Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Pelaku pemukulan Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Ronald A. Sinaga alias Bro Ron, melaporkan balik korban ke Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat. Ia berdalih telah menjadi korban pemukulan terlebih dahulu.

Usai menjalani pemeriksaan, dalam insiden pemukulan Wakil Ketua Umum PSI, kedua pelaku berinisial I dan R langsung melaporkan balik korban.

I mengaku sengaja membuat laporan resmi atas tuduhan penganiayaan karena telah menjadi korban pemukulan terlebih dahulu oleh Waketum PSI, Bro Ron.

I menyebut saat itu dirinya telah dimaki Bro Ron dengan kalimat yang tidak pantas dan berbau SARA.

Kedua pelaku meminta penyidik tidak tebang pilih dalam melakukan proses penyidikan, serta membongkar rekaman CCTV ke publik dan memeriksa seluruh saksi di lokasi kejadian.

Baca Juga 2 Pelaku Pemukulan Waketum PSI Lapor Balik ke Polisi, Klaim Jadi Korban Duluan | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/667185/2-pelaku-pemukulan-waketum-psi-lapor-balik-ke-polisi-klaim-jadi-korban-duluan-kompas-malam

#psi #broron #pemukulan #viral

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/667228/pelaku-pemukulan-waketum-psi-lapor-balik-ngaku-dimaki-dan-jadi-korban-duluan
Transkrip
00:00Berikutnya saudara pelaku pemukulan wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Ronald Asinaga alias Bro Ron
00:07melaporkan balik korban ke POSEC Metro Menteng, Jakarta Pusat.
00:11Ia berdali telah menjadi korban pemukulan terlebih dahulu.
00:21Saya menjalani pemeriksaan insiden pemukulan wakil Ketua Umum PSI.
00:25Kedua pelaku berinisial I dan R langsung melaporkan balik korban.
00:31Ia mengaku sengaja membuat laporan resmi atas tuduhan penganiayaan
00:36karena telah menjadi korban pemukulan terlebih dahulu oleh wakil Ketua Umum PSI, Bro Ron.
00:41Ia bilang saat itu dirinya telah dimaki Bro Ron dengan kalimat yang tidak pantas dan berbau sarah.
00:49Kedua pelaku meminta penyidik tidak tebang pilih dalam melakukan proses penyidikan
00:54dan membongkar rekaman CCTV ke publik
00:56serta memeriksa seluruh saksi di lokasi kejadian.
01:03Nah posisi sampai di sana, ini kan masalah sudah diselesaikan sama pihak konsep mentek mediasi lah.
01:09Tiba-tiba ini Bro Ron ini datang.
01:11Nah, lalu Bro Ron ini balik, langsung nunjuk-nunjuk saya.
01:17Ya kan? Langsung tanpa nanya, langsung kamu budak siapa?
01:21Kamu anjing siapa? Kamu anjing siapa? Kamu anjing siapa?
01:22Kamu anjing siapa? Kamu anjing siapa?
01:23Kamu anjing siapa? Kamu anjing siapa?
01:24Nunjuk saya begini.
01:34Waketum Partai Solidaritas Indonesia atau PSI Ronald Asinaga alias Bro Ron
01:40menjadi korban pengeroyokan dua pria di kantor advokat di kawasan Gondang Diam, Menteng, Jakarta Pusat hari Senin.
01:47Mengurangkan terjadi saat korban bersama 15 pekerja dari PT Sinergi Karya Sejahtera mendatangi kantor advokat Michael Putra & Partner.
01:57Kedatangan korban ke kantor advokat bermaksud meminta audiensi kepada pemilik perusahaan untuk menanyakan gaji 15 pekerja yang belum dibayarkan selama
02:073 bulan.
02:08Saat tak dapat menemui orang yang dituju, ketegangan berujung pemukulan terhadap waketum PSI tak terhindarkan.
02:15Korban mengalami luka sobek di bagian wajah.
02:18Polisi menangkap dua pelaku penganiayaan tak jauh dari lokasi kejadian.
02:28Datang untuk melakukan audiensi ke kantor Michael Putra dan Partner terkait dengan gaji karyawan, para karyawan yang belum dibayarkan.
02:42Nah, namun di sana saudara Michael tidak dapat ditemui atau tidak berada di tempat.
02:49Kemudian, kita dari Polsi mencoba untuk audiensi di antara kedua belah pihak,
02:57namun di tengah proses audiensi ini terjadilah keributan sampai berujung pada pengoroh Yoka.
03:04Keduanya diamankan di sekitar TKP kejadian.
03:10Partai Solidaritas Indonesia menyesalkan aksi kekerasan yang menimpa wakil Ketua Umum DPP PSI,
03:16di Ronald Ariston Sinaga atau yang akrab di Sapa Broron.
03:20Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, meminta polisi mengusut tuntas kasus tersebut,
03:25termasuk jika ada aktor di balik aksi pengeroyokan.
03:33Yang terjadi terhadap kader kami, tapi ini bukan karena tentang kader kami,
03:39tapi ini adalah untuk seluruh masyarakat Indonesia.
03:43Sehingga tentunya kami minta kepada aparat pendekat hukum untuk mengusut tuntas.
03:49Dan bahkan kalau kemudian kemungkinan ada orang-orang tertentu yang memperkengini ini,
03:56yang kita minta kepada aparat pendekat hukum untuk mengusut tuntas dan menyampaikan kepada publik.
04:05Supaya kemudian peristiwa ini tentunya kita harapkan tidak lagi terulang.
04:09Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan