KARAWANG, KOMPAS.TV - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman menyampaikan stok beras Indonesia menembus 5,1 juta ton, pertama terjadi sepanjang sejarah.
"Alhamdulillah hari ini, tanggal 23 April 2026, sekarang jam 9 kurang 5 atau Jam 8.55 (WIB), stok beras seluruh Indonesia 5.198.000 ton (diperbarui jadi 5.000.198 ton). Ini adalah pertama, tidak pernah terjadi sepanjang sejarah. Ini sejarah pertama. Inilah hasil kerja keras kita semua," ujar Amran saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di JDP Karawang 1 Logistic Park, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026).
Oleh karena itu, Amran optimis Indonesia tidak perlu melakukan impor beras.
"Alhamdulillah kita tidak impor di 2025, Insyaallah 2026 tidak impor. Kita saling mendoakan, kita kolaborasi, Insyaallah 2026 tidak impor beras, cadangan kita adalah tertinggi sepanjang sejarah di bulan April," ujarnya.
Baca Juga Mentan Andi Amran Sulaiman Gagalkan Penyelundupan 1.000 Ton Beras Ilegal di Riau | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/644984/mentan-andi-amran-sulaiman-gagalkan-penyelundupan-1-000-ton-beras-ilegal-di-riau-sapa-pagi
#mentan #amran #beras
Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Lintang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/664945/full-pertama-dalam-sejarah-mentan-amran-umumkan-stok-beras-ri-capai-5-juta-ton-tidak-perlu-impor
"Alhamdulillah hari ini, tanggal 23 April 2026, sekarang jam 9 kurang 5 atau Jam 8.55 (WIB), stok beras seluruh Indonesia 5.198.000 ton (diperbarui jadi 5.000.198 ton). Ini adalah pertama, tidak pernah terjadi sepanjang sejarah. Ini sejarah pertama. Inilah hasil kerja keras kita semua," ujar Amran saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di JDP Karawang 1 Logistic Park, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026).
Oleh karena itu, Amran optimis Indonesia tidak perlu melakukan impor beras.
"Alhamdulillah kita tidak impor di 2025, Insyaallah 2026 tidak impor. Kita saling mendoakan, kita kolaborasi, Insyaallah 2026 tidak impor beras, cadangan kita adalah tertinggi sepanjang sejarah di bulan April," ujarnya.
Baca Juga Mentan Andi Amran Sulaiman Gagalkan Penyelundupan 1.000 Ton Beras Ilegal di Riau | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/644984/mentan-andi-amran-sulaiman-gagalkan-penyelundupan-1-000-ton-beras-ilegal-di-riau-sapa-pagi
#mentan #amran #beras
Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Lintang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/664945/full-pertama-dalam-sejarah-mentan-amran-umumkan-stok-beras-ri-capai-5-juta-ton-tidak-perlu-impor
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00:00Sahabat-sahabat diri Ustaz, para penyamat yang kami cintai, kami berpengaruhkan
00:00:11hari ini, hari ini, hari ini, dimana bahagia ini, itu tercapai.
00:00:24Kenapa? Karena produksinya meningkat, tentu kenapa akan meningkat.
00:00:31Kita mencapai stok bulog 5K, 192 kontong.
00:00:39Ini tersinggi sepansensi dalam belakang medekat.
00:00:47Kemudian, bulog dendamnya yang tersedia hanya 3.
00:00:55juta ton.
00:01:00Tetapi, berasnya 5 juta ton.
00:01:04Sehingga harus sewa gudang, 2 juta ton dan semua sudah penuh.
00:01:08Khusus di tempat ini, sudah sewa gudang 102 ribu ton.
00:01:17Yang terisi 80 ribu ton.
00:01:23Seluruh Indonesia, teman-teman wartawan, teman-teman pengamat, teman-teman guru besar, silakan cek.
00:01:29Boleh cek seluruh gudang-gudang seluruh Indonesia, tanpa kecuali.
00:01:34Kita bebas, kami minta di root blok agar diberi ruang untuk seluruh teman-teman kita yang ingin melihat langsung.
00:01:45Bahkan aku lihat anak-anak SMA, mahasiswa, aktivis, masuk ke gudang.
00:01:50Silakan masuk, silakan cek.
00:01:53Karena ini adalah tanggung jawab kita bersama.
00:01:56Ini adalah hasil kerja keras kita bersama.
00:01:59Bukan hasil kerja keras kementerian pertanian sendiri.
00:02:04Tapi seluruh anak bangsa, termasuk wartawan, termasuk pengamat, yang rajin memberikan kritikan konstruktif, termasuk teman-teman guru besar, memberikan hasil
00:02:16penelitian terbaiknya.
00:02:19IPB, UNHAS, ITS, UGM, Andalas, dan lain-lain.
00:02:28Pajajaran, semua berkontribusi sebagai anak bangsa.
00:02:31Ini bukan hasil satu orang, tapi seluruh anak bangsa.
00:02:37Sebelumnya, kami ingin bincang-bincang, teman, menunggu masukan, pertanyaan, atau apa saja, bebas.
00:02:49Teman-teman wartawan, bebas bertanya.
00:02:52Siapkan pertanyaan terbaiknya.
00:02:55Siapkan pertanyaan yang selama ini disimpan-simpan.
00:02:58Di list baik-baik.
00:02:59Kami layani hari ini satu hari.
00:03:01Teman-teman pengamat, disiapkan pertanyaannya.
00:03:04Kita diskusi.
00:03:06Kita sportif.
00:03:07Kita transparan.
00:03:08Tidak boleh lagi mengatakan, oh, ini 5 juta, padahal 4 juta.
00:03:12Tahu nggak resikonya?
00:03:14Kalau kita mengatakan 5 juta, tiba-tiba kita cek di audit nanti BPK,
00:03:19terus itu terjadi 4 juta, atau 4 juta steng, atau 4 juta, 4,9 juta.
00:03:26Itu konsekuensinya adalah hukum, sanksi, pidana, dan seterusnya.
00:03:32Ini tidak boleh bermain-main.
00:03:34Kemudian data yang keluar bukan dari kami.
00:03:36Dari BPS, dari FAO, dari Amerika.
00:03:41Dan data beras dari bulog dan diaudit oleh BPK.
00:03:47Clear?
00:03:49Makasih.
00:03:50Kalau ada pandangan, silakan pro.
00:04:06Dari kata saya, daya beli petani cenderung terpukul.
00:04:13Cenderung terpukul.
00:04:15Sehingga stok 5 juta ini tidak menggambarkan menguatnya daya beli petani.
00:04:22Walaupun data lain juga menunjukkan gambaran daya beli petani yang fluktuatif.
00:04:28Maka pertanyaannya, kalau sekarang stoknya cukup,
00:04:31nanti ketika terjadi musim kering,
00:04:34itu berarti ancaman besar pada petani adalah daya beli mungkin menurun.
00:04:40Nah, problemnya menjadi sampai seberapa jauh daya beli itu
00:04:43tetap menjamin bahwa petani tetap akan berpuluh situ.
00:04:48Itu yang pertama.
00:04:48Yang kedua, teman-teman sekalian,
00:04:53hari ini kita mendapatkan data dari istilah Pak Menteri adalah
00:04:57swasembada.
00:05:00Astacita mencatatkan kemandirian.
00:05:04Kemandirian pangan dan kemandirian energi.
00:05:07Ada perbedaan istilah teman-teman sekalian antara ketahanan sama kemandirian.
00:05:13Ini yang boleh diketahui.
00:05:14Saya ingin mempertegas apakah dengan gambaran 5 juta ton ini,
00:05:20ini gambaran ketahanan atau kemandirian.
00:05:23Karena per definisi, dia cuma kalau beras, saya sepakat.
00:05:26Dia mendekati kemandirian.
00:05:29Saya sepakat.
00:05:31Tapi 10 komoditas lain, saya tidak sepakat.
00:05:34Bahwa kondisinya adalah kemandirian.
00:05:37Kondisinya ketahanan.
00:05:38Apalagi tadi di-distrukturkan tentang ketergantungan import beberapa komoditas lain.
00:05:43Maka pertanyaan saya sesungguhnya,
00:05:46kita hari ini sepakat berjadi kemandirian beras.
00:05:49Tapi kita tidak sepakat berjadi kemandirian anggap.
00:05:54Bagaimana kita melihat itu yang kedua.
00:05:57Yang ketiga, yang kita ambil berikutnya,
00:06:01berkaitan dengan tata ruang, peralih lahan.
00:06:05Tadi Pak Menteri menyatakan ada 7,4 ditambah dengan 200 ribu.
00:06:10Berarti ada total 7,6.
00:06:13Pertanyaan besarnya,
00:06:15kalau kita melihat data BPS,
00:06:20ada kecenderungan petani gurem terus meningkat.
00:06:23Petani gurem.
00:06:25Itu artinya alih fungsi lahan juga tidak bisa bertahan.
00:06:31Jadi kalau petani gurem meningkat,
00:06:32dia mengindikasikan bahwa alih fungsi lahan bergeser.
00:06:36Dari lahan pertanian,
00:06:38entah menjadi residencial,
00:06:40entah menjadi industri,
00:06:41entah menjadi komersial.
00:06:42Nah, saya ingin memastikan sesungguhnya,
00:06:45maaf, saya ingin mengatakan kepada teman-teman,
00:06:48sulitnya mengkoordinasi tata ruang hingga hari ini,
00:06:51gitu ya,
00:06:52karena tidak ada data yang cukup akurat, aktual,
00:06:56tentang tata ruang, Pak Menteri.
00:06:58Saya mencoba mengkonfirmasi ini ke Menteri Agriya,
00:07:02RTR,
00:07:03sampai sebenarnya Pak Gauh sesungguhnya tata ruang itu tidak bergeser,
00:07:06sehingga menjamin stok beras, stok kekangan yang lainnya.
00:07:10Itu saja Pak Menteri, terima kasih.
00:07:12Terima kasih.
00:07:13Yang lain, silakan, Pak.
00:07:20Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:07:23Pak Menteri, terima kasih update-nya.
00:07:27Tadi ada beberapa yang bertanya juga ke saya,
00:07:30Bang, kalau melihat beras segini banyak,
00:07:33kira-kira cukup nggak?
00:07:35Cukup buat mana?
00:07:36Saya bilang,
00:07:36Kita mesti tanya dulu,
00:07:38yang ada di sini ini sebetulnya disalurkannya kemana saja.
00:07:41Jadi sebetulnya yang kita lihat hari ini adalah
00:07:43untuk mencukupi daerah kemana saja.
00:07:46Tapi pertanyaan saya gini, Pak Menteri.
00:07:48Pak Menteri sempat mengatakan bahwa
00:07:50kita akan menjadi negara super power pangan.
00:07:54Nah, waktu itu terjadi polemik juga di masyarakat.
00:07:56Super power pangan ini maksudnya apakah
00:08:00mencukupi
00:08:03kesediaan beras di dunia
00:08:04atau yang dimaksud dengan super pangan itu
00:08:08adalah termasuk hal-hal lain
00:08:10yang bukan makanan pokok kita
00:08:12seperti jagung, sayur mayur, atau buah gitu.
00:08:17Nah, ada juga pertanyaan-pertanyaan kritis
00:08:20tentang pernyataan Pak Menteri
00:08:21ingin menjadi negara super power.
00:08:24Sampai kapan?
00:08:26Kapan kah istilah super power pangan itu terpenuhi?
00:08:30Apakah pada saat kita tidak lagi mengimpor ke Delhi, misalnya?
00:08:34Atau kita tidak lagi mengimpor beras?
00:08:38Atau kapan itu kira-kira
00:08:40indikator bahwa negara ini
00:08:42sudah menjadi negara yang super power pangan?
00:08:45Terima kasih, Pak Menteri.
00:08:56Ini memang
00:08:57ini didatangkan khusus ini
00:08:59bulau.
00:09:01Ini kalau jami aja ini Pak Menteri, Pak Pro, ini.
00:09:05Pertanyaannya berat-berat.
00:09:12Ini daya beli petani terpukul.
00:09:15Kita pakai data ya.
00:09:19Mudah-mudahan datanya tersambung.
00:09:21Yang pertama daya beli
00:09:23menurunkan seluruhnya.
00:09:26Ini mungkin kita bisa berbeda.
00:09:28Tapi data yang kami paparkan ini
00:09:31adalah bukan data kami.
00:09:32Data BPS
00:09:35bisa ditunjukkan
00:09:37NTP kita.
00:09:40Pro,
00:09:42selama Republik ini berdiri,
00:09:44ini data yang terekam.
00:09:4634 tahun.
00:09:52Ini kalau mengukur
00:09:54tingkat kesejahteraan.
00:09:57Ini
00:09:5892 sampai 2026.
00:10:00Ini kata BPS.
00:10:02Ini bisa dicek.
00:10:03Tertinggi 125.
00:10:05Kami adalah
00:10:07tahun ke-8 menjadi Menteri.
00:10:09Kami ingat
00:10:10dulu pangan 98.
00:10:12NTP-nya, nilai tukar petani.
00:10:14Berikutnya, ini clear.
00:10:17Dari BPS.
00:10:18Kalau data saya
00:10:19bisa subjektif.
00:10:20Tapi ini data BPS.
00:10:22Next.
00:10:24Kita lihat.
00:10:26Nah,
00:10:27ini yang menarik Pro.
00:10:28Ini anlinya Pak Pro.
00:10:29Mana tahu ada masukan.
00:10:31Dulu saya masih ingat.
00:10:33Menteri Keuangan dulu
00:10:34Ibu Sri Mulyani.
00:10:36Aku pas di sini.
00:10:392016,
00:10:40di sini.
00:10:432016,
00:10:44beliau katakan.
00:10:45Kami di Sidang Kabinet.
00:10:48Pak Menteri,
00:10:49kalau bisa 3,5
00:10:52persen.
00:10:53Aku traktif.
00:10:57Setelah itu,
00:10:582029,
00:11:00mungkin beliau lupa,
00:11:01sebelum saya turun,
00:11:03berhenti Menteri di 2029,
00:11:04aku main.
00:11:05Pak, Ibu,
00:11:07main Keu,
00:11:07belum aku ditraktif.
00:11:09Ini 3,9.
00:11:113,8.
00:11:13Waktu itu.
00:11:14Pertumbuhannya.
00:11:17Oh ya,
00:11:17tampak aku traktif,
00:11:18Pak Menteri,
00:11:19supaya itu menjadi kenangan
00:11:20dan bisa aku tangi
00:11:21setiap saat.
00:11:22Aku canda dengan dia.
00:11:24Oke,
00:11:24Pak,
00:11:25kami serah terima di sini.
00:11:27Pro.
00:11:28Dan ini ahlinya
00:11:29di Bapak,
00:11:29di.
00:11:30Naik 5,74.
00:11:32Kata BPS.
00:11:32inilah kenaikan tertinggi.
00:11:36Kalau nanti Bapak mau tanya,
00:11:38kenapa bisa terjadi,
00:11:39kami bisa beri.
00:11:41Tapi ini dulu saya katakan,
00:11:43ini kan terukur.
00:11:4425 tahun ini tertinggi.
00:11:47Kenapa?
00:11:49Sarana produksi baik,
00:11:52kukuhnya dikurangi 20 persen,
00:11:55irigasinya kita perbaiki,
00:11:57kompanisasi,
00:11:58kemudian HPP-nya kita naikkan.
00:12:01petani bersorah
00:12:02dan menikmati ini.
00:12:04Seluruh Indonesia,
00:12:05115 juta
00:12:07keluarga petani
00:12:09dan
00:12:11keluarga rumah tangga petani
00:12:1329 juta orang lebih.
00:12:15Sekarang menikmati.
00:12:17Berarti,
00:12:19ini
00:12:20kesejahteraannya lebih baik
00:12:21tentu daya belinya.
00:12:23Oke.
00:12:25So, sembah dah.
00:12:30kemandirian pangan sosial padahal.
00:12:32Jadi,
00:12:32food sovereignty dengan
00:12:33food security.
00:12:35Jadi,
00:12:36ketahanan pangan
00:12:37beda dengan
00:12:39kedolatan pangan
00:12:40atau kemandirian pangan.
00:12:41Itu beda.
00:12:43Yang dikatakan ketahanan pangan adalah
00:12:46pangan tersedia.
00:12:48Asal-usulnya,
00:12:50mau impor,
00:12:50mau dalam negeri,
00:12:51nggak soal.
00:12:52Yang penting bisa memberi pangan
00:12:53pada rakyatnya.
00:12:54yaitu ketahanan pangan.
00:12:57Kedolatan pangan
00:12:58kemandirian adalah
00:12:59itu dipenuhi
00:13:01dalam negeri sendiri.
00:13:03Yaitu
00:13:04kemandirian.
00:13:06Hari ini,
00:13:07kita cerita pangan.
00:13:09Kita cerita beras dulu
00:13:10karena yang berdominasi
00:13:11kalau kita makan adalah
00:13:12untuk orang Indonesia
00:13:13adalah beras.
00:13:15Itu bisa
00:13:1670-80,
00:13:16bahkan ada yang 90 persen
00:13:18mengkonsumsi beras
00:13:19tanpa sayur,
00:13:21ayam,
00:13:21dan seterusnya.
00:13:23Nah,
00:13:25kita
00:13:26ketahanan pangan selesai,
00:13:29sual sembada beras selesai,
00:13:31kemudian kita masuk ke pangan.
00:13:34Supaya jangan polemik.
00:13:36Apa itu
00:13:37sual sembada pangan?
00:13:38Oh, itu sual sembada pangan
00:13:40kedelai masih impor.
00:13:41Oh, itu tidak sual sembada pangan.
00:13:44Nah, ini yang
00:13:46pengetahuan tentang pertanian
00:13:47masih perlu disempurnakan.
00:13:49Oke?
00:13:50Yang di,
00:13:51pemerintah
00:13:52yang di-SK-kan
00:13:53itu infrasi nomor
00:13:55125-2022.
00:13:57Bisa keluarkan infrasi itu.
00:13:59Ustaz Soca,
00:14:00yang tadi sudah saya sampaikan.
00:14:02Bisa keluarkan.
00:14:03Kita menggunakan data ya.
00:14:05Ini 11 komoditas.
00:14:09Yang merah ini.
00:14:11Yang merah ini.
00:14:14Ini 183.
00:14:15Bukan.
00:14:16Yang kita sudah keluarkan
00:14:17sampai tahun
00:14:18350 ribu.
00:14:20Aku harus fair.
00:14:21Apa adanya.
00:14:23Total ini,
00:14:24kalau ini ditambahin
00:14:25kurang lebih 3,5 juta.
00:14:27Oke?
00:14:29Karena ini bukan 100.
00:14:30Ini lebih besar lagi.
00:14:32Kita harus,
00:14:33karena ini baru data sekarang.
00:14:35Sekarang rekomendasinya keluar,
00:14:36tapi belum semuanya masuk.
00:14:38Tapi di sini nanti
00:14:39300 ribu.
00:14:41Nah, total ini 2 setengah.
00:14:44Produksi kita
00:14:4673.
00:14:48Kalau 3,5 dibagi,
00:14:51coba cek anda,
00:14:523,5 dibagi
00:14:5473,
00:14:56itu 49 persen.
00:14:58Coba cek.
00:15:00Kalau ini dibagi
00:15:02dengan kebutuhan saja,
00:15:04itu 5 persen lebih.
00:15:06Coba ada yang cek.
00:15:08Kalau 5 persen,
00:15:10definisi yang kita sepakati,
00:15:13ketahanan,
00:15:13eh, sorry,
00:15:14suasembada pangan adalah
00:15:16itu maksimal
00:15:17impor 10 persen.
00:15:19Dan ini 5 persen.
00:15:23Orang yang,
00:15:24maaf,
00:15:25pemahamannya yang perlu
00:15:26disempurnakan,
00:15:28kalau melihat bawang putih,
00:15:30ah, tidak suasembada pangan,
00:15:31karena ada bawang putih impor.
00:15:33Ah, tidak suasembada,
00:15:34karena ada impor.
00:15:36Jadi,
00:15:36suasembada pangan,
00:15:37ketahanan pangan,
00:15:38kemandirian pangan,
00:15:39dalam waktu yang bersamaan
00:15:40hari ini selesai.
00:15:42Kita lebih,
00:15:44kalau di luar,
00:15:47di awal situ.
00:15:48Jangan terlalu.
00:15:49Kita lagi,
00:15:50masuk lebih dalam.
00:15:53Indonesia,
00:15:54suasembada pangan,
00:15:55suasembada protein.
00:15:58Daging yang kita impor,
00:16:00itu digantikan oleh
00:16:01ayam dan telur.
00:16:03Kenapa?
00:16:04Kita sudah ekspor.
00:16:05Dan ini yang kita butuhkan
00:16:06adalah protein.
00:16:07Protein ada di ayam,
00:16:09ada di telur ayam,
00:16:10ada di ikan.
00:16:13Nah, ini kadang kurang dipahami.
00:16:16Tapi kami maklumi,
00:16:17kenapa
00:16:17sarjana hukum
00:16:19dia memotak hati pertanian.
00:16:20Nanti,
00:16:21roh minta maaf,
00:16:23sarjana pertanian
00:16:24ingin mengamat hukum.
00:16:25Biar sempurna,
00:16:26biar balance.
00:16:27Nah, ini yang kita jelaskan.
00:16:30Dan ini yang
00:16:33keluar SK-nya,
00:16:35ada SK-nya,
00:16:36Impress
00:16:36nomor 125
00:16:38tahun 2022.
00:16:40Oke.
00:16:46kebutuhan MBG.
00:16:49Jadi lain lagi,
00:16:51MBG,
00:16:52haa.
00:16:56Oke, kembali.
00:16:58Bagaimana lagi sapi?
00:17:03Oke.
00:17:08Oke.
00:17:20Sudah.
00:17:22Makasih.
00:17:23Ini
00:17:24sparing saya.
00:17:25Ini,
00:17:26aku senang,
00:17:27inilah sahabat yang baik.
00:17:27Dulu,
00:17:29periodo pertama,
00:17:30dikritik,
00:17:31itulah sahabat yang sejati.
00:17:33Yang tidak bisa adalah
00:17:35fitnah.
00:17:36Tapi dia,
00:17:36cara bergirinya konstruktif.
00:17:38Menyerah.
00:17:39Tapi kita suka.
00:17:40Nah,
00:17:41kami MBG,
00:17:42ini daging ya.
00:17:44Ini daging,
00:17:45minus kan.
00:17:47Sekarang,
00:17:48pertanyaanku,
00:17:49tubuh ini dia tidak tahu
00:17:50daging sapi,
00:17:52telur,
00:17:53ayam,
00:17:53yang dia tahu adalah protein.
00:17:55Ini surga.
00:17:57Maksudnya apa?
00:17:58Karena saya di sampingnya,
00:17:59adalah itu ilustrasi.
00:18:02Ilustrasi bahwa,
00:18:04kalau semuanya potong sapi satu hari,
00:18:07apa,
00:18:08gambaran,
00:18:09itu kita butuh sekian,
00:18:11puluh ribu ekor.
00:18:12Benar gak?
00:18:13Dan aku di sampingnya.
00:18:15Aku,
00:18:16iya,
00:18:17jadi bukan,
00:18:17kayak,
00:18:18bukan apa,
00:18:19kalau harus sapi semua satu hari,
00:18:22kan tidak mungkin satu hari semua.
00:18:23Sapi,
00:18:24tergantung keadaan setempat.
00:18:26Pertanyaan saya balik,
00:18:28kalau ini tidak ada,
00:18:30ini proteinnya,
00:18:32ada hal di pangan?
00:18:33Ini lebih tinggi.
00:18:35Ini lebih baik.
00:18:37Ini diganti ini,
00:18:40dan ini sudah ekspor.
00:18:42Baru-baru kita ekspor,
00:18:44ada 10 negara.
00:18:47Jadi,
00:18:48inilah keadaan,
00:18:49sebenarnya gini,
00:18:50Pak MPG,
00:18:51di samping saya,
00:18:52samping kanan saya,
00:18:54kalau,
00:18:55ini kalau-kalau,
00:18:57kalau aku,
00:18:58harus sapi,
00:18:59tidak ada ayam,
00:19:00tidak ada telurnya,
00:19:01tidak ada ayam,
00:19:01tidak ada ikan.
00:19:02Ikan ini melimpah,
00:19:04di mana-mana ada.
00:19:05Kalau,
00:19:05kalau tidak ada itu semua,
00:19:07aku potong sapi,
00:19:08butuh sekian puluh ribu.
00:19:09Itu maksudnya.
00:19:11Tahu.
00:19:12Karena saya di sampingnya,
00:19:13kita diskusi.
00:19:14Bagaimana Pak Minta?
00:19:16Nah,
00:19:18nah ini,
00:19:19inilah untungnya ada.
00:19:20Kenapa?
00:19:21Jujur,
00:19:22bulog ini,
00:19:23menguji saya,
00:19:24diundang Bapak.
00:19:25Begitu aku lihat,
00:19:26jujur,
00:19:26aku sudah menghafal
00:19:27langkah-langkah dari luar.
00:19:28Karena pasti,
00:19:30saya lanjutkan Prof.
00:19:31Yang Pak Prof tanyakan.
00:19:32Saya lanjut ya.
00:19:35Ini ujian-ujian.
00:19:37Ali fungsi lahan.
00:19:41Tata Buang dan selanjutnya.
00:19:43Itu bukan domain saya.
00:19:45Oh,
00:19:45jangan saya.
00:19:46Aku profesional.
00:19:48Background kami profesional.
00:19:50Pengusaha.
00:19:51Kita,
00:19:52kami juga dosen ketat di BUNHAS
00:19:53dengan beliau.
00:19:56Sekarang,
00:19:58Ali fungsi lahan.
00:20:00Ini kita,
00:20:01sudah memakai teknologi canggih,
00:20:03terakhir itu 7,4 juta hektar sawah kita.
00:20:07Oke.
00:20:08Kalau 7 juta saja,
00:20:11dikali,
00:20:12kan kemarin pertanyaannya,
00:20:14ada aku lihat berdebak,
00:20:16si Bu berjutan.
00:20:16Yang bertanya tidak sempurna,
00:20:18dia menjawab juga keliru.
00:20:20Jadi,
00:20:20aku mau kelirkan tempat ini.
00:20:22Dan aku ikut itu,
00:20:23setiap hari diskusi.
00:20:24Yang pertama,
00:20:26tidak bisa membedakan
00:20:27antara lahan
00:20:30dan luas tanah.
00:20:32Parah kan?
00:20:34Jadi,
00:20:35pede,
00:20:35maaf,
00:20:36bukan dia saja.
00:20:36pernah pada saat
00:20:38periode pertama
00:20:38kami menjawab,
00:20:39kami diskusi tentang ini.
00:20:41Saya lihat,
00:20:41Pak, Pak, Pak, berhenti.
00:20:42Kita rapat
00:20:44besar,
00:20:46Pak, Pak, berhenti.
00:20:47Kelihatannya,
00:20:47Bapak,
00:20:48kurang paham.
00:20:49Aku stop,
00:20:49kenapa berbahaya?
00:20:50Karena ini lain.
00:20:52Berhenti-berhenti.
00:20:53Luas lahan Indonesia
00:20:55untuk sawah itu
00:20:577,4 juta.
00:20:58Anggaplah 7 juta.
00:21:00Supaya mudah hitungnya.
00:21:02Kalau 3 kali tanam,
00:21:03karena padi umurnya
00:21:053 bulan,
00:21:06berarti tanam 3 kali.
00:21:08Bahkan ada 4 kali.
00:21:08Tapi kita ini itu 3 kali.
00:21:103 kali 7 itu
00:21:1221 juta.
00:21:13Hektar seluruh Indonesia.
00:21:15Yang hari ini IP-nya
00:21:16baru 11 juta.
00:21:18Buka.
00:21:19Datanya.
00:21:21Baru 11 juta.
00:21:23Nah, ini yang tidak dipahami.
00:21:25Tahun lalu
00:21:25kenapa daya produksi?
00:21:27Tanam 11 juta.
00:21:28Bukan lahan.
00:21:30Seperti?
00:21:31Tanamnya,
00:21:32Pak Henrik,
00:21:33ini kemarin yang ditanyakan,
00:21:34kenapa bertambah
00:21:36tanaman lahannya?
00:21:37Bukan lahannya bertambah,
00:21:39tanamannya.
00:21:40Karena dulu lahan kering,
00:21:42di Jawa 500 ribu hektare,
00:21:44kita tanam hanya 1 kali,
00:21:46menjadi 2 kali
00:21:46karena kompanisasi.
00:21:48Naiklah 1 juta.
00:21:49kalau 1 juta,
00:21:52itu 5 juta ton.
00:21:55Jadi,
00:21:56ini clear.
00:21:57Ini naik,
00:21:58ini naik.
00:21:59Ini pertama kenaikan.
00:22:00Apa yang menaikan sini?
00:22:01Karena pertanyaannya,
00:22:02apa lagi yang menaikan?
00:22:03kompanisasi 500 ribu hektare
00:22:06di Pulau Jawa,
00:22:06berarti 1 kali.
00:22:091 kali 5 juta,
00:22:105 juta ton kan?
00:22:11Kemudian ada
00:22:13rawa.
00:22:14Rawa itu 800 ribu.
00:22:16Kemudian,
00:22:17ada lagi, Pak.
00:22:182 cara menaikan produksi.
00:22:20Intensifikasi,
00:22:22ekspensifikasi.
00:22:23Intensifikasi adalah
00:22:23kompa,
00:22:25perbaikan benih,
00:22:26kemudian alat musim pertanian,
00:22:27dan seterusnya.
00:22:28Kemudian ekspensifikasi adalah
00:22:29cetak sawah 200 ribu hektare.
00:22:32Ini kompanya, Pak.
00:22:33Ini tidak terdeteksi
00:22:35orang yang kadang mengamati ini, Pak.
00:22:37Ini 100 ribu kompa.
00:22:40Nah,
00:22:41totalnya 500 tambah 800,
00:22:4413 tambah 200,
00:22:451,5 juta hektare.
00:22:481,5 juta hektare,
00:22:50kalau kali 5,
00:22:52berarti 7,5 juta.
00:22:545,5, ya 8 juta.
00:22:568 juta,
00:22:57bagi 12,
00:22:584 juta.
00:22:59Sama dengan kenaikan BPS.
00:23:0234 juta ton.
00:23:04Ini data BPS.
00:23:05Mana 34?
00:23:07Jadi rasional.
00:23:08Ini 34.
00:23:11Tunjukkan yang 34.
00:23:13BPS.
00:23:13BPS,
00:23:15ini, Pak.
00:23:16Sama hitungan kita.
00:23:17Ini 30 naik,
00:23:19ini BPS.
00:23:214 juta, Pak.
00:23:22Ilmu eksata itu pertanian
00:23:23tidak bisa dimainkan.
00:23:25Ilmu eksata
00:23:26tidak bisa dipermainkan.
00:23:28Itu terhukur,
00:23:30kuantitatif.
00:23:31Nah, ini selesai.
00:23:33Nah, itu tadi lahan.
00:23:35Pertanian,
00:23:37makin canggih di teknologi,
00:23:39dirigasi kami kejar
00:23:402 juta hektare,
00:23:42kemudian optimalisasi,
00:23:43lahan rawat kita
00:23:44ada 1,5 juta.
00:23:47Kami masih punya waktu
00:23:49intensifikasi
00:23:50700.
00:23:52Kan 800 sudah selesai.
00:23:54Nah, ini kami naikkan
00:23:552 dulu,
00:23:56baru 3.
00:23:57Jadi aku tidak kemana-mana saja,
00:24:00apalagi tanpa cetak sawah,
00:24:01itu bisa menaikkan produksi
00:24:03nanti jauh lebih besar.
00:24:05Jadi disitulah nanti
00:24:06yang super power
00:24:07menjawab sedikit,
00:24:09nanti super power
00:24:09ingatkan,
00:24:10nanti aku rupa,
00:24:11aku jawab
00:24:12dan Bapak sampaikan itu.
00:24:13Super powernya Indonesia
00:24:14aku sampaikan.
00:24:15Ini selesai ya.
00:24:24Mohon maaf, Pak,
00:24:25kalau mau berkenan ini.
00:24:27Tapi karena saya enggak tahu.
00:24:29Angka 4,5 juta
00:24:32kenaikan sekarang
00:24:33dari 34,6 juta.
00:24:35Itu
00:24:38ada audit beras
00:24:40yang sebelumnya.
00:24:40Maksud saya,
00:24:41takutnya juga Pak Menteri
00:24:42yang dilaporkan saja.
00:24:43pos yang lima-lima
00:24:46tapi ternyata
00:24:47belum pernah dilakukan audit
00:24:49tapi yang tahunya
00:24:50langsungnya
00:24:50benar-benar di diri.
00:24:51Kayak gitu itu
00:24:51masih enggak tahu, Pak.
00:24:52Kalau diberi soal audit
00:24:53itu tidak usah.
00:24:54Pokoknya Pak Henry,
00:24:56kita sparring di sini
00:24:57sampai sore.
00:24:58Karena dari Pak dan Ibu
00:25:00ini
00:25:00200 juta orang.
00:25:02Saya jawab satu-satu.
00:25:03Siap.
00:25:04Saya ulangi, Pak.
00:25:05Ini bukan dirjen yang melaporkan.
00:25:08Bapak sudah jawab.
00:25:11Yang kedua melaporkan adalah
00:25:14EPAO.
00:25:15Perhatikan Pak ya.
00:25:17Ini 34,69.
00:25:19Indonesia yang melaporkan.
00:25:21Tunjukkan EPAO.
00:25:2335,6.
00:25:26Tunjukkan
00:25:27Amerika United States
00:25:28Department of Agriculture.
00:25:31Ini 34,6.
00:25:34artinya
00:25:35Amerika mengatakan
00:25:3634,6.
00:25:38Indonesia
00:25:38EPAO 35
00:25:39beda 0,4.
00:25:42Indonesia 34
00:25:43kira-kira
00:25:44kalau ada sarjana hukum
00:25:45belum pernah belajar beras
00:25:47mengatakan salah.
00:25:48Menurut Bapak
00:25:49mana yang benar?
00:25:50Menurut Bapak nih.
00:25:50Aku bertanya satu nih.
00:25:52Menurut Bapak
00:25:52mana yang benar?
00:25:53Eh
00:25:54ini, ini, ini, ini.
00:25:55Enggak, ya.
00:25:56Ini aku bertanya, teman.
00:25:58Enggak, ya.
00:25:59Eh
00:25:59dituntuk kita di akhirat nanti.
00:26:01Aku tanya.
00:26:02Nah, EPAO adalah
00:26:04putra terbaik dunia dari situ.
00:26:07Amerika
00:26:07sangat canggih.
00:26:09Kami dari sana.
00:26:10Kemudian Indonesia
00:26:11terstruktur.
00:26:13Kenapa cuma data pertanyaan dikejar?
00:26:15Kalau data ini salah,
00:26:17berarti seluruh data ini
00:26:18yang ada sensus.
00:26:19Satu sensus.
00:26:20Salah kan?
00:26:21Nah,
00:26:22mana Bapak percaya
00:26:23tiga institusi yang besar
00:26:25di dunia
00:26:26kemudian sarjana hukum
00:26:28yang tidak pernah belajar pertanyaan.
00:26:29Datanya mana Bapak percaya?
00:26:31Terima kasih, Pak.
00:26:36Ya, jadi Pak,
00:26:37setelah ini
00:26:37data ini dikirim ke
00:26:39Satya Hukum tadi, Pak.
00:26:43Sudah, ini harus kita...
00:26:45Oke, silakan, Prof.
00:26:47Tadi saya terjelaskan.
00:26:48silakan.
00:27:08Aku dengar, Pak.
00:27:09Aku dengar.
00:27:10Langsung aja, Prof.
00:27:11Oke.
00:27:15Oke.
00:27:19Bagaimana, Pak?
00:27:20Akurasi dan aktualitas data.
00:27:22Oke.
00:27:27Oke.
00:27:33Sehingga menunjukkan keyakinan
00:27:34bahwa memang data DPS benar.
00:27:37Tapi dibalik data DPS,
00:27:38ini kan sesinginnya
00:27:39dia berhubungnya dengan
00:27:39PDB pertanian tadi.
00:27:41Apa ini?
00:27:42Berhubung dengan PDB pertanian
00:27:43yang
00:27:44Pak Mandri sebut
00:27:465,74%.
00:27:47Iya.
00:27:48Nah, dari sini
00:27:48pertanyaan besarnya menjadi
00:27:50kalau memang
00:27:51dia melintar produksi
00:27:52PDB-nya naik.
00:27:54Iya.
00:27:54Pertanyaan besarnya menjadi
00:27:55seberapa besar
00:27:57pertanian yang PDB-nya meningkat
00:28:00itu paling tinggi
00:28:00selama Republik ini begini
00:28:02menyerah lapangan kerja.
00:28:04Apakah menyerah lapangan kerja
00:28:06seperti di era Ordu Baru
00:28:08atau memang akhirnya
00:28:09dia menggambarkan juga
00:28:10peningkatan
00:28:11atau penurunan
00:28:12lapangan kerja.
00:28:13Ini, Prof.
00:28:14Memang, Pak.
00:28:15Ini bukan dia milio.
00:28:16Proses sudah doktor.
00:28:17Ini saya milio.
00:28:18Jadi, Prof.
00:28:19Begini.
00:28:21Ini
00:28:21lapangan kerja.
00:28:28Jangan disabotase deh.
00:28:29Lagi asik.
00:28:31Jangan disabotase ya.
00:28:33Ini lagi asik.
00:28:34Ini
00:28:35selama aku kenal
00:28:37baru saja
00:28:38satu panggung.
00:28:41Tese, tese.
00:28:44Hati-hati.
00:28:45Jangan sampai ada
00:28:45mafia berhasil disitu
00:28:46yang sabun.
00:28:49Prof.
00:28:50Ini menarik.
00:28:52Ada guru besar.
00:28:53Nanti saya sendiri.
00:28:56mengatakan
00:28:56Indonesia
00:28:58ini
00:28:59rontok
00:28:59pertaniannya.
00:29:02Siapkan datanya ya.
00:29:04Data mekanisasi pertanian.
00:29:06Desrial.
00:29:07Terus siapkan, Nana.
00:29:09Pertanian Indonesia
00:29:10rontok.
00:29:11Kenapa?
00:29:12Makin
00:29:13mengecil
00:29:13tenaga kerja.
00:29:16Tapi
00:29:16produksi naik.
00:29:18Tapi,
00:29:18Pak Prof.
00:29:19Bukan pertaniannya disitu.
00:29:20Yang saya
00:29:21sampaikan adalah
00:29:22yang pernah bertanya
00:29:22salah paham.
00:29:23Kalau Pak Prof.
00:29:24Benar.
00:29:26Pak
00:29:27tidak membuka
00:29:28lapangan kerja
00:29:29untuk eksistik.
00:29:31Bahkan berkurang.
00:29:33Kenapa?
00:29:35Data pertanian.
00:29:36Ini Pak.
00:29:38Bukan.
00:29:39Ini Pak.
00:29:41Saya serah terima
00:29:42dulu 2014
00:29:44saya katakan
00:29:46ini berbahaya.
00:29:48Hanya
00:29:480,4%
00:29:52eh
00:29:53horsepower
00:29:54per hektare.
00:29:56Alat mesin pertanian
00:29:57digunakan
00:29:57hanya 0,4.
00:29:58Kami genjot
00:29:59pengadaan
00:30:00alat mesin pertanian
00:30:01naik menjadi ini
00:30:03sekarang
00:30:04sudah
00:30:052,5.
00:30:06kita bandingkan
00:30:08seluruh Asia Tenggara
00:30:09saja
00:30:09Vietnam
00:30:101,5 pada saat itu
00:30:12ini 2,4
00:30:13ini 2,4
00:30:15Jepang
00:30:16itu sudah 16
00:30:16Indonesia
00:30:170,11
00:30:1810 tahun
00:30:19kita rancang
00:30:20mana datanya
00:30:21nah sekarang
00:30:24sudah 2 lebih
00:30:25contoh
00:30:26ada contoh
00:30:28sebelum data itu
00:30:29contoh
00:30:30tunjukkan
00:30:32pakai drone
00:30:33tanam
00:30:34sudah
00:30:35rice transplanter
00:30:37buka
00:30:38izin Prof
00:30:41ini dulu
00:30:42kalau tanam
00:30:43itu 25 orang
00:30:45tanam per hektare
00:30:46sekarang
00:30:48tanpa orang
00:30:51kami mau menuju
00:30:52ke sana
00:30:52nanti bersambung
00:30:53super power
00:30:55ini
00:30:56tombol
00:30:57milenial
00:30:58tidak akan turun
00:31:00ke sawah
00:31:00kalau mau tanam manual
00:31:02transformasi
00:31:03pertanian
00:31:03tradisional
00:31:04ke modern
00:31:05itu mimpi besar
00:31:06Indonesia
00:31:07karena kita adalah
00:31:08negara yang sangat subur
00:31:09berada di hati istiwa
00:31:11ini Prof
00:31:12tidak ada tenaganya
00:31:14ini nanam
00:31:15nanam
00:31:15nanam
00:31:15dulu tanam
00:31:1625 hari
00:31:18satu orang
00:31:18satu hektare
00:31:19sekarang ini 4 jam
00:31:21hanya 4 jam
00:31:22satu hari
00:31:23ada lebih ekstrim
00:31:24pakai drone
00:31:25daerah rawat
00:31:26ini drone
00:31:28ini mimpi kami
00:31:30dan dulu kami dihina
00:31:31nggak mungkin
00:31:32nggak mungkin
00:31:33mana drone
00:31:37coba deh
00:31:38drone
00:31:39ini asisten baru gayanya
00:31:42drone
00:31:43Prof
00:31:44mana drone-nya
00:31:46ini drone
00:31:47kita mau tanami
00:31:48hamparan
00:31:48tidak mungkin
00:31:49tidak ada tenaga
00:31:50tidak ada orang
00:31:51Kalimantan tidak ada
00:31:52di Papua
00:31:52kurang
00:31:53aku pakai drone
00:31:55dulu
00:31:56satu hektare
00:31:5725 hari
00:31:58sekarang
00:31:5925 hektare
00:32:00satu hari
00:32:02nah
00:32:03itulah salah
00:32:04salah pikir
00:32:05salah paham
00:32:05kemarin
00:32:06mengatakan
00:32:07tidak benar
00:32:08itu pertanyaan
00:32:08sosembadah
00:32:09karena tenaga
00:32:09menurun
00:32:10justru
00:32:10kita arahkan
00:32:11tenaga menurun
00:32:12kemudian
00:32:13transformasi sosial
00:32:14ke tempat lain
00:32:15dilirisasi
00:32:16dan seterusnya
00:32:17jadi
00:32:18ini yang terjadi
00:32:20kemudian
00:32:21saya tambahkan
00:32:21mumpung ada
00:32:22Pak Prof
00:32:23tambahnya adalah
00:32:24kita buka
00:32:25Merauke
00:32:27Merauke
00:32:28ini kita buka
00:32:29Sumatera Selatan
00:32:30jadi lumbu
00:32:31ini Bapak Presiden
00:32:33tepuk
00:32:33kamu ternyata
00:32:35berpikir jauh juga
00:32:36ke depan
00:32:37karena semua
00:32:38teknologi
00:32:39kami gunakan
00:32:40masuk ke Merauke
00:32:44ini Papua Selatan Pak
00:32:47Wanam
00:32:49ini Wanam
00:32:50kita tanami
00:32:52apa
00:32:53ada yang melapor
00:32:54ke Bapak Presiden
00:32:56itu umum kosong
00:32:57itu minta
00:32:57malam
00:32:58tiba-tiba saya ditelepon
00:32:59Pak minta kita terbang
00:33:01ke Merauke
00:33:01padahal saya
00:33:02sudah izin kunjungan
00:33:03aku balik
00:33:04aku terbang
00:33:05Prof
00:33:05ke Merauke
00:33:08ini mana kunjungan beliau
00:33:11ini
00:33:12jantung saya berdebar
00:33:14pada
00:33:14Bapak itu
00:33:15tidak bisa
00:33:15ambil data dari kita
00:33:17ini yang ditanya
00:33:17ini
00:33:19ini menyelamatkan saya
00:33:20kenapa
00:33:22dia bertanya
00:33:24berapa produksi dulu
00:33:25itu tiga tahun
00:33:27rawat
00:33:28sekarang tujuh tahun
00:33:29dulu berapa
00:33:30satu kali tanam
00:33:31sekarang tiga kali
00:33:33Presiden
00:33:34katanya Pak Minkan
00:33:35tidak bisa tumbuh
00:33:37dari dulu
00:33:37Mife
00:33:38dulu kan
00:33:39ada proyek itu Pak
00:33:40tidak bisa tanam
00:33:41iya Pak
00:33:42karena tidak ditanam
00:33:42tidak bisa tumbuh
00:33:43karena tidak ditanam
00:33:45jadi the power of action
00:33:47harus bertindak
00:33:48memang maaf
00:33:50mungkin saya salah
00:33:50proyek nanti
00:33:51yang paling banyak
00:33:52doanya orang Indonesia
00:33:53kita Indonesia
00:33:54banyak berdoa
00:33:55ini ada data
00:33:56ini data ya
00:33:56masih ada
00:33:58data itu
00:33:58buka
00:34:01ada
00:34:03siapkan datanya
00:34:04deh
00:34:07coba bantui
00:34:08disitu ya
00:34:08nah
00:34:10tapi
00:34:12negara lain
00:34:13ah ini
00:34:13ini
00:34:14ini bukan data saya
00:34:15pro
00:34:15nomor satu kita
00:34:17ini
00:34:18tapi
00:34:19negara
00:34:20Jepang
00:34:21Korea Selatan
00:34:22dia nomor satu
00:34:23bertindak
00:34:24dan persisten
00:34:26yang aku tahu
00:34:27doa tanpa action
00:34:290
00:34:31dan biasanya
00:34:32kalau ada banyak ceritanya
00:34:33itu kurang hasilnya
00:34:36nah
00:34:37ini
00:34:38kita balik
00:34:39ini yang kita masih
00:34:40Pak Prok ingat
00:34:41yang
00:34:43langsung sejuta kampung
00:34:44ini
00:34:46jadi kami tidak gengsi
00:34:48kami lanjutkan
00:34:49ini mana sejuta kampung
00:34:50jangan deh
00:34:52coba
00:34:53asisten
00:34:56sejuta kampung
00:34:57jangan deh
00:34:58tolong bantu
00:34:58asistennya
00:35:00sejuta kampung
00:35:01aku jalan
00:35:02aku telusuri
00:35:04dimana itu
00:35:04sejuta sejauh
00:35:05order baru
00:35:05aku datang keliling
00:35:07hebatnya negara kita
00:35:08irigasinya bagus
00:35:10tapi tidak ada
00:35:11sawanya
00:35:11jadi yang ada
00:35:12bebek berenang
00:35:13Pak Hende
00:35:13ini
00:35:17kami langsung lapor
00:35:18Bapak Presiden
00:35:19izin
00:35:19kami mau buka
00:35:20kami mau tanami
00:35:21terus
00:35:22katanya tidak bisa tumbuh
00:35:23karena tidak ditanam Pak
00:35:25begitu kami datang
00:35:27masalahnya dua
00:35:27yang pertama
00:35:29bibitnya
00:35:29tidak sesuai dengan bibit
00:35:31yang dari Jawa
00:35:31di Fari
00:35:32kemudian
00:35:34ada
00:35:35pirit
00:35:36istilahnya
00:35:36PH
00:35:37PH nya rendah
00:35:38ternyata tidak ada
00:35:39sirkulasi air
00:35:40kami pompa
00:35:41kami memuasam pompa
00:35:43kami bongkar
00:35:44kami akali
00:35:45saya katakan
00:35:46bulan aja
00:35:47sudah ditanami orang
00:35:48laut ditanami
00:35:49masa bumi tidak bisa ditanami
00:35:51sekarang
00:35:52sudah produksi
00:35:53kami keliling
00:35:54mana
00:35:55ini
00:35:56kami bongkar
00:35:57ini
00:35:58ini nanti
00:35:59tolong teman media
00:36:01ini disebabkan kepada pengamat
00:36:02yang mengatakan
00:36:03tidak ada extensifikasi
00:36:04jadi ada 5 provinsi
00:36:07kami intensifikasi semua
00:36:08ini kami bongkar
00:36:09ini bloknya
00:36:10ini
00:36:11ini bekerja
00:36:12begini Pak Alat
00:36:13siap malam
00:36:13kenapa
00:36:16sekarang
00:36:17tahun dengan tahun ini
00:36:18mudah-mudahan
00:36:19400
00:36:19rawak
00:36:21800 ribu
00:36:22total yang sudah
00:36:24selesai
00:36:25rawak
00:36:27opel
00:36:28istilahnya
00:36:28yang tidak produktif
00:36:30kita angkat
00:36:30itu
00:36:31800 ribu
00:36:33yang sawat
00:36:34200 ribu
00:36:351 juta
00:36:36kemudian
00:36:37irigasi
00:36:38500 ribu
00:36:38jadi
00:36:391,5 juta
00:36:41nah
00:36:42ini
00:36:42sudah jadi
00:36:44Papua sudah
00:36:45panen dulu
00:36:45harganya
00:36:4650 ribu
00:36:46di sana
00:36:46sekarang
00:36:4725 ribu
00:36:48oke
00:36:49prov
00:36:49saya mengalik
00:36:51ke
00:36:51Pak Hendrik
00:36:55Pak
00:36:57Superpower
00:36:59pertanian
00:37:02pangan
00:37:03perkebunan
00:37:04hortikultura
00:37:04dan seluruhnya
00:37:05aku tunjukkan
00:37:06satu Pak
00:37:08yang bisa
00:37:09mengangkat
00:37:10Indonesia Superpower
00:37:11adalah
00:37:11heroisasi
00:37:13kami tunjukkan
00:37:15satu contoh
00:37:15adalah
00:37:17kembali
00:37:18bukan heroisasi
00:37:19kelapa
00:37:20kita heroisasi
00:37:21ada proyek
00:37:229 triliun
00:37:269 triliun
00:37:27jadi
00:37:28ada
00:37:28anggaran
00:37:299 triliun
00:37:30coba
00:37:31bantui
00:37:31Pak
00:37:32yang dimanya
00:37:34tinggi tingkat
00:37:34dunia ini
00:37:38di luar
00:37:39sawit
00:37:40tebu
00:37:41kakao
00:37:42kelapa
00:37:42kopi
00:37:43mentek
00:37:43dan sawit
00:37:44ada
00:37:4513
00:37:46yang dimanya
00:37:46tinggi tingkat
00:37:47dunia
00:37:48tambah
00:37:49yang 13
00:37:50ini kita anggarkan
00:37:529 triliun
00:37:53kita
00:37:53kembali yang tadi
00:37:53kembali yang tadi
00:37:54kita mau
00:37:56tanam
00:37:57870 ribu
00:37:58hektare
00:37:59ini Pak
00:38:02kemudian
00:38:02kembali yang tadi
00:38:0313
00:38:05ini 14
00:38:06inilah dimanya
00:38:07tinggi tingkat dunia Pak
00:38:09oke
00:38:10aku cabut
00:38:12satu
00:38:12kelapa
00:38:12kelapa dalam
00:38:14kita
00:38:17ini Pak
00:38:18Pak Henrik
00:38:19Pak Prof
00:38:20bisa
00:38:21denunisi
00:38:21ini dulu
00:38:231,3
00:38:26harganya
00:38:26ribu
00:38:27600 ribu
00:38:28di Maluku
00:38:28sekarang naik
00:38:305 ribu
00:38:30sampai 10 ribu
00:38:31hari ini
00:38:32kenapa
00:38:33kita hilirisasi
00:38:34kalau kita
00:38:36visio
00:38:36coconut milk
00:38:37kita
00:38:38olah
00:38:39ini menjadi
00:38:40100 kali lipat
00:38:40baru kelapa
00:38:42100 kali lipat
00:38:43kita lihat
00:38:44ekspor kita
00:38:46ekspor kita
00:38:47kita nomor
00:38:48satu dunia kelapa
00:38:51ekspor kita
00:38:5324
00:38:53pak Henry
00:38:5424 triliun
00:38:55kalau
00:38:56kali 100
00:38:562.400 triliun
00:38:58artinya
00:39:00hampir
00:39:01satu kali
00:39:02APBN
00:39:02itu baru
00:39:04kelapa
00:39:04kalau ditambah
00:39:06dengan airnya
00:39:07ini air kelapa
00:39:08air
00:39:09coconut
00:39:10water
00:39:10dengan
00:39:11coconut milk
00:39:12ini
00:39:12kita olah
00:39:14ini juga
00:39:152.000
00:39:16triliun lebih
00:39:17baru kelapa
00:39:185.000 triliun
00:39:19dan industrinya
00:39:21sudah sementara
00:39:22dibangun
00:39:22tahun ini
00:39:22satu provinsi
00:39:23tiga
00:39:23ini sudah ekspor
00:39:25ini saja
00:39:27ini pak
00:39:27ekspor
00:39:28ke China
00:39:28ada fenomena baru
00:39:30China
00:39:31Eropa
00:39:32itu
00:39:33ada pergeseran
00:39:35foodnya
00:39:36itu dari
00:39:37konsumsi
00:39:37susu
00:39:38ke
00:39:39coconut milk
00:39:40karena itu
00:39:41jauh lebih sehat
00:39:42nah berarti
00:39:43ini
00:39:43ini jauh
00:39:45lebih sehat
00:39:45oke
00:39:46nah
00:39:47kalau ini
00:39:49kita olah
00:39:49semua
00:39:50itu
00:39:505.000 triliun
00:39:51yang kedua
00:39:52gambir
00:39:54ini belum
00:39:55kakao
00:39:56belum mente
00:39:56gambir pak
00:39:57ada dari
00:39:58Andalas
00:39:59gak ada ya
00:39:59gak hadir
00:40:01gambir pak
00:40:02ini 5.000 triliun
00:40:04bukan
00:40:04kata saya
00:40:05ini Andalas
00:40:06kalau
00:40:07kita kuasai
00:40:0880% dunia
00:40:09yang olah
00:40:11adalah
00:40:11India
00:40:12kemudian disuplai
00:40:13ke Eropa
00:40:14ke negara lain
00:40:15kalau ini diolah
00:40:16di negeri kita
00:40:175.000 triliun
00:40:18baru 2 komunitas
00:40:1910.000 triliun
00:40:20kita ke
00:40:21CPO
00:40:24mana CPO kita
00:40:29CPO
00:40:30nah
00:40:31ini pak
00:40:32HND
00:40:32ini
00:40:33CPO kita
00:40:34mana
00:40:34yang produksi
00:40:35ini CPO kita
00:40:36menguasai dunia
00:40:37kita nomor 1 dunia
00:40:40Pak HND
00:40:40tau gak kemarin
00:40:41kita kompersi
00:40:43dari biofuel
00:40:44emas
00:40:44eh
00:40:45CPO ke bio
00:40:46tau
00:40:47harga CPO
00:40:48dunia naik
00:40:49sekarang petani bahagia
00:40:50ekspor kita
00:40:51maaf
00:40:52ini 2 kali pukul
00:40:53kita stop
00:40:55solar
00:40:555 juta ton
00:40:56CPO ekspor
00:40:58kita tarik
00:40:595 juta ton
00:40:59menjadi solar
00:41:00sehingga kita
00:41:01mandiri
00:41:02energi
00:41:03nah
00:41:04ternyata
00:41:06begitu ini
00:41:07dipelihara
00:41:07ekspor kita
00:41:08naik 6 juta ton
00:41:09juga ini jadi
00:41:10biofuel
00:41:11kenapa
00:41:12karena petani
00:41:14menganggap ini
00:41:15menguntungkan
00:41:16sehingga dia tanam
00:41:17dia perbaiki
00:41:18pupunya
00:41:18diperbaiki
00:41:19pengirannya
00:41:19diperbaiki
00:41:20tiba-tiba
00:41:22jujur
00:41:22saya tidak prediksi
00:41:23sebelumnya
00:41:24gap
00:41:24di datang
00:41:25pamentan
00:41:25ekspor kita
00:41:26naik 6 juta ton
00:41:27nah
00:41:27kalau kita
00:41:28hiliurisasi ini
00:41:29kembali yang tadi
00:41:30ekspor kemana
00:41:31ini
00:41:32ini pak
00:41:34paham di gini
00:41:35ini
00:41:36kalau kita
00:41:37hiliurisasi
00:41:38semua ini
00:41:39gak usah
00:41:40kali 100
00:41:42totalnya
00:41:42katakanlah
00:41:43dengan dalam negeri
00:41:441000
00:41:45triliun
00:41:46kalau kali 10
00:41:4710.000 triliun
00:41:48gak usah
00:41:49kali 100
00:41:49kayak tadi
00:41:50kali 20
00:41:5120.000 triliun
00:41:52baru 3 komunitas
00:41:53itu
00:41:5420
00:41:5530.000 triliun
00:41:5620.000 triliun
00:41:57itulah
00:41:58mimpi kita
00:41:59belum cerita
00:42:01yang lain pak
00:42:01heran Indonesia
00:42:03Indonesia
00:42:04kakau pak
00:42:05coklat
00:42:06di cangi
00:42:08kakaunya
00:42:09dari Indonesia
00:42:11kemudian
00:42:12menteknya
00:42:13dari Indonesia
00:42:13dijual di cangi
00:42:15kita hitung
00:42:16coklatnya pak
00:42:17kita jual
00:42:1726.000
00:42:18di ulek
00:42:19di cangi
00:42:20orang Indonesia
00:42:22bangga
00:42:23membeli itu coklat
00:42:23harganya
00:42:251 juta
00:42:2638 kali di pak
00:42:29iya
00:42:31iya
00:42:32kalau saya
00:42:33kelak-kelak
00:42:34bulat
00:42:34kita itu
00:42:35banyak
00:42:35di ekspor
00:42:36ke Cina
00:42:36iya
00:42:37nah
00:42:38dengan
00:42:39minimisasi
00:42:40yang terima
00:42:40menurut
00:42:40apakah kita
00:42:42akan melahat
00:42:42ekspor
00:42:43kelak-kelak
00:42:44bulat
00:42:44ke Cina
00:42:45itu
00:42:45karena
00:42:46kalau tidak
00:42:47salah
00:42:47ekspor
00:42:48kelak-kelak
00:42:48itu
00:42:50manfaat
00:42:50biaya yang
00:42:52ekspor
00:42:52itu
00:42:52karena
00:42:53no
00:42:53kalau saya
00:42:54gak salah
00:42:54biaya ekspor
00:42:55kelak-kelak
00:42:55ke Amerika juga
00:42:56apakah itu
00:42:57akan dibebankan
00:42:58biaya
00:42:58sehingga
00:42:59ada
00:42:59kemasukan
00:43:00kemungkinan
00:43:00yang kedua
00:43:01tentang sawit
00:43:02Malaysia
00:43:03yang
00:43:04peringkat
00:43:05di bawah
00:43:05itu
00:43:06badan yang
00:43:07ngurusin sawit
00:43:07itu hanya
00:43:08satu
00:43:08tapi
00:43:09Indonesia
00:43:10sehingga
00:43:1032
00:43:11apakah
00:43:12Pak Menteri
00:43:12akan mencontoh
00:43:13Malaysia
00:43:14yang hanya
00:43:14satu
00:43:15saja
00:43:15badan
00:43:16yang
00:43:16terjadi
00:43:17terjadi
00:43:18Pak
00:43:18turu Malaysia
00:43:19mencontoh
00:43:20Indonesia
00:43:20menterinya
00:43:21sudah datang
00:43:22dan berguru
00:43:23jangan
00:43:24saya ulangi
00:43:25Pak
00:43:25supaya ada fakta
00:43:26mana menterinya
00:43:28ini
00:43:29datang
00:43:30Pak Menteri
00:43:31apa yang dilakukan
00:43:32nanti aku tunjukkan
00:43:33di ujungnya
00:43:34Pak
00:43:35kalau bisa
00:43:36Malaysia berguru
00:43:36ke sini
00:43:37karena dia sudah datang
00:43:38Pak Menteri
00:43:38apa dilakukan
00:43:39Indonesia
00:43:40supaya
00:43:41tidak terlalu jauh juga
00:43:42Pak
00:43:42bukan saja
00:43:43Jepang datang
00:43:44Pak
00:43:44ini
00:43:45Jepang datang
00:43:47Kanada datang
00:43:48ini dua minggu
00:43:49Pak
00:43:49berturut-turut
00:43:50Kanada datang
00:43:51Chile datang
00:43:52kemudian
00:43:53Australia
00:43:55belarus
00:43:57Rusia
00:43:58dulunya
00:43:59tidak pernah
00:43:59ke Indonesia
00:44:00selama mereka
00:44:00empat negara
00:44:02dia bertanya
00:44:04saya lanjut
00:44:04Pak
00:44:04dia bertanya
00:44:05apa dilakukan
00:44:06kenaikan tertinggi
00:44:08beras pangan
00:44:09itu adalah
00:44:10Indonesia
00:44:10setelah berhasil
00:44:11dan ini ada
00:44:12datanya
00:44:22aku jawab
00:44:23ya
00:44:24jauh lebih
00:44:26bagus
00:44:26kebijakan
00:44:27kita keluarkan
00:44:28kompersi
00:44:29menjadi
00:44:30bioview
00:44:30mau seribu
00:44:31kelola
00:44:31saya tidak peduli
00:44:32tapi ada
00:44:33payung hukum
00:44:34aku kompersi
00:44:35sawit
00:44:36mana
00:44:37harga
00:44:37sawit
00:44:37harga
00:44:38sawit
00:44:39aku kompersi
00:44:40ini aku ekspor
00:44:41nih
00:44:41tarik
00:44:42masuk
00:44:42jadikan solar
00:44:43solar saya selamat
00:44:45stop
00:44:45impor
00:44:46solar
00:44:47depisah
00:44:48masuk
00:44:49ini aku tarik
00:44:50ternyata
00:44:51apa
00:44:51naik harga
00:44:52100%
00:44:54jadi
00:44:54bukulnya
00:44:55ke sana
00:44:57bukulnya
00:44:57negara lain
00:44:58depisah kita
00:44:59belanja
00:44:59depisah kita
00:45:00terhenti
00:45:00tetapi
00:45:01kita tarik
00:45:02masuk
00:45:02naik
00:45:02harga
00:45:03naik
00:45:04harga
00:45:04itulah
00:45:05kebijakan
00:45:05Indonesia
00:45:06dan belum
00:45:07dilakukan
00:45:07negara tetangga
00:45:08jadi
00:45:09biofuel
00:45:10ini
00:45:10dieselnya
00:45:11aku diketahui
00:45:11dulu pak
00:45:12sekarang
00:45:13ini
00:45:13sudah
00:45:13B35
00:45:14B40
00:45:151
00:45:16Juli
00:45:17B50
00:45:18dan
00:45:19ada yang
00:45:19lebih ekstrim pak
00:45:20yang
00:45:21bapak
00:45:21super power
00:45:22kemarin
00:45:23ITS
00:45:23sawit
00:45:25jadi
00:45:25bensin
00:45:26ini
00:45:29kami langsung
00:45:30tanda tangan
00:45:31pak cepat
00:45:32kenapa
00:45:33kita harus
00:45:33kolaborasi pak
00:45:34kenapa kampus
00:45:35kami selalu undang
00:45:36IPB kami beli
00:45:37250 ribu
00:45:38eh
00:45:39250 miliar
00:45:40bibit
00:45:41karena dia produksi
00:45:43punah 5 miliar
00:45:45ITS
00:45:46aku beli alatnya
00:45:46jadi
00:45:47aku minta
00:45:48teman-teman dosen
00:45:49teman-teman
00:45:50peneliti
00:45:51tolong meneliti
00:45:52sesuai kebutuhan
00:45:53redaktif Indonesia
00:45:54kebutuhan
00:45:55lapangan
00:45:56nah
00:45:57aku beli
00:45:59nah
00:46:00kita kembali
00:46:00ke yang tadi pak
00:46:01sawit
00:46:02ke
00:46:03kelepau bulat pak
00:46:04kelepau bulat
00:46:05supaya
00:46:06bapak yakin
00:46:07buka
00:46:09harga kelapa
00:46:10perbank
00:46:12dan
00:46:13maaf pak Henry
00:46:13kami dikeroyok
00:46:15enggak tahu
00:46:16enggak usah
00:46:17di tempat mana
00:46:18saya katakan
00:46:19petani harus
00:46:20dibelah
00:46:21dan dia tidak pernah
00:46:22merasakan
00:46:23sejak merdeka
00:46:25ini
00:46:25harga dunia ini
00:46:26harus dinikmati
00:46:27coba buka
00:46:28bukan buka
00:46:29harga kelapa
00:46:30pak menteri
00:46:30mohon maaf
00:46:31ini saya disclaimer dulu
00:46:32saya serjana komunikasi pak
00:46:33tapi saya baca pak
00:46:34makanya saya tahu itu tadi
00:46:35makanya saya tanya
00:46:35oh sudah
00:46:36ayah sudah
00:46:37sudah
00:46:37sudah
00:46:37selesai
00:46:38nanya begini
00:46:40jana komunikasi
00:46:41nanya-nanyain
00:46:43pertanyaan
00:46:43enggak gitu pak
00:46:44ini saya
00:46:44mau saya baca
00:46:45terus kok ada yang
00:46:46enggak ini ya
00:46:47kalau kelapa bulat
00:46:48di ekspor
00:46:49biaya ekspornya 0%
00:46:50kan 0 rupiah
00:46:51itu kan artinya
00:46:52kita enggak dapat
00:46:53pemasukan dari
00:46:54biaya ekspor kelapa bulat
00:46:55padahal
00:46:56kita mengekspor ke
00:46:57China dan Amerika
00:46:58tadi kan banyak banget
00:46:59kan harusnya
00:46:59kalau kita ada
00:47:00biaya ekspornya itu
00:47:01bisa menambah
00:47:02memasukkan
00:47:03benar kan
00:47:03iya
00:47:03kalau aku ekspor coconut meal
00:47:06PPN nya berapa
00:47:0710%
00:47:09ini aku ekspor
00:47:11kembali lagi tadi
00:47:12tapi jangan lihat
00:47:13duberdurnya pak
00:47:14ini
00:47:15cerdas beliau
00:47:16Maluku Utara
00:47:18nih
00:47:18ekspor deh ekspor
00:47:19bukan ekspor
00:47:20nih
00:47:21ini ekspor
00:47:24yang kita ekspor
00:47:25langsung naik 10%
00:47:27kalau itu kali 100
00:47:282.400 triliun
00:47:30mudah-mudahan
00:47:305 tahun 10 tahun ke depan
00:47:32ini jadi kenyataan
00:47:33baru 3 pak
00:47:34sudah main 20.000 triliun
00:47:36itulah kami dibully kemarin
00:47:37bisa dolar
00:47:381 dolar
00:47:391.000 rupiah
00:47:39ini maksudku
00:47:41aku kunci pak
00:47:42ini kunci
00:47:43coba kunci
00:47:47iya
00:47:48enggak boleh
00:47:50ini
00:47:51itu baru 2 aku
00:47:52olah
00:47:54kelapa
00:47:55dengan air kelapa
00:47:56itu
00:47:57sorry
00:47:5810.000 triliun
00:48:01sampai
00:48:01kalau kali 20%
00:48:0220 kali lipat
00:48:0420.000 triliun
00:48:04tapi bukan itu
00:48:05saya ingin tunjukkan disini pak
00:48:08kalau pertanian ini
00:48:10BPS ya bukan saya
00:48:11kalau disini bergerak
00:48:131.934 triliun
00:48:15dan dunia juga begitu
00:48:16di hilir
00:48:18jasa
00:48:20industri
00:48:2057.000 triliun
00:48:23kita gerakkan disini
00:48:245 kali lipat
00:48:255 kali lima
00:48:27250.000 triliun
00:48:29disinilah maksudku
00:48:30super power
00:48:31jangan kali 100 dulu pak
00:48:33kalau pertanian itu
00:48:35sampai
00:48:351.300
00:48:361.900
00:48:381.934 triliun
00:48:40itu dulu pak ya
00:48:41yuk dulu
00:48:42berarti edit filmnya
00:48:43sehingga mencapai
00:48:4357 triliun
00:48:44iya
00:48:45di perjalanan
00:48:47berapa investasi
00:48:48diperlukan
00:48:49untuk di depan
00:48:50karena kelihatan
00:48:51dari sawut
00:48:52yang menikmati pun
00:48:53sebagian besar
00:48:54dari korporasi
00:48:55dari 4 petani
00:48:56wah menarik nih
00:48:56maka pertanyaannya
00:48:58sebenarnya
00:48:59kenapa banyak kali pak
00:49:00dari warga
00:49:02wah bapak saya
00:49:04tidak mengarah ke sana pak
00:49:05itu yang bertanya tadi pak
00:49:07jadi supaya kita
00:49:08berteman sedikit pak
00:49:08pak Hendrik
00:49:09tadi kelapanya batonya
00:49:11dan saya tidak terangkan tadi
00:49:13tapi beliau tambahkan
00:49:14silahkan pak
00:49:14ini ternyata bapak
00:49:16ahli kelapa
00:49:16saya kebetulan
00:49:19cuma miris
00:49:19melihat Indonesia
00:49:20kalau pospor
00:49:21melihat norik itu
00:49:23ya
00:49:24di produk di Malaysia
00:49:26lebih bagus
00:49:27produknya gerai
00:49:27lebih bagus
00:49:28padahal produknya
00:49:29dari Indonesia
00:49:29bahan bakunya
00:49:30bahkan diproduk oleh Korea
00:49:31dengan lebih bagus
00:49:32daripada menurut Indonesia
00:49:33betul
00:49:34nah itu artinya
00:49:35patuhnya bisa
00:49:36kita buat
00:49:37tapi
00:49:37berubah
00:49:39ini butuh investasi
00:49:43betul
00:49:43supaya tidak terjadi
00:49:44pada kasus sawit
00:49:46dimana menikmati
00:49:48lebih banyak
00:49:48korporasi
00:49:50karena caranya
00:49:52supaya investasi
00:49:52negara juga
00:49:53begini pak
00:49:54ini
00:49:55kan itu
00:49:56keswasta
00:49:57makanya menikmati
00:49:58swasta
00:49:59nah ini
00:50:00sudah
00:50:01bukan hanya
00:50:03rakyatnya juga
00:50:05bisa menikmati
00:50:07jangan
00:50:07jangan disabotasi ya
00:50:08kalau saya
00:50:09oke
00:50:10prof
00:50:11pertanyaannya super
00:50:12super power
00:50:13seperti pak
00:50:15itulah mimpi besar kita
00:50:17kami sudah bekerja
00:50:18karena pangan sudah beres
00:50:20kami bergerak
00:50:21ke yang pak prof
00:50:21sampaikan
00:50:22ini
00:50:24coba tunjukkan
00:50:25yang kami sudah rancang
00:50:30prof
00:50:30kami sudah rancang
00:50:32ini perintah bapak presiden
00:50:36ini
00:50:39investasinya sekian
00:50:41karena ada dan antara
00:50:43nilainya 16 ribu trilip
00:50:45ini masuk ke sini
00:50:46tetapi itu belum perlu
00:50:48ini masih kuat
00:50:49equity-nya masih kuat
00:50:50kemudian modalnya masih kuat
00:50:52ini kita kerjakan
00:50:5420% dari total
00:50:56kemudian selebihnya swasta
00:50:57tapi kita menjadi pengendali nanti
00:50:59next
00:51:01300 triliun
00:51:03tenaga kerjaya
00:51:06kembali yang tadi
00:51:07kembali
00:51:07tenaga kerjaya
00:51:09ini yang pak promaksukan
00:51:105,8 juta ujungnya nanti
00:51:13kalau 5,8 juta
00:51:15kali 4
00:51:16kemiskinan selesai republik ini
00:51:18dan pertanyaannya bapak super
00:51:20ternyata
00:51:21saya bangga hari ini ketemu orang-orang super
00:51:24ini yang kita target
00:51:26kalau ini target pak
00:51:28bukan 125 tadi NTP lagi
00:51:30kita 200 menunjuk 300
00:51:33ini yang mengantar
00:51:35ini investasi
00:51:36kemudian hasilnya
00:51:40dan ini
00:51:41kembalikan tadi
00:51:43ini pak
00:51:45perperusahaan BUMN pangan
00:51:47kebetulan kami diminta
00:51:49bapak presiden
00:51:49handle langsung
00:51:50seperti
00:51:52micromanagement
00:51:53aku cek
00:51:53berapa hektar hari ini
00:51:55yuk kerjakan
00:51:56ini pak PT-nya semua
00:51:57ini BUMN semua
00:51:58seperti bapak sampaikan
00:51:59ada satu lebih ekstrim
00:52:01enggak apa-apa ya
00:52:02boleh ya
00:52:03tapi jangan di polimikannya
00:52:04bukan se-ekstrim
00:52:06ayam yang dikuasai
00:52:07yang kuasai ayam cuma dua
00:52:10bapak sudah tahu
00:52:11aku ingin tambahkan
00:52:12bahwa kami rubah itu
00:52:15neolib
00:52:15masuk ke ekonomi Pancasila
00:52:17karena bapak anti neolib
00:52:19Pak Endo janganlah
00:52:20bapak ketawa
00:52:25ini yang menguasai
00:52:27hanya dua perusahaan
00:52:28aku tidak sebut
00:52:31nilainya
00:52:32ini
00:52:33554 triliun
00:52:36setelah ada MBG
00:52:37653 triliun
00:52:39artinya
00:52:40hampir 400 triliun
00:52:42380 triliun
00:52:44itu dua orang
00:52:47kapan rakyat ini berdaulat
00:52:49kapan ekonomi rakyat ini bergerak
00:52:50sehingga
00:52:52kami membangun
00:52:53buka
00:52:54ayam
00:52:56kita sudah buka
00:52:58groundbreaking 6
00:52:59membangun pakan
00:53:01dengan DOC
00:53:02yang bangun pakan
00:53:04DOC adalah negara
00:53:05seperti bapak katakan
00:53:06kemudian yang bergerak
00:53:08di hilir
00:53:08itu rakyat kecil
00:53:10ini anggaranya
00:53:11ini daerahnya
00:53:13ini anggaranya Pak
00:53:1420 triliun dari negara
00:53:1650 triliun
00:53:17kur
00:53:18dan ini
00:53:19rakyat kita bergerak
00:53:20tapi
00:53:21ini
00:53:22terkoneksi dengan pemerintah
00:53:24kemudian
00:53:26next
00:53:27yang tadi
00:53:29nah
00:53:30ini pulau-pulau Pak
00:53:32harus mandiri
00:53:33biofuel
00:53:34energi
00:53:34mandiri pangan
00:53:35mandiri energi
00:53:37mandiri protein
00:53:39sehingga
00:53:40inflasi tidak lagi
00:53:41didiskusikan
00:53:41karena yang membuat
00:53:43inflasi
00:53:43angkutan beras
00:53:44dari Jawa ke Kalimantan
00:53:46Kalimantan sudah selesai
00:53:47kemudian dari Sulawesi
00:53:49ke Papua
00:53:49Papua sudah selesai
00:53:51mimpi besarnya
00:53:52Indonesia Pak
00:53:53pangan beres
00:53:54protein sudah beres
00:53:55B50 sudah beres
00:53:56menuju etanol
00:53:57dan
00:53:58seluruh komoditas strategis
00:54:00dimana dunia tinggi
00:54:01itu kita
00:54:02hilirisasi
00:54:02dan
00:54:03bapak sudah hafal
00:54:05tinggal kita gandengan tangan
00:54:06biarkan yang muda-muda ini
00:54:08menggantikan kita nanti
00:54:09dia merasakan
00:54:11Republik Indonesia
00:54:12menjadi super power
00:54:13terima kasih
00:54:14saudaraku
00:54:15ada
00:54:16satu
00:54:19dari
00:54:19suruh penjelasan
00:54:21bapak tadi
00:54:21rasanya sudah menjawab
00:54:23hal mendasar
00:54:24cuma satu yang belum terjawab
00:54:27ada hal yang tidak logis
00:54:29setiap bulan puasa
00:54:33di produksi petani
00:54:35melimpah
00:54:36tapi begitu
00:54:38sampai
00:54:38ke hujung pasar
00:54:39harganya berkelipat
00:54:41yang menikmati
00:54:42edit value
00:54:43nilai tambah
00:54:43itu bukan petani
00:54:45tapi mereka
00:54:46yang menjadi
00:54:47jejaring
00:54:48supply chains
00:54:48materi
00:54:49pasokan
00:54:50apa yang terjadi
00:54:51yang terjadi
00:54:52cuma satu kalimatnya
00:54:53biaya logistik
00:54:55yang tinggi
00:54:55jadi selama
00:54:57Joko Widodo
00:54:57membangun
00:54:58infrastruktur logistik
00:55:00ini saya terbuka
00:55:01datanya data bank dunia
00:55:03datanya data
00:55:04bukan data saya
00:55:05tapi data bank dunia
00:55:07selama Joko Widodo
00:55:08membangun infrastruktur
00:55:09biaya logistik
00:55:11hanya turun
00:55:120,5%
00:55:13dari 24
00:55:14menjadi 23,5%
00:55:17means
00:55:17mata rantai pasokan
00:55:19tetap dipegang oleh
00:55:20yang namanya
00:55:22pembulu rente
00:55:23istilahnya
00:55:24pembulu rente
00:55:25dampaknya menjadi
00:55:26harga ujung tetap tinggi
00:55:28saya balik ke harga pasar
00:55:29tadi Henry sudah
00:55:30mengambil contoh
00:55:31beras Pak
00:55:32bagaimana tadi
00:55:3313.000
00:55:34700.000
00:55:34dikacaukan
00:55:35itu menunjukkan
00:55:36bahwa sesungguhnya
00:55:36mata rantai pasokan
00:55:37masih belum bisa
00:55:38dikendalikan oleh
00:55:38pemerintah
00:55:39satu
00:55:40indikator buat saya
00:55:41mata rantai pasokan
00:55:43tidak bisa dikendalikan
00:55:44pemerintah
00:55:44itu juga diindikasikan
00:55:45pada biaya logistik
00:55:46yang tetap tinggi
00:55:47yang 23,5%
00:55:49dari 24
00:55:50yang Sri Mulyani bilang
00:55:51waktu dia jadi menteri
00:55:52ini biaya infrastruktur
00:55:54sudah besar-besaran
00:55:55tapi tetap
00:55:56kita kalah bersai
00:55:57dengan negara tetangga
00:55:58maka pertanyaan
00:55:59ini bukan tugas Bapak
00:56:00ini bukan tugas Bapak
00:56:02tapi menjadi bagian
00:56:04Bapak berkoordinasi
00:56:04dengan menteri-menteri lain
00:56:05bagaimana tetap
00:56:07kan ujungnya soal
00:56:08price stability
00:56:08price stability itu
00:56:10tetap hajat hidup
00:56:11perang banyak
00:56:11anda bekerja habis-habisan
00:56:13tapi stabilitas harga tidak tercapai
00:56:15habis
00:56:15dimakan oleh yang namanya
00:56:16para korporat
00:56:17makasih
00:56:19Pak
00:56:21tidak tolong Pak
00:56:22nanti Pak
00:56:23mengeriti terus
00:56:24aku bangga dengan Bapak
00:56:25maaf ya
00:56:26teman-teman
00:56:27teman-teman
00:56:28negara ini kuat
00:56:29kalau ada
00:56:30pengamat
00:56:31yang mengeriti
00:56:32konstruktif
00:56:33aku harus support
00:56:34karena aku dosen juga
00:56:36ini yang benar
00:56:37jangan tidak main data
00:56:39Pak aku rekan
00:56:40yang Bapak sampaikan
00:56:42dan kami
00:56:44sudah rancang
00:56:44nih
00:56:47mana seplece
00:56:53oh enggak
00:56:54enggak
00:56:54penjahatnya dulu
00:56:55Pak bukan saya bilang
00:56:56Bapak yang bertanya ya
00:56:57aku cuma menjawab
00:56:58aku hanya membela
00:56:59jadi nanti tolong publik
00:57:01Pak Profesor
00:57:02yang mengatakan
00:57:04aku hanya membela saja
00:57:05karena Bapak serang nih
00:57:06aku membela
00:57:07bukan ini
00:57:08Pak
00:57:08ini Pak dulu
00:57:10caranya membunuh ini
00:57:12Republik
00:57:12Neloik tadi
00:57:14dan
00:57:15aku tidak setuju
00:57:16saya tidak tahu Bapak
00:57:17setuju tidak
00:57:17IMF
00:57:18salah
00:57:19dan saya katakan
00:57:21itu peran-peran
00:57:22perandakan pertanian
00:57:22dan aku bisa
00:57:24bertanggung jawabkan
00:57:24sekarang Pak
00:57:26nanti aku tunjukkan
00:57:27ini kemarin
00:57:29ini beras
00:57:30di giling
00:57:33ini yang diproduksi
00:57:34tapi kapasitas pabrik
00:57:36116 juta ton
00:57:38berarti ideal kan Pak
00:57:39enggak cukup kan
00:57:40lah datang
00:57:41konglomerat
00:57:42bangun dengan kapasitas besar
00:57:4450 juta ton
00:57:47ini mati kan
00:57:48kalau ini beli 6 ribu
00:57:50ini beli 6.500
00:57:51ini beli 7 ribu
00:57:52ini beli 7.500
00:57:53dan ini 20 orang
00:57:56kemudian
00:57:57ini mati
00:57:58ini nanti tinggal
00:58:0021 persen
00:58:01ini 80 persen
00:58:02atau ini 10 persen
00:58:04ini 90 persen
00:58:06totalnya Pak
00:58:07manusianya
00:58:09161 ribu
00:58:10kali 10
00:58:111,6 juta
00:58:12kali 4
00:58:13itu 6 juta orang
00:58:15bisa jadi teroris
00:58:16bisa dia nakal
00:58:18bisa dia gembel
00:58:19dan dia
00:58:21keamanan
00:58:21tidak terjamin
00:58:22benar ya Pak
00:58:24karena ini yang membunuh
00:58:27inilah yang Bapak katakan tadi
00:58:28ini orangnya
00:58:30tersangkanya Pak
00:58:31ini sudah ditangkap
00:58:32sebagian
00:58:33ini
00:58:35mana tersangkanya
00:58:38ini
00:58:39tersangkanya Pak
00:58:43orangnya bertanya
00:58:44mana tersangkanya
00:58:44ini tersangkanya
00:58:45cek di sana
00:58:47kami kirim Pak
00:58:49212 orang
00:58:50ini 27 orang
00:58:51ini tersangkanya
00:58:52internal juga ada
00:58:55direktur Pak
00:58:56aku pecat
00:58:57masuk penjara sekarang
00:59:00karena
00:59:00kami tidak mau
00:59:02tahu
00:59:02ini adalah
00:59:04apa ya
00:59:06hukum jadi
00:59:07panglima
00:59:08oke bro
00:59:09saya lanjut
00:59:10maaf
00:59:11ini fotonya
00:59:12siapa yang munculkan
00:59:13gak apa-apalah
00:59:15baru dia mengatakan
00:59:16aku
00:59:17di intervensi menteri
00:59:18makanya
00:59:18bukan intervensi
00:59:19aku yang kirim
00:59:20aku yang pecat
00:59:21aku kirim ke penegak hukum
00:59:22saya benar tangkap
00:59:23ini gak benar
00:59:25sekarang di penjara
00:59:27Pak
00:59:27kembali lagi
00:59:29dulu Pak
00:59:30kedele
00:59:30bapak kan singgu kedele tadi
00:59:32mana kedele
00:59:33kedele dulu
00:59:37setelah
00:59:38IMF
00:59:39bebas
00:59:40tidak ada
00:59:41tidak ada lartas
00:59:43tidak ada apa-apa
00:59:43larangan terbatas
00:59:45bebas masuk Pak
00:59:46ibaratkan
00:59:47Mike Tyson
00:59:48diperadaptan
00:59:49dengan elastik pekal
00:59:49tidak ada wasitnya Pak
00:59:51matilah dia
00:59:52bonyok dia
00:59:53ini hancur
00:59:54sekarang sampai sekarang
00:59:55baru kita rencanai
00:59:56susu Pak
00:59:59susu
01:00:00tapi saya belum menteri
01:00:01waktu itu Pak
01:00:02kalau menteri
01:00:02pasti saya tempur disini
01:00:04dulu susu
01:00:05kita sudah baik
01:00:06impornya 48%
01:00:08karena MF
01:00:09alhamdulillah
01:00:10sekarang 79
01:00:11baru bergerak dikit
01:00:13kemari 80
01:00:14baru bergerak 1%
01:00:16akhirnya apa Pak
01:00:17mandi susu
01:00:19ini prof mandi susu
01:00:21mana
01:00:22kenapa lambat
01:00:26ini mandi susu
01:00:28kenapa mandi susu
01:00:29susunya tidak dibeli
01:00:30kenapa
01:00:31tidak ada regulasi
01:00:32mengatur
01:00:33wajib industri beli
01:00:34susunya petani
01:00:35itulah neolib
01:00:37kapitalis
01:00:38nah sekarang
01:00:39aku panggil dua-dua
01:00:41nih orangnya Pak
01:00:42kenapa-kenapa kita tunjukkan fotonya
01:00:43tapi Bapak yang minta ya
01:00:44sebenarnya ini rahsia saya
01:00:46Pak ini pendapatannya
01:00:485 juta
01:00:50ini yang tak dimandi susu
01:00:52ini
01:00:54Pak Prof
01:00:55boleh aku bertanya satu gak
01:00:56kira-kira pendapatannya berapa ini
01:01:00kalau lihat wajahnya
01:01:0310 juta
01:01:0511 triliun
01:01:08ini 11 triliun
01:01:09ini 5 juta
01:01:10aku damaikan
01:01:11tau gak
01:01:12ini badannya begini
01:01:14ini bisa merusak
01:01:15ini kalau ini
01:01:16rugi terus
01:01:17bisa gembel ini
01:01:19bisa berbahaya ini
01:01:20sudah dua Pak
01:01:21contoh
01:01:23supply chain tadi
01:01:24solusinya adalah
01:01:25ini Pak
01:01:26mana supply chain
01:01:28rantai pasok
01:01:30yang Bapak katakan
01:01:311, 2, 3
01:01:32aku hitung
01:01:33karena kami dari bawah
01:01:34ini kita
01:01:36perkecil menjadi 3
01:01:38ini kehilangan
01:01:40kita
01:01:41313 triliun
01:01:42disini Pak
01:01:43ini untung 10%
01:01:44ini untung 20, 30
01:01:46macam-macam
01:01:47hasilnya ini Pak
01:01:48di middleman
01:01:51313 triliun
01:01:52inilah dibangun
01:01:54kooperasi merah putih
01:01:54dari petani
01:01:56kooperasi
01:01:57langsung di desa
01:01:58ke konsumen
01:02:00artinya apa
01:02:01kalau ini untung
01:02:03kooperasi 50 triliun
01:02:04ini
01:02:05263 triliun
01:02:06ini dibagi
01:02:07ke petani
01:02:08pendapatan
01:02:09dan ini menjadi
01:02:10daya beli
01:02:11NTP naik
01:02:12ini juga
01:02:13daya beli naik
01:02:14kenapa
01:02:15rantai pasoknya
01:02:16kooperasi merah putih
01:02:17ada di tengah desa
01:02:18dan ada satu
01:02:19ini bukan bidang saya
01:02:20kebetulan saya pengusaha Pak
01:02:22background saya
01:02:24MBG
01:02:25off-taker
01:02:26dari 160 juta
01:02:28petani Indonesia
01:02:28off-taker nya
01:02:30jadi dia membeli
01:02:31tidak lagi ada
01:02:33kita dengar
01:02:33baru-baru ini
01:02:36tomat dibuang
01:02:38barang dibuang
01:02:39kenapa
01:02:40ada yang menunggu
01:02:42MBG
01:02:43jadi MBG
01:02:44tidak berdiri sendiri
01:02:45dia menjadi
01:02:47off-taker petani
01:02:47dia menjadi
01:02:50mensuplai
01:02:50konsumen
01:02:51di sekitar itu
01:02:52dan Pak
01:02:53kalau kita sepakat
01:02:5430 kali bergerak
01:02:56di desa
01:02:56300 triliun
01:02:58kali 10 kali
01:02:5910 ribu triliun
01:03:00ini bergerak
01:03:01di desa
01:03:02dia tidak lari ke kota
01:03:03nah itu pandangan saya
01:03:05karena
01:03:05bukan bidang saya
01:03:06tetapi kebetulan
01:03:07Prof
01:03:08aku pengusaha
01:03:09ini kerjaan saya
01:03:11pikul beras dulu
01:03:13aku dulu
01:03:14jual betul gunung
01:03:15kemudian
01:03:16apa namanya
01:03:17timbangan itu
01:03:17bulokit
01:03:18saya dulu
01:03:19sakle banget
01:03:20itu dulu
01:03:22tiga
01:03:24sakle banget
01:03:25aku pikul
01:03:25kadar air diukur
01:03:27kita kan tidak tahu
01:03:29kadar air
01:03:29langsung turun harganya
01:03:31rugi bangkru
01:03:32Alhamdulillah
01:03:33saya pernah bangkru
01:03:34dengan bulok
01:03:34bukan bapak
01:03:35bulu
01:03:37oke
01:03:38terakhir ya
01:03:42bagus
01:03:43tadi loh
01:03:47yang middleman
01:03:48tadi coba
01:03:48adanya
01:03:49kan bapak pernah
01:03:50jadi pengusaha
01:03:50apa ya
01:03:51kooperasi merah putih
01:03:52nih pak
01:03:52itu kan keuntukan
01:03:54middleman nya
01:03:55313,08 triliun
01:03:57oke
01:03:57ada pedagang
01:03:58distributor
01:03:59dikumpulin
01:04:00sekarang jadi
01:04:00kooperasi merah putih
01:04:01itu gimana
01:04:02nanganin yang middleman
01:04:03itu pak
01:04:04kan mereka pasti protes
01:04:05tuh kehilangan
01:04:07313 triliun
01:04:08oke
01:04:13makanya ini pertanyaan
01:04:14gosip
01:04:15karena kan
01:04:15bapak kan menteri pertanian
01:04:16makanya
01:04:17pokoknya apa aja
01:04:19bapak tanya
01:04:19termasuk sejarah hidupku
01:04:21aku jawab
01:04:21ini gimana
01:04:23kira-kira
01:04:23kalau bapak diposisikan
01:04:25bapak pernah jadi pengusaha
01:04:25oke
01:04:26kalau bapak jadi
01:04:27middleman
01:04:28nurut gak kira-kira
01:04:29sama negara
01:04:31saya jawab
01:04:32tapi bapak sebagai pengusaha
01:04:33nih
01:04:33jangan
01:04:33jangan
01:04:34jangan
01:04:34sekarang
01:04:36bukan middleman
01:04:37saja
01:04:38ada mafia
01:04:39saya tambah
01:04:3921
01:04:39di dalamnya
01:04:41mafianya buka
01:04:42mumpung pak
01:04:43ini kencang
01:04:44saya tambah bonus
01:04:44satu ini pak
01:04:45bapak tidak tanya
01:04:46tapi saya kasih
01:04:46ini mafianya
01:04:47sebelum saya
01:04:48masuk ke middleman
01:04:49kata dia ada di dalam
01:04:50pak yang kemarin itu
01:04:52oplos
01:04:53oplos
01:04:53oplos
01:04:54bukan oplos
01:04:55nyolok
01:04:57ini aku periksa di lab
01:04:59ini beras muaya
01:05:00middleman tadi pak
01:05:02ini kalau premium
01:05:04itu 14%
01:05:06pecahan
01:05:08pak oke
01:05:09yang kita tangkap itu
01:05:1159
01:05:1134
01:05:13artinya
01:05:14harga 8 ribu
01:05:15dijual 17 ribu
01:05:16kalau 12 ribu saja
01:05:18aku hitung kecil
01:05:205 ribu
01:05:21kalau 2 juta
01:05:2210 triliun pak
01:05:23sehingga saya total
01:05:25semua yang dijual
01:05:26itu 100 triliun
01:05:27ada orang dari mana
01:05:28100 triliun
01:05:29saya ulang pak ya
01:05:30ini saya hitung
01:05:31optimis
01:05:34padahal disini
01:05:358 ribu
01:05:35maksimal 10 ribu
01:05:36kalau 2 juta
01:05:38kita jual
01:05:40bukan untung
01:05:41nipu rakyat
01:05:42paham maksudnya pak
01:05:43itu 10 triliun
01:05:45clear pak ya
01:05:46ini yang ditangkap
01:05:48dan ini sudah dipenjara
01:05:49clear ya
01:05:50itulah masuk
01:05:51di middleman
01:05:51pertanyaan saya pak
01:05:53yang mana kejam
01:05:54satu dulu saya selesai
01:05:55yang mana kejam
01:05:56yang memberantas
01:05:58100 orang
01:05:58atau 1000 orang
01:06:01atau
01:06:02mafia lewat
01:06:03koruptor lewat
01:06:04silahkan lewat
01:06:06monggo
01:06:09saya selesaikan dulu
01:06:10ini baru satu
01:06:11ini lewat
01:06:12aku lewat
01:06:14aku dor satu-satu
01:06:15bersama satu kias pangan
01:06:17kira-kira yang kejam ini
01:06:19bapak berdiri di samping
01:06:20tolong pak silahkan
01:06:21yang penting kita jangan
01:06:23ini menyusahkan
01:06:25246 juta orang
01:06:26setuju pak
01:06:27setuju pak
01:06:28yang mana kejam
01:06:28yang kejam yang menyusahkan
01:06:30246 juta
01:06:31tapi menurut saya begini pak
01:06:32kan mereka pasti
01:06:33gak diem aja pak
01:06:34ditemukan makin begitu
01:06:35pak sejak Nabi Adam
01:06:37ya
01:06:38kabil-kabil
01:06:39itu saling membunuh
01:06:40apalagi sekarang cucunya
01:06:42oh ya ya
01:06:42oh udah pak
01:06:43udah-udah
01:06:43udah clear itu
01:06:44sekarang aku balik yang tadi
01:06:46oke oke pak
01:06:49jadi
01:06:52setan itu pak
01:06:54pernah
01:06:54ini
01:06:55ustaz kalau ada
01:06:56tolong betulkan
01:06:57saya suka baca aja
01:06:58saya suka baca
01:06:59waktu Nabi Sulaiman
01:07:01mungkin salah ya
01:07:01waktu Nabi Sulaiman
01:07:03karena banyaknya setan
01:07:05karena beliau bisa komunikasi
01:07:06burung macam-macam
01:07:07berdoa ya Allah
01:07:08tangkap itu setan
01:07:09aman
01:07:10ditangkap
01:07:11tau
01:07:12dimestib orang semua
01:07:13gak ada ke pasar
01:07:15gak ada ke kantor
01:07:16gak ada berkantor
01:07:17gak ada ke bulo
01:07:18gak ada beli beras
01:07:19kenapa
01:07:19dimasib
01:07:20tunggu
01:07:22akhirat
01:07:22waduh
01:07:23ya Allah
01:07:24susah orang kelaparan nih
01:07:25tidak ada tanam padi
01:07:26semua ke masjid
01:07:27tolong lepaskan kembali setan
01:07:28itulah pahaya ini
01:07:30tidak bisa diselesaikan
01:07:31sampai kiamat
01:07:31cuma kita harus bertarung
01:07:33pemerintah atau mafia
01:07:38oke
01:07:39Pak
01:07:40Menteri saya izin
01:07:41silahkan Pak
01:07:42ini nih
01:07:43sebenarnya ujian dokter ini
01:07:44Pak
01:07:46ini penguji
01:07:49Pak
01:07:51Midermay kembalikan tadi
01:07:52nanti solusi tercepatnya adalah
01:07:54memang kooperasi
01:07:55ada
01:07:57ada yang harus disempurna
01:07:58harus tepakat
01:07:59Pak
01:08:00tidak ada sempurna
01:08:01termasuk saya
01:08:02saya tidak akan sempurna
01:08:04Pak Hendrik
01:08:05Pak
01:08:05Profesor
01:08:06tidak sempurnakan saya
01:08:07aku berdiri disini
01:08:09mencari kesempurnaan
01:08:10dan tidak mungkin
01:08:10oke
01:08:12silahkan yang satu
01:08:12Pak
01:08:13terima kasih
01:08:14saya sangat
01:08:15menarik
01:08:17papanan Bapak
01:08:18Bapak
01:08:19berani
01:08:20berbasis data
01:08:21catatan saya
01:08:22jadi Bapak
01:08:23tidak hanya retoris
01:08:24tapi merubah
01:08:25kebijakan
01:08:26berdasarkan data
01:08:29kalau saya sebagai dosen
01:08:31melihat Bapak
01:08:31Bapak punya integritas
01:08:33teknokratisnya
01:08:34dapat
01:08:34terus
01:08:36systemic thinking
01:08:37Bapak
01:08:38juga jelas
01:08:39Bapak
01:08:40menyelesaikan
01:08:40masalah pupuk
01:08:41pemberantasan
01:08:42mafia beras tadi
01:08:43beras oprosan
01:08:44ketidaksesuaian
01:08:46standar mutu beras
01:08:47permainan harga
01:08:49dan kelangkaan
01:08:50efek jera
01:08:51terhadap pelaku
01:08:52yang curang
01:08:52Bapak lakukan
01:08:53termasuk korupsi
01:08:54di internal
01:08:55termasuk juga
01:08:56bantuan proyek
01:08:57ataupun pertanyaan
01:08:58atau penyalahgunaan
01:08:59hukum
01:08:59clear
01:09:00ini kan persoalan
01:09:02persoalan hukum
01:09:03tadi Bapak
01:09:03walaupun bilang
01:09:04gak ada hukum
01:09:04gak mungkin
01:09:05Pak Menteri
01:09:05tanpa hukum
01:09:06saya sebagai
01:09:07serjana hukum
01:09:07tadi
01:09:07ini momen saya
01:09:09untuk bilang
01:09:10Pak Menteri
01:09:10tidak bisa
01:09:11sekalipun
01:09:12pengusaha
01:09:12tidak hukum
01:09:13karena hukum
01:09:14itu menjadi
01:09:14penjaimbang
01:09:15tidak ada ego
01:09:17sektoral
01:09:18siapapun
01:09:18apalagi pidana
01:09:19menyeimbangkan
01:09:20kepentingan negara
01:09:21masyarakat
01:09:21dan pelaku
01:09:22maka dia menjadi
01:09:23proporsional
01:09:24dan proporsional
01:09:25Pak Menteri
01:09:26tadi ada
01:09:27sampai ada
01:09:27beberapa tahun
01:09:28Pak Menteri
01:09:29menyampaikan
01:09:29dari paparan yang tadi
01:09:30saya boleh nih
01:09:32kalau tadi ada
01:09:33gosip lah
01:09:34kalau bahasanya tadi
01:09:35akhirnya saya berpikir
01:09:37Pak Menteri
01:09:38keberanian Pak Menteri
01:09:39tidak kompromi
01:09:40dengan kepentingan
01:09:41sekelompok orang
01:09:42tadi
01:09:43dan berani
01:09:44transparansi
01:09:45seperti ini
01:09:46Pak Menteri
01:09:48juga sudah bisa
01:09:48mempetahkan
01:09:49anggaran
01:09:50APBN
01:09:51sebenarnya
01:09:52Pak Menteri
01:09:53mau kemana ya
01:09:56kemana tuh
01:09:57Jawa Pak Menteri
01:09:57boleh proporsi keluar
01:09:58ya enggak
01:09:59Pak Menteri
01:10:00saya
01:10:01saya melihat
01:10:03seperti ada
01:10:04sosok apa ini
01:10:06gitu loh
01:10:06aparannya
01:10:07luar biasa
01:10:08bisa membelanjakan
01:10:10ini
01:10:10bisa menguntaskan
01:10:12kalau
01:10:12soalnya tadi
01:10:13Pak Menteri bilang kan
01:10:14jangan ada dusta
01:10:16diantar kita
01:10:16Pak Menteri
01:10:17kalau memang
01:10:19melayak
01:10:20ya ayo
01:10:20bangsa ini juga
01:10:21harus saling
01:10:22tolong menolong
01:10:23dalam kebaikan
01:10:23saya mint
01:10:24atau jujuran
01:10:25hati Pak Menteri
01:10:26sebelum nanti
01:10:27dipertanyakan
01:10:28di air nanti
01:10:28Pak Menteri
01:10:29agak-agak
01:10:30panas ini
01:10:32AC-nya
01:10:32mengarah ke sini
01:10:34Pak
01:10:37oke
01:10:38yang hukum tadi
01:10:38bukan maksud
01:10:39YouTube
01:10:39maksud saya
01:10:40ada sarjana hukum
01:10:42bukan maksud saya
01:10:43dia
01:10:45apa namanya
01:10:46mengotaati
01:10:47data teknis
01:10:48bukan bidangnya
01:10:49dan salah pula
01:10:50ini rakyat Indonesia
01:10:52nonton Pak
01:10:52itu aja
01:10:53tapi Bapak
01:10:54Bapak adalah
01:10:54profesional
01:10:55hukum
01:10:56profesor
01:10:56hukum yang hebat
01:10:57pertanyaannya Bapak
01:10:58saya
01:10:59Pak ya
01:11:00tidak ada dusta ya
01:11:01kalau
01:11:02nuraniku
01:11:03aku ikuti
01:11:04takdirku
01:11:06kemudian yang kedua
01:11:07kalau saya
01:11:08pilihan pribadi
01:11:09aku
01:11:10ingin
01:11:11filantropi
01:11:12bermanfaat
01:11:12untuk rakyat
01:11:13tapi
01:11:14saya bisa kemana-mana
01:11:15karena apalah
01:11:16arti semua ini
01:11:17gak ada
01:11:18Menteri itu
01:11:19cuma 5 tahun
01:11:20apa itu
01:11:203 tahun
01:11:21kalau tidak
01:11:22risapel
01:11:22kan ada
01:11:23kedengaran risapel lagi
01:11:24Pak
01:11:25kalau saya
01:11:26dimana titik kami berada
01:11:28karena kami pengusaha
01:11:29kami mengajar
01:11:31kami dosen tetap
01:11:33kami mengajar
01:11:33bagaimana hidupku ini
01:11:35sebelum nyawa aku dicabut
01:11:36bermanfaat
01:11:37untuk merah putih
01:11:38untuk rakyat Indonesia
01:11:39Pak Menteri
01:11:39terima kasih Pak Menteri
01:11:43ada pertanyaan
01:11:45menggelitik dari saya
01:11:46karena saya pernah
01:11:47di dalam
01:11:49tadi terkonfirmasi
01:11:51oleh Pak Menteri
01:11:52bahwa
01:11:52ada orang lapor
01:11:54kepada Presiden
01:11:54begitu kan
01:11:55bahwa
01:11:56lahan
01:11:57tidak bisa tumbuh
01:11:59tapi bisa
01:12:00ada juga
01:12:02ketika itu
01:12:02info
01:12:03gosip
01:12:04saya terima
01:12:06bahwa memang
01:12:07stok beras itu
01:12:08gak ada
01:12:08betul
01:12:10bahwa ini
01:12:11katanya Pak Menteri
01:12:12omong-omong
01:12:12gak benar
01:12:14ini real Pak
01:12:14karena saya di dalam
01:12:15seperti itu
01:12:15saya jelasin aja
01:12:16saya buka aja
01:12:17nah artinya ini kan
01:12:19hari ini kami diundang
01:12:20sebagai saya
01:12:21sudah keluar nih
01:12:22sudah jadi akademisi
01:12:23Pak Menteri
01:12:25membuktikan
01:12:26saya ingin
01:12:27secara nyata
01:12:28bahwa saya hadir
01:12:29di gudang ini
01:12:30bahwa
01:12:31ada dan tidak
01:12:32dan nyata
01:12:33dan apa yang disampaikan
01:12:35Pak Menteri
01:12:35berdasarkan dengan
01:12:36cakta tadi
01:12:36dengan bukti-bukti yang ada
01:12:37nah sebenarnya
01:12:39yang saya ingin katakan
01:12:41bahwa
01:12:42saya tidak tahu
01:12:44karena ini adalah
01:12:45persoalan politik
01:12:47tetapi saya pun tahu
01:12:49gitu bahwa
01:12:50kalau Menteri yang kerjanya bagus
01:12:53ini sulitnya di Indonesia
01:12:56banyak yang
01:12:57mendegradasi
01:12:58gitu
01:12:58banyak ada disitu
01:13:01DFK-nya
01:13:01disinformasi
01:13:03fitnah dan kebencian
01:13:04padahal mestinya
01:13:06apa yang menjadi catatan
01:13:07katakanlah prestasi
01:13:09dari Menteri itu
01:13:10ya harus
01:13:10harus dipublikasi
01:13:12gitu
01:13:13bahkan harus didukung
01:13:13oleh publik
01:13:14tapi nyatanya
01:13:15gitu di dalam sendiri
01:13:16bahwa tadi
01:13:17ada gosip-gosip
01:13:18ada fitnah
01:13:19kebencian
01:13:19yang memang terjadi
01:13:20satu
01:13:20yang kedua
01:13:22Pak Menteri
01:13:22saya terbitik juga
01:13:24karena saya petani
01:13:25gitu
01:13:25saya
01:13:27sampai hari ini
01:13:28saya tidak makan
01:13:29beli
01:13:29karena
01:13:30apa namanya
01:13:31pandang sendiri
01:13:33tetapi memang
01:13:34kalau kita lihat
01:13:35data pemerintah
01:13:3620 tahun terakhir
01:13:38ada 150
01:13:39sampai 250
01:13:40keluarga
01:13:41itu makin kaya
01:13:42kekayaannya
01:13:43makin berlipat
01:13:46ada 150
01:13:47sampai 250
01:13:48keluarga
01:13:49dalam 20 tahun
01:13:51terakhir
01:13:51itu makin kaya
01:13:52dan berlipat-lipat
01:13:54kekayaannya
01:13:54dan yang kelas menengah
01:13:56mohon maaf
01:13:57makin turun
01:13:58dan yang miskin
01:13:59makin miskin
01:13:59maksud saya
01:14:00ini kan tugas negara
01:14:02tugas pemerintah
01:14:03termasuk pemerintah
01:14:04memastikan
01:14:05bahwa petani
01:14:06itu ya
01:14:06happy
01:14:07senang
01:14:08dan bahkan
01:14:09saya sering jalan-jalan
01:14:09Pak Menteri
01:14:10karena di Subang
01:14:11ada bulog juga
01:14:12saya juga jalan-jalan
01:14:14saya bilang
01:14:14waktu itu
01:14:15waktu harga
01:14:15gabah itu
01:14:168.500
01:14:18karena waktu itu
01:14:19posisi saya jubil
01:14:20itu happy
01:14:21dan memang
01:14:22ada amanah
01:14:22tolong Pak Ujang
01:14:23sampaikan
01:14:24bahwa ini harus dijaga
01:14:26cuma memang
01:14:27problemnya
01:14:27yang saya lihat
01:14:30kualitas
01:14:30dari gabah-gabah
01:14:32petani
01:14:32misalkan masih ada yang basah
01:14:33sehingga disitu tumbuh
01:14:35lain sebagainya
01:14:36ini kan menjadi
01:14:37halus dijaga
01:14:39itu yang kedua
01:14:40Pak Menteri
01:14:41jadi
01:14:41saya amanah
01:14:43yang sebenarnya gini
01:14:44soal
01:14:45pupuk
01:14:46saya 4 tahun
01:14:48jadi tim penilai
01:14:49di Kementerian Pertanian
01:14:50keterbukaan informasi publik
01:14:52saya waktu itu
01:14:53berinteraksi juga
01:14:55dengan irjen
01:14:55Kementerian
01:14:56sekarang jadi
01:14:57Kepala Ketua KPK
01:14:58Pak Budi
01:15:00bagaimana
01:15:01ada perubahan
01:15:02mekanisme
01:15:03distribusi pupuk
01:15:04sehingga pupuk itu
01:15:05bisa langsung
01:15:06diakses oleh publik
01:15:08tetapi
01:15:08Pementerian
01:15:09masih ada yang mengeluh
01:15:10gitu di bawah
01:15:10Pak katanya
01:15:12saya kok
01:15:14susah
01:15:14tetap saja
01:15:15misalkan dikuasai
01:15:16oleh orang-orang desa
01:15:17gitu loh
01:15:17oleh orang-orang
01:15:18keluarganya
01:15:19kepada desa
01:15:20bahwa
01:15:20dia tetap saja
01:15:21katanya
01:15:21yang punya akses
01:15:23ya itu saja
01:15:23kita harus susah juga
01:15:24nyarinya
01:15:25ini juga menjadi
01:15:26perhatian Pak Menteri
01:15:27karena
01:15:28apa yang menjadi
01:15:29revolusi
01:15:29distribusi pupuk
01:15:31juga sudah terjadi
01:15:32dan saya tahu
01:15:32persis
01:15:33saya juga menghadiri
01:15:34MOY
01:15:34Pak Menteri
01:15:35dengan kepolisian
01:15:36untuk memastikan
01:15:37agar tidak ada
01:15:38persoalan hukum
01:15:39di bawah
01:15:39yang ketiga
01:15:40ini penting juga
01:15:43bahwa
01:15:44yang paling dirugikan
01:15:45apapun
01:15:46yang kelas bawah tadi
01:15:47orang miskin
01:15:48saya berkebun
01:15:49ini soal
01:15:50bertani juga
01:15:52dalam mindset saya
01:15:54sebagai akademisi
01:15:55ternyata
01:15:56ini
01:15:56kenapa orang
01:15:57masih banyak
01:15:58kekota
01:15:58walaupun tadi
01:15:59Pak Menteri
01:15:59mengatakan data
01:16:00yang luar biasa
01:16:01tetapi memang
01:16:03kalau kita berkebun
01:16:04hasilnya lama
01:16:06jadi kita minjem dulu
01:16:09minjem dulu
01:16:10nanti
01:16:10tahu-tahu
01:16:11kita berhutang dulu
01:16:12nanti hasilnya bayar
01:16:14nah yang sawah
01:16:15juga ternyata
01:16:16kebanyakan kita
01:16:16mohon maaf
01:16:17juga petani-petani
01:16:18gureng
01:16:18petani-petani
01:16:19yang tidak punya sawah
01:16:21saya punya
01:16:22pengelola
01:16:23apa namanya
01:16:24petani
01:16:24yang mengelola sawah
01:16:26saya gitu
01:16:26mereka kerja ke saya
01:16:28tetap saja
01:16:29mohon maaf
01:16:30yang sejahtera
01:16:30dari pemilik-pemilik
01:16:31lahan itu
01:16:32bukan
01:16:33dari petani-petaninya
01:16:35itu juga
01:16:36jadi
01:16:36amanah ini
01:16:37Pak Menteri
01:16:38dari bawah gitu ya
01:16:39karena saya sering
01:16:40bersentuhan
01:16:40bagaimana memastikan
01:16:42ke depan itu
01:16:42betul-betul
01:16:43petani itu
01:16:44yang merasakan
01:16:44bahwa pembangunan itu
01:16:45dirasakan oleh
01:16:46petani ini
01:16:47oleh nelayan
01:16:48ini yang menjadi
01:16:50perkuasaan saya
01:16:51terima kasih
01:16:52atas perhatian
01:16:53terima kasih
01:16:54ini luar biasa
01:16:55yang pertama
01:16:57aku tidak disenangi
01:16:58aku tidak di restri
01:17:00sebagian orang
01:17:02menjadi menteri
01:17:03kita buka-bukaan aja
01:17:06kenapa
01:17:06aku tahu diri
01:17:07orang-orang yang punya
01:17:09power
01:17:10tidak senang sama saya
01:17:11ini
01:17:12jangan dulu ini
01:17:14yang saya sangkan dulu Pak
01:17:15400
01:17:17dan kami
01:17:18dianggap
01:17:19manusia buta warna
01:17:20kami tidak mengenal
01:17:21kawan-lawan
01:17:22tidak ada
01:17:23satu rata
01:17:24ini dulu Pak
01:17:25tersangka
01:17:26periode pertama
01:17:27periode kedua
01:17:29ini Pak
01:17:29dan bukan orang kecil
01:17:30Bapak pasti
01:17:31lihat di medsos
01:17:33pejabat
01:17:36ada seorang pejabat
01:17:39pernah saya
01:17:39belum pernah terjadi
01:17:40di Indonesia Pak
01:17:4111 sisi lalu
01:17:43aku copot satu hari
01:17:44yang kedua
01:17:45pernah kami copot
01:17:46satu kantor
01:17:47satu hari
01:17:47dua kali
01:17:48ini ada
01:17:49data datanya
01:17:51belum pernah terjadi
01:17:53di Republik ini
01:17:53bahkan kami diberikan
01:17:55presiden hati-hati
01:17:56Pak Metang
01:17:57chaos tidak
01:17:58bekerja
01:17:59tidak bergerak
01:17:59ini pertanian
01:18:00kami copot ini Pak
01:18:01habis
01:18:02satu kantor
01:18:03dirjen ke Pak
01:18:05habis
01:18:06aku ambil lali
01:18:07dan dua kali
01:18:10nah tentu
01:18:10tidak senang Pak
01:18:12meminjarakan orang
01:18:13400
01:18:15hampir 50
01:18:16orang itu
01:18:16aku biasa
01:18:19nangis itu Pak
01:18:20saya memecat orang
01:18:22ada berita nanti
01:18:24itu aku tahu
01:18:25malam aku pecat
01:18:26besoi
01:18:27dan tidak sedikit
01:18:29tentu tidak senang
01:18:30nah
01:18:31ada
01:18:32bukan orang kecil
01:18:33di order saya
01:18:35supaya tidak jadi menteri
01:18:38mau lihat timoninya Pak
01:18:39nih
01:18:44nanti kalau kita berdua
01:18:45aku beritahu Bapak
01:18:45siapa orangnya
01:18:46nih
01:18:46tidak langsung
01:18:48aja deh langsung
01:18:49orang yang merahkan
01:18:50yang saya dipandangkan
01:18:51banyak
01:18:51sokong
01:18:52sokong
01:18:53sokong
01:18:53penting
01:18:53ngomong ke saya
01:18:54berapa bilang
01:18:55Pak Boro
01:18:56tidak mungkin
01:18:58ini
01:18:58Pak Tiba
01:18:59ada
01:18:59ini
01:18:59itu
01:19:00itu
01:19:00tidak mungkin
01:19:02Pak Tiba
01:19:03aja
01:19:03Amran itu
01:19:04asyik
01:19:05Amran itu
01:19:06kadang-kadang
01:19:07banyak
01:19:07janjinya saja
01:19:08tapi hari ini
01:19:10surat-surat
01:19:10kalian
01:19:11mudah
01:19:11Andi Amran
01:19:13Suleman
01:19:13terberi
01:19:14dungtan
01:19:15jasa utama
01:19:16Pak bukan satu
01:19:20dia juga
01:19:21mengatakan
01:19:22bohong itu
01:19:23datanya nanti
01:19:23tidak mungkin
01:19:24sesempat
01:19:25kemudian
01:19:26Pak D
01:19:27tidak bisa
01:19:27tunggu di Papua
01:19:28tidak bisa
01:19:29tunggu Kalimantan
01:19:30tahu Pak
01:19:31kami berterima kasih
01:19:32kepada yang bersangkutan
01:19:33terima kasih
01:19:34Pak Tiba
01:19:37Pak Tiba
01:19:38Pak Tiba
01:19:40Pak Tiba
01:19:40Tiba
01:19:43tes
01:19:44tes
01:19:44tes
01:19:44tes
01:19:44A
01:19:45terima kasih
01:19:46kepada saudara-saudaraku
01:19:48yang memfitnah
01:19:49Anda adalah putra
01:19:51terbaik bangsa
01:19:52karena menekan saya
01:19:54dengan fitnahannya
01:19:55kemudian yang
01:19:56mengeritik konstruktif
01:19:57aku terima kasih juga
01:19:58karena
01:20:00tekanan Anda
01:20:02aku sempat
01:20:03bertigur
01:20:03bekerja keras
01:20:04untuk merah putih
01:20:05karena
01:20:06saya takut
01:20:07Anda posisi benar
01:20:08Alhamdulillah
01:20:09hari ini
01:20:10Anda
01:20:11belum beruntung
01:20:12dari Indonesia
01:20:14suasembada beras
01:20:17itu Pak
01:20:18datang
01:20:18dan aku tahu
01:20:19orangnya
01:20:19Pak Ujang
01:20:20nanti kita
01:20:21ngopi
01:20:21aku beritahu
01:20:22orangnya
01:20:22siapa
01:20:22terima kasih
01:20:23dan dia
01:20:25pemimpin
01:20:26di Republik
01:20:27Pak Indri tahu
01:20:29merabat-rabat
01:20:30tapi
01:20:31tembakannya
01:20:32duganya
01:20:33selalu
01:20:33nah
01:20:35aku terima
01:20:36Pak
01:20:36guru terbaik
01:20:37adalah yang
01:20:38menghinamu
01:20:38yang menekanmu
01:20:39menghujatmu
01:20:40itulah guru terbaik
01:20:41kalau mau
01:20:42melompat secara eksponisial
01:20:43yang saya pahami
01:20:45dan itu
01:20:46aman Pak
01:20:47aku jalan
01:20:49selama
01:20:50maaf kami
01:20:51muslim
01:20:51sesuai Al-Quran
01:20:53sunnah rasul
01:20:54undang-undang
01:20:54kami tidak bergeser
01:20:55mundur selangkapun
01:20:57demi merah putih
01:20:58demi rakyat Indonesia
01:20:58enggak
01:21:00aku lebih baik
01:21:01kehilangan ini
01:21:03pangkat
01:21:04daripada
01:21:05kehilangan
01:21:06kehormatan
01:21:06di Republik ini
01:21:07integritas saya hilang
01:21:09oke
01:21:10kesenjangan
01:21:11itulah presiden kita
01:21:13yang dinginkan Pak
01:21:15jini rasio
01:21:17prok kalau salah
01:21:18tolong dibenarkan
01:21:18prok karena Bapak Adlinya
01:21:19ini nurun
01:21:21ini menditekan
01:21:22neolib
01:21:23jangan 10 orang
01:21:2450 orang
01:21:25Bapak benar
01:21:27bukan 200 Pak
01:21:2850 nih
01:21:29ini generasi
01:21:30sudah turun
01:21:32sekarang
01:21:33yang 50 nih Pak
01:21:34apa tidak sedih
01:21:35tapi tidak boleh
01:21:36salahkan mereka
01:21:38mana
01:21:38datanya yang 50 orang
01:21:40yang kaya raya
01:21:42ultra kaya
01:21:42dan seterusnya
01:21:43bukan salah mereka
01:21:45Pak
01:21:45kita harus
01:21:46ayo
01:21:46kerja keras
01:21:48ini
01:21:49ultra kaya
01:21:50super kaya
01:21:51enggak tahu kita
01:21:51dimana berada
01:21:52itu 50 orang Pak
01:21:54itu 50 orang Pak
01:21:55ada 10 orang
01:21:56setara kekayaannya
01:21:57dengan 133 juta
01:21:58menurut Indonesia
01:21:59inilah pun diselesaikan
01:22:00Bapak Presiden
01:22:01supaya
01:22:02Republik Indonesia
01:22:04kita miliki bersama
01:22:05sehingga
01:22:06tidak ada kesenjangan
01:22:07tahu Pak
01:22:07kalau kesenjangan terjadi
01:22:08tidak akan pernah
01:22:10kita damai
01:22:10ini harus
01:22:12ditekan
01:22:13supaya
01:22:14rakyat berdaulat
01:22:15rakyat menikmati
01:22:17kemerdekaan
01:22:17rakyat menikmati
01:22:19kesuburan
01:22:20kekayaan Republik Indonesia
01:22:21ini mimpi kita Pak
01:22:23dan ini sudah bergerak
01:22:24kita harus tekan turun
01:22:26dulu pernah dua Pak ya
01:22:27jaman Pak
01:22:28atau Pak
01:22:28dua Pak ya
01:22:30dulu
01:22:30kalau kita bisa
01:22:32kembali ke dua
01:22:33dengan penduduk sekian
01:22:35286 juta
01:22:36luar biasa
01:22:37negara kita
01:22:38itulah mimpi
01:22:39Bapak Presiden
01:22:39kita hilirisasi
01:22:41tapi rakyat
01:22:42yang menguasai
01:22:43bukan lagi
01:22:44seperti
01:22:45Bapak katakan tadi
01:22:4610 orang
01:22:4620 orang
01:22:47ini rakyat ikut
01:22:49bekerja di dalamnya
01:22:50kemudian
01:22:53distribusi
01:22:54kita akan perbaiki
01:22:55kelas bawah
01:22:56kita harus bantu Pak
01:22:57kita harus terlibat
01:22:59tidak bisa dibiarkan
01:23:00sendiri saudara kita
01:23:01kita harus ikut
01:23:03dan ditek
01:23:04bukan di atas kertas
01:23:05serima laporan ini
01:23:06yang kami langsung
01:23:08cross check ke lapangan Pak
01:23:09kayak gini
01:23:09tadi Pak
01:23:11Bapak tidak lihat saya
01:23:11aku
01:23:12ini
01:23:13kan aku pernah juga
01:23:15salah Pak
01:23:15ini aku check
01:23:17dari sana
01:23:18keliling
01:23:19karena biasanya
01:23:20kalau ada tamu
01:23:21di depan saja
01:23:22karena ada Pak Uja
01:23:23ada Pak Profesor
01:23:25Mudata
01:23:25jadi di depan saja
01:23:26penuh aku
01:23:27cek masuk
01:23:27sengaja ke Pulau Desa
01:23:29aku tanya
01:23:29enggak mungkin
01:23:30bulok saya mau tanya
01:23:31bintang tiga
01:23:32tapi maaf
01:23:34ada ilmu saya
01:23:35yang tidak ada di buku
01:23:36yang saya tanya tadi
01:23:37ke Pulau Desa
01:23:38siapa penduduk di sini
01:23:39siapa berbinsa
01:23:42ini
01:23:43gudang disewa
01:23:44itu bulok yang bangun
01:23:45oh Anufah
01:23:46disewa
01:23:46benar
01:23:47benar
01:23:48sejak kapan sewa
01:23:49tujuh tahun yang lalu kan
01:23:50itu pertanyaan menekan
01:23:52enggak Pak
01:23:522025
01:23:54jadi saya terima kasih
01:23:55kepala bulok
01:23:56kamu berada pada jalan yang benar
01:23:59Pak
01:24:01dari luar itu
01:24:02aku sudah
01:24:02intip semua
01:24:04ini gudang siapa
01:24:05ini PT
01:24:05aku sudah tahu semua
01:24:06tapi aku cross check
01:24:07jangan tanya diru
01:24:09jangan tanya kepala gudang
01:24:12tanya
01:24:13tamu yang datang
01:24:14nah
01:24:15ini selesai
01:24:15semua
01:24:17intinya
01:24:18Presiden kita
01:24:19ingin
01:24:20Republik Indonesia
01:24:22melompat secara eksponensial
01:24:24dan kita berdaulat pangan
01:24:25protein enersi
01:24:27air aman
01:24:28sehingga kita bisa
01:24:30mengendalikan
01:24:31dunia
01:24:32lewat ketiga
01:24:33yang kita kuasai
01:24:34terima kasih
01:24:35saudaraku
01:24:36sahabatku
01:24:36terima kasih
01:24:37wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
01:24:43terima kasih
01:24:45selamat menikmati
Komentar