Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
ARAB SAUDI, KOMPAS.TV - Jemaah haji khusus Patuna Travel dijadwalkan mengambil nafar awal dalam rangkaian ibadah haji 1447 Hijriah. Artinya, para jemaah akan menyelesaikan prosesi melontar jumrah hingga tanggal 12 Dzulhijjah sebelum kembali menuju hotel dan melanjutkan rangkaian ibadah berikutnya.

Untuk memastikan proses ibadah berjalan lancar dan nyaman, petugas Patuna Travel menyiapkan berbagai kebutuhan teknis bagi jemaah, termasuk batu kerikil untuk melontar jumrah yang diambil langsung dari kawasan Muzdalifah.

Menariknya, batu yang disiapkan memiliki ukuran sedikit lebih besar agar memudahkan jemaah, khususnya lansia, saat melakukan lontar jumrah di Mina. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan dan antisipasi agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih mudah, aman, dan terarah di tengah padatnya jutaan jemaah haji dari berbagai negara.

Selain itu, petugas pendamping juga terus memberikan arahan, pengawasan, serta pendampingan intensif kepada para jemaah selama berada di Armuzna, mulai dari Arafah, Muzdalifah hingga Mina.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/671613/patuna-travel-siapkan-batu-jumrah-khusus-demi-mudahkan-jemaah-haji
Transkrip
00:02Udah-udah, udah-udah.
00:36Udah-udah, udah-udah.
01:22Udah-udah.
01:52Udah-udah, udah-udah.
01:59Ini kita pilihin yang agak-agak besar ya, supaya pada saat melontar jumroh nanti rasanya lebih pas begitu ya, lebih
02:09enak.
02:10Ini hanya pilihan sih ya untuk jamaah.
02:13Ini saya sudah bersama juga dengan tekan saya, sesama petugas haji, Mas Denny.
02:17Ini ceritain dikit dong, batu-batu ini, kenapa kita harus milihin lagi?
02:22Jadi begini, sebenarnya untuk jamaah patuna, kita sudah menyiapkan batu-batu pada saat kita hukuf di Arufah.
02:29Nah, per jamaah sudah diberikan satu jamaah, satu pek.
02:34Iya, satu kantong ya. Kemarin kita sudah dibagiin sama-sama.
02:37Betul. Nah, mungkin ada beberapa jamaah yang merasa bahwa batu-batu itu kurang besar.
02:42Kurang besar.
02:43Maka dari itu, kami dari pihak patuna menyediakan lagi batu-batu yang kita ambil dari musdalifah,
02:48kita taruh di dalam ember besar ini, dan kita kumpulkan di pintu ruang makan.
02:53Jadi jamaah saat selesai makan, bisa langsung memilih sendiri batu-batu yang sesuai keinginan mereka.
02:58Ya, baik dari dimensinya, diameternya, beratnya. Seperti itu.
03:03Oke, baik. Ini kita ngitungin dulu ya, supaya nanti dibagiin ke jamaahnya enak.
03:07Karena masih ada waktu dua hari untuk melakukan lontar jumroh, kita pakai nafar awal ya.
03:14Nafar awal, insya Allah. Jadi hari ini tanggal 11 Julijja dan besok kami akan kembali ke Jamarot
03:20untuk melakukan lontar jumroh, Ula Wusta Akhobah.
03:23Jadi kita siapin dulu sebagai pilihan supaya jamaah lebih nyaman, begitu ya mas ini ya.
03:28Lebih nyaman, tinggal pilih mau pakai batu yang lebih kecil atau batu yang lebih besar.
03:31Yang penting semuanya bisa dilakukan.
03:34Dan satu, yang harus diingat bahwa jamaah tidak bisa langsung mengambil batu yang berada di Mina.
03:40Artinya, batu-batu yang digunakan untuk lempar jumroh adalah batu-batu yang harus sudah diambil dari Musdalifah.
03:47Dan ini semuanya, batu-batu yang kami siapkan adalah batu-batu yang sudah kami ambil dan kami kumpulkan di Musdalifah.
03:54Jadi ini insya Allah memang diperuntukkan lempar jumroh.
03:58Begitu ya mas ini ya.
04:00Baik.
04:00Merita Effendi, Diyah Megasari, Kompas TV, Mekah, Arab Saudi.
04:05Ayo, temi.
04:14Sudara kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
04:19Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
04:24Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan