Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SLEMAN, KOMPAS.TV - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais angkat bicara soal pernyataannya yang menyinggung Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dinilai Komdigi mengandung ujaran kebencian, hoaks dan fitnah.

Amien mengatkan bahwa di negara demokrasi warga berhak memberikan pendapat yang berbeda dengan penguasa.

"Yang namanya negara demokrasi orang berpendapat itu boleh, bertentangan dengan penguasa yang resmi, bertentangan dengan kelompok rakyat yang lain-lainnya. Tetapi point of conflictnya itu, perbedaannya itu adalah yang bersangkutan dengan nasib bangsa," ujar Amien kepada wartawan, Minggu (3/5/2026).

Ia menegaskan bahwa Komdigi tidak berhak melaporkan pernyataannya ke ranah hukum.

Baca Juga Menkomdigi Meutya Hafid Bantah Akan Tempuh Jalur Hukum atas Video Amien Rais | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/666758/menkomdigi-meutya-hafid-bantah-akan-tempuh-jalur-hukum-atas-video-amien-rais-kompas-petang

#amienrais #presidenprabowo #seskab



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/667023/full-jawaban-amien-rais-usai-pernyataannya-soal-presiden-seskab-teddy-dinilai-fitnah
Transkrip
00:00Yang namanya negara demokrasi, untuk orang berpendapat itu boleh, ya,
00:06ditangan dengan penguasa yang resmi,
00:10menentangkan dengan kelompok rakyat yang lain-lainnya ini.
00:14Tetapi, ya, jadi saya begini,
00:18saya pertama memperyakin demokrasi itu kejadian baik
00:26bahwa kebebasan menggunakan pendapat yang dijamin oleh undang-undang dasar kita itu
00:33tidak dibatasi, tidak diperangus.
00:37Nah, kemudian, yang namanya negara demokrasi,
00:41untuk orang berpendapat itu boleh, ya,
00:45ditangan dengan penguasa yang resmi,
00:50menentangkan dengan kelompok rakyat yang lain-lainnya ini.
00:56Tetapi, apa, jadi point of konfliknya itu, ya,
01:00point of perbedaannya itu adalah,
01:04apa, yang bersangkutan dengan nasib bangsa.
01:08Nah, saya melihat, ya,
01:10bahwa kalau Pak Prabowo itu saya kenal sejutaan yang lalu, ya.
01:14Saya sering ingat di Hambalang,
01:16saya sering ingat di Kertama Negara,
01:18pada saat malam, saat baru pulang, dan lain-lainnya,
01:21ngopi bersama, ya.
01:22Jadi, kalau Pak Prabowo,
01:25menurut saya dulu, ya,
01:27tidak ada satu benang pun, ya,
01:31yang indikasinya beliau itu sampai,
01:33katakanlah, seperti Tadi Indra Wisyah itu.
01:38Nah, kalau Tadi ini,
01:40memang saya kumpulkan dari berbagai,
01:45berbagai informasi,
01:47dari YouTube, maupun media Cetak,
01:49ya, maupun berbagai channel di message itu,
01:54memang sudah, saya kira,
01:56hampir meyakinkan, ya,
01:58bahwa ada something very unusual, ya,
02:01buat saudara kita tadi ini, ya,
02:03ada something yang memang sebaiknya,
02:06itu tidak diberi,
02:08kursi kekuasaan terlalu, ya.
02:10Nah, saya melihat, ini, Pak Tadi ini,
02:15hanya gulit terus, ya,
02:17sampai-sampai yang menentukan tamu siapa,
02:20menteri mana, jendela mana,
02:22yang bisa ketemu Pak Prabowo,
02:23itu si Tadi ini, ya.
02:25Nah, jadi, saya juga mengatakan,
02:28itu singkirkan,
02:31apa, Tadi ini, ya,
02:34berikan, apa,
02:37kesibukan, posisi,
02:39di tempat yang lain,
02:40tapi tidak nempel dengan Pak Prabowo,
02:44sehingga bisa mengganggu.
02:47Nah, jadi, Tadi ini,
02:49sesungguhnya kan cuma sekretaris kabinet,
02:52ya, tapi dia seolah menjadi lebih,
02:56apa, lebih beribawa,
02:57lebih penting dari sekretaris kabinet.
03:00Dia bisa memilah-milah
03:02tamu mana yang bisa diterima,
03:05kemudian tokoh mana yang bisa terima,
03:07sama yang tidak, gitu.
03:09Saya tidak menghubungi Mama,
03:11tapi saya punya teman menteri, ya,
03:13Mengko, ya,
03:14yang bilang sama saya, Mas Amin,
03:16saya itu kadang-kadang
03:17mau ketemu presiden saya itu,
03:18tidak bisa,
03:19karena kata Tadi,
03:21tidak,
03:21tidak, tidak ada waktu,
03:24atau belum, belum ada waktu itu.
03:26Padahal Pak Prabowo ada,
03:29padahal cuma ketemu 5-10 menit,
03:30tapi itu pun juga tidak.
03:32Nah, yang kayak begini,
03:33ini menjadi, apa,
03:35berundar, menjadi handicap, ya,
03:38berarti, berarti, apa,
03:41perjalan kebunyataan Pak Prabowo itu, ya.
03:44Nah, jadi saya juga cukup,
03:45cukup, apa,
03:46tidak usah dihukum,
03:48tidak usah dicercak, ya,
03:49cuma diberikan job yang lain,
03:53diganti dengan seseorang,
03:54yang tidak jadi gupan.
03:56Tidak ada.
03:56Untuk menanggap langkah komdigi di mana, Pak?
03:58Apa?
03:59Untuk menanggap langkah komdigi di mana, Pak?
04:01Kompdigi di mana, persiapannya?
04:02Langkah?
04:02Kompdigi.
04:03Ini pembunuhan, Pak?
04:05Karakter atau sebagainya?
04:06Saya diberitahu,
04:07alih-alih,
04:08komdigi tidak berat.
04:10Jadi,
04:11yang berat itu,
04:12si Tadi,
04:13itu baru akan dibawa ke penghargaan.
04:18Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
04:23Satu langkah lebih dekat,
04:25satu langkah lebih terpercaya.
04:28Saksikan Sampai Indonesia Malam
04:30di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
04:33Saksikan Sampai Indonesia
Komentar

Dianjurkan