00:00Sudah kita lanjutkan perbincangan bersama Guru Besar Hukum Internasional
00:03Pakultas Hukum UGM, Eribertus Jakatriana dan juga ada pengamat Timur Tengah,
00:08Hasibullah Satrawi.
00:10Pak Hasibullah, kita sempat terpotong, tadi ada sempat melibaratkan
00:12apa yang tengah dilakukan oleh Amerika Serikat.
00:14Di saat Hormus ada sebuah investasi bodong, bisa dijelaskan lebih lanjut.
00:19Pak Hasibullah.
00:20Ya, saya rasa memang itu kenyataan daripada perang ini,
00:25kalau kita baca dari awal, saya berada pada asumsi dan opini
00:29pendapatan bahwa perang ini adalah diorder, diminta oleh Netanyahu.
00:34Jadi kalau saya anggap perang ini adalah seperti investasi bodong,
00:38itu karena Trump tidak teliti, tidak mengecek secara lebih seksama
00:42proyek dan rencana yang diajukan oleh Netanyahu.
00:46Dan bagi saya adalah dua faktornya di situ,
00:49mungkin Trump terbawa dengan kisah sukses di Venezuela,
00:53sementara Netanyahu terbawa oleh pikiran kisah sukses di Gaza.
00:57Jadi ini adalah Iran yang kesempatan terakhir untuk kemudian
01:01istilahnya menghabisi ancaman dari sumber utamanya.
01:04Karena kalau kita bicara kepentingan Israel,
01:07maka kemudian Iran itu sebagai sumber ancaman
01:09yang sekarang terbuka mungkin untuk dihabisin sekaligus.
01:14Nah persoalannya memang banyak sumber,
01:17banyak laporan makin kesini menunjukkan
01:19betapa dia keliru di dalam membaca rencana-rencana yang ada.
01:23Katakan yang terbaru mas, bagaimana seorang Ahmadinejad,
01:27itu nyoyok time sudah memuat itu,
01:29direncanakan untuk menjadi pengganti daripada rezim baru
01:32yang akan dibuat oleh yang namanya Trump dan Netanyahu
01:36dalam perang ini.
01:38Itu belum ada bantahan itu.
01:39Jadi Ahmadinejad mantan presiden itu
01:42diharapkan nanti bisa menjadi pengganti daripada rezim.
01:45Padahal kita baca Ahmadinejad itu orang juga yang sangat keras.
01:49Sama hanya, coba kita baca di tanggal saya bilang itu
01:54di kurang lebih di hari ke-25 dari perang.
01:56Itu yang saya bilang cara Trump mengerim pertama kali
02:00laju perang ini karena sudah tidak sesuai dengan konsepnya Netanyahu.
02:04Makanya dalam jumpa PES di Florida,
02:06itu kemudian Trump untuk pertama kali menyampaikan
02:09dengan diksi-diksi positif bahwa perang akan segera berakhir,
02:12bahkan ada pemimpin baru yang dikatakan jauh lebih rasional.
02:15Beberapa hari kemudian kita tahu toko itu ternyata adalah Bakir Galibab.
02:19Nah sekarang kita tahu bagaimana Bakir Galibab
02:23yang justru melawan pernyataan-pernyataan keras Trump.
02:26Yang sekali lagi ini yang dinyatakan setelah terbuka.
02:30Bahwa ada kemungkinan di belakang ternyata Bakir Galibab juga
02:33orangnya Trump bisa jadi.
02:35Tapi minimalnya dari pernyataan yang disampaikan terbuka
02:38itu tidak menunjukkan bahwa Bakir Galibab adalah orang yang sesuai dengan kriterianya.
02:43Saya ingin mengatakan itulah yang saya sebut sebagai faktor-faktor
02:48yang akhirnya membuat rencana investasi Netanyahu ini adalah bodoh.
02:53Dan ketika tolong seperti sekarang,
02:56Trump menurut saya dalam dua kebingungan.
02:58Apakah dia akan melakukan penyelamatan dengan menambah modal lebih besar?
03:03Itu artinya dia harus perang lagi.
03:05Tapi betul-betul dia menghitung
03:06kalau dia menyertakan modal lebih besar lagi,
03:09apa yang bisa memastikan ini tidak akan bikin dia tambah bangkrut.
03:12Kalau dikatakan dia serang lagi Iran,
03:16Iran sudah siap menyampaikan berkali-kali
03:19untuk meladani perang yang ada.
03:22Bahkan yang terbaru, Iran menyatakan
03:24siap buka front baru yang mungkin tidak pernah dibayangkan oleh Amerika dan Israel.
03:29Ini saya yakin tidak akan dibiarkan menjadi suara percuma oleh Trump.
03:34Karena 40 hari membuktikan bahwa Iran itu bukan letorika.
03:40Dia punya kemampuan yang mau tidak atau diakui atau tidak.
03:45Kenyataannya seperti itu.
03:46Belum lagi dia bilang juga,
03:48kalau Amerika betul-betul menyerang kembali,
03:51maka kemudian akan katakanlah ada perlawanan lebih keras,
03:55termasuk mungkin melalui bab mandab itu.
03:58Yang itu akan membuat sekarang double-nya itu,
04:02double apa namanya,
04:03blokade lautnya akan lebih besar.
04:04Belum lagi fakta-fakta bagaimana rakyat Iran siap jadi tentara semuanya.
04:10Yang saya bilang,
04:11kalau perang ini menjadi perang ekonomi dan berkelanjutan,
04:14saya khawatir Amerika kalah ke depan.
04:16Bukan semata-mata karena senjata yang tidak canggih lagi,
04:21kecanggihan Amerika tidak tertandingi,
04:23tapi banyak varian yang Amerika tidak punya.
04:26Salah satunya adalah siapa di antara rakyat Amerika yang siap untuk jadi tentara
04:31dalam mereka mendukung untuk memenangkan ini.
04:35Kalau di Iran sudah terkonfirmasi,
04:37mereka siap untuk menjadi martir,
04:39mereka siap untuk menjadi tentara untuk membela rezim ini.
04:43Dari aspek moralitas dan totalitas perjuangan seperti itu,
04:46menurut saya Trump akhirnya juga harus berfikir kalau mau nambah modal.
04:50Nah pilihan yang lebih realistis adalah memang logikanya memper, apa namanya,
04:56menahan kerugian lebih besar.
04:58Nah, menahan kerugian lebih besar itu salah satunya bisa kita baca dengan cara lobi-lobi
05:03agar Iran tadi, kalau dalam bahasanya Jaka,
05:07bisa berkompromi pada isu-isu yang nanti bisa dianggap,
05:11bisa dipersifiskan oleh Trump sebagai bukti kemenangannya.
05:15Dan itulah menurut saya yang betul-betul diupayakan.
05:17Dengan berbagai macam cara, termasuk pergi ke Tiongkok,
05:21termasuk dengan ancaman-ancaman lebih besar lagi, mundur lagi.
05:24Saya bilang secara teori dagang, begitu orang kalau belum dapat.
05:28Jadi dia akan melakukan macam cara obral harga dan lain-lain.
05:32Oke.
05:33Di tempatan, dia akan mendapat yang dia mau.
05:35Oke.
05:35Begitu Mas.
05:36Baik, saya ke Prof. Jaka.
05:37Prof. Jaka, lawatan Trump ke Tiongkok bertemu dengan presidensi,
05:41apakah menurut Anda tidak se-efektif itu?
05:45Karena memang salah satu pembahasannya adalah terkait dengan perdamaian
05:48antara Iran dan juga Amerika Serikat.
05:51Saya melihat ada beberapa hal yang bisa kita kritisi pertemuan Trump dengan Xi.
05:57Yang pertama adalah memang satu basisnya adalah transaksional.
06:00Kepentingan Amerika terhadap China di kawasan,
06:03kepentingan China terhadap isu ini apa?
06:05Saya kira terjadi transaksi yang saya kira jangka pendek dan sangat ekonomis.
06:11politikal.
06:12Transaksional ini bisa kita lihat dari kenyataan saat sekarang,
06:16China itu ada dua kaki terkait dengan isu di Iran.
06:19Apa?
06:20Dia menyatakan membantu Amerika dalam kerangka pengamanan Paislat Hormuz,
06:25tapi dia juga masih membeli minyak dari Iran.
06:28Dan ini kontekstualisasinya masih berjalan,
06:31sehingga hubungan ekonomi di antara dua negara masih terus berjalan.
06:35Tetapi kita juga lihat saat sekarang bagaimana China itu ketemu dengan Putin
06:40yang menyatakan secara tegas dan jelas bahwa penggunaan kekerasan bersenjata Amerika terhadap Iran
06:46itu adalah illegal under international law.
06:49Sehingga kalau kita lihat, tekanan secara geopolitik internasional dan hukum internasional,
06:55apapun secara formal, ini tidak akan menguntungkan Trump.
06:59Kalau kita lihat apapun nanti yang akan terjadi terkait dengan penggunaan kekerasan bersenjata Amerika terhadap Iran
07:06di dalam mekanisme PBB misalnya, ini pasti akan dapat veto dari China dan juga dari Rusia terkait dengan eksistensi Iran
07:14yang menurut saya dari sisi politik internasional sangat tidak menguntungkan buat Trump.
07:20Sehingga sekali lagi, kita melihat tadi, kalau bahasa Pak Hazibullah investasinya bodong,
07:26ini ada satu tekanan yang lebih besar, yang kalau kurang ini dilanjutkan,
07:30saya yakin kerugian ekonomi dari Amerika, Donald Trump itu akan semakin besar.
07:36Sehingga perhitungan terkait dengan risk mitigation, kepentingan Amerika atas Iran,
07:41dan itu akan lebih besar daripada, sekali lagi, daripada Trump itu mengedepankan kepentingan Israel terhadap Iran
07:49dan juga terhadap proksinya.
07:51Saya menduga dan memperkirakan seperti itu, supaya bocornya, kerugiannya tidak lebih besar
07:58yang berdampak secara global, yang berdampak secara nasional untuk kepentingan elektoral,
08:04untuk kepentingan ekonomi, dan lain sebagainya.
08:06Sehingga sekali lagi, sekarang juga Trump dihadapkan untuk secara merata, secara balance,
08:15untuk juga bisa melihat perkembangan di halaman belakang dia, di Latin Amerika,
08:19yang juga semakin memanas Cuba, Venezuela, dan lain sebagainya, itu juga memerlukan perhatian.
08:24Dan ini menjadi sebuah pressure yang luar biasa buat Trump di dalam masa kepemimpinannya ke depan.
08:31Oke, berarti tekanan geopolitik ini semakin besar,
08:33begitu mengingat juga setelah adanya pertemuan antara Presiden Xi Jinping dan juga Putin,
08:38begitu apa, kemudian yang akan dilakukan Trump, apakah Trump juga akan mengindahkan tekanan geopolitik ini
08:44karena mengingat, kita ketahui, Trump ini selalu tidak mengindahkan,
08:50baik itu tekanan dari negara-negara sekutunya maupun dari Iran apalagi begitu.
08:55Kita bahas usaha jeda, Bapak-Bapak tetaplah bersama kami di BG News Kompas TV.
Komentar