Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Seiring melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, membuat pengusaha warteg terpaksa juga menaikkan harga jual karena harga bahan dasar seperti tahu dan tempe juga naik.

Bagaimana kondisi riilnya? Berikut laporan jurnalis KompasTV Jinawi Rana Putri dan juru kamera Dedy Setyo dari Semarang, Jawa Tengah.



#pedagangwarteg #warteg #bahanbaku

Baca Juga Jemaah Rutin Senam Pagi Hingga Jemaah Bersiap Bergerak ke Mekkah | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/670187/jemaah-rutin-senam-pagi-hingga-jemaah-bersiap-bergerak-ke-mekkah-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/670195/rupiah-melemah-pedagang-warteg-terpaksa-naikkan-harga-karena-bahan-baku-naik
Transkrip
00:00Intro
00:01Saudara terima kasih Anda masih di Kompas Siang
00:04Seiring melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat
00:08Membuat pengusaha warteg terpaksa juga menaikkan harga jual
00:12Karena harga bahan dasar seperti tahu tempe juga naik
00:15Bagaimana kondisi realnya?
00:17Berikut laporan jurnalis Kompas TV Jinawi Rana Putri
00:20Dan juru kamera Deddy Setio dari Semarang, Jawa Tengah
00:23Dan saudara nilai tukar rupiah hari ini melemah
00:27Dan hari ini berada di kisaran Rp17.500 per dolar Amerika Serikat
00:33Untuk mengetahui seperti apa dampak yang signifikan
00:37Utamanya terhadap pelaku usaha makanan di Kota Semarang
00:39Saya akan mencoba untuk bertanya kepada salah satu pelaku usaha warung tegal
00:45Di daerah Kembalang di Kota Semarang
00:47Ayo ikuti saya
00:50Selamat pagi dengan Ibu Siapa?
00:52Dengan Ibu Siti
00:53Oke Ibu Siti, Ibu kalau boleh tahu ini sedang ngatain Ibu?
00:56Ngatain gorengan
00:58Atau gorengan, gorengan apa aja nih Ibu?
01:00Ini ada tempe, tahu, bawan
01:04Tempe, tahu ya Ibu ya
01:05Hari ini dikabarkan harga tempe tahu lagi mengalami kenaikan harga nih Ibu
01:10Imbas dari harga rupiah yang melemah
01:12Kalau di warung Ibu sendiri itu apakah juga berdampak Ibu?
01:16Berdampak sih
01:16Jadi ukuran, kita bikin ukurannya lebih kecil lagi aja
01:21Untuk mengurangi harganya
01:22Jadi tetap di harga hanya ukurannya aja yang kecil ya
01:27Kalau untuk satu gorengan tahu atau tempe ini harganya berada di kisaran berapa?
01:32Sekarang di Rp1.500 untuk tempe dan tahu semuanya
01:36Untuk gorengannya itu semuanya ratain Rp1.500
01:40Lalu apalagi nih Ibu olahan tahu tempe yang ada dijual disini?
01:44Ada sayur tempe, ada tempe kering
01:47Itu sekarang ada naikan-kenaikan ya
01:50Masing-masing tidak kenaikan
01:51Jadi ada kenaikan Rp500 untuk per itemnya
01:56Untuk tempenya, tempe dan tahu ya
01:58Jadi untuk setiap olahan tahu tempe disini dinaikan harga Rp500
02:01Lalu apakah ada komplain atau mungkin keberatan dari customer Ibu?
02:08Awalnya ada ya
02:09Cuma karena sudah mulai
02:11Mungkin kebanyakan dari semua tempat makan juga ada kenaikan
02:14Jadi mereka bisa menerima
02:17Jadi sudah mulai paham lah customer kita untuk kenaikan itu
02:23Selain tahu dan juga tempe
02:25Mungkin ada lagi Ibu yang mengalami kenaikan harga
02:28Misalkan plastik contohnya
02:29Iya, itu kan barang-barang yang tidak ada harganya ya
02:33Itu ibaratnya untuk free-nya aja ya
02:35Itu di situ ada kenaikan juga
02:37Nah, kita gak kalinya dari nasi
02:39Ada kenaikan Rp1000 untuk perkorsinya
02:44Untuk itu
02:45Karena kan untuk plastik, kertas nasi, semuanya itu kan free ya
02:49Jadi kita gak bisa naikin di mana-mananya
02:53Hanya di nasi
02:54Itu aja
02:55Harapannya nih Ibu, harapannya di tengah kondisi ekonomi seperti ini apa?
02:59Harapannya pemerintah bisa menstabilkan harga-harga pangan di luar ya
03:10Untuk UMKM dan kami para pengusaha warteg ini
03:14Gak kesulitan untuk mengambil keuntungan itu
03:17Sekali untuk bayar karyawan dan lain-lain itu
03:21Apa ya
03:23Makin kecil pendapatan kami
03:26Terima kasih Ibu atas waktunya
03:27Jina Wirana Putri
03:29Dedy Setiaw, Kompas TV, Semarang, Jawa Tenang
03:32Sampai jumpa
Komentar

Dianjurkan