Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 menit yang lalu
KOMPAS.TV - Warga yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim berunjuk rasa di depan Kejati Kaltim. Mereka menuntut aparat penegak hukum untuk memeriksa dugaan penyimpangan anggaran yang digunakan Gubernur Kaltim.

Demo di depan Kejati Kaltim ini adalah buntut dari aksi sebelumnya yang meminta DPRD Kaltim menggulirkan hak angket Gubernur Kaltim, Rudy Masud.

Para demonstran meminta aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan atas dugaan penyimpangan penggunaan anggaran.

Adapun anggaran yang diduga menyimpang di antaranya dana renovasi rumah dinas Gubernur sebesar 25 miliar, hingga pergantian Dirut Bankaltimtara yang diduga kuat sarat kepentingan politis.

Terkait gelombang protes warga terhadap jalannya roda pemerintahan di Kalimantan Timur, kita akan bahas bersama pengamat kebijakan publik Universitas Mulawarman, Samarinda, Saiful Bahtiar.

#kaltim #demo #pemprovkaltim

Baca Juga Kementerian ESDM Siapkan Regulasi Atur Skema Impor Minyak Rusia di https://www.kompas.tv/ekonomi/670157/kementerian-esdm-siapkan-regulasi-atur-skema-impor-minyak-rusia



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/670163/pengamat-kebijakan-publik-bahas-warga-di-samarinda-kembali-unjuk-rasa-soal-kebijakan-pemprov-kaltim
Transkrip
00:00Saudara warga yang tergabung dalam aliansi perjuangan masyarakat Kaltim berdemo di depan Kejati Kaltim.
00:07Mereka menuntut aparat penegak hukum untuk memeriksa dugaan penyimpangan anggaran yang digunakan Gubernur Kaltim.
00:15Demo di depan Kejati Kaltim ini adalah buntut dari aksi sebelumnya yang meminta DPRD Kaltim menggulirkan hak angket Gubernur Kaltim,
00:24Rubi Masud.
00:24Para demonstran meminta aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan atas dugaan penyimpangan penggunaan anggaran.
00:31Ada pun yang diduga anggaran yang menyimpang, diantaranya dana renovasi rumah dinas Gubernur Rp20 miliar,
00:39hingga pergantian diurut bangkal tim Tara yang diduga kuat syarat kepentingan politis.
00:55Untuk mengetahui informasi terkini, kita akan tanyakan langsung kepada jurnalis Kompas TV Rijal Mustafa dan juru kamera Jasmine Jafar di
01:02Samarinda, Kalimantan Timur.
01:03Selamat siang Rijal, apa saja tuntutan masa dalam aksi demo hari ini?
01:10Ya, selamat siang Bela dan juga saudara yang kami sampaikan memang hari ini ujuk rasa yang berasal dari warga yang
01:20tergabung dalam alias perjuangan masyarakat Kaltim
01:22yang berdemo di depan Kejati Kaltim sejak pagi tadi, mereka memang menunggu aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur
01:33Rudi Masjur
01:33terkait adanya juga penyimpangan anggaran yang digunakan.
01:37Salah satunya mengenai soal mobil dinas, pembelian mobil dinas yang mencapai Rp8,5 miliar yang kemudian dikembalikan.
01:44Kemudian ada juga renovasi rumah dinas yang mencapai Rp25 miliar.
01:48Dan ada juga mereka menyampaikan tadi pergantian Direktur Utama Bank Kaltim Tara yang memang mereka juga kuat
01:56seharusnya dengan kesempingan politik.
02:00Untuk agenda aksi demo hari ini yang digelar warga yang tergabung dalam aliasi perjuangan masyarakat Kaltim ini
02:07mereka kesal lantaran hak angket yang kemarin mereka minta di DPRD Kaltim hingga saat ini belum digulirkan.
02:15Memang kalau kita lihat waktu dari 21 April lalu dan sekarang 21 Mei, jedanya sudah satu bulan.
02:23Memang hari ini belum ada terpantau jadwal untuk DPRD sendiri melakukan hak angket yang diminta warga yang berdemo sebelumnya, Bela.
02:34Rija, lalu demonstrasi ini berlangsung di depan kejati.
02:38Apakah sudah ada jajaran dari kejati yang menemui masa aksi?
02:43Ya, Bela kami sampaikan juga memang tadi sejak pukul 9.30 waktu Indonesia bagian tengah warga yang berdemo
02:50sekitar 2 jam berlangsung kegiatan demonstrasi di depan kejati.
02:55Para mata ini diterima langsung oleh Bapak Kejati Kaltim.
02:59DPRD menerima surat yang berisikan laporan jugaan penyelewengan anggaran yang digunakan pemerintah Kaltim yang dipimpin oleh Gubernur Kaltim sendiri.
03:11Tadi disampaikan secara terbuka di depan warga yang berdemo.
03:15Ketika Kaltim bilang laporan yang diterima atau surat yang diserahkan tadi akan dipelajari.
03:22Kemudian nantinya terkait proses laporan di kejati sendiri akan disampaikan secara transparan
03:28dan mereka komitmen untuk memberikan informasi update kepada warga yang berdemo kali ini
03:35untuk tetap menjalankan tuntutan atau untuk merespon tuntutan warga yang berdemo di kantor kejati terkait
03:44soal jugaan pelanggaran penyimpangan anggaran yang digunakan pemerintah Provinsi Kaltim yang dipimpin Gubernur Ruti Masud.
03:53Baik kita akan nantikan seperti apa jalannya demo apakah nanti akan memanjang hanya hari ini saja
03:59atau mungkin memanjang ke hari-hari berikutnya.
04:01Terima kasih atas laporan Anda, Jurnalis Kompas TV, Rijal Mustafa dan Jasmin Jafar dari Samarinda, Kalimantan Timur.
04:07Selamat bertugas kembali dan harap berhati-hati.
04:10Saudara terkait gelombang protes warga terhadap jalannya roda pemerintahan di Kalimantan Timur
04:15kita akan bahas bersama pengamat kebijakan publik Universitas Mula Warman Samarinda, Saiful Bahtiar.
04:21Selamat siang Pak Saiful dengan Bela di studio.
04:25Selamat siang Pak Bela.
04:27Pak Saiful, warga kembali berunjuk rasa memprotes kebijakan Pemprov Kaltim.
04:32Bagaimana Anda melihat gelombang protes ini?
04:35Dan tadi kan sempat dikatakan bahwa sebenarnya tanggal 21 sudah ada demo yang dilakukan di depan DPRD
04:43tapi tampaknya sampai saat ini hak angketnya juga belum digulirkan seperti itu.
04:49Ya, ini satu faktor Mbak.
04:52Sebenarnya ini demonstrasi hari ini yang dilaksanakan oleh beberapa kelompok masyarakat yang ada di Kalimantan Timur
05:00ini bagian dari kelanjutan demo sebelumnya.
05:03Sehingga ini rangkaian, ada beberapa aspirasi yang sudah disampaikan di beberapa waktu yang lalu
05:10namun sampai saat ini tidak direspon secara serius ya oleh DPRDK Tim
05:17sehingga kemudian hari ini masa kembali lagi berdemonstrasi
05:22pertama menagih janji dari DPRDK Tim yang akan melaksanakan penggunaan hak angket DPRDK Tim
05:30terhadap beberapa indikasi adanya
05:33hal-hal yang dianggap ganjil atau berpotensi penyimpangan ya
05:38terhadap penggunaan anggaran APBD Kalimantan Baik 2025 maupun 2006.
05:44Kemudian yang kedua
05:47seiring dengan perkembangannya kondisi ini
05:49jadi masyarakat itu atau kelompok masyarakat ini merasa kecewa kepada DPRDK Tim
05:55karena sampai hari ini tidak ketegasan, kejelasan dan kepastian
06:00kapan DPRDK Tim itu menggunakan hak angketnya
06:03bahkan informasinya hari ini malah berame-rame
06:07anggota DPRDK Tim terutama yang mewakili beberapa praksi itu
06:11justru berkonsultasi ke kemendagri gitu ya
06:14padahal hak angket itu kalau kita perhatikan di pasal 106
06:18undang-undang 23-2014 dan pasal 115 itu
06:22itu merupakan hak politik
06:23hak politik yang bisa digunakan oleh DPRDK Tim
06:28terkait dengan adanya fakta atau fenomena-fenomena
06:32kebijakan-kebijakan yang diambil
06:34atau yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah itu
06:36berpotensi itu melanggar atau bertentangan dengan peraturan perundangan
06:42dan itu bernampak ulas terhadap masyarakat
06:44saya kira ini satu hal yang mengindikasikan bahwa
06:48kekecewaan masa atau kekecewaan masyarakat Kal Tim
06:51yang sudah sebelumnya Rimo hari ini menanggi kembali
06:54janji mereka kepada DPRD
06:56tapi kemungkinan DPRD-nya tidak lengkap
07:01yang akan menemui masa
07:03maka masa beralih ke beberapa instansi tadi
07:05yang dari pagi sampai siang hari ini
07:07didatangnya oleh masa yang berdemo tadi gitu Mbak
07:10kalau tadi dikatakan hari ini mereka meminta juga
07:13aparat penegak hukum untuk memeriksa
07:16Gubernur Kal Tim Rudi Mas'ud
07:18nah sebenarnya Pak Saiful
07:20apa yang Anda soroti dari tata kelola pemerintahan
07:23dan kebijakan Pemprov Kal Tim
07:25kalau tadi dikatakan sekarang DPRD-nya
07:28bukannya menggulirkan
07:29karena itu adalah hak politik
07:31malah memilih untuk berkonsultasi dengan kemedagri
07:34apa yang bisa Anda soroti dari pola ini?
07:38ya ini muncul satu dugaan ya
07:41atau dugaan atau persepsi publik yang berkembang
07:45bahwa adanya fenomena atau fakta
07:48yang muncul ke permukaan
07:50terkait dengan adanya indikasi pemborosan penggunaan anggaran
07:55di APB Dekal Tim 2025 dan 2026 ini
07:59itu semakin menguatkan
08:01adanya dukungan dari DPRD-Kal Tim
08:05ketika menganggarkan anggaran tersebut gitu ya
08:08nah sehingga ini bisa dilihat oleh publik
08:11dengan adanya ketidak konsistenannya
08:15ketidak konsistenannya DPRD-Kal Tim
08:18padahal di demo 21 April yang lalu
08:22itu semua praksi sudah berdatangan
08:25akan menjalankan, akan melaksanakan
08:27hak angkat mereka
08:29atau penggunaan hak angkat mereka
08:30terhadap ada beberapa hal yang dianggap
08:33sesuatu yang tidak wajar
08:35dalam penggunaan anggaran APB Dekal Tim
08:36misalnya seperti pembelian mobil mewah
08:39yang 8,5 miliar itu kemudian
08:42renovasi rumah dinas dan kantor gubernur
08:46yang dianggap besar gitu
08:48belum lagi pembentukan tim transisi
08:51atau tim akhirnya gubernur
08:52serta hanya dugaan terjadinya praktek
08:56dinasi politik di beberapa organisasi publik
09:00yang ada di Kalimantan Timur
09:02nah ini sebenarnya hak angkat yang didorong oleh publik itu
09:06itu bagian dari agar DPRD-Kal Tim itu
09:09dianggap serius dalam menjalankan fungsinya
09:11yaitu fungsi legislasi, fungsi penganggaran
09:14fungsi anggaran dan fungsi pengawasan
09:16atau fungsi kontrol
09:16sehingga kalau itu bisa
09:18bisa diwujudkan
09:21jadi ini kan akan kembali
09:25mendorong ya
09:26atau paling tidak akan kembali
09:28menguatkan trust publik
09:31atau kepercayaan publik terhadap DPRD-Kal Tim
09:33yang selama ini dianggap
09:35tidak melakukan fungsinya dengan baik
09:37termasuk dengan justru adanya indikasi
09:40mendukung gubernur
09:42beserta jajaran PEPRO-Kal Tim
09:44yang menganggarkan tadi beberapa anggaran
09:46yang dianggap itu termasuk fasilitas mewah
09:49untuk kepala daerah
09:50di tengah adanya instruksi presiden
09:53atau impres nomor 1 tahun 2025
09:55tentang efisiensi anggaran
09:57setelah adanya tekanan-tekanan
10:00fiskal Kaltim yang sampai hari ini
10:02sudah terkurangi hampir
10:0660% lebih ya
10:07dari anggaran tahun-tahun sebelumnya
10:10terutama anggaran tahun 2024
10:12dan kalau DPRD sampai hari ini
10:15masih belum menggunakan hak anggitnya
10:17tadi untuk merata proses penyelidikan
10:20terakhir-akhir yang diduga tadi adanya
10:24ketidak konsistenan dari pemerintah PEPRO-Kal Tim itu
10:28untuk penggunaan anggaran
10:29untuk kepentingan-kepentingan publik secara luas
10:32dan lebih mengutamakan kepentingan
10:34para pejabatnya terutama kepala daerahnya
10:37nah itu tentu dianggap adanya indikasi
10:40bahwa selama ini sebenarnya DPRD-Kal Tim juga sama saja
10:42dengan PEPRO-Kal Tim
10:44cara berpikirnya dalam menggunakan anggaran
10:46APBD-Kal Tim yang ada sebelumnya
10:50nah yang kedua adalah sebenarnya
10:52kalau mau melihat lebih jauh
10:54tentunya dengan adanya instrumen hak anggit itu
10:58itu sebenarnya lebih clear gitu ya
10:59dengan demikian nanti dalam proses penyelidikan
11:02itu akan terukar
11:03apakah selama ini misalnya terkait dengan
11:05pembelian mobil mewah
11:07kemudian renovasi rumah jabatan
11:12dan ruang-ruang kerja yang dianggap terlalu mewah
11:15serta juga adanya dugaan praktik
11:19dinasi politik yang ada di Kal Tim saat ini
11:21dan beberapa hal lain lagi yang
11:23mestinya itu akan terungkap
11:25dari proses penggunaan hak anggit DPRD-Kal Tim
11:28kalau itu digunakan
11:29tapi sampai saat ini ada indikasi
11:31berusaha berkelit dari penggunaan hak anggit tadi
11:34dan tentu kita lihat dari sisi kekuatan politik
11:37yang ada di DPRD-Kal Tim
11:38itu partainya gubernur itu lebih dominan
11:42maksudnya lebih dominan
11:43kalau partainya gubernur atau praksi Golkar
11:45tidak hadir dalam paripurna
11:48untuk penentuan penggunaan hak anggit atau tidak
11:51maka itu hampir dipaksikan
11:54secara kalkulasi matematika
11:56maka hak anggit itu tidak bisa terjadi
11:59karena tidak mencapai korum
12:013 per 4 jumlah amput TDPRD
12:04yang hadir dalam rapat paripurna
12:05nah ini juga sudah menjadi sesuatu
12:08menurut saya sudah menjadi
12:09perbincangan putri yang ada di Kalimantan
12:11dan ini semakin tidak
12:14sekemenang antara kamu
12:16karena tadi DPRD-Kal Tim
12:19yang tidak tegas dan tidak ada
12:22kesihatan
12:23di depan hak anggit
12:25hak anggit di Paduna
12:27sehingga
12:28hak anggit pun
12:29mereka senang banget
12:31janji yang sudah
12:32standar terkali di tahun 1 April
12:3526 Mei hari itu
12:37tadi Pak Saiful mengatakan
12:40ada indikasi
12:41bahwa
12:42DPRD juga mengetahui
12:44penggunaan dana tersebut
12:46dan juga ada indikasi
12:48kalau memang
12:49kayaknya hak anggit
12:50tidak akan digulirkan
12:52karena
12:52partai yang dominan di sana
12:54pendukungnya
12:55Pak Gubernur ini
12:57juga tampaknya belum
12:58tidak setuju
12:59dengan penggunaan hak anggit
13:01lalu kemudian
13:01siapa yang mengawasi Pak
13:03karena kan
13:03ini tuntutan masyarakat itu
13:05sudah jelas
13:05karena memang
13:06terang-terangan sekali
13:07ada anggaran-anggaran
13:09yang dipergunakan
13:09sedangkan kita harus efisiensi
13:11lalu siapa kemudian
13:12yang harus mengawasi
13:13bagaimana meritokrasi
13:15apakah dua hal ini
13:16kemudian
13:17akan kalah
13:18dengan politik dinasti
13:22ya
13:23saya kira
13:24agak
13:26terjadi
13:27di
13:29Profesional Tati
13:30karena
13:32ada
13:33hubungan saudara
13:34ada hubungan
13:35perabatan yang dekat kali
13:36antara
13:37Gubernur dan
13:38Ketua DPRD
13:39itu
13:40menjadi
13:41generasi
13:41momen
13:41adalah
13:42bahwa
13:43partainya
13:44Gubernur
13:46sekarang
13:46itu
13:47dominan
13:47jumlahnya
13:49yang di
13:49dari
13:51sudah
13:52banyak jumlahnya
13:54nah
13:54sehingga
13:55mestinya
13:56idealnya
13:58baik secara teori
14:01maupun secara
14:01kenapa
14:01mestinya itu
14:02harus
14:03dikatakan
14:05antara
14:06kepentingan
14:07baik
14:09dan
14:10kepentingan
14:11kalau
14:12ininya bisa
14:13jalan dengan
14:14baik
14:14artinya
14:15berjalan
14:16dengan
14:18DPRD
14:19juga berjalan
14:20dengan
14:20hubungan
14:21maka
14:22mestinya itu
14:22harus
14:23dengan
14:24kelompok
14:25terutama
14:28kepentingan
14:29publik
14:29nah
14:30kalau
14:30dilihat
14:31konteknya
14:31sampai hari ini
14:33itu
14:33tidak berjalan
14:34dengan baik
14:34maka
14:35kemudian
14:36ketika
14:36ada
14:37hipotese
14:37yang menyebutkan
14:38bahwa
14:39si
14:40praktik
14:42dinasti politik
14:43itu
14:44kepentingan
14:46kelembagaan
14:46fungsi
14:47pemerintahan
14:47daerah
14:48itu
14:48fakta
14:50kebincangan
14:52kebetulan
14:53misalnya
14:53ini
14:54dikunjungi
14:55kebincangan
14:56dan ada
14:57indikasi
14:58sebagai
14:59sebuah
15:00kelompok
15:01yaitu
15:01praktik
15:04nah
15:06kalau
15:07konteknya
15:08seperti ini
15:09maka
15:09kemudian
15:10kepentingan
15:11publik
15:11itu
15:11akan
15:12dibantikan
15:12karena
15:13mestinya
15:14tadi
15:14kedua
15:14pihak ini
15:15mempunyai
15:16legislatif
15:16berbeda
15:17dengan
15:18kepentingan
15:19masyarakat
15:19kalau
15:20yang ada
15:21sampai
15:22sehat
15:22hari ini
15:23itu
15:24lebih
15:25mendepankan
15:25kepentingan
15:26publik
15:28dan
15:29yang
15:30kebetulan
15:30lagi
15:31karena
15:31ketua
15:33di tingkat
15:34prensi
15:35yang ada
15:36saat ini
15:36disitu
15:38yang menjadi
15:38penang kusutnya
15:39kemudian
15:40dengan
15:40publik
15:41terakhir
15:43kalau
15:44apa
15:46kalau
15:46dari
15:47yang
15:47partai-partai
15:48yang berkuasa
15:49itu tidak
15:50segera
15:51mengepulasi
15:52mengepulasi
15:54diri
15:54menyebuti
15:55bahwa
15:55ini mereka
15:56sudah salah
15:57mereka
15:58menjadi
15:58kebiasaan
15:59publik
15:59dengan masyarakat
16:00baik
16:01berikut ini
16:01dengan
16:02klok
16:02satu
16:03yang itu
16:03merugikan
16:04kita
16:04tadi memang
16:06harus mengurai
16:06benang kusut
16:07dan juga
16:07partai-partai
16:09yang mendukung
16:10gubernur masuk
16:11kita harapkan
16:11juga punya
16:12sisi
16:13mendesak
16:14supaya
16:14apa yang
16:15menjadi
16:16protes
16:16dari
16:17masyarakat
16:17Kalimantan Timur
16:18ini bisa
16:19segera
16:19terselesaikan
16:20kita tidak
16:21mau lagi
16:21melihat
16:22ada hal-hal
16:22yang
16:23mungkin
16:23mencederai
16:24rasa
16:24apa ya
16:25rasa
16:26masyarakat
16:26yang ada
16:27di sana
16:27terima kasih
16:28atas
16:29terbincangannya
16:29siang hari ini
16:30Pak Saiful Bahtiar
16:32pengamat kebijakan publik
16:33Universitas Mulau Warman
16:34Samarinda
16:34selamat beraktivitas kembali
16:36selamat menikmati
16:36Terima kasih
Komentar

Dianjurkan