00:00Sebelum ke Mas Kurnia, saya mau kita dengar dulu, karena Pak Amin sehari setelah video itu beredar
00:05masih memberikan klarifikasi dan kita dengar dulu pernyataan Pak Amin Rais
00:14Ya jadi saya begini, saya pertama
00:20Saya yakin demokrasi itu berusaha baik bahwa kebebasan menemukan pendapat yang dijamin oleh undang-undang dasar kita itu tidak dibatasi,
00:33tidak diberangus
00:34Nah kemudian yang namanya negara demokrasi, orang berpendapat itu boleh ditangan dengan penguasa yang resmi
00:47merentangan dengan kelompok rakyat yang lain-lain-lain ini
00:52tetapi
00:54apa
00:55jadi point of konfliknya itu
00:57point of perbedaannya itu adalah
01:01apa
01:02yang bercakutan dengan nasib bangsa
01:07Mas Kurnia
01:09Anda menanggap apa tadi dijelaskan
01:12bahwa
01:13oke
01:14tanda kutip sementara bisa memaklumi apa yang dikerjakan oleh
01:17komdigi tapi ada
01:19sejak aktual
01:19saya kami memaklumi
01:21oke
01:21raktornya saat ini seperti itu
01:23tapi Pak Amin masih bilang bahwa ini gak boleh
01:25ini pengelakangan kebebasan pendapatan
01:28iya Mas Yogi
01:29kalau tadi kan sudah ditonton
01:31saya tadi sampaikan
01:32saya menonton video itu
01:34kemudian saya cek
01:35kata per kata Mas Yogi
01:37ketika dicek seluruh kalimat
01:39saya berusaha untuk menemukan
01:41dimana letak kebijakan publik disini
01:44pas saya baca lebih dari tiga kali
01:48tidak ada aspek kebijakan publik
01:50yang dibicarakan pribadi-pribadi
01:53kalau tadi rekan dari Partai Umat
01:55berbicara tentang
01:56peraturan perundang-undangan
01:59saya ingin tanya singkat saja Mas Yogi
02:01kalau dalam konteks peraturan perundang-undangan itu
02:05dimana pasal yang memperbolehkan
02:09menyerang kehormatan seseorang
02:11kita lepaskan aspek pejabat publik yang melekat
02:15pada pihak-pihak yang dibicarakan Pak Amin Rais
02:17itu kan filosofi dasarnya memang tidak diperkenankan
02:21dan juga Mas Yogi
02:23saya turut penasaran
02:24saat Pak Amin itu shooting video itu
02:27siapa saja orang di ruangan itu
02:30apakah tidak ada orang yang mengingatkan Pak Amin
02:33bahwa apa yang disampaikan
02:35sudah sangat lewat dari jalur batas
02:38peraturan perundang-undangan
02:40Mas Yogi kalau dalam konteks peraturan perundang-undangan
02:43sebenarnya
02:44kan kalau ada aspek kebijakan publik disana
02:48tidak pernah dilarang
02:49tadi Mas Yogi sempat konfirmasi ke Bu Dirjen
02:52kalau dalam aspek kebijakan publik
02:54tiap menit itu kritik ada di media sosial
02:58tidak ada yang di-take down oleh KomDigi
03:01tapi dalam hal ini
03:03jangan sampai Mas Yogi
03:04kalau ada video testimoni yang menyerang
03:08kehormatan seseorang
03:09exit strateginya kebebasan berpendapat
03:12itu namanya
03:13kita tidak mengedukasi masyarakat
03:16dan kembali berusaha
03:17memframing bahwa Republik ini
03:20Republik yang anti-demokrasi
03:21padahal jalur demokrasinya
03:23sudah dilanggar
03:25sudah lewat batas
03:26maka dari itu
03:27pemerintah dalam hal ini
03:29ingin mengingatkan
03:30baik kepada Pak Amin Rais
03:33atau pihak-pihak yang menganggap
03:36atau menormalisasi tindakan ini
03:39tidak baik seperti itu Mas Yogi
03:41karena tugas
03:43figur yang selama ini cukup dikenal publik
03:47harus membawa pesan-pesan yang damai
03:50tidak masalah kritik
03:52tapi yang substantif
03:53itu satu Mas Yogi
03:54kemudian yang kedua
03:55salah satu Mas Yogi
03:56tugas partai politik
03:58di dalam undang-undang partai politik
04:00itu adalah mengedukasi masyarakat
04:03jadi
04:05sampaikanlah hal-hal yang benar
04:06agar masyarakat juga bisa
04:08memahami konteks permasalahan
04:10ini sebenarnya seperti apa
04:11oke Mas Kurnia
04:12Pak Hyar
04:13di sentil ya
04:15bagaimanapun
04:16partai umat ini
04:17dan partai politik
04:18yang sedang
04:19dalam perjalanan
04:20menuju
04:21pemilu tentunya kan
04:22melihat
04:24yang disampaikan oleh
04:25Pak Kurnia Anda
04:26ingin menyampaikan apa
04:28karena tadi
04:29clear bahwa
04:30menyerang pribadi
04:32tidak
04:33mengganggu kehormatan
04:35ada yang ingin menyampaikan apa
04:36jadi ini tanggapan
04:38saya mungkin
04:39sekaligus
04:40menanggapi
04:41Pak Kurnia dan Pak Iyai ya
04:43jadi tadi kan juga
04:44Pak Iyai
04:45ada atominum
04:46segala macem
04:47jadi ini
04:48mungkin saya ingin luruskan
04:49konteksnya ya
04:50jadi
04:51kami tidak ingin
04:52masuk pada
04:53konten atau ini
04:55videonya Pak Amin
04:56tapi konteksnya adalah
04:57kalau kita bicara
04:59atau minum
05:00itu kan lebih
05:01kalau falasi ya
05:02itu kalau misalnya kita
05:04membicarakan
05:05suatu hal
05:07kemudian
05:07dari suatu hal itu
05:09kita serang pribadinya
05:11nah
05:11kalau ini
05:12memang Pak Amin
05:14memang
05:15tidak sedang
05:17mengkritisi
05:18suatu kebijakan publik
05:19atau apa
05:19tapi memang
05:20beliau menyampaikan
05:21apa yang
05:22beliau
05:24ketahui
05:25dan
05:26sudah menjadi
05:27keresahan publik
05:27seperti itu
05:28jadi
05:28disitu bukan
05:30kalau atominum
05:31kita lagi ngomong apa
05:32terus
05:32malah
05:33nyerang orangnya
05:34nah ini memang
05:35memang bukan sedang
05:37Pak Ayer sudah
05:37sudah nonton videonya kan
05:39saya sudah
05:40sudah mencermati detail
05:41sampai disampaikan
05:42kata-baik kata
05:43oleh Pak Amin
05:44yang disitu disebutkan
05:45jelas bahwa
05:46menuding dua nama
05:47terus kemudian
05:48menyebut
05:49bukankah itu
05:50pribadi
05:51jadi begini
05:52tadi Pak Kone kan
05:54mengatakan
05:54kita lepaskan
05:56dari
05:56pejabat publik
05:58nah justru disitu
05:59itu kelirunya
06:01karena gini
06:02nama yang disebut
06:04Pak Amin
06:04itu adalah
06:04pejabat publik
06:05oke
06:06sehingga
06:06kenapa beliau
06:07sampai
06:08rela untuk
06:11katakanlah
06:12berdiri di depan
06:14untuk menyuarakan
06:14kegelisahan
06:16masyarakat tersebut
06:17karena memang
06:18yang disebutkan
06:20itu adalah
06:20pejabat publik
06:21kalau misalnya
06:22katakanlah
06:23nama-nama
06:24yang disebut itu
06:25bukan siapa-siapa
06:27atau
06:28teman kita
06:29atau Pak
06:29pedagang
06:30eceran
06:31atau apa
06:32kayak gitu
06:32ya memang
06:33itu namanya
06:34menyerang publik
06:34menyerang pribadi
06:36dan tidak ada
06:37kaitannya dengan
06:37kepentingan publik
06:38nah kenapa Pak Amin
06:40sampai mengeluarkan
06:41video seperti itu
06:42ya karena
06:44itu terkait dengan
06:45pejabat publik
06:46jadi kita gak bisa
06:47lepas dari itu
06:48saya nanti akan
06:48kembali ke
06:49Pak Ayar
06:50Bu Vivi
06:50kan sebetulnya
06:51apa yang dikerjakan oleh
06:52KomDigi
06:53dalam konteks
06:54menjaga ruang
06:55digital publik
06:56untuk tetap sehat
06:57itu kan bukan
06:58di kasusnya
06:59video Pak Amin aja
07:00bukan terkait dengan
07:01siapa yang disebut
07:02dalam video tersebut
07:03tugas kami
07:05sehari-hari
07:06adalah
07:06mengelola ruang digital
07:07disitu ada
07:08hoax
07:09terkait dengan
07:10perbankan
07:11terkait dengan
07:12kesehatan
07:13bahkan beberapa
07:14waktu lalu itu
07:15ada hoax terkait
07:16wafatnya
07:16seorang tokoh
07:18bangsa
07:19yang harus
07:19kami
07:20ambil tindakan
07:22segera
07:22jadi itu
07:23tiap hari
07:24banyak hoax
07:24yang kami
07:26pastikan
07:27jangan segera
07:28menjadi konsumsi
07:29publik
07:29karena
07:30jangan sampai
07:31informasi-informasi
07:32yang beredar
07:33di masyarakat
07:34yang tidak
07:34berdasarkan
07:35data atau fakta
07:36yang katakanlah
07:38dianggap
07:39sebagai kebebasan
07:40berpendapat
07:41mohon maaf
07:42tidak bisa
07:43seperti itu
07:44karena kebebasan
07:45berpendapat
07:46tidak
07:46absolut
07:47karena harus
07:48berdasarkan
07:48data atau
07:49fakta
07:50kalau misalnya
07:51memang cuman
07:52kritik
07:52itu masih
07:53tidak apa-apa
07:54karena kritik
07:55itu bagian
07:55dari demokrasi
07:56tapi kalau sudah
07:57masuk dalam
07:58ranah
07:58informasi
07:59yang tidak
08:00berdasarkan fakta
08:01dan cenderung
08:01menyesatkan
08:02masyarakat
08:03kita harus
08:04ambil
08:05tindakan
08:05agar ruang digital
08:07ini tetap
08:07aman dan
08:08kondusif
08:09ini agak teknis
08:09kalau tidak salah
08:12dua hari ya
08:13setelah
08:14video itu tayang
08:15baru ada
08:16action dari
08:16KomDigi
08:17atau saat itu juga
08:18karena bagaimanapun
08:19juga
08:19setiap
08:20materi yang
08:22potensi
08:23menyesatkan publik
08:24itu kan harus
08:24ada verifikasi
08:26ini kan tidak bisa
08:27berdasarkan
08:28suka atau tidak
08:29suka
08:29tapi ada tim
08:31di pengawasan
08:32ruang digital
08:32di bawah
08:33KomDigi
08:33itu
08:34melakukan
08:35verifikasi
08:36melakukan
08:37analisa
08:38cek fakta
08:39seperti yang dilakukan
08:41mungkin di
08:41Kompas TV
08:42semua informasi
08:43yang masuk
08:44di meja redaksi
08:46apakah semuanya
08:47cocok untuk
08:48konsumsi publik
08:49apakah cocok
08:49untuk disiarkan
08:50kembali
08:50karena ada juga
08:53spekulasi
08:53dan saya perlu
08:54konfirmasi
08:55ini pasti ada
08:56telepon dari istana
08:57komDigi
08:58diminta untuk
08:59takedown
08:59ini makanya
09:00saya konfirmasi
09:01verifikasi
09:02berjalan
09:03sesuai dengan
09:04amanah yang
09:05tidak ada itu
09:06Ibu ingin mengatakan
09:07bahwa itu sebenarnya
09:07hal yang dilakukan
09:08rutin
09:09dalam konteks
09:10menjaga ruang
09:11dan juga
09:12di
09:12KomDigi
09:13itu ada
09:14aduan konten
09:15kalau misalnya
09:16siapapun
09:16yang merasa dirugikan
09:18silahkan
09:19mengadu
09:19ke tautan
09:20jadi ini betul-betul
09:22inisiatif
09:23dari KomDigi
09:24dalam konteks
09:24menjaga ruang
09:25digital publik
09:26dan tidak ada
09:26intervensi dari istana
09:27terkonfirmasi
09:28bahwa ini hoax
09:29fitnah
09:30dan mengandung
09:30ujaran kebencian
09:31Pak Kyi
09:32Pak Kyi
09:33melihat
09:34kita ini
09:35Indonesia sekarang
09:36dalam konteks
09:37kebebasan
09:38itu benar-benar
09:40longgar atau
09:41amatan Pak Kyi aja
09:43menurut saya
09:44saya mohon izin
09:45dibisikin
09:46selamat menikmati
09:50terima kasih
Komentar