00:02Kembali kompasnya saudara, lebih dari seribu kapal nelayan berukuran di atas 30 gros tonase di Pati, Jawa Tengah
00:08tidak melaut akibat kenaikan harga BBM non-subsidi.
00:12Harga BBM non-subsidi yang biasanya digunakan kini mencapai 30 ribu rupiah per liter
00:17dan dirasakan membebani para nelayan maupun pemilik kapal.
00:31Kapal-kapal nelayan berukuran di atas 30 gros tonase atau memiliki volume kotor lebih dari 31-an tonase
00:38yang berada di Juana Pati, Jawa Tengah ini tak lagi bisa melaut.
00:43Menurut nelayan sekitar, lebih dari seribu kapal nelayan berukuran di atas 30 GT berhenti beraktifitas untuk sementara
00:51karena kenaikan harga bahan bakar minyak non-subsidi yang biasa mereka gunakan,
00:55yakni dari harga 17 ribu rupiah per liter menjadi 30 ribu rupiah per liter.
01:01Kenaikan tersebut membuat biaya operasional kapal melonjak.
01:05BBM yang terlalu mahal dan tidak bisa menjangkau untuk biaya operasionalnya.
01:13Jangan semua, ada sekitar 1 ribu rupiah kapal yang tidak melaut.
01:18Ya, tidak ada, nganggur.
01:21Semoga pemerintah dapat menurunkan harga BBM dan nelayan bisa melaut seperti yang dunggu gitu mas.
01:32Para pemilik kapal pun mengeluhkan kenaikan harga BBM non-subsidi yang mencapai 30 ribu rupiah per liter,
01:39mengingat 70 persen biaya operasional kapal berasal dari BBM.
01:42Tuntutan nelayan saat ini harga BBM non-subsidi untuk perikanan tangkap,
01:51kita minta keadilan dengan harga 2 kali harga BBM subsidi.
02:01Harga saat ini untuk BBM subsidi 6.800,
02:06untuk kapal non-subsidi itu 30 ribu saat ini.
02:13Jadi kosnya terlalu besar,
02:16kita nelayan 70 persen biaya pemberangkatan kapal itu dari BBM.
02:26Kondisi ini turut berdampak pada nelayan yang kini menganggur,
02:29serta aktivitas pelelangan ikan yang menjadi sepi,
02:32hingga sektor pengolahan ikan yang ikut berhenti beroperasi.
02:36Para nelayan dan juga pemilik kapal berharap ada solusi dari pemerintah terkait hal tersebut.
02:42Mengingat kenaikan harga BBM non-subsidi ini sangat berdampak pada perekonomian mereka.
02:48Iuhan Miftahuddin, Pati, Jawa Tengah.
02:53Berbulan-bulan tidak bisa melaut nelayan di Kabupaten Pati
02:56menggelar aksi demonstrasi menuntut penurunan harga BBM non-subsidi yang dinilai memberatkan.
03:03Nelayan tolga utama ekonomi,
03:07petani nelayan penting,
03:10tapi bagaimana kita bisa melaut?
03:12Masa nelayan menggelar aksi di alun-alun simpang lima pati.
03:15Masa menuntut pemerintah segera menurunkan harga BBM non-subsidi.
03:20Nelayan juga mendesak agar pemerintah menetapkan harga khusus
03:24bagi nelayan atau kapal perikanan di atas 30 gros ton di kisaran Rp10.000 hingga maksimal Rp13.600 per liter
03:33atau paling tinggi dua kali lipat harga solar subsidi.
03:36Para nelayan kapal di atas 30 gros ton mengaku sejak kenaikan harga BBM beberapa bulan terakhir,
03:43mereka terpaksa tidak melaut karena biaya operasional yang terlalu tinggi.
03:47Sementara harga jual iklan di pasaran normal sehingga pendapatan mereka lebih rendah dari biaya operasional melaut.
03:55Akibat kondisi itu, lebih dari seribu kapal nelayan tidak beroperasi
03:59dan diperkirakan puluhan ribu nelayan kini menganggur.
04:05Harga BBM bisa turun.
04:09Kami sudah 3 bulan belum naik sampai ruasa sampai sekarang.
04:17Belum naik karena harga BBM sangat tinggi sekali.
04:20Harga solar sangat tinggi.
04:23Juga harga itu tidak melikuti.
04:27Kalau harga itu tidak melikuti, tidak bisa melalui.
04:41Aksi protes dilakukan para nelayan sebagai buntut kenaikan harga BBM non-subsidi.
04:47Informasi selengkapnya akan disampaikan Junos Kompas TV, Febriana Mila, dan Jurukamera Deddy Setio.
04:52Mila, untuk saat ini bagaimana aksi para nelayan di lokasi demo unjuk rasa
04:57terkait dengan kenaikan harga BBM non-subsidi yang mengganggu dan membebani biaya operasional melaut mereka.
05:06Ya, Juno dan juga saudara, untuk siang hari ini para pendemo dari nelayan di wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah
05:14sudah membubarkan diri.
05:16Tadi sekitar pukul 10 mereka sudah bubar.
05:19Di mana dari jajaran Perkopimda dan juga dari pejabat Bupati Kabupaten Pati tadi menemui para pendemo nelayan
05:28di mana tadi juga ada proses penanda tanganan terkait dengan aspirasi yang nantinya akan disampaikan kepada pemerintah pusat
05:36dan juga kementerian kelautan dan juga perikanan di mana untuk aspirasi yang tadinya ditanda tangani bersama-sama oleh jajaran Perkopimda
05:44dan juga dengan perwakilan dari para nelayan di wilayah Kabupaten Pati terkait dengan tuntutan mereka
05:51untuk pemerintah Kabupaten Pati dan juga DPRD ini tentunya akan melakukan aspirasi
05:59atau menyampaikan aspirasi dari nelayan Kabupaten Pati untuk bisa menurunkan harga BBM non-subsidi
06:07yang memang digunakan para nelayan ataupun kapal-kapal perikanan di wilayah Kabupaten Pati
06:13di atas 30 gros ton untuk volume kapalnya seperti itu.
06:19Dan kemudian untuk aspirasi ini tadi dari masyarakat ataupun nelayan Kabupaten Pati
06:28menyampaikan selain mendesak pemerintah untuk menurunkan harga BBM non-subsidi
06:34juga mendesak pemerintah untuk memberikan harga BBM khusus bagi nelayan
06:40dan juga kapal-kapal perikanan di seluruh wilayah Indonesia
06:44karena memang untuk diketahui saat ini harga BBM non-subsidi yang digunakan oleh para nelayan
06:51harganya sudah mencapai Rp26.000 hingga Rp30.000 per liternya.
06:56Tentunya harga ini sangat naiknya cukup signifikan
07:00yakni sudah dua kali naik sejak perang di Timur Tengah
07:03sejak bulan Maret seperti itu sehingga mengakibatkan ribuan
07:09ataupun sekitar 1.200 kapal dari nelayan yang memiliki kapal
07:15dengan volume 30 gros di atas 30 gros ton ini tidak bisa melaut seperti itu.
07:20Dan mereka juga merasa tidak adanya keadilan dari pemerintah terhadap kapal nelayan kecil
07:27maupun yang kapal-kapal di atas 30 gros ton ini
07:30karena untuk kapal-kapal kecil ini bisa menggunakan
07:34ataupun kapal di bawah 30 gros ton bisa menggunakan BBM subsidi
07:39yakni solar dengan harga Rp6.800 per liter
07:42sementara kapal-kapal di atas 30 gros ton ini harus
07:46ataupun diwajibkan untuk menggunakan BBM non-subsidi
07:50yang harganya sudah mencapai Rp26.000 hingga Rp30.000 per liternya.
07:55Dan perbedaan ini ataupun ketidakadilan ini dirasa memberatkan bagi para nelayan tentunya
08:02karena untuk harga jual ikannya sendiri ini pun tidak ada kenaikan seperti itu.
08:09Baik, kita nantikan bagaimana terkait dengan tuntutan para nelayan
08:14terutama kapal di atas 30 gros ton dan dapat solusi untuk melaut
08:19dan mengurangi beban operasional terkait dengan melaut.
08:22Terima kasih rekan Febriana Mila dan juga juru kamera Dedy Setio dari Pati, Jawa Tengah.
08:27Terima kasih.
Komentar