Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meluncurkan "Project Freedom" atau Proyek Kebebasan di Selat Hormuz. Proyek ini bertujuan untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di Teluk Persia dan sekitarnya.

Langkah ini kembali membawa kawasan tersebut berada di ambang konflik berskala penuh, seiring dengan Iran yang berupaya menegaskan kembali blokade yang dilakukannya.

Proyek ini merupakan upaya untuk membantu perusahaan dan negara netral yang meminta Amerika Serikat membebaskan kapal mereka dari Selat Hormuz.

Baca Juga Ketegangan Memanas! Iran Lepaskan Rudal dan Drone Dekati Kapal Perang AS di Selat Hormuz di https://www.kompas.tv/internasional/667233/ketegangan-memanas-iran-lepaskan-rudal-dan-drone-dekati-kapal-perang-as-di-selat-hormuz

#donaldtrump #projectfreedom #selathormuz #iran #as

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/667238/sinyal-keras-trump-luncurkan-project-freedom-di-selat-hormuz-untuk-evakuasi-kapal
Transkrip
00:03Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluncurkan proyek Freedom atau proyek kebebasan di Salat Hormuz.
00:09Proyek ini bertujuan untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di Teluk Persia dan sekitarnya.
00:15Langkah ini kembali membawa kawasan tersebut berada di ambang konflik berskala penuh,
00:21seiring dengan Iran yang berupaya menegaskan kembali lukade yang dilakukan pihaknya.
00:28Trump mengatakan proyek kebebasan akan dimulai pada Senin pagi waktu Timur Tengah.
00:33Proyek ini adalah upaya untuk membantu perusahaan dan negara netral yang tak bersalah
00:39yang meminta Amerika Serikat untuk membebaskan kapal mereka dari Salat Hormuz.
00:46Melalui akun Truth Socialnya, Trump menyebut akan menggunakan upaya terbaiknya
00:51untuk memandu kapal dan awak keluar dari Salat Hormuz hingga kawasan kembali aman.
00:56Ia mengatakan ini adalah tindakan kemanusiaan atas nama Amerika Serikat,
01:02negara-negara Timur Tengah, dan khususnya Iran.
01:05Banyak dari kapal-kapal ini kekurangan makanan dan segala sesuatu yang diperlukan.
01:11Jika proses kemanusiaan ini diganggu, maka harus ditangani dengan tegas.
01:16Menteri Keuangan Amerika Serikat menyebut bahwa blokade yang dilakukan Amerika Serikat
01:22telah berdampak besar ke ekonomi Iran.
01:25Ia menyebut Amerika Serikat telah menyekik perekonomian Iran dengan membelakukan blokade.
01:31Iran juga dinilai tidak lagi mampu membayar tentara mereka dengan kondisi ekonomi yang porak-poranda.
01:52Tidakannya sehingga akan membuatnya kekuatan dan belakang.
01:57Sehingga sanctions, kekosur
01:59tersebut di internet.
02:06Tersebut,
02:27Menanggapi rencana Trump terkait projek kebebasan,
02:31Parlemen Iran memberikan reaksi keras.
02:33Pihak Teheran menegaskan kehadiran militer Amerika Serikat di Selat Hormuz tidak akan ditoleransi.
02:40Iran dengan tegas menolak semua cara negosiasi Amerika Serikat, termasuk dengan memblokade Selat Hormuz.
02:47Iran menilai pendekatan tersebut tidak sesuai dengan prinsip kedaulatan negara.
02:53Teheran menegaskan tak akan tunduk pada dominasi dan justru menuntut kompensasi atas serangan yang terjadi.
03:19Pihak Teheran menegaskan kehadiran militer Iran juga menegaskan pasukan asing yang mendekati atau memasuki Selat Hormuz akan jadi target militer
03:30Iran.
03:31Komandan Markas Besar Militer Iran, Majen Ali Abdullahi, menyatakan Selat Hormuz berada di bawah kendali militer Iran.
03:39Kapal-kapal yang akan keluar atau masuk Selat Hormuz harus berkoordinasi dengan militer Iran.
03:46Dalam pernyataan yang dibacakan Presenter TV Iran, Majen Ali peringatkan pasukan bersenjata asing terutama militer Amerika yang mencoba masuk perairan
03:56Selat Hormuz akan jadi target militer Iran.
04:00Terima kasih telah menerima kasih telah menerima.
04:41Terima kasih telah menerima kasih telah menerima.
04:51Terima kasih telah menerima.
05:02Terima kasih telah menerima.
05:12Terima kasih telah menerima.
05:17Terima kasih telah menerima.
05:29Terima kasih telah menerima.
05:37Terima kasih telah menerima.
05:40Terima kasih telah menerima.
05:53Terima kasih telah menerima.
05:59Terima kasih telah menerima.
Komentar

Dianjurkan