00:00Pak Presiden menanyakan, bagaimana pendapat Hokman tentang kasus Nadiem?
00:05Apa dia bersalah atau tidak?
00:08Halo masyarakat Indonesia, hari ini tanggal 19 Mei,
00:14tepat jam 8 malam pada saat saya sudah mau tidur,
00:19tiba-tiba telepon saya berdering dari Ajudan, Istana Ajudan Presiden,
00:25dan kemudian saya disambungkan dengan Bapak Presiden Prabowo.
00:32Pertama-tama Bapak Prabowo bilang, selamat malam sahabatku, selamat malam mantan klienku.
00:38Ya, itulah saya ucapkan, tapi ternyata dia itu mau mencari keadilan,
00:45dia itu benar-benar ingin keadilan tercipta.
00:49Dia menanyakan, Pak Presiden menanyakan, bagaimana pendapat Hokman tentang kasus Nadiem?
00:55Apa dia bersalah atau tidak?
00:57Tentu, saya sudah memberikan urayan pendapat saya kepada Bapak Prabowo,
01:03karena saya ikut dalam kasus itu, pada awal pertama kali,
01:07saya yang telah menganalisa bukti semuanya.
01:10Namun, di medsos ini, saya tidak bisa membocorkan apa yang saya kasih tahu ke Bapak Presiden.
01:19Itu rahasia saya, namun ada satu hal yang saya ingatkan kepada Presiden.
01:26Saya bilang begini, salah satu asisten dari Nadiem, yaitu Iban,
01:31Iban atau Iban, telah diponis bersalah.
01:36Tentu ponisnya itu mungkin besar dikaitkan dengan bahwa asisten bekerjasama dengan siapa?
01:44Kalau asisten diponis, bekerjasama dengan siapa?
01:49Kalau majelis itu sudah memponis asistennya,
01:52kemungkinan besar dia terikat kepada putusannya,
01:55maka bosnya pun juga akan diponis.
01:57Itu saya kasih logika.
01:59Saya belum membaca, saya belum membaca putusannya Iban,
02:03tapi kemungkinan besar asisten itu diponis dalam rangka membantu majikan atau minimum bersama-sama.
02:14Jadi saya mengatakan yang paling kemungkinan terjadi adalah
02:19majelis hakim akan konsekuen dengan putusannya
02:24seperti yang dilakukan terhadap Iban.
02:26Karena kalau asisten sudah diponis,
02:30tentu asisten itu diponis dalam rangka apa?
02:34Apakah membantu bosnya?
02:36Andalah yang jawab. Anda sudah tahu jawabannya.
02:39Jadi saya bilang sama Pak Presiden,
02:41kemungkinan majelis hakim akan terikat dengan putusannya yang terdahulu.
02:46Tapi apakah Nadiem bersalah atau tidak,
02:49saya utarakan secara jelas ke Pak Presiden,
02:52tapi saya tidak mau membuka di forum Medsos ini.
02:55Oke, saya mau bobo dulu.
02:58Tapi benar-benar memang Pak Presiden netral,
03:01dia berusaha mencari fakta sebanyak-banyaknya.
03:05Namun, apa boleh buat,
03:07Presidangan sudah hampir berakhir.
03:08Hotman Paris.
03:42Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
03:47Satu langkah lebih dekat,
03:49satu langkah lebih terpercaya.
03:52Saksikan Sapa Indonesia Malam
03:54di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar