00:00Apa yang akan kita lakukan sekarang?
00:02Membangun kasus untuk dibawa ke pengadilan.
00:06Sudah ada 35 arrest warrant, perintah tangkap kepada IDF dan pemimpin-pemimpinnya
00:14karena terkait dengan gerakan sumut.
00:17Berbagai pelanggaran yang mereka lakukan dan akan semakin banyak tentunya.
00:21Sudah dibuat satu lagi sanksi tidak boleh datang ke Perancis, khusus untuk Ben Gevir.
00:27Ini adalah sebuah usaha yang saya rasa harus dilanjutkan.
00:36Saya masih bersama dengan aktivis Global Sumut Flotilla, Relawan Kemanusiaan Gaza, Asad Aras
00:41serta Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia, Jejang Nurjaman.
00:45Tadi upaya mencari keadilan pun dilakukan karena proses pembebasannya tidak mudah
00:51sampai Mas Asad bisa kembali ke tanah air.
00:54Bukti-bukti itu tentu sudah diserahkan ya Mas Asad.
00:57Bukti-bukti penyiksaan yang dialami oleh kawan-kawan Relawan.
01:04Jadi penyiksaan yang kami alami di atas kapal itu kami mengira
01:11akan berakhir di situ.
01:13Ternyata ada penyiksaan yang lebih besar dari itu dan dari situ kami mulai beranggapan bahwa
01:20mungkin akan tiba puncak penyiksaan itu yang kami tidak tahu kapan dan di mana berada.
01:28Karena sama sekali kita tidak tahu kita sedang dibawa kemana pada saat itu.
01:34Sehingga tibalah kita di Asdut, di Pelabuhan Asdut.
01:39Di situ ternyata kami diturunkan satu persatu dari kapal militernya,
01:44dibawa ke satu tenda kecil.
02:04Beragam cara mereka memperlakukan kami.
02:08Saya pada saat itu di dalam tenda kecil itu dibanting,
02:12kemudian diberdirikan lagi, dibanting lagi.
02:15Kemudian ditinju dari belakang.
02:18Kemudian diinjak, setelah itu dibawa ke dalam satu tenda besar.
02:23Di dalam tenda besar itulah ada video yang viral, yang ada Ben Gefir itu.
02:27Di situ kita kemudian bersujud kembali.
02:31Selama kurang lebih dua jam kita bersujud di situ dengan tangan masih terikat.
02:37Itu proses itu dilakukan sebelum imigrasi untuk dibawa ke penjara Israel.
02:44Nah pada saat momen itu kami mengira mungkin inilah puncaknya.
02:48Ternyata tidak.
02:50Itu bukan puncaknya?
02:51Itu bukan puncaknya.
02:54Ternyata pelecehan juga dialami oleh kami.
02:58Di imigrasi itu, itulah pertama kali semua pakaian kami dilepas di telanjangi.
03:07Laki-laki maupun perempuan.
03:10Kami mengira mungkin ini yang terakhir.
03:12Ternyata setelahnya pada saat tiba di penjara juga diperlakukan yang sama.
03:17Bahkan lebih dari yang sebelumnya dalam keadaan telanjang.
03:23Mereka dengan sesuka hati menyuruh untuk melakukan gerakan-gerakan apapun dalam keadaan kami tidak berbusana apapun.
03:33Seperti itu.
03:34Dari keluar imigrasi, kaki kami di rantai, tangan di borgol.
03:42Kemudian dimasukkan ke dalam mobil tahanan.
03:45Kami mengira dari situ kami langsung dibawa.
03:49Biar kami bisa sejenak-istirahat di dalam mobil tawanan itu.
03:52Ternyata tidak.
03:54Kami dibiarkan kedinginan berjam-jam di dalam mobil itu.
03:59Sebelum kita dibawa ke penjara.
04:03Yang kurang lebih lima jam kalau kami hitung.
04:07Jauhnya tempat itu.
04:08Di Kedzot.
04:10Kami tahunya setelah kami bebas ternyata di Kedzot.
04:13Dan itu salah satu penjara terbesar di sana.
04:16Di mana ribuan warga Palestina disiksa di situ.
04:20Sampai di sana kami diperlakukan kembali dengan sehinam.
04:27Mereka kembali memaksa kami untuk melepaskan pakaian kami.
04:34Kemudian kami dimasukkan ke dalam sel isolasi yang sempit.
04:39Kurang lebih 2x2 meter.
04:42Dengan diisi 30 orang.
04:46Bayangkan kami kehausan, dehidrasi, kelaparan.
04:50Kemudian dimasukkan dalam ruangan sempit itu.
04:53Kami tidak bayangkan bagaimana orang yang sudah sangat kelelahan.
04:57Bagaimana dengan orang tua.
04:59Karena di dalam sel yang kami tempati ada orang tua.
05:03Jadi kami berikan mereka untuk duduk.
05:05Kami yang agak mudah berdiri.
05:09Berdiri kemudian bergantian untuk meminum air yang ada di keran toilet itu.
05:17Kami minum dari situ.
05:18Hanya itu saja.
05:19Tidak diberikan minuman secara layak sama sekali.
05:22Tidak, tidak diberikan minuman.
05:24Dan ventilasi udara sangat kecil.
05:27Jadi kita bernafas agak susah di situ.
05:32Dalam kondisi seperti ini.
05:33Saat tahu Mas Asad dan kawan-kawan ditangkap.
05:37Dibawa entah kemana pada saat itu.
05:39Kan kami di tanah air tidak tahu kemana.
05:41Kawan-kawan di Global Sumut Float.
05:43Di bawah.
05:44Upaya penyelamatan yang dilakukan GPCI seperti apa, Kang Jajam?
05:48Ya.
05:48Jadi kita di GPCI dan juga GSF.
05:52Sudah menyiapkan beberapa skenario.
05:56Ketika di intercept di waktu kapal.
05:59Setidaknya dari pengalaman yang sudah berjalan tahun sebelumnya.
06:02Dan kemarin.
06:03Yang tahun sebelumnya itu.
06:05Setelah di kapal dibawa ke tanah palesi yang dijajah.
06:09Di Asdol tadi.
06:10Di tahun lalu seperti itu.
06:11Yang terbaru yang di intercept dari Barcelona.
06:16Itu diturunkan di kereta di Yunani.
06:20Jadi kami punya dua skenario.
06:22Pertama tadi dibawa ke Asdol.
06:24Nah disini sudah ada tim legal internasional kita.
06:28Kuasa hukum GSF yang ketika teman-teman relawan ini.
06:32Sebelum naik kapal sudah membuat surat kuasa ya.
06:35Itu akan dibawa untuk dijadikan kuasa hukumnya tim adalah yang ada di Palestina.
06:42Yang akan memproses pembebasan ketika sudah sampai di Asdol.
06:47Itu skenario pertama.
06:49Skenario kedua adalah ketika diturunkan di pulau terdekat dari perairan tersebut.
06:53Pertama di Siprus.
06:55Kedua mungkin ke Cairo atau ke Jordan.
06:59Atau ke tadi dibawa ke Israel.
07:02Nah kami sudah menyiapkan juga tim-tim kami dan berkoordinasi dengan KBRI-KBRI Indonesia yang ada di Cairo, yang ada
07:10di Jordan, di Ankara, di Istanbul, dan juga yang Siprus itu ke KBRI di Roma.
07:16Jadi dari pihak Kemenlu sudah terinformasikan dan sudah siap menyambut ketika dipulangkan oleh tentara Israel Baik yang nanti dibawa ke
07:28Asdol.
07:29Nanti akan diproses oleh tim legal kita maupun tadi yang diturunkan di pulau-pulau terdekat.
07:36Alhamdulillah dengan bantuan dari tim legal kita yang adalah tadi, kita dapat informasi pergerakan tim relawan sekarang posisi di mana.
07:47Kemudian sudah sampai mana proses perkembangan banding dengan pengadilan di sananya, bagaimana proses negosiasinya, kita pun dapat update di sana.
07:58Lalu komunikasi dengan pemerintah Indonesia pada saat itu seperti apa?
08:01Iya, kami dari GPCI ketika terjadi intercept, pertama tiga hal yang kita lakukan.
08:08Satu, menggalang dukungan diplomatik dengan jalur pemerintah ke Kemenlu, kita koordinasi ke EPR-DPR, kita juga audiensi, menggalang informasi ke
08:20MUI pun juga sama.
08:21Sebagai minus ulama, kita menggalang audiensi dan minta dukungan.
08:25Kemudian juga kita mengkondisikan pihak keluarga yang sebelumnya ketika sebelum intercept itu sudah dapat kabar ya.
08:32Gimana kondisi, update terus dapat ketika intercept kan sudah tidak ada alat komunikasi, sudah tidak ada update informasi.
08:38Sehingga kami dari komersentor, dari GSF menyampaikan bagaimana kondisi terkini, apa yang sedang kami lakukan, upaya-upaya apa yang sudah
08:46berjalan, perkembangan apa yang sudah berjalan.
08:48Nah itu kami sampaikan ke pihak-pihak keluarga.
08:50Kami juga menunggaskan ke beberapa lembaga-lembaga NGO untuk menyiapkan psikolog, menampingi pihak keluarga, supaya tetap tenang dan ia bisa
09:00terkondisikan.
09:01Nah yang terakhir kita tentu dengan berbagai macam media, kita menggalang dukungan agar makin banyak masyarakat baik Indonesia maupun dunia
09:11ikut memberikan dukungan dan mengecam pada pemerintahan Israel.
09:16Itu yang sudah dilakukan. Dan Alhamdulillah mulai ada kabar baik adalah ketika ada informasi Turki mengirimkan pesawat untuk menjemput relawan.
09:30Terus kemudian juga kabar baik berikutnya adalah nama-nama sembilan WNI yang jadi relawan itu juga ada dalam daftar yang
09:39akan naik pesawat.
09:40Nah itu kita sudah mulai mendapatkan informasi yang semakin tenang.
09:44Dan disitu sudah mulai diupdate dari tim kuasa kami di sana bagaimana proses pemulangannya, bagaimana proses pemberangkatan dari penjara kemudian
09:56ke airport di sana, dan bagaimana proses kepulangan lewat Turki.
10:02Nah kita memang masih belum yakin karena belum ada gambar apapun, belum ada foto gitu ya.
10:08Apakah betul memang sudah ada masyarakat yang aman ya.
10:10Baru mendapatkan kabar itu ketika sudah mulai landing, turun, keluar dari pesawat, nah itu kita sudah mulai melihat satu persatu
10:17wajah WNI kita.
10:19Alhamdulillah sudah terlihat, masih dalam keadaan yang baik dan sehat waktu itu.
10:23Langsung kita kebalkan ke pihak keluarga dan Alhamdulillah juga itu yang sudah berjalan begitu.
10:29Alhamdulillah kita bersyukur Mas Asad bisa duduk bersama kita dan bercerita banyak hal.
10:35Yang ingin seakan-akan disampaikan oleh militer Israel adalah jangan coba-coba lagi mengulangi hal yang sama.
10:43Seakan mengirimkan rasa takut untuk para relawan.
10:47Apakah itu dirasakan oleh relawan setelah penyiksaan yang dialami selama beberapa hari?
10:53Terima kasih.
Komentar