00:00Gini loh, semuanya harus diselesaikan secara hukum, kan ini kan negara hukum.
00:04Walaupun dalam beberapa hal, kalau bisa diselesaikan di luar rana hukum, artinya mediasi, kan lebih baik lagi, gitu loh.
00:12Nah, seperti yang saya sampaikan tadi, Pak Jokowi juga ingin menunjukkan ijazah ini tadi, forum pengadilan dihubung, gitu loh.
00:20Dan biar diomongin aja, jadi dengan isu ijazah ini, nama Pak Jokowi terus jadi perbincangan publik?
00:26Ya, sekalian tahulah siapa yang inilah, ya kan, yang coba-coba gitu.
00:30Kalau teman-teman yang itu, sudah tahu.
00:32Siapa yang coba-coba?
00:33Iya, usaha, namanya usaha.
00:35Siapa yang coba-coba usaha itu, Pak Budi Ari?
00:38Begini, isu ijazah ini kan menurut saya, nggak substantif.
00:44Saya juga sempat jengkel, saya udah ngomong Pak Jokowi, Pak ini gara-gara ijazah, Pak begini-begini, menghabiskan ini, udah
00:49biar aja.
00:56Kenapa? Isu ijazah ini, selain tidak substantif juga, ternyata juga menjadi panggung.
01:02Saya tanya, diskusi sama teman-teman media juga kok.
01:04Kenapa sih lu, Ustaz nggak begini?
01:07Ke teman-teman kompos, saya juga sempat tanya.
01:10Kenapa sih lu angkat-angkat terus soal ijazah?
01:12Habis setiap kita tayangin rating naik.
01:15Dan Pak Jokowi juga senang.
01:17Oh iya, bukan Pak Jokowi aja yang senang, teman-teman media, itu pemret yang bilang sama saya.
01:21Nah, terus kalau...
01:23Kenapa? Habis setiap kita angkat soal ijazah, rating naik nih, orang mau...
01:27Terus siapa yang coba-coba itu?
01:29Justru itu menurut saya, udah lah, nanti pengadilan selesai, udah.
01:32Ini juga nggak ada poinnya juga sebenarnya.
01:35Menurut saya soal isu ijazah ini, gitu loh.
01:38Tapi tadi kalau sudah menyinggung nama Pak JK dan dianggap bohiyar di balik itu, ya harus dilaporin secara hukum.
01:43Iya, harus dilaporin dong, yang nuduh.
01:45Kalau dari kita, dari Pak Jokowi kan nggak ada yang nuduh.
01:48Yang nuduh, yang ditengarai, dicurigai, menuduh, itulah yang mesti dilaporkan.
01:53Dilaporkan?
01:54Iya.
01:54Itu loh.
01:55Itulah kenapa makanya...
01:56Tanah dalam kondisi...
01:59Apa?
02:01Kondisi yang terjadi itu selalu ada...
02:03Ada yang berusaha nembak dari atas kuda.
02:07Bikin gigi seru, bikin apa, gitu loh.
02:11Seperti itu.
02:13Siapa yang mau ngambil keuntungan dengan isu yang melibatkan Pak Jokowi?
02:18Itu nantilah, nanti chapter berikutnya nanti.
02:20Saya lagi kerja untuk itu.
02:23Anda menelusuri itu?
02:25Iya dong.
02:25Kenapa Anda penting?
02:26Penting dong.
02:27Karena kalau Republik ini kok lagi kondisi begini kok selalu ada pihak-pihak yang adu sana, adu sini, adu sana.
02:34Anda melihat ada motif politik dibalik cokupaya adu domba.
02:37Pertanyaan kita harus gini.
02:39Siapa yang paling...
02:40Diuntungkan?
02:41Diuntungkan dengan persatuan nasional kita.
02:45Atau kita balik pertanyaannya, siapa yang paling tidak menerima manfaat dari persatuan nasional kita?
02:53Atau siapa yang paling diuntungkan dari polemik ijazah Jokowi?
02:56Gak, gak, gak. Kita jangan ngomong ijazah.
02:58Negara ini dijak dulu selalu jadi ajang pertarungan proksi-proksi.
03:06Begitu loh.
03:09Kan dengan elit yang bersatu, persatuan nasional kita kan kuat.
03:14Oke.
03:15Begitu loh.
03:16Saya menenggarai ini ada hal-hal yang membuat tidak nyaman kalau Indonesia kuat.
03:24Indonesia bersatu.
03:25Indonesia maju itu bukan membuat negara lain happy loh.
03:32Yang pengen maju itu kita sendiri sebagai anak bangsa.
03:35Makanya saya selalu bilang persatuan nasional.
03:37Mbak Jokowi juga bilang persatuan nasional.
03:39Kedua, Indonesia maju itu cuma bisa diwujudkan kalau kita bersatu.
03:43Kita semua pengen maju.
03:45Jangan berharap negara lain pengen Indonesia maju.
03:49Seperti itu.
03:51Tapi dalam forum ini bukan kapasitas saya menuduh pihak-pihak lain.
03:56Nantilah di forum yang lain.
03:58Tapi jangan kita sebagai anak bangsa ini berpikir bahwa orang lain atau negara lain yang mau bantu kita.
04:09Jangan.
04:10Kita harus beri di atas kaki kita sendiri maju dengan kekuatan kita sendiri.
04:15Kalau Pak Jokowi membaca situasinya seperti apa Pak Husein?
04:18Karena kan sebagai negara wan, sebagai politisi senior, ada apa dibalik isu-isu yang muncul dalam waktu bersamaan?
04:30Bukan dari Pak Jokowi ya, dari pengamatan saya.
04:33Karena saya belum terlalu banyak berkomunikasi secara lebih mendalam dengan Pak Jokowi mengenai masalah ini latar belakangnya.
04:41Tapi kalau saya lihat memang kayak seperti bagaimana menggoyang legasi beliau yang memang menjadi trademarknya selama ini.
04:53Trademarknya itu masalah perdamaian, kemudian bisnis.
04:56Ini kan sebenarnya juga sudah mengarah kepada pembunuhan karakter.
05:02Dan itu sesuatu yang membuat wajar apabila Pak Jokowi memberi reaksi yang bagaimana depends.
05:11Bertahan, tetap mempertahankan apa yang menjadi legasinya selama ini.
05:16Bahwa beliau seorang jurudamai, bahkan sering disebut sebagai negarawan.
05:23Dan sampai sekarang masih mengabdikan diri untuk kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan.
05:28Tiba-tiba kok dituduh menjadi penista agama itu kan sesuatu yang sangat kontras.
05:34Karena kalau bicara soal timeline-nya Pak Uceng, saya catat ini soal ribut-ribut, soal ijasa, potongan ceramah soal penistaan
05:42agama, tudingan itu, dan juga kredit.
05:43Pak JK juga sedang rajin bertemu dengan tokoh-tokoh yang selama ini dianggap kritis.
05:50Menurut Anda apakah ada hubungan sebab akibat soal ini, Pak Uceng?
05:54Ya kalau Pak JK kan ini tokoh ya.
05:58Jadi apapun kegiatannya, imbas atau impak sosial politiknya pasti ada.
06:06Pun demikian dengan Pak Jokowi atau yang lain lah, tokoh-tokoh lain.
06:10Nah, dengan rangkaian seperti itu, sebenarnya Pak JK tidak dalam posisi mengkondisikan semua yang tahapan-tahapan itu mengalir aja sebenarnya.
06:25Kebetulan bulan puasa memang sering diadakan buka bersama, tamu-tamu pun sering diskusi.
06:33Kemudian biasa, spontan ada teman-teman media, wawancara, kemudian muncul statement-statement.
06:40Kemudian berkembang, hadir lagi tamu datang, ngobrol, diskusi, keluar lagi pernyataan, kadang-kadang bersama.
06:49Tujuannya sebenarnya hanya untuk memberi masukan atau semacam saran kepada pemerintah yang berlangsung selama ini sampai terjadi konstelasi yang di
07:04luar dugaan di Timur Tengah,
07:06kemudian dubes Iran datang, ya kelihatannya tensinya makin, ya Pak JK makin kelihatan seperti magnet begitu.
07:15Ya tiba-tiba habis ini muncul persoalan lain, ada tuduhan jadi bohir, ada itu.
07:22Itu kan berjalan ganti-gantian.
07:27Tapi ada sebab akibatnya atau tidak?
07:29Walaupun itu ganti-gantian tadi.
07:31Tergantung kesimpulan masing-masing kita aja, saya tidak mau menyimpulkan.
07:36Artinya sebagai seorang jurubicara ya, saya menyampaikan fakta-fakta yang real yang dari Pak JK aja, yang biasa disampaikan, yang
07:46butuh dijelaskan, saya jelaskan.
07:49Tapi menganalisis secara keseluruhan situasi nasional atau politik nasional kita ini, mungkin saya tidak mau offset sampai di situ.
07:58Bahwa publik atau pemirsa punya kesimpulan masing-masing, pasti punya, pasti punya.
08:05Saya pun punya sebenarnya, tapi saya tidak perlu kemukakan.
08:08Kalau Pak Budiari lebih terbuka karena beliau memang seorang politisi praktis dalam tanda kutip ya,
08:16memimpin suatu organisasi politik sukarelawan yang sudah teruji dari sejak 2004.
08:24Kalau Pak Budi saya tidak mau bilang siapanya, tapi mengamini bahwa ada pihak yang berkepentingan untuk menyerang pribadi, menyerang karakter
08:32Pak Yusuf kalah.
08:33Mungkin saja, karena sasarannya langsung ke masalah perdamaian, masalah bisnisnya.
08:40Yang kebetulan ya, menurut saya itu salah sasaran.
08:44Kalau itu yang diserang, Pak JK sangat tangguh dalam posisi itu.
08:49Istilahnya ilmunya memang di situ Pak JK, ilmu perdamaian.
08:52Jadi cukup amanlah buat dia melawan balik atau menghadapi, bukan melawan, menghadapi serangan-serangan seperti ini.
09:00Karena memang legasinya di situ.
09:02Beliau seorang jurudamai, menyelesaikan poso, Ambon, Aceh, kemudian Afganistan sempat memediasi juga
09:11dengan pemerintah Taliban yang berkuasa sekarang dengan pemerintahan sebelumnya.
09:15Dan beberapa masalah lain yang beliau sempat mediasi juga.
09:19Itu kan tidak mudah. Konflik poso ini, jangan dilihat sekarangnya.
09:24Waktu 20 tahun lebih, 26 tahun lebih, itu luar biasa. Brutal.
09:292.000 orang meninggal di sana. Di Ambon 5.000 orang.
09:33Ini siapa yang bisa menghentikan ini?
09:35Dan Aceh sudah berkonflik hampir 30 tahun, dan beliau masuk tanpa letusan senjata.
09:42Jadi tiga konflik besar di Indonesia, itu berhasil diselesaikan dengan damai oleh seorang Pak Yusuf Kalla.
09:50Ini kan legasi yang luar biasa.
09:52Secara bisnis, Brut, track recordnya juga bukan kaleng-kaleng, karena sudah membina kelompok usahanya selama 75 tahun.
10:02Tidak banyak usaha di Indonesia yang mampu bertahan segitu lama, kalau bukan karena trust, atau memberikan banyak manfaat.
10:11Bukan hanya kepada dirinya, tetapi kepada orang lain.
10:14Kalau tidak memberi manfaat atau kontribusi kepada orang lain, atau pemerintah, atau negara, ini tidak akan berkembang lama.
10:21Karena entitas usaha ini dapat berkembang lama apabila mampatnya dirasakan banyak orang.
10:29Kalau tidak dirasakan, ya pasti dukungannya lemah.
10:32Dan Panjika menganggap bahwa serangan-serangan itu tidak berpengaruh kepada pribadinya, bisa diatasi setidaknya.
10:38Dari pengamatan saya, beliau bisa mengatasi.
10:41Karena yang diserang atau yang menyerang itu, itu kan hoak sebenarnya, pelintiran semua.
10:48Potongan video, atau misalnya manipulasi narasi tentang kredit, itu kan tinggal dibolak-balik.
10:57Jadi kalau beliau keluar dengan fakta-fakta, menyampaikan kebenaran, ini akan selesai.
11:02Ditambah dengan testimoni-testimoni pelaku-pelaku sejarah yang memang beliau bersama-sama dahulu ketika memperjuangkan apa yang menjadi legasinya ini.
11:15Kalau begitu bagaimana meluruskan ini, mendinginkan situasi di publik?
11:18Terima kasih telah menonton!
Komentar