00:01Saya masih bersama jurubicara wakil presiden ke-10 dan ke-12 Yusuf Kala, Husein Abdullah dan Ketua Umum Projo Budiari.
00:09Tadi Pak JK bilang itu penghinaan dan merugikan.
00:11Saat back to juga konferensi pers, ada tiga isu yang dibahas.
00:17Salah satunya ijasa, jadi ada soal ijasa, soal cerama di UGM, soal tudingan kredit puluhan triliun.
00:23Apakah soal ijasa ini yang paling mengganggu Pak JK?
00:27Saya kira hampir sama semua ya.
00:29Jadi tadi kan Pak JK mengatakan, saya terhina saya.
00:33Maksudnya itu dia kok seolah-olah menikam dari belakang Pak Jokowi yang selama ini beliau hubungannya sangat baik.
00:41Terus ada yang posting, itu yang kontennya beliau jadi bohir di situ.
00:49Memberi dana 5M, wah itu saya tidak ini, katanya masa saya gituin Pak Jokowi, kan tidak mungkin saya.
00:56Jadi itu tidak nyaman dia sebagai orang bugis, tidak ada karakter-karakter begitu Pak JK.
01:02Makanya untuk meng-clearkan ini, itu dia melaporkan sekalian, biar dibuktikan.
01:08Karena kalau sekedar membantah saja mungkin tidak cukup buat dia, apalagi ini kan levelnya presiden ini Pak Jokowi,
01:15dia wapresnya, hubungannya sangat baik.
01:18Jadi saya ingin ilustrasi sedikit gambarkan bahwa ketika Pak JK mendampingi Pak Jokowi itu,
01:25itu prinsip yang dipegang Pak JK itu bagaimana menurunkan tonnya satu dan langkahnya dikurangin satu langkah,
01:34biar Pak Jokowi di depan dan beliau mendampingi dengan baik di belakang.
01:38Dan begitu beliau respeknya dan berusaha untuk selalu kompak dengan Pak Jokowi.
01:43Jadi seperti itulah, jadi ketika muncul isu Pak JK mendanai masalah ijasa ini,
01:51terusik beliau, itu sangat terganggu itu.
01:53Malu betul dia.
01:54Jadi sehingga merasa penting atau perlu untuk meng-clearkan masalah ini,
01:59supaya tidak mengganggu hubungannya.
02:00Dan juga ini yang jadi bergulir juga setelah itu adalah bagaimana menjelaskan konteks Pak JK bilang ya tunjukkan saja ijazahnya
02:10Pak Jokowi.
02:10Ya jadi gini, ini kan sudah dua tahun katanya dan beliau yakin Pak Jokowi itu ijazahnya asli.
02:19Ya udahlah, supaya selesai cepat, karena ini sudah ongkos sosialnya besar, yaudah tunjukin aja biar selesai.
02:26Itu aja sebenarnya, tidak maksa juga istilahnya terserah Pak Jokowi bagaimana mengambil kesimpulan atau punya pikiran sendiri kan masing-masing
02:37berbeda.
02:37Tetapi Pak JK kan biasa memberi saran, mungkin udah biasa kan, bagi kolega ya tunjukin aja Pak biar selesai, kira
02:44-kira gitu lah.
02:46Nah habis itu muncul banyak masalah juga ya, utang tadi diungkit-ungkit.
02:50Dan sebenarnya utang ini kan perusahaan ya, sehat, berkembang.
02:55Jadi kalau grup itu udah 75 tahun Pak, udah masuk generasi keempat.
03:00Dan secara kontribusi secara nasionalnya, itu sangat support ke negara atau pemerintah.
03:10Lapangan pekerjaan bisa ribuan, mungkin 20 ribuan, saya tidak tahu, tapi sekitar itu.
03:15Jadi besar, kemudian apa namanya, proyek-proyek yang dikembangkan itu asetnya nilainya tinggi.
03:23Hampir 70T, jadi kalau utangnya 30 atau mungkin di bawah, itu kan sehat semua, tidak pernah terlambat.
03:30Tidak ada itu sejarah kalau grup itu kredit macet, tidak ada.
03:34Yang ada, tiap tahun perusahaan ini mendapatkan penghargaan sebagai pembayar pajak teladan.
03:41Dan kalkulasi Pak JK dengan running perusahaannya sekarang ini, itu memberi income bunga kurang lebih 3T setahun ke bank-bank
03:53Himbara, bank-bank pemerintah.
03:54BNI, Mandiri, BRI terutama.
03:57Nah, dan ini juga kenapa bank-bank pemerintah, seolah-olah Pak JK sudah dibantu pemerintah, sebenarnya tidak saling menguntungkan ini,
04:06urusan ini.
04:07Jadi lebih banyak aspek nasionalismenya, sehingga Pak JK memilih bank-bank pemerintah.
04:12Dia tidak menggunakan bank swasta, tapi uangnya lari ke pemerintah lagi setelah diberi pinjaman untuk mengembangkan usaha,
04:20itu keuntungannya diraup oleh pemerintah juga atau bank-bank pemerintah.
04:25Jadi kita tumbuh bersama dari sisi itu.
04:28Kemudian, yang dikembangkan itu kan listrik, pembangkit listrik tenaga air lebih dominan.
04:35Sekarang kalau tidak salah ingat antara 1.500 sampai 1.600 megawatt, itu di Sulawesi, di Kerinci sana,
04:43itu sangat, apa namanya, mem-backup kegiatan ekonomi di sana.
04:47Anda bisa bayangkan sekarang kan Pak Jokowi dari masa pertama, periode 1-2 itu aktif menyuarakan soal hilirisasi industri.
05:00Nah kalau tidak ada listrik, bagaimana caranya? Harus ada listrik.
05:03Tapi Pak Jokowi kecewa betul soal...
05:05Iya, dengan mengungkapkan utang segala macam ini kan, ini kok bisa sampai di situ?
05:11Dan di pelintir seolah-olah beliau mengambil uang negara atau merugikan negara,
05:15tidak seperti itu justru sebaliknya.
05:18Kalau grup ini menguntungkan negara sebenarnya dari banyak sisi.
05:21Apa yang dilakukan Pak Jokowi setelah kecewa begitu?
05:23Ya, memberikan jawaban klarifikasi yang kira-kira supaya dapat diterima secara akal sehat.
05:29Bahwa ini tuh mampatnya bukan buat keuntungan pribadi, tidak.
05:34Ini untuk pengembangan usaha dan di situ skritnya sehat, tidak ada masalah di situ.
05:39Berhenti di klarifikasi cukup Pak Uceng?
05:41Ya sebenarnya cukup kali ya.
05:43Atau bank sendiri mau memberikan penjelasan, ya silahkan aja, lebih bagus.
05:47Apa Pak Jokowi menuntut pihak bank untuk menjelaskan ini?
05:49Saya lihat beliau, dia sudah cukup mungkin memberikan penjelasan.
05:53Dan saya baca juga respon masyarakat, ya berubah kan, lebih paham.
06:01Dan jangan lupa listrik yang dikembangkan kala grup itu sangat mendukung program ekspor Indonesia,
06:09terutama untuk pasar Eropa.
06:11Karena di sana kan mensyaratkan yang produk turunan yang berasal dari industri yang disuplai listrik dari batu bara,
06:21itu bermasalah kalau di sana mungkin tidak terlalu mendapat tempat di pasar Eropa.
06:28Dengan ini green energy, dan ini diperlukan.
06:31Nah, kalau begitu.
06:33Boleh nggak saya ngomongin?
06:33Ya silahkan.
06:34Pak JK waktu saya main komen, sempat ngomong.
06:37Sempat bicara soal green energy di hydropower di Oso untuk data center.
06:45Ya.
06:46Karena memang data center juga semua industri ini kan diarahin ke green.
06:50Iya Pak.
06:51Cuman waktu itu saya bilang sama Pak JK,
06:54Pak harus ada syaratnya untuk data center, harus punya sejarah 100 tahun nggak gempa.
07:00Kalau ngomong data center itu punya rekod 100 tahun,
07:03daerah itu nggak pernah terjadi gempa.
07:06Sehingga syarat itu harus dipenuhin.
07:08Kalau soal tren ke depan, itu semuanya nanti arahnya ke energi bersih.
07:13Iya.
07:13Ke green energy, gitu loh.
07:15Oke.
07:15Tadi Pak JK bilang bahwa ini sudah cukup untuk klarifikasi.
07:18Tapi Pak Ucing juga kan bilang bahwa dari tiga yang disampaikan itu,
07:22salah satunya adalah ijasa yang membuat Pak JK terusik.
07:25Anda sebagai pendukung Pak Jokowi melihat,
07:27sebenarnya kenapa sih isu ijasa ini menjadi mengganggu antara pendukung Pak Jokowi dan...
07:32Gini, gini.
07:34Kurang lebih satu setengah tahun yang lalu saya ketemu Pak Jokowi waktu lagi awal-awal ribut soal ijasa.
07:41Saya tanya, Pak ini ijasa gimana?
07:44Pak Jokowi dengan entengnya bilang sama saya,
07:46kalau nggak ada ijasa saya kan nggak diomongin.
07:49Di situlah saya tahu Pak Jokowi.
07:51Jadi tujuannya...
07:52Lalu saya yakin Pak Jokowi, ijasanya asli.
07:55Gini loh, dari awal saya udah bilang...
07:57Oleh karena itu kalau Pak JK bilang bahwa tunjukin aja ijasanya, nggak apa-apa?
08:01Itu saran, nggak ada masalah.
08:03Jadi begini loh, dari awal saya udah bilang,
08:04yang namanya ijasa palsu itu cuma tiga yang bisa gugat.
08:07Satu teman angkatan, dua kakak kelas, tiga adik kelas.
08:11Orang saya aja nggak pernah liat ijasa saya, saya pelototin, nggak.
08:14Gitu loh.
08:15Dari awal saya tak yakin.
08:17Makanya saya nggak pernah mau...
08:18Ini kan media mencari-mencari soal ijasa, begini-begini.
08:21Dari awal saya udah yakin.
08:22Pak Jokowi, ijasa aja asli, kuliah.
08:26Ini kan digoreng begini, pasif photoshop.
08:28Jadi kalau Pak Jokowi bilang, kalau ijasa nggak diomongin...
08:31Enggak, dalam pengertian dia berseloroh ke saya begitu.
08:35Ini saya buka aja, berseloroh begitu.
08:37Makanya dari awal saya udah sempat bicara dengan beberapa teman juga,
08:40teman-teman media.
08:41Begitu loh.
08:43Dan Anda melihat bahwa isu ijasa ini sebenarnya apa yang harus diluluskan?
08:47Enggak, maksud saya ya udahlah.
08:49Tapi sampai ada...
08:50Ketika Pak Jokowi ditanya,
08:52Dilihatin aja Pak, saya juga sempat bicara, bukan nggak bicara.
08:55Nggak pengadil dihatiin aja Pak, ini bikin lucu.
08:58Udah biar aja nanti di pengadilan.
09:00Tapi munculnya ijasa,
09:01Menyeret nama Pak JK dengan adanya video-video yang menyebut fitnah tadi
09:07soal tudingan 5 miliar Pak JK di balik itu...
09:10Justru itu, itu saya nggak tahu itu...
09:15Variable-nya dari mana.
09:17Tiba-tiba ada bumbu peledak nih,
09:21ini biayai Pak JK untuk menggarap soal ijasa Pak Jokowi.
09:25Walaupun Pak Jokowi juga sempat curiga ini,
09:27ijasa ini kok panjang apa tenaganya ya.
09:30Gitu loh.
09:31Nah tapi buruk saya...
09:33Sampai Pak JK dituding untuk mendanali...
09:34Saya nggak tahu juga yang nuding.
09:37Tapi dalam pengertian begini,
09:39ya nggak mungkin wakilnya...
09:44Nggak yakin pasangannya...
10:15Eh kalau Pak Jokowi ya saja...
10:16Tapi kalau laporan ke Rismon Sianipar,
10:20ya meskipun mereka sudah membantah bahwa itu videonya AI,
10:23buatan AI.
10:24Oh dia udah bantah juga yang tuduhan itu.
10:26Tidak menyebut nama Pak JK.
10:28Nah ini laporannya tetap jalan atau nggak Pak Jokowi?
10:30Bantahannya itu Rismon kalau tidak salah,
10:34dia mengatakan bahwa itu AI.
10:35Dia tidak membantah isinya.
10:37Membantah bahwa ada...
10:38AI.
10:39Ada bantuan, ada dukungan dana 5 miliar.
10:42Kalau kata kuasa hukum Rismon Sianipar bilang bahwa tidak pernah.
10:46Itu olahan AI semua, Rismon tidak pernah sebut nama Pak JK.
10:49Satu.
10:50Kedua, ini kan meskipun AI, pasti ada yang bikin, ada yang posting.
10:58Ini siapa ini? Motivasinya apa dia?
11:01Nah itu kan tetap aja kurang menyenangkan dan menyeret-nyeret.
11:05Orang dengan muda, apalagi antara Pak JK dengan Pak Jokowi,
11:10bahwa itu kalau tidak elok juga dibiarkan ntar terjadi diadu-adu
11:16pemimpin-pemimpin kita yang sebenarnya punya hubungan bagus
11:19dengan mudahnya dipermainkan seperti itu di era sosial media seperti ini.
11:23Oleh karena itu ya pembelajaran saya kira penting juga.
11:27Pak JK memberikan pembelajaran melaporkan secara hukum
11:31supaya jelas, clear dan tidak terjadi lagi saya kira.
11:35Jadi laporan hukumnya tetap jalan?
11:36Jalan aja, iya.
11:38Dan apa yang dibaca oleh Pak Uceng, juga Pak Budi Ari,
11:43apa ada motif politik di balik ini semua?
11:47Sejadah kami kembali tetap di Rosy.
11:50Terima kasih.
Komentar