Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Juru Bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, mengungkap alasan di balik sikap Jusuf Kalla dalam konferensi pers 18 April 2026.

Menurut Husain, Jusuf Kalla merasa selama ini terus disudutkan, seolah-olah tidak berterima kasih kepada Presiden ke-7 Joko Widodo.

Ia menyebut tekanan itu banyak muncul di media sosial, termasuk dari pihak-pihak yang dinilai menyerang JK.

Dalam penjelasannya, Husain menegaskan JK ingin publik mengetahui posisinya terhadap Jokowi, termasuk kontribusi politik yang pernah diberikannya.

Tak hanya itu, JK juga disebut berperan memediasi Jokowi dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Dan memediasi kepada Ibu Mega, membujuk ya dalam tanda kutip sehingga meyakinkan Ibu bagaimana kemudian memang memberi tempat kepada Pak Jokowi yang waktu itu Wali Kota Solo," ujarnya.

Husain menilai, peran JK tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan politik Jokowi menuju panggung nasional.

Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/DvAE3Xqoq5g

#jokowi #jusufkalla #politik

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/664926/jubir-ungkap-peran-jusuf-kalla-untuk-jokowi-dari-pilgub-dki-hingga-temui-megawati-rosi
Transkrip
00:08Terima kasih.
00:30Siapa yang membawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang membawa ke Jakarta dari Solong untuk jadi gubernur.
00:36Apa kurangnya saya juga? Saya yang membawa ke Jakarta. Jokowi jadi presiden karena saya.
00:42Kan tanpa gubernur, mana bisa jadi presiden? Saya yang membantu Jokowi.
00:47Gue tanya sama beliau, kita lihat foto ini.
00:56Pak Jokowi, Pak Jokowi!
01:21Ya, saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung.
01:38Selamat malam, Saudara.
01:39Program Rosi kembali hadir ke hadapan Anda dan kali ini giliran saya, Friska Klarissa yang akan memandu diskusi.
01:46Dalam sebulan terakhir, beragam kontroversi menyeret nama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Yusuf Kala.
01:52Mulai dari polemik ijazah Jokowi, laporan hukum terkait dugaan penistaan agama, hingga tudingan kredit perusahaan yang mencapai puluhan triliun rupiah.
02:01Lalu apa yang membuat Yusuf Kala gerah dan terkesan marah, hingga harus memberikan klarifikasi dan penjelasan?
02:09Malam ini kami mengundang jurubicara Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Yusuf Kala, Hussein Abdullah, dan Ketua Umum Projo,
02:17Budi Ari.
02:17Selamat malam Pak Uceng, juga Pak Budi Ari.
02:20Selamat malam.
02:21Terima kasih sudah hadir di Rosi.
02:24Saya ke Pak Hussein dulu, ke Pak Uceng.
02:26Dari konferensi pers 18 April lalu, kita melihat Pak JK tampak gerah dan marah. Kenapa?
02:37Sebenarnya beliau ingin menyampaikan suatu pesan yang kuat, atau meyakinkan publik,
02:44bahwa selama ini kan dia kesannya merasa dipojokkan seolah-olah tidak berterima kasih kepada Pak Jokowi,
02:53atau tidak tahu berbalas Budi, sehingga muncullah macam-macam ini.
02:59Tapi itu di tataran sosial media terutama, atau pendukung-pendukung yang kita tidak tahu apakah terorganisir atau tidak lepasan.
03:10Nah inilah yang coba dijelaskan secara meyakinkan oleh Pak JK.
03:17Nah, di mana sebenarnya masalah ini Pak JK tidak pernah menyampaikan secara terbuka.
03:23Karena beliau bagaimanapun sebagai mantan WAPRES Pak Jokowi, beliau sangat respek dan menghormati Pak Jokowi.
03:31Sehingga ada hal-hal yang tidak perlu dikemukakan secara publik.
03:34Tapi karena merasa sudah terdesak, dan ya tentu namanya juga manusia Pak JK kan bukan malaikat.
03:42Pasti punya batas-batas kesabaran juga.
03:45Sehingga mengemukakan, supaya orang tahu bahwa ini loh posisi saya kepada Pak Jokowi itu,
03:52perangan saya ini.
03:53Saya di awal itu yang mengajak Pak Jokowi untuk dicalonkan menjadi Gubernur DKI pada saat itu.
04:03Itu 2011-2012.
04:05Dan memediasi kepada Ibu Mega, membujuk ya dalam tanda kutip,
04:11sehingga meyakinkan Ibu bagaimana kemudian memang memberi tempat kepada Pak Jokowi yang waktu itu wali kota Solo.
04:19Jadi ada step, ada bagian yang memang menjadi bagian Pak JK itu yang cukup penting lah buat karir politik Pak
04:27Jokowi ke depannya.
04:29Nah seperti yang saya katakan di beberapa kesempatan, ibarat konstitusi kan ada pembukaannya, ada batang tubuh.
04:38Bagian Pak JK itu di pembukaan dan beliau memang cukup berperanan di situ.
04:43Bagaimana mengajak dan melihat sosok Pak Jokowi itu seorang pemimpin pisioner dari daerah, rendah hati, sederhana.
04:53Kemudian memang berhasil secara meyakinkan dua periode mengembangkan atau memimpin kota Solo waktu itu.
05:00Sehingga menawarkan Pak Jokowi, kamu mau nggak jadi Gubernur DKI?
05:05Atau ikut pencalonan, kata Pak Jokowi dengan merendah ya, sebagaimana tradisi politik atau komunikasi politik beliau.
05:15Saya tidak punya uang Pak, saya orang daerah lah kayak gitu kan.
05:19Pak JK bilang, kamu nggak usah pikirkan itu, nanti kita support.
05:23Karena punya visi lah yang bisa dikembangkan di DKI.
05:27Akhirnya berkembang dan betul Pak JK kemudian mengurus dengan serius, intens, berkomunikasi dengan Ibu Mega.
05:37Yang pada saat itu sebenarnya Pozi Bowo, Pak Pozi itu sudah begitu kuat ya sebagai incumbent waktu itu.
05:45Dan menyapu bersih banyak partai.
05:47Yang tersisa memang PDIP dan kemudian ada Gerindra.
05:52Nah setelah fix dengan Ibu Mega, memberi yaudahlah kalau Pak Kala yakin, ditanyalah Pak JK sama Ibu Mega.
06:00Saya ingat itu kata-kata yang biasa disebut Pak JK.
06:05Pak Kala yakin kita bisa menang dengan Pak Jokowi?
06:10Ya saya tidak memastikan Bu, tapi kalau kita kerjakan sama-sama bisa.
06:14Nah oke Ibu Mega, lalu Pak Asim Gerindra pun datang dengan membawa Pak Aho dipasangkan lah dan PDP memang setuju
06:23dengan Pak Aho itu.
06:24Jadi yang menarik konferensi pers itu salah satu yang membuat Pak JK gerah, yang mendorong Pak JK menyampaikan konferensi pers
06:33adalah tudingan-tudingan di media sosial soal Pak Jokowi dan Pak JK.
06:37Ya sepertinya ingin mengumumkakan secara terbuka akhirnya setelah hampir 20 tahun atau dari 2011 sampai 2026, dia menyimpan rapat sebenarnya
06:48ini.
06:48Karena banyakan mungkin anak-anak muda sekarang itu ibaratnya langsung melihat bunganya, tidak melihat siapa yang menanam barang ini.
06:58Nah kira-kira itulah Pak JK mencoba menarik ke belakang bawah ini loh saya.
07:02Apa kurang saya kepada Pak Jokowi? Apalagi selama 5 tahun mendampingi Pak Jokowi, luar biasa loh Pak JK sebenarnya juga
07:10mengatur ritme dengan Pak Jokowi.
07:13Sampai Pak JK menyampaikan termul, itu apakah ungkapan emosional karena dianggap diserang kehormatannya atau bagaimana?
07:21Iya saya tidak bisa menafsir terlalu jauh ya, tapi menurut saya ada juga untungnya sebenarnya tidak menyebut secara spesifik misalnya
07:30seperti katakanlah Projo atau Barah itu kan nanti masalah lain lagi tuh.
07:36Jadi beliau lebih plat. Nah kalau dengan saudara-saudara kita Projo atau Barah atau apapun ya, itu kan kita bahu
07:45-membahu sebenarnya.
07:46Kemudian di kemudian harinya ketika Pak Jokowi pun maju sebagai capres apalagi bersama.
07:53Nah kemudian Pak JK juga menyampaikan bahwa saya ini tidak ditunjuk oleh Jokowi menjadi pasangannya, tapi langsung kepada, langsung oleh
08:03Ibu Mega.
08:05Jadi beliau sebenarnya secara politis tidak punya hutang politik ya, kalau kita lihat sepintas seperti itu.
08:13Karena Ibu Mega melihat Pak Jokowi masih muda, menjadi gubernur masih hampir dua tahun lah, jadi butuh didampingin oleh seorang
08:22yang lebih senior dan Pak JK lebih tepat untuk itu.
08:25Dan pendukung-pendukung Pak Jokowi pun melihat bahwa ini memang saya kira mereka juga beranggapan bahwa pilihan Ibu Mega itu
08:34tepat Pak Jokowi didampingin Pak JK.
08:39Dan apakah Pak Budi Ari dan pendukung Jokowi sepakat?
08:43Kalau bukan karena Pak JK, bisa saja jalan Pak Jokowi menuju kursi gubernur dan presiden belum tentu akan terbuka?
08:52Ya memang harus diakui Pak Jokowi ini kan lahir dari kedagangan rakyat.
08:59Dan memang Pak JK ini visioner, bisa melihat figur-figur politik yang punya potensi.
09:06Itu kelebihan Pak JK harus diakui.
09:08Sebagai toko politik senior, menggarawan, beliau lihat Pak Jokowi bisa nih jadi gubernur DKI.
09:16Dan memang dibuktikan dalam dua tahun, dua tahun kurang jadi gubernur, Pak Jokowi sudah melakukan banyak geberakan-geberakan yang signifikan
09:22untuk pengelolaan Jakarta.
09:25Sehingga rakyat berkendak lebih, yaitu mendorong Pak Jokowi jadi capres di 2014.
09:33Dan memang pilihan dengan Pak JK itu bagian yang dalam hitungan-hitungan politik sangat tepat ketika itu.
09:39Pak Jokowi JK itu paling tepat di 2014.
09:42Dan itu dibuktikan dengan segala keterbatasannya, karena partai kan kita kalah di 2014.
09:50Partai cuma 36 persen.
09:53Melawan koalisi besar.
09:55Tapi kita bisa menang, karena apa? Karena ada gerakan rakyat di situ.
09:57Dan 2014 itu adalah gerakan rakyat yang mengantar Pak Jokowi dan Pak JK jadi presiden dan wakil presiden.
10:06Nah menurut saya di forum ini, saya juga berharap gak susah terlalu di, apa, tidak terlalu perlu di perdebatkan apalagi
10:16judulnya kompas ada apa dengan Jokowi JK.
10:18Justru itu untuk klarifikasi.
10:20Menurut saya gak ada apa-apa. Pak Jokowi juga udah bilang dia orang kampung, dia rakyat.
10:25Makanya Pak Jokowi itu rakyat, gitu loh.
10:27Makanya waktu 2014 saya ingat banget slogannya adalah Jokowi JK adalah kita.
10:32Jokowi adalah rakyat.
10:34Gitu loh.
10:36Jokowi dihati rakyat, rakyat dihati Jokowi.
10:38Dan Anda sepakat bahwa Pak JK lah yang berperan dalam...
10:40Ya Pak JK punya peran.
10:43Punya peran dalam pengertian dari waktu Gubernur, gitu loh.
10:45Bahwa punya kontribusi, gitu loh.
10:48Kontribusi karena sebagai wapas pasangan kan gak mungkin.
10:51Gak memberi dampak elektoral, gitu.
10:53Tetapi, bahwa ini gerakan rakyat.
10:56Ini kan yang teman-teman sampaikan bahwa ini 2014 ini kan fenomena baru dalam politik nasional.
11:02Bagaimana seorang rakyat jelaka bisa jadi presiden.
11:06Begitu loh.
11:07Kalau tadi kan Pak Uceng sudah bilang, kalau dengan Projo atau Bara itu ya kawan-kawan yang berjuang bersama.
11:13Ya 2014 kita berjuang bersama-sama.
11:15Nah kalau gitu yang cari gara-gara di media sosial sebut termul itu siapa sih?
11:18Gini loh gini, saya gak mau menyalahkan teman-teman gini loh.
11:22Pembukung Pak Jokowi ini banyak.
11:23Baik yang terorganisir maupun yang pribadi-pribadi.
11:28Yang ekspresinya masing-masing karena kecintaan terhadap Pak Jokowi.
11:32Ya Pak Jokowi ini kalau ada apa-apa itu yang semua orang bisa bereaksi.
11:36Jadi misalnya Pak Jokowi dihina, reaksinya bisa individual, bisa non-organik dan sebagainya gitu loh.
11:44Tetapi maksud saya, saya juga hormatin pikiran dan pendapat teman-teman.
11:49Di forum ini saya mau himbah udahlah.
11:51Jangan kita mengadu domba sesama pemimpin bangsa, tokoh-tokoh bangsa.
11:57Itu sudah disampaikan juga atau tidak ke orang-orang yang ada pendukung Jokowi?
12:01Beberapa saya sudah sampaikan.
12:03Dan di forum ini saya ingin sampaikan sekali lagi, gak ada gunanya juga ngapain sih?
12:09Urusan Republik ini masih banyak yang harus kita beresin.
12:13Kan sesuatu yang tidak berbeda kenapa masih kita bertentang kan?
12:19Begitu.
12:20Dan Anda juga, apa sih Pak Pak Jika setelah konferensi pers itu?
12:24Dengan tadi juga Pak Budiari bilang bahwa ya kalau dari Projo enggak,
12:27tapi memang ada orang-orang yang menyampaikan pendapatnya dengan cara seperti itu.
12:30Ya, saya kira semua sudah jelas juga, clear, dan Pak Jika sudah menyampaikan,
12:34sudah mengeluarkan apa yang harus diketahui secara publik oleh semua kita,
12:40termasuk pendukung-pendukung Pak Jokowi tadi, supaya paham posisinya.
12:44Pak Jika, wah kurang apa saya ini? Kok digituin lagi kan?
12:48Nah itu saya kira sudah nyampe.
12:49Dan Pak Budiari juga sudah mengemukakan bahwa untuk apa sih kita ribut-ribut ini.
12:56Jadi saya rasa barang ini sudah ketemu.
13:00Dan Pak Jika sendiri sesudah jumpa pers kemarin, itu lebih cooling down.
13:07Meskipun ada sesudahnya lebih kepada bagaimana mengembalikan marwah beliau,
13:13terutama menyangkut masalah penistaan agama itu, lalu beberapa tokoh-tokoh dari Poso, dari Ambon,
13:20itu berdatangan memberikan testimoni untuk menegaskan bahwa apa yang disampaikan Pak Jika itu,
13:27itu memang seperti itu realitas sosialnya pada saat itu.
13:30Itu bukan penistaan agama.
13:32Memang pada saat kejadian di Poso, Ambon itu, baik Islam maupun Kristen,
13:39itu membunuh orang-orang tidak bersalah dengan, apa namanya, ya tanpa batas lah.
13:44Tanpa batas perikemanusiaan.
13:46Dan di situ ada peran Pak Jika, berperan besar untuk mendamaikan.
13:50Nah ini juga kan masuk dalam satu materi konferensi pers.
13:53Saya catat paling tidak ada tiga isu utama.
13:55Soal ijasa, soal potongan ceramah saat di UGM, juga soal tudingan kredit puluhan triliun.
14:02Sebenarnya dari tiga isu tersebut, mana yang paling membuat Pak Jika trusik, Pak Ucheng?
14:06Terima kasih.
14:07Terima kasih.
14:08Terima kasih.
14:09Terima kasih.
14:10Terima kasih.
14:10Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan