Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 8 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Penangkapan dan penyanderaan sejumlah Warga Negara Indonesia oleh tentara Israel menyita perhatian publik.

Pemerintah didesak segera gerak cepat memberikan perlindungan dan membebaskan para sandera. Kasus ini juga membuat publik kembali mempertanyakan keanggotaan Indonesia di BOP.

Lalu, apa langkah yang akan dilakukan guna membebaskan para WNI yang disandera?

Pemimpin Redaksi KompasTV Yogi Nugraha membahasnya bersama:

Andi Muhyiddin - Pemimpin Redaksi Republika

Hikmahanto Juwana - Pakar Hukum Internasional

Dave Laksono - Wakil Ketua Komisi I DPR RI fraksi Partai Golkar


Simak pembahasannya dalam Program Satu Meja the Forum episode Misi Kemanusiaan WNI Ditangkap Israel, Pemerintah Bisa Apa. Tayang Rabu, 20 Mei 2026 pukul 20.30 WIB di KompasTV.



#palestina #israel #indonesia



https://youtu.be/sxltbYzhYEA

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/670091/full-wni-relawan-global-sumud-flotilla-ditangkap-israel-indonesia-bisa-apa-satu-meja
Transkrip
00:06Jika Anda menemukan video ini, mohon disampaikan kepada pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Zionis Israel.
00:22Segera bebaskan saya, segera bebaskan warga negara Indonesia lainnya, dan tetap dukung dan sorotan terus kemerdekaan untuk Palestina.
00:35Apabila kawan-kawan melihat ide ini, berarti tandanya saya sudah diintercept ataupun diculik oleh Zionis Israel.
00:43Tolong selamatkan saya, bebaskan saya, terutama kepada pemerintah Indonesia, Spesial Presiden Prabowo Subianto.
00:50Pemerintah Indonesia, pemerintah Republikan yang semena-mena.
00:59Pemerintah Indonesia, pemerintah Indonesia, pemerintah Indonesia, pemerintah otros, dan juga pemerintah dippers sepulak.
01:08Sampai jumpa di video selanjutnya
01:45Selamat malam, Israel mencegat dan menangkap aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam global sumut flotila
01:52di perairan Internasional Siprus, Mediterania Timur.
01:56Ada sembilan warga negara Indonesia yang ditangkap, termasuk dua jurnalis republika dan satu jurnalis tempo.
02:02Kecaman datang atas tindakan Israel, pemerintah didesak untuk mengumpayakan pembebasan sembilan WNI yang masih ditahan Israel.
02:11Keanggotaan Indonesia di Board of Peace yang didalamnya ada Israel pun kembali disoal.
02:16Misi kemanusiaan WNI ditangkap Israel, pemerintah bisa apa?
02:20Inilah satu meja The Forum malam ini bersama saya Yogi Nugraha.
02:24Sudah hadir di Studio Kompas TV malam ini untuk membahas topik malam ini adalah
02:30Dev Laksono, Wakil Ketua Komis 1 DPR RI dari Fraksi Kepateri Golkar.
02:34Selamat malam Mas Dev, apa kabar?
02:36Selamat malam.
02:37Alhamdulillah.
02:38Ada juga Andi Muhyiddin atau biasa dipanggil Dio, ini sahabat saya dari Memeret Republika.
02:45Malam lagi.
02:45Malam Dio.
02:47Ada juga Prof Hikmahanto Juwana, Pakar Hukum Internasional.
02:50Prof.
02:51Selamat malam Mas Yogi.
02:52Makin sehat, makin strong.
02:55Pertama saya ke Dio.
02:57Dio, pertama turut prihatin atas apa yang terjadi dengan jurnalis Republika dan juga para relawan.
03:05Semoga ada solusi terbaik dan segera bisa dibebaskan.
03:09Saya mau bertanya dulu, di awal Anda sebagai Pemret memberikan izin kepada dua jurnalis untuk bergabung dalam Global Sumut Flotila
03:20itu,
03:20seperti apa ceritanya kalau boleh termasuk sampai mendengar kabar bahwa ada video SOS, persisnya seperti apa kalau boleh ceritakan?
03:30Sebenarnya kalau dari awal sebenarnya agak berat ngasih izin.
03:34Oh sebetulnya ada perasaan agak berat.
03:36Apalagi pengalaman sebelumnya kan ada intercept gitu ya, agak serem-serem juga gitu.
03:43Tapi kedua jurnalis kami, Abeng, panggilannya Abeng dan Todi itu memang dari awal semangatnya tinggi sekali.
03:53Dan dia merasa, dia sebenarnya sudah ikut tahun lalu.
03:56Jadi memang sudah ada panggilan kemanusiaan dari dua jurnalis ini?
03:59Iya, tahun lalu sudah ikut tapi hanya di sekitar perairan Tunisia, meliput di sekitar situ, tidak sampai berlayar.
04:08Karena enggak kebagian kapal waktu itu.
04:11Jadi tahun ini ada ajakan lagi, dia langsung ingin sekali.
04:17Dia ingin menuntaskan misi ini gitu yang belum selesai gitu ya.
04:20Dan kebetulan waktu itu memang dari GSF, Gelomar Sumut, Plotila itu mensyaratkan bahwa yang boleh berlayar adalah yang pernah ikut
04:31tahun lalu.
04:32Karena tahun lalu itu sudah banyak pelatihan.
04:34Karena kan banyak SOP, banyak protokol gitu ya yang harus mereka siapkan gitu ya.
04:41Kalau orang baru mungkin agak mundur lagi kan gitu.
04:44Dan risikonya juga kan pasti tinggi gitu ya.
04:46Jadi akhirnya dengan berat hati gitu dan was-was saya mengizinkan mereka berangkat.
04:54Saat itu disampaikan ke Republika Anda sebagai Pemret, tugas jurnalistik atau memang tugas kemanusiaan atau keduanya?
05:02Karena kalau dari kata sumut, sumut itu kan diambil dari bahasa Arab ya.
05:05Artinya kesabaran, keteguhan, kesiapan untuk menghadapkan kegigihan gitu kira-kira.
05:13Artinya dari awal memang, karena kalau tugas jurnalistik agak berbeda semua ada risikonya.
05:17Itu seperti apa persisnya?
05:18Dari awal saya selalu bilang, enggak cuma ke Abeng dan Todi bahwa tidak ada berita seharga nyawa.
05:26Oke, clear setuju saya.
05:28Saya selalu bilang bahwa jurnalistik itu berbeda dengan relawan gitu.
05:32Kita punya tugas untuk menyampaikan informasi ke publik gitu ya.
05:37Kalau kita kenapa-napa ya enggak sampai informasi itu.
05:39Intinya sebenarnya kayak gitu.
05:41Tapi karena saya melihat bahwa dua orang ini punya pengalaman ikut pelatihan, berbagai macam pelatihan.
05:50Akhirnya saya setuju bahwa mereka ikut.
05:54Anda berikan izin sebagai pemimpin redaksi untuk berangkat.
05:57Sampai ke tanggal berapa mulai mendapatkan informasi?
06:03Hari Senin tanggal 18, terakhir itu Abeng itu mengirim video SOS ke grup kami.
06:12Kami bikin grup khusus misi Gaza ini namanya gitu ya.
06:16Dia kirim grup SOS, setelah itu hilang kontak.
06:21Hilang kontak, Todi juga.
06:24Kebetulan mereka kapalnya terpisah.
06:26Oh mereka ada dua kapal yang berbeda.
06:28Dua kapal terpisah.
06:29Itu juga saya enggak tahu pembagiannya.
06:31Saya sih berharap sebenarnya mereka satu kapal.
06:33Biar liputannya itu juga mereka saling backup sama macam.
06:37Tapi ternyata terpisah gitu ya.
06:39Jadi Todi bahkan lebih siang lagi dia udah enggak ada kabar.
06:43Habis itu Abeng terakhir kirim SOS.
06:47Nah ternyata ada protokol ketika udah kelihatan kapal.
06:52Ada tanda-tanda dikejar.
06:53Ada tanda-tanda.
06:55Mereka menyiapkan video itu SOS gitu ya.
06:58Kirim ke kami.
07:00Kemudian handphone mereka dibuang ke laut.
07:02Oh bukan di situ.
07:03Itu udah protokolnya gitu ya.
07:04Jadi pada saat hilang kami sudah terima videonya.
07:07Kami sih sudah yakin bahwa ini intercept.
07:10Tapi ternyata dari Global Summit Volatile itu punya SOP juga.
07:15Minimal 4 jam setelah video dikirim.
07:19Baru mereka bisa menetapkan status bahwa mereka di intercept.
07:25Diculik kayak gitu ya.
07:26Dan waktu itu memang malam setelah lewat 4 jam.
07:30Baru kemudian dari apa namanya.
07:33Dari yang ada di Turki mengabarkan gitu bahwa confirm mereka dicegat.
07:39Oke saya ke Prof.
07:41Prof Hik.
07:42Gimana mas?
07:42Begitu muncul berita soal penangkapan intercept oleh Israel.
07:48Itu langsung rame nih perbincangan.
07:51Lah kan Indonesia ada di dalam Board of Peace.
07:55Ketika otoritas mengatakan bahwa ya karena Indonesia tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel.
08:01Kemudian publik ramai menyampaikan bahwa ya kan ada satu forum namanya BOP gitu.
08:08Kenapa enggak kesana?
08:09Prof Hik.
08:10Prof Hik.
08:10Melihatnya seperti apa dalam konteks perlindungan warga negara Indonesia?
08:13Oke pertama yang kita perlu pahami ya dalam konteks perlindungan warga negara.
08:18Apa yang terjadi sekarang ini dalam sumut flotila ini jangan disamakan dengan ketika tenaga kerja kita berpergian ke luar negeri
08:29mencari pekerjaan.
08:30Karena mereka bekerja bukan tujuannya untuk tanda kutip ya menjadi seorang martir, menjadi seorang suhada.
08:40Nah tapi kemudian ada jeratan hukum karena satu dan lain hal dan tentu negara harus melakukan perlindungan.
08:49Nah dalam konteks sumut flotila ini, ini adalah relawan-relawan.
08:55Mereka harus sudah siap untuk menjadi martir, untuk menjadi suhada.
09:01Karena mereka tahu yang mereka hadapi adalah Israel.
09:04Dan mereka sudah tahu bahwa sebelum masuk ke wilayah laut teritorial Israel ataupun Gaza, itu pasti mereka akan di intercept.
09:16Maka tadi Mas Dio mengatakan ada pelatihan, lalu kemudian ada briefing, ada protokol yang harus diikuti.
09:24Jadi mereka-mereka ini adalah orang-orang pilihan yang betul-betul mau untuk membesarkan Palestina, memerdekaan Palestina.
09:38Jadi misinya itu ada tiga, misi pertama adalah misi kemanusiaan.
09:43Kalau mereka bisa lolos maka mereka akan memberikan obat-obatan dan lain sebagainya kepada rakyat Palestina di Gaza.
09:50Yang kedua, penentangan terhadap blokade yang dilakukan Israel di luar wilayah teritorial.
09:58Di perairan internasional.
09:59Iya, di perairan internasional.
10:01Dan yang ketiga, minta agar Israel, kalau kamu melakukan apapun terhadap saya, ingat ada hukum humanitas internasional yang berlaku.
10:10Seharusnya kamu tidak melakukannya.
10:12Nah, itu yang dilakukan oleh flotila-flotila ini.
10:18Dan ini kan sejak tahun 2008.
10:20Ini berkali-kali.
10:21Warga kita, kalau saya tidak salah, sudah pernah ikut sebelum yang sekarang ini.
10:26Tapi ada yang sebagian belum sampai, kapalnya rusak dan lain sebagainya harus kembali.
10:31Tapi ada juga yang sempat ditahan oleh pihak otoritas Israel dan kemudian dikembalikan.
10:35Prof, sebentar. Ini kan misi kemanusiaan, bukan kombatan, bukan untuk berperang.
10:41Ya kan? Misi perdamaian.
10:43Dan dalam konteks perlindungan warga negara harusnya tetap berlaku dong.
10:46Meskipun tadi konteksnya berbeda.
10:48Oke. Sebelum sampai di situ, itu narasi dari flotila.
10:55Oke.
10:55Kalau kita lihat dari Netanyahu, narasinya dari mereka, mereka mengatakan bahwa mereka ini orang-orang jahat
11:02yang akan berhubungan dengan Hamas, teroris, dan kemudian mereka ini akan membuka, diisolasikannya Hamas.
11:14Oleh karena itu, dari sisi Israel, mereka akan dihabisi.
11:19Jadi saya mau mengatakan gini, ketika tentara, dia dikirim berperang, dia kan siap mati.
11:27Pertanyaannya, kalau dia siap berperang di luar negeri, apakah kemudian negara harus melindungi dia ketika dia berperang?
11:35Konteknya agak berbeda ya.
11:36Dalam konteks misi kemanusiaan ini, kan satu, pemerintah juga mengapresiasi.
11:41Ini adalah misi kemanusiaan, berangkat dari individu, kemudian diorganisasi oleh global sumut flotila,
11:48berangkat dan tujuannya memberikan obat-obatan, memberikan bantuan kemanusiaan.
11:53Apakah itu tetap saja dalam posisi yang itu dibedakan statusnya dengan?
11:58Ya, kalau menurut saya sih harus dibedakan.
12:01Seperti yang saya katakan, niat awal itu kalau TKI itu bukan untuk mati.
12:06Tapi kalau yang ini, ini harus siap dengan mati, mempertaruhkan nyawa.
12:10Maka saya katakan, mereka bersedia untuk menjadi syuhada, menjadi martir.
12:14Tapi bukan berarti tidak wajib dilindungi kan? Tetap harus ada kan?
12:19Wajib dilindungi, tetapi ada keterbatasan dari pemerintah.
12:23Itu yang saya ingin garis bawahi, keterbatasan.
12:25Kenapa? Pertama keterbatasannya karena memang niat dari beliau-beliau itu untuk menjadi syuhada.
12:32Yang kedua, keterbatasannya karena kita tidak punya hubungan diplomatik.
12:36Nah tadi menjawab BOP, katakanlah kita sudah anggota BOP, kita bisa dong kontak sama Netanyahu.
12:42Itu awal melihatnya itu untuk apa? Memaksakan.
12:45Tapi itu yang saya katakan, saya itu tidak setuju Indonesia masuk BOP.
12:49Karena apa? Kita mendahului hubungan diplomatik dibuka, tapi kita sudah melakukan hubungan antar pemerintah.
12:58Selama ini kita itu melakukan hubungan-hubungan dagang, bukan hubungan antar pemerintah.
13:03Maka saya pada waktu Bapak Presiden hadir di Washington DC, pada waktu pertemuan pertama BOP,
13:12waktu itu Israel datang, walaupun diwakili oleh Menteri Luar Negeri.
13:15Tapi tidak waktu di Swiss. Saya waktu itu bertanya-tanya nih, Bapak Presiden akan bersalaman tidak dengan wakil dari Israel
13:22ini?
13:23Perdana Menteri Netanyahu atau misalnya Menteri Luar Negeri.
13:25Karena kalau misalnya seperti itu, berarti sudah mau dicairkan hubungan.
13:30Yang saya katakan ini harus hati-hati. Padahal kita selalu mengatakan,
13:34kita akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel, kalau Palestina sudah merdeka.
13:40Oke, saya ke Mas Dev Lakson yang baru ketemu dengan Kementerian Luar Negeri.
13:47Gimana posisi Komisi 1 atau mungkin bisa diceritakan terakhir rapat dengan Kementerian Luar Negeri,
13:53apa yang upaya yang akan dilakukan? Adakah perhatian khusus terhadap keselamatan 9W ini?
13:58Ya Alhamdulillah, tadi siang sampai sore hari kita rapat dengan Kementerian Luar Negeri,
14:03membahas sejumlah topik dan agenda dan isu termasuk salah satunya ya Global Sumut Flotilla ini.
14:11Jujur waktu saya pertama kali dengar wartawan kontak saya bilangnya Global Sumut, Global Sumut.
14:16Saya pikirkan...
14:16Sumatera Utara.
14:18Karena begitu ngomong Global Sumut Flotilla, oh orang paham gitu kan.
14:21Saya pikir ini ada apa lagi di Sumut kan, oh ternyata maksudnya ini.
14:26Nah terus ketika, ini juga kan perkembang terus ya situasinya ya.
14:31Dan kapalnya itu kan tadi dibilang dua, padahal kayaknya lebih dari dua deh soalnya...
14:35Yang kapalnya banyak dari...
14:38Ada beberapa kapal yang diberangkatkan dan yang ter-intercept.
14:42Nggak tahu semuanya ter-intercept kah atau hanya sebagian, ada sebagian yang lolos gitu ya.
14:48Tapi info yang saya dengar tadi sudah lebih dari tujuh mungkin angka sampai sembilan WNI.
14:56Sembilan WNI yang sudah tertahan.
14:59Sembilan itu semuanya.
15:00Semua WNI yang berangkat ya.
15:02Terdiri dari tiga jurnalis, empat jurnalis lima relawan kemanusiaan.
15:09Ya, itu confirm.
15:10Itu sembilan.
15:11Dan sekarang statusnya juga masih belum dikonfirmasi juga.
15:15Mereka gimana kondisinya segala macam itu info yang saya terima.
15:20Nah ini memang kan ever changing situasinya.
15:23Nah kan tapi pemerintah menegaskan bahwa akan terus membela WNI kita dimanapun mereka berada.
15:32Nah apa namanya deserter TNI yang masuk ke tentara Rusia untuk perang ke Ukraine aja masih kita urus.
15:42Apalagi WNI yang menjadi relawan ataupun untuk misi kemanusiaan.
15:49Nah pasti akan kita bela, bukan kita bela lagi harus kita selamatkan.
15:54Dan pemerintah telah menggunakan jalur diplomasinya ya.
15:57Karena ya memang kita tidak memiliki hubungan diplomatik karena kita tidak mengakui Israel.
16:03Tapi kan kita memiliki hubungan yang sangat erat gitu dengan Jordan, dengan IJ, dengan negara-negara tetangganya ya.
16:11Terus juga kita via Qatar.
16:14Sempat dibahas juga nggak soal BOP?
16:17Kalau BOPnya kan sekarang di hold.
16:19Oke.
16:20BOP statusnya di hold.
16:22Jadi kalau yang soal BOP itu bukan hanya hari ini saja.
16:25Dari kemarin kan kita rapat dengan Menhan juga sudah di sampaikan bahwa BOP currently on hold.
16:32Di hold itu apa?
16:33Oh tidak, non-aktif atau memang keluar?
16:35Di hold aja dulu, belum ada pembahasan lagi lanjut.
16:38Dihendapkan lah kalau.
16:39Ya, karena memang belum ada kegiatan apa-apa lagi.
16:43Tapi tidak mengubah status keanggotaan Indonesia.
16:45Ya, kita masih memonitor dulu ini perkembangannya sejauh mana.
16:50Karena kan situasi di Hormuz masih berjalan.
16:54Dan Amerika menyatakan bahwa misi di Iran sudah rampung.
17:01Walaupun nggak jelas juga objektifnya apa dari awal itu ya.
17:04Jadi makanya kita masih melihat apakah BOP ini masih sesuai dengan spirit awalnya.
17:11Atau sudah kehilangan arahnya.
17:14Mas saya potong.
17:15Jadi komisi satu sempat mempertegas nggak bagaimana upaya yang dilakukan oleh KAMELU?
17:20Kalau dengan pembebasan, komunikasi dengan negara-negara terkait.
17:26Terus untuk juga ada jalur-jalur khusus baik official atau non-official
17:33yang digunakan oleh pemerintah Indonesia baik melalui KAMELU ataupun instasi lainnya.
17:41Untuk mencari tahu mereka ada di mana, situasi mereka bagaimana dan bagaimana kita melakukan kembali.
17:47Akan ada sikap khusus nggak terhadap ini? Ini soal keselamatan.
17:50Ya, tapi jawabannya di tahun dulu kita akan jeda setelah yang satu ini tetap di satu meja di forum.
17:56Dan sampai hari ini kita ketahui bahwa memang masih terhadap keadaan sulit untuk menghubungi kedua orang itu.
18:03Tapi Kementerian Orang Negeri juga telah melakukan satu langkah-langkah proaktif untuk mencari keberadaan Jepang dan membebaskan perayaan.
18:12Dan ini tentu tidak, karena kita tidak pernah hubungan diplomatik dengan Yusrana.
18:16Dan kita tidak dapat melakukan kerundingan langsung dengan PMP Trail.
18:26Masih di Satu Meja di Forum, Mas Dev.
18:29Tadi pernyataan dari pemerintah masih bicara ya terkesan normatif.
18:35Tadi saya memberikan kesempatan Komisi 1 punya sikap nggak ini soal ini bukan hanya soal penyelamatan warga negara,
18:43tapi ini juga penyikapan Indonesia terhadap Palestina yang memang ada di konstitusi.
18:47Ya kalau sikap Komisi 1, DPR ini kan memang sejalan dengan pemerintah ya.
18:54Kita tetap mendorong untuk pengakuan kedaulatan terhadap bangsa Palestina.
19:00Dan juga kita tetap mendorong untuk dikembalikan hak-hak mereka untuk dapat hidup secara berdaulat dan hidup secara halayak normalnya.
19:10Dan itu juga alasan utama kenapa awalnya kita mendukung masuk ke dalam Board of Peace.
19:19Kenapa?
19:19Karena konsep utamanya itu kan pas prajurit Indonesia bila terjadi ini ditempatkan di Gaza itu kan adalah bukan kompeten.
19:31Mereka itu kan adalah ingenier, dokter, teachers, botanist gitu kan yang tujuannya untuk mengembalikan lagi lah kewibawaan masyarakat bangsa Palestina.
19:44Dan ya tujuannya itu untuk perdamaian.
19:47Nah akan tetapi situasi itu belum juga tercapai.
19:51Bahkan terus sepertinya kayak kita muter-muter di permasalahan yang sama gitu.
19:57Selalu Hamas, Hezbollah disalahkan, Israel melakukan ofensif.
20:03Dan ekspektasi publik itu tinggi sekali loh.
20:04Artinya dalam konteks begini, nuansanya masyarakat ini kan marah ketika Presiden memutuskan masuk dalam POP karena ada Israel.
20:14Dan dianggap ini mengkhianati perjuangan selama ini gitu.
20:18Tapi tadi kan dijelaskan.
20:19Tetapi dalam konteks sekarang ini kan kembali jadi ya coba ini ujian pertama nih.
20:24Ketika memaksakan masuk ke dalam POP di tengah pro kontra, kemudian bisa enggak muncul atau tidak di tengah semua pernyataannya
20:32mengatakan bahwa tidak punya hubungan diplomatik.
20:36Termasuk pernyataan dari menu Sugiono kita dengarkan dulu.
20:44Jauh ini informasi yang kita terima, itu masih sulit karena komunikasi yang terbatas.
20:53Kami mengapresiasi semangat dari rekan-rekan yang tergabung dalam global sumut Plotila.
21:05Karena ini juga mencerminikan satu keinginan untuk menciptakan situasi yang mudah baik bagi saudara-saudara kita di Palestina, di Gaza
21:16pada kursusnya.
21:18Dan ini merupakan semangat yang saya kira perlu diapresiasi.
21:28Kita berharap kondisi mereka baik-baik saja.
21:33Kami juga terus melakukan upaya koordinasi karena kita tidak punya hubungan langsung.
21:39Jadi kita minta tolong kepada teman-teman kita yang pertama mengalami nasib serupa juga dari warga negara-negara, kemudian dari
21:55teman-teman yang dior dandar.
22:01Oke, Mas Dave, tadi kan sama nih Prof. Yusril, juga Mas Sugiono kira-kira menyampaikan, tapi publik kan ingin cepat,
22:10wajar lah ini soal penyelamatan, keluarga, dan sebagainya.
22:12Komisi satu bisa mendengar nuansa ini ya enggak? Kemudian-kemudian sikapnya apa?
22:17Ya tentunya kita bukannya tebal kuping ya, kita tetap membuka, kita tetap mendengar.
22:24Bahkan semestinya ini tadi sore juga setelah rapat dengan Menlu, itu komisi satu menerima dari apa namanya,
22:35para keluarga atau keluarga dari grup dari ini ya, dari para relawannya itu yang menyampaikan aspirasinya ke komisi satu.
22:46Dan itu ya, kita bukan hanya menampung, tapi kita juga turut menyuarakan.
22:51Menindaklanjuti ke...
22:52Menindaklanjuti, gitu. Karena kan gini, kalau DPR, kita kan jadi gini nih, sekarang kan ada double track diplomasi.
22:58Jadi melalui jalur pemerintah, juga menjalur jalur legislatif.
23:02Jalur legislatif itu ada wadah-wadahnya ya, seperti IPU dan lain-lainnya.
23:06Dan ya disitulah salah satu forum untuk kita terus mendorong agar terbuat resolusi-resolusi,
23:13bukan hanya mengutuk-mengutuk saja, akan tetapi harus ada sikap lanjutannya, gitu loh.
23:19Jadi dari masing-masing negara, masing pemerintah itu juga harus memiliki sikap
23:23yang diterjemahkan dalam kebijakan luar negerinya masing-masing, gitu.
23:27Jadi bukan hanya sekedar strongly worded resolution, tapi real act yang has a meaningful impact.
23:36Oke. Profik, tidak ada hubungan diplomatik, itu kan keniscayaan memang tidak ada, kan?
23:42Gimana Profik melihatnya? Ini ada di interceptnya di perawatan internasional,
23:47meskipun Profis kalau mengatakan ya Israel apapun pasti dilanggar lah, gitu.
23:51Tapi kan ini konteksnya kita bicara fokus bagaimana pembebasan warga negara Indonesia.
23:56Saya mengatakan gini ya, ingin mengatakan bahwa jangan sampai publik kemudian menekan pemerintah
24:02untuk melakukan apapun.
24:04Karena gini, pada waktu kita punya masalah dengan TKI kita di Arab Saudi,
24:11dan di sana ada sistem diyat, kalau misalnya keluarga korban itu memaafkan,
24:17maka akan dibebaskan dari hukuman mati.
24:20Nah, lalu di sana dia menuntut sekian miliar ya.
24:25Oh itu iya.
24:27Keluarganya kan nggak mungkin sekian miliar.
24:29Akhirnya di take over oleh negara.
24:30Wah, Alhamdulillah.
24:32Di take over sama negara, sampai 20-an miliar dikeluarkan sama negara.
24:36Dan itu legal dan memang diwajibkan negara untuk memenuhi itu kan?
24:39Ya mau nggak? Mau.
24:40Hasil uangnya dari mana?
24:42Padahal kalau misalnya untuk mensejahterakan rakyat di dalam negeri itu 20 miliar itu lumayan loh sebenarnya.
24:50Gara-gara cuma satu orang.
24:51Ya kan?
24:52Dan dia memang salah begitu.
24:54Saya katakan udah nggak rasional lagi nih kalau kayak begini.
24:57Nah sekarang ini, ini kan Israel yang pegang.
25:00Dan Israel berbeda dengan masa-masa lalu sebelum adanya perang Amerika-Israel melawan Iran.
25:06Sekarang Israel butuh teman.
25:08Israel butuh dia menang.
25:09Israel butuh ini dan sebagainya.
25:12Saya khawatir tindakan yang dilakukan oleh Israel sama seperti penculik.
25:16Dia memanfaatkan, ini ada warga negara Indonesia.
25:19Pemerintahnya didorong sama rakyatnya untuk gimana caranya membebaskan.
25:24Ini kesempatan kita untuk mendapatkan kepentingan kita.
25:29Jadi kepentingan Israel terhadap Indonesia?
25:31Kepentingan Israel.
25:31Apa misalnya?
25:33Pembukaan hubungan diplomatik.
25:35Berpihak pada Israel dalam perang melawan Iran.
25:39Rakyatnya harus dikendalikan.
25:41Jangan terus-terusan berpihak kepada Iran.
25:43Kalau sekarang saya lihat, rakyat berpihak pada Iran.
25:46Tapi pemerintah maunya berpihak Amerika Serikat atau Israel.
25:49Ini kan bahaya kalau menurut saya.
25:51Jadi Profib melihat ada risiko kalau memang dipenuhi pembebasan itu,
25:57barternya adalah hubungan diplomatik.
25:59Betul.
26:00Iwan lewat negara ketiga, lewat Yordania dan sebagainya.
26:02Israel pun bilang sama Yordania.
26:05Bilang ya sama Indonesia.
26:06Kalau kamu mau minta, tapi ada syaratnya.
26:08Satu, dua, tiga, empat, lima.
26:10Karena dia memegang yang namanya Sandra.
26:13Itu kalau penculik, itu pasti melakukan hal seperti itu.
26:17Kalau yang dulu-dulu yang saya lihat,
26:18memang sepuluh warga kalau nggak salah,
26:20akhirnya dibebaskan.
26:22Nggak minta apa-apa.
26:23Karena pada waktu itu kan belum terjadi perang Israel-Amerika melawan Indonesia.
26:27Sementara pilihan membuka hubungan diplomatik jelas tidak mungkin dalam situ sekarang.
26:30Jelas tidak mungkin.
26:32Tapi kan...
26:32Apa kira-kira jalan keluarnya?
26:34Kalau itu tidak mungkin,
26:35kemudian upaya apa yang bisa dilakukan oleh Indonesia?
26:37Pertama, di dalam global flotilla ini,
26:41sudah dibuat SOP.
26:44Salah satunya adalah,
26:45kalau kamu nanti ditahan,
26:46kami siapkan pengacara kami.
26:48Jadi pengacara itulah yang akan,
26:50mungkin ada di Israel,
26:53mempermasalahkan penahanan itu sehatu tidak,
26:55karena itu dilakukan di perairan internasional.
26:57Lalu kemudian akan melakukan berbagai upaya.
27:02Dan mereka selalu dikatakan,
27:04pokoknya kamu jangan bawa senjata,
27:06jangan kamu melawan dan lain sebagainya.
27:08Pasrah saja.
27:09Dan ini harapannya bisa tercapture,
27:13di blow up,
27:14dan kemudian negara-negara akan bergerak bersama-sama.
27:19Saya katakan negara.
27:20Ini bukan masalah bilateral antara Indonesia
27:22dengan katakanlah si penculik ini yang Israel itu.
27:25Bukan.
27:25Ini masalah dunia melawan Israel.
27:29Jadi kalau kita bertindak sendiri,
27:33itu ceroboh lah menurut saya.
27:35Sekarang kita berkoordinasi saja.
27:37Saya bingung nih sama kementerian luar negeri.
27:39Masalah kayak begini saja,
27:41mereka nggak bisa pikir.
27:44Jangan kemudian menganggap bisnis as usual.
27:47Seolah-olah ini warga negara kita
27:48yang sedang bermasalah hukum di negara lain,
27:52terus tidak ada kepentingan,
27:54ini saya bilang,
27:55kemana yang orang-orang pintar kementerian luar negeri itu?
27:59Saya suka bertanya tuh.
28:01Sayang,
28:02orang-orang,
28:03saya tahu kementerian luar negeri itu diisi oleh orang-orang pintar.
28:07Karena apa?
28:07Mahasiswa-mahasiswa sayang pintar-pintar itu
28:09masuk ke kementerian luar negeri.
28:10Tapi kenapa di era sekarang ini
28:13bodoh semuanya?
28:15Oke Prof.
28:16Saya tahan dulu.
28:17Saya ke Dio.
28:19Enak bisa ngegas kalau Prof.
28:21Mohon maaf.
28:22Dio, Dio.
28:22Oke.
28:23Dio,
28:24boleh cerita sejauh ini komunikasi upaya
28:26tentu sudah komunikasi dengan kementerian luar negeri.
28:30Ada hal-hal yang signifikan nggak
28:31kemajuan apa yang diupayakan oleh Kemlu so far?
28:35Kalau dari Kemlu,
28:36belum ada.
28:38Justru,
28:39saya selalu berusaha mengirim update
28:42ke mereka gitu.
28:43Karena gini,
28:44jadi sejak berlayar itu...
28:46Oh justru dari pihak Republiknya yang kasih update?
28:49Oke.
28:50Jadi gini,
28:50jadi sejak berlayar itu
28:52ada grup khusus dibuat
28:53untuk masing-masing kapal.
28:56Di grup itu ada dari organisasi
28:58dan juga keluarga.
29:00Jadi setiap hari itu kami diupdate gitu.
29:02Dan Alhamdulillah
29:04tadi sekitar sejam yang lalu
29:06sudah ada kabar bahwa
29:09tim hukum
29:10sudah bisa masuk ke dalam.
29:12Tim kuasa hukum.
29:13Tim kuasa hukum?
29:14Sudah masuk di
29:15Kota Pelabuhan Asdot.
29:17Oke.
29:17Nama tim kuasa hukumnya itu
29:19kebetulan kayak bahasa Indonesia.
29:21Adalah namanya.
29:22Adalah?
29:23Adalah namanya.
29:23Itu yang disiapkan oleh
29:25Global Semuang Teluk Tila.
29:26Sudah masuk ke dalam.
29:27Oke.
29:28Ada kemajuan ya ini ya.
29:29Ada kemajuan gitu ya.
29:31Cuma lagi-lagi
29:32kalau ini saya langsung bacakan sedikit ya.
29:34Di grup itu dibilang bahwa
29:36kami minta Anda untuk terus
29:37menekan pejabat kedutaan
29:39agar datang ke pelabuhan
29:40dan memastikan keselamatan
29:42serta kondisi orang yang Anda dukung
29:46untuk memastikan warga negaranya
29:47dalam keadaan baik.
29:48Jadi masing-masing negara
29:49sudah disuruh nih
29:50untuk masuk ke dalam gitu.
29:51Tapi kita tidak ada.
29:53Jadi benar-benar berharap
29:55dari tim kuasa hukum ini gitu ya.
29:58Tapi paling enggak sampai sekarang.
29:59Informasi ini tentu nanti
30:00akan Anda sampaikan
30:02ke Kementerian Ruang Negeri kan?
30:03Iya.
30:04Saya beberapa kali kirim
30:05karena memang itu
30:06di grup itu terus di update.
30:07Sehari itu mungkin bisa
30:0815 kali update gitu ya.
30:10Tiap ada yang baru
30:11di update lagi, di update lagi.
30:12Oke.
30:12Gimana tanggapannya dari Kemenlu?
30:14Tahan dulu.
30:15Kita harus jeda.
30:15Tetaplah di Satu Menjadi Forum
30:17bersama Kompas TV.
30:50Masih di Satu Menjadi Forum.
30:52Dio, kalau tadi ada kabar terbaru
30:54sudah di kontak,
30:56ada kuasa hukumnya sudah boleh masuk
30:57terus kemudian disampaikan ke Kemenlu.
31:00Sejauh ini apa
31:01respon dari Kemenlu?
31:03Sudah ada atau ada yang bisa sampaikan?
31:05Tadi pagi saya juga mengirim update
31:07dari Kemenlu.
31:09Terima kasih infonya.
31:10Katanya gitu ya.
31:11Tapi satu sisi saya sebenarnya
31:13juga tetap mengapresiasi gitu ya.
31:15Karena begitu di hari pertama penangkapan
31:18responnya cukup cepat
31:19untuk menghubungi saya gitu ya.
31:21Dan kami berkali-kali berkomunikasi gitu.
31:23Dan malamnya memang sudah ada pernyataan
31:24dari Kemenlu
31:26mengecam keras gitu ya.
31:28Malamnya terus
31:29memang sempat ada
31:31ada apa namanya
31:32dinamika gitu.
31:33Karena mereka sempat bingung
31:35ini statusnya
31:37beneran intercept gitu.
31:38Karena kalau di
31:39life tracker
31:40kapalnya masih jalan.
31:41Kapalnya masih jalan?
31:42Jalan itu sempat kebingungan disitu ya.
31:45Sementara
31:45putus kontak.
31:47Putus kontak.
31:48Saya bilang gini
31:49kita gak bisa memastikan
31:50kapal jalan di life tracker
31:52itu adalah
31:52penumpangnya masih orang yang sama.
31:55Bahkan ketika dicegat
31:56bisa saja itu digiring
31:57sama
31:58Zionis Israel
32:00menuju pelabuhan gitu ya.
32:01kalau di life tracker
32:02tetap jalan gitu.
32:04Jadi memang membingungkan.
32:06Tapi itu tadi
32:06dan kemudian
32:07di hari yang sama juga
32:08tim kami di
32:09Malaysia dan Turki
32:10juga langsung mengontak
32:11KBRI
32:12di negara-negara
32:14di sekitar
32:14penculikan gitu ya.
32:15Dan mereka
32:16menyatakan siap
32:17apapun yang dilakukan
32:19untuk membebaskan
32:20tekan-tekan kita.
32:21Itu tadi informasi
32:22bahwa ada
32:23kuasa hukum
32:24yang sudah menyampaikan pesan itu
32:25nanti kuasa hukum itu
32:26nanti akan berkomunikasi
32:27dengan otoritas Israel gitu.
32:29Ya
32:29dia akan berkomunikasi
32:31ke pihak Israel.
32:32Dan tentu upaya
32:33adalah upaya pembebasan kan?
32:35Upaya pembebasan gitu ya.
32:36Dan
32:37sudah dipastikan tadi
32:38mereka ini yang
32:39tertahan itu
32:40sudah sampai di Asdot
32:41Kota Pelebuhan ini
32:42sekitar 40 km
32:44dari Gaza.
32:45Nah disini itu
32:46prosesnya
32:47ada lagi
32:48interogasi
32:49terus
32:50barang dan alat komunikasi
32:52akan disita gitu ya.
32:53Dan terakhir itu
32:54kalau dilihat sebelum-sebelumnya
32:56ada dokumen
32:57deportasi yang
32:57harus ditandatangkan.
33:00Dan kuasa hukum
33:00yang ditunjuk oleh
33:01Global Smooth Flotilla itu
33:02bisa memastikan
33:04kondisi
33:05WNI
33:06atau
33:07relawan itu
33:08dalam kondisi baik
33:08atau hanya
33:09baru sebatas komunikasi?
33:11Baru
33:11informasi terakhir itu
33:13mereka tiba di Asdot
33:14dan mereka bisa masuk.
33:16Tapi belum ada informasi
33:18dari mereka
33:19tentang kondisi
33:20kalau belum bertemu
33:21dengan derawan.
33:23Saya ke Profik-Profik
33:24saya kembali lagi nih
33:25tadi kan
33:26Dio sudah menjelaskan
33:27sudah komunikasi
33:28ada kuasa hukum
33:30memastikan bahwa
33:31semuanya
33:32baik-baik saja
33:33di sana.
33:33Ini saya kembali
33:34ke BOP
33:35saya ingat betul
33:35Profik ini kan
33:36yang paling keras
33:37ketika Indonesia
33:38memutuskan masuk
33:39BOP
33:40sampai ada kata-kata
33:42yang keras banget lah
33:43meskipun tadi
33:44Mas Deh bilang
33:45ini kan masih di hold
33:46tapi kan
33:48saya ingin mencoba
33:49menggali ini
33:50namanya upaya
33:50usaha kan
33:51apa
33:52mungkin gitu
33:53apalagi
33:55Presiden
33:55Prabowo juga kan
33:57mengatakan bahwa
33:57ya kita lihat lah
33:58ada untungnya atau tidak
34:00bukan tidak mungkin
34:01kok kita keluar
34:02nah ini kan
34:02banyak orang menganggap
34:04bahasa awamnya adalah
34:05ya ini kesempatan
34:06ada di BOP
34:07masih muntah di Profik
34:08mengatakan
34:09hati-hati loh
34:10imbalannya bahaya banget
34:11nanti ditukarnya dengan itu
34:12gimana Prof?
34:13Ada BOP
34:14disitu ada Amerika Israel
34:16justru mereka yang menyerang Iran
34:17gimana ceritanya itu kan
34:18tapi gini ya
34:20saya melihat Bapak Presiden
34:22mungkin juga Menhan
34:23pada waktu di Komisi 1
34:26beliau-beliau menyampaikan
34:28BOP ini kesempatan
34:29karena beliau-beliau melihat
34:31komprehensif plan
34:33yang dibuat oleh Presiden Trump
34:3520 komprehensif plan
34:36yang kemudian di
34:38akomodasi dalam resolusi
34:402803 dari Dewan Keamanan BBB
34:43nah memang disitu muncul
34:45istilah BOP
34:46tapi kalau lihat di pasal 2
34:48syarat dari BOP itu ada 3
34:51pertama adalah
34:52ini merupakan
34:54transitional administration
34:57pemerintahan sementara
34:58kedua
34:59dia memang punya nanti
35:01international personality
35:02dan yang ketiga
35:03dalam konteks
35:04rekonstruksi Gaza
35:06oke
35:07nah BOP ini
35:09kemudian piagamnya
35:11anggaran dasarnya
35:12dibuatlah oleh
35:13pihak Amerika Serikat
35:14pihak Amerika Serikat
35:16saya yakin
35:16pasti ada
35:17intervensinya dari Israel
35:19melalui
35:20Jared Kushner
35:21dan Steve Witkoff
35:22jadi pada waktu
35:23saya lihat piagam
35:24dengan resolusi
35:262803
35:27dari Dewan Keamanan BB
35:28beda sekali
35:29di dalam konteks
35:31piagam BOP
35:32pertama
35:33dia bukan transitional government
35:35karena apa
35:36disitu
35:38dibuat sebagai
35:39organisasi internasional
35:41yang
35:43memberi
35:44katakala perdamaian
35:45di daerah-daerah
35:46konflik atau terancam konflik
35:47lihat di pasal 1
35:48kemudian
35:50dia tidak bicara
35:51soal Gaza
35:52karena kalau kita lihat
35:53pasal demi pasal
35:54gak ada istilah Gaza
35:56artinya apa
35:57dia bisa pergi kemana saja
35:58nah yang berikutnya adalah
36:01ini sebuah
36:02organisasi internasional
36:03nah lucunya
36:04organisasi internasional
36:05ini di
36:07ketuai
36:08oleh yang namanya
36:09Donald J. Trump
36:10karena di pasal 3
36:11disebutkan
36:12Donald J. Trump
36:13will serve as
36:15pertama sebagai chairman
36:16tapi kedua
36:17as a representative
36:19of the United States
36:20untuk pertama kali
36:22artinya apa
36:23kalau besok-besok
36:24Trump sudah tidak lagi
36:25terpilih jadi presiden
36:26presiden Amerika Serikat pun
36:28harus tunduk pada Donald Trump
36:29bayangkan kalau ini presiden
36:31dari Partai Demokrat
36:32apa mereka mau
36:33tunduk
36:33nah menurut saya
36:35ini kita
36:36di jebak
36:37oleh Amerika Serikat
36:39dan kalau misalnya
36:40pengambilan keputusan
36:41pengambilan keputusan
36:42itu di
36:43pasal 3 juga
36:44ya di
36:45huruf D
36:46ada ketentuan yang mengatakan
36:48memang
36:48one man one food
36:49satu negara
36:50satu suara
36:51dan pengambilan keputusan
36:53mayoritas yang hadir
36:54tapi
36:55ada ketentuan berikutnya
36:56provided
36:57dengan ketentuan
36:59chairman
37:00menyetujui
37:01nah sekarang gini
37:02kalau ini ada negara-negara
37:04Islam
37:04berpikirnya sederhana
37:06berpikir begini
37:07ini dalam konteks
37:08pembebasan
37:099 WNI ini
37:09ya paling tidak
37:11bisa minta tolong
37:12lewat Trump lah
37:13gitu
37:13terus ngasih tahu Israel
37:14gitu
37:17Trump itu udah sibuk
37:18soal perang Iran
37:19bagaimana dia keluar
37:21dari masalah ini
37:22exit strateginya
37:23udah ini
37:23direpotin dengan masalah
37:25kayak begini
37:26apalagi sekarang
37:27kalau misalnya ini
37:29ada negara-negara Islam
37:30vote katakanlah
37:31dengan Israel
37:32satu negara
37:34padahal kan
37:34satu negara
37:35satu ini
37:35kira-kira mau dimenangkan
37:37sama siapa nih
37:37sama chairman
37:38mengatakan
37:39kita di jebak ini
37:39di BOP
37:40kita dengarkan dulu ya
37:41pernyataan
37:43Presiden Prabowo
37:44kaitannya dengan
37:44posisi Indonesia
37:45di BOP
37:47gimana bisa bertahan
37:48atau bisa keluar
37:54saya mengatakan
37:55selama
37:56kita di dalam BOP
37:58bisa bantu
37:59perjuangan rakyat Presiden
38:00kita akan berusaha
38:02begitu
38:03kita ambil kesimpulan
38:04tidak ada harapan
38:06dan
38:09kontraproduktif
38:10kita menilai
38:11kita habis waktu
38:12habis energi
38:13dan tidak
38:14menguntungkan
38:15kepentingan
38:16nasional
38:16bangsa Indonesia
38:17kita keluar
38:19itu kesepakatan
38:20kita bertuju
38:21tapi saya sudah
38:22ambil keputusan
38:23saya tidak akan
38:23nunggu
38:24yang tujuh
38:25negara lain
38:26kalau saya ambil
38:27keputusan
38:28kalau saya ambil
38:29kesimpulan
38:29tidak ada manfaat
38:31mereka sudah tahu
38:32saya akan keluar
38:35saya mau ke Mas Def
38:37Mas Def
38:39kan jelas tuh
38:40jadi misalkan
38:41di hold
38:42tapi kan posisinya gini
38:43apakah momentum
38:44tindakan Israel
38:45yang menahan
38:46dan menahan
38:47WNI ini bisa
38:48dijadikan alasan
38:48yang tadi
38:50sampaikan di Presiden
38:50untuk keluar
38:51dan itu paling tidak
38:52Komisi DPR
38:52memberikan rekomendasi
38:53kalau bicara momentum
38:55ya sebenarnya
38:56banyak momentum
38:57ini kan yang terbaru
38:58ini yang terbaru
38:59lipanon
39:00penyerangan
39:00terus juga
39:02agresi terhadap
39:04Iran
39:04akumulasi termasuk
39:05yang sekarang
39:06kalau ngomong momentum
39:08sih ada banyak
39:09sekarang tinggal
39:10itu kembali lagi
39:11hitung
39:12untung ruginya
39:13di dalam kita
39:15untungnya berapa
39:16kita keluar
39:17ruginya berapa
39:19sekarang
39:20kalau kata
39:21profit
39:22tidak ada untungnya
39:23semuanya
39:24tergantung
39:25perspektif masing-masing
39:26kalau Komisi DPR
39:28gimana
39:28tapi kalau tadi
39:29saya lihat tayangan
39:30dari Bapak Presiden
39:31yang ada di tayangan beliau
39:32itu resolusi 2803
39:34itu masuk cerita bagus
39:36tapi kalau lihat
39:37piagamnya
39:37tidak seperti itu
39:39sekarang kembali lagi
39:40tadi Prof bilang
39:42bahwa di
39:43Kemluni
39:44kan juga banyak
39:44orang pinter
39:46cuman kan mereka itu
39:47semua ditugaskan
39:48untuk
39:49menyesuaikan
39:50dengan
39:51bukan selera
39:52tapi dengan situasi
39:52politik
39:53dan juga
39:54dengan
39:54grand design-nya
39:56Presiden
39:57terhadap Indonesia
39:58yang dimana
39:59kita memainkan
40:00peran politik
40:01bebas aktif kita
40:02nah ya
40:03jadi kalau misalnya
40:04kita langsung
40:05bukan gabah
40:07tapi kita langsung
40:07bersikap
40:08dengan tegas
40:09keluar
40:10nah lalu
40:11apakah kita bisa
40:12memberikan dampak
40:12lebih baik
40:13pada masyarakat
40:14di
40:15apa namanya
40:16Palestina
40:17atau di Gaza
40:18secara khususnya
40:19nah
40:19ya inilah yang
40:20tidak bisa dilihat
40:21bagaimana perlakuan Israel
40:23ini kan gini
40:24menangkap
40:24ini satu hal
40:25tapi kan ini soal
40:26penghormatan terhadap Indonesia
40:28juga
40:28ya memang
40:29jadi ini semua kan
40:30harus dipertimbangkan
40:32secara masak-masak gitu loh
40:33nah ya kita
40:34di DPR
40:35ya bukannya kita itu
40:37rubber stamp setuju
40:38atau tidak
40:39tapi kita kan juga
40:40harus mendengar
40:42konsepnya dari sisi
40:43diplomasinya
40:44sejauh mana
40:45dari sisi pertahanannya
40:46seperti apa
40:47lalu juga dampak
40:49long termnya
40:50terhadap
40:51perdagangan
40:52internasional
40:52kita itu
40:53seperti apa
40:54nah ya inilah yang
40:55harus menjadi
40:56pertimbangan-pertimbangan
40:57sebelum kita mengambil
40:58tindakan-tindakan drastis
41:00gitu
41:00oke
41:00benarkah posisi Indonesia
41:02yang tidak memiliki
41:03hubungan diplomatik
41:04dengan Israel
41:05akan mempersulit
41:06upaya pembebasan
41:07WNI yang ditangkap
41:08kita bahas
41:09usaha jeda
41:09tetap bersama
41:10Satu Menjadi Forum
41:12masih di Satu Menjadi Forum
41:13saya ke Mas Dev
41:15Mas Dev
41:15pertanyaan awam
41:17Presiden dengar gak
41:18kira-kira ini
41:19oh pasti
41:20pasti
41:20pasti ada
41:20Presiden dengar
41:21Presiden tahu
41:22begitu pertama kali
41:23di intercept
41:23langsung dia langsung
41:24dilaporkan
41:25itulah tugasnya
41:26meskipun belum ada
41:27pernyataan dari Presiden
41:28kan beda
41:29kalau Presiden hadir
41:30gitu
41:30iya
41:31harus ada proses
41:32jadi Presiden
41:33ketika Presiden
41:34memberikan pernyataan
41:35itu kan sudah harus
41:36rampung
41:37jadi sudah jelas
41:38plan of action
41:38seperti apa
41:39nah selama proses ini
41:40berjalan
41:41nah ini adalah tugasnya
41:42para pembantu Presiden
41:44baik di Kementerian Luar Negeri
41:46ataupun juga
41:47di instasi lainnya
41:48seperti TNI, Polri, BIN
41:50ataupun juga lainnya
41:51untuk
41:52apa namanya
41:53mengakses
41:54dan juga
41:54melakukan langkah-langkah
41:56untuk menyelesaikan ini
41:58Komisi 1 DPR
41:59memberi
41:59target gak
42:00ke Kemenlu
42:01atau monitornya
42:02seperti apa
42:02ya kita
42:03karena tadi kan
42:04tadi siang
42:05hingga sore
42:06kita rapat dengan Menlu
42:07Pak Menlu juga sudah
42:08memaparkan
42:10apa yang telah dilakukan
42:12dan apa yang akan
42:13dilakukan
42:13dan kita
42:16berharap
42:17bisa rampung
42:18sesingkat-singkatnya
42:20artinya Komisi 1
42:21mengawal kasus ini
42:22tentunya
42:23Profik
42:24dari
42:25kasus sebelumnya kan
42:27ada juga yang
42:28bisa dibebaskan
42:29tanpa syarat
42:30meskipun tadi Profik
42:31mengatakan ini
42:32pelik ini
42:32karena ada BOP
42:34BOP juga
42:35masuklah pintu BOP
42:36takutnya nanti
42:37tawarannya diplomatik
42:39tapi kan ini
42:40soal pembebasan
42:41harus diutamakan
42:42apa menurut Profik
42:43kira-kira terobosan
42:44atau jalan keluar
42:45yang paling maksimal
42:46bisa diupayakan
42:47jadi Mas Yogi
42:48pertama ya
42:49dibandingkan dengan
42:50negara-negara lain
42:51yang memang punya
42:52hubungan diplomatik
42:53dengan Israel
42:54mereka-mereka ini
42:55lebih enak
42:57karena apa
42:58setelah ditangkap
42:59di proses
42:59perwakilannya
43:00akan memastikan
43:02apakah
43:02warganya itu
43:04dilakukan proses hukum
43:05sesuai dengan
43:06aturan yang ada
43:07di Israel
43:07dan kalau tidak
43:08mereka bisa protes
43:09mereka bisa melakukan
43:11tindakan-tindakan
43:11tertentu terhadap Israel
43:14jadi
43:14seperti tadi
43:15Mas Dio katakan
43:16bahwa
43:17mereka-mereka ini
43:18paling diminta
43:19untuk tanda tangan
43:20dideportasi
43:21dan ditangkal
43:22gak boleh masuk lagi
43:23nah permasalahannya
43:25bagi warga negara kita
43:26itu tidak bisa semudah itu
43:27karena kita tidak punya
43:29hubungan diplomatik
43:30tapi ingat
43:31kalau saya
43:32respect dengan
43:33sembilan warga negara
43:34Indonesia ini
43:35yang beliau-beliau
43:36mau menjadi seorang
43:37syuhada
43:38martir
43:39untuk kepentingan
43:40rakyat Palestina
43:41dari Indonesia
43:43mereka mau
43:44mempertaruhkan nyawanya
43:45oleh karena itu
43:46saya berharap
43:48bahwa
43:49rakyat kita
43:50jangan terlalu
43:52mendesak
43:53pemerintah kita
43:53kenapa?
43:55jangan sampai
43:56Israel
43:56memanfaatkan
43:57keterdesakan itu
43:59untuk
44:00kepentingan-kepentingan
44:01Israel
44:02kita harus
44:03hormati
44:04warga negara
44:05yang mau menjadi
44:05syuhada
44:06kita akan
44:07melakukan
44:08upaya
44:08semaksimal mungkin
44:09tanpa
44:10merelakan
44:12kepentingan
44:13nasional kita
44:13untuk digadaikan
44:15kepada Israel
44:16jadi
44:16Prof.
44:17mengatakan
44:17dipercayakan
44:19dipercayakan saja
44:19kepada pengacara
44:20yang sudah ditunjuk oleh
44:21betul
44:22sumut global
44:24oke
44:24Dio
44:25tentu sudah
44:27mengupayakan maksimal
44:28dan akan terus
44:29mengupayakan maksimal
44:30dan semoga hasilnya
44:31baik
44:31tetapi
44:32pasti ada harapan
44:33harapan satu
44:33paling tidak
44:34dari pemerintah
44:35lebih
44:36baik lagi
44:37karena mungkin
44:38pernyataan tadi
44:38presiden
44:39begitu
44:40disebarluaskan
44:41bisa didengar oleh
44:42dunia
44:43Israel
44:43kira-kira apa yang
44:45akan dilakukan
44:46dalam waktu dekat
44:46kalau dari kami
44:48jelas berharap
44:49gitu ya
44:50pemerintah terus
44:51walaupun tadi
44:52Prof. bilang sulit
44:54gitu ya
44:54tapi apapun
44:55kami berharap
44:56dilakukan gitu
44:57dan benar-benar
44:57konkret
44:58harus diupayakan
44:59maksimal
44:59maksimal
45:00gitu ya
45:02memang ada
45:03upaya-upaya
45:04tidak resmi
45:06gitu ya
45:06jalur-jalur khusus
45:07ditempuh juga
45:08gitu
45:09kami kemarin
45:10dari kemarin
45:11berkomunikasi
45:12tapi saya belum
45:13bisa sampaikan
45:14gitu ya
45:14tapi apapun
45:16intinya apapun
45:17cara kita coba
45:18lakukan
45:18untuk menyelamatkan
45:19mereka
45:20karena itu
45:21yang paling penting
45:22kan dari
45:22itu yang paling penting
45:24terima kasih
45:25Mas Def
45:25terima kasih
45:26Hideo
45:26terima kasih Prof Hik
45:27pelindungan terhadap
45:29warga negara Indonesia
45:30di luar negeri
45:33adalah
45:33kewajiban
45:34mutlak
45:34negara yang
45:35diamanatkan
45:37oleh konstitusi
45:37dan hukum nasional
45:38pemerintah
45:40wajib hadir
45:40dalam kasus
45:41penangkapan 9 WNI
45:42oleh Israel
45:43ketegasan sikap
45:44Indonesia adalah
45:45cerminan
45:46kedaulatan
45:47di mata dunia
45:47pilihan
45:48tidak populis
45:49bergabung dengan
45:50board of peace
45:51harus dibayar
45:52pemerintah
45:52dengan meyakinkan
45:53Israel
45:53untuk segera
45:54membebaskan
45:55semua aktivis
45:56kemanusiaan
45:56yang masih ditahan
45:57demikian
45:58satu meja
45:59The Forum
45:59malam ini
45:59terima kasih
46:00dan sampai jumpa
46:01selamat menikmati
46:02selamat menikmati
46:04selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan