00:00Saya ke maskurnya-maskurnya, sebetulnya bakom pemerintah melihat batasan antara kritik, kebebasan
00:08karena kita gak boleh nutup nih bahwa ada juga seorang-seorang mengatakan
00:12waduh galak amat di pemerintah sekarang
00:13belum lagi kasus penyiraman meskipun ada dalam proses pengadilan
00:17tapi kan kita gak bisa mengatur itu
00:19Anda ingin menjelaskan bahwa ada batasan kritik
00:23boleh kok andai Pak Amin ngomong yang dikritik adalah soal MBG
00:26kenapa gak dialokasikan, direloaksikan ke pendidikan
00:29tapi kalau soal pribadi
00:30Anda ingin memastikan bahwa tidak ada sedikitpun dari pemerintah untuk menutup dan kebebasan pendapat
00:37ya yang pertama mungkin Mas Yogi
00:40saya mau bertanya ke Mas Ahmad ya
00:42dalam pandangan Mas Ahmad
00:44pantaskah itu diucapkan oleh Prof. Amin Rais
00:49karena kalau kita melihat video itu Mas Ahmad
00:53Prof. Amin itu hanya mendasari dari kata orang
00:57apakah kita sebagai masyarakat Indonesia terbiasa untuk tiba pada satu kesimpulan
01:04tanpa ada kurasi yang matang
01:07itu mungkin Mas Ahmad
01:09saya mau menjawab
01:10kalau izin kalau kami sebagai partai umat mendukung seribu persen sikap Pak Amin untuk menyuarakan itu
01:18tapi kalau terkait ininya sendiri itu kan memang tanggung jawab beliau gitu ya
01:26artinya kami juga tidak ingin masuk pada wilayah Pak Amin gitu
01:31rasanya pertanyaan jawaban dari Pak Haya sudah cukup Mas Kurnia
01:39artinya dia memisahkan antara apa perspektifnya Pak Amin dengan partai umat gitu
01:43ya karena susah
01:45karena sudah diakui juga oleh Pak Amin itu kata orang
01:48jadi bagaimana juga kita bisa menjelaskan atau menafsirkan bukti-buktinya
01:54karena tidak ada itu
01:55itu satu Mas Yogi
01:57kemudian yang kedua
01:58kalau di tadi kan ketika ada perbincangan di tengah masyarakat
02:04exit strateginya adalah pembungkaman demokrasi
02:07itu tadi Pak Amin sampaikan
02:09saya ingin bicara data Mas Yogi
02:11sebenarnya saya pernah sampaikan data ini di satu meja juga
02:14kalau berdasarkan survei Mas Yogi
02:17ada lebih dari 70%
02:22atau angkanya itu 75%
02:25survei dari LSI pada bulan Maret
02:28itu menyatakan bahwa masyarakat menganggap Indonesia inilah negara yang demokratis
02:33negara yang menjunjung tinggi kebebasan
02:38bukan kebablasan berpendapat
02:40lagipun Mas Yogi
02:42tadi seperti Mas Yogi sampaikan
02:44kalau Prof Amin
02:46misalnya menyampaikan tentang kritik program pemerintah
02:50ada makan bergizi gratis
02:52cek kesehatan gratis
02:54tentu pemerintah tidak boleh intervensi terhadap kritik itu
02:59kalau pemerintah intervensi terhadap kritik itu
03:02namanya pemerintah yang melanggar hukum
03:05karena pemerintah pasti bergerak
03:07berdasarkan peraturan perundang-undangan
03:09saya bacakan singkat Mas Yogi
03:11apa definisi dari kritik di dalam KUHP
03:14kritik itu kan diartikan sebagai
03:17pandangan masyarakat
03:19yang diperbolehkan ketika
03:21berekspresi dan berdemokrasi
03:23unjuk rasa menyampaikan
03:25pendapat yang berbeda
03:27dengan kebijakan pemerintah
03:28atau lembaga negara
03:29bahkan Mas Yogi
03:30saya ingin menyampaikan
03:30kalau substansinya benar
03:32dan itu bagian dari
03:33kebebasan berpendapat publik
03:35pemerintah
03:35kalaupun membungkam
03:37pasti itu pelanggaran kan
03:38pemerintah yang bersalah
03:39kalau itu terjadi
03:40Bu Vivi
03:41Bu Vivi mengindahkan ini
03:42karena kan Kom Digi dalam
03:44sehari-harinya akan melakukan itu
03:45artinya
03:46Bu Vivi akan memastikan
03:48bahwa Kom Digi tentu
03:49akan sejalan dengan
03:50ketentuan undang-undang
03:51bahwa tidak akan serampangan
03:53take down
03:54sudah pasti
03:56karena kan tadi yang disampaikan
03:57bahwa
03:58ini harus melalui
04:00sebuah informasi
04:00harus melalui
04:01proses verifikasi
04:02kemudian juga
04:04cek data
04:05sumbernya di mana
04:06begitu
04:06jadi tidak mungkin
04:08kita harus
04:09berhati-hati
04:10dalam melakukan
04:11proses take down
04:13tersebut
04:13oke
04:13mungkinkah kasus ini
04:15berujung pada ranah hukum
04:16atau pelaporan
04:17atau ada rencana lain
04:19dari pihak
04:20Amin Rais dan Partai Umat
Komentar