Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Mengutip pemberitaan dari Al Jazeera, sebuah kapal perang AS yang bermaksud melewati Selat Hormuz terpaksa putar balik.

Kapal perang itu diserang angkatan laut Iran setelah mencoba mengabaikan peringatan dari Garda Revolusi untuk berhenti.

Iran menganggap perlintasan kapal AS itu sebagai pelanggaran keamanan lalu lintas dan pelayaran di dekat Pulau Jask, Selat Hormuz.

Serangan itu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan misi angkatan laut bernama "Project Freedom" untuk mengawal kapal-kapal yang terjebak keluar dari Selat Hormuz pada Senin (4/5/2026).

Komando militer Iran mengeluarkan pernyataan pada hari Senin (4/5/2026), yang menyatakan bahwa kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz harus berkoordinasi.

"Kami memperingatkan bahwa setiap pasukan bersenjata asing terutama militer AS yang agresif yang bermaksud mendekati atau memasuki Selat Hormuz akan menjadi sasaran," pernyataan Mayor Jenderal Pilot Ali Abdollahi, Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya.

Baca Juga Analisis Pengamat soal Project Freedom Trump di Hormuz, Jadi Angin Segar atau Perbesar Eskalasi? di https://www.kompas.tv/internasional/666970/analisis-pengamat-soal-project-freedom-trump-di-hormuz-jadi-angin-segar-atau-perbesar-eskalasi

#trump #iran #as #selathormuz


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/666972/memanas-kapal-perang-as-diserang-iran-saat-coba-lintasi-selat-hormuz
Transkrip
00:16Selamat menikmati
00:46Selamat menikmati
01:28Selamat menikmati
01:56Selamat menikmati
02:15Selamat menikmati
02:48Selamat menikmati
03:00Selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan