Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump meluncurkan Project Freedom atau Proyek Kebebasan di Selat Hormuz. Proyek ini bertujuan untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di Teluk Persia dan sekitarnya.

Langkah ini kembali membawa kawasan tersebut berada di ambang konflik berskala penuh, seiring dengan Iran yang berupaya menegaskan kembali blokade yang dilakukan pihaknya.

Melalui akun Truth Social-nya, Trump menyebut akan menggunakan upaya terbaiknya untuk memandu kapal dan awak keluar dari Selat Hormuz hingga kawasan kembali aman.

Ia juga mengatakan, ini adalah tindakan kemanusiaan atas nama Amerika Serikat, negara-negara Timur Tengah dan khususnya Iran.

Menanggapi rencana Trump tersebut, parlemen Iran memberikan reaksi keras. Pihak Teheran menegaskan kehadiran militer AS di Selat Hormuz tidak akan ditoleransi.

Iran dengan tegas menolak semua cara negosiasi Amerika Serikat, termasuk dengan memblokade Selat Hormuz.

Iran menilai pendekatan tersebut tidak sesuai dengan prinsip kedaulatan negara.

Teheran menegaskan tak akan tunduk pada dominasi dan justru menuntut kompensasi atas serangan yang terjadi.

Militer Iran menegaskan pasukan asing yang mendekati atau memasuki Selat Hormuz akan jadi target militer Iran.

Komandan Markas Besar Militer Iran, Mayjen Ali Abdollahi menyatakan Selat Hormuz berada di bawah kendali militer Iran.

Kapal-kapal yang akan keluar atau masuk Selat Hormuz harus berkoordinasi dengan militer Iran.

Dalam pernyataan yang dibacakan presenter TV Iran, Mayjen Ali memperingatkan pasukan bersenjata asing, terutama militer Amerika, yang mencoba masuk perairan Selat Hormuz akan jadi target militer Iran.

Baca Juga Tembakkan Rudal, Iran Tegaskan Masih Kuasai Selat Hormuz | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/internasional/667116/tembakkan-rudal-iran-tegaskan-masih-kuasai-selat-hormuz-kompas-petang

#iran #amerika #trump #selathormuz



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/667156/tegas-reaksi-iran-soal-trump-luncurkan-project-freedom-di-selat-hormuz-sapa-malam

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:03Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluncurkan proyek Freedom atau proyek kebebasan di Salat Hormuz.
00:10Proyek ini bertujuan untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di Teluk Persia dan sekitarnya.
00:16Langkah ini kembali membawa kawasan tersebut berada di ambang konflik berskala penuh,
00:21seiring dengan Iran yang berupaya menegaskan kembali lukade yang dilakukan pihaknya.
00:28Trump mengatakan proyek kebebasan akan dimulai pada Senin pagi waktu Timur Tengah.
00:33Proyek ini adalah upaya untuk membantu perusahaan dan negara netral yang tak bersalah
00:39yang meminta Amerika Serikat untuk membebaskan kapal mereka dari Salat Hormuz.
00:46Melalui akun Truth Socialnya, Trump menyebut akan menggunakan upaya terbaiknya
00:51untuk memandu kapal dan awak keluar dari Salat Hormuz hingga kawasan kembali aman.
00:56Ia mengatakan ini adalah tindakan kemanusiaan atas nama Amerika Serikat,
01:02negara-negara Timur Tengah, dan khususnya Iran.
01:05Banyak dari kapal-kapal ini kekurangan makanan dan segala sesuatu yang diperlukan.
01:11Jika proses kemanusiaan ini diganggu, maka harus ditangani dengan tegas.
01:16Menteri Keuangan Amerika Serikat menyebut bahwa blokade yang dilakukan Amerika Serikat
01:22telah berdampak besar ke ekonomi Iran.
01:26Ia menyebut Amerika Serikat telah menyekik perekonomian Iran dengan membelakukan blokade.
01:32Iran juga dinilai tidak lagi mampu membayar tentara mereka dengan kondisi ekonomi yang porak-poranda.
01:52Yang terdapat unterbakaan England mengenai polite wilderness bahwa
01:58sesuatu di 90- magti.
02:00Kembali tempohan ket exercises of seni kebutuhan
02:01aka binat turdu Google Sheik.
02:05dengan menghab cubic haben Penatih jiang.
02:06kebenar Taliban akan kavi air force terakhir.
02:12Kepasih selamat mengeri sedang.
02:28Menanggapi rencana Trump terkait projek kebebasan,
02:31Parlemen Iran memberikan reaksi keras.
02:34Pihak Teheran menegaskan kehadiran militer Amerika Serikat di Selat Hormuz
02:38tidak akan ditoleransi.
02:40Iran dengan tegas menolak semua cara negosiasi Amerika Serikat,
02:44termasuk dengan memblokade Selat Hormuz.
02:47Iran menilai pendekatan tersebut tidak sesuai dengan prinsip kedaulatan negara.
02:53Teheran menegaskan tak akan tunduk pada dominasi
02:57dan justru menuntut kompensasi atas serangan yang terjadi.
03:23Miltere Iran juga menegaskan pasukan asing yang mendekati atau memasuki Selat Hormuz
03:28akan jadi target militer Iran.
03:31Komandan Markas Besar Militer Iran,
03:34Maizhen Ali Abdullahi menyatakan Selat Hormuz berada di bawah kendali militer Iran.
03:39Kapal-kapal yang akan keluar atau masuk Selat Hormuz
03:43harus berkoordinasi dengan militer Iran.
03:46Dalam pernyataan yang dibacakan presenter TV Iran,
03:50Maizhen Ali peringatkan pasukan bersenjata asing terutama militer Amerika
03:55yang menghasilkan ke occurring Selat Hormuz,
03:58akan jadi target militer Iran.
04:00Perum снова hadil kekagaan
04:02dan setelah tidak tercabal indah kekut.
04:41Selanjutnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghe menampakan bahwa saat ini,
04:47Iran tengah dalam upaya untuk penghantian total permusuhan.
05:02Terima kasih telah menonton!
05:34Terima kasih telah menonton!
05:37Terima kasih telah menonton!
05:38Terima kasih telah menonton!
06:49Terima kasih telah menonton!
07:00Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan