Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu
Pemerintah Provinsi Bali terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan
Transkrip
00:00Saudara pemerintah Provinsi Bali terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.
00:07Salah satunya melalui program Biasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana dengan bantuan biaya hidup hingga Rp1.400.000 per bulan,
00:15serta dukungan biaya kuliah bagi mahasiswa.
00:19Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga
00:24terus mendorong pembangunan sumber daya manusia atau SDM unggul sebagai fokus utama pembangunan daerah.
00:31Pembangunan Bali ke depan tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan ekonomi,
00:36namun juga pembentukan SDM unggul yang berkarakter, kompeten, dan berbasis budaya lokal.
00:41Di sektor pendidikan, pemerataan akses dan peningkatan kualitas menjadi prioritas,
00:46sekaligus penguatan karakter, etika, dan nilai kearifan lokal pada siswa.
00:51Sementara itu, untuk menyiapkan lulusan yang siap kerja,
00:55pemerintah memperkuat keterkaitan pendidikan dengan dunia usaha dan industri,
01:00khususnya melalui penguatan SMK berbasis vokasi.
01:04Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Satu Keluarga Satu Sarjana.
01:09Program ini memberikan akses lebih luas bagi masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi.
01:14Dalam program ini, pemerintah memberikan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa,
01:19yaitu sebesar Rp1.400.000 per bulan untuk wilayah dan pasar dan badung,
01:25serta Rp1.200.000 untuk kabupaten lain.
01:29Sementara itu, bagi siswa universitas terbuka,
01:32diberikan bantuan sebesar Rp750.000 per bulan.
01:36Tidak hanya itu, pemerintah juga memberikan dukungan biaya pendidikan
01:40melalui bantuan uang kuliah tunggal atau UKT maksimal Rp1.000.000 per semester,
01:46serta biaya pendaftaran maksimal Rp300.000.
01:49Program ini dilaksanakan melalui kerjasama dengan 26 perguruan tinggi negeri dan swasta di Bali.
01:56Diharapkan mampu melahirkan lulusan serjana
01:58sebagai agen perubahan di tingkat keluarga dan masyarakat.
02:03Melalui berbagai kebijakan ini,
02:05pemerintah Provinsi Bali Optimis dapat menciptakan generasi unggul
02:09yang mampu menjaga budaya, meningkatkan daya saing,
02:12serta mendorong pembangunan Bali ke arah yang lebih berkelanjutan.
02:17Putu Farah, Kompas TV, dan Pasar Bali.
02:21Saudara, bagaimana prosesnya pembangunan SDM unggul melalui pendidikan di Bali?
02:26Langsung saja kita tanyakan kepada Kepala Dinas Pendidikan,
02:29Kepemuda dan Olahraga atau Disdikpora Provinsi Bali bersama Pak Ida Bagus Gede Wesnawa Punia.
02:36Selamat pagi Pak Bagus.
02:37Pak dari Provinsi Bali ini untuk kriteria SDM unggul ini seperti apa ya Pak?
02:44Kriteria yang kita harapkan adalah bagaimana masyarakat atau keramu Bali itu
02:51bisa dari aspek kualitas SDM mempertahankan adat, tradisi, dan budaya
02:58di era modernisasi.
03:00Poin pertamanya itu, kemudian kriteria yang kita harapkan,
03:04keluaran atau kualitas SDM-nya bisa fleksibel menghadapi perubahan di era global
03:09karena Bali terkenal dengan globalisasinya yang mendunia,
03:14kemudian tidak meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal yang sudah tertanam.
03:18Di samping itu, kita juga diperkuat dari aspek perspektif regulasi,
03:22yaitu kita Provinsi Bali memiliki Undang-Undang nomor 15 tahun 2023
03:28tentang pemerintah Provinsi Bali.
03:30Itu memperkuat antar tata kelola regulasi, baik itu Undang-Undang pendidikan,
03:37Undang-Undang nomor 20 tahun 2003, kemudian Undang-Undang tata kelola pemerintahan daerah,
03:42Undang-Undang nomor 23 tahun 2014, itu terintegrasi satu dengan yang lainnya.
03:46Sudah barang tentu ini berintegrasi program SDM Bali Unggul dengan program Asta Cita Pemerintah Pusat.
03:53Jadi poin besarnya ada di sana.
03:55Jadi integrasi lintas sektornya tidak hanya dari aspek perspektif Provinsi Bali saja,
04:01tapi lintas sektor bisa kita kembangkan dan kita optimalkan
04:04untuk meningkatkan kualitas SDM yang memang siap di era global ini.
04:10Baik, di Bali ini memiliki enam bidang prioritas ya Pak ya.
04:13Sektor pendidikan ini merupakan salah satunya.
04:15Sejauh ini langkah strategis apanya yang sudah terrealisasikan
04:18dan juga mungkin ada evaluasi Bapak dari yang sudah diterapkan ini Pak.
04:24Baik, terima kasih.
04:25Untuk langkah enam, enam prioritas itu salah satu adalah sektor pendidikan.
04:29Kalau kita bicara untuk prioritas SDM Bali Unggul,
04:32kita yang pertama tadi mungkin sudah disampaikan di awal,
04:35itu ada program prioritas terkait pemberian beasiswa,
04:40satu kakak, satu sarjana.
04:42Nah, sebenarnya itu poin besarnya adalah kita mengintegrasikan
04:45dengan kebijakan nasional untuk persentase untuk siswa perguruan tingginya.
04:55Yang kita ratatakan masih 30 persen.
04:57Kita berharap dengan adanya program ini juga meningkatkan
05:02angka partisipasi kasar untuk perguruan tingginya.
05:05Kemudian itu kita integrasikan juga bagaimana penguatan kualitas SDM-nya
05:10dengan nanti berbasis dari sektor dunia usaha, dunia industri.
05:14Jadi supaya nanti tidak kita melahirkan sarjana yang keluar dari perguruan tinggi,
05:19kemudian nanti menganggur.
05:20Kita mencoba mengintegrasikan.
05:22Ini memang secara tatak lola regulasi dengan teman-teman kementerian,
05:26baik itu kementerian dalam negeri, kementerian pendidikan,
05:29kementerian Bapenas, PPN Bapenas, dan kementerian keuangan.
05:32Coba kita integrasikan, memang satu dengan yang lainnya bisa diintegrasikan.
05:36Nah catatan penting juga, kami Provinsi Bali mencoba bagaimana
05:40integrasikan antara prioritas nasional dan prioritas daerah,
05:44kemudian kolaborasi lintas sektor,
05:46kemudian sampai kita menanamkan pola pendanaan lintas sektor juga,
05:52yang kita kenal dengan blended finance.
05:54Nah pola-pola itu coba kita integrasikan di Provinsi Bali.
05:57Supaya nanti salah satu program ini bisa mengenai
06:01dengan satu dengan yang lainnya, itu satu program.
06:03Kemudian ada lagi, itu kita menyusun juga
06:07untuk berbasis karipan lokalnya dari jenjang,
06:10PAUD, SD, SMP, dan SMA.
06:14Jadi jenjang Kabupaten Kota juga terlibat
06:16dengan kita menerbitkan modul, bahan ajar,
06:20bukan kurikulum ya.
06:21Kalau kurikulum kan memang harus terintegrasi
06:24dengan teman-teman di Kementerian Tik Dasmen.
06:26Nah kita mencoba melihat celah atau peluang
06:29yang bisa kita konsepkan dan kita launching.
06:33Supaya lebih mudah menekankan dari aspek bagaimana tenaga pendidik,
06:38bagaimana siswa penerima manfaat itu bisa mendengar,
06:41oh ini seharusnya yang diimplementasikan.
06:44Kalau kita melihat ada transisi dan budaya berbasis karipan lokal,
06:48kemudian kita berhadapan dengan era global
06:51yang takutnya kita rentan,
06:55ada transisi dan budaya,
06:56nanti berdampak juga perubahan struktur yang ada di Provinsi Bali.
07:01Itu Mbak.
07:02Baik Bapak.
07:03Kalau kita berbicara Bali memang tidak lepas dari budaya ya Pak ya.
07:06Mungkin bagaimana Pak dari pemerintah Provinsi Bali ini
07:09untuk tetap memperkuat budayanya begitu ya Pak ya.
07:12Dan ini bisa untuk meningkatkan mutu pendidikan SDM di Provinsi Bali Pak.
07:18Betul, betul.
07:19Betul hari Mbak Ramad.
07:20Kita Provinsi Bali,
07:22karena misalnya kita bicara aspek pariwisata,
07:25pariwisata Provinsi Bali itu adalah pariwisata berbasis budaya.
07:29Sudah barang tentu aspek tradisi dan budayanya harus kita perkuat.
07:34Kemudian dari mana kita mulai mencoba,
07:36kita akan memperkokoh dari aspek puluhnya dulu,
07:40dari kualitas SDM-nya.
07:41Ketika SDM sudah ditanamkan dari sejak dini,
07:45pola-pola yang memang berbasis karipan lokal,
07:48puji Tuhan astungkare,
07:50ada tradisi dan budaya Bali tidak akan kupus
07:54atau lepas dari roh yang memang ada di Provinsi Bali.
07:59Nah ini memang jadi catatan penting,
08:01makanya muncullah pola SDM Bali Unggul.
08:04Dan itu sesuai juga dengan visi Nangun Sat Kertiloko Bali.
08:07Malah konsep yang kita gunakan adalah
08:10sampai dengan 100 tahun Bali ke depan.
08:12Kalau bicara 100 tahun Bali ke depan,
08:14kemudian kita integrasikan dengan program nasional,
08:18itu amat sangat selara sekali.
08:20Misalnya pemerintah pusat akan mewujudkan Indonesia Emas 2045,
08:25kemudian memiliki kualitas SDM,
08:27peningkatan kualitas SDM.
08:28Kami Provinsi Bali juga mengintegrasikan
08:31bagaimana menjabarkan di pemerintah daerah,
08:34kebijakan pemerintah pusat supaya langsung membumi ini.
08:38Nah pola ini yang kita coba kembangkan di Provinsi Bali.
08:41Ini bagian inovasi dari kebijakan kepala daerah
08:44untuk bagaimana ke depan sampai 100 tahun Bali ke depan itu
08:48Provinsi Bali tidak terderus di erah perubahan yang luar biasa ini.
08:54Mungkin teman-teman di seluruh Indonesia bisa melihat
08:57bagaimana kita menjaga aspek adat tradisi budaya ini.
09:02Makanya kita memprioritaskan dari sektor pendidikan dulu.
09:05Karena kualitas pendidikan akan berdampak
09:08sampai dengan jangka panjang.
09:10Begitu, Mbak.
09:11Baik, Bapak.
09:12Terakhir ini, Pak.
09:13Mungkin sikat saja bagaimana nih, Pak,
09:14dari rencana ke depannya pemajuan pendidikan di Bali, Pak?
09:19Untuk rencana kita ke depan,
09:21kita sudah mengembangkan bagaimana misalnya yang pertama,
09:25standarnya bukan lagi kita menggunakan standar nasional, Mbak.
09:28Mohon maaf, ini.
09:29Tapi kita mencoba mengembangkan standar global.
09:32Misalnya kalau kita melihat angka partisipasi kasar,
09:35usia harapan hidup,
09:36Bali kan kebanyakan kreatas rata-rata nasional,
09:39capaian-capaian itu.
09:40Di visi kami ke depan,
09:42sampai dengan 100 tahun Bali ke depan,
09:43Provinsi Bali dengan Angun Sarkotiloko Balinya
09:46mencoba menjabarkan
09:48bagaimana variabel atau indikator pengukuran secara global.
09:53Inilah yang kita muat dalam program SDM Bali Unggul ini.
09:57Ternyata catatan penting,
09:59kalau kita lihat capaian yang kita harapkan,
10:02itu selaras dengan konsep SDGs.
10:04Jadi konsep No One Left Behind itu muncul ke sana.
10:07Kalau kita bicara konsep SDGs,
10:10itu sudah diintegrasikan dengan konsep Trihita Karana.
10:13Hubungan manusia dengan manusia,
10:16manusia dengan alam,
10:17dan manusia dengan Tuhannya.
10:18Pola itulah yang kita kembangkan di Provinsi Bali.
10:21Kemudian capaian-capaian besarnya adalah kita berharap
10:24bagaimana misalnya daya saing tenaga kerja,
10:28kemudian pendapatan per kapita,
10:32yang mudah-mudahan nanti ke depan kita berharap
10:34bisa mencapai secara maksimum,
10:38standar globalnya yang kita pergunakan.
10:40Ini juga selaras dengan 25 tahun ke depan Indonesia Emas 2045.
10:44Jadi 2025-2045,
10:46RPJPN-nya juga kita integrasikan.
10:48Jadi Provinsi Bali tetap melakukan integrasi
10:52dengan kebijakan nasional,
10:53dan kita coba nanti mudah-mudahan bisa melampaui
10:56catatan atau capaian di rata-rata tingkat nasional.
11:00Gitu, Mbak. Terima kasih.
11:01Baik, terima kasih Pak Bagus sudah berbagi bersama kami
11:05di Jurnal Lusantara di Kompas TV.
11:06Selamat pagi, Bapak.
Komentar

Dianjurkan