00:00Beberapa titik ada dari Jakarta, kemudian ada dari Indonesia bagian timur, kemudian juga ada dari bagian tengah
00:06dan sekarang kita akan bergeser ke Bandung.
00:10Di Bandung, Jawa Barat, Pantauan Hilal 1 Zulhijjah 1447 Hijriah digelar di atap gedung kedokteran Universitas Islam Bandung atau UNISBA.
00:21Pemantauan Hilal dilakukan untuk menentukan kapan jatuhnya bulan Zulhijjah.
00:26Kali ini pemantauan dilakukan oleh Fakultas Syariah UNISBA bersama dengan Kanwil Kementerian Agama, Badan Hisap, Rukyat Daerah, dan Basnas Jawa
00:38Barat.
00:39Pemantauan ini dengan menggunakan dua buah teropong, yakni teropong digital dan juga teropong manual.
00:50Pemantauan Hilal juga turut dilakukan di Bandung, Jawa Barat dan saat ini sudah ada jurnalis Kompas TV, Fida Alatas bersama
00:58dengan juru kamera Abdul Rahim
01:00yang sudah berada di lokasi pemantauan.
01:03Fida, bisa Anda jelaskan bagaimana kondisi cuaca di lokasi Anda saat ini dan apakah Hilal sudah terlihat?
01:14Ya Putu, kalau di Bandung di pagi hingga siang hari tadi, cuacanya kami pantau cerah.
01:19Tapi menjelang sore ini kami pantau saat ini kondisinya mulai mendung, cerah berawan dan bahkan cenderung mendung.
01:27Tapi kita berharap ini cuacanya bisa cerah, nanti ada perubahan karena memang Putu dan juga Saudara kalau kita berbicara mengenai
01:35pantauan Hilal,
01:36faktor cuaca ini menjadi faktor yang krusial untuk mendukung proses pemantauan biasanya dilakukan pada waktu-waktu menjelang tenggelamnya matahari.
01:48Dan kalau di UNISBA sendiri, Putu dan juga Saudara ini persiapan-persiapan sudah dilakukan, nanti openingnya atau pembukaan secara resmi
01:56ini akan dilakukan pada pukul 5,
01:58tapi sejak pukul 3 tadi kami pantau kalibrasi dari teropong-teropong yang akan digunakan.
02:04Kalau di UNISBA ini ada dua teropong, baik itu manual dan juga digital, dilakukan nanti menjelang waktu maghrib.
02:11Dan di belakang sini Putu dan juga Saudara ini juga terdapat layar, di mana nanti hasil rekaman kamera dari tangkapan
02:21teropong digital ini bisa dilihat secara langsung
02:23oleh para masyarakat ataupun dari peserta pemantauan Hilal yang datang di Gedung Universitas Islam Bandung,
02:36tempatnya adalah Gedung Kedokteran Universitas Islam Bandung.
02:39Tapi lebih lengkapnya Putu dan juga Saudara akan seperti apa pantauan Hilal nanti dilakukan?
02:44Kami sudah bersama dengan Kepala Observatorium Albiruni, Bapak Cep.
02:50Bapak ini bagaimana Pak? Nanti akan dimulai berarti sekitar pukul berapa ya Pak?
02:55Ya, untuk dimulainya acara seremonial dari awal itu sekitar pukul 5 dengan dihadiri insya Allah Pak Kepala Kanwil Kementerian Agama
03:08Provinsi Jawa Barat,
03:09kemudian kemendag yang ada di sekitar Bandung atau Bandung Raya, juga BHRD Provinsi Jawa Barat,
03:16dan beberapa ormas yang sudah konfirmasi akan hadir pada pelaksanaan Rukyat 1 Zulhijjah 1447 Hijriah ini.
03:26Pak Enjab Abdur Rojak, ini kondisinya cuacanya cukup mendung, cukup berawan,
03:34apakah ini kemudian menjadi kendala nanti Pak bisa menjadi kendala?
03:38Apakah dengan cuaca seperti ini memungkinkan Hilal terlihat nanti Pak?
03:41Kalau dilihat dari lapangan seperti ini, yang mendung memang langit sebelah timur ya,
03:47adapun sebelah barat itu tidak terlalu, mendungnya tidak terlalu pekat,
03:52sehingga harapannya semakin sore ini semakin cerah begitu,
03:55sehingga itu sangat memungkinkan keberhasilan Rukyat 1 Zulhijjah 1447 Hijriah ini,
04:03karena secara data ini sudah masuk visibilitas seperti itu ya.
04:07Jadi di waktu ini sudah bisa terlihat begitu?
04:11Secara kriterianya sudah memasuki, untuk tinggi Hilal di Bandung sendiri,
04:15secara topografis sudah di atas 3 derajat,
04:19adapun elongasinya pun sudah memenuhi lebih daripada 6,4 derajat,
04:24kemudian istimewanya terjadi pada dini hari tadi,
04:28sehingga semua kriteria sudah terpenuhi,
04:30tinggal nanti cuacanya seperti apa,
04:32dan SDM juga, karena kita sudah pernah berhasil melihat Rukyat Hilal 1 Zulhijjah di tahun 2024,
04:421445 kalau gak salah.
04:44Pak, ini kan kalau dari prediksi cuaca di hari ini seperti apa Pak,
04:49dari BMKG atau mungkin informasi-informasi yang dikumpulkan?
04:53Ya, memang prediksi cuaca dari BMKG saat ini cukup mendung begitu ya,
04:59informasinya, tetapi kita berharap jangan sampai hujan begitu ya,
05:04kalau mendung kemudian mudah-mudahan nanti cerah,
05:07memang kalau kita lihat lengit sebelah barat pun saat ini memang kelihatan cerah begitu,
05:11dan di layar kita juga tadi masih nampak posisi mataharinya,
05:15dan itu salah satu kalibrasi alat yang kita gunakan
05:19untuk nanti pelaksanaan Rukyat 1 Zulhijjah ini.
05:22Karena dari posisi teropong yang sudah tepat mengarah ke matahari,
05:27kemudian nanti pada waktunya dia akan diarahkan ke posisi bulan,
05:32maka dia sudah mendapatkan posisi bulan itu berdasarkan posisi mataharinya begitu,
05:37sudah terkalibrasi alat.
05:38Ini kan ada teropong digital yang sebetulnya mungkin kalau secara teori lebih spesifik,
05:45lebih akurat begitu ya,
05:46tapi ini saya lihat tidak hanya teropong digital,
05:49ada juga teropong manual.
05:50Untuk apa teropong manual ini juga diperlukan Pak?
05:54Ya, sebagai media edukasi,
05:56baik bagi masyarakat ataupun mahasiswa kita juga,
05:59kebetulan kita kan di sini ada laboratorium,
06:02ada mahasiswa yang memang dia secara kegiatannya,
06:06apa namanya, rutin melakukan pengamatan.
06:10Nah, kehadiran teleskop manual ini sangat penting,
06:13karena data azimutnya itu di input manual,
06:17data tingginya di input manual,
06:19itu perlu perhatian khusus begitu ya,
06:24beda dengan digital.
06:25Kalau digital, kita setting di awal,
06:28kalau sudah setting tinggal di on,
06:30kemudian go,
06:31sudah mengarah ke matahari,
06:33atau objek yang lain yang ditentukan,
06:35kemudian tinggal di kalibrasi,
06:37itu sudah dapat.
06:37Tapi kalau manual,
06:39ini harus,
06:39kita itu harus perhatian khusus ya.
06:42Kenapa?
06:43Karena beda setting,
06:46maka bisa jadi objeknya di mana,
06:48terlebih kepada hilal.
06:49Hilal itu kan sangat tipis ya,
06:51iluminasinya saja untuk saat ini sangat kecil.
06:54Sehingga,
06:55ini kalau misalkan setting alatnya,
06:58input datanya tidak akurat,
07:00maka bisa dipastikan teropong ini,
07:03arahnya nggak tahu kemana begitu ya.
07:06Pak, hilal ini juga bisa dilakukan kerukiat,
07:09atau pemantauan lewat mata telanjang begitu ya.
07:13Apakah,
07:14dalam kondisi apa sih Pak,
07:15itu bisa dilakukan,
07:16dan apakah di sini juga dilakukan,
07:17dan apakah dengan cuaca seperti ini,
07:19hal tersebut memungkinkan untuk dilakukan?
07:21Ya, secara teori,
07:23ketinggian di atas 5,
07:25apalagi 7 begitu,
07:26itu sudah memungkinkan pengamatan dengan mata langsung ya,
07:31tanpa menggunakan alat,
07:32kalau cuacanya cerah.
07:33Tapi kalau sekarang,
07:35ketinggian 3 derajat lebih,
07:37hampir 4,
07:39secara teori,
07:40itu sulit ya,
07:42untuk menggunakan mata telanjang terlebih,
07:44cuacanya sedikit mendung.
07:46Mohon begitu.
07:47Jadi kalau misalkan,
07:48cuaca apa namanya tadi,
07:50ketinggiannya mendukung di atas 5,
07:52itu mungkin saja.
07:54Mohon.
07:55Kita berharap tentunya cuacanya sore hari ini,
07:57karena memang cuaca ini bisa berubah-berubah begitu ya Pak ya,
08:00tapi tadi ada optimisme,
08:01karena kalau di sebelah barat,
08:03tadi begitu ya,
08:04ini cuacanya relatif.
08:11Bagaimana tentunya harapannya,
08:14hilal atau pemantauan hilal ini bisa dilakukan dengan lancar,
08:17dari kampus Odisbah.
08:20Butuh kembali ke Anda.
08:21Terima kasih laporan Anda,
08:23Jurnalis Kompos TV,
08:24Vida Alatas,
08:25melaporkan dari Bandung, Jawa Barat.
08:27Kita harapkan semuanya berjalan dengan lancar,
08:30sehingga kita juga bisa memantau sama-sama
08:32dengan dua metode yang sudah dilakukan ini,
08:35apakah nanti akan terlihat hilalnya.
08:37Dan sudah.
Komentar