Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pakar Keamanan Siber CISSRec, Pratama Persadha, menilai Indonesia memang mulai menjadi lokasi yang nyaman bagi sindikat judi online internasional.

Menurut Pratama, Indonesia sebelumnya juga kerap menjadi lokasi operasi berbagai jaringan kejahatan siber asing.

Ia menyebut para pelaku merasa lebih mudah menjalankan operasi di Indonesia.

Pratama mengungkap ada sejumlah celah besar yang dimanfaatkan sindikat.

Mulai dari kemudahan masuknya warga negara asing hingga lemahnya pengawasan perbankan.

Ia juga menyoroti praktik jual beli rekening bank yang dinilai sangat mudah ditemukan.

Pratama juga menilai pengungkapan jaringan judi online seharusnya dibarengi investigasi digital forensik yang maksimal di lokasi kejadian.

Menurutnya, server dan perangkat elektronik di markas judi online sebaiknya tidak langsung dimatikan.

Ia menjelaskan proses digital forensik di tempat bisa membuka jaringan komunikasi sindikat. Menurutnya, koneksi jaringan di lokasi menjadi kunci penting.

Pratama menyebut beberapa server hanya bisa diakses melalui jaringan tertentu. Jika perangkat dipindahkan keluar lokasi, akses terhadap data penting bisa hilang.

Meski pemerintah mengklaim telah memblokir jutaan situs judi online, Pratama menilai internet Indonesia belum bersih dari praktik perjudian daring.

Ia bahkan menunjukkan masih adanya situs pemerintah yang bisa disusupi tautan judi online.

Menurutnya, satu IP address bahkan bisa memuat ratusan ribu situs judi online.

Pratama pun mendorong pemerintah memblokir langsung server dan IP address sumber judi online.

Bagaimana menurut Anda?



Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/BZxZ8_u0tHc



Disclaimer:

Konten ini dibuat semata untuk edukasi dan meningkatkan awareness terkait bahaya judi online. Tidak untuk mengajarkan, mempromosikan, atau mengajak melakukan judi online dalam bentuk apa pun.



#judol #indonesia #jaringan



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/669776/pakar-siber-kritik-penanganan-tkp-judi-online-server-jangan-dimatikan-dipo-investigasi
Transkrip
00:10Intro
00:18Mati satu tumbuh seribu, meski hukum telah ditegakkan,
00:22namun bisnis kejahatan siber lintas negara meraja lela di tengah masyarakat.
00:26Sebelum penggerbekan di markas judio online di kawasan Hayamuruk, Jakarta Barat,
00:31pihak imigrasi dan polisi membongkar sindikat penipuan daring di Kecamatan Lubuk Raja, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
00:40Berdasarkan hasil pemeriksaan perangkat elektronik, 210 warga negara asing terindikasi melakukan penipuan aktivitas daring atau skem trading.
00:49Polisi sebut aktivitas para WNA terkait jaringan kejahatan internasional.
00:54Indonesia dinilai tengah jadi target kejahatan siber, mulai dari judi online hingga skeming.
00:59Polisi menangkap jaringan judi di berbagai daerah, mulai dari kasus di Pulau Sumatera hingga ke Pulau Bali.
01:06Sebetulnya kejahatan ini ada kaitannya dengan yang telah kami lakukan pula dengan Direkturat Jenderal Imigrasi sebelumnya,
01:16yaitu di Bali, Denpasar, di Jawa Timur, Surabaya, di Surakarta, Jawa Tengah, daerah istimewa Yogyakarta,
01:26di Bogor, Jawa Barat, dan Sukabumi, Jawa Barat, dan hari ini ada di Batam, Kepolan Riau.
01:35Jejak transaksi judi online telah terdeteksi oleh PPATK sejak tahun 2017.
01:40Menjamurnya gurita judi online terlihat dari tren meningkatnya jumlah pemain judi online.
01:45Pada tahun 2023, sekitar 3,9 juta orang bermain judi online.
01:50Lonjakan drastis terjadi di tahun 2024, terdapat 9,7 juta orang kecanduhan judol.
01:57Namun pada tahun 2025, angka ini mengalami penurunan menjadi 3,1 juta pemain.
02:03Perubahan jumlah pemain tersebut juga tercermin pada perputaran dana judi online.
02:08Data PPATK menunjukkan nilai transaksi judi online terus meningkat dari 327 triliun rupiah pada tahun 2023 menjadi 359 triliun rupiah
02:19pada tahun 2024.
02:21Meski terjadi penurunan pada tahun 2025, namun perputaran uang judi online tetap berada di level tinggi yakni 286 triliun rupiah.
02:32Jerat judi online di tengah masyarakat kian berluas hingga menjerat seluruh kalangan.
02:36Tak hanya orang dewasa, kini generasi penerus bangsa pun kian terjerumus.
02:41Tantangan pemberantasan judi online harus benar-benar menjadi perhatian pemerintah agar tak merusak calon generasi emas di masa depan.
02:49Jumlah anak-anak yang juga menjadi korban judi online, itu jumlahnya hampir 200 ribu.
02:5980 ribunya adalah anak-anak di bawah 10 tahun.
03:05Indonesia kini tak lagi hanya menjadi target pasar pemain semata, melainkan jadi target markas judi online.
03:12Aparat perlu tegas dan waspada agar mafia judul tak leluasa di bumi nusantara.
03:22Perbongkaran markas judi online di kawasan Haimuruk, Jakarta Barat melahirkan sebuah ancaman bahwa ada pergeseran dari peta sindikat judi online
03:32di kawasan Asia Tenggara.
03:34Lalu pertanyaannya, benarkah negara kita Indonesia menjadi surga baru bagi sindikat judi online?
03:40Saya akan tanyakan secara langsung, sederah, kepada pakar keamanan Cyber Cisrek, Bapak Pratama Persada.
03:45Pak Pratama, terima kasih waktunya, Pak.
03:47Siap, Mas Dipo.
03:47Saya ingin langsung tanyakan, Pak.
03:48Polisi memang betul sudah menangkap 320 warga negara asing, 1 warga negara Indonesia.
03:54Dengan temuan yang kemudian didapati oleh polisi, apakah sudah bisa dikatakan Indonesia menjadi surga baru bagi sindikat judi online?
04:01Kalau menurut saya, iya ya gitu. Karena secara historical, kita kan beberapa kali menggulung koplotan-koplotan luar negeri yang melakukan
04:11kegiatan di Indonesia.
04:12Dari Taiwan, dari China, dari Rusia, dan lain-lain begitu. Karena mereka merasa bahwa melakukan kegiatan di Indonesia mungkin lebih
04:20gampang.
04:20Lebih gampang?
04:21Lebih gampang, kemudian fasilitasnya lebih mudah untuk diperoleh, begitu ya kan.
04:26Kelahnya paling besar di mana, Pak?
04:28Yang pertama, mereka orang Asia, jadi ke Indonesia bebas visa, kan?
04:33Jadi gampang masuknya, begitu. Kemudian juga masalah pengawasan keimigrasian, kan kita juga masih kurang di Indonesia, kan?
04:41Kemudian rekening bank.
04:42Rekening bank?
04:43Di Indonesia sangat gampang sekali kita beli rekening bank, dan itu diperjual-belikan di marketplace juga, kan?
04:48Dan pertanyaannya, Pak, pertama, bahwa kita tahu polisi sudah mengumpulkan sejumlah barang bukti, mulai dari handphone dan juga komputer, dan
04:54saat ini TKP sudah steril.
04:56Apakah langkah yang kemudian ditempuh oleh polisi sudah tepat?
05:00Kalau menurut saya, kita mengapresiasi Polri lah ya pertama ya, yang sudah berhasil mengungkap ini, gitu.
05:07Tapi kalau menurut saya, langkah paling tepat ketika kita mendapatkan tempat kejadian perkara yang penuh dengan peralatan teknologi server, komputer,
05:17dan lain-lain, gitu.
05:18Itu sebenarnya jangan diperatelin dulu, gitu.
05:21Komputernya?
05:21Iya dong, komputernya, servernya, gitu, handphonenya, dan lain-lain, jangan dimatematikan dulu.
05:27Kalau menurut saya, disitulah kita bisa melakukan namanya digital forensik.
05:32Kita bisa ngecek nih, ini komputer ini dia komunikasinya dengan siapa saja, terkoneksi dengan jaringan mana, gitu.
05:39Dengan adanya, kalau kita nyebut harta karun itu, gitu, sebenarnya awalnya saya merasa bahwa, oh ini langkah-langkah awal yang
05:48bagus nih, untuk mengungkap jaringan judul, gitu, dan skem, gitu ya.
05:54Yang targetnya adalah orang-orang yang memang susah di Indonesia, gitu, ya kan.
06:00Yang dengan teknologi itu, kita bisa mengungkap kemana nih ujungnya nih, siapa nih sebenarnya yang beli rekening, gitu.
06:08Artinya, mohon maaf ingin saya sederhanakan, proses digital forensik yang seharusnya dilakukan oleh polisi, itu seharusnya dilakukan di TKP.
06:18Dan tidak bisa di luar dari TKP.
06:20Bisa, bisa, gitu.
06:21Tapi ketika kita membutuhkan koneksi, kan harus di TKP.
06:24Kan koneksinya bisa menjadi kunci.
06:26Mas, gini, jadi ada beberapa komputer atau server yang dia dibuat dedicated, gitu, hanya bisa diakses dari jaringan tersebut.
06:37Jadi, IP address-nya dibatasi, gitu, kemudian network-nya dibatasi, sehingga kalau itu dibawa keluar, nggak akan bisa ngeakses.
06:45Jadi, per hari ini, dari Kempom Digi telah menutup akses 3,2 juta sekian dari situs video online.
06:53Ya, ini kemarin kan dari pihak kepolisian, juga kami terus berkoordinasi dengan Pak Kapolri.
06:58Satu yang saat ini juga sedang berlangsung adalah penyidikan-penyidikan yang intensif terhadap kasus yang di Hayam Murug.
07:06Kita akan lihat kemana muaranya nanti, siapa bandar besarnya ini akan terus ditelus.
07:14Setelah begitu masifnya upaya blokir, yang kemudian dilakukan oleh Kempom Digi, apakah betul, katakanlah internet kita sudah bersih dari judul
07:23atau justru malah mungkin menyasar situs-situs pemerintahan?
07:28Aduh, nggak ada kita bersih dari judul. Sekarang semakin banyak situs-situs judi online ini, gitu. Jadi nggak berhenti.
07:37Boleh mungkin ditunjukkan, Pak Pratama, untuk contohnya, ya.
07:41Coba kita lihat, ya. Ini tadi barusan saya buka di Dinsos...
07:46Dinsos...
07:47Ini keluarnya? Keluar.
07:50Jika Indonesia tidak ingin menjadi surga baru bagi sindika judi online, sistem, teknologi, atau aturan apa yang kemudian harus betul
07:58-betul ditegakkan agar negara kita tidak terkepung atau tidak dimanfaatkan oleh para mafia?
08:03Yang pertama, lakukan cara yang benar. Yang harus diblokir itu adalah servernya.
08:10Yang harus diblokir itu servernya.
08:12Dan itu mungkin untuk dilakukan, Pak.
08:13Sangat mungkin dilakukan dan tidak susah untuk dilakukan.
08:17Boleh mungkin ditunjukkan, Pak?
08:18Ya, boleh. Saya tunjukkan, ya.
08:20Oke, saya dengan Pak Pratama akan tunjukkan, ya.
08:22Nah, ini IP-nya.
08:23Ini IP-nya?
08:24Ya. Nah, yang diblokir sama Komdiki, ini IP ini.
08:27Tapi tidak ngeblokir semua isi dari IP ini.
08:31Karena dalam IP address ini, nanti akan ada beberapa domain judi online lagi, gitu.
08:38Jadi ini satu IP digunakan bersama-sama dalam IP address ini.
08:42Ada 306.715 result.
08:48Padahal, kalau Komdiki ngeblokir IP address-nya, dia langsung ngeblokir 306.715 website judi yang lain.
08:57Terima kasih.
08:58Terima kasih.
08:59Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan