Kasem,
15:55bagaimana kira-kira nanti sikap dari Oman?
15:59Iya, saya kira kalau,
16:02sebagaimana yang saya tadi katakan,
16:04kalau apa matanya negara-negara Teluk Persia itu,
16:07nampaknya sekarang lebih terbuka daripada dulu nih ya,
16:10khususnya ketika mereka melihat kekuatannya Iran,
16:15mereka tidak macam dulu,
16:18itu satu.
16:18Ketua dari satu sisi,
16:20Amerika Serikat itu juga sudah buktikan bahwa
16:23dia tidak menghormati hukum internasional,
16:27dan dengan sederhana,
16:29dia melanggar semua hukum internasional,
16:33oleh karena itu ya,
16:34sebagaimana yang dikatakan beliau itu,
16:37mungkin ada satu alasan yang disebut mereka,
16:40atau masalah terorisme,
16:42atau masalah bahkan,
16:43apa,
16:45senjata pembusu masal,
16:46yang sebagaimana yang terjadi dengan kasus Irak,
16:50mungkin itu disebut,
16:51dan dijadikan sebagai satu alasan untuk serangannya,
16:55Amerika Serikat terhadap sebagian negara-negara Teluk Persia,
16:59termasuk Oman.
17:00Oleh karena itu,
17:01saya kira sekarang masih,
17:02negara-negara Teluk Persia itu,
17:05mereka masih abu-abu,
17:06mereka tidak tahu apa yang mereka harus lakukan,
17:09karena dari satu sisi,
17:11ada Iran yang mereka sudah tahu,
17:13bagaimana kekuatannya,
17:14itu sudah berdiri berhadapan Amerika Serikat,
17:18Aditya Namur Satunya,
17:19dunia dan Israel,
17:21dan lain,
17:22mereka masih ada ancaman dari Amerika Serikat.
17:24Tapi saya kira,
17:25kalau mereka sekarang,
17:27mungkin lebih,
17:28apa,
17:29lebih mau bekerja sama-sama Iran,
17:31karena mereka tahu bahwa masalah Teluk Persia itu,
17:34sekarang di tangan Iran,
17:36dan tidak ada yang lain untuk mereka,
17:40selain mereka bekerja sama-sama Iran,
17:43karena Teluk Persia itu,
17:46dan Salahormoz itu,
17:47sudah disebut oleh Iran sebagai garis merahnya,
17:51dan sampai selamanya,
17:52nampaknya itu akan berada di tangannya Iran.
17:55Oleh karena itu,
17:56saya kira mereka masih berpihak sama Iran,
17:59lebih banyak daripada berpihak kepada Amerika.
18:02Ya, selain ancaman dari Presiden Amerika Serikat,
18:05Donald Trump,
18:06kita juga berbicara soal kekuatan militer,
18:08Mas Qasem dan juga Mas Pazero.
18:09Menteri Perang Amerika Serikat,
18:11Pat Hexed,
18:12itu mengatakan,
18:13kalau Iran telah merah,
18:15dan akan segera bertekuk lutut.
18:17Kita dengarkan dulu pernyataannya lagi.
18:46Ya, Mas Qasem,
18:48disampaikan oleh Pid Hexed,
18:50bahwa sebagian pertahanan dari Iran telah hancur,
18:53dan bahkan begitu percaya diri,
18:55Iran akan datang,
18:56dan mau berunding.
18:58Menurut Anda?
19:00Ya, saya kira kalau sampai sekarang itu,
19:03selama tiga bulan yang lalu itu,
19:05sudah dijelaskan,
19:06sudah dijelaskan bahwa,
19:08pernyataan macam itu,
19:10hanya nomor kosong saja,
19:12yang mereka tahu,
19:13oke kalau begitu,
19:15kalau Iran itu tidak ada Armenia,
19:17kalau tidak ada kekuatannya lagi,
19:21kenapa kamu tidak bisa membuka
19:23Salah Hormuz itu?
19:25Kalau Navia itu sudah habis,
19:27kenapa kamu tidak berusaha
19:30untuk mengembalikan
19:33kondisi Salah Hormuz
19:35sebagai yang berada di sebelum perang itu?
19:38Saya kira semua orang sekarang tahu,
19:40apa pernyataan macam itu,
19:43jenisnya apa.
19:44Tapi, saya kira itu,
19:46apa,
19:48tujuannya,
19:49tujuan internal dan domestik,
19:52mereka mau,
19:53karena mereka tahu bahwa,
19:54mereka tidak bisa menang di perang ini,
19:56dan kekalahan yang mereka dapat,
19:58luar biasa.
19:59Oleh karena itu,
20:00mereka,
20:00dan juga ada,
20:01apa,
20:02pemilu yang mereka,
20:04apa,
20:05nantikan,
20:06dan oleh karena itu,
20:07saya kira mereka mau,
20:10menjustifikasikan perang itu,
20:12dan juga mau memberi,
20:15apa,
20:17macam,
20:18apa,
20:18macam,
20:19memberi tahu kepada,
20:21negara mereka sendiri,
20:23bahwa,
20:23ya,
20:24kami ini sudah menang di perang itu,
20:26dan,
20:26ya,
20:27mereka mau justifikasikan,
20:31kalahan-kekalahannya mereka.
20:32Dan itu masalah internal,
20:34yang mereka bukan masalah,
20:37perniataan,
20:37atau niatannya,
20:39yang mereka percaya,
20:40mengenai perang ini.
20:41Ya,
20:42Mas Pizarro,
20:43kalau kata Mas Kasem,
20:44pernyataan dari Hexed itu,
20:45omong kosong,
20:46katanya.
20:46Jadi,
20:47kalau menurut Anda sendiri,
20:48bagaimana sebenarnya,
20:49kekuatan militer,
20:50baik dari Iran,
20:51maupun Amerika Serikat?
20:52Iran,
20:52kalau tanpa bantuan negara Teluk,
20:54pun sebalik,
20:54ya?
20:55Ya,
20:56masalahnya,
20:57Ilona,
20:57Pete Hexed itu,
20:58bahkan dikritik banyak oleh Pentagon,
21:00banyak internal,
21:01dari militer,
21:02dari Hexed itu sendiri,
21:02dia misalkan mengatakan,
21:04Iran itu sudah hancur.
21:04Tetapi,
21:06laporan analisis Pentagon,
21:07analisis intelijen Amerika,
21:08Iran itu bisa eksis,
21:10bahkan,
21:10dia bisa kembali pulih,
21:11di luar,
21:13perkiraan Amerika Serikat,
21:14seperti itu.
21:14Drone-drone-nya itu,
21:15berhasil kembali pulih,
21:16senjata-senjata kembali pulih,
21:17Jadi,
21:18PTKC itu,
21:18bahkan dikritik oleh internal,
21:19militer Amerika Serikat itu sendiri,
21:21yang antara omongan,
21:22dengan kenyataan itu,
21:23jauh gitu.
21:23Karena PTKC itu kan,
21:24bukan orang lapangan dia,
21:25dia ini bukan militer,
21:26dia ini cuma pengamat doang,
21:28sedangkan internal Pentagon militer,
21:30yang sudah lama,
21:30misalkan ada di Timur Tengah,
21:32itu membuktikan,
21:32bahwa Iran itu masih eksis,
21:33sampai sekarang.
21:34Buktinya,
21:34kalau kemudian Iran itu sudah kalah,
21:36ngapain Amerika Serikat itu,
21:37masih butuh diplomasi,
21:38masih butuh menunggu proposal,
21:40dari Iran,
21:40masih melakukan negosiasi,
21:42dengan Islam Amat,
21:43dan sebagainya.
21:43Ini membuktikan,
21:44bahwa klaim-klaimnya PTKC itu,
21:46jauh dari lapangan,
21:46dan bahkan,
21:47bertentangan,
21:47dari fakta-fakta yang ada di lapangan.
21:49Saya kira,
21:49dengan serangan-serangan,
21:50terus dilakukan oleh Iran,
21:51dengan kemudian Iran,
21:52melakukan serangan kepada,
21:53kapal-kapal militer Amerika,
21:55yang ada di Peren Orban,
21:55itu membuktikan,
21:56dia masih eksis,
21:57dan bahkan,
21:57setiap perang panjang.
21:58Karena kalau kita lihat,
21:59di perang Iran-Irak saja,
22:008 tahun dia masih kuat,
22:01apalagi ini perang,
22:02baru cuma 2 bulan,
22:033 bulan,
22:03ini masih sangat minim sekali.
22:05Jadi kalau menurut Anda,
22:06pertahanan dari Iran ini,
22:07masih sangat kuat,
22:08jadi berikutnya,
22:09mana yang akan disasar,
22:10selain Kuwait,
22:10lalu kemudian,
22:11apa yang ada di sana?
22:13Ya,
22:14kalau kita lihat,
22:14mungkin Iran,
22:15sifatnya itu defensif ya,
22:17dia tidak akan melakukan serangan,
22:18terlebih dahulu,
22:18kalau kemudian,
22:19dia tidak diserang.
22:20Ini kan sama,
22:20dia melakukan serangan,
22:21misalkan ke basis Kuwait,
22:22karena dia melihat,
22:23melacak IRJC,
22:24bahwa serangan itu,
22:25berasal dari,
22:26dari pangkalan Amerika Serikat,
22:27ada di Kuwait gitu.
22:28Jadi,
22:28siapapun negara-negara teluk,
22:30yang mungkin nanti,
22:30akan menjadi basis serangan kepada Iran,
22:32saya kira,
22:32secara logika,
22:33Iran itu pasti akan melakukan serangan,
22:34kalau enggak,
22:35dia menanggap lemah dong,
22:36dia menanggap kalah dong,
22:37dia mencorek kenautan dia,
22:38seperti itu.
22:39Jadi,
22:39saya kira,
22:40tadi,
22:40masih ada Israel,
22:41ada Kuwait,
22:41dan Uni Emirat Arab,
22:42saya kira,
22:42tiga potensi negara itu,
22:43yang menjadi,
22:44sasaran serangan ke Iran,
22:45kalau kemudian,
22:46Amerika Serikat,
22:46terus melakukan serangan,
22:47kepada Iran.
22:48Ya,
22:48kalau menurut Mas Kasem sendiri,
22:49apakah memang benar,
22:50seperti penyataan,
22:51Mas Bizarro tadi,
22:52bahwa ini,
22:53posisinya Iran,
22:54hanya akan membalas serangan,
22:55dari Amerika Serikat?
22:58Ya,
22:58pasti begitu,
22:59Iran,
22:59sebagaimana yang tadi,
23:00saya katakan,
23:02Iran pasti,
23:03tidak akan,
23:04apa,
23:06apa,
23:07lepas tangan,
23:08dari salah hormus,
23:09contohnya,
23:09dan,
23:10kalau,
23:10tentuannya,
23:11Iran itu,
23:12pasti,
23:12dan garis merahnya,
23:13Iran pasti,
23:14tidak akan mundur,
23:15dari garis merah itu,
23:16macam,
23:17masalah nuklir,
23:18dan,
23:20khususnya,
23:20masalah salah hormus,
23:22Iran tidak akan,
23:23lepas tangan,
23:24dan mundur,
23:25dari itu,
23:25dan kalau ada serangan,
23:26kalau ada,
23:27bahkan ancaman,
23:28pasti,
23:29Iran dengan keras,
23:30akan balas,
23:31karena,
23:32sampai sekarang,
23:33itu dibuktikan,
23:34bahwa,
23:35Alhamdulillah,
23:35Iran itu,
23:37kekuatannya,
23:38cukup banyak,
23:39dan,
23:41tidak,
23:41tidak seperti,
23:42negara-negara lain,
23:44yang dengan,
23:44sederhana,
23:45mungkin,
23:45apa,
23:47mengirah,
23:47ya.
23:49Ya,
23:49tapi,
23:50kalau kita lihatkan,
23:50sebenarnya,
23:51Amerika Serikat,
23:52kemarin,
23:52Trump membuka peluang,
23:53bagi Iran,
23:53bergabung,
23:54dalam Abraham Accords,
23:55begitu,
23:56nah,
23:56sebenarnya,
23:56serangan yang terjadi sekarang ini,
23:58hanya untuk menunggu,
23:59sikapnya Iran,
24:00wait dulu,
24:01untuk memperpanjang waktu,
24:02sebari,
24:03ya itu tadi,
24:03dia meminta Iran,
24:04agar kembali,
24:04ke meja perundingan.
24:07Ya,
24:08kalau pasti Iran itu,
24:10tidak akan akui Israel itu,
24:12itu satu lagi,
24:14garis merahnya Iran,
24:16di kebijaksanaan politik luarnya,
24:19dan,
24:20tapi saya kira,
24:21dia mungkin,
24:22kurang tahu,
24:23mungkin negara-negara Arab lain,
24:25yang mereka juga dalam,
24:27keadaan,
24:28tidak bagus sekarang,
24:30untuk,
24:31apa,
24:32karena,
24:33kalau teluk persia itu,
24:34masih,
24:34tidak macam sebelumnya,
24:36perang,
24:37dia mau memaksa,
24:39mereka,
24:39negara-negara teluk persia itu,
24:41untuk berpihak,
24:43ataupun,
24:44untuk,
24:44bekerja sama,
24:45sama Israel,
24:47dan,
24:47dia mau memanfaatkan,
24:49kesempatan,
24:50genjatan senjata,
24:51ataupun,
24:52kesepakatan,
24:52yang mungkin akan diadakan,
24:54di antara Iran,
24:55dan Amerika Serikat,
24:56dia mau memanfaatkan,
24:57kesempatan itu,
24:58untuk menambah,
25:00negara-negara teruk persia itu,
25:02dalam Abraham Ford itu juga.
25:05Ya,
25:05Mas Pizarro,
25:06sebenarnya kan dari pihak Amerika Serikat ini,
25:08mengklaim,
25:09bahwa proses negosiasi,
25:10sedang berjalan,
25:11tapi yang kita lihat sekarang,
25:12adalah mereka saling serang,
25:13sebenarnya negosiasi itu,
25:14ada atau enggak?
25:16Iya,
25:16jadi begini,
25:17kita,
25:17kalau kita lihat,
25:18gaya politiknya,
25:19Donald Trump,
25:20kita bisa baca dari bukunya,
25:21The Art of Deal ya,
25:23memang itu gaya politiknya,
25:24negosiasinya,
25:25Donald Trump,
25:26Ilona,
25:26jadi dia,
25:27menyerang,
25:28melakukan invasi,
25:29dan sebagainya,
25:29sebagai bergening,
25:30sebagai tuntutan,
25:31agar lawannya itu menyerah,
25:33agar kemudian pihak negosiasinya,
25:35itu minimal itu melunak ya,
25:36dari tuntutan-tuntutan dia,
25:37kan kalau kita lihat sekarang,
25:38problematika utamanya nih,
25:40Iran itu tetap,
25:41dia tidak mau membuka Selat Hormuz,
25:43kecuali,
25:43Amerika Serikat,
25:44itu terlebih dahulu,
25:46membuka blokade lautnya,
25:47Kedua,
25:48Iran itu tetap,
25:49dia pengen uraniumnya,
25:50tidak boleh satu inci pun,
25:51keluar dari negaranya,
25:52bahkan yang terbaru kan,
25:53Iran itu bahkan,
25:54gak mau di negara ketiga,
25:55diserahkan,
25:56berbeda dengan tahun 2015,
25:57dia masih mau menyerahkan kepada Rusia,
25:59tapi sekarang gak,
25:59enggak gitu,
26:00karena,
26:00dia belajar Ilona,
26:01tahun 2015,
26:02saya udah nyerahin uranium,
26:04sudah nyerahin program lukunnya,
26:05saya tetap diberikan sanksi,
26:07set aset-aset tetap ditahan,
26:08dan kemudian,
26:09Donald Trump secara sepiak itu keluar,
26:11saya kira,
26:12itu sekarang,
26:12walaupun memang,
26:13ya saya kira sekarang,
26:14situasi semakin buruk Ilona,
26:16seakan-seakan sulit lagi,
26:17untuk menyepakati,
26:18kesepakati kisah senjata,
26:19karena Amerika Serikat,
26:20masih terus melakukan serangan,
26:21tidak ada kemudian,
26:22negosiasi,
26:23dimana mereka ingin berdamai,
26:25tetapi satu sih,
26:26pihak yang lain,
26:26itu tetap melakukan serangan,
26:27saya kira ini,
26:28situasi menjadi semakin buruk sekarang,
26:30dan kita tidak tahu,
26:31mana negara yang kemudian,
26:32bisa kemudian menengahi,
26:33karena Islamabad sejauh ini,
26:34masih gagal,
26:35ada juga sekarang,
26:36Qatar mulai masuk,
26:37melakukan komunikasi dengan Iran,
26:39Oman sekarang juga diancam,
26:40jadi tampaknya,
26:41Donald Trump ini,
26:42tidak benar-benar mau negosiasi,
26:43yang itu menguntungkan Iran Ilona,
26:45jadi klaimnya si Amerika Serikat,
26:47mengatakan bahwa,
26:48akan ada kesepakatan,
26:49kalau Iran akan mau,
26:51menyerahkan pengayana uraniumnya,
26:52lalu kemudian,
26:53tidak ada yang namanya,
26:54pengendalian seluruh hormus,
26:55itu juga menurut Anda,
26:56klaim,
26:57dan Iran tidak akan,
26:58mau melepas dua hal itu,
27:00tidak akan mau,
27:01menurut saya sulit,
27:01Iran akan menyerahkan itu semua,
27:02karena dia berkaca,
27:04berkali-kali dihanati oleh Amerika,
27:05berkali-kali diserang ketika negosiasi,
27:07mau apalagi mereka sekarang,
27:08akhirnya yang terjadi,
27:09ialah situasi sekarang semakin panas,
27:10kalau memang Amerika Serikat,
27:11tidak mundur,
27:12dari tuntut-tuntutannya,
27:13dan saya kira,
27:13Amerika sangat sulit,
27:14karena dia akan kemudian,
27:15berhadapan dengan,
27:16pemilu selat,
27:17yang itu akan menurunkan,
27:18kribilis teram,
27:18dan bahkan mengalahkan,
27:19partai republik.
27:20Ya, kalau,
27:20Mas Kasem,
27:21pertanyaan terakhir saya,
27:22apakah menurut Anda ini,
27:23justru akan menimbulkan,
27:24perang kawasan?
27:29Ya,
27:30saya kira,
27:30kalau,
27:31apa,
27:32Amerika Serikat,
27:33kalau bisa dia,
27:35kembali lagi,
27:36ke akalnya dia,
27:37dia harus melihat lagi,
27:39kondisinya sekarang,
27:40dan saya kira,
27:42kalau itu bisa diselesaikan,
27:43serangan itu,
27:44ataupun agresi itu,
27:45itu lebih baik,
27:46dari,
27:46untuk dia sendiri,
27:48dan juga untuk semua,
27:49apa,
27:50negara di dunia ini,
27:52dan,
27:53dari pihak Iran,
27:54saya mau memastikan,
27:56semua,
27:57bahwa Iran sudah semangat,
27:59bahwa,
28:01apa,
28:01mengontrol,
28:03salah hormon itu,
28:04pasti akan tetap,
28:07berada di tangannya Iran,
28:09sehingga bisa dipastikan,
28:10pertama,
28:11masalah keamanannya Iran,
28:13dan kedua,
28:14masalah,
28:15apa,
28:17apa,
28:18masalah,
28:19tidak adanya serangan lagi,
28:20terhadap,
28:21Iran itu,
28:22karena dari sama selat,
28:24Iran itu,
28:24diserang dua kali,
28:26selama 10 bulan terakhir itu,
28:28oleh karena itu,
28:29saya kira,
28:29kalau Amerika Serikat,
28:30bisa dia mundur,
28:31dari tuntutan berlebihan,
28:33niat dia,
28:34lebih,
28:34lebih cepat,
28:35kita bisa sampai ke,
28:38kesepakatan,
28:38insya Allah.
28:39Baik,
28:40terima kasih,
28:40Mas Kasem,
28:41terima kasih,
28:42Mas Pijaro,
28:42telah bergabung di Kompas Petang,
28:44selamat petang,
28:44sehat selalu,
28:45sampai ketemu lagi.
28:46Selamat petang,
28:47terima kasih.
Komentar