Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin mengungkapkan, hingga kini pihak keluarga justru lebih aktif memberikan pembaruan informasi dibanding jalur resmi diplomatik.

Menurut Andi, komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri memang terus dilakukan. Namun sejauh ini, informasi terbaru justru banyak berasal dari grup internal misi Global Sumud Flotilla.

Ia menjelaskan, sejak kapal berlayar telah dibuat grup khusus untuk masing-masing kapal yang berisi organisasi penyelenggara dan keluarga relawan.

Melalui grup tersebut, perkembangan kondisi relawan terus diperbarui hampir setiap saat.

Tim kuasa hukum tersebut disebut telah tiba di kota pelabuhan Ashdod, Israel.

Menurut Andi, tim hukum itu memang telah disiapkan oleh organisasi Global Sumud Flotilla sebagai bagian dari prosedur jika terjadi penahanan.

"Kami minta Anda untuk terus menekan pejabat kedutaan agar datang ke pelabuhan dan memastikan keselamatan serta kondisi orang yang Anda dukung," kata Andi membacakan pesan di grup.

Dalam sehari bisa terjadi 15 kali update dalam grup itu. Seluruh perkembangan terbaru tersebut, menurut Andi, terus diteruskan kepada Kementerian Luar Negeri RI.



Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/sxltbYzhYEA

#palestina #israel #indonesia

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/670101/pemred-republika-beberkan-fakta-komunikasi-intensif-dari-grup-kapal-global-sumud-flotilla-satu-meja
Transkrip
00:00Saya ke Dio, Dio, boleh cerita sejauh ini komunikasi upaya tentu sudah komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri
00:11Ada hal-hal yang signifikan gak kemajuan apa yang diupayakan oleh Kemlu so far?
00:17Kalau dari Kemlu belum ada, justru saya selalu berusaha mengirim update ke mereka gitu
00:25Jadi sejak berlayar itu, jadi sejak berlayar itu ada grup khusus dibuat untuk masing-masing kapal
00:37Di grup itu ada dari organisasi dan juga keluarga, jadi setiap hari itu kami diupdate
00:44Dan Alhamdulillah tadi sekitar sejam yang lalu sudah ada kabar bahwa tim hukum sudah bisa masuk ke dalam, tim kuasa
00:55hukum
00:55Tim kuasa hukum sudah masuk di kota pelabuhan ASDOT
00:59Oke
00:59Nama tim kuasa hukum itu kebetulan kayak bahasa Indonesia, adalah namanya
01:04Adalah namanya
01:06Itu yang disiapkan oleh Global Semua Teluk Tila
01:08Sudah masuk ke dalam
01:09Oke, ada kemajuan ya ini ya
01:11Ada kemajuan gitu ya
01:13Cuma lagi-lagi, ini saya langsung bacakan sedikit ya
01:16Di grup itu dibilang bahwa kami minta Anda untuk terus menekan pejabat kedutaan
01:21Agar datang ke pelabuhan dan memastikan keselamatan serta kondisi orang yang Anda dukung
01:27Untuk memastikan warga negaranya dalam keadaan baik
01:30Jadi masing-masing negara sudah disuruh nih untuk masuk ke dalam gitu
01:33Tapi kita tidak ada gitu ya
01:35Jadi benar-benar berharap dari tim kuasa hukum ini gitu ya
01:40Tapi paling tidak sampai sekarang
01:41Informasi ini tentu nanti akan Anda sampaikan ke Kementerian Ruang Negeri kan
01:45Iya, saya beberapa kali kirim
01:47Karena memang itu di grup itu terus di update
01:49Sehari itu mungkin bisa 15 kali update gitu ya
01:52Tiap ada yang baru di update lagi, di update lagi
01:54Oke, gimana tanggapannya dari Kementerian Ruang
01:56Tahan dulu, kita harus jeda
01:57Tetaplah di Satu Menjadah Forum
01:59Bersama Kompas TV
02:00Kementerian Ruang Negeri
Komentar

Dianjurkan