Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga menyentuh Rp17.700 per dolar, Selasa (19/5/2026).

Presiden Prabowo Subianto menanggapi pelemahah rupiah saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), ia mengatakan tidak perlu khawatir karena rakyat desa tidak memakai dolar.

Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pernyataan Presiden itu semata-mata untuk menghibur rakyat. Ia menegaskan fundamental ekonomi dan fiskal dalam negeri masih bagus.

Di sisi lain, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso menilai pelemahan rupiah terjadi karena faktor dinamika global dan kenaikan suku bunga Amerika.

"Faktor dinamika global ini yang membuat mayoritas mata uang di dunia melemah tidak hanya rupiah," ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat rapat dengan Komisi XI DPR RI, Senin (18/5), meyakini rupiah akan Kembali menguat ke Rp16.500 per dolar AS di bulan Juli-Agustus.

Baca Juga Rupiah Terus Melemah! Ini Fakta Polemik Dolar AS ke Kenaikan Harga Daging Sapi hingga Sayur di https://www.kompas.tv/nasional/669822/rupiah-terus-melemah-ini-fakta-polemik-dolar-as-ke-kenaikan-harga-daging-sapi-hingga-sayur

#rupiah #dolar #menkeupurbaya

Video Editor: Rizal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/669824/kronologi-rupiah-loyo-terhadap-dolar-as-sentuh-rp17-700-apa-penyebabnya
Transkrip
00:00Dolar begini, orang rakyat di desa gak pake dolar kok, ya kan?
00:07Pangan aman, energi aman, ya?
00:12Banyak negara panik, Indonesia masih oke.
00:17Untuk menghibur rakyat aja waktu itu di sana.
00:19Saya sih, saya lihat konteksnya kan di pedesaan waktu kemarin itu.
00:22Gak apa-apa ngomong begitu.
00:24Bukan berarti pasien gak ngerti dolar.
00:27Rupiah melemah, nilai tukarnya terhadap dolar Amerika sentuh 17.700 rupiah.
00:34Cetak rekor baru pelemahan rupiah sepanjang sejarah Indonesia.
00:39Melemahnya rupiah dalam sebulan terakhir disebut karena sejumlah faktor.
00:43Seperti kondisi perang AS Iran hingga tekanan fiskal dalam negeri.
00:47Kondisi ini direspon Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Museum Marsina di Nganjuk, Jawa Timur.
00:53Prabowo mengatakan, masyarakat desa tak perlu khawatir kenaikan dolar Amerika Serikat karena warga desa tidak pakai mata uang tersebut sehari
01:02-hari.
01:03Entah apa saya gak mengerti.
01:06Sebentar-sebentar Indonesia akan kolaps, akan chaos, akan apa.
01:11Rupiah begini, rupiah begini, apa dolar begini, orang rakyat di desa gak pakai dolar kok.
01:20Pangan aman, energi aman.
01:25Banyak negara panik, Indonesia masih oke.
01:32Kita banyak, banyak yang diberikan kuasa.
01:37Tapi, tapi, para unsur pimpinan yang harus, harus setia kepada NKRI.
01:48Bukan rakyat, rakyat pasti setia, gak ada pilihan.
01:53Ini banyak unsur pimpinan, teriak-teriak NKRI tapi gak jelas.
01:58Begitu punya kekuasaan, tidak berfihak kepada bangsa sendiri, tidak berfihak kepada rakyat Indonesia.
02:06Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pernyataan Presiden Prabowo untuk menghibur rakyat semata dalam konteks bicara dengan orang desa.
02:14Ia menegaskan masyarakat tak perlu khawatir, pasalnya ia mengatakan fundamental ekonomi RI dan fiskal bagus.
02:23Purbaya menekankan, pemerintah tengah memperbaiki ekonomi agar pertumbuhan lebih cepat.
02:29Untuk menghibur rakyat aja waktu itu di sana. Saya sih, saya lihat konteksnya kan di pedesaan waktu kemarin itu.
02:34Gak apa-apa ngomong begitu.
02:36Bukan berarti pasien gak ngerti dolar.
02:38Ya, kenapa?
02:40Kan besar-besaran kan Anda terus beli sebarang kemana-mana.
02:44Kalau untuk orang desa itu emang gak terlalu jauh lah.
02:49Gimana?
02:50Apasal-apasal itu bisa lebih tenang berada di pedesaan.
02:52Kenapa aja?
02:55Jadi gak usah takut fundamental ekonomi kita bagus, fiskal kita bagus.
02:58Besok saya akan jumpa pers masalah APBN, APBN kita yang sebagian termasuk majalah ekonomi bilang berantakan.
03:05Enggak, kita bagus sekali.
03:07Dan mereka gak ngerti apa yang kita kerjakan.
03:09Strategi kita bukan hanya belanja pemerintah, tapi kita juga mengaktifkan sektor swasta.
03:15Makanya pertumbuhan ekonomi bisa 5.6 dari bulan pertama.
03:19Karena swasta juga mulai bergerak, bukan hanya gahmen aja.
03:22Ada yang bilang kan, itu pertumbuhannya rentan gara-gara hanya didukung oleh belanja pemerintah.
03:29Karena tumbuhnya cepat.
03:31Kalau kita lihat dengan, apa?
03:33Kalau kita lihat dengan pangsanya, sebenarnya kalau kita lihat dari 5.6 itu, mungkin 2.9 dari belanja konsumen,
03:421.7 dari investasi, 1.3 itu dari belanja pemerintah.
03:46Jumlahnya nanti ke arah 6 sana.
03:48Ada juga ekspor-impor ya.
03:50Jadi gitu caranya.
03:51Jadi yang masih, yang memberi kontribusi sama,
03:55penting menyumbangkan terbesar kepertumbuhan adalah belanja masyarakat.
04:01Artinya day belinya masih cukup bagus.
04:03Jadi jangan khawatir.
04:04Kita betul-betul memperbaiki ekonomi dan sudah kelihatan di tribulan keempat dan di bulan pertama tahun ini.
04:10Kita sudah tumbuh semakin cepat dan kita akan jaga terus supaya lebih cepat lagi.
04:15Anda ingat, tribulan pertama kita tumbuh 5.6 ketika perekonomian global lagi goncang.
04:23Jadi itu suatu prestasi yang luar biasa karena kebijakan Bapak Presiden melakukan informasi sebelum.
04:28Betul-betul dilakukan sebelum ada negatif shock dari global.
04:34Jadi strategi memohonnya amat baik dari Bapak Presiden.
04:38Jika menkupur bayar sebut fundamental ekonomi Republik Indonesia bagus,
04:43lantas kenapa rupiah dalam satu bulan terakhir justru melemah terhadap dolar?
04:48Kepala Departemen Komunikasi BI menyebut pelumahan rupiah dipengaruhi konflik AS-Iran di Timur Tengah
04:54yang katanya sebabkan kenaikan harga minyak dunia.
04:59Selain itu adanya peningkatan suku bunga di Amerika Serikat.
05:02Dinamika global terutama konflik di Timur Tengah yang mengakibatkan naiknya harga minyak.
05:16Teman-teman kalau lihat dari akhir Februari sampai dengan sekarang itu kenaikan harga minyak sudah lebih dari 40% harga
05:25minyak dunia.
05:27Kemudian sebagian disampaian dengan Pak Gubernur juga dinamika global ini juga karena kesendurungan meningkatnya suku bunga di Amerika Serikat.
05:37Kalau kita lihat sekarang US Treasury 10 tahun sudah mendekati 4,5%.
05:43Akhir Februari masih sekitar 4%, ada kenaikan sekitar 10%, termasuk juga dengan kesendurungan menguatnya indeks dolar.
05:56Nah faktor global dinamika global ini memang membuat mayoritas mata uang di dunia itu juga melemah, tidak hanya rupiah.
06:05Dalam rapat dengan komisi 11 DPR RI, Gubernur Bank Indonesia Periwarjiom mengatakan rupiah akan kembali menguat.
06:13Ya Pak Primos, nanti kita baru bicara bagian pertama mengenai bagaimana merumuskan IKU, merumuskan program kerja,
06:25merumuskan yang itu yang selama ini kita atas dasar kesepakatan waktu RATBI 2024-2025.
06:34Kami terima kasih atas masukan-masukan tadi untuk nanti masuk bagaimana merumuskan IKU yang baru.
06:43Ya itu yang tadi Pak Primos ya, kami belum pada bagian yang kedua yang mengenai nilai tukar.
06:49Kami nanti beri kami kesempatan untuk menjelaskan berbagai pertanyaan mengenai nilai tukar,
06:55langkah-langkah apa yang mendasari kenapa?
06:57Kami meyakini bahwa rata tahun ini nilai tukar rupiah per dolar itu masih dalam kisaran yang disepakati secara politik nasional.
07:08Ada APBN maupun politik yang kesempatan Pak Ketua antara Komisi 11 DPR RI dengan seperti itu.
07:15Itu dasar-dasar merumuskan IKU.
07:18Sampai tadi ada pertanyaan, apakah itu menjadi suatu kisaran baru?
07:23Kalau itu, makanya tadi jawaban yang singkat kepada Pak Dolphy tadi,
07:28nilai pundang-pundangnya berapa?
07:29Average of the year 16.500.
07:31Kisaran bawahnya 16.200, kisaran atasnya 16.800.
07:3516.800.
07:36Apakah BI yakin akan masuk?
07:38Masuk.
07:38Karena sekarang 16.900.
07:41Nah ya, ya, rata ya, year to date ya.
07:4416.900, year to date.
07:46Dan pengalaman kami, kalau April, Mei, Juni memang tinggi.
07:51Nanti kalau Juli, Agusus akan menguat.
07:54Sehingga the whole year kami masih meyakini nilai tukar akan di dalam kisaran 16.200, 16.200.
08:01Lantas, apa dampak pelemahan rupiah terhadap aktivitas ekonomi masyarakat?
08:07Ibu rumah tangga bernama Tuti mengaku ada pemogokan penjual daging di pasar kota Bandung.
08:13Menurutnya, aksi mogok berjualan ini karena dampak dari pelemahan rupiah.
08:18Nama saya Tuti, saya seorang ibu rumah tangga.
08:22Mau pergi ke pasar tadi, mau beli.
08:23Kemarin kan ada katanya ada mau heboh, mau apa sih tuh, mau demo.
08:27Ya, jadi tidak ada daging karena memang signifikan naiknya.
08:30Tapi ibu tidak percaya, jadi ibu ya datang sedih ternyata memang iya.
08:33Tadi saya lihat ibu kayak ngeliat-ngeliat ke sini.
08:36Iya, memang mau beli juga.
08:38Memang kemarin sudah ada wawaran sih di pasar tidak akan terjual.
08:42Itu daging pada demo semua karena naik.
08:44Tapi ibu kan penasaran ya, jadi ibu datang ke sini.
08:46Makanya tadi, oh iya nih, benar memang ternyata.
08:49Itu daging apa buat apa?
08:50Kalau ibu sih kadang buat supply juga, kadang buat sendiri juga.
08:54Kadang kan suka ada bikin-bikin stick kan lumayan lah kalau di pasar ya.
08:58Bedanya sama di supermarket kan.
08:59Di sini bisa 150, kalau di supermarket mungkin bisa 200 sekian gitu.
09:03Jadi ya untuk masyarakat kebawah mah ya, mendingan tradisional lah.
09:08Iya, betul.
Komentar

Dianjurkan