00:00Sama seperti rekan yang lain, pertama saya memberikan apresiasi.
00:04Pencapaian IKU 109,31% dan semuanya di atas 100% dari 55 indikator.
00:14Tetap PDB-nya ini belum kuat atau masih di bawah kapasitas potensial.
00:23Pertumbuhan kredit masih tertekan dan permintaan kredit masih pada target internal.
00:30Dan kinerjanya belum menggambarkan kondisi yang nyata.
00:36Kemungkinan targetnya terlalu rendah, indikatornya terlalu administratif,
00:41dan indikatornya tidak menghitung dampaknya yang ada di masyarakat.
00:46Maka ke depan mengusulkan bahwa harus ada KPI tentang pertumbuhan kredit sektor UKM,
00:54kredit produktif, penciptaan lapangan kerja, dan inklusi keuangan antar wilayah.
01:02Nah dikatakan 2025 dan posisi sekarang Rp427,9 triliun.
01:09Apakah KLM ini efektif?
01:13Atau hanya muter diperbankan?
01:16Apakah kredit yang lahir di bawah benar-benar karena fasilitas KLM dari PI?
01:23Yang kedua yang saya soroti mengenai IKU adalah sampai saat ini belum ada IKU untuk masing-masing Dewan Gubernur.
01:32Jadi ini menjadi catatan untuk Pak Gubernur.
01:37Yang kedua tentang kurs, Pak.
01:40Kita tahu bahwa tadi teman-teman mengatakan kursnya sudah Rp17.600.
01:47Bahkan muncul EJK, kalau Rp17.845, maka Indonesia merdeka katanya.
01:55Rp17.845.
01:56Nah tetapi di presentasi Bapak, Bapak mengatakan bahwa Rp1 stabil, relatif stabil kalau dibandingkan dengan negara yang lain.
02:08Nah persoalannya yang dirasakan oleh masyarakat adalah harus juga meningkat dan persepsi ekonomi ini melemah.
02:16Padahal BI sudah banyak sekali melakukan langkah.
02:20Salah satunya adalah intervensi besar-besaran sehingga menurunkan cadangan divisa dari Rp156 menjadi Rp146 bilion dollars.
02:30SRBI sudah dikerek menjadi 6,41 persen.
02:34SBN, BI juga membeli SBN Rp332 triliun di tahun 2025 dan sekarang tambah Rp133 triliun lagi.
02:46BI juga melakukan pengetatan pembelian dolar dari Rp50.000 ke Rp25.000
02:52Maka pertanyaan kritisnya adalah
02:54Semua instrumen yang dimiliki BI sudah dilakukan
02:58Tetapi why?
03:01Kenapa rupiah tetap berlanjut mengalami depresiasi?
03:07Kemungkinan penyebabnya adalah
03:09Yang Bapak katakan di presentasi
03:12Tekanan global sangat besar
03:13Ini memang diakui tekanan global sangat besar
03:16Tetapi harus diakui juga
03:19Bahwa ada masalah serius di domestik Pak
03:23Ini harus jujur diakui
03:26Ada masalah di fiskal
03:28Ada masalah di defisit di current account
03:31Ada arus modal keluar dalam jumlah besar
03:34Dan ada masalah di kepercayaan investor
03:38Terhadap perekonomian Indonesia
03:41Kita tahu Pak bahwa rupiah is as unbiased predictor
03:47Terhadap kondisi 98
03:49Ya di 98 proporsi utang luar negeri kita besar sekali
03:54Dan di 98 level of depreciationnya luar biasa
03:59Dari Rp2.500 ke Rp16.500
04:01Kalau sekarang katakan depresiasinya
04:05Dari Rp16.500 ke Rp17.600
04:09Dan proporsi utangnya dominan di utang domestik
04:14Tetapi bagaimanapun juga Pak
04:16Ini adalah tanggung jawab BI
04:19Untuk menjaga stabilitas mata uang rupiah
04:23Memang disadari BI tidak menganut
04:27Yang namanya exchange rate targeting
04:30Beda dengan Singapura
04:32BI menganut inflation targeting
04:35Dan sebenarnya Pak
04:37Di dalam kondisi normal
04:39Sebenarnya kan sudah tersedia natural hedging
04:42Para hedge fund yang masuk ke Indonesia
04:45Ketika mengalami tekanan di katakan MSCI
04:49Sehingga keluar dari pasar modal
04:51Kemudian yield surat utang negaranya naik
04:56Mereka seharusnya adalah masuknya ke surat utang negara
05:01Tetapi data menunjukkan bahwa tidak masuk ke surat utang negara
05:06Maka ada isu kepercayaan di sini yang cukup besar
05:10Karena seharusnya mereka kan hanya mengimbangi portofolio
05:15Antara instrumen di dalam rupiah
05:18Ini saat ini tidak terjadi
05:22Sehingga seharusnya BI mampu memilah
05:26Mana kebutuhan dolar yang dibutuhkan oleh para hedge fund
05:33Yang dari sektor keuangan
05:35Dan mana kebutuhan dolar dari sektor real
05:39Dan kalau punya data yang benar
05:43Berapa sih kebutuhan dolar dari hedge fund
05:46Dari pasar keuangan
05:48Maka kita bisa tahu
05:49Kalau kebutuhannya tinggal sedikit
05:51Artinya tekanan kapital outflow sudah mulai meredah
05:55Karena kebutuhan dolar ini tidak bisa diintervensi
06:00Baik itu di pasar spot, pasar NDF, maupun pasar di NDF
06:05Sementara untuk kebutuhan real, genuine
06:09Untuk ekspor dan import
06:12Ini harus dipenuhi pak
06:16Misalkan BI membuka sehingga masa depan
06:20Kan tidak adanya kepercayaan
06:24Dolar di masa depan
06:25Segera memburu dolar sahwa
06:28Rupiah undervalued
06:30Unfortunately, pasar
06:32Belum percaya bahwa rupiah
06:35Ayah rupiah undervalued
06:37Maseri bank pak
06:38Ini harus yang dilakukan oleh BI
06:41Bisa nanti membeli dolarnya pada kurs yang sudah disepakati
06:45Ini satu langkah strategi saat ini dipertahankan
06:50Ini kan BI rate
06:52Sehingga akan ada masalah di transmission di sini
06:56Kelebihan di pasar
06:58Sehingga orang yang memang long dolar
07:02Dia memilih tetap memegangi dolarnya
07:05Ini sebenarnya memberikan persepsi yang positif kepada BI
07:10Bahwa BI independent
07:12Bahwa BI mampu menjaga
07:15Menjaga predabilitas rupiah
07:17Ini sesuai dengan teori signaling
07:20Maka dari itu
07:22Sebagai penutup pak Perry
07:24Saya sekali lagi mengapresiasi pak
07:28Bapak mampu menjaga stabilitas moneter
07:31Paling tidak saat ini masih di 17.600
07:35Jangan sampai lebih turun lagi
07:38Tetapi stabilitas ini
07:41Jangan berhenti pak
07:43Di indikator-indikator internal
07:45Tetapi stabilitas ini adalah stabilitas yang dirasakan juga
07:50Oleh masyarakat
07:51Dan BI dengan segala macam kewenangan dan independensinya
07:56Masih punya banyak instrumen
07:59Untuk mempertahankan rupiah
08:01Tetapi tentu saja
08:02Harus kerjasama dengan
08:04KSSK yang lain
08:06Terima kasih
08:07Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Komentar