Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Umum Projo Budi Arie merespons polemik ijazah Presiden Joko Widodo yang kembali mencuat ke ruang publik.

Menurut Budi Arie, persoalan tersebut sebaiknya diselesaikan melalui jalur hukum agar terang dan tuntas.

Ia mengatakan, Jokowi juga disebut ingin menunjukkan ijazahnya di pengadilan.

Budi Arie menilai polemik ijazah sebenarnya bukan isu substantif, namun justru terus menjadi panggung perdebatan.

Ia juga menegaskan, pihak yang menuduh seharusnya bertanggung jawab secara hukum.

Menurut Budi Arie, dari pihak Jokowi tidak ada tudingan kepada siapa pun.

Saat ditanya siapa pihak yang diduga mengambil keuntungan dari isu tersebut, Budi Arie mengaku tengah menelusurinya.

Ia menilai penting mengungkap pihak-pihak yang diduga sengaja mengadu domba situasi nasional.



Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/DvAE3Xqoq5g

#jokowi #jusufkalla #politik

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/664929/soal-ijazah-jokowi-ketum-projo-budi-arie-sebut-ada-yang-coba-adu-domba-rosi
Transkrip
00:00Gini loh, semuanya harus diselesaikan secara hukum, kan ini kan negara hukum.
00:04Walaupun dalam beberapa hal, kalau bisa diselesaikan di luar rana hukum, artinya mediasi, kan lebih baik lagi, gitu loh.
00:12Nah, seperti yang saya sampaikan tadi, Pak Jokowi juga ingin menunjukkan ijazah ini tadi, forum pengadilan dihubung, gitu loh.
00:20Dan biar diomongin aja, jadi dengan isu ijazah ini, nama Pak Jokowi terus jadi perbincangan publik?
00:26Ya, sekalian tahulah siapa yang inilah, ya kan, yang coba-coba gitu.
00:30Kalau teman-teman yang itu, sudah tahu.
00:32Siapa yang coba-coba?
00:33Iya, usaha, namanya usaha.
00:35Siapa yang coba-coba usaha itu, Pak Budi Ari?
00:38Begini, isu ijazah ini kan menurut saya, nggak substantif.
00:44Saya juga sempat jengkel, saya udah ngomong Pak Jokowi, Pak ini gara-gara ijazah, Pak begini-begini, menghabiskan ini, udah
00:49biar aja.
00:56Kenapa? Isu ijazah ini, selain tidak substantif juga, ternyata juga menjadi panggung.
01:02Saya tanya, diskusi sama teman-teman media juga kok.
01:04Kenapa sih lu, Ustaz nggak begini?
01:07Ke teman-teman kompos, saya juga sempat tanya.
01:10Kenapa sih lu angkat-angkat terus soal ijazah?
01:12Habis setiap kita tayangin rating naik.
01:15Dan Pak Jokowi juga senang.
01:17Oh iya, bukan Pak Jokowi aja yang senang, teman-teman media, itu pemret yang bilang sama saya.
01:21Nah, terus kalau...
01:23Kenapa? Habis setiap kita angkat soal ijazah, rating naik nih, orang mau...
01:27Terus siapa yang coba-coba itu?
01:29Justru itu menurut saya, udah lah, nanti pengadilan selesai, udah.
01:32Ini juga nggak ada poinnya juga sebenarnya.
01:35Menurut saya soal isu ijazah ini, gitu loh.
01:38Tapi tadi kalau sudah menyinggung nama Pak JK dan dianggap bohiyar di balik itu, ya harus dilaporin secara hukum.
01:43Iya, harus dilaporin dong, yang nuduh.
01:45Kalau dari kita, dari Pak Jokowi kan nggak ada yang nuduh.
01:48Yang nuduh, yang ditengarai, dicurigai, menuduh, itulah yang mesti dilaporkan.
01:53Dilaporkan?
01:54Iya.
01:54Itu loh.
01:55Itulah kenapa makanya...
01:56Tanah dalam kondisi...
01:59Apa?
02:01Kondisi yang terjadi itu selalu ada...
02:03Ada yang berusaha nembak dari atas kuda.
02:07Bikin gigi seru, bikin apa, gitu loh.
02:11Seperti itu.
02:13Siapa yang mau ngambil keuntungan dengan isu yang melibatkan Pak Jokowi?
02:18Itu nantilah, nanti chapter berikutnya nanti.
02:20Saya lagi kerja untuk itu.
02:23Anda menelusuri itu?
02:25Iya dong.
02:25Kenapa Anda penting?
02:26Penting dong.
02:27Karena kalau Republik ini kok lagi kondisi begini kok selalu ada pihak-pihak yang adu sana, adu sini, adu sana.
02:34Anda melihat ada motif politik dibalik cokupaya adu domba.
02:37Pertanyaan kita harus gini.
02:39Siapa yang paling...
02:40Diuntungkan?
02:41Diuntungkan dengan persatuan nasional kita.
02:45Atau kita balik pertanyaannya, siapa yang paling tidak menerima manfaat dari persatuan nasional kita?
02:53Atau siapa yang paling diuntungkan dari polemik ijazah Jokowi?
02:56Gak, gak, gak. Kita jangan ngomong ijazah.
02:58Negara ini dijak dulu selalu jadi ajang pertarungan proksi-proksi.
03:06Begitu loh.
03:09Kan dengan elit yang bersatu, persatuan nasional kita kan kuat.
03:14Oke.
03:15Begitu loh.
03:16Saya menenggarai ini ada hal-hal yang membuat tidak nyaman kalau Indonesia kuat.
03:24Indonesia bersatu.
03:25Indonesia maju itu bukan membuat negara lain happy loh.
03:32Yang pengen maju itu kita sendiri sebagai anak bangsa.
03:35Makanya saya selalu bilang persatuan nasional.
03:37Mbak Jokowi juga bilang persatuan nasional.
03:39Kedua, Indonesia maju itu cuma bisa diwujudkan kalau kita bersatu.
03:43Kita semua pengen maju.
03:45Jangan berharap negara lain pengen Indonesia maju.
03:49Seperti itu.
03:51Tapi dalam forum ini bukan kapasitas saya menuduh pihak-pihak lain.
03:56Nantilah di forum yang lain.
03:58Tapi jangan kita sebagai anak bangsa ini berpikir bahwa orang lain atau negara lain yang mau bantu kita.
04:09Jangan.
04:10Kita harus beri di atas kaki kita sendiri maju dengan kekuatan kita sendiri.
04:15Kalau Pak Jokowi membaca situasinya seperti apa Pak Husein?
04:18Karena kan sebagai negara wan, sebagai politisi senior, ada apa dibalik isu-isu yang muncul dalam waktu bersamaan?
04:30Bukan dari Pak Jokowi ya, dari pengamatan saya.
04:33Karena saya belum terlalu banyak berkomunikasi secara lebih mendalam dengan Pak Jokowi mengenai masalah ini latar belakangnya.
04:41Tapi kalau saya lihat memang kayak seperti bagaimana menggoyang legasi beliau yang memang menjadi trademarknya selama ini.
04:53Trademarknya itu masalah perdamaian, kemudian bisnis.
04:56Ini kan sebenarnya juga sudah mengarah kepada pembunuhan karakter.
05:02Dan itu sesuatu yang membuat wajar apabila Pak Jokowi memberi reaksi yang bagaimana depends.
05:11Bertahan, tetap mempertahankan apa yang menjadi legasinya selama ini.
05:16Bahwa beliau seorang jurudamai, bahkan sering disebut sebagai negarawan.
05:23Dan sampai sekarang masih mengabdikan diri untuk kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan.
05:28Tiba-tiba kok dituduh menjadi penista agama itu kan sesuatu yang sangat kontras.
05:34Karena kalau bicara soal timeline-nya Pak Uceng, saya catat ini soal ribut-ribut, soal ijasa, potongan ceramah soal penistaan
05:42agama, tudingan itu, dan juga kredit.
05:43Pak JK juga sedang rajin bertemu dengan tokoh-tokoh yang selama ini dianggap kritis.
05:50Menurut Anda apakah ada hubungan sebab akibat soal ini, Pak Uceng?
05:54Ya kalau Pak JK kan ini tokoh ya.
05:58Jadi apapun kegiatannya, imbas atau impak sosial politiknya pasti ada.
06:06Pun demikian dengan Pak Jokowi atau yang lain lah, tokoh-tokoh lain.
06:10Nah, dengan rangkaian seperti itu, sebenarnya Pak JK tidak dalam posisi mengkondisikan semua yang tahapan-tahapan itu mengalir aja sebenarnya.
06:25Kebetulan bulan puasa memang sering diadakan buka bersama, tamu-tamu pun sering diskusi.
06:33Kemudian biasa, spontan ada teman-teman media, wawancara, kemudian muncul statement-statement.
06:40Kemudian berkembang, hadir lagi tamu datang, ngobrol, diskusi, keluar lagi pernyataan, kadang-kadang bersama.
06:49Tujuannya sebenarnya hanya untuk memberi masukan atau semacam saran kepada pemerintah yang berlangsung selama ini sampai terjadi konstelasi yang di
07:04luar dugaan di Timur Tengah,
07:06kemudian dubes Iran datang, ya kelihatannya tensinya makin, ya Pak JK makin kelihatan seperti magnet begitu.
07:15Ya tiba-tiba habis ini muncul persoalan lain, ada tuduhan jadi bohir, ada itu.
07:22Itu kan berjalan ganti-gantian.
07:27Tapi ada sebab akibatnya atau tidak?
07:29Walaupun itu ganti-gantian tadi.
07:31Tergantung kesimpulan masing-masing kita aja, saya tidak mau menyimpulkan.
07:36Artinya sebagai seorang jurubicara ya, saya menyampaikan fakta-fakta yang real yang dari Pak JK aja, yang biasa disampaikan, yang
07:46butuh dijelaskan, saya jelaskan.
07:49Tapi menganalisis secara keseluruhan situasi nasional atau politik nasional kita ini, mungkin saya tidak mau offset sampai di situ.
07:58Bahwa publik atau pemirsa punya kesimpulan masing-masing, pasti punya, pasti punya.
08:05Saya pun punya sebenarnya, tapi saya tidak perlu kemukakan.
08:08Kalau Pak Budiari lebih terbuka karena beliau memang seorang politisi praktis dalam tanda kutip ya,
08:16memimpin suatu organisasi politik sukarelawan yang sudah teruji dari sejak 2004.
08:24Kalau Pak Budi saya tidak mau bilang siapanya, tapi mengamini bahwa ada pihak yang berkepentingan untuk menyerang pribadi, menyerang karakter
08:32Pak Yusuf kalah.
08:33Mungkin saja, karena sasarannya langsung ke masalah perdamaian, masalah bisnisnya.
08:40Yang kebetulan ya, menurut saya itu salah sasaran.
08:44Kalau itu yang diserang, Pak JK sangat tangguh dalam posisi itu.
08:49Istilahnya ilmunya memang di situ Pak JK, ilmu perdamaian.
08:52Jadi cukup amanlah buat dia melawan balik atau menghadapi, bukan melawan, menghadapi serangan-serangan seperti ini.
09:00Karena memang legasinya di situ.
09:02Beliau seorang jurudamai, menyelesaikan poso, Ambon, Aceh, kemudian Afganistan sempat memediasi juga
09:11dengan pemerintah Taliban yang berkuasa sekarang dengan pemerintahan sebelumnya.
09:15Dan beberapa masalah lain yang beliau sempat mediasi juga.
09:19Itu kan tidak mudah. Konflik poso ini, jangan dilihat sekarangnya.
09:24Waktu 20 tahun lebih, 26 tahun lebih, itu luar biasa. Brutal.
09:292.000 orang meninggal di sana. Di Ambon 5.000 orang.
09:33Ini siapa yang bisa menghentikan ini?
09:35Dan Aceh sudah berkonflik hampir 30 tahun, dan beliau masuk tanpa letusan senjata.
09:42Jadi tiga konflik besar di Indonesia, itu berhasil diselesaikan dengan damai oleh seorang Pak Yusuf Kalla.
09:50Ini kan legasi yang luar biasa.
09:52Secara bisnis, Brut, track recordnya juga bukan kaleng-kaleng, karena sudah membina kelompok usahanya selama 75 tahun.
10:02Tidak banyak usaha di Indonesia yang mampu bertahan segitu lama, kalau bukan karena trust, atau memberikan banyak manfaat.
10:11Bukan hanya kepada dirinya, tetapi kepada orang lain.
10:14Kalau tidak memberi manfaat atau kontribusi kepada orang lain, atau pemerintah, atau negara, ini tidak akan berkembang lama.
10:21Karena entitas usaha ini dapat berkembang lama apabila mampatnya dirasakan banyak orang.
10:29Kalau tidak dirasakan, ya pasti dukungannya lemah.
10:32Dan Panjika menganggap bahwa serangan-serangan itu tidak berpengaruh kepada pribadinya, bisa diatasi setidaknya.
10:38Dari pengamatan saya, beliau bisa mengatasi.
10:41Karena yang diserang atau yang menyerang itu, itu kan hoak sebenarnya, pelintiran semua.
10:48Potongan video, atau misalnya manipulasi narasi tentang kredit, itu kan tinggal dibolak-balik.
10:57Jadi kalau beliau keluar dengan fakta-fakta, menyampaikan kebenaran, ini akan selesai.
11:02Ditambah dengan testimoni-testimoni pelaku-pelaku sejarah yang memang beliau bersama-sama dahulu ketika memperjuangkan apa yang menjadi legasinya ini.
11:15Kalau begitu bagaimana meluruskan ini, mendinginkan situasi di publik?
11:18Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan