00:08Terima kasih.
00:30Siapa yang membawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang membawa ke Jakarta dari Solong untuk jadi gubernur.
00:36Apa kurangnya saya juga? Saya yang membawa ke Jakarta. Jokowi jadi presiden karena saya.
00:42Kan tanpa gubernur, mana bisa jadi presiden? Saya yang membantu Jokowi.
00:47Gue tanya sama beliau, kita lihat foto ini.
00:56Pak Jokowi, Pak Jokowi!
01:21Ya, saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung.
01:38Selamat malam, Saudara.
01:39Program Rosi kembali hadir ke hadapan Anda dan kali ini giliran saya, Friska Klarissa yang akan memandu diskusi.
01:46Dalam sebulan terakhir, beragam kontroversi menyeret nama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Yusuf Kala.
01:52Mulai dari polemik ijazah Jokowi, laporan hukum terkait dugaan penistaan agama, hingga tudingan kredit perusahaan yang mencapai puluhan triliun rupiah.
02:01Lalu apa yang membuat Yusuf Kala gerah dan terkesan marah, hingga harus memberikan klarifikasi dan penjelasan?
02:09Malam ini kami mengundang jurubicara Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Yusuf Kala, Hussein Abdullah, dan Ketua Umum Projo,
02:17Budi Ari.
02:17Selamat malam Pak Uceng, juga Pak Budi Ari.
02:20Selamat malam.
02:21Terima kasih sudah hadir di Rosi.
02:24Saya ke Pak Hussein dulu, ke Pak Uceng.
02:26Dari konferensi pers 18 April lalu, kita melihat Pak JK tampak gerah dan marah. Kenapa?
02:37Sebenarnya beliau ingin menyampaikan suatu pesan yang kuat, atau meyakinkan publik,
02:44bahwa selama ini kan dia kesannya merasa dipojokkan seolah-olah tidak berterima kasih kepada Pak Jokowi,
02:53atau tidak tahu berbalas Budi, sehingga muncullah macam-macam ini.
02:59Tapi itu di tataran sosial media terutama, atau pendukung-pendukung yang kita tidak tahu apakah terorganisir atau tidak lepasan.
03:10Nah inilah yang coba dijelaskan secara meyakinkan oleh Pak JK.
03:17Nah, di mana sebenarnya masalah ini Pak JK tidak pernah menyampaikan secara terbuka.
03:23Karena beliau bagaimanapun sebagai mantan WAPRES Pak Jokowi, beliau sangat respek dan menghormati Pak Jokowi.
03:31Sehingga ada hal-hal yang tidak perlu dikemukakan secara publik.
03:34Tapi karena merasa sudah terdesak, dan ya tentu namanya juga manusia Pak JK kan bukan malaikat.
03:42Pasti punya batas-batas kesabaran juga.
03:45Sehingga mengemukakan, supaya orang tahu bahwa ini loh posisi saya kepada Pak Jokowi itu,
03:52perangan saya ini.
03:53Saya di awal itu yang mengajak Pak Jokowi untuk dicalonkan menjadi Gubernur DKI pada saat itu.
04:03Itu 2011-2012.
04:05Dan memediasi kepada Ibu Mega, membujuk ya dalam tanda kutip,
04:11sehingga meyakinkan Ibu bagaimana kemudian memang memberi tempat kepada Pak Jokowi yang waktu itu wali kota Solo.
04:19Jadi ada step, ada bagian yang memang menjadi bagian Pak JK itu yang cukup penting lah buat karir politik Pak
04:27Jokowi ke depannya.
04:29Nah seperti yang saya katakan di beberapa kesempatan, ibarat konstitusi kan ada pembukaannya, ada batang tubuh.
04:38Bagian Pak JK itu di pembukaan dan beliau memang cukup berperanan di situ.
04:43Bagaimana mengajak dan melihat sosok Pak Jokowi itu seorang pemimpin pisioner dari daerah, rendah hati, sederhana.
04:53Kemudian memang berhasil secara meyakinkan dua periode mengembangkan atau memimpin kota Solo waktu itu.
05:00Sehingga menawarkan Pak Jokowi, kamu mau nggak jadi Gubernur DKI?
05:05Atau ikut pencalonan, kata Pak Jokowi dengan merendah ya, sebagaimana tradisi politik atau komunikasi politik beliau.
05:15Saya tidak punya uang Pak, saya orang daerah lah kayak gitu kan.
05:19Pak JK bilang, kamu nggak usah pikirkan itu, nanti kita support.
05:23Karena punya visi lah yang bisa dikembangkan di DKI.
05:27Akhirnya berkembang dan betul Pak JK kemudian mengurus dengan serius, intens, berkomunikasi dengan Ibu Mega.
05:37Yang pada saat itu sebenarnya Pozi Bowo, Pak Pozi itu sudah begitu kuat ya sebagai incumbent waktu itu.
05:45Dan menyapu bersih banyak partai.
05:47Yang tersisa memang PDIP dan kemudian ada Gerindra.
05:52Nah setelah fix dengan Ibu Mega, memberi yaudahlah kalau Pak Kala yakin, ditanyalah Pak JK sama Ibu Mega.
06:00Saya ingat itu kata-kata yang biasa disebut Pak JK.
06:05Pak Kala yakin kita bisa menang dengan Pak Jokowi?
06:10Ya saya tidak memastikan Bu, tapi kalau kita kerjakan sama-sama bisa.
06:14Nah oke Ibu Mega, lalu Pak Asim Gerindra pun datang dengan membawa Pak Aho dipasangkan lah dan PDP memang setuju
06:23dengan Pak Aho itu.
06:24Jadi yang menarik konferensi pers itu salah satu yang membuat Pak JK gerah, yang mendorong Pak JK menyampaikan konferensi pers
06:33adalah tudingan-tudingan di media sosial soal Pak Jokowi dan Pak JK.
06:37Ya sepertinya ingin mengumumkakan secara terbuka akhirnya setelah hampir 20 tahun atau dari 2011 sampai 2026, dia menyimpan rapat sebenarnya
06:48ini.
06:48Karena banyakan mungkin anak-anak muda sekarang itu ibaratnya langsung melihat bunganya, tidak melihat siapa yang menanam barang ini.
06:58Nah kira-kira itulah Pak JK mencoba menarik ke belakang bawah ini loh saya.
07:02Apa kurang saya kepada Pak Jokowi? Apalagi selama 5 tahun mendampingi Pak Jokowi, luar biasa loh Pak JK sebenarnya juga
07:10mengatur ritme dengan Pak Jokowi.
07:13Sampai Pak JK menyampaikan termul, itu apakah ungkapan emosional karena dianggap diserang kehormatannya atau bagaimana?
07:21Iya saya tidak bisa menafsir terlalu jauh ya, tapi menurut saya ada juga untungnya sebenarnya tidak menyebut secara spesifik misalnya
07:30seperti katakanlah Projo atau Barah itu kan nanti masalah lain lagi tuh.
07:36Jadi beliau lebih plat. Nah kalau dengan saudara-saudara kita Projo atau Barah atau apapun ya, itu kan kita bahu
07:45-membahu sebenarnya.
07:46Kemudian di kemudian harinya ketika Pak Jokowi pun maju sebagai capres apalagi bersama.
07:53Nah kemudian Pak JK juga menyampaikan bahwa saya ini tidak ditunjuk oleh Jokowi menjadi pasangannya, tapi langsung kepada, langsung oleh
08:03Ibu Mega.
08:05Jadi beliau sebenarnya secara politis tidak punya hutang politik ya, kalau kita lihat sepintas seperti itu.
08:13Karena Ibu Mega melihat Pak Jokowi masih muda, menjadi gubernur masih hampir dua tahun lah, jadi butuh didampingin oleh seorang
08:22yang lebih senior dan Pak JK lebih tepat untuk itu.
08:25Dan pendukung-pendukung Pak Jokowi pun melihat bahwa ini memang saya kira mereka juga beranggapan bahwa pilihan Ibu Mega itu
08:34tepat Pak Jokowi didampingin Pak JK.
08:39Dan apakah Pak Budi Ari dan pendukung Jokowi sepakat?
08:43Kalau bukan karena Pak JK, bisa saja jalan Pak Jokowi menuju kursi gubernur dan presiden belum tentu akan terbuka?
08:52Ya memang harus diakui Pak Jokowi ini kan lahir dari kedagangan rakyat.
08:59Dan memang Pak JK ini visioner, bisa melihat figur-figur politik yang punya potensi.
09:06Itu kelebihan Pak JK harus diakui.
09:08Sebagai toko politik senior, menggarawan, beliau lihat Pak Jokowi bisa nih jadi gubernur DKI.
09:16Dan memang dibuktikan dalam dua tahun, dua tahun kurang jadi gubernur, Pak Jokowi sudah melakukan banyak geberakan-geberakan yang signifikan
09:22untuk pengelolaan Jakarta.
09:25Sehingga rakyat berkendak lebih, yaitu mendorong Pak Jokowi jadi capres di 2014.
09:33Dan memang pilihan dengan Pak JK itu bagian yang dalam hitungan-hitungan politik sangat tepat ketika itu.
09:39Pak Jokowi JK itu paling tepat di 2014.
09:42Dan itu dibuktikan dengan segala keterbatasannya, karena partai kan kita kalah di 2014.
09:50Partai cuma 36 persen.
09:53Melawan koalisi besar.
09:55Tapi kita bisa menang, karena apa? Karena ada gerakan rakyat di situ.
09:57Dan 2014 itu adalah gerakan rakyat yang mengantar Pak Jokowi dan Pak JK jadi presiden dan wakil presiden.
10:06Nah menurut saya di forum ini, saya juga berharap gak susah terlalu di, apa, tidak terlalu perlu di perdebatkan apalagi
10:16judulnya kompas ada apa dengan Jokowi JK.
10:18Justru itu untuk klarifikasi.
10:20Menurut saya gak ada apa-apa. Pak Jokowi juga udah bilang dia orang kampung, dia rakyat.
10:25Makanya Pak Jokowi itu rakyat, gitu loh.
10:27Makanya waktu 2014 saya ingat banget slogannya adalah Jokowi JK adalah kita.
10:32Jokowi adalah rakyat.
10:34Gitu loh.
10:36Jokowi dihati rakyat, rakyat dihati Jokowi.
10:38Dan Anda sepakat bahwa Pak JK lah yang berperan dalam...
10:40Ya Pak JK punya peran.
10:43Punya peran dalam pengertian dari waktu Gubernur, gitu loh.
10:45Bahwa punya kontribusi, gitu loh.
10:48Kontribusi karena sebagai wapas pasangan kan gak mungkin.
10:51Gak memberi dampak elektoral, gitu.
10:53Tetapi, bahwa ini gerakan rakyat.
10:56Ini kan yang teman-teman sampaikan bahwa ini 2014 ini kan fenomena baru dalam politik nasional.
11:02Bagaimana seorang rakyat jelaka bisa jadi presiden.
11:06Begitu loh.
11:07Kalau tadi kan Pak Uceng sudah bilang, kalau dengan Projo atau Bara itu ya kawan-kawan yang berjuang bersama.
11:13Ya 2014 kita berjuang bersama-sama.
11:15Nah kalau gitu yang cari gara-gara di media sosial sebut termul itu siapa sih?
11:18Gini loh gini, saya gak mau menyalahkan teman-teman gini loh.
11:22Pembukung Pak Jokowi ini banyak.
11:23Baik yang terorganisir maupun yang pribadi-pribadi.
11:28Yang ekspresinya masing-masing karena kecintaan terhadap Pak Jokowi.
11:32Ya Pak Jokowi ini kalau ada apa-apa itu yang semua orang bisa bereaksi.
11:36Jadi misalnya Pak Jokowi dihina, reaksinya bisa individual, bisa non-organik dan sebagainya gitu loh.
11:44Tetapi maksud saya, saya juga hormatin pikiran dan pendapat teman-teman.
11:49Di forum ini saya mau himbah udahlah.
11:51Jangan kita mengadu domba sesama pemimpin bangsa, tokoh-tokoh bangsa.
11:57Itu sudah disampaikan juga atau tidak ke orang-orang yang ada pendukung Jokowi?
12:01Beberapa saya sudah sampaikan.
12:03Dan di forum ini saya ingin sampaikan sekali lagi, gak ada gunanya juga ngapain sih?
12:09Urusan Republik ini masih banyak yang harus kita beresin.
12:13Kan sesuatu yang tidak berbeda kenapa masih kita bertentang kan?
12:19Begitu.
12:20Dan Anda juga, apa sih Pak Pak Jika setelah konferensi pers itu?
12:24Dengan tadi juga Pak Budiari bilang bahwa ya kalau dari Projo enggak,
12:27tapi memang ada orang-orang yang menyampaikan pendapatnya dengan cara seperti itu.
12:30Ya, saya kira semua sudah jelas juga, clear, dan Pak Jika sudah menyampaikan,
12:34sudah mengeluarkan apa yang harus diketahui secara publik oleh semua kita,
12:40termasuk pendukung-pendukung Pak Jokowi tadi, supaya paham posisinya.
12:44Pak Jika, wah kurang apa saya ini? Kok digituin lagi kan?
12:48Nah itu saya kira sudah nyampe.
12:49Dan Pak Budiari juga sudah mengemukakan bahwa untuk apa sih kita ribut-ribut ini.
12:56Jadi saya rasa barang ini sudah ketemu.
13:00Dan Pak Jika sendiri sesudah jumpa pers kemarin, itu lebih cooling down.
13:07Meskipun ada sesudahnya lebih kepada bagaimana mengembalikan marwah beliau,
13:13terutama menyangkut masalah penistaan agama itu, lalu beberapa tokoh-tokoh dari Poso, dari Ambon,
13:20itu berdatangan memberikan testimoni untuk menegaskan bahwa apa yang disampaikan Pak Jika itu,
13:27itu memang seperti itu realitas sosialnya pada saat itu.
13:30Itu bukan penistaan agama.
13:32Memang pada saat kejadian di Poso, Ambon itu, baik Islam maupun Kristen,
13:39itu membunuh orang-orang tidak bersalah dengan, apa namanya, ya tanpa batas lah.
13:44Tanpa batas perikemanusiaan.
13:46Dan di situ ada peran Pak Jika, berperan besar untuk mendamaikan.
13:50Nah ini juga kan masuk dalam satu materi konferensi pers.
13:53Saya catat paling tidak ada tiga isu utama.
13:55Soal ijasa, soal potongan ceramah saat di UGM, juga soal tudingan kredit puluhan triliun.
14:02Sebenarnya dari tiga isu tersebut, mana yang paling membuat Pak Jika trusik, Pak Ucheng?
14:06Terima kasih.
14:07Terima kasih.
14:08Terima kasih.
14:09Terima kasih.
14:10Terima kasih.
14:10Terima kasih.
Komentar