00:00Yang namanya negara demokrasi, untuk orang berpendapat itu boleh, ya,
00:06ditangan dengan penguasa yang resmi,
00:10menentangkan dengan kelompok rakyat yang lain-lainnya ini.
00:14Tetapi, ya, jadi saya begini,
00:18saya pertama memperyakin demokrasi itu kejadian baik
00:26bahwa kebebasan menggunakan pendapat yang dijamin oleh undang-undang dasar kita itu
00:33tidak dibatasi, tidak diperangus.
00:37Nah, kemudian, yang namanya negara demokrasi,
00:41untuk orang berpendapat itu boleh, ya,
00:45ditangan dengan penguasa yang resmi,
00:50menentangkan dengan kelompok rakyat yang lain-lainnya ini.
00:56Tetapi, apa, jadi point of konfliknya itu, ya,
01:00point of perbedaannya itu adalah,
01:04apa, yang bersangkutan dengan nasib bangsa.
01:08Nah, saya melihat, ya,
01:10bahwa kalau Pak Prabowo itu saya kenal sejutaan yang lalu, ya.
01:14Saya sering ingat di Hambalang,
01:16saya sering ingat di Kertama Negara,
01:18pada saat malam, saat baru pulang, dan lain-lainnya,
01:21ngopi bersama, ya.
01:22Jadi, kalau Pak Prabowo,
01:25menurut saya dulu, ya,
01:27tidak ada satu benang pun, ya,
01:31yang indikasinya beliau itu sampai,
01:33katakanlah, seperti Tadi Indra Wisyah itu.
01:38Nah, kalau Tadi ini,
01:40memang saya kumpulkan dari berbagai,
01:45berbagai informasi,
01:47dari YouTube, maupun media Cetak,
01:49ya, maupun berbagai channel di message itu,
01:54memang sudah, saya kira,
01:56hampir meyakinkan, ya,
01:58bahwa ada something very unusual, ya,
02:01buat saudara kita tadi ini, ya,
02:03ada something yang memang sebaiknya,
02:06itu tidak diberi,
02:08kursi kekuasaan terlalu, ya.
02:10Nah, saya melihat, ini, Pak Tadi ini,
02:15hanya gulit terus, ya,
02:17sampai-sampai yang menentukan tamu siapa,
02:20menteri mana, jendela mana,
02:22yang bisa ketemu Pak Prabowo,
02:23itu si Tadi ini, ya.
02:25Nah, jadi, saya juga mengatakan,
02:28itu singkirkan,
02:31apa, Tadi ini, ya,
02:34berikan, apa,
02:37kesibukan, posisi,
02:39di tempat yang lain,
02:40tapi tidak nempel dengan Pak Prabowo,
02:44sehingga bisa mengganggu.
02:47Nah, jadi, Tadi ini,
02:49sesungguhnya kan cuma sekretaris kabinet,
02:52ya, tapi dia seolah menjadi lebih,
02:56apa, lebih beribawa,
02:57lebih penting dari sekretaris kabinet.
03:00Dia bisa memilah-milah
03:02tamu mana yang bisa diterima,
03:05kemudian tokoh mana yang bisa terima,
03:07sama yang tidak, gitu.
03:09Saya tidak menghubungi Mama,
03:11tapi saya punya teman menteri, ya,
03:13Mengko, ya,
03:14yang bilang sama saya, Mas Amin,
03:16saya itu kadang-kadang
03:17mau ketemu presiden saya itu,
03:18tidak bisa,
03:19karena kata Tadi,
03:21tidak,
03:21tidak, tidak ada waktu,
03:24atau belum, belum ada waktu itu.
03:26Padahal Pak Prabowo ada,
03:29padahal cuma ketemu 5-10 menit,
03:30tapi itu pun juga tidak.
03:32Nah, yang kayak begini,
03:33ini menjadi, apa,
03:35berundar, menjadi handicap, ya,
03:38berarti, berarti, apa,
03:41perjalan kebunyataan Pak Prabowo itu, ya.
03:44Nah, jadi saya juga cukup,
03:45cukup, apa,
03:46tidak usah dihukum,
03:48tidak usah dicercak, ya,
03:49cuma diberikan job yang lain,
03:53diganti dengan seseorang,
03:54yang tidak jadi gupan.
03:56Tidak ada.
03:56Untuk menanggap langkah komdigi di mana, Pak?
03:58Apa?
03:59Untuk menanggap langkah komdigi di mana, Pak?
04:01Kompdigi di mana, persiapannya?
04:02Langkah?
04:02Kompdigi.
04:03Ini pembunuhan, Pak?
04:05Karakter atau sebagainya?
04:06Saya diberitahu,
04:07alih-alih,
04:08komdigi tidak berat.
04:10Jadi,
04:11yang berat itu,
04:12si Tadi,
04:13itu baru akan dibawa ke penghargaan.
04:18Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
04:23Satu langkah lebih dekat,
04:25satu langkah lebih terpercaya.
04:28Saksikan Sampai Indonesia Malam
04:30di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
04:33Saksikan Sampai Indonesia
Komentar