00:00Saya memberikan apresiasi, pencapaian IKU 109,31% dan semuanya di atas 100% dari 55 indikator
00:10Tetap PDB-nya ini belum kuat atau masih di bawah kapasitas potensial
00:20Pertumbuhan kredit masih tertekan dan permintaan kredit masih pada target internal
00:27Dan kinerjanya belum menggambarkan kondisi yang nyata
00:33Kemungkinan targetnya terlalu rendah, indikatornya terlalu administratif dan indikatornya tidak menghitung dampaknya yang ada di masyarakat
00:43Maka ke depan mengusulkan bahwa harus ada KPI tentang pertumbuhan kredit sektor UKM
00:51Kredit produktif, penciptaan lapangan kerja, dan inklusi keuangan antar wilayah
00:59Nah dikatakan 2025 dan posisi sekarang Rp427,9 triliun
01:06Apakah KLM ini efektif?
01:10Atau hanya muter diperbankan?
01:13Apakah kredit yang lahir di bawah benar-benar karena fasilitas KLM dari PI?
01:19Yang kedua yang saya soroti mengenai IKU adalah sampai saat ini belum ada IKU untuk masing-masing Dewan Gubernur
01:30Jadi ini menjadi catatan untuk Pak Gubernur
01:35Yang kedua tentang kurs Pak
01:37Kita tahu bahwa tadi teman-teman mengatakan kursnya sudah Rp17.600
01:44Bahkan muncul ejekan kalau Rp17.845 maka Indonesia merdeka katanya
01:52Rp17.845
01:53Nah tetapi di presentasi Bapak Bapak mengatakan bahwa rupiah stabil
02:00Relatif stabil kalau dibandingkan dengan negara yang lain
02:04Nah persoalannya yang dirasakan oleh masyarakat adalah
02:08Harus juga meningkat dan persepsi ekonomi ini melemah
02:13Padahal BI sudah banyak sekali melakukan langkah
02:17Salah satunya adalah intervensi besar-besaran
02:20Sehingga menurunkan cadangan divisa dari Rp156 menjadi Rp146.000.000.000
02:28SRBI sudah dikerek menjadi 6,41%
02:31SBN, BI juga membeli SBN Rp332.000.000 di tahun 2025
02:39Dan sekarang tambah Rp133.000.000 lagi
02:43BI juga melakukan pengetatan pembelian dolar dari Rp50.000.000 ke Rp25.000.000
02:49Maka pertanyaan kritisnya adalah
02:52Semua instrumen yang dimiliki BI sudah dilakukan
02:55Tetapi why?
02:58Kenapa rupiah tetap berlanjut mengalami depresiasi?
03:05Kemungkinan penyebabnya adalah
03:07Yang Bapak katakan di presentasi
03:09Tekanan global sangat besar
03:11Ini memang diakui tekanan global sangat besar
03:14Tetapi harus diakui juga
03:16Bahwa ada masalah serius di domestik Pak
03:21Ini harus jujur diakui
03:23Ada masalah di fiskal
03:25Ada masalah di defisit di current account
03:28Ada arus modal keluar dalam jumlah besar
03:32Dan ada masalah di kepercayaan investor
03:36Terhadap perekonomian Indonesia
03:39Kita tahu Pak
03:40Bahwa rupiah is as unbiased predictor
03:44Terhadap kondisi 98
03:46Ya di 98 proporsi utang luar negeri kita besar sekali
03:51Dan di 98 level of depreciationnya luar biasa
03:56Dari 2.500 ke 16.500
03:58Kalau sekarang katakan depresiasinya
04:02Dari 16.500 ke 17.600
04:07Dan proporsi utangnya dominan di utang domestik
04:11Tetapi bagaimanapun juga Pak
04:14Ini adalah tanggung jawab BI
04:16Untuk menjaga stabilitas mata uang rupiah
04:21Memang disadari BI tidak menganut
04:24Yang namanya exchange rate targeting
04:27Beda dengan Singapura
04:30BI menganut inflation targeting
04:33Dan sebenarnya Pak
04:35Di dalam kondisi normal
04:36Sebenarnya kan sudah tersedia natural hedging
04:40Para hedge fund yang masuk ke Indonesia
04:42Ketika mengalami tekanan di katakan MSCI
04:47Sehingga keluar dari pasar modal
04:49Kemudian yield surat utang negaranya naik
04:54Mereka seharusnya adalah masuknya ke surat utang negara
04:59Tetapi data menunjukkan bahwa tidak masuk ke surat utang negara
05:04Maka ada isu kepercayaan di sini yang cukup besar
05:08Karena seharusnya mereka kan hanya mengimbangi portofolio
05:13Antar instrumen di dalam rupiah
05:16Ini saat ini tidak terjadi
05:19Sehingga seharusnya
05:21BI mampu memilah
05:23Mana kebutuhan dolar
05:27Yang dibutuhkan oleh para hedge fund
05:30Yang dari sektor keuangan
05:33Dan mana kebutuhan dolar dari sektor real
05:37Dan kalau punya data yang benar
05:40Berapa sih kebutuhan dolar dari hedge fund
05:43Dari pasar keuangan
05:45Maka kita bisa tahu
05:47Kalau kebutuhannya tinggal sedikit
05:49Artinya tekanan kapital outflow sudah mulai meredah
05:53Karena kebutuhan dolar ini
05:55Tidak bisa diintervensi
05:57Baik itu di pasar spot
05:59Pasar NDF
06:01Maupun pasar di NDF
06:03Sementara untuk kebutuhan real genuine
06:06Untuk ekspor dan import
06:09Ini harus dipenuhi pak
06:13Misalkan BI membuka sehingga
06:17Masa depan
06:18Kan tidak adanya kepercayaan
06:22Dolar di masa depan
06:23Segera memburu dolar sahwa
06:25Rupiah undervalued
06:27Unfortunately
06:28Pasar
06:29Belum percaya
06:31Bahwa rupiah
06:32Ayah rupiah undervalued
06:34Masri bank pak
06:36Ini harus yang dilakukan
06:37Oleh B
06:39Bisa nanti membeli dolarnya
06:41Pada kursi yang sudah disepakati
06:43Ini satu langkah strategi
06:46Saat ini dipertahankan
06:48Ini kan BI rate
06:49Sehingga
06:50Akan ada masalah
06:52Di transmission disini
06:54Kelebihan di pasar
06:55Sehingga orang yang memang
06:58Long dolar
06:59Dia memilih
07:00Tetap memegangi dolarnya
07:02Ini sebenarnya
07:03Memberikan persepsi yang positif
07:06Kepada BI
07:07Bahwa BI
07:09Independent
07:10Bahwa BI mampu menjaga
07:13Redabilitas rupiah
07:15Ini sesuai dengan teori signaling
07:18Maka dari itu
07:19Sebagai penutup pak Perry
07:21Saya sekali lagi mengapresiasi pak
07:25Bapak mampu menjaga stabilitas moneter
07:29Paling tidak saat ini
07:31Masih di 17.600
07:32Jangan sampai
07:34Lebih turun lagi
07:36Tetapi stabilitas ini
07:38Jangan berhenti pak
07:40Di indikator-indikator internal
07:42Tetapi stabilitas ini adalah
07:45Stabilitas yang dirasakan juga
07:47Oleh masyarakat
07:49Dan BI dengan segala macam
07:51Kemenangan dan independensinya
07:53Masih punya banyak instrumen
07:56Untuk mempertahankan rupiah
07:58Tetapi tentu saja
07:59Harus kerjasama dengan
08:01KSSK yang lain
08:03Terima kasih
08:04Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
08:07Waalaikumsalam
08:07Pak Amin
08:09Saya persilakan
08:09Terima kasih Pak Ketua
08:11Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
08:14Pak Ketua
08:15Pimpinan
08:16Para anggota
08:17Yang saya hormati
08:18Pak Gubernur
08:20Terima kasih
Komentar