JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketegangan antara AS dan Iran terus berlanjut. Kedua pihak menyatakan siap jika negosiasi buntu dan perang berlanjut.
Yang terbaru, Amerika Serikat menunda penjualan senjata ke Taiwan demi memenuhi kebutuhan amunisi untuk melawan Iran. Apakah ini sinyal perang benar-benar akan berlanjut?
Simak ulasan Dosen Kajian Ketahanan Nasional UI, Stanislaus Riyanta, dan Guru Besar Hukum Internasional FH UGM, Heribertus Jaka Triyana, dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV pada Sabtu (23/5/2026).
Baca Juga Donald Trump Bersumpah Dapatkan Uranium Iran: Kami Tak Biarkan Mereka Memilikinya di https://www.kompas.tv/internasional/670505/donald-trump-bersumpah-dapatkan-uranium-iran-kami-tak-biarkan-mereka-memilikinya
#iran #as #perang #taiwan
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/670561/full-sinyal-as-serang-iran-lagi-pengamat-soroti-penundaan-penjualan-amunisi-ke-taiwan
Yang terbaru, Amerika Serikat menunda penjualan senjata ke Taiwan demi memenuhi kebutuhan amunisi untuk melawan Iran. Apakah ini sinyal perang benar-benar akan berlanjut?
Simak ulasan Dosen Kajian Ketahanan Nasional UI, Stanislaus Riyanta, dan Guru Besar Hukum Internasional FH UGM, Heribertus Jaka Triyana, dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV pada Sabtu (23/5/2026).
Baca Juga Donald Trump Bersumpah Dapatkan Uranium Iran: Kami Tak Biarkan Mereka Memilikinya di https://www.kompas.tv/internasional/670505/donald-trump-bersumpah-dapatkan-uranium-iran-kami-tak-biarkan-mereka-memilikinya
#iran #as #perang #taiwan
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/670561/full-sinyal-as-serang-iran-lagi-pengamat-soroti-penundaan-penjualan-amunisi-ke-taiwan
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:03Intro
00:07Di tengah ketidakpastian perdamaian Amerika Serikat dan Iran,
00:11kebutuhan persenjataan menjadi hal yang penting.
00:15Yang terbaru, dikutip dari kantor berita internasional
00:18milik pemerintah Turki, Anadolu Ajansi,
00:21Amerika Serikat menunda penjualan senjata ke Taiwan
00:23karena kebutuhan amunisi untuk perang melawan Iran.
00:28Keputusan itu disampaikan dalam Sidang Komite Alokasi Anggaran Pertahanan Senat
00:32di Washington pada Kamis lalu.
00:37Hal ini menjadi sinyal Amerika Serikat serius menyikapi kemungkinan perang melawan Iran berlanjut.
00:44Militer Amerika Serikat sebelumnya juga melakukan uji tembak 12 roket
00:49dari peluncur bergerak di lapangan tembak kaki Gunung Fuji, Jepang,
00:53pada rabu waktu setempat.
00:55Amerika Serikat mengatakan,
00:57sistem HIMARS digunakan dalam serangan pembuka terhadap Iran.
01:01Sistem ini meluncurkan roket berpemandu presisi baru
01:04yang dapat mencapai target sejauh ratusan mil.
01:09Tidak, sejak, berkata dari penjualan kejauh ratusan yang mencapai hitam.
01:39Meski terus-menerus mendapat ancaman serangan yang lebih dahsyat,
01:42warga Iran mulai turun ke jalan untuk mendukung negaranya
01:45melawan Amerika Serikat.
01:47Melalui kampanye Jan Fada atau pengorbanan untuk Iran,
01:51otoritas Iran mendirikan pos-pos pelatihan senjata
01:54bagi publik di Teheran.
01:56Warga, baik laki-laki maupun perempuan,
01:59diajari cara dasar menggunakan senapan serbu dan senapan mesin.
02:03Cara ini menunjukkan kesiapan publik membela negaranya
02:07setelah serangan Amerika Serikat dan Israel.
02:10Pemerintah Iran menyebut,
02:12jutaan warga telah mendaftarkan diri
02:14untuk mempertahankan negara.
02:15Langkah ini dilakukan di tengah ancaman
02:18Presiden Amerika Serikat Donald Trump
02:20yang memperingatkan kemungkinan tindakan militer
02:23jika negosiasi gagal.
02:50Kebentuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran
02:53disebabkan ketidakpercayaan Iran terhadap Amerika Serikat
02:56serta benturan tuntutan kedua belah pihak.
02:59Washington menuntut penghentian program nuklir secara total,
03:03sementara Teheran menolak keras pendekatan Amerika Serikat
03:06yang dianggap terlalu menekan dan merugikan kedaulatan mereka.
03:16Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terus berlanjut.
03:19Kedua pihak menyatakan siap jika negosiasi buntu dan perang berlanjut.
03:23Yang terbaru, sodara, Amerika Serikat menunda penjualan senjata ke Taiwan
03:27demi memenuhi kebutuhan amunisi melawan Iran.
03:31Apakah ini sinyal perang benar-benar akan berlanjut?
03:34Kita akan diskusikan bersama dengan dua narasumber saya melalui sambungan daring.
03:38Pertama ada dosen kajian ketahanan nasional dari Universitas Indonesia,
03:42Bung Stanis Laos Rianta.
03:44Serta ada guru besar hukum internasional, Fakultas Hukum UGM,
03:49Bapak Heribertus Jakatriana.
03:51Selamat pagi Bapak-Bapak, Assalamualaikum.
03:54Selamat pagi Mbak.
03:55Saya ingin ke Bung Stanis dulu.
03:57Bung Stanis, ini kalau kita lihat Amerika Serikat sampai terpaksa menunda
04:01untuk menjual amunisinya ke Taiwan.
04:04Apakah ini menjadi sinyal bahwa memang Amerika Serikat akan serius menggempur Iran?
04:11Ataukah ini hanya sciwar semata?
04:15Saya melihat ini sciwar dan ini SOP standar.
04:18Ketika negara sedang dalam kondisi mau perang atau rencana perang,
04:22maka penjualan-penjualan senjata atau penjualan amunisi itu akan dikurang-kurangi
04:28karena mereka memerlukan stok.
04:29Dan saya kira kalau melihat apakah ini gertakan,
04:34ya kalau Trump kan memang suka menggertak.
04:36Sejak pertama perang itu sudah melakukan gertakan-gertakan
04:39walaupun gertakan-gertakan Trump itu sedikit yang dilakukan,
04:44tapi saya melihat bahwa sebenarnya soal amunisi ini sebenarnya adalah SOP standar.
04:50SOP standar karena negara sedang dalam kondisi perang.
04:52Jadi bukan mengarah kepada langkah yang akan lebih serius,
04:56tapi ini SOP standar.
04:58Oke, jadi ini merupakan SOP standar begitu ya untuk Amerika Serikat
05:02yang saat ini tengah dalam fase perang begitu dan belum ada titik temu di sana.
05:07Nah, kalau kita melihat soal kekuatan militer, Bung Stanis,
05:11bagaimana dengan kebutuhan senjata Amerika Serikat?
05:13Apakah sudah sebegitu kewalahankah Amerika Serikat
05:17sampai kemudian harus menunda penjualan senjata ke Taiwan?
05:21Kalau memang ini hanya sebatas SOP saja?
05:25Saya kira tidak ya harusnya ya, harusnya tidak ada kewalahan ya,
05:29karena Amerika negara besar dan memang terkait halusista.
05:33Amerika ini peringkat satu dunia, jauh dengan Iran yang peringkat 15,
05:38Israel di atasnya sedikit 14.
05:40Jadi kalau saya melihat soal senjata ini saya kira harusnya tidak kewalahan,
05:44tapi perang dengan Iran itu kan ternyata bukan perang dengan senjata, dengan senjata.
05:49Iran menggunakan strategi-strategi asimetrisnya,
05:53dia menggunakan slat hormusnya sebagai senjata yang lebih ampuh.
05:57Jadi penggunaan muru kendali itu misalnya antara Amerika dan Iran saya kira tidak efektif.
06:03Tapi Iran memainkan slat hormus yang sangat efektif
06:06sampai membuat dampak kemana-mana, ke seluruh dunia.
06:09Ini yang dikhawatirkan Amerika sebenarnya.
06:11Jadi senjata Amerika itu bisa kalah dengan penguasaan Iran di slat hormus sebenarnya.
06:17Maka penggunaan senjata yang besar itu sebenarnya malah merugikan sebenarnya.
06:22Jadi yang sebaiknya digunakanlah diplomasi,
06:25kemudian digunakanlah perundingan-perundingan yang melipatkan pihak ketiga,
06:29sehingga perdamaian dan kesepakatan tercapai, bukan dengan senjata.
06:32Oke, nah ini kalau dari sisi soal ketahanan militer serta kekuatan.
06:36Tapi bagaimana Pak Heribertus melihat ini dari sisi hubungan internasional?
06:41Penundaan penjualan senjata ke Taiwan ini,
06:44apakah Anda melihat ada kaitannya dengan pertemuan Trump dan juga Xi Jinping
06:50pada beberapa pekan lalu?
06:55Yang pertama saya kira setelah pertemuan antara Trump dengan Xi Jinping,
07:00ini kan harus ada prakondisi-prakondisi untuk menciptakan ruang-ruang kepercayaan bilateral
07:06antara Amerika dengan China.
07:08Nah, salah satunya adalah terkait dengan pencapaian tujuan Amerika,
07:12terkait dengan posisi China dan terhadap Iran.
07:16Saya kira pada saat sekarang kita ada melihat dua hal.
07:18Pertama, saat sekarang Amerika itu menunda apa yang disebut sebagai unilateral sanctions
07:24atau menunda sementara penggunaan kekerasan bersenjata terhadap Iran.
07:27Ini adalah sinyal yang saya katakan kemarin adalah
07:30Amerika sedikit mengalah dalam tataran teknis untuk mencapai langkah yang lebih besar.
07:34Nah, ini diikuti dengan yang kedua saya kira,
07:37Amerika menunda penjualan persenjataan ke Taiwan,
07:41ini juga sebagai satu langkah confidence building
07:45untuk mencapai tujuan pertemuan bilateral pasca ketemu dengan Xi Jinping.
07:49Saya kira dari sisi kepentingan bilateral Amerika ini jelas.
07:53Satu, ingin membawa, merangkul China terkait dengan kepentingan Amerika di Iran,
07:58supaya satu, China itu bisa menjadi mediator yang sama-sama kuat,
08:04yang sama-sama bisa menekan Iran secara apa itu politis, ekonomi,
08:08dan juga dari sisi persenjataan.
08:10Lalu yang ketiga, saya kira ini juga memberikan pesan kepada China
08:14bahwa saat sekarang Amerika itu dalam posisi untuk hold sementara
08:19terhadap isu di Taiwan yang sangat sensitif dengan China.
08:22Saya kira kepentingan apa itu Amerika dalam situasi ini adalah
08:27untuk melaksanakan apa yang disebut sebagai
08:30prakondisi pasca pertemuan besar,
08:32sehingga kepentingan Amerika itu terpenuhi.
08:35Lalu yang selanjutnya, saya kira juga ini kalau dikatakan
08:40apakah ada persiapan untuk menyerang Iran,
08:43tanda-tanda pokok serangan yang lebih besar saya kira belum kelihatan,
08:46belum muncul.
08:47Misalnya apa?
08:48Pengerahan komponen cadangan yang besar dari Amerika itu juga belum ada.
08:52Lalu yang ketiga, penarikan hubungan diplomatik
08:55di beberapa negara kawasan di Iran juga belum terjadi.
08:59Dan yang saya kira yang ketiga, bagaimana saat sekarang
09:02juga belum ada tanda-tanda pengerahan terkait dengan
09:05apa itu kapasitas militer Amerika di kawasan.
09:08Sehingga saya kira ini masih sangat jauh,
09:11dan menurut saya ini adalah sebagai sebuah pesan,
09:13saya setuju dengan Mas Tendari,
09:14ini adalah cyber yang bisa bermakna baik internal maupun eksternal,
09:19karena juga kita bisa lihat Iran sekarang sedang menyiapkan kekuatan
09:23apa itu bela diri masal masyarakatnya,
09:26yang saya kira ini adalah berbeda, bertentangan dengan kekuatan,
09:31kecanggihan senjata dibalas dengan kemampuan menggerakkan warga negaranya
09:36untuk bela diri semesta di Iran.
09:38Saya kira ini gambaran-gambaran yang bisa menunjukkan bahwa
09:41semua pihak masih dalam posisi menunggu,
09:44dan juga saya kira secara internal ini adalah
09:47manajemen stok amunisi di Amerika.
09:49Oke, jadi kalau menurut Anda ini adalah pesan yang ingin disampaikan
09:54seorang pemimpin Amerika Serikat dalam hal ini adalah Donald Trump
09:58kepada Iran dan juga pastinya dunia begitu ya,
10:01pada saat ini posisi masih menunggu.
10:04Anda sependapat Bung Stanis belum ada tanda-tanda
10:08atau sinyal yang mengarah bahwa akan ada pengerahan pasukan
10:14dan sebagainya untuk bisa melakukan penyerangan yang masif
10:19dalam tanda kutif dan juga agresif kepada Iran hingga saat ini.
10:23Masih wait and see.
10:26Tanda-tandanya malah sebaliknya bahwa kapal induk juga ditarik,
10:29ada satu kapal induk ditarik, kemudian tidak ada pengerahan pasukan.
10:32Perang itu membutuhkan mobilisasi yang sangat besar.
10:35Pengerahan pasukan darat,
10:36tentu kebenaran persiapan misalnya ada penerjunan,
10:38lintas udara, nanti di base camp mereka juga disiapkan.
10:41Kemudian persiapan-persiapan di home base Amerika itu harusnya kelihatan.
10:47Kemudian pangkelan-pangkelan Amerika di sekitar kawasan juga harusnya kelihatan.
10:51Tapi ini nampaknya tidak demikian.
10:53Jadi masih seperti biasa saja.
10:55Tapi yang paling penting menurut saya langkah mundurnya adalah
10:58dengan penarikan kapal induk.
10:59Satu kapal induk ditarik ini menunjukkan bahwa
11:01niat perangnya semakin turun.
11:03Kalau ancaman itu ada juga sama intensi dan kapabiliti.
11:06Penarikan kapal itu intensinya berarti menunjukkan penurunan,
11:10apalagi kapabilitinya.
11:11Jadi arah ke sana semakin kecil.
11:14Oke, penarikan kapal induk itulah menjadi salah satu tanda yang bisa dibaca,
11:20sinyal-sinyal yang bisa dibaca dengan sikap Amerika Serikat.
11:24Apakah ini menjadi momentum yang pas menurut Pak Heribertus
11:30untuk bisa pihak ketiga masuk antara Amerika Serikat dan juga Iran?
11:37Dalam hal ini kita tahu beberapa hari yang lalu
11:40Presiden Xi Jinping dan juga Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan pertemuan.
11:49Saya kira saat sekarang memang ini menjadi sebuah pertaruhan yang besar dalam kerangka geopolitik internasional.
11:57Apa yang disampaikan oleh Xi Jinping bersama Presiden Vladimir Putin itu kan secara tegas,
12:02secara lugas menyatakan bahwa penggunaan kekerasan bersenjata Amerika terhadap Iran itu adalah illegal under international law.
12:10Saya kira ini menjadi satu indikator secara internasional bahwa saat sekarang tarik-menarik permainan geopolitik dunia itu kan sudah kelihatan
12:21sekali.
12:21Bahwa saat sekarang China dengan Rusia itu ada di belakangnya Iran, Amerika dengan Israel itu juga menjadi satu kubu tersendiri
12:29yang saat sekarang itu menjadi tarik-menarik yang saling over and receiving.
12:33Nah saya kira saat sekarang juga itu sudah menjadi sebuah kulminasi bahwa pihak ketiga dalam hal ini
12:41mereka yang bersifat non-partisan dalam kedua belah ini bisa menunjukkan itikat baik mereka untuk membawa mengusulkan.
12:50Apa itu? Usulan-usulan yang sifatnya itu adalah redefinisi terkait dengan tiga isu utama yang deadlock
12:57yaitu nuklir, hormus, dan juga unilateral sanctions.
13:00Saya kira sanksi unilateral Amerika itu sudah mulai menurun juga
13:03lalu penggunaan hormus itu juga sudah mulai kelihatan tanda-tanda penurunannya
13:09dan bisa digunakan untuk kepentingan banyak pihak
13:11tapi yang masih deadlock itu adalah terkait dengan pengayaan uranium
13:15yang ini menjadi hak dari Iran yang selalu menjadi harga mati buat Iran
13:20tapi kan dari sisi Amerika pengayaan uranium ini diminta untuk dinolkan
13:25sampai batas tidak ada pengayaan uranium yang ini juga ditolak.
13:31Nah deadlocknya saat sekarang ada di titik itu sementara.
13:34Oke, soal amunisi Amerika Serikat apakah benar-benar akan serius menyerang secara masif kepada Iran
13:44begitu Iran sendiri sudah dalam tanda kutip ya standby saat ini
13:49posisinya. Kalau Bung Stanis melihat bagaimana sebenarnya kekuatan militer Amerika saat ini
13:58sampai kemudian harus amunisi ditahan atau dihold walaupun tadi Anda mengatakan ini adalah SOP?
14:06Ya harusnya kalau melihat ringkat Amerika itu tidak ada masalah soal senjata.
14:13Sangat gampang harusnya Amerika untuk mengalahkan Iran.
14:16Tapi ini kan masalahnya bukan simetrik war.
14:19Tapi ini asimetrik war.
14:20Sehingga bukan hanya dengan senjata tapi dengan hal-hal lain.
14:24Ada komponen-komponen lain, ada faktor lain yang tidak mudah perang itu bisa menang.
14:29Jadi saya kira itu penjualan amunisi itu satu SOP yang kedua mungkin untuk melunakan hati Cina juga.
14:37Tapi bukan permasalahan ini akan disimpan untuk melakukan serangan ke Iran tidak.
14:43Jadi lebih kepada bahwa itu cyber Amerika kemudian melunakan hati Cina kemudian standar seperti itu.
14:52Tapi kalau soal alusista, kalau ini hanya perang simetrik itu Amerika harusnya tidak ada kesulitan
15:00karena mereka memang negara yang mempunyai standar militer yang sangat tinggi
15:03dan dia mampu mempunyai industri alusista yang sangat baik saya kira.
15:07Jadi soal amunisi bukan suatu hal yang serius untuk melakukan perang bagi Amerika.
15:15Oke, kalau Prof. Jaga sendiri melihat bagaimana kalau dari sisi internal atau domestik Amerika Serikat sendiri?
15:21Kita tahu para anggota Kongres dari Partai Republik menunda pemungutan suara
15:26untuk menentukan kepastian perang terhadap Iran saat ini.
15:30Nah, dalam konteks domestik Amerika Serikat, apa sebenarnya imbas Republikan
15:35sampai harus menunda voting yang memang seharusnya dilaksanakan pada Kamis waktu Amerika Serikat?
15:43Saya kira apa yang terjadi adalah untuk kepentingan politik dalam negeri
15:47kontestasi antara Partai Republikan dengan Partai Demokrat
15:50untuk menghadapi pemilu selah November 2026.
15:54Saya kira apapun yang terjadi eksternal itu kan akan berdampak terhadap kepentingan elektoral di level domestik.
16:01Nah, saya kira untuk prakondisi-prakondisi ini bagaimana saat sekarang
16:04Donald Trump itu juga melakukan apa yang disebut sebagai branding, imaging
16:09terkait dengan apa yang dia lakukan sebagai kebijakan luar negeri terhadap apa itu Iran,
16:14terhadap Israel, terhadap China, terhadap Taiwan, dan juga di halaman belakang Amerika
16:20terkait dengan isu Kuba, Venezuela, dan lain sebagainya.
16:23Konsolidasi eksternal ini saya kira saat sekarang sedang dilakukan oleh Donald Trump
16:27untuk memperoleh, menguatkan apa yang disebut sebagai sentimen positif terkait dengan kebijakan Partai Republikan
16:36untuk memenangkan kontestasi politik di level domestik.
16:40Dan saya kira ini kita bisa melihat tanda-tandanya bahwa Partai Demokrat juga mengendorkan
16:45apa itu quote-unquote serangan kepada Partai Republikan
16:49yang saya kira semuanya mengambil ancang-ancang, mengambil posisi
16:53untuk menentukan arah dan juga menentukan pilihan.
16:56Paling tepat untuk sekali lagi kalau kita lihat kontestasi antara dua partai politik di Amerika ini kan
17:02is internally driven by apa itu better arguments either
17:07di dalam konteks kerangka politik internal maupun politik eksternalnya.
17:11Driven by better political options, saya kira ini sedang dimainkan oleh kedua belakang
17:16untuk mencapai apa yang disebut sebagai pilihan-pilihan rasional bagi pemiliknya.
17:21Oke, terakhir Ruf Jaka, kalau Anda melihat dengan adanya pertemuan
17:25antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan juga Presiden Rusia Vladimir Putin
17:31apakah nanti keduanya akan menghasilkan keputusan-keputusan
17:35yang bisa signifikan dalam hal ini adalah antara Amerika Serikat dan juga Iran
17:41ataukah kemudian kedua negara ini tetap berada di belakang Iran
17:47tanpa ikut campur urusan Amerika Serikat dan Iran berpotensi yang mana?
17:54Saya kira dua negara ini tergantung secara ekonomi dan natural resources dari Iran
18:00yang menghidupi ekonomi mereka.
18:02Nah, secara formal memang antara Xi Jinping dengan Trump itu kan bahasa-bahasa diplomasinya
18:08itu kan sangat-sangat apa itu ambigu gitu ya dalam kerangka mencapai kepentingan mereka.
18:13Tapi setelah pertemuan dengan Putin ini kan kelihatan jelas sekali bahwa saat sekarang
18:18Rusia dan China itu betul-betul melakukan apa itu pressure secara formal
18:22terkait dengan penggunaan kekerasan bersenjata yang bisa berdampak terkait dengan
18:26pilihan-pilihan politik di sistem hukum internasional dan hubungan internasional di PBB misalnya.
18:32Nah, saat sekarang bagaimana Amerika juga melihat indikator terkait dengan
18:36keterikatan Amerika dengan Israel untuk sama-sama menahan diri terkait dengan
18:42penggunaan kekerasan bersenjata di Iran.
18:44Nah, ini juga menjadi indikator yang saya kira bisa menentukan langkah-langkah alignment
18:50ataupun apa itu disalignment antara kepentingan masing-masing negara ini
18:54untuk sekali lagi menggunakan Iran sebagai apa itu isu utama
18:59untuk menentukan langkah-langkah politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan
19:03dari tiga blok yang paling gede di dunia ini
19:07yang memiliki apa yang disebut sebagai privilege di dalam pembuatan
19:12pelaksanaan hukum dan hubungan internasional misalnya di PBB, di kawasan, dan lain sebagainya.
19:17Oke, terakhir untuk Bungustanis, apa yang ada dalam benak Presiden Amerika Serikat
19:24Donald Trump saat ini ketika menghold amunisinya, tidak menjual kepada Taiwan?
19:28Strategi apa menurut Anda kemungkinan exit strategi yang akan dilakukan
19:33Amerika Serikat selanjutnya terhadap Iran?
19:37Saya melihat bahwa ini terjadi semacam kebuntuan dalam dua bulan terakhir ini
19:42bagaimana Amerika bisa mengakhiri perang dengan Iran
19:45karena kalau kita melihat bahwa isu pertama kali yang diluncurkan Amerika adalah soal senjata nuklir
19:51tapi ternyata sampai hari ini juga Iran tidak menggunakan itu
19:55dan makanya Amerika tidak bisa membuktikan bahwa ternyata ada senjata nuklir
19:59sehingga Amerika yang sudah tiga bulan berperang menghabiskan 500 triliun
20:04ini kan cukup besar sekali dananya maka harus keluar dari perang ini
20:08dan apa yang menjadi strategi itulah sekarang yang akan dipikirkan Trump
20:11supaya nanti tidak berdampak pada pemilu setelah pada akhir tahun ini
20:15Oke kita akan lihat apa strategi yang akan dimainkan oleh Presiden Donald Trump
20:20untuk bisa kemudian mengamankan market dan juga mengamankan politik dia
20:26posisi dia di Amerika Serikat
20:28Terima kasih dosen kajian ketahanan nasional dari Universitas Indonesia
20:32Bung Stanislaus Sriyanta
20:34serta ada guru besar hukum internasional Fakultas Hukum UGM
20:38Prof. Heribertus Jagatriana
20:40Terima kasih Bapak-Bapak sehat selalu
20:42Assalamualaikum selamat pagi
20:43Selamat pagi
20:44Terima kasih
20:45Terima kasih
Komentar