Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Lebih dari seribu kapal nelayan berukuran di atas tiga puluh gross tonage di Pati, Jawa Tengah, tidak melaut akibat kenaikan harga bahan bakar minyak non-subsidi.

Harga BBM non-subsidi yang biasa digunakan kini mencapai tiga puluh ribu rupiah per liter dan dirasakan membebani para nelayan maupun pemilik kapal.

Kapal-kapal nelayan berukuran di atas tiga puluh gross tonage atau memiliki volume kotor lebih dari 30 satuan tonase yang berada di Juwana, Pati, Jawa Tengah ini tidak lagi bisa melaut.

Menurut nelayan sekitar, lebih dari seribu kapal nelayan berukuran di atas 30 G-T berhenti beraktivitas untuk sementara karena kenaikan harga bahan bakar minyak non-subsidi yang biasa mereka gunakan.

Yaitu dari harga tujuh belas ribu rupiah per liter menjadi tiga puluh ribu rupiah per liter. Kenaikan tersebut membuat biaya operasional kapal melonjak.

#pati #nelayan #bbm

Baca Juga Dosen HI Bahas Iran Desak AS Hentikan Blokade Selat Hormuz Dalam 1 Bulan, Apa yang Dilakukan AS? di https://www.kompas.tv/internasional/666877/dosen-hi-bahas-iran-desak-as-hentikan-blokade-selat-hormuz-dalam-1-bulan-apa-yang-dilakukan-as



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/666879/kenaikan-bbm-nonsubsidi-nelayan-di-pati-berhenti-melaut-kompas-siang
Transkrip
00:02Kembali kompasnya saudara, lebih dari seribu kapal nelayan berukuran di atas 30 gros tonase di Pati, Jawa Tengah
00:08tidak melaut akibat kenaikan harga BBM non-subsidi.
00:12Harga BBM non-subsidi yang biasanya digunakan kini mencapai 30 ribu rupiah per liter
00:17dan dirasakan membebani para nelayan maupun pemilik kapal.
00:31Kapal-kapal nelayan berukuran di atas 30 gros tonase atau memiliki volume kotor lebih dari 31-an tonase
00:38yang berada di Juana Pati, Jawa Tengah ini tak lagi bisa melaut.
00:43Menurut nelayan sekitar, lebih dari seribu kapal nelayan berukuran di atas 30 GT berhenti beraktifitas untuk sementara
00:51karena kenaikan harga bahan bakar minyak non-subsidi yang biasa mereka gunakan,
00:55yakni dari harga 17 ribu rupiah per liter menjadi 30 ribu rupiah per liter.
01:01Kenaikan tersebut membuat biaya operasional kapal melonjak.
01:05BBM yang terlalu mahal dan tidak bisa menjangkau untuk biaya operasionalnya.
01:13Jangan semua, ada sekitar 1 ribu rupiah kapal yang tidak melaut.
01:18Ya, tidak ada, nganggur.
01:21Semoga pemerintah dapat menurunkan harga BBM dan nelayan bisa melaut seperti yang dunggu gitu mas.
01:32Para pemilik kapal pun mengeluhkan kenaikan harga BBM non-subsidi yang mencapai 30 ribu rupiah per liter,
01:39mengingat 70 persen biaya operasional kapal berasal dari BBM.
01:42Tuntutan nelayan saat ini harga BBM non-subsidi untuk perikanan tangkap,
01:51kita minta keadilan dengan harga 2 kali harga BBM subsidi.
02:01Harga saat ini untuk BBM subsidi 6.800,
02:06untuk kapal non-subsidi itu 30 ribu saat ini.
02:13Jadi kosnya terlalu besar,
02:16kita nelayan 70 persen biaya pemberangkatan kapal itu dari BBM.
02:26Kondisi ini turut berdampak pada nelayan yang kini menganggur,
02:29serta aktivitas pelelangan ikan yang menjadi sepi,
02:32hingga sektor pengolahan ikan yang ikut berhenti beroperasi.
02:36Para nelayan dan juga pemilik kapal berharap ada solusi dari pemerintah terkait hal tersebut.
02:42Mengingat kenaikan harga BBM non-subsidi ini sangat berdampak pada perekonomian mereka.
02:48Iuhan Miftahuddin, Pati, Jawa Tengah.
02:53Berbulan-bulan tidak bisa melaut nelayan di Kabupaten Pati
02:56menggelar aksi demonstrasi menuntut penurunan harga BBM non-subsidi yang dinilai memberatkan.
03:03Nelayan tolga utama ekonomi,
03:07petani nelayan penting,
03:10tapi bagaimana kita bisa melaut?
03:12Masa nelayan menggelar aksi di alun-alun simpang lima pati.
03:15Masa menuntut pemerintah segera menurunkan harga BBM non-subsidi.
03:20Nelayan juga mendesak agar pemerintah menetapkan harga khusus
03:24bagi nelayan atau kapal perikanan di atas 30 gros ton di kisaran Rp10.000 hingga maksimal Rp13.600 per liter
03:33atau paling tinggi dua kali lipat harga solar subsidi.
03:36Para nelayan kapal di atas 30 gros ton mengaku sejak kenaikan harga BBM beberapa bulan terakhir,
03:43mereka terpaksa tidak melaut karena biaya operasional yang terlalu tinggi.
03:47Sementara harga jual iklan di pasaran normal sehingga pendapatan mereka lebih rendah dari biaya operasional melaut.
03:55Akibat kondisi itu, lebih dari seribu kapal nelayan tidak beroperasi
03:59dan diperkirakan puluhan ribu nelayan kini menganggur.
04:05Harga BBM bisa turun.
04:09Kami sudah 3 bulan belum naik sampai ruasa sampai sekarang.
04:17Belum naik karena harga BBM sangat tinggi sekali.
04:20Harga solar sangat tinggi.
04:23Juga harga itu tidak melikuti.
04:27Kalau harga itu tidak melikuti, tidak bisa melalui.
04:41Aksi protes dilakukan para nelayan sebagai buntut kenaikan harga BBM non-subsidi.
04:47Informasi selengkapnya akan disampaikan Junos Kompas TV, Febriana Mila, dan Jurukamera Deddy Setio.
04:52Mila, untuk saat ini bagaimana aksi para nelayan di lokasi demo unjuk rasa
04:57terkait dengan kenaikan harga BBM non-subsidi yang mengganggu dan membebani biaya operasional melaut mereka.
05:06Ya, Juno dan juga saudara, untuk siang hari ini para pendemo dari nelayan di wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah
05:14sudah membubarkan diri.
05:16Tadi sekitar pukul 10 mereka sudah bubar.
05:19Di mana dari jajaran Perkopimda dan juga dari pejabat Bupati Kabupaten Pati tadi menemui para pendemo nelayan
05:28di mana tadi juga ada proses penanda tanganan terkait dengan aspirasi yang nantinya akan disampaikan kepada pemerintah pusat
05:36dan juga kementerian kelautan dan juga perikanan di mana untuk aspirasi yang tadinya ditanda tangani bersama-sama oleh jajaran Perkopimda
05:44dan juga dengan perwakilan dari para nelayan di wilayah Kabupaten Pati terkait dengan tuntutan mereka
05:51untuk pemerintah Kabupaten Pati dan juga DPRD ini tentunya akan melakukan aspirasi
05:59atau menyampaikan aspirasi dari nelayan Kabupaten Pati untuk bisa menurunkan harga BBM non-subsidi
06:07yang memang digunakan para nelayan ataupun kapal-kapal perikanan di wilayah Kabupaten Pati
06:13di atas 30 gros ton untuk volume kapalnya seperti itu.
06:19Dan kemudian untuk aspirasi ini tadi dari masyarakat ataupun nelayan Kabupaten Pati
06:28menyampaikan selain mendesak pemerintah untuk menurunkan harga BBM non-subsidi
06:34juga mendesak pemerintah untuk memberikan harga BBM khusus bagi nelayan
06:40dan juga kapal-kapal perikanan di seluruh wilayah Indonesia
06:44karena memang untuk diketahui saat ini harga BBM non-subsidi yang digunakan oleh para nelayan
06:51harganya sudah mencapai Rp26.000 hingga Rp30.000 per liternya.
06:56Tentunya harga ini sangat naiknya cukup signifikan
07:00yakni sudah dua kali naik sejak perang di Timur Tengah
07:03sejak bulan Maret seperti itu sehingga mengakibatkan ribuan
07:09ataupun sekitar 1.200 kapal dari nelayan yang memiliki kapal
07:15dengan volume 30 gros di atas 30 gros ton ini tidak bisa melaut seperti itu.
07:20Dan mereka juga merasa tidak adanya keadilan dari pemerintah terhadap kapal nelayan kecil
07:27maupun yang kapal-kapal di atas 30 gros ton ini
07:30karena untuk kapal-kapal kecil ini bisa menggunakan
07:34ataupun kapal di bawah 30 gros ton bisa menggunakan BBM subsidi
07:39yakni solar dengan harga Rp6.800 per liter
07:42sementara kapal-kapal di atas 30 gros ton ini harus
07:46ataupun diwajibkan untuk menggunakan BBM non-subsidi
07:50yang harganya sudah mencapai Rp26.000 hingga Rp30.000 per liternya.
07:55Dan perbedaan ini ataupun ketidakadilan ini dirasa memberatkan bagi para nelayan tentunya
08:02karena untuk harga jual ikannya sendiri ini pun tidak ada kenaikan seperti itu.
08:09Baik, kita nantikan bagaimana terkait dengan tuntutan para nelayan
08:14terutama kapal di atas 30 gros ton dan dapat solusi untuk melaut
08:19dan mengurangi beban operasional terkait dengan melaut.
08:22Terima kasih rekan Febriana Mila dan juga juru kamera Dedy Setio dari Pati, Jawa Tengah.
08:27Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan