Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat di kawasan Selat Hormuz, menyusul rencana Presiden Donald Trump untuk mengawal kapal-kapal yang melintas di jalur tersebut.

Pengamat Timur Tengah dari Universitas Padjadjaran, Dina Sulaeman, menilai pernyataan Trump lebih bersifat membangun citra ketimbang langkah operasional.

"Ancaman Trump ini lebih lebih bertujuan untuk menciptakan citra atau image bahwa dia masih pemegang kontrol, dia masih memiliki inisiatif di kawasan tersebut untuk menenangkan audiens domestiknya maupun juga untuk menenangkan sekutu-sekutunya bahwa Iran masih bisa ditundukkan dalam impiannya Trump," ujarnya.

Ketegangan di Selat Hormuz meningkat setelah laporan menyebut kapal perang Amerika Serikat ditembak saat mencoba melintas dan mengabaikan peringatan dari militer Iran.

Guru Besar Politik dan Keamanan Unpad, Muradi, menyebut pendekatan yang dilakukan Amerika Serikat lebih mengarah pada perang psikologis.

"Pendekatan yang dilakukan Trump jauh lebih sebagai psychological war ketimbang langkah nyata," kata Muradi.

Ia menilai, langkah Iran yang merespons dengan serangan lebih bersifat preventif untuk menjaga kedaulatan wilayahnya.

Meski begitu di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, peluang perundingan dinilai masih terbuka.

Pengamat menilai dinamika politik domestik di Amerika Serikat menjadi faktor kunci dalam menentukan arah kebijakan Presiden Donald Trump ke depan.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Galih

Baca Juga Suhu Madinah Capai 40 Derajat Celcius, Jemaah Haji Indonesia Diminta Waspada Heatstroke di https://www.kompas.tv/internasional/666959/suhu-madinah-capai-40-derajat-celcius-jemaah-haji-indonesia-diminta-waspada-heatstroke



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/666973/full-iran-vs-as-di-hormuz-trump-siap-buka-jalur-sapa-indonesia-malam
Transkrip
00:05Intro
00:07Saudara Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pihaknya akan membantu
00:11mebebaskan kapal-kapal yang terjebak di Swarthorus.
00:14Trump menyebut upaya pembebasan kapal ini dilakukan atas dasar kemanusiaan.
00:21Melalui media sosialnya, Trump mengumumkan Project Freedom atau proyek kebebasan.
00:26Melalui proyek kebebasan ini, pihak Trump akan memandu kapal keluar dari Swarthorus.
00:32Trump menyebut Amerika akan memulai operasi tersebut pada Senin pagi.
00:37Trump mengungkap saat ini banyak kapal yang telah lama terjebak di Swarthorus.
00:42Sebagian dari awak kapal tersebut mulai kekurangan makanan dan kebutuhan lainnya.
00:46Trump menegaskan jika langkah pembebasan kapal ini diganggu, Amerika akan menindak tegas.
00:59Di media sosialnya, Trump menulis, ini adalah tindakan kemanusiaan atas nama AS.
01:06Negara-negara Timur Tengah dan khususnya Iran.
01:09Banyak dari kapal-kapal ini kekurangan makanan dan segala sesuatu yang diperlukan.
01:13Jika proses kemanusiaan ini diganggu, maka harus ditangani dengan tegas.
01:17Begitu kata Donald Trump.
01:36Saudara Donald Trump, Presiden Amerika Serikat akan mulai membebaskan kapal-kapal yang terjebak di Swarthorus mulai Senin pagi waktu setempat.
01:43Melalui operasi yang disebut sebagai upaya membuka kembali jalur pelayaran vital dunia.
01:48Selain aspek militer dan navigasi, Amerika Serikat juga mengeluarkan ancaman sanksi terhadap pihak manapun yang membayar tarif ke Iran untuk
01:57melintasi Slot Hormuz.
01:58Lalu apa makna strategi ganda yang diterapkan Amerika Serikat?
02:02Apakah ini juga jadi strategi Amerika Serikat untuk menekan ekonomi Iran?
02:05Kita akan membahasnya dengan dua narasumber, pengamat timur tengah Universitas Pajajaran Dina Sulaiman dan Muradi, Prof. Muradi, Guru Besar Politik
02:14dan Keamanan Universitas Pajajaran.
02:17Selamat malam, Bu Dina, Prof. Muradi.
02:21Selamat malam, Pak Sradit, saya Dina, selamat malam.
02:25Saya ke Bu Dina dulu.
02:27Bu Dina, Presiden Trump katanya akan membuka Slot Hormuz agar kapal-kapal bisa lewat sekaligus mengancam sanksi bagi mereka yang
02:34membayar tarif di Slot Hormuz kepada Iran.
02:37Apa yang bisa Anda analisis dari strategi Amerika Serikat ini, terutama khususnya yang keluar dari mulut Donald Trump?
02:44Ya, ini kelanjutan dari sikap Trump selama ini ya, selalu main ancam dan berkali-kali sebelumnya dan berbagai jenis ancaman
02:54yang sudah dikeluarkan.
02:55Nah, ancaman yang terbaru mengenai akan mengawal artinya kan berarti mendeploy kapal-kapal perang ya.
03:02Sekarang pertanyaannya apakah memungkinkan kapal-kapal perang dalam ukuran besar atau kapal induk itu bisa melakukan pengawalan itu secara teknis
03:12di kawasan Slot Hormuz.
03:14Kemudian yang kedua, seandainya betul kapal-kapal perang Amerika Serikat atau juga bahkan kapal induk yang mendekat itu kan justru
03:24bahkan lebih terjangkau ya oleh drone dan rudalnya Iran.
03:31Sehingga posisi Angkatan Laut Amerika justru malah semakin terancam.
03:37Saya pikir dalam kondisi seperti ini, ancaman Trump ini lebih bertujuan untuk menciptakan citra atau image bahwa dia masih memegang
03:47kontrol, dia masih memiliki inisiatif di kawasan tersebut
03:50untuk menenangkan audiens domestiknya maupun juga untuk menenangkan sekutu-sekutunya bahwa Iran masih bisa ditundukkan dalam impiannya Trump ya tentu
04:01saja.
04:02Ya, ini sebelum saya lanjutkan khusus soal pembebasan kapal-kapal di Slot Hormuz, ada berita paling baru dari Slot Hormuz
04:11terutama.
04:12Ini kapal-kapal perang Amerika Serikat baru saja beritanya masuk ke kami diserang oleh Angkatan Laut Iran, oleh rudal-rudal
04:22Angkatan Laut Iran.
04:23Saya langsung saja ke Prof Muradi. Apa yang terjadi kalau seperti sekarang ini yang barusan saya bacakan beritanya? Apakah perang
04:31di Slot Hormuz justru akan terjadi, Prof Muradi?
04:34Ya, ada tiga hal. Yang pertama ini berkaitan soal dinamika di dalam negeri yang pada akhirnya membuat Donald Trump harus
04:45melakukan inovasi secara kaktik militer dan pertahanan
04:49untuk bisa kemudian tetap eksisten, bisa di atas angin. Yang kedua, kalau kemudian-kemudian ada serangan, itu tadi disampaikan Mbak
04:56Tehidina bahwa memang pada akhirnya
04:58saya meyakini betul kalau selama kemudian apa namanya Amerika Serikat masih dalam posisi sendiri ya, tidak dengan sekutu, tidak dengan
05:05NATO, tidak dengan kemudian negara-negara yang biasa membantu mereka
05:09maka itu tidak dalam posisi yang FOM. FOM artinya mereka akan melakukan upaya manuver politik dan militer untuk menekan
05:19Iran. Nah, yang ketiga, sejauh ini saya kira kalaupun dilakukan, pertama namanya battle warnya ya ada di Slot Hormuz.
05:28Saya ingin mengatakan bahwa pendekatan yang dilakukan oleh Trump jauh lebih sebagai psikologi war ketimbang kemudian langkah-langkah yang sifat
05:36nyata gitu, Mbak Radit.
05:38Lalu dengan serangan yang baru saja terjadi, Prof, kira-kira akankah ancaman Trump justru lebih dulu dipatahkan oleh serangan Iran
05:48ini?
05:50Ya, secara teori pendekatan militer memang pada akhirnya lebih lakukan oleh Iran adalah langkah untuk melakukan preventif ya.
05:58Saya kira dengan langkah itu mereka kemudian mengusir dan menghalau dan seterusnya.
06:01Jadi, secara taktik militer pada akhirnya sebenarnya disampaikan dengan Trump itu membuka strategi rahasia militer ya
06:09untuk melakukan upaya mengepung dan mematahkan ruang gerak dari Iran, terutama di daerah di Slot Hormuz.
06:17Yang kedua, secara prinsipi saya kira keberadaan dari pasukan militer yang ada di Iran, Amerika yang ada di sekitar Slot
06:28Hormuz itu
06:29lebih banyak soal membangun sewar belakang, menyiapkan operasi yang sifatnya lebih besar.
06:36Oke, Bu Dina, dengan serangan yang baru saja saya sebutkan, apakah ini juga salah satu bentuk respons Iran terhadap tekanan
06:44ekonomi yang diberikan Amerika Serikat?
06:45Karena apapun taktik Donald Trump sepertinya untuk menekan dari sisi ekonomi, terutama tadi ancaman-ancaman jika melewati Slot Hormuz membayar
06:55tarif,
06:55akan ditindak tegas begitu. Bagaimana Anda melihat ini?
07:01Kalau kita melihat dari pernyataan al-jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran kan sudah pada sebutan yang sudah disampaikan adalah
07:12Amerika Serikat melakukan aksi pembajakan.
07:16Ketika posisinya sebagai pembajak laut, dan bahkan Trump juga dipernyataannya dengan bangga melakui bahwa sudah melakukan pembajakan,
07:25artinya memang Iran juga berhak ya menjaga keamanan kapalnya, sehingga saya pikir itulah alasannya Iran melakukan serangan.
07:34Dan tentu saja ini akan menjadi eskalasi ya, ketika Iran menyerang tentu Amerika Serikat juga akan melakukan pembalasan.
07:42Cuma kita perlu tunggu juga apakah Amerika Serikat mau terus melakukan serangan secara penuh seperti sebelumnya,
07:5340 hari ya, sejak 28 Februari itu, karena dari sisi amunisi, dari sisi pangkalan udara, pangkalan militer Amerika Serikat di
08:03kawasan,
08:03sekarang kan sudah rusak ya, sekitar 16 itu sudah rusak, dan diakui sendiri oleh media Amerika Serikat sendiri.
08:10Artinya Amerika Serikat juga tidak punya kemampuan penuh lagi seperti sebelumnya di tanggal 28 Februari,
08:17untuk melakukan serangan besar seperti itu terhadap Iran, sehingga mungkin saja akhirnya Amerika Serikat keluar begitu saja,
08:26seperti yang terjadi bulan Maret 2025 ketika Amerika Serikat ini ya, datang ke Laut Merah untuk menyerang Ansarullah Yaman,
08:34itu dalam 52 hari akhirnya ya pergi begitu saja, menyatakan kalah atau menang.
08:40Ya, ini lucu sekali sepertinya Prof ya, tadi dikatakan oleh Bu Dina bahwa sebenarnya yang melakukan apa ya,
08:48dalam tanda kutip, pelanggaran di Laut Hormuz atau di Laut Hormuz adalah Amerika Serikat sendiri.
08:54Tadi Bu Dina sudah mengatakan bahwa yang melakukan pembajakan adalah Amerika Serikat,
08:58karena sudah stated juga ya mereka dengan bangga membajak.
09:01Tapi lucunya, Donald Trump kemudian mengatakan ada aksi project freedom for the sake of humanity katanya,
09:10untuk kemanusiaan.
09:11Ini pernyataan dua yang bertolak belakang dan akhirnya berimplikasi pada reaksi yang memicu Iran kesal mungkin ya,
09:20saat ini dan apakah yang dilakukan sudah tepat oleh Iran, Prof?
09:25Ya, dalam teori militer kan memang upaya untuk melakukan preventif counter atau counter yang memang sifatnya
09:34mengarah pada menjaga kedualaan yang saya kira perlu dilakukan.
09:38Dan saya kira apa yang dilakukan di Iran, sejauh itu kemudian tidak terprovokasi dengan pendekatan,
09:44apa namanya, hit and run yang lalu coba diselakukan oleh Amerika Serikat di sekitar Suatu Hormuz,
09:48saya kira tidak ada masalah.
09:48Hanya masalahnya yang kedua adalah, saya tidak meyakin betul bahwa akan ada terjadi peperangan yang luar biasa di Selatan Hormuz,
09:57karena deploy pasukan, kemudian kapal perang dan leadership yang mereka kirimkan sekitar itu,
10:07tidak cukup bisa untuk menyatakan mereka melakukan agresi untuk yang jauh lebih cepat,
10:14jauh lebih eskalatif, biar bisa kata-kata serangan dan seterusnya.
10:17Jadi, walaupun nanti terjadi peperangan, justru proses kita, problem kita bukan di antara US dengan Iran,
10:25tapi juga efeknya adalah yang disampaikan dari Bunyan tadi,
10:27bahwa kondisi, apa namanya, jalur pasok, energi itu tergaguh betul,
10:34karena dua-duanya menjadi problem baru, dan itu segera menjadi problem membesar,
10:39kemudian tidak segera masuk ke meja perundingan.
10:43Nah, dengan kondisi sekarang, ada serangan dari Iran kepada kapal-kapal perang Amerika Serikat,
10:49saya ke Budina lagi, kira-kira akan bagaimana reaksi negara-negara pengguna Selatan Hormuz,
10:54seperti Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, atau negara-negara teluk lainnya misalnya,
10:58terhadap ancaman yang, bukan ancaman lagi ya, bahkan sudah aksi yang dilakukan oleh Iran ini.
11:04Tapi saya akan tanyakan itu, nanti setelah Cida Budina bisa dijawab di Sampai Indonesia Malam,
11:08total bapak bersama kami ya.
11:18Sudara kantor berita Fars Iran, melaporkan bahwa sebuah kapal perang Amerika Serikat
11:24yang bermaksud melewati Selatan Hormuz terpaksa putar balik.
11:28Kapal perang itu ditembak setelah mencoba mengabaikan peringatan dari Angkatan Lauti Iran.
11:33Laporan yang belum dapat diverifikasi secara independen mengatakan bahwa
11:36dua rudal menghantam fregat Angkatan Laut Amerika Serikat saat berlayar melalui jalur tersebut.
11:43Iran menganggap perlintasan kapal AS itu sebagai pelanggaran keamanan lalu lintas
11:48dan pelayaran di dekat Pulau Jask.
12:05Sebelumnya militer Iran merespons pernyataan Presiden Trump yang akan mengawal kapal untuk meninggalkan Selat Hormuz.
12:11Militer Iran tegaskan pasukan asing yang mendekati atau memasuki Selat Hormuz akan jadi target militer Iran.
12:18Komandan Markas Besar Militer Iran, Maizhen Ali Abdullah,
12:21telah menyatakan Selat Hormuz berada di bawah kendala, maksud kami di bawah kendali militer Iran.
12:31Kapal-kapal yang akan keluar atau masuk Selat Hormuz harus berkoordinasi dengan militer Iran.
12:37Dalam pernyataan yang dibacakan Presiden TV Iran, Maizhen Ali peringatkan pasukan bersenjata asing,
12:44terutama militer Amerika Serikat yang mencoba masuk perayaan Selat Hormuz akan jadi target militer Iran.
12:57selamat menikmati
13:23selamat menikmati
14:09selamat menikmati
14:33selamat menikmati
14:36selamat menikmati
14:46selamat menikmati
14:48selamat menikmati
14:53selamat menikmati
15:11selamat menikmati
15:39selamat menikmati
16:08selamat menikmati
16:24selamat menikmati
16:26selamat menikmati
16:45selamat menikmati
16:48selamat menikmati
17:03selamat menikmati
17:24selamat menikmati
17:26selamat menikmati
17:43selamat menikmati
18:12selamat menikmati
18:29selamat menikmati
18:44selamat menikmati
18:52selamat menikmati
19:01selamat menikmati
19:18selamat menikmati
19:30selamat menikmati
19:32selamat menikmati
19:39selamat menikmati
19:41selamat menikmati
19:44selamat menikmati
20:01selamat menikmati
20:04selamat menikmati
20:12selamat menikmati
20:15selamat menikmati
20:27selamat menikmati
20:30selamat menikmati
20:36selamat menikmati
20:37selamat menikmati
20:43selamat menikmati
20:45selamat menikmati
20:48selamat menikmati
20:49selamat menikmati
20:49selamat menikmati
20:51selamat menikmati
20:53selamat menikmati
20:56selamat menikmati
20:58selamat menikmati
21:00selamat menikmati
21:00selamat menikmati
21:01ketika kohesi di antara negara-negara sesama negara teluk ini semakin rapuh,
21:06tentu situasinya akan, menurut saya, ini blessing in this case ya.
21:13Artinya, mereka kemudian berpikir untuk menyelamatkan diri masing-masing.
21:18Nah, menyelamatkan diri masing-masing artinya bersikap rasional.
21:22Saat ini kebanyakan masih belum rasional, masih takut kepada Amerika Serikat.
21:27Seandainya mereka mementingkan kepentingan nasionalnya masing-masing,
21:31itu tinggal mengatakan kepada Amerika Serikat, tolong keluar dari tanah kami.
21:35Kami nggak mau tanah kami dijadikan basis serangan ke Iran.
21:38Dan kemudian Iran kan sudah menjanjikan, kalau tidak dijadikan basis serangan, ya nggak akan diserang lagi.
21:44Artinya, mudah-mudahan ini proses menuju ke semakin rapuhnya persekutuan antara Amerika Serikat dan negara-negara teluk.
21:52Dan negara teluk ini menjadi semakin mandiri dan berani untuk mengambil keputusan bersama dengan semua negara di kawasan
22:00untuk menjaga keamanan mereka sendiri tanpa perlu bergantung kepada Amerika Serikat.
22:05Dan tentu saja kuncinya sebenarnya ada di Israel ya, tanpa perlu berusaha melindungi Israel lagi.
22:11Ya sudah, biarkan saja Israel sendirian untuk melawan para pejuang Palestina.
22:16Selama ini kan situasi ini, jadi karena memang Amerika Serikat itu terus-menerus berusaha melindungi Israel kan.
22:21Ya, ya. Ini menariknya begini, saya ke Prof Muradi lagi.
22:26Sebenarnya ada makna strategi ganda yang diterapkan oleh Donald Trump.
22:30Dual track lah ya, boleh dibilang begitu.
22:32Yang diterapkan Amerika Serikat di sini dalam hal ini Donald Trump.
22:36Ya ini operasi militer atau penjagaan kapal sekaligus berusaha untuk mengamankan aset-aset.
22:42Dan juga ada ancaman sanksi.
22:45Nah kira-kira apakah ini pendekatan klasik carrot and stick alat Trump?
22:49Anda melihatnya atau ada analisis lain?
22:52Ya, kalau itu digunakan, dia ada dua syarat.
22:56Pertama, saat konsultasi di internal itu solid ya.
23:00Katakanlah penamanya didukung oleh Kongres, kemudian militernya solid.
23:05Yang kedua adalah sekutu mereka juga solid.
23:09Nah, dua syarat ini nggak terpenuhi mas.
23:10Jadi kalau saya menangkap bahwa ini memang acak saja cara-cara yang kemudian saya kira tidak terukur secara politik dan
23:20tidak terukur secara pertahanan.
23:21Artinya memang secara prinsip, nggak ada ukurannya ini.
23:24Kalaupun disampaikan, lebih banyak kemudian lebih menjadi say war saja ketimbang misalnya praktiknya.
23:28Karena begini, kalau misalnya betul apa namanya titik penyerangan terhadap frigat Amerika Serikat itu adalah titik konsolidasi militer,
23:37maka kita akan lihat akan ada mobilisasi militer besar-besaran ke satu murus dan juga sekitaran Iran ya.
23:45Kalau itu kita tunggu satu-dua minggu nih.
23:48Tapi kalau tidak ada, maka saya meyakini betul bahwa strategi yang disampaikan tadi,
23:52saya kira lebih banyak soal berada di lingkarannya kepala, lingkarannya Pak Trump dan orang-orang peternakan mereka.
23:58Karena perayangan misalnya begini, berkali-kali misalnya Menteri Perang mereka kemudian berdialog yang segera tidak terlalu substansi ya.
24:09Terkait dengan misalnya bagaimana kemudian mereka harus menanggung jawabkan pandangan pengiriman pasukan
24:14yang harus izin ataupun penetapan dari Kongres.
24:22Itu yang sampai hari ini kemudian jadi masalah baru.
24:24Jadi kalaupun menanti bergeser pada level-level tertentu, saya meyakini betul bahwa
24:28Iran akan kemudian menarik sebagian besar tentaranya dan kemudian akan memilih untuk berunding.
24:35Dengan asumsi tadi, akan ada titik temu yang saya kira sama-sama beruntungkan.
24:40Itu yang saya kira hari ini saya melihatnya ada ruang itu.
24:43Oke.
24:44Bisa sama-sama dalam perundingan begitu.
24:46Prof. Muradi meyakini akan ada perundingan ujung-ujungnya begitu.
24:50Nah, kalau gitu saya ke Budina, kira-kira ada nggak peluang negosiasi damai yang lebih besar
24:56pasca operasi ini mengingat Trump juga sedang meninjau proposal Iran kan kemarin ini ya Budina?
25:02Ya, saat ini Trump itu menghadapi tekanan dari dua kubu besar.
25:10Yang pertama kubu yang pro-perang, inginnya perang itu terus berlanjut.
25:13Siapa itu? Perusahaan minyak.
25:15Perusahaan minyak ini jelas untung ya ketika harga minyak terus naik seperti sekarang.
25:19Yang kemudian juga perusahaan militer ya.
25:23Dan yang ketiga itu Israel.
25:24Nah, tapi kan juga ada di dalam negeri yang betul-betul inginnya perang segera selesai.
25:29Terutama rakyat Amerika Serikat sendiri yang mengalami kesulitan ekonomi akibat perang.
25:34Dan juga politisi yang bicara soal bagaimana nih nasib Republikan ketika pemilu selan nanti.
25:43Kalau terus-menerus perang mereka bisa kehilangan suara.
25:46Dan juga bisnismen yang butuh stabilitas untuk melanjutkan investasi dan lain-lain.
25:53Nah, sekarang kalau dari dalam negeri saya pikir tarik-menarik dua kubu ini yang akan berperan untuk melihat atau untuk
26:02menentukan kemana arah Trump akan berujung ya.
26:06Apakah dia mau tunduk, duduk di meja perundingan atau melanjutkan perang.
26:11Tapi saya sih setuju dengan Prof. Muradi tadi ya bahwa pada akhirnya Amerika Serikat itu mau ya untuk berunding.
26:17Karena memang besar sekali kerugian yang dialami Amerika Serikat saat ini.
26:22Dan tekanan-tekanan itu kan juga besar juga.
26:27Sehingga mungkin saja ada perundingan.
26:30Tapi dengan posisi yang seperti sekarang, Iran yang di atas angin.
26:37Tentu syarat-syarat yang akan didiskusikan itu adalah syarat-syarat yang dari Iran.
26:43Nah, sekarang apakah kemudian Trump akan tunduk, sangat mungkin tunduk atau memenuhi keinginan Iran terutama penghentian perang.
26:53Seandainya tekanan terus diberikan kepada Trump oleh berbagai yang tadi saya sebutkan.
26:58Saya punya pertanyaan yang mungkin bisa dijawab singkat oleh Prof. Muradi karena waktu kita terbatas Prof.
27:04Saya memang lebih pantas ini tanyakan pada ekonom.
27:06Tapi saya ingin tanyakan hal ini dalam konteks politik dan keamanan dalam negeri.
27:10Kira-kira bagaimana implikasi jangka panjang Indonesia sebagai negara importer minyak?
27:13Karena kan kalau kacau terus-menerus seperti ini, ya seperti kita tahu BBM non-subsidi saja sudah naik.
27:19Ini juga bisa menimbulkan instabilitas keamanan dalam negeri, Prof.
27:24Ya, kos untuk rantai pasoknya makin besar ya.
27:27Kita akan beli dari Rusia, itu hampir dua kali lipat dari ongkos rantai pasoknya.
27:32Nah, jadi yang pasti harga BBM akan membubung ya, dan itu yang membawa kita jadi kerepotan.
27:40Karena apa? Karena pasok ini.
27:41Karena sampai hari ini kita tidak dalam posisi yang mendekat ke Iran.
27:45Itu yang saya kira tidak dilakukan.
27:47Itu yang sebenarnya tidak dilakukan oleh kita.
27:49Padahal Thailand, kemudian Malaysia ya, bahkan Vietnam itu merapat ke Iran.
27:54Itu yang saya agak khawatir sebenarnya kita akan punya cadangan minyak yang tidak terlalu.
28:00Karena butuh 50 hari untuk dari Rusia ke kita.
28:04Sementara dari Iran ke kita, itu tidak sampai 20 hari, Mas.
28:07Jadi saya kira ini serius kita menjadi imbas atau efek dari peperangan yang berada di sini, Mas.
28:15Oke, seperti negara-negara teluk yang tadi dikatakan Budina terlalu patuh dengan Amerika Serikat,
28:21ya kenapa juga tidak dengan Indonesia, jangan terlalu patuh juga gitu ya.
28:25Kita saatnya merapat ke Iran mungkin, untuk menjaga kepentingan nasional terlebih dahulu.
28:30Nanti memang kalau memang ada implikasi jangka panjang terhadap hubungan kita dengan Amerika Serikat,
28:35itu bisa disusun kembali, rearrange kembali.
28:37Baik, terima kasih Prof. Muradi dan juga Ibu Dina Sulaiman telah berbagi perspektifnya malam hari ini di Sapa Indonesia Malam.
28:45Kita jumpa lain waktu, selamat malam, sampai jumpa.
28:48Selamat malam, makasih.
28:50Saudara, perang Amerika Serikat dengan Iran akankah berlanjut?
28:53Presiden Trump tunggu keputusan Kongres.
28:56Ulasannya sesaat lagi kami hadirkan Tuhan.
Komentar

Dianjurkan