Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Relawan kemanusiaan Gaza, Asad Aras, mengungkap dugaan penyiksaan yang disebut masih berlanjut setelah dirinya dan para aktivis dibawa dari kapal militer menuju daratan.

Asad mengatakan, awalnya para relawan mengira kekerasan yang dialami di atas kapal telah berakhir. Namun dugaan penyiksaan disebut justru semakin berat setelah mereka dibawa ke daratan.

Menurut Asad, saat itu para relawan sama sekali tidak mengetahui ke mana mereka akan dibawa.

Asad menyebut rombongan akhirnya tiba di Pelabuhan Asdod dan diturunkan satu per satu dari kapal militer menuju sebuah tenda kecil. Di lokasi itu, Asad mengaku mengalami kekerasan fisik.

Setelah itu, para relawan dibawa ke tenda yang lebih besar sebelum menjalani proses imigrasi menuju penjara Israel.

Asad mengatakan, di lokasi tersebut para relawan diminta bersujud selama sekitar dua jam dalam kondisi tangan masih terikat.

Meski sempat mengira perlakuan itu menjadi puncak kekerasan yang dialami, Asad menyebut dugaan pelecehan masih terus terjadi di tahap berikutnya.

Ia mengaku seluruh pakaian relawan laki-laki maupun perempuan dilepas saat berada di imigrasi.

Menurut Asad, perlakuan serupa bahkan kembali terjadi saat mereka tiba di penjara. Asad juga mengungkap para relawan dipaksa mengikuti berbagai instruksi dalam kondisi tanpa busana.



Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/f-0g1wMsx0o



#gaza #israel #relawan



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/671638/relawan-gaza-cerita-dugaan-pelecehan-di-penjara-penyiksaan-hingga-penjara-israel-rosi
Transkrip
00:00Apa yang akan kita lakukan sekarang?
00:02Membangun kasus untuk dibawa ke pengadilan.
00:06Sudah ada 35 arrest warrant, perintah tangkap kepada IDF dan pemimpin-pemimpinnya
00:14karena terkait dengan gerakan sumut.
00:17Berbagai pelanggaran yang mereka lakukan dan akan semakin banyak tentunya.
00:21Sudah dibuat satu lagi sanksi tidak boleh datang ke Perancis, khusus untuk Ben Gevir.
00:27Ini adalah sebuah usaha yang saya rasa harus dilanjutkan.
00:36Saya masih bersama dengan aktivis Global Sumut Flotilla, Relawan Kemanusiaan Gaza, Asad Aras
00:41serta Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia, Jejang Nurjaman.
00:45Tadi upaya mencari keadilan pun dilakukan karena proses pembebasannya tidak mudah
00:51sampai Mas Asad bisa kembali ke tanah air.
00:54Bukti-bukti itu tentu sudah diserahkan ya Mas Asad.
00:57Bukti-bukti penyiksaan yang dialami oleh kawan-kawan Relawan.
01:04Jadi penyiksaan yang kami alami di atas kapal itu kami mengira
01:11akan berakhir di situ.
01:13Ternyata ada penyiksaan yang lebih besar dari itu dan dari situ kami mulai beranggapan bahwa
01:20mungkin akan tiba puncak penyiksaan itu yang kami tidak tahu kapan dan di mana berada.
01:28Karena sama sekali kita tidak tahu kita sedang dibawa kemana pada saat itu.
01:34Sehingga tibalah kita di Asdut, di Pelabuhan Asdut.
01:39Di situ ternyata kami diturunkan satu persatu dari kapal militernya,
01:44dibawa ke satu tenda kecil.
02:04Beragam cara mereka memperlakukan kami.
02:08Saya pada saat itu di dalam tenda kecil itu dibanting,
02:12kemudian diberdirikan lagi, dibanting lagi.
02:15Kemudian ditinju dari belakang.
02:18Kemudian diinjak, setelah itu dibawa ke dalam satu tenda besar.
02:23Di dalam tenda besar itulah ada video yang viral, yang ada Ben Gefir itu.
02:27Di situ kita kemudian bersujud kembali.
02:31Selama kurang lebih dua jam kita bersujud di situ dengan tangan masih terikat.
02:37Itu proses itu dilakukan sebelum imigrasi untuk dibawa ke penjara Israel.
02:44Nah pada saat momen itu kami mengira mungkin inilah puncaknya.
02:48Ternyata tidak.
02:50Itu bukan puncaknya?
02:51Itu bukan puncaknya.
02:54Ternyata pelecehan juga dialami oleh kami.
02:58Di imigrasi itu, itulah pertama kali semua pakaian kami dilepas di telanjangi.
03:07Laki-laki maupun perempuan.
03:10Kami mengira mungkin ini yang terakhir.
03:12Ternyata setelahnya pada saat tiba di penjara juga diperlakukan yang sama.
03:17Bahkan lebih dari yang sebelumnya dalam keadaan telanjang.
03:23Mereka dengan sesuka hati menyuruh untuk melakukan gerakan-gerakan apapun dalam keadaan kami tidak berbusana apapun.
03:33Seperti itu.
03:34Dari keluar imigrasi, kaki kami di rantai, tangan di borgol.
03:42Kemudian dimasukkan ke dalam mobil tahanan.
03:45Kami mengira dari situ kami langsung dibawa.
03:49Biar kami bisa sejenak-istirahat di dalam mobil tawanan itu.
03:52Ternyata tidak.
03:54Kami dibiarkan kedinginan berjam-jam di dalam mobil itu.
03:59Sebelum kita dibawa ke penjara.
04:03Yang kurang lebih lima jam kalau kami hitung.
04:07Jauhnya tempat itu.
04:08Di Kedzot.
04:10Kami tahunya setelah kami bebas ternyata di Kedzot.
04:13Dan itu salah satu penjara terbesar di sana.
04:16Di mana ribuan warga Palestina disiksa di situ.
04:20Sampai di sana kami diperlakukan kembali dengan sehinam.
04:27Mereka kembali memaksa kami untuk melepaskan pakaian kami.
04:34Kemudian kami dimasukkan ke dalam sel isolasi yang sempit.
04:39Kurang lebih 2x2 meter.
04:42Dengan diisi 30 orang.
04:46Bayangkan kami kehausan, dehidrasi, kelaparan.
04:50Kemudian dimasukkan dalam ruangan sempit itu.
04:53Kami tidak bayangkan bagaimana orang yang sudah sangat kelelahan.
04:57Bagaimana dengan orang tua.
04:59Karena di dalam sel yang kami tempati ada orang tua.
05:03Jadi kami berikan mereka untuk duduk.
05:05Kami yang agak mudah berdiri.
05:09Berdiri kemudian bergantian untuk meminum air yang ada di keran toilet itu.
05:17Kami minum dari situ.
05:18Hanya itu saja.
05:19Tidak diberikan minuman secara layak sama sekali.
05:22Tidak, tidak diberikan minuman.
05:24Dan ventilasi udara sangat kecil.
05:27Jadi kita bernafas agak susah di situ.
05:32Dalam kondisi seperti ini.
05:33Saat tahu Mas Asad dan kawan-kawan ditangkap.
05:37Dibawa entah kemana pada saat itu.
05:39Kan kami di tanah air tidak tahu kemana.
05:41Kawan-kawan di Global Sumut Float.
05:43Di bawah.
05:44Upaya penyelamatan yang dilakukan GPCI seperti apa, Kang Jajam?
05:48Ya.
05:48Jadi kita di GPCI dan juga GSF.
05:52Sudah menyiapkan beberapa skenario.
05:56Ketika di intercept di waktu kapal.
05:59Setidaknya dari pengalaman yang sudah berjalan tahun sebelumnya.
06:02Dan kemarin.
06:03Yang tahun sebelumnya itu.
06:05Setelah di kapal dibawa ke tanah palesi yang dijajah.
06:09Di Asdol tadi.
06:10Di tahun lalu seperti itu.
06:11Yang terbaru yang di intercept dari Barcelona.
06:16Itu diturunkan di kereta di Yunani.
06:20Jadi kami punya dua skenario.
06:22Pertama tadi dibawa ke Asdol.
06:24Nah disini sudah ada tim legal internasional kita.
06:28Kuasa hukum GSF yang ketika teman-teman relawan ini.
06:32Sebelum naik kapal sudah membuat surat kuasa ya.
06:35Itu akan dibawa untuk dijadikan kuasa hukumnya tim adalah yang ada di Palestina.
06:42Yang akan memproses pembebasan ketika sudah sampai di Asdol.
06:47Itu skenario pertama.
06:49Skenario kedua adalah ketika diturunkan di pulau terdekat dari perairan tersebut.
06:53Pertama di Siprus.
06:55Kedua mungkin ke Cairo atau ke Jordan.
06:59Atau ke tadi dibawa ke Israel.
07:02Nah kami sudah menyiapkan juga tim-tim kami dan berkoordinasi dengan KBRI-KBRI Indonesia yang ada di Cairo, yang ada
07:10di Jordan, di Ankara, di Istanbul, dan juga yang Siprus itu ke KBRI di Roma.
07:16Jadi dari pihak Kemenlu sudah terinformasikan dan sudah siap menyambut ketika dipulangkan oleh tentara Israel Baik yang nanti dibawa ke
07:28Asdol.
07:29Nanti akan diproses oleh tim legal kita maupun tadi yang diturunkan di pulau-pulau terdekat.
07:36Alhamdulillah dengan bantuan dari tim legal kita yang adalah tadi, kita dapat informasi pergerakan tim relawan sekarang posisi di mana.
07:47Kemudian sudah sampai mana proses perkembangan banding dengan pengadilan di sananya, bagaimana proses negosiasinya, kita pun dapat update di sana.
07:58Lalu komunikasi dengan pemerintah Indonesia pada saat itu seperti apa?
08:01Iya, kami dari GPCI ketika terjadi intercept, pertama tiga hal yang kita lakukan.
08:08Satu, menggalang dukungan diplomatik dengan jalur pemerintah ke Kemenlu, kita koordinasi ke EPR-DPR, kita juga audiensi, menggalang informasi ke
08:20MUI pun juga sama.
08:21Sebagai minus ulama, kita menggalang audiensi dan minta dukungan.
08:25Kemudian juga kita mengkondisikan pihak keluarga yang sebelumnya ketika sebelum intercept itu sudah dapat kabar ya.
08:32Gimana kondisi, update terus dapat ketika intercept kan sudah tidak ada alat komunikasi, sudah tidak ada update informasi.
08:38Sehingga kami dari komersentor, dari GSF menyampaikan bagaimana kondisi terkini, apa yang sedang kami lakukan, upaya-upaya apa yang sudah
08:46berjalan, perkembangan apa yang sudah berjalan.
08:48Nah itu kami sampaikan ke pihak-pihak keluarga.
08:50Kami juga menunggaskan ke beberapa lembaga-lembaga NGO untuk menyiapkan psikolog, menampingi pihak keluarga, supaya tetap tenang dan ia bisa
09:00terkondisikan.
09:01Nah yang terakhir kita tentu dengan berbagai macam media, kita menggalang dukungan agar makin banyak masyarakat baik Indonesia maupun dunia
09:11ikut memberikan dukungan dan mengecam pada pemerintahan Israel.
09:16Itu yang sudah dilakukan. Dan Alhamdulillah mulai ada kabar baik adalah ketika ada informasi Turki mengirimkan pesawat untuk menjemput relawan.
09:30Terus kemudian juga kabar baik berikutnya adalah nama-nama sembilan WNI yang jadi relawan itu juga ada dalam daftar yang
09:39akan naik pesawat.
09:40Nah itu kita sudah mulai mendapatkan informasi yang semakin tenang.
09:44Dan disitu sudah mulai diupdate dari tim kuasa kami di sana bagaimana proses pemulangannya, bagaimana proses pemberangkatan dari penjara kemudian
09:56ke airport di sana, dan bagaimana proses kepulangan lewat Turki.
10:02Nah kita memang masih belum yakin karena belum ada gambar apapun, belum ada foto gitu ya.
10:08Apakah betul memang sudah ada masyarakat yang aman ya.
10:10Baru mendapatkan kabar itu ketika sudah mulai landing, turun, keluar dari pesawat, nah itu kita sudah mulai melihat satu persatu
10:17wajah WNI kita.
10:19Alhamdulillah sudah terlihat, masih dalam keadaan yang baik dan sehat waktu itu.
10:23Langsung kita kebalkan ke pihak keluarga dan Alhamdulillah juga itu yang sudah berjalan begitu.
10:29Alhamdulillah kita bersyukur Mas Asad bisa duduk bersama kita dan bercerita banyak hal.
10:35Yang ingin seakan-akan disampaikan oleh militer Israel adalah jangan coba-coba lagi mengulangi hal yang sama.
10:43Seakan mengirimkan rasa takut untuk para relawan.
10:47Apakah itu dirasakan oleh relawan setelah penyiksaan yang dialami selama beberapa hari?
10:53Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan