00:00Isu pangan bukan sekedar bicara tentang produksi dan harga,
00:04tapi juga kesejahteraan petani dan juga nelayan.
00:06Meski punya peran strategis,
00:09nyatanya pelaku sektor pangan kerap menemui keterbatasan akses.
00:17Sistem pangan di Indonesia masih menemui beragam tantangan.
00:20Bagi sejumlah pelaku di sektor pangan seperti pertanian dan perikanan,
00:24setiap proses yang dilalui dianggap masih perlu sejumlah perbaikan.
00:27Melihat kondisi ini, Center for Indonesian Policy Studies atau CIPS
00:33menggelar Bekal Mapan atau Bersama Kawal Masa Depan Pangan
00:37sebagai produk dari inisiasi Mapan alias Masa Depan Pangan.
00:43Bertempat di Taman Ispail Marzuki, Jakarta,
00:46digelar diskusi dan berbagai aktivitas seperti pameran foto
00:49hingga pemutaran film dokumenter berjudul Besok Kita Nanem Lagi
00:53yang memotret realita dan tantangan kehidupan petani di wilayah Jawa Barat.
00:58Kepala Peneliti CIPS, Aditya Alta, menyebut
01:02apa yang dilakukan pemerintah harus lebih sensitif terhadap kebutuhan petani.
01:06Seperti misalnya, bantuan yang diberikan bukan sebatas pada pupuk murah,
01:10tapi bisa juga keperalatan dan infrastruktur yang kerap memakan biaya besar.
01:15berbicara soal subsidi pupuk itu bukan berarti bahwa kita tidak butuh gitu kan pupuk-pupuk murah ya.
01:21Jelas gitu kan pupuk yang terjangkau kita semua butuh.
01:25Nah, namun sekarang itu kan persyaratan misalnya ya,
01:28persyaratan penerimaan pupuk itu adalah di bawah 2 hektare.
01:32Nah, apakah, salah satu pertanyaan misalnya,
01:35apakah yang di luar 2 hektare semuanya itu tidak punya
01:39ekonomis of scale yang memungkinkan dia untuk memperoleh pupuk di pasar bebas misalnya.
01:46Karena kita melihat misalnya saja rata-rata luas lahat pertanyaan itu kan
01:50misalkan sensus terakhir 0,5 hektare gitu,
01:53sekitar 90 persen mungkin 0,5 hektare gitu kan.
01:57Nah, apakah yang sampai 2 hektare seriogianya diberikan juga gitu.
02:02Karena kalau tidak, berarti kan kita punya saving tuh.
02:04Kita punya dana lebihan yang bisa kita alirkan ke tempat lain.
02:08Nah, mungkin kalau saya jadi pembuat kebijakan
02:11dan ada yang bisa saya koprek-koprek,
02:12itu tuh kira-kira bisa nggak sih ini dihemat masukin kemana,
02:17mungkin jadi bisa investasi di peralatan atau di infrastrukturnya misalnya.
02:23Staff Ali Menteri Bidang Manajemen Konektivitas Kemenko Bidang Pangan,
02:27Prayudis Syamsuri dalam diskusi mengatakan,
02:30saat ini pemerintah berupaya ada generasi yang seimbang
02:33dibarengi dengan kemudahan akses teknologi.
02:36Harapannya ke depan, petani bisa lebih modern
02:39dan memiliki harapan atas hidup yang lebih baik.
02:42Artinya bahwa semakin dekat pemerintah ini terhadap masyarakatnya,
02:47termasuk di sektor pertanian ini dan pertaniannya.
02:51Oleh karena itu, bisa kita katakan bahwa sehari-hari
02:56teman-teman itu didampingi juga oleh penyuluh,
02:59sebagian-bagian dari wakil dari pemerintah kita.
03:04Nah, apa yang dibutuhkan oleh petani kita?
03:07Tentu adalah pendampingan, kemudian pelatihan-pelatihan,
03:11harapan kita bahwa kita semakin menjadikan pertanian ini
03:16menjadi usaha yang presisi.
03:19Presisi itu apa?
03:21Presisi itu artinya bahwa
03:22kalau kebutuhan pupuknya per kilogram di lahan tersebut
03:29hanya butuh 200 kilo,
03:32tidak perlu membeli sampai 250 kilo.
03:35Dua petani dari generasi berbeda,
03:37Sardi dan Rian dalam film dokumenter
03:39Besok Kita Nanam Lagi, juga angkat bicara.
03:42Rian misalnya, menjadi petani beras organik di Karawang
03:45sejak 2024, tetap optimis.
03:48Bagi Rian misalnya, tingginya biaya produksi
03:50dan pasar yang terbatas harus diimbangi dengan
03:52kreativitas berjualan lewat daring
03:53seperti yang dilakukan, sehingga hasil panennya bisa terserap.
03:57Sementara Sardi, yang sudah bertani sejak tahun 90-an,
04:01percaya bisa terus maju dan hidup
04:02menjadi petani yang berkecukupan.
04:05Petani itu untuk hajat hidup orang banyak.
04:10Bahkan tadi kata Bapak Sekarang sampaikan,
04:13selagi masih ada orang hidup,
04:16petani akan tetap berjalan.
04:18Yang selanjutnya, tadi saya sampaikan bahwa
04:21petani itu sosok manusia tangguh.
04:27Gagal panen, tanam lagi.
04:30Bahkan krisis moneter, saya terus saya sampaikan,
04:3481, 90 perang teluk, 98,
04:39perusahaan kolek,
04:42petani malah maju.
04:44Bagian yang tertarik melihat peran orang-orang
04:46di balik tiap suapan makanan,
04:48acara bekal mapan,
04:49masih digelar hingga 23 Mei 2026.
04:52Pengunjung diharapkan mendapat pengalaman
04:55menarik akan pentingnya sistem pangan yang terbuka,
04:57inklusif, dan mendukung kesejahteraan petani
04:59dan layan Indonesia.
Komentar