Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Komisi XI DPR RI mencecar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino mempertanyakan depresiasi rupiah yang menembus Rp17.600 per dolar AS, meskipun bank sentral mengklaim telah menggunakan semua instrumen kebijakan.

"Kursnya sudah Rp17.600 bahkan muncul ejekan kalau Rp17.845 maka Indonesia merdeka. Tetapi dipresentasi bapak mengatakan bahwa rupiah relatif stabil dibandingkan negara lain persoalannya yang dirasakan masyarakat adalah Harga sudah meningkat, persepsi ekonomi melemah. Padahal BI sudah melakukan Langkah," ujar Harris, Senin (18/5/2026).

Baca Juga Didesak Mundur oleh DPR, Gubernur BI Yakin Rupiah Menguat pada Juli-Agustus | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/669832/didesak-mundur-oleh-dpr-gubernur-bi-yakin-rupiah-menguat-pada-juli-agustus-kompas-petang

#bankindonesia #dpr #rupiah

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Rizal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/669851/dpr-cecar-gubernur-bi-rupiah-anjlok-rp17-600-per-dolar-muncul-ejekan-kurs-17-845-indonesia-merdeka
Transkrip
00:00Saya memberikan apresiasi, pencapaian IKU 109,31% dan semuanya di atas 100% dari 55 indikator
00:10Tetap PDB-nya ini belum kuat atau masih di bawah kapasitas potensial
00:20Pertumbuhan kredit masih tertekan dan permintaan kredit masih pada target internal
00:27Dan kinerjanya belum menggambarkan kondisi yang nyata
00:33Kemungkinan targetnya terlalu rendah, indikatornya terlalu administratif dan indikatornya tidak menghitung dampaknya yang ada di masyarakat
00:43Maka ke depan mengusulkan bahwa harus ada KPI tentang pertumbuhan kredit sektor UKM
00:51Kredit produktif, penciptaan lapangan kerja, dan inklusi keuangan antar wilayah
00:59Nah dikatakan 2025 dan posisi sekarang Rp427,9 triliun
01:06Apakah KLM ini efektif?
01:10Atau hanya muter diperbankan?
01:13Apakah kredit yang lahir di bawah benar-benar karena fasilitas KLM dari PI?
01:19Yang kedua yang saya soroti mengenai IKU adalah sampai saat ini belum ada IKU untuk masing-masing Dewan Gubernur
01:30Jadi ini menjadi catatan untuk Pak Gubernur
01:35Yang kedua tentang kurs Pak
01:37Kita tahu bahwa tadi teman-teman mengatakan kursnya sudah Rp17.600
01:44Bahkan muncul ejekan kalau Rp17.845 maka Indonesia merdeka katanya
01:52Rp17.845
01:53Nah tetapi di presentasi Bapak Bapak mengatakan bahwa rupiah stabil
02:00Relatif stabil kalau dibandingkan dengan negara yang lain
02:04Nah persoalannya yang dirasakan oleh masyarakat adalah
02:08Harus juga meningkat dan persepsi ekonomi ini melemah
02:13Padahal BI sudah banyak sekali melakukan langkah
02:17Salah satunya adalah intervensi besar-besaran
02:20Sehingga menurunkan cadangan divisa dari Rp156 menjadi Rp146.000.000.000
02:28SRBI sudah dikerek menjadi 6,41%
02:31SBN, BI juga membeli SBN Rp332.000.000 di tahun 2025
02:39Dan sekarang tambah Rp133.000.000 lagi
02:43BI juga melakukan pengetatan pembelian dolar dari Rp50.000.000 ke Rp25.000.000
02:49Maka pertanyaan kritisnya adalah
02:52Semua instrumen yang dimiliki BI sudah dilakukan
02:55Tetapi why?
02:58Kenapa rupiah tetap berlanjut mengalami depresiasi?
03:05Kemungkinan penyebabnya adalah
03:07Yang Bapak katakan di presentasi
03:09Tekanan global sangat besar
03:11Ini memang diakui tekanan global sangat besar
03:14Tetapi harus diakui juga
03:16Bahwa ada masalah serius di domestik Pak
03:21Ini harus jujur diakui
03:23Ada masalah di fiskal
03:25Ada masalah di defisit di current account
03:28Ada arus modal keluar dalam jumlah besar
03:32Dan ada masalah di kepercayaan investor
03:36Terhadap perekonomian Indonesia
03:39Kita tahu Pak
03:40Bahwa rupiah is as unbiased predictor
03:44Terhadap kondisi 98
03:46Ya di 98 proporsi utang luar negeri kita besar sekali
03:51Dan di 98 level of depreciationnya luar biasa
03:56Dari 2.500 ke 16.500
03:58Kalau sekarang katakan depresiasinya
04:02Dari 16.500 ke 17.600
04:07Dan proporsi utangnya dominan di utang domestik
04:11Tetapi bagaimanapun juga Pak
04:14Ini adalah tanggung jawab BI
04:16Untuk menjaga stabilitas mata uang rupiah
04:21Memang disadari BI tidak menganut
04:24Yang namanya exchange rate targeting
04:27Beda dengan Singapura
04:30BI menganut inflation targeting
04:33Dan sebenarnya Pak
04:35Di dalam kondisi normal
04:36Sebenarnya kan sudah tersedia natural hedging
04:40Para hedge fund yang masuk ke Indonesia
04:42Ketika mengalami tekanan di katakan MSCI
04:47Sehingga keluar dari pasar modal
04:49Kemudian yield surat utang negaranya naik
04:54Mereka seharusnya adalah masuknya ke surat utang negara
04:59Tetapi data menunjukkan bahwa tidak masuk ke surat utang negara
05:04Maka ada isu kepercayaan di sini yang cukup besar
05:08Karena seharusnya mereka kan hanya mengimbangi portofolio
05:13Antar instrumen di dalam rupiah
05:16Ini saat ini tidak terjadi
05:19Sehingga seharusnya
05:21BI mampu memilah
05:23Mana kebutuhan dolar
05:27Yang dibutuhkan oleh para hedge fund
05:30Yang dari sektor keuangan
05:33Dan mana kebutuhan dolar dari sektor real
05:37Dan kalau punya data yang benar
05:40Berapa sih kebutuhan dolar dari hedge fund
05:43Dari pasar keuangan
05:45Maka kita bisa tahu
05:47Kalau kebutuhannya tinggal sedikit
05:49Artinya tekanan kapital outflow sudah mulai meredah
05:53Karena kebutuhan dolar ini
05:55Tidak bisa diintervensi
05:57Baik itu di pasar spot
05:59Pasar NDF
06:01Maupun pasar di NDF
06:03Sementara untuk kebutuhan real genuine
06:06Untuk ekspor dan import
06:09Ini harus dipenuhi pak
06:13Misalkan BI membuka sehingga
06:17Masa depan
06:18Kan tidak adanya kepercayaan
06:22Dolar di masa depan
06:23Segera memburu dolar sahwa
06:25Rupiah undervalued
06:27Unfortunately
06:28Pasar
06:29Belum percaya
06:31Bahwa rupiah
06:32Ayah rupiah undervalued
06:34Masri bank pak
06:36Ini harus yang dilakukan
06:37Oleh B
06:39Bisa nanti membeli dolarnya
06:41Pada kursi yang sudah disepakati
06:43Ini satu langkah strategi
06:46Saat ini dipertahankan
06:48Ini kan BI rate
06:49Sehingga
06:50Akan ada masalah
06:52Di transmission disini
06:54Kelebihan di pasar
06:55Sehingga orang yang memang
06:58Long dolar
06:59Dia memilih
07:00Tetap memegangi dolarnya
07:02Ini sebenarnya
07:03Memberikan persepsi yang positif
07:06Kepada BI
07:07Bahwa BI
07:09Independent
07:10Bahwa BI mampu menjaga
07:13Redabilitas rupiah
07:15Ini sesuai dengan teori signaling
07:18Maka dari itu
07:19Sebagai penutup pak Perry
07:21Saya sekali lagi mengapresiasi pak
07:25Bapak mampu menjaga stabilitas moneter
07:29Paling tidak saat ini
07:31Masih di 17.600
07:32Jangan sampai
07:34Lebih turun lagi
07:36Tetapi stabilitas ini
07:38Jangan berhenti pak
07:40Di indikator-indikator internal
07:42Tetapi stabilitas ini adalah
07:45Stabilitas yang dirasakan juga
07:47Oleh masyarakat
07:49Dan BI dengan segala macam
07:51Kemenangan dan independensinya
07:53Masih punya banyak instrumen
07:56Untuk mempertahankan rupiah
07:58Tetapi tentu saja
07:59Harus kerjasama dengan
08:01KSSK yang lain
08:03Terima kasih
08:04Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
08:07Waalaikumsalam
08:07Pak Amin
08:09Saya persilakan
08:09Terima kasih Pak Ketua
08:11Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
08:14Pak Ketua
08:15Pimpinan
08:16Para anggota
08:17Yang saya hormati
08:18Pak Gubernur
08:20Terima kasih
Komentar

Dianjurkan