00:00Kalau kita masih melakukan pendekatan kemanusiaan, memberikan himbawan,
00:06tidak mesti harus penegakan hukum yang utama.
00:42Sampai jumpa di video selanjutnya.
01:00Memberikan himbawan, tidak mesti harus penegakan hukum yang utama.
01:06Ultimum remedium terhadap kasus yang tadi unggahan.
01:11Dan kami kepolisian juga tidak membatasi masyarakat di ruang publik.
01:18Nanti jangan salah persepsi.
01:20Polnamitru Jaya dan BORI tidak membatasi masyarakat di ruang-ruang publik.
01:27Tetapi kami kalau untuk mengklarifikasi terkait tentang motif yang akan dilakukan,
01:32terus ada kaitan nggak ini dengan kelompok-kelompok tadi yang ditanyakan oleh teman-teman media,
01:37ada nggak dalam cipta kondisi dan lain-lain.
01:40Nah kami kan butuh waktu untuk menanyakan.
01:41Dan kami juga sudah melakukan pendekatan secara perempuan dari PPA,
01:47pendekatan yang menjangkutan diorientasikan sebagai korban.
01:51Kedatangan kita melakukan perlindungan pendekatan secara humanis,
01:56termasuk memberikan pendampian psikolog.
01:59Sudah kita lakukan.
02:00Nah kita akan mendalami, tadi beberapa yang menanyakan,
02:02pasti kami akan mendalami.
02:04Baik dari pelaku, baik dari sisi media sosial,
02:09media sosial, digital, ruang digital, itu pasti akan kami dalami.
02:14Artinya apakah ada filiasi, ada potensi-potensi,
02:18memang sengaja dalam tanda kutip membuat gaduh.
02:21Sementara pengungkapan yang dilakukan oleh Polnamitru Jaya dan jajaran
02:25sudah sangat masif dan sudah sangat besar.
02:27Dalam durasi beberapa minggu ini 173 pelaku yang sudah diamankan.
02:33Nanti kami akan update.
02:34Tapi kami sampaikan bahwa Polnamitru Jaya tidak akan pernah membatasi
02:39teman-teman penggiat di media sosial untuk berkomunikasi.
02:44Kami juga mendapat feedback positif dari informasi unggahan masyarakat di media sosial.
02:49Itu memberi informasi kepada kepolisian untuk mendalami TKP,
02:53waktu kejadian siapa korbannya.
02:59Nah kita lihat, tadi disampaikan.
03:02Kalau ada di media sosial beberapa titik,
03:05memang tadi disampaikan oleh Direktur Resesor Kriminal Umum,
03:08ada beberapa kejadian seperti di Bekasi,
03:12di daerah Tangerang, di daerah Jakarta Barat, Jakarta Pusat.
03:16Tetapi itu kan sudah dilakukan penindakan.
03:18Nah kalau memang itu menjadi rawan, kita kan harus melihat,
03:22titik rawan ini rawan apa?
03:23Rawan kriminalitas kah? Rawan lakalantas?
03:26Iya kan? Rawan terhadap apa?
03:28Nah ini harus dikaji.
03:30Jadi jangan kami mengimbau kepada seluruh masyarakat,
03:32jangan penuh kekhawatiran,
03:36menimbulkan fear of crime dengan ada beberapa konten yang muncul di media sosial.
03:41Sejauh ini,
03:42Polnamitru Jaya, Kodamjaya,
03:44pemerintah, provinsi DKI, dan keterlibatan masyarakat.
03:48Melalui Siskamling, Sabu Kamtipmas,
03:52tidak seperti yang dikhawatirkan dalam media sosial unggahan.
03:56Tidak seperti itu.
03:58Makanya peningkatan durasi patroli,
04:02mulai dari skala kecil,
04:04Koramil sama Posek,
04:06Kodim bersama Pores,
04:08serta Kodamjaya bersama Poldametru Jaya.
04:12Jadi termasuk ada penggabungan dari Pemprov DKI,
04:16penggabungan CCTV,
04:17dan ini sudah membatasi blind spot yang ada terhadap tindak pidana yang ada.
04:28Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
04:33Satu langkah lebih dekat,
04:35satu langkah lebih terpercaya.
04:37Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar