00:00Saudara seorang tentara menembak patik sesama tentara di sebuah kafe di Palembang, Sumatera Selatan.
00:08Menurut informasi, pertikaian diawali dengan saling senggol saat sedang berjoget.
00:13Nah pertanyaannya, bagaimana bisa pelaku membawa masuk senjata api ke dalam kafe dan apakah hanya karena senggolan kemudian memantik emosi
00:23pelaku?
00:27Kamera pengawas merekam detik-detik sebelum terjadinya penembakan yang menewaskan seorang prajurit TNI di salah satu kafe di Palembang, Sumatera
00:38Selatan.
00:39Inilah korban, peratu FAA yang hendak masuk ke dalam kafe bersama rekannya.
00:45Mereka diperiksa petugas keamanan di depan pintu masuk kafe.
01:05Tak berserang lama terduga pelaku setertu MRR masuk juga ke dalam kafe.
01:11Terlihat petugas keamanan memeriksa seluruh barang bawaan para pengunjung.
01:16Namun diduga senjata api yang dibawa pelaku berhasil lolos dari pemeriksaan petugas keamanan.
01:33Insiden penembakan bermula saat peratu FAA dan sertu MRR sama-sama mengunjungi kafe di Sabtu Dinihari hari tanggal 16 Mei
01:432026.
01:44Sekitar jam setengah tiga Dinihari keduanya berjoget dan diduga tak sengaja bersenggolan.
01:52Situasi pun memanas hingga memicu cekcok terkait masalah pribadi.
02:03Kemudian perselisihan dengan cepat memuncak sodara.
02:07Cekcok biasa pun berubah jadi aksi baku hantam fisik.
02:11Para pengunjung kafe pun menjerit-jerit, kaget akibat duel yang terjadi di tengah-tengah hentakan lagu yang menggema.
02:35Dalam posisi terdesak sodara akibat perkelahian itu tanpa diduga-duga sertu MRR nekat mencabut senjata api rakitan.
02:45Rupanya senpi itu diselipkan di pinggangnya.
02:49Senpi itu luput dari pemeriksaan petugas keamanan kafe di pintu masuk.
02:55Sertu MRR melepaskan tembakan yang mengenai peratu FAA.
03:01Tembakan itu mengenai bagian perut peratu FAA sodara.
03:06Ia pun langsung dilarikan ke rumah sakit Permata Palembang untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.
03:13Namun, nyawanya tidak tertolong.
03:17Korban dinyatakan meninggal jam 3.45 dini hari.
03:23Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah peratu FAA dipindahkan ke rumah sakit Bayangkara M. Hasan Palembang
03:31untuk menjalani proses otopsi dan pengangkatan proyektil peluru.
03:36Dari hasil otopsi, penyebab utama kematian prajurit berusia 23 tahun itu adalah pendarahan hebat
03:46akibat luka tembak di perut kanan bawah.
03:50Peluru menembus organ vital, yakni hati dan paru-paru lobus kiri korban.
04:01Terus karena pengatiannya itu enggak wajar gitu kan ditembak kayak gitu.
04:11Bisa inilah, bisa melihat jangan ditutup-tutupin, bisa dihukum dengan hukum yang pantas.
04:22Dilihat dari rekaman CCTV, sodara terlihat setiap pengunjung yang hendak masuk ke dalam kafe
04:29sudah melalui pemeriksaan petugas keamanan.
04:32Tetapi mengapa senjata api rakitan sertu MRR bisa lolos?
04:38Menurut keterangan pihak kafe, banyak senpi rakitan itu berbentuk menyerupai korek api
04:45sehingga tidak terdeteksi metal detektor yang dipasang di pintu masuk.
04:51Kedepannya pihak kafe akan menambah X-ray, selain metal detektor yang sudah ada.
04:58Yang kami dengar dari kodam kemarin, kan itu katanya seperti korek api senjatanya.
05:06Dan itu mungkin jadi evaluasi kami ke depan, mungkin metal detektor kami terlewat di situ,
05:13mungkin kami akan menambah X-ray.
05:14Segala SOP dari security, dua kali cek, ada metal detektor,
05:21akan tetapi mungkin metal detektor kami itu tidak terscreening seperti yang ada di berita kami baca,
05:30katanya seperti korek itu, mungkin itu yang terlewat.
05:34Jenazah peratu FAA anggota Kesedam II Sriwijaya yang meninggal ditembak
05:40sesama prajurit TNI Angkatan Darat dimakamkan di tempat pemakaman umum
05:46Sematang Borang, Palembang pada Sabtu 18 Mei petang.
05:51Suasana duka menyelimuti proses pemakaman.
05:54Tangis keluarga pecah saat tembakan salvo mengiringi jenazah dimasukkan ke liang lahan.
06:01Keluarga meminta kodam II Sriwijaya untuk mengusut tuntas insiden ini.
06:08Harapan kami dari keluarga agar dipelaku, ditangkap, dan diusut tuntas.
06:13Karena bagi kami ini adalah terkait kemanusiaan.
06:17Setelah itu juga saya meminta pangdam II Sriwijaya agar memberikan atensi.
06:24Ijin Bapak pangdam supaya Bapak juga memberikan atensi terhadap perkara ini.
06:30Bergerak cepat, Polisi Militer Kodam atau POMDAM II Sriwijaya
06:35menangkap dua orang yang terlibat dalam insiden penembakan
06:38di tempat hiburan malam yang menewaskan satu anggota Kesedam II Sriwijaya,
06:44peratu FAA.
06:45Dua pelaku ditangkap di lokasi berbeda, saudara.
06:49Serta barang bukti senjata api rakitan yang diduga digunakan saat insiden.
06:55Kedua pelaku yang ditangkap, sertu MRR sebagai pelaku penembakan
07:00dan seorang warga sipil berinisial DS yang diduga
07:05turut membantu menyembunyikan senjata api usai kejadian.
07:09Sertu MRR ditangkap di parkiran rumah sakit Bayangkara, Polda, Sumsel.
07:14Sementara DS ditangkap di rumahnya.
07:18Untuk tersangkanya ada dua orang.
07:24Satu orang adalah sertu MRR sebagai pelaku
07:29dan satu orang adalah dari pihak sipil, saudara DS,
07:34di mana yang disakutan menemukan barang bukti.
07:37Alat buktinya otomatis sekarang sudah sentira kita.
07:43Untuk motifnya, jadi yang bersangkutan ini terjadi selisih paham,
07:48di mana terjadi cekcok, berujung perkelahian, kemudian berujung terjadinya penembakan.
07:55Buntut dari penembakan anggota TNI oleh sesama prajurit di kafe di Palembang,
08:03saudara yang hanya karena bersenggolan saat joget,
08:07TNI menekankan lagi larangan bagi prajurit memasuki tempat hiburan malam.
08:14TNI menyatakan tindakan prajurit yang mengunjungi tempat hiburan malam
08:20merupakan bentuk pelanggaran terhadap peraturan dinas dan kode etik prajurit.
08:27POMDAM 2 Sriwijaya menegaskan prajurit yang melanggar larangan
08:32bakal ditindak secara tegas.
08:36Ada larangan enggak untuk anggota TNI ini berada di lokasi hiburan malam?
08:42Dalam hukum disipin TNI itu saya kira sangat jelas.
08:47Silahkan dibuka-buka kalau saya punya bukunya bagaimana ketentuan.
08:52Untuk para anggota ikuti aturan.
08:54Seluruhnya kalau kita namanya seluruh prajurit,
08:57yang akan melanggar norma aturan,
08:59yang melakukan pelanggaran,
09:01tentu akan ditindak tegas sesuai dengan posisi yang berlaku.
09:06Kasus penembakan yang melibatkan sesama anggota militer,
09:11bukan baru kali ini saja terjadi.
09:14Tentunya perlu pengawasan, pengarahan, dan evaluasi berkala
09:20agar kejadian serupa tak berulang kembali.
09:23Serta tersangka sertu MRR telah ditahan secara resmi
09:27di POMDAM 2 Sriwijaya untuk menjalani proses hukum militer.
09:31Sedangkan tersangka warga sipil inisial DS diserahkan ke polisi
09:36untuk diproses secara pidana umum.
Komentar