Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 menit yang lalu
JAKARTA,KOMPASTV - Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap Presiden Prabowo menerima beberapa tokoh yang pernah menjadi Menteri atau Gubernur Bank Indonesia.

Dalam pertemuan tadi disampaikan beberapa hal yang menjadi pengalaman mereka saat menghadapi krisis di tahun 2008.

"Tentu Bapak Presiden meminta kami peserta Menteri Keuangan untuk memonitor bagaimana regulasi-regulasi untuk memperkuat situasi finansial dan juga menjaga prudensial dari perbankan kita. Kita memang jumlah perbankan banyak dan mungkin kita perlu kaji bagaimana permodalannya untuk diperkuat,"kata Airlangga, Jumat (22/5/2026).

Sementara itu, Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti pentingnya pengawasan terhadap lembaga pengelola dana dan ekspor agar tidak berkembang menjadi monopoli baru.

Ia mengusulkan agar pengawasan dilakukan secara lintas kementerian, termasuk melibatkan unsur Kementerian Keuangan dan lembaga terkait lainnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia periode 20032008 Burhanuddin Abdullah, Menteri PPN/Kepala Bappenas periode 20052009 Paskah Suzetta, Wakil Menteri PPN/Bappenas periode 20102014 Lukita Dinarsyah Tuwo, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Rizaldi

Baca Juga Link Live Streaming Persija vs Semen Padang, Sore Ini Mulai Jam 16.00 WIB di https://www.kompas.tv/olahraga/670581/link-live-streaming-persija-vs-semen-padang-sore-ini-mulai-jam-16-00-wib



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/670591/menko-airlangga-ungkap-alasan-prabowo-kumpulkan-eks-pejabat-ekonomi-bahas-krisis-dan-rupiah
Transkrip
00:00Pak Presiden menerima beberapa tokoh yang pernah menjadi Menteri atau Gubernur Bank Indonesia
00:09antara lain tadi Pak Burhanuddin, kemudian ada Pak Paskah Suseta, ada Pak Derajat, ada Pak Lukita
00:23dan dalam pertemuan tadi disampaikan beberapa hal yang menjadi pengalaman mereka saat menghadapi krisis di tahun 2008
00:39kebetulan mereka rata-rata di periodenya antara 2004 sampai 2014
00:45dan dalam pertemuan tersebut mereka menyampaikan beberapa catatan yang terjadi
00:55dan mereka mengatakan kalau di masa lalu inflasi kita di periodenya sekitar 17%
01:03dan juga terjadi perubahan nilai kursi akibat krisis minyak
01:10di tahun 2005 ada krisis minyak di mana harga minyak bisa naik sampai 140 dolar
01:16ada pada waktu itu penyesuaian harga sehingga inflasinya bisa naik ke 27%
01:21nah kalau kita cek dengan konteks hari ini relatif situasi makro kita lebih baik, fundamental lebih kuat
01:30dan depresiasi rupiah itu sekitar 5%
01:35jadi jauh lebih rendah dari berbagai kasus sebelumnya
01:41dan dari situ sebetulnya kita belajar bagaimana mengantisipasi dan apa yang diperlukan untuk menghadapi situasi-situasi ke depan
01:51dan tentu Bapak Presiden meminta kami bersama Menteri Keuangan untuk memonitor bagaimana regulasi-regulasi untuk memperkuat situasi finansial
02:06dan juga menjaga prudensial dari perbankan kita
02:10kita memang jumlah perbankan banyak dan mungkin kita perlu kaji bagaimana permodalannya untuk diperkuat
02:19kemudian yang berikut juga kami laporkan terkait kemarin pertemuan dengan para asosiasi pengusaha
02:25baik dalam maupun luar negeri
02:28sosialisasi dari devisasi ekspor dan sosialisasi daripada ekspor melalui badan usaha milik negara
02:37dan antara sumber daya industri dan hampir dari seluruh asosiasi
02:42baik dalam maupun luar negeri
02:45mereka mengapresiasi kebijakan yang diambil oleh pemerintah
02:49dan mereka siap untuk pekerja sama dengan badan yang dibentuk oleh pemerintah
02:54mungkin
02:55Banyak ekonomi mengatakan bahwa IHSG itu kan kemarin ada indeks daripada emiten yang keluar dari lembaga rating
03:20nah tentu koreksi itu suatu hal yang wajar ada koreksi di market
03:30Tidak
03:55Tidak
03:56memasak dari keuangan, dari kementerian lain juga supaya tidak jadi monopolis yang seenak jidat gitu
04:02nanti jadi kembali untuk
04:04kalau nggak diawasin dengan betul nanti akan jadi lembaga monopolis yang menjadi sumber masalah lagi
04:10saya pikir pengawasan di DSI akan lebih bagus dibanding lembaga-lembaga yang ada sebelumnya
04:16sehingga dia nggak akan jadi monopolis yang akan dipasar
04:22dari mana-mana
04:23nanti dari mana-mana
04:32ini akan berlaku kan mulai 1 Juni
04:36langsung
04:37ya implementasi kan ada tahapannya
04:40tapi mulai berlaku 1 Juni
04:45fullingnya nanti kita evaluasi 3 bulan
04:47ya
04:48terima kasih
04:55nanti tentu dicek melalui bisa melalui biaya cukai dan nanti akan diketahui melalui danantara dan melalui sistem
05:02jadi sehingga akan otomatis termonitor
05:14nanti akan diatur ada kartu kuning ada kartu merah
05:18ya terima kasih
05:19terima kasih
05:20ya terima kasih
05:26Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan