00:00Saudara Iran menutup Selat Hormuz selama Amerika Serikat masih memblokada jalur menuju jalur pelayaran strategis tersebut.
00:08Siapa yang memegang kendali atas Selat Hormuz dan akankah negosiasi damai ini tercapai?
00:14Kita akan bahas bersama Aisyah Kusuma Sumantri, peneliti Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence.
00:20Selamat malam Mbak Aisyah, apa kabar?
00:24Selamat malam Mbak Palen, kabar baik di sini, semoga sehat selalu.
00:28Semoga sehat selalu juga untuk Anda dan juga keluarga.
00:31Mbak Aisyah, jadi sebenarnya siapa sebenarnya yang punya kendali di Selat Hormuz?
00:36Iran apakah karena posisi geografisnya atau Amerika Serikat karena kekuatan militernya?
00:42Iya, kita lihat di sini Mbak Palen memang ada dua posisi yang berbeda dari Amerika Serikat dan Iran.
00:47Kalau kita runut memang urutannya adalah Iran ini menutup Selat Hormuz atau kemudian menantukan protokol di Selat Hormuz itu karena
00:54ada serangan dari Amerika Serikat.
00:57Jadi sebenarnya kontrol Iran di sana itu adalah sebagai bentuk dari retaliasi Iran terhadap apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat.
01:04Lalu kemudian kita tahu bahwa Amerika Serikat melakukan blokade di atas blokade tersebut.
01:09Jadi ini cukup menarik karena sekarang saya kira Iran ini sudah menunjukkan adanya etikat baik untuk bisa membuka blokadenya secara
01:16tidak terbatas.
01:16Ketika adanya konsesi terkait ceasefire di antara Libanon dan kemudian Israel.
01:23Akan tetapi saat itu kita tahu bahwa Amerika Serikat ini menolak untuk membuka blokadenya.
01:27Ini kan cukup menarik kalau kita lihat di sini karena pada kondisi ini yang paling membutuhkan konsesi untuk bisa keluar
01:34dari peperangan itu adalah Amerika Serikat.
01:36Tetapi sepertinya memang ada beberapa pertimbangan lain yang melandasi keputusan Amerika Serikat.
01:40Di antaranya adalah kekhawatiran bahwa ketika Iran menguasai Selat Hormuz maka kemudian Iran juga akan menguasai dan menjadi super power
01:50baru dalam bidang energi dunia.
01:51Karena sebagai perbandingan Amerika Serikat itu sebagai produsen terbesar minyak dunia itu menghasilkan sekitar 16-18 persen.
02:00Lalu kemudian Rusia di posisi kedua itu 11 persen dan Arab Saudi itu sekitar 10,5 persen.
02:05Ini akan memberikan Iran kekuatan yang sangat besar dalam mengatur pola perekonomian serta harga-harga energi dunia.
02:13Nah kemudian kita lihat di sini Amerika Serikat ini membutuhkan adanya pengakuan terkait kemenangan.
02:18At the very least, satu saja kemenangan strategis yang bisa diklaim Amerika Serikat sebagai hasil dari peperangan ini.
02:24Karena sekarang Kongres Amerika Serikat juga mulai mempertanyakan kenapa kemudian Trump memulai perang ini
02:30dan apa hasil signifikan yang konkret yang bisa didapatkan oleh AS dari peperangan ini.
02:35Sekarang pilihannya apabila Amerika Serikat mundur maka kemudian Amerika Serikat akan meresikukan beberapa hal.
02:41Di antaranya adalah pertama munculnya Iran sebagai power kekuatan baru
02:45serta kemudian konfigurasi baru di dunia internasional di Selat Hormos.
02:49Lalu yang kedua ini adalah melemahnya posisi Amerika Serikat sebagai hegemon
02:53dan yang ketiga adalah rusaknya legitimasi serta kemudian legacy atau warisan yang Trump hasilkan secara sejarah untuk Amerika Serikat.
03:02Jadi sebenarnya untuk Amerika Serikat ini adalah masalah pride dia sebagai hegemon
03:05sementara untuk Iran ini adalah masalah eksistensial.
03:09Dua-duanya sama-sama mempertahankan untuk menutup Selat Hormos baik itu dari Iran ataupun juga jalurnya lewat kapal perang Amerika
03:18Serikat.
03:19Nah ini mereka kan tahu bahwa Selat Hormos ini menjadi keran energi dunia
03:25dan otomatis punya resiko yang sudah dipertimbangkan oleh masing-masing negara.
03:31Seberapa besar resiko kemudian yang dimiliki oleh negara lain akan terseret jika penutupan Selat ini terus berlangsung?
03:39Ya di dalam kemudian membahas terkait blokade sebenarnya kita bisa melihat dan mengimplementasikan
03:45ada teori namanya chicken game theory.
03:47Ini kan permasalahan resiliensi.
03:49Siapa duluan yang akan fold atau menyerah ya terhadap tekanan ekonomi kita?
03:53Pertama kita lihat dari Amerika Serikat tekanan yang mereka hadapi itu lebih ke arah tekanan politik
03:58yang akan kemudian ditimbulkan oleh pemilu Selat nanti di bulan November.
04:01Sementara kita tahu bahwa popularitas Trump, proses drastis beberapa bulan terakhir ini
04:06apalagi kemudian disertai dengan kenaikan harga energi serta kemudian kelangkaan bahan-bangan.
04:11Nah sementara itu dari sisi Iran saya rasa Iran juga kerugiannya cukup besar sekitar 435 juta USD.
04:18Lalu kemudian kita tahu kalau diakumulasikan itu jumlahnya mencapai 13 miliar USD per bulannya.
04:24Nah jumlah ini sebenarnya tidak sedikit.
04:26Tetapi hal yang kemudian paling menentukan secara signifikan adalah kapasitas storage minyak dari Iran.
04:31Iran ini kan membiayai sebagian besar ya biaya perangnya itu dari penjualan minyak.
04:35Khususnya dari backhand transaction yang dikeluarkan melalui shadow fleet-nya.
04:39Tanpa adanya ya penjualan minyak via laut, Iran harus berusaha untuk mendistribusikan minyak yang diproduksi di dalam negeri
04:47melalui jalur-jalur darat serta kemudian jalur lain seperti jalur laut Kaspia
04:51yang pasti secara kapasitas tidak akan berjumlah sebesar ya distribusi via laut.
04:57Dan ini kemudian yang menjadi permasalahan karena terakhir kita mengetahui bahwa minggu lalu
05:02kalau nggak salah storage Iran itu tinggal sekitar 20 hari.
05:04Nah sekarang mungkin sudah makin menipis ya kapasitas storage-nya.
05:07Nah dan ini menjadi permasalahan karena apabila kemudian storage-nya habis ya
05:11maka kemudian produksi Iran di masa depan pasti akan terganggu.
05:15Meskipun ada kemungkinan untuk direvitalisasi tetapi pasti tidak akan 100%.
05:20Nah jadi saya rasa sebenarnya kedua negara ini masih dikejar oleh waktu ya
05:24untuk hal yang berbeda yang satu terkait masalah kelangsungan ekonomi
05:27dan kemudian industri minyaknya yang satu permasalahan
05:30kemudian kita bicara tentang pekanan politik dalam negeri gitu.
05:33Bagaimana kemudian Trump ini meresikokan sebenarnya adanya kekalahan
05:37di bidang politik gitu ya.
05:39Apalagi kita tahu bahwa sampai saat ini
05:40dana tambahan yang kemudian diajukan di Kongres oleh Amerika Serikat itu belum disepakati.
05:47Ada hitung-hitungan untung dan kerugian
05:50terutama kerugian yang seperti Anda sampaikan yang saat ini menekan irana
05:54bahwa ekonominya sedang turun karena memang impor dari minyak sendiri tidak bisa berlangsung secara maksimal
06:02karena penutupan jalur Selat Hormuz oleh Amerika Serikat itu.
06:06Nah mungkinkah dengan adanya negosiasi ini Iran dan juga Amerika Serikat akan saling berkompromi
06:13untuk kemudian lebih meringankan tensi mereka karena ya sama-sama sudah lemah di keduanya.
06:19Mungkin saja tetapi lagi-lagi kita bicara tentang game teori
06:22tapi kali ini game teori yang berbeda nih kalau soal konflik
06:25kita bicara tentang prisoner's game, prisoner's dilemma game teori
06:28ya dimana kemudian kedua negara ini sebenarnya takut mengalah
06:31karena takut negara lain itu akan mendominasi
06:34dalam artian kalau Iran ini dia mengalah AS akan mendominasi
06:37begitu juga sebaliknya kalau misalnya AS mengalah Iran yang akan mendominasi.
06:41Nah pada akhirnya kan kita lihat apa yang kemudian terjadi
06:43karena ketakutan itu mereka berdua terjebak di dalam yang namanya adalah spiral of escalations
06:49dua-duanya semakit kemudian meninggikan ya tensi di dalam peperangan itu
06:53karena merasa bahwa mereka harus mendapatkan upper hand.
06:56Pilihan lain betul kata Mbak Palen yang paling menguntungkan adalah
06:59kemudian melakukan negosiasi tetapi harus dilandasi dengan kepercayaan satu sama lain.
07:05Masalahnya sekarang kedua negara masih mengalami trust deficit
07:08ya ini dilandasi bagaimana kemudian Amerika Serikat ini sudah berkali-kali mundur
07:13dan kemudian malah berbalik menyerang Iran ketika negosiasinya sudah mencapai konsesi atau kesepakatan.
07:19Nah lalu kemudian kita lihat juga di sini ya
07:21yang harus dilakukan adalah at the very least itu melakukan trust building
07:26melalui apa? Confidence building measure, pertukaran informasi.
07:29Tadi peran negosiator di sini ya atau kemudian mediator di sini
07:33ini menjadi sangat penting karena kita lihat bahwa komunikasinya tidak berjalan di antara keduanya.
07:38Nah permasalahannya baik Iran maupun Amerika Serikat sekarang memiliki stake
07:42atau risiko yang sangat besar untuk bisa menurunkan ya tensi tersebut
07:46karena mereka tidak percaya satu sama lain.
07:48Yang diinginkan nih sekarang oleh Iran itu adalah kebunculan negara-negara lain
07:52yang bisa menjadi garantor atau penjamin.
07:55Termasuk diantaranya kan ini China, Rusia ya dan bahkan negara P5 lainnya.
08:00Ini yang sampai saat ini mungkin masih kita tunggu-tunggu.
08:03Kapan kira-kira ada negara-negara yang berani step in ke dalam konflik ini?
08:08Oke, peran dari Tiongkok ini juga menjadi sorotan apalagi pertemuan yang sudah dilakukan oleh Trump sebelumnya.
08:15Nah seberapa besar sih apa namanya peran dari Tiongkok ini terutama dalam menengahi kedua negara?
08:21Karena sebelumnya juga mediator Pakistan ini beberapa kali sudah menjadi mediator
08:27namun negosiasi yang sudah dicanangkan, sudah ditunggu-tunggu beberapa kali bahkan
08:35itu kayak tidak membuahkan hasil.
08:37Seperti apa kuatnya peran Tiongkok menjadi mediator antara dua negara ini?
08:44Ya, makasih Bapak Lain. Ini menarik sekali.
08:46Karena kemarin kita tahu bahwa kunjungan Donald Trump ke China
08:49itu sebenarnya tidak terlalu menghasilkan hasil yang signifikan ya.
08:52Karena setelah itu Trump melakukan press release, tetapi ternyata isinya
08:57ini setelah dikonfirmasi melalui pernyataan resmi China
09:01ternyata itu bukan sesuatu yang kemudian sudah bisa dipastikan 100% gitu ya.
09:06Ini merupakan kemudian pernyataan Trump yang selama ini kita tahu kadang-kadang
09:09detached from reality gitu.
09:11Nah tetapi di satu sisi kita lihat memang bahwa Tiongkok ini memegang peranan penting.
09:16Kenapa? Yang pertama ya secara kekuatan ya memang Tiongkok ini juga
09:20merupakan negara nuklir dan kemudian memiliki kedekatan yang khusus dengan Iran.
09:24Kita harus cermati bahwa ada deal-deal yang sebenarnya sebelumnya
09:28apa namanya dapat dilakukan oleh Amerika Serikat dengan Iran.
09:31Dan salah satu caranya itu adalah dengan merangkul misalnya
09:34sekutu-sekutu Iran yang ada di dunia ini termasuk diantaranya adalah China dan Rusia.
09:39Ini terjadi ketika GCPOE di tahun 2015
09:42di mana kemudian ya saat itu Amerika Serikat berusaha untuk mendapatkan
09:46deal terkait masalah pengayaan uranium dengan Iran.
09:50Yang akhirnya disepakati 3,67 persen ya.
09:54Lalu kemudian imbalannya adalah pelonggaran sanksi-sanksi yang dimiliki oleh Iran.
09:59Dan saat itu Amerika Serikat melakukan konsesi
10:01baik itu dengan Tiongkok maupun dengan Rusia.
10:03Ya saat itu banyak kemudian pembicaraannya itu adalah
10:06menyangkut mengenai trade lalu kemudian peringanan sanksi dan lain-lain.
10:10Dan bahkan saat itu ya meskipun ketegangan di Taiwan itu sudah ada
10:13tapi belum setinggi yang sekarang.
10:16Itu juga dengan di Ukraina dan kemudian di Rusia saat itu sudah mulai ada nih
10:21bibit-bibit konflik sejak tahun 2014 tetapi perang invasinya belum berlangsung.
10:26Saya kira sekarang Amerika Serikat bisa menawarkan sesuatu yang lebih besar
10:30itu ya kepada baik itu China maupun Rusia.
10:33Karena saat ini fokus dari Donald Trump adalah mengambil alih dulu nih selat hormus itu.
10:38Nah khawatirnya memang Arakci menyadari hal ini
10:41oleh karena itu dia pun melakukan shuttle diplomasi ke sekutu-sekutu terdekatnya
10:44dan negara-negara yang bisa menjadi mediator gitu ya.
10:47Jadi sebenarnya ada nih ruang diplomasi yang harus dimenangkan
10:50baik itu oleh Amerika Serikat maupun Iran terkait
10:53bagaimana kemudian standing position China dan Rusia dalam hal ini.
10:57Betul secara DNA politik memang Rusia dan China itu sangat dekat dengan Iran.
11:00Tetapi kemudian kita lihat ada pragmatisme yang tidak boleh kita lupakan
11:05karena yang namanya kebijakan luar negeri itu selalu berakar
11:08dari kepentingan nasional.
11:10Apa yang diinginkan oleh China dan kemudian Rusia di sini
11:13itu bisa menjadi salah satu daya tarik yang bisa ditawarkan oleh Amerika Serikat
11:16sebagai harga konsesi.
11:18Ya Amerika Serikat Iran berebut kendali selat hormus
11:21kita nantikan bagaimana proses negosiasi antar keduanya yang jelas.
11:24Kita tahu bahwa selat hormus ini adalah keran energi dunia
11:29yang pasti sangat dinanti bagaimana perdamaian prosesnya antara kedua negara.
11:33Terima kasih sudah berbagi pandangan bersama kami di Kompas Malam Kompas TV
11:36Peneliti Senior in the Pacific Strategic Intelligence Aisyah Kusuma Sumantri.
11:41Terima kasih Mbak Salam Sehat Selalu.
11:42Terima kasih banyak Mbak Valen, selamat malam.
11:44Selamat malam.
Komentar