Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu
PALEMBANG, KOMPAS.TV - Seorang tentara menembak mati sesama tentara di sebuah kafe di Palembang, Sumatera Selatan.

Menurut informasi, pertikaian diawali dengan saling senggol saat sedang berjoget.

Kamera pengawas merekam detik-detik sebelum terjadinya penembakan yang menewaskan seorang prajurit TNI di salah satu kafe di Palembang, Sumatera Selatan.

Inilah korban, Pratu FAA yang hendak masuk ke dalam kafe bersama rekannya. Mereka diperiksa petugas keamanan di depan pintu masuk kafe.

Tak berselang lama, terduga pelaku, Sertu MRR, masuk juga ke dalam kafe. Terlihat petugas keamanan memeriksa seluruh barang bawaan para pengunjung.

Namun, diduga senjata api yang dibawa pelaku berhasil lolos dari pemeriksaan petugas keamanan.

Insiden penembakan bermula saat Pratu FAA dan Sertu MRR sama-sama mengunjungi kafe Sabtu (16/5/2026) dini hari.

Sekitar jam setengah 3 dini hari, keduanya berjoget dan diduga tak sengaja bersenggolan.

Situasi pun memanas hingga memicu cekcok terkait masalah pribadi.

Kemudian perselisihan dengan cepat memuncak. Cekcok biasa pun berubah menjadi aksi baku hantam fisik.

Para pengunjung kafe pun menjerit-jerit kaget akibat duel yang terjadi di tengah-tengah hentakan lagu yang menggema.

Dalam posisi terdesak akibat perkelahian itu, tanpa diduga-duga, Sertu MRR nekat mencabut senjata api jenis rakitan.

Rupanya, senpi itu diselipkan di pinggangnya. Senpi itu luput dari pemeriksaan petugas keamanan kafe di pintu masuk.

Sertu MRR melepaskan tembakan yang mengenai Pratu FAA. Tembakan itu mengenai bagian perut Pratu FAA.

Ia pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Permata Palembang untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.

Namun nyawanya tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal jam 3.45 dini hari.

Baca Juga Detik-Detik Prajurit TNI Tewas Diduga Ditembak Sesama Prajurit di Palembang di https://www.kompas.tv/regional/669664/detik-detik-prajurit-tni-tewas-diduga-ditembak-sesama-prajurit-di-palembang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/669862/kronologi-tni-tewas-ditembak-sesama-prajurit-di-kafe-palembang-berut
Transkrip
00:00Saudara seorang tentara menembak patik sesama tentara di sebuah kafe di Palembang, Sumatera Selatan.
00:08Menurut informasi, pertikaian diawali dengan saling senggol saat sedang berjoget.
00:13Nah pertanyaannya, bagaimana bisa pelaku membawa masuk senjata api ke dalam kafe dan apakah hanya karena senggolan kemudian memantik emosi
00:23pelaku?
00:27Kamera pengawas merekam detik-detik sebelum terjadinya penembakan yang menewaskan seorang prajurit TNI di salah satu kafe di Palembang, Sumatera
00:38Selatan.
00:39Inilah korban, peratu FAA yang hendak masuk ke dalam kafe bersama rekannya.
00:45Mereka diperiksa petugas keamanan di depan pintu masuk kafe.
01:05Tak berserang lama terduga pelaku setertu MRR masuk juga ke dalam kafe.
01:11Terlihat petugas keamanan memeriksa seluruh barang bawaan para pengunjung.
01:16Namun diduga senjata api yang dibawa pelaku berhasil lolos dari pemeriksaan petugas keamanan.
01:33Insiden penembakan bermula saat peratu FAA dan sertu MRR sama-sama mengunjungi kafe di Sabtu Dinihari hari tanggal 16 Mei
01:432026.
01:44Sekitar jam setengah tiga Dinihari keduanya berjoget dan diduga tak sengaja bersenggolan.
01:52Situasi pun memanas hingga memicu cekcok terkait masalah pribadi.
02:03Kemudian perselisihan dengan cepat memuncak sodara.
02:07Cekcok biasa pun berubah jadi aksi baku hantam fisik.
02:11Para pengunjung kafe pun menjerit-jerit, kaget akibat duel yang terjadi di tengah-tengah hentakan lagu yang menggema.
02:35Dalam posisi terdesak sodara akibat perkelahian itu tanpa diduga-duga sertu MRR nekat mencabut senjata api rakitan.
02:45Rupanya senpi itu diselipkan di pinggangnya.
02:49Senpi itu luput dari pemeriksaan petugas keamanan kafe di pintu masuk.
02:55Sertu MRR melepaskan tembakan yang mengenai peratu FAA.
03:01Tembakan itu mengenai bagian perut peratu FAA sodara.
03:06Ia pun langsung dilarikan ke rumah sakit Permata Palembang untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.
03:13Namun, nyawanya tidak tertolong.
03:17Korban dinyatakan meninggal jam 3.45 dini hari.
03:23Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah peratu FAA dipindahkan ke rumah sakit Bayangkara M. Hasan Palembang
03:31untuk menjalani proses otopsi dan pengangkatan proyektil peluru.
03:36Dari hasil otopsi, penyebab utama kematian prajurit berusia 23 tahun itu adalah pendarahan hebat
03:46akibat luka tembak di perut kanan bawah.
03:50Peluru menembus organ vital, yakni hati dan paru-paru lobus kiri korban.
04:01Terus karena pengatiannya itu enggak wajar gitu kan ditembak kayak gitu.
04:11Bisa inilah, bisa melihat jangan ditutup-tutupin, bisa dihukum dengan hukum yang pantas.
04:22Dilihat dari rekaman CCTV, sodara terlihat setiap pengunjung yang hendak masuk ke dalam kafe
04:29sudah melalui pemeriksaan petugas keamanan.
04:32Tetapi mengapa senjata api rakitan sertu MRR bisa lolos?
04:38Menurut keterangan pihak kafe, banyak senpi rakitan itu berbentuk menyerupai korek api
04:45sehingga tidak terdeteksi metal detektor yang dipasang di pintu masuk.
04:51Kedepannya pihak kafe akan menambah X-ray, selain metal detektor yang sudah ada.
04:58Yang kami dengar dari kodam kemarin, kan itu katanya seperti korek api senjatanya.
05:06Dan itu mungkin jadi evaluasi kami ke depan, mungkin metal detektor kami terlewat di situ,
05:13mungkin kami akan menambah X-ray.
05:14Segala SOP dari security, dua kali cek, ada metal detektor,
05:21akan tetapi mungkin metal detektor kami itu tidak terscreening seperti yang ada di berita kami baca,
05:30katanya seperti korek itu, mungkin itu yang terlewat.
05:34Jenazah peratu FAA anggota Kesedam II Sriwijaya yang meninggal ditembak
05:40sesama prajurit TNI Angkatan Darat dimakamkan di tempat pemakaman umum
05:46Sematang Borang, Palembang pada Sabtu 18 Mei petang.
05:51Suasana duka menyelimuti proses pemakaman.
05:54Tangis keluarga pecah saat tembakan salvo mengiringi jenazah dimasukkan ke liang lahan.
06:01Keluarga meminta kodam II Sriwijaya untuk mengusut tuntas insiden ini.
06:08Harapan kami dari keluarga agar dipelaku, ditangkap, dan diusut tuntas.
06:13Karena bagi kami ini adalah terkait kemanusiaan.
06:17Setelah itu juga saya meminta pangdam II Sriwijaya agar memberikan atensi.
06:24Ijin Bapak pangdam supaya Bapak juga memberikan atensi terhadap perkara ini.
06:30Bergerak cepat, Polisi Militer Kodam atau POMDAM II Sriwijaya
06:35menangkap dua orang yang terlibat dalam insiden penembakan
06:38di tempat hiburan malam yang menewaskan satu anggota Kesedam II Sriwijaya,
06:44peratu FAA.
06:45Dua pelaku ditangkap di lokasi berbeda, saudara.
06:49Serta barang bukti senjata api rakitan yang diduga digunakan saat insiden.
06:55Kedua pelaku yang ditangkap, sertu MRR sebagai pelaku penembakan
07:00dan seorang warga sipil berinisial DS yang diduga
07:05turut membantu menyembunyikan senjata api usai kejadian.
07:09Sertu MRR ditangkap di parkiran rumah sakit Bayangkara, Polda, Sumsel.
07:14Sementara DS ditangkap di rumahnya.
07:18Untuk tersangkanya ada dua orang.
07:24Satu orang adalah sertu MRR sebagai pelaku
07:29dan satu orang adalah dari pihak sipil, saudara DS,
07:34di mana yang disakutan menemukan barang bukti.
07:37Alat buktinya otomatis sekarang sudah sentira kita.
07:43Untuk motifnya, jadi yang bersangkutan ini terjadi selisih paham,
07:48di mana terjadi cekcok, berujung perkelahian, kemudian berujung terjadinya penembakan.
07:55Buntut dari penembakan anggota TNI oleh sesama prajurit di kafe di Palembang,
08:03saudara yang hanya karena bersenggolan saat joget,
08:07TNI menekankan lagi larangan bagi prajurit memasuki tempat hiburan malam.
08:14TNI menyatakan tindakan prajurit yang mengunjungi tempat hiburan malam
08:20merupakan bentuk pelanggaran terhadap peraturan dinas dan kode etik prajurit.
08:27POMDAM 2 Sriwijaya menegaskan prajurit yang melanggar larangan
08:32bakal ditindak secara tegas.
08:36Ada larangan enggak untuk anggota TNI ini berada di lokasi hiburan malam?
08:42Dalam hukum disipin TNI itu saya kira sangat jelas.
08:47Silahkan dibuka-buka kalau saya punya bukunya bagaimana ketentuan.
08:52Untuk para anggota ikuti aturan.
08:54Seluruhnya kalau kita namanya seluruh prajurit,
08:57yang akan melanggar norma aturan,
08:59yang melakukan pelanggaran,
09:01tentu akan ditindak tegas sesuai dengan posisi yang berlaku.
09:06Kasus penembakan yang melibatkan sesama anggota militer,
09:11bukan baru kali ini saja terjadi.
09:14Tentunya perlu pengawasan, pengarahan, dan evaluasi berkala
09:20agar kejadian serupa tak berulang kembali.
09:23Serta tersangka sertu MRR telah ditahan secara resmi
09:27di POMDAM 2 Sriwijaya untuk menjalani proses hukum militer.
09:31Sedangkan tersangka warga sipil inisial DS diserahkan ke polisi
09:36untuk diproses secara pidana umum.
Komentar

Dianjurkan