Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
KOMPAS.TV - Pemerintah AS menyatakan operasi militer bertajuk Epic Fury di Iran telah berakhir. Keputusan ini juga telah disampaikan kepada Kongres Amerika Serikat.

Hal ini ditegaskan Menlu AS, Marco Rubio. Usai operasi Epic Fury berakhir, AS kini menjalankan tahap Project Freedom, atau misi untuk melepaskan kapal-kapal yang sebelumnya terjebak di Selat Hormuz.

Selain itu, AS bersama sejumlah negara Teluk mengusulkan resolusi baru Dewan Keamanan PBB yang dirancang untuk mengecam Iran karena memblokade Selat Hormuz.

Menlu AS, Marco Rubio mengatakan langkah ini diambil karena Iran terus menyandera perekonomian dunia dengan menutup jalur laut vital tersebut.

Resolusi itu akan mewajibkan Iran menghentikan serangan terhadap kapal-kapal dagang dan upaya memungut tarif bea masuk pada pelayaran di selat tersebut.

Resolusi itu juga menuntut Iran untuk berhenti menempatkan ranjau laut di Hormuz serta mengungkapkan lokasi ranjau-ranjau tersebut.

Sementara itu, Menlu Iran Abbas Araghchi menemui Menlu Tiongkok. Pertemuan ini berlangsung seminggu menjelang pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping.

Dalam pertemuan tersebut, Tiongkok mendukung Iran dalam menjaga kedaulatan nasional. Kedatangan Menlu Iran ke Tiongkok disebut sebagai bagian dari konsultasi diplomatik.

Pengumuman berakhirnya operasi perang AS melawan Iran dinilai sebagai upaya AS menjaga kestabilan internasional, terutama menyangkut Selat Hormuz.

Meski mengumumkan perang berakhir, Presiden AS Donald Trump tetap bersikeras Iran harus mengibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah. Trump mengklaim kondisi Iran saat ini sudah sangat terpuruk.

Benarkah perang antara AS dan Iran benar-benar telah berakhir? Sebab, persoalan di Selat Hormuz hingga kini belum selesai, terkait penutupan selat oleh Iran dan blokade kapal yang keluar dari kawasan tersebut.

kita bahas bersama dosen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Sebelas Maret Surakarta, Septyanto Galan Prakoso, serta pengamat Timur Tengah, Nasir Tamara.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/667432/dosen-hi-dan-pengamat-timteng-soal-as-umumkan-perang-berakhir-tapi-minta-iran-kibarkan-bendera-putih
Transkrip
00:00Benarkah perang sudah benar-benar berakhir antara Amerika Serikat dan juga Israel melawan Iran?
00:05Karena masalah di Selat Hormuz belum juga selesai.
00:08Terkait dengan penutupan Selat itu oleh Iran dan blokade kapal yang keluar dari Selat Hormuz.
00:13Kita akan diskusikan bersama dengan dosen ilmu hubungan internasional dari Universitas 11 Maret.
00:18Ada Pak Surakarta, kemudian ada Pak Septianto Galan Prakoso yang merupakan pengamat Timur Tengah.
00:29Dan juga ada pengamat Timur Tengah, ada Pak Nasir Tamara.
00:32Selamat pagi Bapak-Bapak, Assalamualaikum.
00:35Waalaikumsalam.
00:36Selamat pagi Mbak Disini.
00:37Saya mau ke Mas Galan dulu.
00:39Mas Galan, itu artinya Epic Fury perang sudah berakhir dan perang ini dimenangkan oleh Iran?
00:48Iya, ini menjadi satu konteks yang cukup menarik ya kalau kita bahas.
00:53Apakah kemudian kita bisa mengatakan Iran menang dalam hal ini?
00:56Saya kira juga belum 100% karena memang pada akhirnya AS sendiri, Amerika Serikat sendiri yang kemudian mundur
01:03untuk kemudian mengambil sebuah exit strategi seperti itu dari perang yang ada.
01:10Mereka melihat bahwa kalau diperpanjang mungkin mereka semakin rugi,
01:14miliaran atau bahkan mungkin triliunan dolar Amerika sudah keluar untuk perang ini
01:19dan pada akhirnya hasilnya pun juga yang tercapai objektifnya yang paling clear hanya menggulingkan
01:25atau kemudian istilahnya menggantikan rezim Ayatul Khomeini yang kemudian wafat karena serangan dahulu.
01:33Nah, tapi kemudian yang menjadi poin penting adalah sebenarnya bagaimana mereka hasilkan mempersiapkan exit strateginya.
01:41Kalau kemudian mereka menyatakan secara sepihak Epic Fury berakhir dikatakan Project Freedom yang mengawal kapal di Selat Hormuz
01:47tapi kemudian sungguh lagi begitu, ini menunjukkan ada kebingungan atau juga ketidakpastian yang dilihat Trump
01:54karena pada akhirnya mereka tidak bisa kemudian memaksa Iran untuk langsung menyetujui juga
01:58kalau kita harus selesai perangnya kelar itu belum-belum tentu, begitu kan.
02:03Sehingga yang terjadi adalah mereka berusaha mencoba mengambil berbagai macam alternatif yang ada
02:07dan masuk salah satunya menyatakan kalau operasi militernya berakhir, mari kita negosiasi
02:12tapi kalau Iran tidak setuju menggantikan plukade, kita akan ngebom lagi seperti itu.
02:16Selain itu mereka juga mungkin mendekati dan ya pastinya memaksa negara-negara lain itu
02:21untuk kemudian juga bisa membuju Iran, sepertinya mungkin di Hongkong, begitu.
02:25Tapi keduluan Abbas Araci yang kemudian sudah pergi ke Tiongkok, begitu kan.
02:28Dan tentunya juga dari PBB sendiri sebenarnya bisa masuk di momentum ini.
02:33Tapi betul, tadi masih terlalu dini kalau kita mengatakan Iran sudah menang 100%,
02:38mungkin mengarah ke sana, yang jelas kita harus melihatnya adalah ini upaya Trump
02:42yang kelihatannya ingin melakukan exit strategi daripada semakin rugi seperti itu.
02:47Oke, kalau dikatakan ini belum terlalu dini mengatakan Iran menang dalam pertempuran ini
02:54tapi ini merupakan exit strategi yang kemudian dimainkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
03:00Bagaimana kemudian Iran bisa membaca ini, Pak Nasir?
03:08Halo, bagi Iran dia sudah menang.
03:14Kenapa?
03:14Karena dia sudah bisa bertahan lebih dari dua bulan dalam perang 40 hari terakhir ini.
03:22Bagi Iran, Amerika gagal untuk menumbangkan pemerintahan.
03:30Amerika Serikat gagal untuk menggerakkan oposisi untuk mengganti pemerintahan.
03:38Dan kemudian Amerika Serikat juga gagal dalam menggunakan isu separatisme
03:46dengan membiayai kelompok-kelompok etnis seperti Kurdistan untuk melawan pemerintah,
03:52menunjukkan kegagalan.
03:54Ini tiga fakta.
03:56Lalu kemudian berikutnya secara ekonomi,
03:59Amerika sudah kesulitan keuangan.
04:02Karena petrodolar itu sekarang sudah digantikan oleh mata uang China, namanya yuan.
04:10Jadi pembayaran yang dulu kalau membeli minyak itu memakai dolar,
04:14sekarang dialihkan, termasuk India,
04:17yang kemudian biasanya membayar dengan dolar,
04:19sehingga Amerika selalu punya supply dolar,
04:22sekarang sudah membayar dengan yuan.
04:24Jadi faktor-faktor itu,
04:26bagi saya yang sudah meneliti dan berada di Timur Tengah selama setengah abad ini,
04:33yang patut kita perhatikan,
04:35dan itu mengapa saya berani mengatakan bahwa sebetulnya Iran sudah menang,
04:39dan sekarang ini Amerika Serikat itu yang dalam masalah.
04:43Kenapa?
04:44Pertama, dia tidak mempunyai dukungan dari manapun juga.
04:48Dia anggota NATO yang terkuat.
04:50Tapi NATO itu sama sekali tidak mendukung dia.
04:54Dia marah, lalu 5.000 tentara Amerika Serikat dari Jerman ditarik.
04:59Akan ditarik lagi.
05:00Kemudian persenjataan juga.
05:02Dia juga berarti membuat NATO pecahkan gitu kan.
05:05Dan itu not good, not good.
05:08Dan kemudian berikutnya,
05:10secara politik di dalam negeri,
05:12dukungan dia itu merosot sekali,
05:14menjadi 30% saja kan,
05:17dari 65%.
05:19Dan ini berat buat dia,
05:20karena dia tidak bisa membuat undang-undang sembarangan,
05:23apalagi bulan November akan ada pemilu yang baru,
05:26dan itu partainya dia,
05:28partai Republik bisa hancur itu,
05:30dan sepuluhnya Kongres dan Senat dikuasai oleh partai Demokrat,
05:34sehingga apapun yang dia bikin,
05:36undang-undang dua buat itu akan dibatalkan.
05:39Sehingga dia akan menjadi seorang lemdak presiden.
05:45Dukungan pada Amerika Serikat ini sangat merosot.
05:48Kemudian juga begitu juga,
05:50popularitas pada sekutunya yang menyerang Iran,
05:53yaitu Israel.
05:55Dan ini semua menunjukkan bahwa,
05:58Amerika sekarang ini,
05:59Trump dengan gayanya selalu bombastis,
06:04kemudian Menteri Luar Negerinya yang mengatakan bahwa,
06:06Iran itu yang melakukan kesalahan,
06:11sebetulnya membalikan fakta.
06:13Karena yang menyerang Iran pada 28 Februari itu Amerika Serikat.
06:16Tanpa memberitahu bahwa dia akan berperang,
06:20itu perangnya ilegal,
06:22kemudian juga unilateral.
06:24Jadi Trump ini mencoba mencari exit yang terbaik,
06:29sehingga dia bilang,
06:30oke,
06:32mengetahui bangsa Iran yang sangat bangga dengan sejarah negerinya
06:37sudah tiga ribu tahun,
06:38peradaban yang sangat tinggi.
06:40Kita sudah tahu bahwa ini hanya sebuah trik Ira dari Trump,
06:45sebelum dia akhirnya akan meninggalkan Iran,
06:52sehingga dia bisa mengatakan bahwa dia menang.
06:55Fakta lain ini yang penting,
06:57dua super power pemilik nuklir,
06:59yaitu China dan Rusia,
07:02sudah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran,
07:06pertama Rusia,
07:07ketemu dengan Presiden Putin langsung,
07:10yang menyatakan bahwa Rusia sepenuhnya mendukung Iran.
07:15Kemudian kemarin dia ketemu dengan Menteri Luar Negeri China,
07:19kemudian saling pelukan,
07:20yang kita lihatkan,
07:21itu menunjukkan bahwa China juga mendukung Iran.
07:27dalam hal ini,
07:28ya Amerika sendirilah gak ada lagi mendukung dia.
07:32Dan ini sudah kepepet,
07:34dia masih juga memenekan gitu.
07:36Ya coba-coba aja,
07:38tapi Iran gak akan kemakan di situ.
07:39Oke, kalau kita lihat ini tadi,
07:41karena Bapak sudah menyinggung soal bagaimana exit strategi,
07:46yang kemungkinan trik yang dilakukan atau dimainkan oleh Presiden Donald Trump,
07:50untuk bisa menjaga atau keeping face dari Amerika Serikat,
07:54untuk bisa tetap berdiri,
07:57untuk bisa mengatakan,
07:58oke kita menang begitu.
07:59Tapi kemudian secara politik,
08:01kita juga melihat bagaimana ini ada hubungannya dengan Kongres Amerika Serikat,
08:06beberapa pekan yang lalu,
08:08terkait dengan persetujuan untuk menghentikan atau melanjutkan perang.
08:13Nah, apakah ini juga menjadi strategi untuk bisa menyelamatkan,
08:18dalam tanda kutip begitu ya,
08:19reputasi seorang Donald Trump di mata warganya,
08:24warga Amerika Serikat.
08:26Apalagi kita tahu,
08:27pemilu setelah rencananya akan digelar pada November mendatang.
08:32Ya, salah satunya pasti juga ada alasan politik domestik ya,
08:35karena memang kalau boleh dipakai konsep dari apa yang telah dilakukan Trump ini,
08:41kalau kita melihat kekaitannya dengan persen militer,
08:45misalnya dari Clausewitz ya,
08:46kalau pun Clausewitz di bukunya Onward itu kan mengatakan,
08:49ada tiga elemen yang paling penting bagi sebuah negara
08:51untuk bisa kemudian melanjutkan atau kemudian istilahnya melaksanakan negara lain.
08:58Ya, ini militernya, kemudian pemerintahnya, kemudian rakyatnya, begitu kan.
09:03Dalam hal ini, militer sudah habis banyak dana,
09:06pemerintahnya yang masih ngoto,
09:07tapi rakyat jelas tidak mendukung.
09:08Situasi yang mirip dengan Perang Vietnam,
09:10atau situasi ketika tidak ada exit strategi yang jelas,
09:13karena tujuannya juga tidak jelas.
09:15Sehingga, akhirnya betul untuk menyelamatkan diri, begitu ya,
09:18untuk saving face,
09:20terkait kemudian pemilu setelah November nanti,
09:22pastinya Trump juga mengambil,
09:24apa istilahnya, mengambil langkah ini.
09:27Cuma yang menjadi faktor lain,
09:29ini tanpa bermasun perlebar ini ya,
09:31fokus berdiskusi pagi ini ya,
09:34di sepapagi,
09:34tapi kita melihat ada banyak sekali faktor variable-variable lain yang kemudian juga terikat dalam hal ini.
09:41Seperti, bagaimana kemudian Israel masih menyerang Lebanon,
09:44meskipun sudah menyerang dan zata.
09:46Meskipun kemudian hal yang berbeda,
09:48kata mereka,
09:49tapi perkaitan,
09:50karena Israel adalah proksi dari Iran.
09:52Kemudian juga keamanan kapal yang luas selatan rumus juga belum pasti.
09:56Dan juga bagi Iran sendiri juga masih belum pasti,
09:59apakah kemudian ada jaminan bahwa tidak akan ada serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel,
10:05seperti itu.
10:06Apakah kemudian diperkawal internasional,
10:09di konteks relasi dan global,
10:12Iran ini akan kemudian juga mendapatkan,
10:15misalnya,
10:16pembulian dari Amerika Serikat di selanjutnya hal ini yang harusnya dipastikan.
10:20Dan makanya, mau di sini, tadi saya juga menyampaikan,
10:23misalnya belum bisa menyebabkan 100 persen bahwa Iran sudah clear menang.
10:26Secara posisi jelas,
10:27karena Amerika sendiri yang mundur.
10:28Mereka yang menyerang,
10:29selain mereka yang kemudian.
10:31Tapi bagi keamanan dan juga stabilitas ke depan,
10:34situasinya masih sangat fluktuatif,
10:36masih fog of war,
10:37masih belum ada yang pasti.
10:38Bahkan Amerika sendiri pun juga melihat bahwa,
10:41ya, mereka menyatakan proyek freedom,
10:44kemudian karena ada kapal lewat,
10:45Iran belum menyapakati,
10:46dan kemudian ada kapal lewat yang diserang,
10:48mereka kemudian menundanya kembali.
10:50Seolah-olah memang selalu ingin memframing Iran bahwa,
10:52oh mereka yang gak mau dikerja sama,
10:54seperti itu.
10:54Padahal tidak seperti itu.
10:56Jadi,
10:56saya kira,
10:57memang Iran di sini memiliki,
10:59apa ya,
11:00keuntungan posisi,
11:01karena mereka yang level-headed,
11:02mereka yang lebih logis,
11:03mereka yang sudah jelas menyampaikan tuntutannya,
11:05dan ketika itu belum dipenuhi,
11:06ya tidak mau kejalan-kejalan seperti itu.
11:08Jadi,
11:09memang Amerika kelihatan kebingungan,
11:10dan pastinya saya menyampaikan yang di ajukan Mbak Aris tadi,
11:14bahwa,
11:14Trump juga kepikiran,
11:15kalau seperti ini terus,
11:16konstrupennya lari semua,
11:17enggak ada yang mau membela dia lagi untuk dipemilu selan nanti.
11:20Oke,
11:21ini yang kemudian juga menjadi perhatian kita bersama,
11:23dan juga tanda tanya besar,
11:25ketika memang Amerika Serikat sudah mengumumkan secara resmi,
11:28pertempuran sudah berakhir,
11:30begitu Epic Fury,
11:31tapi kemudian masalah di Selat Hormuz,
11:33nyatanya belum selesai,
11:35tapi kemudian ekstri strategi-nya yang kemudian dilakukan adalah,
11:38dengan mengeluarkan diksi proyek freedom,
11:42begitu ya.
11:43Nah,
11:43apa yang kemudian ingin dimainkan saat ini oleh Amerika Serikat,
11:49walaupun kita tahu,
11:50Pak Nasir,
11:52bergening posisi Iran ini,
11:54atau posisi tawar Iran saat ini lebih besar,
11:57tapi kemudian masih ada kewaspadaan yang tinggi dari Iran,
12:01terhadap Amerika Serikat,
12:03khususnya di Selat Hormuz.
12:06Iran sejak 40 tahun sudah waspada terhadap Amerika Serikat,
12:11dan Iran itu sudah mengenal dengan baik,
12:14tuluk Persia,
12:16apalagi selat Hormuz ya,
12:18setiap jengkal itu,
12:19karena mereka sudah menguasanya sejak ribuan tahun ya,
12:23jadi itu semacam kolam lah buat Iran gitu kan,
12:26Amerika Serikat itu,
12:28bagaimana caranya,
12:29dia melalui serangan udara,
12:34pembom,
12:35rudal,
12:36drone lain-lain itu kan,
12:39menghancurkan infrastruktur gitu kan,
12:41lalu juga membunuh sipil,
12:44terutama sekolah perempuan,
12:46yang hampir ada dua orang meninggal gitu kan,
12:49jadi ya,
12:50mereka itu,
12:52kalau mau menang melawan Iran,
12:54gini,
12:54belajar dulu dari Perang Irak,
12:56Perang Irak itu,
12:58yang lalu,
12:58itu biayanya 3 triliun dolar,
13:01seulang ya,
13:033 triliun dolar,
13:04Perang Irak,
13:05Iran ini,
13:06biayanya bisa double dari itu,
13:096 triliun dolar,
13:10kalau hitungan terakhir itu dibuat,
13:12dan ini membuat harga minyak di Amerika Serikat naik,
13:16dan ekonomi dunia,
13:19itu memburuk,
13:21ibu-ibu nggak bisa beli minyak,
13:23nggak bisa beli beras,
13:25itu kentang,
13:26macam-macam lah,
13:26dan obat-obat naik,
13:28semua,
13:28dan ini sudah mengengsarakan seluruh dunia,
13:31sehingga,
13:31Amerika Serikat itu sekarang menjadi,
13:34ya,
13:34sangat tidak populer,
13:36itu,
13:37dan,
13:38ini sekarang,
13:39karena mereka mengalami kesulitan uang,
13:42dan,
13:43tentaranya juga,
13:44tidak mempunyai motivasi untuk berperang,
13:47bagaimana memenang perang,
13:48kalau Amerika memenang,
13:50Mbak,
13:51Amerika itu,
13:51mesti meniru,
13:52waktu mereka perang Irak itu,
13:54mengirim 200 ribu pasukan,
13:56sekarang kan nggak ada itu,
13:58pasukan segitu,
13:59kepuluhan ribu,
14:00berapa,
14:00Iran itu,
14:02lebih besar dari Irak,
14:04kira-kira 8 kali,
14:05lebih besar dari Irak,
14:06lebih bahaya,
14:08medannya gitu,
14:09jadi bayangan begitu luasnya,
14:11Iran itu ya,
14:12lebih,
14:13dikatakan sebuah negara,
14:15sebetulnya dia mirip,
14:16sebagai sebuah benua kecil kan,
14:18jadi,
14:18supaya kita memahami,
14:20betapa besarnya Iran itu,
14:22dan betapa berbahayanya,
14:24karena gunung-gunung yang tinggi,
14:26gunung-gunung yang sulit ditembus,
14:29karena batunya,
14:30kualitas granit yang sangat kuat,
14:32padang pasir,
14:33dan orang-orang di sana,
14:35sudah siap,
14:36jadi kalau Amerika menyerbu,
14:38secara darat,
14:40itu aja ya,
14:41kunci kemenangannya itu,
14:43jangan-jangan itu jadi pembantaian massal,
14:46dan orang Amerika kan,
14:47perangnya Tramini kan,
14:48kalau bisa nggak berdarah kan,
14:50perangnya jarak jauh,
14:51kalau ada seribu orang Amerika Serikat,
14:53yang mati di situ,
14:54jatuhlah di Tram,
14:56itu pasti terjadi,
14:58di impeach lah,
15:00dan itu yang bisa terjadi,
15:02jadi resikonya ini,
15:03adalah pada Tram,
15:05yang tidak memperhitungkan,
15:07bahwa perang ini,
15:09akan mempermalukan Amerika Serikat,
15:12coba lihat tadi,
15:12itu Rubio bicara di screen itu kan,
15:15sangat gugup bicaranya kan,
15:18dia menyalahkan Iran,
15:19padahal dia sendiri,
15:21tahun lalu itu di London mengatakan,
15:23bahwa tugas negara-negara barat,
15:25termasuk Amerika itu,
15:26adalah mengembalikan,
15:27seperti zaman penjajahan dulu,
15:29agar negara-negara yang sudah merdeka itu,
15:31dijajah kembali,
15:33jadi sudah jelas kontradiksi ini,
15:34dan kita mempunyai catatan,
15:36apa niatnya Amerika Serikat,
15:37yang menguasai Timur Tengah sepenuhnya,
15:40dan apa yang,
15:41kenapa?
15:41karena minyak,
15:42mereka ingin,
15:43sesudah menguasai minyak Venezuela,
15:46mereka ingin menguasai Timur Tengah,
15:47dan di sini faktor Cina marah,
15:49Cina sehingga mengancam,
15:51sudah mengatakan,
15:52bahwa Cina di belakang Iran dalam hal ini.
15:55Oke,
15:55kalau kita secara sederhanakan,
15:57Amerika Serikat ini mengumumkan perang berakhir,
15:59melawan Iran,
16:01kemudian yang saat ini terselanjutnya adalah,
16:03exit strateginya adalah,
16:04Amerika Serikat mendesak,
16:06agar Selat Hormuz segera dibuka,
16:08dengan diksi yang dikatakan adalah Project Freedom,
16:11apakah ini akan efektif,
16:13bagi Iran,
16:14untuk bisa segera melakukan pembukaan Selat Hormuz,
16:17atau apa langkah yang akan segera dilakukan oleh Iran,
16:20kalau dari kacamata para asir?
16:23Iran akan terus memperkuat pasukannya di Selat Hormuz,
16:28tidak akan lebih banyak lagi ranjau-ranjau dipasang,
16:31akan disiapkan misil-misil,
16:33sehingga suplai dari minyak,
16:35itu akan berkurang di dunia,
16:38karena itu kalau sekarang ini,
16:40Iran itu sudah punya pengalaman,
16:42perang di Teluk Persia,
16:45Selat Hormuz itu selama delapan tahun,
16:47melawan Irak,
16:49dan pada waktu itu,
16:52banyak sekali ratusan tank,
16:54yang ditenggelamkan,
16:56dan mereka sudah mempunyai siasat,
16:59sudah punya tempat-tempat strategis,
17:01yang dengan gampang menyasar,
17:03semua tank itu,
17:04dan jadi kalau ini bentuknya nanti,
17:07perang ekonomi saja,
17:08dihancurkan semua tank yang membawa,
17:12jutaan baril minyak itu,
17:15jadi dunia akan tercekik,
17:18karena suplai minyak mungkin berkurang jadi 40% di dunia,
17:22minyak itu harganya 200-200 dolar,
17:25kalau sudah begitu,
17:26tidak ada yang bisa,
17:27semua dunia akan memarahi Amerika Serikat,
17:30dan Amerika Serikat,
17:32Trump akan didimewa oleh para supir,
17:34dan rakyat biasa gitu,
17:36jadi Iran memperkuat kekuatannya di Hormuz,
17:39karena buat dia itu,
17:41adalah sebuah battle yang kemungkinan,
17:44kalau ada penyerbuan darat,
17:46dia kalau kita melihat perang dunia kedua,
17:49Amerika itu menyerangnya melalui,
17:51ke Normandy kan,
17:52ke pantai Normandy,
17:54tapi kan pantai Normandy itu landai kan,
17:56itu mudah sekali,
17:58kalau mereka menyerang itu,
18:00kayaknya nggak mungkin gitu,
18:01jadi Iran akan terus mempertahankan,
18:03dan jangan lupa bahwa sebelum ini ditutup,
18:06di blokade oleh Amerika Serikat,
18:09teluk Persia,
18:10selat Hormuz itu,
18:12terbuka,
18:14jadi yang memulai menutup ini Amerika Serikat,
18:16dan Amerika Serikat mau membalikan fakta,
18:19jadi,
18:19kita jangan terkecoh oleh propaganda-propaganda,
18:24yang menyalahkan musuh,
18:25padahal,
18:26yang membuat petaka dunia ini,
18:29ini adalah Amerika Serikat,
18:30yang membuat kemungkinan perang dunia ketiga terjadi,
18:34kalau Rusia dan Cina ikut perang dunia ketiga.
18:39Oke,
18:39itu artinya Amerika Serikat yang mengawali,
18:41dan Amerika Serikat pula yang harus mengakhiri.
18:43Betul sekali, Mbak.
18:45Betul sekali.
18:46Oke,
18:46nah,
18:47kalau dari kacamata Mas Galang sendiri,
18:49bagaimana?
18:49Amerika Serikat mengumumkan perang melawan Iran ini berakhir,
18:53dengan harapan,
18:54kemudian mendesak,
18:55agar Hormuz segera dibuka,
18:57tapi kemudian menurut Pak Nasir,
18:59Iran tidak akan bergeming,
19:00tetap akan memperkuat kekuatannya.
19:03Betul akan berlangsung tetap di Selat Hormuz,
19:06dalam tanda kutip,
19:08strategi untuk mencekik dari segi ekonomi.
19:11Apa yang harus segera dilakukan oleh Amerika Serikat?
19:14Benarkah sudah saatnya Amerika Serikat untuk mengalah?
19:20Ya,
19:20kalau mengalah,
19:22pasti Trump tidak mungkin,
19:23dia bilang,
19:23oke, kita mengalah tidak mungkin.
19:25Tapi mereka pasti akan istilahnya,
19:26mungkin kalau dalam bahasa jawabnya,
19:28mundur alon-alon begitu ya,
19:30mundur berlahan,
19:31sambil ngeles,
19:32begitu,
19:32sambil memberi alasan,
19:33dengan ya,
19:34mungkin strategi atau stun seperti Project Freedom ini,
19:37yang kemudian nantinya,
19:38itikat baik akan kami awali,
19:40padahal ya,
19:40mereka sudah sangat terdesak.
19:42Kalau saya sempatkan juga dengan,
19:43yang sempatkan Pak Nasir barusan,
19:44Iran pasti yang tak waspada,
19:46mereka tak bisa memperkuat,
19:48pengamannya di Selat Hormuz,
19:49karena mereka,
19:50pengalaman di,
19:51kecoh atau,
19:52bahasa santanya,
19:53BDK,
19:54bulin Amerika itu sudah berkali-kali,
19:56begitu kan,
19:56kalau mau dari tahun 1929,
19:5840 tahun yang lalu,
19:59ketika ada revolusi,
20:00kemudian,
20:00bahkan dari tahun,
20:03sebelumnya 50-an,
20:04tahun 51,
20:05ketika,
20:05Muhammad Musatek,
20:07Muhammad Musatek digulingkan oleh CIA,
20:08dan sebagainya,
20:09ini menunjukkan,
20:10Iran tidak akan pernah,
20:11kemudian bisa percaya 1%,
20:12ketika Amerika mengatakan sesuatu yang,
20:15kelihatannya manis,
20:16begitu,
20:16bahkan kemarin,
20:17jurubicara Menteri Luar Negeri,
20:18atau jurujur Kementerian Luar Negeri,
20:20Iran,
20:20Ismail Bakke itu,
20:22menyampaikan kepada media,
20:24via tweet,
20:24dan juga punya pernyataan,
20:25bahwa,
20:26semua negosiasi,
20:27semua perundingan,
20:28semua perdamaian,
20:30itu diawali dengan goodwill,
20:31good intention,
20:33nggak mungkin kita mencapai resolusi,
20:35kemudian kita mencapai kesepakatan damai,
20:37kesepakatan yang clear peace,
20:39diawali dengan ancaman,
20:40kalau Iran nggak mau menerima,
20:42kita bom lagi,
20:43dan ini perundingan macam apa,
20:44jadi,
20:45kelihatannya kalau Trump masih meyel,
20:46begitu,
20:47ya nggak akan selesai,
20:48dan Iran tetap akan strong,
20:49dan tetap akan berkuat,
20:52pertahanannya,
20:52begitu,
20:53tapi di sisi lain juga,
20:54yang perlu kita lihat adalah,
20:55kemudian manuver dari,
20:56China misalnya,
20:57bagaimana kemudian,
20:58untuk menggerakkan ini,
20:59mungkin juga Pakistan,
21:00yang bisa menjadi pembisi Iran,
21:02sebagai moderator,
21:02dengan ketika baik,
21:03kemudian,
21:04bola sekarang,
21:05ya akhirnya,
21:07bola tapi udah kempes,
21:08ya itu di tangan Amerika,
21:09mau bagaimana mereka memainkannya,
21:10supaya mereka sendiri,
21:12Trump sendiri saving face,
21:13kemudian nggak makin rugi,
21:14nggak makin boncor,
21:15seperti itu,
21:16dan kemudian bisa mencapai kesepakatan,
21:18yang paling baik,
21:19bagi semua,
21:20yang jelas,
21:20harus ada alternatif,
21:21yang bisa dilihat,
21:22bagi kedua belah pihak,
21:24namun demikian,
21:25ini juga sedikit menjadi,
21:26perhatian kita semua,
21:28yang kita waspadain,
21:29bukan hanya soal,
21:30selaguh remusnya,
21:31tapi memang spillover effect,
21:32yang muncul,
21:33dimana,
21:34belum selesai ini,
21:34soal cerai Lebanon,
21:35belum selesai ini,
21:36kemudian juga,
21:37apakah nanti,
21:39harga minyak itu,
21:41bisa distabilkan kembali,
21:42karena kita melihat,
21:43termoilnya luar biasa besar,
21:44bagaimana juga,
21:45minyak brand,
21:46dan minyak WTI,
21:48dari Amerika sendiri,
21:49juga malah menjadi,
21:50ini ya,
21:50malah menjadi semakin,
21:52apa,
21:53dinamis,
21:53atau kalau nggak boleh dikatakan,
21:54nggak stabil begitu,
21:55di pasar,
21:56ini juga menjadi perhatian,
21:57yang sekiranya,
21:59menjadi dampak dari,
22:00event ini semua,
22:01yang jelas,
22:02lagi-lagi ya,
22:02Amerika harus lebih,
22:04istilahnya,
22:05apa ya,
22:06memiliki goodwill,
22:07begitu,
22:07meskipun,
22:07nggak susah ya,
22:08kalau Trump yang mengatakan,
22:09terkait hal ini,
22:11tapi,
22:11saya kira dengan,
22:12kurang dari,
22:14setahun mungkin,
22:15tinggal berapa,
22:15tinggal setengah tahun,
22:16lebih sedikit,
22:17tinggal setengah tahun,
22:17bahkan ya,
22:18pemilu selah itu,
22:19akan dilakukan,
22:20saya kira dia,
22:21akan mengambil keputusan,
22:22yang sekiranya,
22:23meskipun,
22:23pandai ini,
22:24atau itu rugi,
22:25tapi ya,
22:25demi,
22:25serving face,
22:27rezimnya,
22:27di politik domestik,
22:28saya kira akan dilakukan.
22:29Oke,
22:30terakhir,
22:31Mas Galan,
22:32apa yang kemudian,
22:34bisa dilakukan,
22:35begitu ya,
22:36salah satunya,
22:37mungkin dengan adanya Pakistan,
22:38dan juga Rusia,
22:39dan juga China,
22:40di sana,
22:41untuk bisa,
22:42paling tidak,
22:45mempercepatlah,
22:45agar,
22:46ada goodwill,
22:47dari Amerika Serikat,
22:48begitu ya,
22:49dalam hal ini,
22:49adalah Presiden Donald Trump,
22:50untuk bisa lebih,
22:52lebih,
22:52cooling down,
22:53begitu ya,
22:54untuk soal,
22:54Selat Hormuz ini,
22:55apa yang bisa dilakukan,
22:58negara-negara,
22:59tersebut,
23:00tiga negara tersebut?
23:01Ada dua skenario,
23:02pendekatan pertama,
23:03yang positif,
23:04itu ada joint statement,
23:05jadi dari negara-negara,
23:06yang netral,
23:07begitu ya,
23:08meskipun,
23:08kalau ada China,
23:09ada Rusia-nya,
23:09Amerika yang berat,
23:11tapi kalau kamu,
23:12karena akan pasti,
23:12membelahiran,
23:13di satu sisi,
23:13tapi kalau kemudian,
23:14banyak negara baratnya,
23:15atau negara sekutu Amerika,
23:16di Timur Tengah,
23:18Iran juga yang tidak mau,
23:19sehingga harusnya joint statement,
23:20dari kedua belah pihak,
23:21bahkan mungkin,
23:22negara-negara yang lain,
23:24yang menjamin juga,
23:25kalau kemudian,
23:26genjata-genjata ini,
23:27yang diteruskan kepada,
23:29perundingan perdamaian,
23:30yang komprehensif,
23:31dengan apa?
23:31Dengan pemenuhan,
23:32kesepakatan,
23:33pemenuhan,
23:34pemenuhan,
23:34atau syarat-syarat,
23:35yang dihasilkan dua belah pihak,
23:36itu langkah yang positif,
23:38langkah yang negatif,
23:39yang kedua,
23:39Mbak Adistri,
23:40adalah adanya resolusi BBB,
23:42dimana ini,
23:42agak sedikit berat sebelah,
23:43takutnya nanti,
23:44yang tertekan pasti,
23:45Iran,
23:46karena Amerika yang kemudian,
23:47menggerakkan,
23:47negara-negara yang ada di BBB,
23:49tapi juga tidak sempurna itu,
23:50karena,
23:51ada Rusia,
23:51ada China,
23:52yang bisa memveto,
23:53sehingga,
23:54agak susah juga,
23:54kompleks juga,
23:55kalau mengakai skenario kedua ini,
23:56yang jelas,
23:57apapun yang bisa dilakukan,
23:59saya kira,
23:59arahnya sudah pas,
24:00deskalasi ini,
24:01sudah lumayan,
24:03bisa mencapai titik cerah,
24:05kalau,
24:05kemudian Amerika sadar,
24:06kalau dia sudah mengarah ke arah ketalahan,
24:09dan Iran juga memanfaatkan,
24:11posisi yang pas,
24:12bagian yang posisi,
24:12untuk bisa,
24:14istilahnya,
24:15mencapai kepentingannya juga,
24:17sekaligus juga,
24:18harus ada detail yang diperhatikan,
24:20Project Freedom,
24:21itu inisiatifnya sebenarnya bagus,
24:22niatnya bagus,
24:23eksekusinya enggak,
24:24begitu ya,
24:25karena kemudian,
24:25dia,
24:26Trump tidak mengabari,
24:27perusahaan asosiasi kapal,
24:28enggak mengabari,
24:30pelawat-pelawat yang ada,
24:30seterah situ,
24:31enggak mengabari,
24:32si Farad,
24:32enggak mengabari asuransi,
24:33dari kapal-kapal,
24:34si Pohes,
24:34yang sepertinya,
24:36enggak mungkin dilaksanakan,
24:37seandainya itu koordinasinya bagus,
24:39dijamin negara-negara yang netral tadi,
24:41maka inisiatif ini,
24:42juga akan bisa membawa ke,
24:43perundingan pembicaraan yang lebih,
24:44baik dan sehat tentunya,
24:46untuk situasi ini.
24:47Oke,
24:47tapi kemudian,
24:48yang menjadi pertanyaan selanjutnya,
24:49adalah bagaimana,
24:50respon Iran,
24:51untuk bisa,
24:52baik begitu ya,
24:54disambut positif,
24:55apakah,
24:56akan disambut positif,
24:57dengan adanya joint statement,
24:59yang tadi disebutkan oleh,
25:00Mas Galan,
25:01kalau menurut,
25:02Pak Nasir terakhir,
25:03joint statement,
25:04untuk menuju ke,
25:05perundingan perdamaian,
25:07menurut Anda,
25:08bagaimana nanti,
25:09respon dari Iran,
25:10apakah bisa menerima ini?
25:13Saya rasa,
25:14Iran itu,
25:15mau menerima,
25:15kalau semua persyaratan dia,
25:17sudah di,
25:18penuhi,
25:19diberikan oleh Amerika Serikat,
25:21persyaratannya itu,
25:23ada 14 poin ya,
25:25yang terakhir itu,
25:26beberapa poin yang penting,
25:28bahwa,
25:29semua harta Iran,
25:30yang dibekukan,
25:31itu dikembalikan,
25:32lalu kemudian,
25:33ada pampasan perang,
25:34yang dibayar,
25:36kemudian perjanjian,
25:37bahwa Amerika Serikat,
25:39sama sekali,
25:39tidak akan menyerang Iran lagi,
25:41lalu kemudian,
25:43soal uranium,
25:44supaya itu,
25:46ditangguhkan bisa,
25:47tapi tidak terlalu lama,
25:48gitu kan,
25:49mungkin lima tahun,
25:51lalu,
25:54itu di antara,
25:56yang terpenting,
25:56yang Iran,
25:58apa namanya,
25:59ingini dari 14 itu,
26:01kalau semua syarat-syarat itu,
26:03dipenuhi,
26:03lalu tinggal,
26:05dibuat perjanjian damai,
26:07dan ditandatangani,
26:09secara detail,
26:10disaksikan oleh,
26:12Rusia,
26:13disaksikan oleh,
26:14Tiongkok,
26:16sebagai,
26:17dan anggota,
26:18Dewan Keamanan lainnya,
26:20PBB ya,
26:21tapi juga,
26:22dari negara-negara,
26:23yang netral juga,
26:25nah,
26:25jadi,
26:26itu baru mempunyai,
26:27sebuah kekuatan,
26:27perjanjian damai itu juga,
26:30sudah pernah dilakukan,
26:31Amerika Serikat,
26:32pada waktu dia kalah,
26:33perang Vietnam,
26:33kan dia melakukan,
26:34perjanjian damai,
26:35di kota Paris,
26:37ya kan,
26:37nah,
26:38itu,
26:38dan,
26:40kemudian,
26:40Jerman juga,
26:41perang dunia pertama,
26:42pernah kalah,
26:43lalu,
26:44perjanjian damainya,
26:46dilakukan di Versailles,
26:48perang dunia kedua,
26:49juga begitu,
26:49jadi,
26:50sudah lah,
26:51ini udah biasa,
26:52ini ya,
26:53kalau dalam perang,
26:54ada yang menang,
26:55ada yang kalah,
26:56jadi,
26:57ya,
26:57Iran,
26:58kalau di Amerika,
27:00mau Iran itu,
27:00berhenti,
27:01gitu ya,
27:03melawan,
27:04gitu,
27:04karena malah ini kan,
27:05Iran kok melawan terus,
27:06kan,
27:06pusing,
27:07Amerika Serikat,
27:08udah dicoba segala macam,
27:10dibunuhin para pemimpinnya,
27:12kemudian,
27:12dirusak negaranya,
27:13infrastrukturnya semua,
27:15kok,
27:15ngelawan terus,
27:17oke,
27:17nah,
27:17ada apa,
27:18apa yang dimiliki Iran,
27:20apakah Iran sudah mempunyai senjata nuklir,
27:22sekarang,
27:23nah,
27:23itu pertanyaan,
27:24karena Iran itu sudah menguasai nuklir sejak tahun 50-an,
27:28jadi,
27:28Iran akan,
27:31orang,
27:32Iran itu orang yang berani mati,
27:34dan,
27:34karena itu,
27:36sekarang,
27:36semua oposisi sekarang,
27:38berada di belakang pemerintah,
27:40karena,
27:40mereka tidak ingin negaranya dihancurkan oleh Amerika Serikat,
27:44kan,
27:44dan di dunia juga,
27:46sekarang itu,
27:47kalau kita lihat survei,
27:48negara yang populer di mana,
27:50antara tiga negara yang berperang itu,
27:52Iran lah yang paling populer,
27:54kita akan lihat bagaimana,
27:56sampai kapan,
27:56kemudian,
27:57kekuatan Amerika Serikat,
27:59di Selat Hormuz,
28:00setelah kemarin sudah diputuskan,
28:02bahwa,
28:03operasi militer sudah berakhir,
28:06begitu ya,
28:06dengan Epic Fury,
28:07terima kasih,
28:08pengamat timur tengah,
28:09Pak Nasir Tamara,
28:10telah bergabung bersama kami,
28:11kemudian ada,
28:12Mas Galan,
28:13yang merupakan dosen ilmu hubungan internasional,
28:15dari Universitas 11 Maret,
28:16Surakarta,
28:17Septianto Galan,
28:17Prakoso,
28:18terima kasih,
28:19Bapak-Bapak,
28:19Assalamualaikum,
28:20selamat pagi,
28:21selamat pagi,
28:22terima kasih,
28:23Pak Nasir,
Komentar

Dianjurkan