Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana mengingatkan publik agar tidak menekan pemerintah secara berlebihan dalam upaya pembebasan WNI.

Menurut Hikmahanto, situasi saat ini jauh lebih kompleks dibanding kasus-kasus sebelumnya karena posisi Israel yang tengah berada dalam konflik regional.

Ia khawatir Israel dapat memanfaatkan penahanan WNI untuk kepentingan politik tertentu.

Hikmahanto menyebut salah satunya bisa terkait hubungan diplomatik. Namun ia menegaskan opsi membuka hubungan diplomatik dengan Israel bukan pilihan yang realistis bagi Indonesia.

"Jelas tidak mungkin," ujar Hikmahanto.

Menurut Hikmahanto, langkah paling realistis saat ini adalah mendorong penanganan secara multilateral bersama negara-negara lain dan memanfaatkan jalur hukum internasional.

Ia juga menyoroti pentingnya peran pengacara internasional yang memang telah disiapkan dalam SOP Global Sumud Flotilla apabila para relawan ditahan di Israel.

Di akhir pernyataannya, Hikmahanto melontarkan kritik keras terhadap pola respons diplomasi pemerintah.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Golkar, Dave Laksono, menegaskan sikap DPR tetap sejalan dengan pemerintah dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

Menurut Dave, dukungan Indonesia terhadap Board of Peace atau BoP sebelumnya dilandasi semangat perdamaian dan rekonstruksi Gaza.

Dave juga mengungkapkan Komisi I DPR telah menerima aspirasi dari keluarga serta kelompok relawan terkait nasib WNI yang ditahan.

Ia menjelaskan, DPR kini mendorong diplomasi melalui dua jalur sekaligus, yakni pemerintah dan parlemen internasional.

Dave menilai langkah internasional terhadap konflik Gaza tidak cukup hanya berupa kecaman, tapi butuh tindakan nyata.


Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/sxltbYzhYEA

#palestina #israel #indonesia



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/670098/keras-pakar-kritik-respons-diplomasi-ri-saat-wni-relawan-global-sumud-flotilla-ditangkap-israel
Transkrip
00:00Dan sampai hari ini kita ketahui bahwa memang sedang keadaan sulit untuk menghubungi kedua orang itu.
00:07Tapi Kementerian Orang Negeri juga telah melakukan satu langkah-langkah proaktif untuk mencari keberadaan Jepang dan membebaskan perayaan.
00:16Dan ini tentu tidak, karena kita tidak pernah hubungan diplomatik dengan Yusrana dan kita tidak dapat melakukan kerundingan langsung dengan
00:23PMP Trail.
00:30Masih di Satu Menjadah Forum, Mas Dev, tadi pernyataan dari pemerintah masih bicara ya terkesan normatif.
00:39Tadi saya memberikan kesempatan Komisi 1 punya sikap ini bukan hanya soal penyelamatan warga negara, tapi ini juga penyikapan Indonesia
00:49terhadap Palestina yang memang ada di konstitusi.
00:52Ya kalau sikap Komisi 1 DPRD kan memang sejalan dengan pemerintah.
00:57Kita tetap mendorong untuk pengakuan kedaulatan terhadap pangsa Palestina.
01:04Dan juga kita tetap mendorong untuk dikembalikan hak-hak mereka untuk dapat hidup secara berdaulat dan hidup secara halayak normalnya.
01:15Dan itu juga alasan utama kenapa awalnya kita mendukung masuk ke dalam Board of Peace.
01:23Kenapa? Karena konsep utamanya itu kan pas prajurit Indonesia bila terjadi ini ditempatkan di Gaza itu kan adalah bukan kompeten.
01:35Mereka itu kan adalah ingenier, dokter, teachers, botanist gitu kan yang tujuannya untuk mengembalikan lagi lah kewibawaan masyarakat bangsa Palestina.
01:47Dan ya tujuannya itu untuk perdamaian, akan tetapi situasi itu belum juga tercapai.
01:55Bahkan terus sepertinya kayak kita muter-muter di permasalahan yang sama gitu.
02:01Selalu Hamas, Hezbollah disalahkan, Israel melakukan ofensif.
02:07Jadi itu tinggi sekali loh, artinya dalam konteks begini, nuansanya masyarakat ini kan marah ketika Presiden memutuskan masuk dalam BOP
02:17karena ada Israel.
02:18Dan dianggap ini mengkhianati perjuangan selama ini gitu.
02:21Tapi tadi kan dijelaskan, tetapi dalam konteks sekarang ini kan kembali jadi ya.
02:26Coba ini ujian pertama nih, ketika memaksakan masuk ke dalam BOP di tengah pro kontra, kemudian bisa enggak muncul atau
02:34tidak di tengah semua pernyataannya mengatakan bahwa tidak punya hubungan diplomatik.
02:40Termasuk pernyataan dari Menlu Sugiono kita dengarkan dulu.
02:48Jauh ini informasi yang kita terima, itu masih sulit karena komunikasi yang terbatas.
02:58Kami mengapresiasi semangat dari rekan-rekan yang tergabung dalam Global Sumut Plotila.
03:08Karena ini juga mencerminikan satu keinginan untuk menciptakan situasi yang mudah baik bagi saudara-saudara kita di Palestina, di Gaza,
03:20pada ofisinya.
03:22Dan ini merupakan semangat yang saya kira perlu diapresiasi.
03:32Kita berharap kondisi mereka baik-baik saja.
03:36Kami juga terus melakukan upaya koordinasi karena kita tidak punya hubungan langsung.
03:44Jadi kita minta tolong kepada teman-teman kita yang pertama mengalami nasib serupa juga dari warga negaranya, kemudian dari teman
03:59-teman yang jor dandan.
04:25Terima kasih.
04:31Tadi sore juga setelah rapat dengan Menlu, itu komisi satu menerima dari para keluarga atau grup dari para relawannya itu
04:44yang menyampaikan aspirasinya ke komisi satu.
04:48Dan itu ya kita bukan hanya menampung tapi kita juga turut menyuarakan.
04:54Menindaklanjuti.
04:55Menindaklanjuti, karena kan gini kalau DPR kita kan jadi gini, sekarang kan ada double track diplomasi.
05:02Jadi melalui jalur pemerintah dan juga menjalur jalur legislatif.
05:06Jalur legislatif itu ada wadah-wadahnya ya seperti IPU dan lain-lainnya.
05:10Nah dan ya disitulah salah satu forum untuk kita terus mendorong agar terbuat resolusi-resolusi, bukan hanya mengutuk-mengutuk saja,
05:19akan tapi harus ada sikap lanjutannya gitu loh.
05:22Jadi dari masing-masing negara, masing pemerintah itu juga harus memiliki sikap yang diterjemahkan dalam kebijakan luar negerinya masing-masing
05:30gitu.
05:31Jadi bukan hanya sekedar strongly worded resolution, tapi real act yang has a meaningful impact.
05:39Oke, Profik tidak ada hubungan diplomatik, itu kan keniscayaan memang tidak ada kan.
05:46Gimana Profik melihatnya, ini ada di interceptnya di paruolat internasional, meskipun Profik kalau mengatakan ya Israel apapun pasti dilanggar lah
05:55gitu.
05:55Tapi kan ini konteksnya kita bicara fokus bagaimana pembebasan warga negara Indonesia.
06:00Saya mengatakan gini ya, ingin mengatakan bahwa jangan sampai publik kemudian menekan pemerintah untuk melakukan apapun.
06:07Karena gini, pada waktu kita punya masalah dengan TKI kita di Arab Saudi dan disana ada sistem diat,
06:17kalau misalnya keluarga korban itu memaafkan maka akan dibebaskan dari hukuman mati.
06:24Nah lalu disana dia menuntut sekian miliar ya, keluarganya kan gak mungkin sekian miliar, akhirnya di take over oleh negara.
06:34Wah alhamdulillah di take over oleh negara, sampai 20-an miliar dikeluarkan sama negara.
06:40Dan itu legal dan memang diwajibkan negara untuk memenuhi itu kan memang.
06:43Ya mau gak mau, hasil uangnya dari mana.
06:46Padahal kalau misalnya untuk mensejahterakan rakyat di dalam negeri itu 20 miliar itu lumayan loh sebenarnya.
06:54Gara-gara cuma satu orang, ya kan.
06:56Dan dia memang salah begitu.
06:58Saya katakan udah gak rasional lagi nih kalau kayak begini.
07:01Nah sekarang ini, ini kan Israel yang pegang.
07:03Dan Israel berbeda dengan masa-masa lalu sebelum adanya perang Amerika-Israel melawan Iran.
07:10Sekarang Israel butuh teman, Israel butuh dia menang, Israel butuh ini dan sebagainya.
07:15Saya khawatir tindakan yang dilakukan oleh Israel sama seperti penculik.
07:19Dia memanfaatkan, ini ada warga negara Indonesia, pemerintahnya didorong sama rakyatnya untuk gimana caranya membebaskan.
07:28Ini kesempatan kita untuk mendapatkan kepentingan kita.
07:33Jadi kepentingan Israel terhadap Indonesia.
07:34Kepentingan Israel.
07:35Apa misalnya?
07:36Pembukaan hubungan diplomatik.
07:39Berpihak pada Israel dalam perang melawan Iran.
07:43Rakyatnya harus dikendalikan, jangan terus-terusan berpihak kepada Iran.
07:47Kalau sekarang saya lihat, rakyat berpihak pada Iran.
07:50Tapi pemerintah maunya berpihak Amerika Serikat atau Israel.
07:53Ini kan bahaya kalau menurut saya.
07:55Jadi Profib melihat ada risiko kalau memang dipenuhi pembebasan itu,
08:01barternya adalah buka hubungan diplomatik.
08:03Betul.
08:03Iwan lewat negara ketiga, lewat Yordania dan sebagainya.
08:06Israel pun bilang sama Yordania.
08:08Bilang ya sama Indonesia, kalau kamu mau minta tapi ada syaratnya.
08:12Satu, dua, tiga, empat, lima.
08:14Karena dia memegang yang namanya Sandra.
08:17Itu kalau penculik, itu pasti melakukan hal seperti itu.
08:20Kalau yang dulu-dulu yang saya lihat, memang sepuluh warga kalau nggak salah,
08:24akhirnya dibebaskan.
08:25Nggak minta apa-apa.
08:27Karena pada waktu itu kan belum terjadi perang Israel-Amerika melawan Indonesia.
08:31Sementara pilihan membuka hubungan diplomatik jelas tidak mungkin dalam situ.
08:34Jelas tidak mungkin.
08:36Tapi kan...
08:36Apa kira-kira jalan keluarnya?
08:38Kalau itu tidak mungkin, kemudian upaya apa yang bisa dilakukan oleh Indonesia?
08:41Pertama, di dalam global flotilla ini sudah dibuat SOP.
08:47Salah satunya adalah kalau kamu nanti ditahan, kami siapkan pengacara kami.
08:52Jadi pengacara itulah yang akan mungkin ada di Israel,
08:56mempermasalahkan penahanan itu sehat atau tidak,
08:59karena itu dilakukan di perairan internasional.
09:01Lalu kemudian akan melakukan berbagai upaya.
09:05Dan mereka selalu dikatakan,
09:08pokoknya kamu jangan bawa senjata,
09:10jangan kamu melawan dan lain sebagainya.
09:12Pasrah saja.
09:13Dan ini harapannya bisa tercapture,
09:17di blow up,
09:18dan kemudian negara-negara akan bergerak bersama-sama.
09:22Saya katakan negara.
09:24Ini bukan masalah bilateral antara Indonesia dengan katakanlah si penculik ini yang Israel itu.
09:29Bukan.
09:29Ini masalah dunia melawan Israel.
09:33Jadi kalau kita bertindak sendiri,
09:37itu coroboh lah menurut saya.
09:39Sekarang kita berkoordinasi saja.
09:41Saya bingung nih sama kementerian luar negeri.
09:43Masalah kayak begini saja,
09:45mereka nggak bisa pikir.
09:47Jangan kemudian menganggap business as usual.
09:51Seolah-olah ini warga negara kita,
09:52yang sedang bermasalah hukum di negara lain,
09:56terus tidak ada kepentingan.
09:57Ini saya bilang,
09:59kemana yang orang-orang pintar kementerian luar negeri itu?
10:02Saya suka bertanya tuh.
10:05Sayang,
10:06orang-orang,
10:07saya tahu kementerian luar negeri itu diisi oleh orang-orang pintar.
10:10Karena apa?
10:11Mahasiswa-mahasiswa sayang pintar-pintar itu masuk ke kementerian luar negeri.
10:15Tapi kenapa?
10:16Di era sekarang ini,
10:17bodoh semuanya.
10:19Oke Prof.
10:20Saya tahan dulu.
10:21Saya ke...
10:22Dio.
10:23Enak bisa ngegas kalau Prof.
10:24Dio.
10:25Mohon maaf.
10:26Dio, Dio.
10:26Oke.
10:27Dio,
10:27boleh cerita,
10:29sejauh ini komunikasi upaya tentu sudah komunikasi dengan kementerian luar negeri.
10:33Ada hal-hal yang signifikan nggak kemajuan apa yang diupayakan oleh Kemlu so far?
10:38Kalau dari Kemlu belum ada.
10:42Justru saya selalu berusaha mengirim update ke mereka gitu.
10:47Karena gini,
10:48jadi sejak berlayar itu...
10:50Oh justru dari pihak Republiknya yang kasih update?
10:52Oke.
10:53Jadi gini,
10:54jadi sejak berlayar itu ada grup khusus dibuat untuk masing-masing kapal.
10:59Di grup itu ada dari organisasi dan juga keluarga.
11:04Jadi setiap hari itu kami diupdate gitu.
11:05Dan Alhamdulillah,
11:08tadi sekitar sejam yang lalu,
11:10sudah ada kabar bahwa tim hukum sudah bisa masuk ke dalam.
11:16Tim kuasa hukum.
11:17Tim kuasa hukum?
11:18Sudah masuk di Kota Pelabuhan Asdot.
11:20Oke.
11:21Nama tim kuasa hukum itu kebetulan kayak bahasa Indonesia,
11:25adalah namanya.
11:26Adalah?
11:27Adalah namanya.
11:28Itu yang disiapkan oleh Global Sumut Rotila.
11:30Sudah masuk ke dalam.
11:31Oke, ada kemajuan ya ini ya?
11:33Ada kemajuan gitu ya.
11:34Cuma lagi-lagi kalau ini saya langsung bacakan sedikit ya.
11:38Di grup itu dibilang bahwa kami minta Anda untuk terus menekan pejabat kedutaan
11:42agar datang ke pelabuhan dan memastikan keselamatan serta kondisi orang yang Anda dukung
11:49untuk memastikan warga negaranya dalam keadaan baik.
11:52Jadi masing-masing negara sudah disuruh nih untuk masuk ke dalam gitu.
11:55Tapi kita tidak ada gitu ya.
11:57Jadi benar-benar berharap dari tim kuasa hukum ini gitu ya.
12:01Tapi paling tidak sampai sekarang.
12:03Informasi ini tentu nanti akan Anda sampaikan ke Kementerian Ruang Negeri kan?
12:07Iya, saya beberapa kali kirim karena memang itu di grup itu terus diupdate.
12:11Sehari itu mungkin bisa 15 kali update gitu ya.
12:14Tiap ada yang baru diupdate lagi, diupdate lagi.
12:15Oke, gimana tanggapannya dari Kementerian Ruang Negeri?
12:18Tahan dulu, kita harus jeda.
12:19Tetaplah di Satu Menjadah Forum bersama Kompas TV.
12:22Kementerian Ruang Negeri
Komentar

Dianjurkan