00:00Ada yang ditanyakan?
00:16Oh iya, tadi ada Kepala BGN ke sini melaporkan tentang situasi di BGN,
00:27mekanisme kerja termasuk hal-hal yang menonjol.
00:36Dan saya sampaikan kepada beliau, saya bilang bahwa KSP akan mengawal ketat
00:46dan mengawasi program unggulan Bapak Presiden.
00:51Sehingga tidak ada oknum-oknum yang jual-jual titik
00:59atau memanipulasi berupa keuntungan.
01:05Ini jangan sampai terjadi dan saya akan cek terus.
01:09Dan alhamdulillah kita sinergi dengan BGN.
01:15Dan BGN pun minta untuk dibantu untuk pengawasan,
01:22karena kan cukup banyak.
01:24Dan ini akan ditingkatkan kembali.
01:27Tadi sebelum ketemu Kepala BGN pun saya dipanggil oleh Wapres.
01:33Judulnya itu juga.
01:35Jadi bagaimana perbaikan-perbaikan masalah BGN,
01:40sehingga didatangkan pakar-pakar gizi,
01:44pakar-pakar betul-betul menguasai masalah dapur,
01:49sehingga untuk perbaikan kedepannya masalah BGN.
01:52Yalah, mudah-mudahanlah ini akan semakin membaik,
01:55karena ini merupakan program prioritas Presiden yang harus kita dukung,
02:03karena ini sangat bermanfaat bagi anak-anak.
02:09Kemudian yang kedua,
02:13tadi saya ditanya oleh rekan-rekan wartawan,
02:19ya secara offline memang,
02:21tentang ada warga negara Indonesia
02:27yang ditahan oleh mentara Israel.
02:32Memang betul saya langsung ke Kementerian Luar Negeri
02:38menyampaikan untuk koordinasi tentang masalah ini.
02:44Dan tentunya Kementerian Luar Negeri
02:47mengutuk keras tindakan militer Israel
02:49yang mencegat sejumlah kapal
02:51dan menangkap relawan warga negara Indonesia
02:55yang tergabung dalam rombongan
02:57Misi Kemanusiaan Internasional
02:59atau Global Summit Protila,
03:03ya, jadi ini kapalnya,
03:04jadi GSF 2.0, ya,
03:09di sekitar perairan Siprus, Mediterranean Timur.
03:12Berdasarkan informasi Kementerian Luar Negeri
03:16dari sembilan warga negara Indonesia,
03:19anggota Global Peace Convoy Indonesia
03:22yang tergabung dalam misi tersebut,
03:25lima warga negara Indonesia dilaporkan telah ditangkap.
03:29Sementara warga negara,
03:31ada empat warga negara Indonesia lainnya
03:33masih berada di kapal berbeda
03:35di sekitar perairan Siprus
03:37atau Mediterranean Timur.
03:39Situasi di lapangan masih sangat dinamis.
03:42Keempat warga negara Indonesia
03:43yang masih berlayar tersebut
03:45tetap berada dalam kondisi rawan.
03:48Sehubungan dengan perkembangan tersebut,
03:50KEMLU telah melakukan koordinasi awal
03:53dengan KBRI Ankara,
03:55KBRI Cairo,
03:57KBRI Roma,
03:58KBRI Aman,
04:00dan KJRI Istanbul,
04:03termasuk menyiapkan langkah antisipatif
04:06seperti penerbitan SPLP
04:09apabila paspor WNI disita,
04:12serta dukungan medis apabila diperlukan.
04:17Selanjutnya,
04:18perwakilan RI juga melakukan pendekatan
04:21kepada otoritas setempat
04:22guna memastikan akses transit
04:24dan proses kepulangan warga negara Indonesia
04:28dapat berjalan tanpa hambatan keimigrasian.
04:32Dan Indonesia juga telah bergabung
04:35dengan sembilan negara lainnya,
04:37yaitu Turki, Bangladesh, Brazil,
04:39Kolombia, Jordania, Libya,
04:42Maladewa, Pakistan, dan Spanyol
04:44dalam suatu pernyataan bersama
04:47yang mengutuk keras serangan Israel ke GSF.
04:51Dan perwakilan Republik Indonesia
04:54terkait senantiasa dalam posisi siaga
04:58untuk segera menindaklanjuti notifikasi
05:02dan otoritas setempat.
05:05Dan Kementerian Republik Indonesia,
05:08khususnya Kementerian Luar Negeri,
05:10melalui perwakilan RI terkait
05:12akan terus memantau perkembangan situasi,
05:15melakukan verifikasi posisi
05:17dan kondisi para warga negara Indonesia,
05:20serta menyiapkan langkah perlindungan
05:22sesuai kebutuhan di lapangan.
05:23Dan terakhir, Pemerintah Indonesia
05:27mendesak Israel untuk segera melepaskan
05:29seluruh kapal dan awak
05:31misi kemanusiaan internasional yang ditahan,
05:34serta menjamin kelanjutan penyaluran
05:36bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina
05:39secara hukum humaniter internasional.
05:43Saya rasa itu yang keterangan persi
05:46yang ingin saya sampaikan,
05:47hasil koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri.
05:52Secara saya itu sehat. Terima kasih.
05:59Oh, agenda rawat paripurna.
06:08Oh, saya diundang.
06:09Ya, kita koordinasi saja nanti.
06:11Saya belum ada hal-hal yang kami laporkan
06:16secara signifikan.
06:17Dan untuk kegiatan besok,
06:21Presiden itu akan menghadiri pameran ya
06:25para pengusaha-pengusaha minyak
06:31Indonesia Petrolem Asosiasi.
06:34Jadi banyak pengusaha-pengusaha minyak ya,
06:38di ASEAN ya,
06:39yang akan hadir.
06:41Ini kan hanya semacam ulang tahun lah seperti itu,
06:45yang nanti akan dihadiri oleh Bapak Presiden.
06:49Tapi untuk kegiatan yang di DPR itu
06:52akan dengan pendapat dengan DPR
06:55membicarakan masalah perkembangan ekonomi saat ini.
07:00Terima kasih, selesai.
Komentar