Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Harris Turino, menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah saat rapat dengan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo pada Senin, (18/5/2026).

"Pertanyaan kritisnya adalah semua instrumen yang dimiliki BI sudah dilakukan, tetapi kenapa rupiah terus mengalami depresiasi. Kemungkinan penyebabnya adalah yang Bapak katakan dalam presentasi, tekanan global sangat besar," ujar Harris Turino.

"Namun, bagaimanapun juga ini adalah tanggung jawab BI untuk menjaga stabilitas mata uang rupiah," lanjutnya.

Diketahui, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terendah di angka 17.648 per dolar AS.

Baca Juga Rupiah Melemah! Purbaya, Puan hingga Presiden Prabowo Respons Begini - PARASOT di https://www.kompas.tv/video/669475/rupiah-melemah-purbaya-puan-hingga-presiden-prabowo-respons-begini-parasot

#bankindonesia #dpr #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/669560/rapat-dpr-fraksi-pdip-minta-bi-tanggung-jawab-buntut-nilai-tukar-rupiah-anjlok
Transkrip
00:00Sama seperti rekan yang lain, pertama saya memberikan apresiasi.
00:04Pencapaian IKU 109,31% dan semuanya di atas 100% dari 55 indikator.
00:14Tetap PDB-nya ini belum kuat atau masih di bawah kapasitas potensial.
00:23Pertumbuhan kredit masih tertekan dan permintaan kredit masih pada target internal.
00:30Dan kinerjanya belum menggambarkan kondisi yang nyata.
00:36Kemungkinan targetnya terlalu rendah, indikatornya terlalu administratif,
00:41dan indikatornya tidak menghitung dampaknya yang ada di masyarakat.
00:46Maka ke depan mengusulkan bahwa harus ada KPI tentang pertumbuhan kredit sektor UKM,
00:54kredit produktif, penciptaan lapangan kerja, dan inklusi keuangan antar wilayah.
01:02Nah dikatakan 2025 dan posisi sekarang Rp427,9 triliun.
01:09Apakah KLM ini efektif?
01:13Atau hanya muter diperbankan?
01:16Apakah kredit yang lahir di bawah benar-benar karena fasilitas KLM dari PI?
01:23Yang kedua yang saya soroti mengenai IKU adalah sampai saat ini belum ada IKU untuk masing-masing Dewan Gubernur.
01:32Jadi ini menjadi catatan untuk Pak Gubernur.
01:37Yang kedua tentang kurs, Pak.
01:40Kita tahu bahwa tadi teman-teman mengatakan kursnya sudah Rp17.600.
01:47Bahkan muncul EJK, kalau Rp17.845, maka Indonesia merdeka katanya.
01:55Rp17.845.
01:56Nah tetapi di presentasi Bapak, Bapak mengatakan bahwa Rp1 stabil, relatif stabil kalau dibandingkan dengan negara yang lain.
02:08Nah persoalannya yang dirasakan oleh masyarakat adalah harus juga meningkat dan persepsi ekonomi ini melemah.
02:16Padahal BI sudah banyak sekali melakukan langkah.
02:20Salah satunya adalah intervensi besar-besaran sehingga menurunkan cadangan divisa dari Rp156 menjadi Rp146 bilion dollars.
02:30SRBI sudah dikerek menjadi 6,41 persen.
02:34SBN, BI juga membeli SBN Rp332 triliun di tahun 2025 dan sekarang tambah Rp133 triliun lagi.
02:46BI juga melakukan pengetatan pembelian dolar dari Rp50.000 ke Rp25.000
02:52Maka pertanyaan kritisnya adalah
02:54Semua instrumen yang dimiliki BI sudah dilakukan
02:58Tetapi why?
03:01Kenapa rupiah tetap berlanjut mengalami depresiasi?
03:07Kemungkinan penyebabnya adalah
03:09Yang Bapak katakan di presentasi
03:12Tekanan global sangat besar
03:13Ini memang diakui tekanan global sangat besar
03:16Tetapi harus diakui juga
03:19Bahwa ada masalah serius di domestik Pak
03:23Ini harus jujur diakui
03:26Ada masalah di fiskal
03:28Ada masalah di defisit di current account
03:31Ada arus modal keluar dalam jumlah besar
03:34Dan ada masalah di kepercayaan investor
03:38Terhadap perekonomian Indonesia
03:41Kita tahu Pak bahwa rupiah is as unbiased predictor
03:47Terhadap kondisi 98
03:49Ya di 98 proporsi utang luar negeri kita besar sekali
03:54Dan di 98 level of depreciationnya luar biasa
03:59Dari Rp2.500 ke Rp16.500
04:01Kalau sekarang katakan depresiasinya
04:05Dari Rp16.500 ke Rp17.600
04:09Dan proporsi utangnya dominan di utang domestik
04:14Tetapi bagaimanapun juga Pak
04:16Ini adalah tanggung jawab BI
04:19Untuk menjaga stabilitas mata uang rupiah
04:23Memang disadari BI tidak menganut
04:27Yang namanya exchange rate targeting
04:30Beda dengan Singapura
04:32BI menganut inflation targeting
04:35Dan sebenarnya Pak
04:37Di dalam kondisi normal
04:39Sebenarnya kan sudah tersedia natural hedging
04:42Para hedge fund yang masuk ke Indonesia
04:45Ketika mengalami tekanan di katakan MSCI
04:49Sehingga keluar dari pasar modal
04:51Kemudian yield surat utang negaranya naik
04:56Mereka seharusnya adalah masuknya ke surat utang negara
05:01Tetapi data menunjukkan bahwa tidak masuk ke surat utang negara
05:06Maka ada isu kepercayaan di sini yang cukup besar
05:10Karena seharusnya mereka kan hanya mengimbangi portofolio
05:15Antara instrumen di dalam rupiah
05:18Ini saat ini tidak terjadi
05:22Sehingga seharusnya BI mampu memilah
05:26Mana kebutuhan dolar yang dibutuhkan oleh para hedge fund
05:33Yang dari sektor keuangan
05:35Dan mana kebutuhan dolar dari sektor real
05:39Dan kalau punya data yang benar
05:43Berapa sih kebutuhan dolar dari hedge fund
05:46Dari pasar keuangan
05:48Maka kita bisa tahu
05:49Kalau kebutuhannya tinggal sedikit
05:51Artinya tekanan kapital outflow sudah mulai meredah
05:55Karena kebutuhan dolar ini tidak bisa diintervensi
06:00Baik itu di pasar spot, pasar NDF, maupun pasar di NDF
06:05Sementara untuk kebutuhan real, genuine
06:09Untuk ekspor dan import
06:12Ini harus dipenuhi pak
06:16Misalkan BI membuka sehingga masa depan
06:20Kan tidak adanya kepercayaan
06:24Dolar di masa depan
06:25Segera memburu dolar sahwa
06:28Rupiah undervalued
06:30Unfortunately, pasar
06:32Belum percaya bahwa rupiah
06:35Ayah rupiah undervalued
06:37Maseri bank pak
06:38Ini harus yang dilakukan oleh BI
06:41Bisa nanti membeli dolarnya pada kurs yang sudah disepakati
06:45Ini satu langkah strategi saat ini dipertahankan
06:50Ini kan BI rate
06:52Sehingga akan ada masalah di transmission di sini
06:56Kelebihan di pasar
06:58Sehingga orang yang memang long dolar
07:02Dia memilih tetap memegangi dolarnya
07:05Ini sebenarnya memberikan persepsi yang positif kepada BI
07:10Bahwa BI independent
07:12Bahwa BI mampu menjaga
07:15Menjaga predabilitas rupiah
07:17Ini sesuai dengan teori signaling
07:20Maka dari itu
07:22Sebagai penutup pak Perry
07:24Saya sekali lagi mengapresiasi pak
07:28Bapak mampu menjaga stabilitas moneter
07:31Paling tidak saat ini masih di 17.600
07:35Jangan sampai lebih turun lagi
07:38Tetapi stabilitas ini
07:41Jangan berhenti pak
07:43Di indikator-indikator internal
07:45Tetapi stabilitas ini adalah stabilitas yang dirasakan juga
07:50Oleh masyarakat
07:51Dan BI dengan segala macam kewenangan dan independensinya
07:56Masih punya banyak instrumen
07:59Untuk mempertahankan rupiah
08:01Tetapi tentu saja
08:02Harus kerjasama dengan
08:04KSSK yang lain
08:06Terima kasih
08:07Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Komentar

Dianjurkan