00:02Ini dinamika global, kita gak bisa apa-apa tentang dinamika global karena kita gak bisa kontrol.
00:13Waktu saya di IMF World Bank, itu ada sesi Menteri Keuangan Amerika menceritakan strategi yang akan mereka lakukan
00:29untuk mencapai kode-kode perdamaian dengan Iran.
00:34Tapi kalau saya lihat, isinya sepihak seolah-olah Iran diperlakukan sebagai pihak yang kalah perang
00:46dengan tutupan Amerika yang tegas, ini, ini, ini.
00:51Hitungan saya kan belum kalah perang.
00:55Pasti gak akan tercapai perjanjian itu.
00:58Jadi kita mesti siap dengan konflik berkepanjangan dan harga minyak yang masih akan bertahan cukup lama.
01:07Saya pikir tadinya sebulan-dua bulan selesai perang ini, rupanya enggak.
01:15Mimpin-mimpin dunia itu masih kurang bujak juga rupanya.
01:20Jadi itu yang kita hadapi sekarang.
01:21Jadi makanya setiap effort yang bisa mengurangi konsumsi minyak dalam negeri, kita akan kerjakan.
01:32Ini apa di sini?
01:33Ya harga minyak tinggi ini setelah semuanya batu bara, masih rendah, sempat tinggi juga rendah.
01:38Terus CPO juga agak naik sedikit, tembaga agak naik, nikel, naik enggak tinggi-tinggi amat, emas naik tinggi sempat turun.
01:48Tapi yang menjadi concern kita terutama adalah minyak.
01:52Karena ini mengaruhi APBN saya.
01:55APBN saya sudah hitung dengan harga minyak sampai rata-rata 100 dolar perbaru sampai akhir tahun, jadi masih aman.
02:04Saya kalau dipakai klarifikasi lagi di sini, ada yang bilang uang saya tinggal 102.
02:11Sudah saya dalam berkat kali itu, saya pindahin aja 300 ke bank.
02:23Masih uang saya, ada saya dengar kemarin, bank, uangnya kan udah ada bentuk pinjaman-pinjaman ke tempat lain kan?
02:33Sehingga enggak ada lagi di bank, kalau enggak bisa ditarik.
02:37Bagaimana pikir, kalau bank ngasih pinjam satu perusahaan, 10 triliun misalnya, perusahaannya dapet 10 triliun kan?
02:47Uangnya taruh di mana?
02:50Bank lagi.
02:53Jadi ada proses penyiptaan uang di situ, jadi uangnya enggak berkurang.
02:58Ya, memang kalau saya tarik sekaligus mungkin banknya agak kagak, tapi uangnya masih di situ, enggak ada masalah.
03:04Kemudian kita sudah komunikasi dengan bank sentral ya Pak ya, untuk men-smoothing hal itu kalau emang kita perlukan menarik
03:13uang dalam jumlah banyak.
03:14Tapi dalam waktu dekat itu enggak akan terjadi karena itu emang salah enggak akan kita pakai.
03:21Sementara pendapatan pajak kita masuk terus dari bulan ke bulan dan sampai sekarang masih sesuai dengan rencana anggaran kita.
04:04Berikutnya, jadi
04:04Next, next
04:04Kita itu amat kuat.
04:07Itu nomor dua tuh, kalau sebelah kanan tuh.
04:09Perbayangkan tanah energi terhadap krisis energi global.
04:13Kalau ada krisis global, kita nomor dua paling kuat dibanding negara-negara lain.
04:17Makanya dari Amerika, dari China, dari Australia, dan lain-lain.
04:23Ini keluaran dari mana?
04:26Ini siapa nih?
04:28World Bank, bukan ya?
04:29JP Morgan.
04:32ADB juga melakukan hal yang sama, studi yang sama.
04:35Cuman mereka enggak bisa publish, karena kalau mereka publish, nanti negara-negara yang di bawah goncang.
04:41Katanya ya, mereka yang di bawah enggak minta jangan di publish.
04:44Tapi official ABDB bilang sama saya, kita di atas, mungkin di top dua juga.
04:50Jadi, di tengah krisis energi dan krisis global ini, kita fondasinya amat kuat.
05:05Jadi, enggak usah takut, enggak usah takut.
05:10Kita perlu concern, tapi enggak usah khawatir berlebihan.
05:16Apalagi yang di luar bilang kita mau hancur, mau ingin ini, mau ingin ini.
05:22Kisikan itu, mereka tidak punya data yang akurat.
05:28Mungkin 97-98 juga sebagian belum pada lahir tuh.
05:31Terus menganalisa, tapi tidak lihat pada waktu itu apa yang terjadi di ekonomi kita.
05:37Mereka prediksi, 98 akan terjadi kan katanya.
05:41Anda perhatikan, 98 jatuh pemerintahan setelah ekonomi resesi selama satu tahun penuh.
05:54Kita sekarang baru-baru resesi, masih ekspansi, masih akselerasi.
06:03Jadi, itu kondisi sekarang.
06:04Jadi, kalau itu bikin-bikin cerita, jangan asal bikin cerita.
06:09Lihat data yang betul.
06:11Datanya seperti itu, karena saya mengamati ekonomi dari waktu ke waktu.
06:14Jadi, kondisi kita stabil, aman.
06:19Ada tantangan, ya.
06:21Tapi kita monitor terus, akan kita perbaiki terus dari waktu ke waktu.
06:25Kita akan pastikan dan pastikan diman kita kuat, dan kita pastikan juga daya saing barang kita di luar lagi akan
06:31bagus.
06:31Saya akan panggil perusahaan-perusahaan teksil, sepatu, yang membutuhkan permajaan mesin segala macam akan saya kasih bunga rendah lewat program
06:43dari Lembaga Penjamin Ekspor Indonesia.
06:46Nanti saya akan tanyakan ke kemudian penelusian, perusahaan-perusahaan mana saja yang butuh itu.
06:51Jadi, kita akan lebih aktif menghidupkan private sector.
06:57Karena private sector menurutkan kontribusinya berapa?
07:0190% ke ekonomi yang tersebut.
07:04Next.
07:07Ini, surpus meraca perdagangan menopang ketahanan ekonomi Indonesia.
07:13Itu.
07:16Di tengah kejelak seperti ini,
07:19barang kita masih bersaing di pasar global.
07:22Ini kita lihat, raca perdaganya, surplus terakhir berapa?
07:283,32 miliar dolar di bulan itu net-nya.
07:38Kalau nilai garis hitam itu kan, surplus terus sepanjang tahun.
07:43Jadi, kondisi eksternal belum pengaruhi secara negatif ekonomi kita.
07:51Ini surplus berarti kita masih bisa bersaing di pasar global.
07:55Terima kasih telah menonton!
Komentar