00:00Dana MBG 12 triliun mengendap di rekening yayasan,
00:04stranas PK soroti korupsi.
00:06Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi atau stranas PK
00:10mengungkap adanya dana program makanan bergizi gratis
00:13sebesar 12 triliun rupiah yang belum terserap
00:16dan masih mengendap di rekening yayasan pengelola.
00:20Temuan ini disampaikan dalam diskusi publik
00:22di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan pada Kamis 21 Mei 2026.
00:27Perwakilan stranas PK, Sari, menjelaskan realisasi program MBG saat ini
00:32baru mencapai sekitar 60,57%.
00:36Akibatnya, masih terdapat sisa anggaran dalam jumlah besar
00:40yang tersimpan di virtual account yayasan pelaksana dapur MBG.
00:44Kondisi tersebut dinilai rawan menimbulkan praktik korupsi
00:47karena pengawasan program dianggap perlu maksimal.
00:50Tak hanya soal dana mengendap, stranas PK juga menyeroti proses
00:54penunjukkan yayasan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG.
00:59Berdasarkan kajian Komisi Pemberantasan Korupsi,
01:02terdapat indikasi konflik kepentingan dalam penentuan pihak pengelola program.
01:07Bahkan disebut ada dugaan praktik transaksional
01:10untuk mendapat jatah pengelolaan dapur MBG di sejumlah daerah.
01:14Melalui metode Social Network Analysis,
01:17stranas PK menemukan kepemilikan yayasan pengelola
01:20cenderung terkonsentrasi pada kelompok tertentu.
01:23Situasi ini memunculkan kekhawatiran terkait transparansi
01:27dan akuntabilitas pelaksanaan program prioritas pemerintah tersebut.
01:32Selain itu, stranas PK menilai program MBG masih minim melibatkan supplier lokal.
01:37Data yang dipaparkan menunjukkan pemasok dari daerah
01:41hanya menyumbang sekitar 1,5 persen dari total kebutuhan program.
01:45Padahal MBG sebelumnya diharapkan dapat membantu
01:49menggerakkan ekonomi lokal di berbagai wilayah Indonesia.
Komentar