00:00Kemudian saya ke Mas Anton, jika bola ini ada di Amerika Serikat tapi tetap dia tidak mau melepas gitu ya,
00:06blok ada di Selat Hormuz, mungkin adakah cara lain misalnya mengoper bola ke Tiongkok untuk menekan Iran juga membuka Selat
00:13Hormuz, Mas?
00:14Ya, ini tadi saya bilang, ketika tadi Pak Mustafa sedang ingatkan bahwa nanti presenya akan melebar gitu.
00:21Jadi ketika melebar, kalau misalnya ke Semenanjung Teluk, negara-negara Teluk juga terdampak.
00:26Kalau bagi Tiongkok kan Tiongkok tidak terlalu banyak terdampak dari sini.
00:31Tapi negara-negara sekitar, ada Asia Timur, misalnya ada yang Jepang, Korsel, lalu juga ada negara-negara Teluk,
00:37apalagi kalau misalnya sampai blokade itu merempet ke Selat Bapel Mandep yang di bagian bawahnya itu kan buat gangguannya jauh
00:44lebih besar gitu.
00:45Jadi memang kemudian mau tidak mau, Amerika Serikat harus mencari cara sebenarnya, mencari cara.
00:52Apakah misalnya Pakistan saja cukup? Bagi saya sih belum cukup.
00:57Kenapa? Karena Pakistan kemudian misalnya itu kan bisa dianggap berat sebelah.
01:00Karena dia cuma hanya memprace gitu ya, mengucapkan terima kasih kepada misalnya pihak Amerika Serikat gitu ya,
01:07yang sudah untuk extended unilateral ceasefire tanpa ada.
01:11Kemudian dia memprace misalnya atau mencoba mempujuk gitu ya,
01:15bermurah hati pujian kepada Iran misalnya, bagaimana kemudian ingin melunakan Iran gitu.
01:20Tapi, ya itu satu. Kedua memang, apakah kemudian misalnya untuk mencolek Ir, mencolek Cina atau mencolek Rusia,
01:30itu hal yang mungkin. Karena bagaimanapun juga kan, yang mempujuk Iran selama ini adalah dua negara itu.
01:35Jadi dua negara itu memang bisa untuk kemudian diajak duduk berunding.
01:39Jadi ketika misalnya Irannya tidak mau, kemudian mereka diajak duduk berunding,
01:44bagaimana kemudian bisa membujuk Iran untuk duduk.
01:46Tapi kan problemnya, apakah Amerika Serikat Trump mau gitu?
01:49Trump kan memang punya rencana untuk kemudian bertemu sama si Jinping di pertengah ini.
01:54Apakah kemudian dia ingin membuka mencari cara itu?
01:57Ya, itu adalah saksesnya. Bagi saya sih, untuk membuka percakapan dengan Cina,
02:02itu adalah lebih cepat jauh lebih baik. Kenapa?
02:05Karena tadi ini, kos ini, kalau misalnya dia akan semakin tinggi, akan semakin sulit untuk dikendalikan.
02:10Jadi memang pilihannya adalah, kalau misalnya sama Iran buntu gitu, apalagi kalau dengan blokade,
02:14yang mau tidak mau memang dia harus berbicara dengan yang selama ini menopang Iran.
02:18Adalah salah satunya adalah Rusia, atau Cina, atau keduanya.
02:21Karena bagi saya, kemudian bisa jadi yang melunakan Iran adalah mereka berdua.
02:25Karena bagi Iran, yang dia akan butuh kepastian kan adalah ada assurance, ada jaminan.
02:31Siapa yang bisa menjamin bahwa nanti Amerika Serikat, Trump, itu tidak melakukan serangan seperti ini lagi.
02:36Jadi kan, jaminan itu bisa saja kemudian diberikan oleh Trump kepada negara-negara yang selama ini menyokong Iran.
02:43Entah itu Cina atau Rusia, masalahnya mau nggak Amerika untuk melakukan itu, bernegosiasi yang juga tidak langsung.
02:49Karena toh, dengan Pakistan juga kan, sebenarnya negosiasinya juga tidak langsung.
02:54Mereka tidak langsung berhadapan-hadapan, tapi dengan messenger yang namanya Pakistan.
02:58Jadi bisa saja kemudian messenger-nya diubah, entah itu nanti dengan Cina, atau dengan Rusia.
03:03Atau Rusia misalnya sudah diberikan oleh Trump dengan mencabut sebagian sanksi embargo untuk minyak misalnya.
03:11Nah, ini bagaimana?
03:12Jadi bagi saya memang salah satu back channel yang lain yang juga bisa dimanfaatkan tentu saja adalah siapa yang selamanya
03:18menopang Iran.
03:19Namanya tentu ada Cina dan Rusia.
03:21Problemnya lah, mau nggak Amerika Serikat?
03:23Misalnya nanti dalam kunjungan yang kemudian dipercepat, kemudian dia membuka opsi itu untuk perdamaian.
03:28Bagaimana menegosiasikan sepuluh itu, lalu dengan Cina, dengan apa namanya, atau dengan Rusia.
03:35Walaupun ada, tentu saja nanti akan ada bunga-bunga kompensasi apa yang mereka dapatkan.
03:39Itu adalah bagian dari, kemudian dari negosiasi, bagian dari bunga yang akan bisa diambil oleh seorang messenger.
03:48Itu adalah kan pilihan.
03:49Tapi bagi saya adalah salah satu channel lain, kalau memang kita ingin memperkaya, tidak hanya terpaku pada Pakistan misalnya,
03:55ya tentu saja adalah pilihannya adalah kepada Rusia atau kepada Cina.
03:59Karena mereka lah selama ini yang bisa, yang didengarkan oleh Iran.
04:02Jadi belum tentu, tapi yang didengarkan oleh Iran.
04:05Dan Iran tentu saja yang selama ini juga ngerasa banyak dibantu ketika Iran yang lebih dari 40 tahun dapat sanksi,
04:12ya dua negara besar itulah yang banyak membantu Iran.
04:14Jadi bagi saya, memperkaya channel-channel untuk membangun perdamaian itu menjadi kunci.
04:22Itu pilihan.
04:22Amerika tuh sudah pernah melakukan komunikasi.
04:24Jadi Trump sudah pernah melakukan komunikasi dengan Putin.
04:27Why not dengan Cina?
04:28Kenapa enggak untuk kemudian percakapan itu kemudian lebih diinstitusionalisasi dan lebih diperkaya dan lebih diperkuat.
04:35Bagi saya itu pilihan-pilihan yang rasional, Mas Brey.
04:38Oke, nah kalau menurut Pak Mustafa, bagaimana Pak?
04:40Ini dengan Pakistan sebagai mediator sepertinya kok belum menunjukkan progres gitu ya.
04:45Apakah tadi kita perlu ngajak juga Rusia dan juga Tiongkok untuk berundi dengan Amerika Serikat?
04:50Apakah ini bisa menjadi jalan keluar atau justru semakin rumit nanti?
04:54Karena tentunya tadi kata Pak Anton juga banyak syarat-syarat lain ya pasti yang akan mengikuti gitu.
05:00Ya tentu.
05:01Bagaimanapun sekarang Pakistan itu sebagai mediator inti ya.
05:05Jika ada negara lain, apalagi sekelas Cina dan Rusia yang punya hubungan sangat baik dengan Iran ya.
05:15Ikut terlibat baik langsung maupun tidak langsung.
05:19Ya tentu ini positif.
05:20Sekarang itu kita cari siapalah sekarang yang bisa mencairkan situasi di Tiongkok di Selat Rombos ini.
05:26Siapa? Kita, Eropa, Cina, silahkan.
05:32Siapa yang bisa membantu Pakistan misalnya?
05:35Atau misalnya mereka melobbi langsung Amerika atau Iran.
05:39Kalau Iran saya kira mudah mas ya.
05:41Jadi kalau misalnya Iran, asalkan Amerika mencabut blokade-nya ke pelabuhan-pelabuhan Iran saat ini ya.
05:48Hari ini pun juga, apa namanya, Iran akan mencabut blokade-nya terhadap selat rombos.
05:54Iran akan mengumumkan bahwa selat rombos terbuka lagi.
06:01Asalkan Amerika juga mengumumkan mencabut blokade-nya.
06:05Jadi tadi kembali kuncinya ada di Washington DC.
06:08Dan sepertinya katakan tadi, ada upaya Pakistan yang terus-menerus ya.
06:12Untuk mencari titik temu ini.
06:15Termasuk tadi usulan supaya Amerika membebaskan awak kapal kargo Tuska milik Iran.
06:23Ini salah satu upaya Pakistan, walaupun belum tentu juga.
06:27Jika ada negara lain ingin memperkuat upaya Pakistan ini, tentu diharapkan.
06:33Disambut positif ya, siapapun.
06:34Misalnya China, atau misalnya Rusia, atau lainnya.
06:40Silahkan.
06:41Jadi sekarang itu bagaimana segera mungkin krisis selat rombos ini selesai.
06:47Terus kemudian Pak Mustafa, jika memang sekarang mungkin ada pembicaraan yang berlangsung di balik layar gitu.
06:55Antara Pakistan, Amerika Serikat, dan juga Iran.
06:58Nanti jika memang terwujud ada negosiasi tahap kedua gitu.
07:02Apakah memang di sini Pakistan menjadi kuncinya untuk membuat draft kesepakatan antara kedua belah pihak atau seperti apa Pak?
07:07Nah, kalau proses yang terjadi seperti sekarang, bagaimana Pakistan ini adalah menjadi mediator utamanya ya.
07:19Tentu Pakistan akan berperan untuk menyusun draftnya.
07:23Kalau sudah ditemukan titik-titik temunya antara Amerika dan Iran.
07:29Misalnya untuk mencari penyelesaian secara komisi, tidak mungkin dalam waktu yang singkat ini.
07:35Misalnya tercapai semacam kesepakatan kerangka atau garis umum lah dulu ya.
07:42Selanjutnya untuk rinciannya, detailnya, dilanjutkan pada perundingan-perundingan berikutnya yang butuh waktu lama.
07:50Coba bayangkan ya, ketika Amerika dan Iran mencapai kesepakatan krisis pada tahun 2015 itu,
07:58itu prosesnya panjang mas, hampir dua tahun baru tercapai kesepakatan kerangka pada bulan Juli itu.
08:06Yang kemudian dibatalkan secara sepihak oleh Trump.
08:08Jadi apalagi sekarang persoalannya lebih rumit lagi daripada tahun 2015.
08:11Sekarang ada isu slat hormos, ada isu kompensasi, kemudian sekarang menyangkut pangkalan Amerika yang tersebar di kawasan Arab Teluk itu.
08:20Jadi semakin rumit sekarang itu.
08:22Jadi yang sebelum perang ini sebetulnya jauh lebih sederhana, tapi akibat serangan Amerika dan Israel terhadap Iran yang terakhir ini,
08:32isunya semakin rumit dan solusinya semakin tidak mudah dan ini tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.
08:39Maka yang dituntut sekarang itu, bagaimana Amerika dan Iran itu mencapai kesepakatan kerangka dulu, garis umum dulu.
08:47Kemudian dilanjutkan ke perundingan secara detail yang ini butuh mungkin bulan-bulan.
08:52Itu dia ya, sudah negosiasi pun mencapai kesepakatan, bisa mencapai tahunan gitu waktunya.
08:57Paling tidak harus ketemu dulu antara mereka berdua ini dan tentunya langkah dari Amerika Serikat untuk bisa membuka slat hormos
09:03agar Iran mau berunding, kita nantikan bersama-sama.
09:06Terima kasih Pak Mustafa Abdul Rahmat, pengamat senior Timur Tengah dan juga Mas Anton Ali Abbas, pengamat militer dari SED,
09:12sudah bergabung bersama kami di Sapa Indonesia Pagi.
Komentar