00:00Dan sampai hari ini kita ketahui bahwa memang sedang keadaan sulit untuk menghubungi kedua orang itu.
00:07Tapi Kementerian Orang Negeri juga telah melakukan satu langkah-langkah proaktif untuk mencari keberadaan Jepang dan membebaskan perayaan.
00:16Dan ini tentu tidak, karena kita tidak pernah hubungan diplomatik dengan Yusrana dan kita tidak dapat melakukan kerundingan langsung dengan
00:23PMP Trail.
00:30Masih di Satu Menjadah Forum, Mas Dev, tadi pernyataan dari pemerintah masih bicara ya terkesan normatif.
00:39Tadi saya memberikan kesempatan Komisi 1 punya sikap ini bukan hanya soal penyelamatan warga negara, tapi ini juga penyikapan Indonesia
00:49terhadap Palestina yang memang ada di konstitusi.
00:52Ya kalau sikap Komisi 1 DPRD kan memang sejalan dengan pemerintah.
00:57Kita tetap mendorong untuk pengakuan kedaulatan terhadap pangsa Palestina.
01:04Dan juga kita tetap mendorong untuk dikembalikan hak-hak mereka untuk dapat hidup secara berdaulat dan hidup secara halayak normalnya.
01:15Dan itu juga alasan utama kenapa awalnya kita mendukung masuk ke dalam Board of Peace.
01:23Kenapa? Karena konsep utamanya itu kan pas prajurit Indonesia bila terjadi ini ditempatkan di Gaza itu kan adalah bukan kompeten.
01:35Mereka itu kan adalah ingenier, dokter, teachers, botanist gitu kan yang tujuannya untuk mengembalikan lagi lah kewibawaan masyarakat bangsa Palestina.
01:47Dan ya tujuannya itu untuk perdamaian, akan tetapi situasi itu belum juga tercapai.
01:55Bahkan terus sepertinya kayak kita muter-muter di permasalahan yang sama gitu.
02:01Selalu Hamas, Hezbollah disalahkan, Israel melakukan ofensif.
02:07Jadi itu tinggi sekali loh, artinya dalam konteks begini, nuansanya masyarakat ini kan marah ketika Presiden memutuskan masuk dalam BOP
02:17karena ada Israel.
02:18Dan dianggap ini mengkhianati perjuangan selama ini gitu.
02:21Tapi tadi kan dijelaskan, tetapi dalam konteks sekarang ini kan kembali jadi ya.
02:26Coba ini ujian pertama nih, ketika memaksakan masuk ke dalam BOP di tengah pro kontra, kemudian bisa enggak muncul atau
02:34tidak di tengah semua pernyataannya mengatakan bahwa tidak punya hubungan diplomatik.
02:40Termasuk pernyataan dari Menlu Sugiono kita dengarkan dulu.
02:48Jauh ini informasi yang kita terima, itu masih sulit karena komunikasi yang terbatas.
02:58Kami mengapresiasi semangat dari rekan-rekan yang tergabung dalam Global Sumut Plotila.
03:08Karena ini juga mencerminikan satu keinginan untuk menciptakan situasi yang mudah baik bagi saudara-saudara kita di Palestina, di Gaza,
03:20pada ofisinya.
03:22Dan ini merupakan semangat yang saya kira perlu diapresiasi.
03:32Kita berharap kondisi mereka baik-baik saja.
03:36Kami juga terus melakukan upaya koordinasi karena kita tidak punya hubungan langsung.
03:44Jadi kita minta tolong kepada teman-teman kita yang pertama mengalami nasib serupa juga dari warga negaranya, kemudian dari teman
03:59-teman yang jor dandan.
04:25Terima kasih.
04:31Tadi sore juga setelah rapat dengan Menlu, itu komisi satu menerima dari para keluarga atau grup dari para relawannya itu
04:44yang menyampaikan aspirasinya ke komisi satu.
04:48Dan itu ya kita bukan hanya menampung tapi kita juga turut menyuarakan.
04:54Menindaklanjuti.
04:55Menindaklanjuti, karena kan gini kalau DPR kita kan jadi gini, sekarang kan ada double track diplomasi.
05:02Jadi melalui jalur pemerintah dan juga menjalur jalur legislatif.
05:06Jalur legislatif itu ada wadah-wadahnya ya seperti IPU dan lain-lainnya.
05:10Nah dan ya disitulah salah satu forum untuk kita terus mendorong agar terbuat resolusi-resolusi, bukan hanya mengutuk-mengutuk saja,
05:19akan tapi harus ada sikap lanjutannya gitu loh.
05:22Jadi dari masing-masing negara, masing pemerintah itu juga harus memiliki sikap yang diterjemahkan dalam kebijakan luar negerinya masing-masing
05:30gitu.
05:31Jadi bukan hanya sekedar strongly worded resolution, tapi real act yang has a meaningful impact.
05:39Oke, Profik tidak ada hubungan diplomatik, itu kan keniscayaan memang tidak ada kan.
05:46Gimana Profik melihatnya, ini ada di interceptnya di paruolat internasional, meskipun Profik kalau mengatakan ya Israel apapun pasti dilanggar lah
05:55gitu.
05:55Tapi kan ini konteksnya kita bicara fokus bagaimana pembebasan warga negara Indonesia.
06:00Saya mengatakan gini ya, ingin mengatakan bahwa jangan sampai publik kemudian menekan pemerintah untuk melakukan apapun.
06:07Karena gini, pada waktu kita punya masalah dengan TKI kita di Arab Saudi dan disana ada sistem diat,
06:17kalau misalnya keluarga korban itu memaafkan maka akan dibebaskan dari hukuman mati.
06:24Nah lalu disana dia menuntut sekian miliar ya, keluarganya kan gak mungkin sekian miliar, akhirnya di take over oleh negara.
06:34Wah alhamdulillah di take over oleh negara, sampai 20-an miliar dikeluarkan sama negara.
06:40Dan itu legal dan memang diwajibkan negara untuk memenuhi itu kan memang.
06:43Ya mau gak mau, hasil uangnya dari mana.
06:46Padahal kalau misalnya untuk mensejahterakan rakyat di dalam negeri itu 20 miliar itu lumayan loh sebenarnya.
06:54Gara-gara cuma satu orang, ya kan.
06:56Dan dia memang salah begitu.
06:58Saya katakan udah gak rasional lagi nih kalau kayak begini.
07:01Nah sekarang ini, ini kan Israel yang pegang.
07:03Dan Israel berbeda dengan masa-masa lalu sebelum adanya perang Amerika-Israel melawan Iran.
07:10Sekarang Israel butuh teman, Israel butuh dia menang, Israel butuh ini dan sebagainya.
07:15Saya khawatir tindakan yang dilakukan oleh Israel sama seperti penculik.
07:19Dia memanfaatkan, ini ada warga negara Indonesia, pemerintahnya didorong sama rakyatnya untuk gimana caranya membebaskan.
07:28Ini kesempatan kita untuk mendapatkan kepentingan kita.
07:33Jadi kepentingan Israel terhadap Indonesia.
07:34Kepentingan Israel.
07:35Apa misalnya?
07:36Pembukaan hubungan diplomatik.
07:39Berpihak pada Israel dalam perang melawan Iran.
07:43Rakyatnya harus dikendalikan, jangan terus-terusan berpihak kepada Iran.
07:47Kalau sekarang saya lihat, rakyat berpihak pada Iran.
07:50Tapi pemerintah maunya berpihak Amerika Serikat atau Israel.
07:53Ini kan bahaya kalau menurut saya.
07:55Jadi Profib melihat ada risiko kalau memang dipenuhi pembebasan itu,
08:01barternya adalah buka hubungan diplomatik.
08:03Betul.
08:03Iwan lewat negara ketiga, lewat Yordania dan sebagainya.
08:06Israel pun bilang sama Yordania.
08:08Bilang ya sama Indonesia, kalau kamu mau minta tapi ada syaratnya.
08:12Satu, dua, tiga, empat, lima.
08:14Karena dia memegang yang namanya Sandra.
08:17Itu kalau penculik, itu pasti melakukan hal seperti itu.
08:20Kalau yang dulu-dulu yang saya lihat, memang sepuluh warga kalau nggak salah,
08:24akhirnya dibebaskan.
08:25Nggak minta apa-apa.
08:27Karena pada waktu itu kan belum terjadi perang Israel-Amerika melawan Indonesia.
08:31Sementara pilihan membuka hubungan diplomatik jelas tidak mungkin dalam situ.
08:34Jelas tidak mungkin.
08:36Tapi kan...
08:36Apa kira-kira jalan keluarnya?
08:38Kalau itu tidak mungkin, kemudian upaya apa yang bisa dilakukan oleh Indonesia?
08:41Pertama, di dalam global flotilla ini sudah dibuat SOP.
08:47Salah satunya adalah kalau kamu nanti ditahan, kami siapkan pengacara kami.
08:52Jadi pengacara itulah yang akan mungkin ada di Israel,
08:56mempermasalahkan penahanan itu sehat atau tidak,
08:59karena itu dilakukan di perairan internasional.
09:01Lalu kemudian akan melakukan berbagai upaya.
09:05Dan mereka selalu dikatakan,
09:08pokoknya kamu jangan bawa senjata,
09:10jangan kamu melawan dan lain sebagainya.
09:12Pasrah saja.
09:13Dan ini harapannya bisa tercapture,
09:17di blow up,
09:18dan kemudian negara-negara akan bergerak bersama-sama.
09:22Saya katakan negara.
09:24Ini bukan masalah bilateral antara Indonesia dengan katakanlah si penculik ini yang Israel itu.
09:29Bukan.
09:29Ini masalah dunia melawan Israel.
09:33Jadi kalau kita bertindak sendiri,
09:37itu coroboh lah menurut saya.
09:39Sekarang kita berkoordinasi saja.
09:41Saya bingung nih sama kementerian luar negeri.
09:43Masalah kayak begini saja,
09:45mereka nggak bisa pikir.
09:47Jangan kemudian menganggap business as usual.
09:51Seolah-olah ini warga negara kita,
09:52yang sedang bermasalah hukum di negara lain,
09:56terus tidak ada kepentingan.
09:57Ini saya bilang,
09:59kemana yang orang-orang pintar kementerian luar negeri itu?
10:02Saya suka bertanya tuh.
10:05Sayang,
10:06orang-orang,
10:07saya tahu kementerian luar negeri itu diisi oleh orang-orang pintar.
10:10Karena apa?
10:11Mahasiswa-mahasiswa sayang pintar-pintar itu masuk ke kementerian luar negeri.
10:15Tapi kenapa?
10:16Di era sekarang ini,
10:17bodoh semuanya.
10:19Oke Prof.
10:20Saya tahan dulu.
10:21Saya ke...
10:22Dio.
10:23Enak bisa ngegas kalau Prof.
10:24Dio.
10:25Mohon maaf.
10:26Dio, Dio.
10:26Oke.
10:27Dio,
10:27boleh cerita,
10:29sejauh ini komunikasi upaya tentu sudah komunikasi dengan kementerian luar negeri.
10:33Ada hal-hal yang signifikan nggak kemajuan apa yang diupayakan oleh Kemlu so far?
10:38Kalau dari Kemlu belum ada.
10:42Justru saya selalu berusaha mengirim update ke mereka gitu.
10:47Karena gini,
10:48jadi sejak berlayar itu...
10:50Oh justru dari pihak Republiknya yang kasih update?
10:52Oke.
10:53Jadi gini,
10:54jadi sejak berlayar itu ada grup khusus dibuat untuk masing-masing kapal.
10:59Di grup itu ada dari organisasi dan juga keluarga.
11:04Jadi setiap hari itu kami diupdate gitu.
11:05Dan Alhamdulillah,
11:08tadi sekitar sejam yang lalu,
11:10sudah ada kabar bahwa tim hukum sudah bisa masuk ke dalam.
11:16Tim kuasa hukum.
11:17Tim kuasa hukum?
11:18Sudah masuk di Kota Pelabuhan Asdot.
11:20Oke.
11:21Nama tim kuasa hukum itu kebetulan kayak bahasa Indonesia,
11:25adalah namanya.
11:26Adalah?
11:27Adalah namanya.
11:28Itu yang disiapkan oleh Global Sumut Rotila.
11:30Sudah masuk ke dalam.
11:31Oke, ada kemajuan ya ini ya?
11:33Ada kemajuan gitu ya.
11:34Cuma lagi-lagi kalau ini saya langsung bacakan sedikit ya.
11:38Di grup itu dibilang bahwa kami minta Anda untuk terus menekan pejabat kedutaan
11:42agar datang ke pelabuhan dan memastikan keselamatan serta kondisi orang yang Anda dukung
11:49untuk memastikan warga negaranya dalam keadaan baik.
11:52Jadi masing-masing negara sudah disuruh nih untuk masuk ke dalam gitu.
11:55Tapi kita tidak ada gitu ya.
11:57Jadi benar-benar berharap dari tim kuasa hukum ini gitu ya.
12:01Tapi paling tidak sampai sekarang.
12:03Informasi ini tentu nanti akan Anda sampaikan ke Kementerian Ruang Negeri kan?
12:07Iya, saya beberapa kali kirim karena memang itu di grup itu terus diupdate.
12:11Sehari itu mungkin bisa 15 kali update gitu ya.
12:14Tiap ada yang baru diupdate lagi, diupdate lagi.
12:15Oke, gimana tanggapannya dari Kementerian Ruang Negeri?
12:18Tahan dulu, kita harus jeda.
12:19Tetaplah di Satu Menjadah Forum bersama Kompas TV.
12:22Kementerian Ruang Negeri
Komentar