Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Nilai tukar rupiah kembali melemah dan sempat menembus level terendah sepanjang sejarah, yakni di atas Rp17.300 per dolar Amerika Serikat.

Pelemahan ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi nasional, terutama di tengah meningkatnya tensi geopolitik global.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai tekanan terhadap rupiah tidak lepas dari faktor eksternal, termasuk situasi di Timur Tengah yang tengah memanas.

Menurutnya, upaya intervensi yang dilakukan oleh Bank Indonesia sejauh ini sudah cukup optimal.

Namun, kuatnya sentimen global membuat ruang penguatan rupiah menjadi terbatas.

"Kondisi saat ini seperti menggarami air laut. Mendorong rupiah menguat itu sulit karena pengaruh tensi geopolitik. Sentimen juga masih berkaitan dengan penilaian lembaga pemeringkat terhadap kondisi ekonomi Indonesia," ujar Josua.

Meski demikian, ia memperkirakan tekanan terhadap rupiah tidak akan berlangsung permanen.

Seiring meredanya hambatan pada indikator makroekonomi, nilai tukar rupiah diyakini akan kembali mencerminkan fundamental ekonomi domestik.

Josua juga menilai bahwa faktor sentimen dari konflik di Timur Tengah tidak akan menjadi faktor dominan dalam jangka panjang.

"Ketika tekanan mereda, nilai tukar rupiah berpotensi kembali di bawah Rp17.000 per dolar AS," tambahnya.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Joshua

#iran #perang #as

Baca Juga Ressa Maulani Dorong Kolaborasi Industri Lewat Marketing dan Tren Padel di https://www.kompas.tv/advertorial/664957/ressa-maulani-dorong-kolaborasi-industri-lewat-marketing-dan-tren-padel



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/664971/rupiah-ke-rp17-300-pengaruh-situasi-memanas-di-timur-tengah-ini-kata-kepala-ekonom-kompas-bisnis
Transkrip
00:09Intro
00:20Saatnya Anda menyaksikan Kompas Bisnis, saudara bersama saya Yan Rahman
00:24Dan yang dibahas kali ini di Kompas Bisnis adalah yang satu ini adalah awas bahaya rupiah tembus 17.300 per
00:32dolar Amerika Serikat
00:33Saudara nilai tukar rupiah ini lagi-lagi menembus level terendah sepanjang sejarah pada perdagangan kanis kemarin
00:40Bahkan rupiah sempat menembus 17.321 per dolar Amerika Serikat di awal perdagangan
00:48Rupiah mencatat pelemahan harian paling tajam dalam 7 bulan terakhir
00:53Dimana rupiah melemah di tengah kenaikan harga minyak yang berpotensi menekan kesehatan fiskal negara
00:59Aset-aset Indonesia berada di bawah tekanan
01:01Sementara Bank Indonesia kembali menegaskan peningkatan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas rupiah
01:08Pada perdagangan kanis kemarin rata-rata mata uang Asia memang melemah terhadap dolar Amerika Serikat
01:13Hanya dolar Hong Kong yang mampu menguat tipis
01:16Sementara indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap mata uang utama dunia
01:22Menguat tipis sebesar 0,08% menjadi 98,67
01:33Lalu saudara kita lihat bagaimana kinerja rupiah berdasarkan data dari Jisdor Bank Indonesia dalam data berikut ini
01:41Nah ini dia saudara nilai tukar rupiah per dolar Amerika Serikat
01:45Dimana ini kembali menembus level terlemah sepanjang sejarah pada penutupan perdagangan hari kamis ke level 17.308 per dolar Amerika
01:55Serikat
01:55Padahal saudara persis pada pekan lalu 17 April ini rupiah masih berada di 17.189 rupiah per dolar Amerika Serikat
02:10Ini sempat menguat tipis pada awal pekan di 17.176
02:15Dan kemudian ini kembali menguat pada 21 April ke level 17.142
02:21Dan tertekan lagi pada 22 April ini ke level 17.179
02:28Hingga akhirnya ini lagi-lagi menembus posisi terlemah sepanjang masa pada kamis kemarin
02:34Selama ini saudara pemerintah kerap menyebutkan bahwa rupiah tidak melemah hanya saja dolar yang menguat
02:41Memang betul demikian bahwa dolar menguat tipis tapi tak bisa disangka juga menghadapi mata uang tetangga saja rupiah ini masih
02:49loyo
02:49Kita lihat ke data berikutnya
02:52Nah ini dia saudara ini menghadapi dolar Singapura rupiah juga loyo
02:57Sama halnya terhadap dolar Amerika Serikat
02:59Rupiah juga menyentuh level terendah sepanjang sejarah terhadap dolar Singapura pada penutupan perdagangan kamis kemarin di level 13.547
03:09Dan secara rinci saudara selama sepekan terakhir pada Jumat pekan lalu rupiah terhadap dolar Singapura ini berada di 13.454
03:20Kemudian pada perdagangan awal pekan pada Senin pekan ini rupiah berada di 13.454 per dolar Singapura
03:29Kemudian pada hari berikutnya di 21 April ada di 13.486 per dolar Singapura
03:36Dan pada 22 April ini sedikit menguat di 13.449 rupiah per dolar Singapura
03:46Ini saudara kita bandingkan lagi kinerja rupiah terhadap mata uang negara tetangga lainnya yaitu ringgit Malaysia di data selanjutnya
03:55Nah saudara menghadapi ringgit Malaysia pun rupiah masih saja tertekan
04:00Dan lagi-lagi menembus level paling lemah sepanjang sejarah terhadap ringgit Malaysia di angka 4.361 pada penutupan perdagangan kamis
04:11lalu
04:12Selama sepekan terakhir pada Jumat pekan lalu rupiah berada di level 4.330 per ringgit Malaysia
04:20Kemudian kembali melemah di pekan ini di hari Senin di 4.334 kemudian sedikit menguat di 4.332 pada 21
04:31April
04:31Dan pada 22 April masih di level yang sama dan kemudian pada penutupan perdagangan di hari kemarin rupiah mencapai titik
04:40terendah terhadap ringgit Malaysia di angka 4.361
04:44Dibanding rupiah saudara memang kinerja ringgit Malaysia ini sepanjang tahun ini tergolong impresif
04:50Secara year to date ringgit masih mencatat apresiasi sekitar 2,27% terhadap dolar Amerika Serikat
04:57Artinya tekanan yang lebih besar dialami oleh rupiah
05:01Sementara ringgit Malaysia ini meski pada perdagangan hari kamis ikut melemah terhadap dolar Amerika Serikat
05:08Tapi secara keseluruhan ini masih mampu menunjukkan ketahanan dan bahkan unggul melawan greenback sepanjang tahun berjalan
05:16Lalu saudara rontoknya rupiah juga berpengaruh terhadap kinerja IHSG
05:21Kita lihat ke data
05:24Nah ini dia tentu berpengaruh saudara pada penutupan perdagangan kamis kemarin IHSG anjlok 2,16% ke level 7.378
05:35Sementara selama satu pekan IHSG ini turun sebesar 3,19%
05:41Pada hari Jumat kemarin IHSG masih berada di level di atas 7.600an
05:47Tepatnya di 7.634 kemudian turun di awal pekan ini di 7.594
05:54Kemudian pada 21 April ini turun lagi di 7.559
06:00Kemudian kembali lagi turun di 22 April di 7.541
06:04Dan ini juga kembali turun di hari kemarin di level rendah di 7.378
06:12Seluruh sektor mengalami penurunan dan yang terdalam terpantau pada sektor barang baku dan juga energi
06:19Saudara sampai kapan kah rupiah akan terus menyentuh level terlemah sepanjang sejarah
06:25Apakah ini sinyal bahaya bagi ekonomi Indonesia dan apa yang perlu dilakukan oleh pemerintah
06:30Dan seberapa agresif intervensi perlu dilakukan oleh Bank Indonesia
06:34Kita bahas usai jidah tetap bersama kami di Kompas Bisnis
06:47Situasi genting harus ekstra cepat
06:52Aduh sakit kepala
06:53Bodrek cepat dan akan sakit kepala gak pake lama
06:56Sakit kepala berat
06:58Uh nyeri
07:00Andalanku bodrek ekstra
07:02Bodrek dengan smart formula
07:04Cepat terletakkan sakit kepala, sakit gigi, demam dan nyeri
07:07Dapat diminum sebelum makan tanpa ngantuk
07:11Bodrek dengan smart formula
07:13Terletakkan sakit kepala dan nyeri terus menangkan harimu
07:15Di panasnya pertandingan
07:18Semangat adem harus jadi pegangan
07:21Dengan 100% kemurnian alami
07:24Ademnya aqua alirkan semangat kita
07:27Aqua
07:28Ademin kita semua
07:31Segerinya kelewatan
07:32Baru teh lemon madu
07:34Lemon tea yang gak asem
07:35Manisnya smooth dari Wings Food
07:37Ini lemon tea favoritku
07:39Beda dari yang lain
07:40Lihat lagi
07:41Kasah lemon tea?
07:42Tenyiger ini ini
07:42Buruan cobain
07:43Teh lemon madu
07:44Segerinya kelewatan dari Wings Food
07:46Baju kusam, noda gak hilang
07:48Tenang aja, ini solusinya
07:49Wishten Remover
07:50Penghilang noda bandel
07:52Bekerja 10 kali lebih cepat, lebih efektif
07:54Oleskan langsung pada noda
07:55Bersih seketika
07:57Gunakan bersama deterjen
07:58Putih dan warna kembali cemerlang
08:00Wings Care
08:01Polomik utang kereta cepat Jakarta, Bandung, Bush masih bergulir
08:04Presiden Prabowo bahkan menyebut akan bertanggung jawab
08:08Serap berita dan informasi terpilih
08:10Dari tragedi ledakan di SMA N72
08:13Di lingkungan pendidikan
08:15Evakuasi seorang warga lansia
08:17Yang terjebak banjir
08:18Ikuti Kompas Malam
08:20Setiap hari
08:21Pada jam-jam berikut
08:23Live
08:24Di Kompas TV
08:25Didukung oleh
08:31Nikmati mie goreng ala chef di rumah
08:33Mie sedap goreng ala chef Devina
08:35Minyak kenyal dan pipi bikin beda
08:37Ada sambal merahnya
08:38Aku tambahin sayuran dan kermesan kriuk
08:40Face like chef sesimpel itu
08:42Mie sedap goreng ala chef Devina
08:44Dari Wingswood
08:45Di Kaimana Papua Barat
08:48Di tengah keragaman budaya serta alam yang masih asli
08:51Kodim 1804 Kaimana
08:53Melalui TMMD
08:54Hadir menjawab doa masyarakat di kota Senja
08:57Mulai dari membangun jembatan hingga jalan
09:00Ikuti kisahnya
09:02Dalam cerita militer
09:04Bangun Tongpu Kaimana
09:06Sabtu 25 April
09:09Pukul 3 sore
09:10Di Kompas TV
09:16Jutaan umat muslim dari seluruh dunia
09:18Berkumpul di Tanah Suci
09:23Menunaikan rukun Islam kelima
09:25Ibadah Haji
09:26Dari keberangkatan jemaah di Tanah Air
09:28Hingga aktivitas di Makkah dan Madinah
09:31Kompas TV
09:31Menghadirkan informasi terkini
09:33Dan menyeluruh
09:34Dalam liputan haji
09:36Ikuti dalam program-program berikut
09:41Live di Kompas TV
10:06Sudara rupiah secara berulang menembus level terendah sepanjang sejarah terakhir
10:11Menyuntuh angka di atas 17.300 per dolar Amerika Serikat
10:14Apakah ini sinyal bahaya bagi ekonomi Indonesia
10:17Dan apa yang perlu dilakukan oleh pemerintah
10:19Dan seberapa agresif intervensi perlu dilakukan oleh Bank Indonesia
10:24Kompas Bisnis
10:25Tanya langsung kepada Kepala Ekonomi Bank Permata
10:27Mas Joshua, selamat pagi
10:30Selamat pagi, Mas Ian
10:31Mas Joshua, kita diramaikan kemarin
10:33Dengan level rupiah
10:35Yang terendah sepanjang sejarah
10:37Di 17.300
10:38Ini menurut Anda
10:40Apa biang keladi
10:42Apa biang keroknya
10:43Yang membuat rupiah sampai rontok ke level di atas 17.300
10:47Ya, yang ingin saya sampaikan bahwa
10:50Yang terjadi kemarin adalah memang
10:52Ini fenomena regional
10:54Ataupun secara global ya
10:55Yang dimana
10:56Bukan rupiah saja yang melemah sendirian
10:59Tapi memang seluruh mata uang Asia
11:01Serentak melemah
11:03Dan ini
11:04Biang keloknya adalah memang
11:06Timur Tengah kembali memanas ya
11:09Negosiasi antara Amerika Serikat dengan Iran
11:12Ini kembali lagi
11:13Tidak menemukan titik temunya
11:15Sehingga memang kita melihat bahwa
11:18Ini memberikan ketidakpastian baru lagi
11:20Harga minyak mentah
11:21Brand kembali lagi
11:23Menembus di atas 100 ya
11:24Kemarin bahkan
11:25Sudah mendekati 106 dolar per barel
11:28Sehingga ini memberikan
11:31Risk of sentiment ya
11:33Di pasar falas
11:34Sehingga tentunya ini mendorong
11:37Investor global tentunya
11:39Mencari aset-aset aman
11:40Terutama dolar Amerika Serikat
11:42Dan juga safe haven aset lainnya
11:44Sehingga ya pada akhirnya
11:46Kita melihat bahwa investor global tentu cenderung
11:49Membuang aset-aset yang lebih berisiko
11:51Dan akhirnya imbasnya adalah
11:53Secara keseluruhan ya
11:55Mata uang Asia di perdagangan kemarin itu
11:59Cenderung melemah
12:00Pasar Asia
12:01Pasar saham Asia pun juga melemah
12:02Imbal hasil surat utang
12:04Di negara berkebang pun juga
12:06Ikut naik gitu ya
12:07Sehingga ini merupakan
12:09Dampak dari
12:10Apa namanya
12:12Memanasnya kembali
12:13Tensi di Timur Tengah
12:14Berarti ini
12:15Dan menurut Anda
12:16Ini lebih mencerminkan
12:17Faktor global
12:19Dibandingkan domestik
12:20Begitu ya Mas Joshua
12:21Ya memang
12:22Kami juga tidak menampikan
12:24Bahwa memang ada
12:25Faktor domestiknya
12:26Terkait juga dengan
12:27Memang ada siklus
12:29Siklus permintaan dolar
12:30Dalam negeri
12:31Khususnya kalau kita melihat
12:32Di bulan-bulan April ini
12:34Memang permintaan dolar itu
12:35Dalam negeri
12:36Cenderung agak meningkat ya
12:37Khususnya karena ada
12:38Repatriasi
12:39Dividend payment
12:40Dan juga memang
12:42Masih ada
12:42Apa namanya
12:44Sehingga memang ini
12:44Mendorong peningkatan
12:46Permintaan falas gitu ya
12:48Dan ditambah lagi juga
12:49Memang masih ada
12:50Isu ataupun
12:52Sentimen ya
12:53Terkait dengan
12:54Karena tadi ya
12:55Ada
12:55Masih
12:56Apa
12:57Geopolitik di Timur Tengah
12:58Yang masih memanas
12:58Sehingga tentunya
12:59Kenaikan harga minyak mentah ini
13:01Memunculkan kembali lagi
13:03Kekhawatiran ataupun
13:05Apa
13:06Memunculkan kekhawatiran
13:07Terkait dengan
13:08Ketahanan fiskal
13:09Yang selanjutnya
13:09Pada akhirnya pun
13:10Juga akan
13:11Mempengaruhi juga
13:13Bagaimana nanti
13:14Assessment dari
13:15Rating agencies gitu ya
13:17Yang sebelumnya
13:17Mudis dan juga
13:18Fitch juga sudah
13:19Menurunkan
13:20Outlook rating kita sebelumnya
13:21Sekalipun memang
13:22Menkyu menyatakan
13:24Sebelumnya pada saat
13:25Kunjungannya di
13:26Washington
13:27S&P
13:28Dengan S&P
13:29Yang dimana
13:30Pemerintah mengatakan
13:32Bahwa
13:32S&P kemungkinan
13:34Belum akan
13:35Menurunkan
13:35Ataupun masih akan
13:36Mengafirmasi
13:37Menetapkan
13:38Outlook rating Indonesia
13:39Di stable gitu
13:40Tapi
13:40Kembali lagi
13:41Kami melihatnya bahwa
13:43Ada faktor globalnya
13:44Dan juga domestiknya
13:45Tapi
13:46Memang kombinasi
13:47Dari kedua faktor ini
13:48Mempengaruhi
13:50Pelemahan
13:50Rupiah dalam
13:51Beberapa waktu terakhir ini
13:52Oke Mas Yusua
13:54Seperti yang Anda sebutkan
13:54Bahwa tadi
13:55Faktor global
13:56Lebih dominan
13:57Begitu
13:57Kalau kita lihat
13:58Memang kemarin
13:59Indeks dolar itu
14:00Naik tipis
14:01Begitu
14:01Tapi
14:02Kalau kita bandingkan
14:04Dengan mata uang
14:04Asia lainnya
14:06Memang
14:07Serentak turun
14:08Begitu dibandingkan
14:08Dengan dolar Amerika Serikat
14:10Tapi
14:10Tekanan paling dalam
14:12Dibandingkan mata uang
14:13Asia lainnya
14:13Ada di rupiah
14:14Menurut Anda
14:15Kenapa
14:15Demikian
14:17Ya
14:18Mungkin kita juga
14:20Kalau kita lihat
14:20Ya sebenarnya
14:21Tidak
14:23Mungkin kita tidak bisa
14:24Bandingkan juga
14:25Dengan misalkan
14:25Dengan Malaysia ringgit
14:26Ya
14:26Kalau kita bandingkan
14:28Dengan kondisi ekonomi
14:29Malaysia
14:30Totally different
14:31Ya
14:32Kalau kita
14:32Misalkan
14:33Dengan kondisi
14:34Saat ini
14:35Dengan status
14:37Dimana Malaysia
14:37Masih merupakan
14:39Eksporter
14:40Minyak mentah
14:41Dan juga
14:42Dan dengan kondisi
14:43Saat ini
14:43Tentunya dengan harga
14:44Minyak naik
14:45Tentunya kan
14:45Apa namanya
14:47Apa
14:49Ekonomi
14:50Malaysia justru
14:51Malah diuntungkan
14:52Gitu ya
14:52Sementara itu
14:53Indonesia yang dimana
14:54Notabene adalah
14:55Net oil importer
14:56Tentunya ini akan dirugikan
14:58Dan tentunya
14:59Kalau kita lihat lagi
15:00Data-data
15:01Terakhir ya
15:02Misalkan terkait dengan
15:03Current count balance
15:05Ya
15:06Di tahun lalu sendiri
15:07Itu
15:08Malaysia mencatatkan surplus
15:09Sementara Indonesia
15:10Dari sejak
15:12Sebelum pandemi
15:13Sampai dengan saat ini pun
15:14Juga masih
15:15Normatifnya kita
15:16Masih mengalami
15:17Defisit
15:18Gitu ya
15:19Sedangkan Malaysia
15:20Secara
15:21Apa namanya
15:21Normatifnya itu
15:23Mengalami surplus
15:241,6%
15:25Terhadap GDP-nya
15:26Di tahun lalu
15:26Sehingga memang
15:27Kita
15:28Sebaiknya tidak
15:29Tidak sebaiknya kita
15:31Membanding-bandingkan
15:32Dengan
15:33Dengan
15:33Malaysia
15:34Dan kita yang lainnya
15:35Tapi kalau kita lihat
15:35Sebenarnya ya
15:36Apa namanya
15:37Karena kan kita
15:38Selain memang ada
15:39Kita menghadapi
15:40Geopolitik
15:40Tapi juga kita juga
15:41Menghadapi
15:42Serangan dari
15:43Dalam hal ini
15:44Ya MSCI
15:45Lalu juga dari sisi
15:46Apa namanya
15:47Warnings dari
15:48Assessment dari
15:50Rating agencies
15:50Jadi memang tidak
15:51Kita dapat
15:53Dapat tekanan
15:54Lain juga
15:55Selain dari
15:56Geopolitik
15:56Di Timur Tengah
15:57Jadi memang itu
15:58Suatu hal yang mungkin
16:00Tidak dialami oleh
16:01Negara-negara
16:02Berkembang lainnya
16:03Selain Indonesia
16:04Jadi mungkin
16:05Itu yang mungkin
16:06Kondisi yang tidak
16:08Dialami
16:08Negara lain di Asia
16:10Oke tapi
16:11Pada akhirnya
16:12Warga Indonesia
16:13Juga
16:14Membandingkan
16:15Karena ini paling dekat
16:16Begitu ada Singapura
16:17Dan juga
16:17Malaysia
16:18Warga negara Indonesia
16:19Banyak sekali
16:19Yang terbang ke Malaysia
16:21Yang terbang ke Singapura
16:22Namun kita melihat
16:23Bagaimana kondisi
16:24Pergerakan rupiah
16:24Pada hari kemarin
16:25Terhadap
16:26Dolar Singapura
16:27Maupun ringgit Malaysia
16:28Sama halnya
16:29Dengan dolar
16:29Amerika Serikat
16:30Mengalami
16:31Level yang
16:32Paling rendah
16:33Menurut Anda
16:34Tadi Anda sempat membahas
16:35Dengan Malaysia
16:36Yang negara eksportir
16:37Bagaimana kemudian
16:38Dengan Singapura
16:40Ya
16:41Tentunya
16:42Kalau kita lihat
16:42Kebijakan
16:43Apa namanya
16:44Kebijakan
16:45Nilai tukarnya
16:46Singapura
16:47Kan agak berbeda ya
16:48Dia kan
16:49Pegging
16:50Nilai tukarnya
16:51Jadi artinya
16:52Tentunya tidak bisa
16:53Kita bandingkan lagi
16:54Sistem nilai tukar
16:55Apa
16:56Manajemen nilai tukar
16:57Rupiah kita juga
16:58Jadi artinya
16:59Dan
16:59Kondisinya pun juga
17:01Sama
17:01Ya
17:02Kalau kita bicara
17:02Dari sisi
17:03Bagaimana
17:04Apa namanya
17:06Kondisi
17:07Ekonomi
17:08Singapura sendiri
17:09Di tahun lalu
17:10Pertumbuhan ekonomi
17:11Singapura pun
17:12Juga
17:12Mendekati 5%
17:14Ya
17:14Negara sekecil
17:15Singapura sendiri
17:16Pertumbuhannya bisa
17:17Tumbuh 5%
17:18Dan artinya
17:19Memang
17:19Di tengah kondisi
17:20Geopolitik
17:21Ataupun
17:21Perlambatan global
17:22Di tahun lalu
17:23Pertumbuhan ekonomi
17:24Singapura dan juga
17:25Malaysia
17:26Ini masih tumbuh
17:27Cukup baik
17:28Dan juga
17:28Di tengah
17:29Perang dagang
17:30Ataupun tarif
17:30Dari Amerika pun
17:31Juga
17:31Mereka masih
17:32Maksim bisa
17:33Mengingkatkan
17:34Nilai tambahnya
17:34Sehingga mungkin
17:36Itu yang harus
17:36Menjadi catatan
17:37Dari pemerintah
17:38Untuk bisa
17:39Mendorong
17:40Tadi ya
17:41Produktivitas
17:41Perekonom kita
17:42Sekalipun
17:43Memang kalau kita
17:44Lihat sebenarnya
17:45Kalau kita melihat
17:46Secara objektif
17:46Kami ekonom melihat
17:48Bukan dari nilai nominalnya saja
17:50Nominal nilai tukar
17:52Rupiah terhadap
17:53Dolarnya saja
17:54Tapi kami juga
17:55Melihat dari
17:56Nilai fundamentalnya
17:58Biasanya kami
17:58Menggunakan
17:59Proksinya
18:00Real effective exchange rate
18:01Yakni
18:02Itu biasanya
18:03Di
18:03Apa
18:04Dimanya
18:04Di
18:05Kita
18:06Digunakan
18:07Melalui
18:08Datanya
18:09Bank
18:09International
18:10Settlement
18:10Dan ini
18:11Kalau kita
18:12Lihat itu
18:13Acuannya adalah
18:14100
18:14Kalau di bawah
18:15100 artinya
18:16Itu nilai tukar
18:18Tersebut adalah
18:19Under value
18:20Dan kalau kita
18:22Lihat sampai dengan
18:22Data terakhir
18:23Data BIS itu
18:24Di bulan Februari
18:25Itu kita masih
18:26Under value
18:27Dan ini
18:29Sepertinya
18:29Sejalan dengan
18:30Apa yang disampaikan
18:32Oleh Gubernur Bank Indonesia
18:33Pada
18:33Press conference
18:34Terakhir
18:35Di ADG kemarin
18:36Bahwa
18:36Rupiah
18:37Di kondisi saat ini
18:38Memang kondisinya
18:39Under value
18:39Artinya
18:40Nilai
18:41Nominal
18:42Rupiah
18:42Terat luar Amerika
18:43Saat ini
18:44Tidak sejalan
18:45Dengan kondisi
18:46Fundamental ekonomi
18:47Saat ini
18:48Artinya memang
18:49Karena tadi
18:49Faktor sentimen
18:51Masih sangat
18:51Mempengaruhi
18:52Karena tadi
18:53Kalau kita bicara
18:54Dari sisi
18:56Kondisi
18:56Dari sisi
18:57Channel devisa
18:58Lalu juga
18:58Prospek pertumbuhan ekonomi
19:01Sebenarnya
19:01Dan juga
19:02Inflasi
19:02Yang masih terkendali
19:03Saya melihat
19:05Bahwa
19:05Kondisi saat ini
19:07Ataupun
19:07Perlemahan saat ini
19:08Masih relatif
19:09Temporer
19:10Dan karena tadi
19:11Masih akan sangat
19:12Dipengaruhi
19:13Tadi
19:13Kalau sentimen
19:14Dari timur
19:15Tengahnya ini
19:16Berakhir
19:17Ataupun sudah ada
19:18Kesepakatan
19:18Yang
19:19Lebih permanen
19:21Antara Amerika Serikat
19:22Dengan Iran
19:22Semestinya harga minyak ini
19:24Langsung turun
19:25Di bawah 100
19:26Dan sentimen
19:27Di pasar keuangan globalnya
19:28Juga meredah
19:29Dampak kepada rupiahnya pun
19:31Juga harapannya
19:31Akan lebih cepat meredah juga
19:33Baik
19:34Mas Yusua
19:34Ini juga yang jadi sorotan
19:36Terkait dengan
19:36Cadangan devisa kita
19:37Yang sudah berkurang banyak
19:39Dalam 2 bulan
19:39Ini lebih dari
19:415 miliar dolar
19:42Amerika Serikat
19:43Dengan kondisi ini
19:44Kenapa rupiah tetap
19:45Di atas 17 ribu
19:47Menurut Anda
19:47Apa yang tidak optimal
19:48Di Bank Indonesia
19:51Ya
19:52Kita pun juga
19:53Kembali lagi
19:54Kita
19:54Kembali lagi
19:55Kalau kita lihat
19:56Dari sisi
19:57Candi visa
19:58Yang sudah
19:59Turun
20:00Kurang lebih
20:00Lebih dari
20:018 miliar dolar
20:02Dari
20:03Dari 3 bulan pertama
20:04Tahun ini
20:05Ini pun juga
20:06Kembali lagi
20:07Kalau kita melihat
20:08Apa yang sudah dilakukan oleh
20:10Bank Indonesia
20:10Sudah all out
20:11Dalam hal ini
20:12Sudah melakukan
20:13Triple intervention
20:14Dan juga sudah melakukan
20:15Intervensi
20:16NDF
20:17Di pasar onshore
20:18Di pasar offshore
20:19Artinya
20:21Kalau kita melihat
20:21Dalam hal
20:22Yang sudah dilakukan oleh
20:24Bank Indonesia
20:26Melakukan langkah-langkah
20:27Stabilisasi
20:28Ini sudah
20:29Sudah cukup optimal
20:30Namun kembali lagi
20:32Yang sudah
20:33Yang bisa dilakukan oleh
20:34Bank Indonesia
20:35Adalah
20:36Bagaimana melakukan
20:38Langkah-langkah
20:38Stabilisasi
20:39Karena yang
20:40Kalau kondisi saat ini
20:42Adalah
20:43Ibaratnya
20:44Bagaimana
20:45Menggarami air laut
20:47Itu sepertinya
20:47Agak sulit
20:48Untuk mendorong
20:49Rupiah
20:50Menguat
20:51Di bawah
20:5170 ribu
20:52Itu sepertinya
20:53Analoginya adalah
20:55Mengupayakan
20:56Ya tadi
20:56Menggarami air laut
20:57Karena
20:57Cukup sulit
20:59Karena tadi
20:59Derasnya
21:00Tensi geopolitik
21:01Tadi
21:02Sentimennya itu
21:02Cukup signifikan
21:03Sepertinya memang
21:04Agak cukup sulit
21:05Karena kembali lagi
21:06Sentimen yang masih
21:08Akan cukup dominan
21:09Tadi masih
21:10Berkaitan juga
21:10Selain tadi
21:12Terkait dengan
21:13Fiskal
21:14Dan juga
21:14Tadi bagaimana
21:15Asesmen yang
21:16Harus dijawab
21:17Juga oleh
21:18Pemerintah
21:18Terkait dengan
21:20Asesmennya dari
21:21Rating agencies
21:21Dan juga MSCI
21:22Sekalipun memang
21:23MSCI
21:24Masih
21:25Mengextend
21:26Asesmennya
21:27Terkait dengan
21:28Nanti di bulan Juni
21:29Dari sebelumnya
21:30Bulan Mei
21:31Tentunya ini
21:31Tetap harus dijawab
21:32Nanti oleh OJK
21:33Dan juga SRO
21:34Oke terakhir
21:35Mas Joshua
21:36Apabila Anda menyebutkan
21:37Bahwa rupiah
21:39Saat ini under value
21:40Sejalan dengan
21:40Yang disebutkan oleh
21:41Bank Indonesia
21:42Berarti
21:44Seberapa besar
21:44Potensinya
21:46Rupiah
21:46Akan kembali
21:47Menguat
21:47Ke level
21:4816 ribuan
21:50Ya kembali lagi
21:52Yang tadi kami sampaikan
21:52Bahwa
21:53Dalam jangka penek ini
21:54Ya
21:55Potensinya memang
21:56Masih akan bergerak
21:57Di level 17 ribuan
21:58Ya
21:59Karena kembali lagi
22:00Situasi dari
22:01Timur Tengah ini
22:02Kan tidak bisa kita prediksi
22:03Karena
22:03Kembali lagi
22:04Ini kita berurusan dengan
22:06Presiden Trump
22:07Yang unpredictable
22:07Gitu ya
22:08Karena
22:09Kalau sekiranya
22:10Dan
22:11Kembali lagi
22:11Kalau kita bicara
22:12Terhadap
22:13Midterm election
22:14Yang akan dihadapi
22:15Presiden Trump
22:16Nanti di bulan November
22:17Dan juga bagaimana
22:18Ongkos biaya perang
22:20Yang juga dikeluarkan oleh
22:21Pemerintah Amerika Sikat
22:22Ini cukup besar sekali
22:25Mestinya
22:26Kondisi ini pun juga
22:27Akan merugikan
22:28Buat
22:28Amerika Sikat
22:29Ya
22:29Sehingga memang
22:30Kondisi untuk
22:31Adanya perdamaian
22:32Di antara
22:33Iran dan Amerika Sikat
22:34Mestinya harus
22:35Dijalankan
22:36Tapi kembali lagi
22:37Kalau itu bisa
22:38Dijalankan
22:39Setidaknya
22:40Di
22:40Apa namanya
22:41Dalam
22:42Waktu dekat ini
22:43Harapannya
22:44Kondisinya di semester
22:45Kedua itu
22:45Tensi
22:46Geopolitik ini
22:47Udah mulai agak
22:48Meredak gitu ya
22:49Sehingga harapannya
22:50Kembali lagi
22:50Bahwa
22:51Harga minyak pun
22:52Juga udah mulai
22:53Akan normalize
22:54Karena memang
22:54Tidak ada tekanan juga
22:55Dari produsen-produsen
22:56Minyak global
22:57Gitu ya
22:57Hormuz juga
22:58Udah normal
22:59Kembali
22:59Harapannya seperti itu
23:00Sehingga
23:01Tekanan ataupun
23:02Rambatan
23:03Spillover negatif
23:04Kepada indikator
23:05Makroekonomik Indonesia
23:06Terutama fiskal
23:07Dan juga inflasi
23:08Pun juga akan
23:22Lebih
23:23Mengecil
23:24Kondisi fundamentalnya
23:25Jadi faktor
23:26Faktor sentimen
23:27Akibat
23:28Perang-perang
23:29Di Timur Tengah
23:30Ini pun juga
23:31Akan
23:31Akan menghilang
23:32Gitu ya
23:32Akan
23:33Tidak akan
23:34Mendominasi lagi
23:35Sehingga harapannya
23:36Itulah mulai
23:37Akan kita melihat
23:38Bahwa
23:39Kondisi nilai
23:40Tukar Rupiah
23:41Akan mulai
23:42Di bawah 17.000
23:43Itu akan mulai
23:43Terlihat
23:44Oke berarti
23:45Penguatan secara
23:46Jangka pendek
23:46Ini terasa sulit
23:48Begitu melihat
23:48Juga mempertimbangkan
23:49Dengan kondisi global
23:50Perang Iran
23:50Dan juga Amerika Serikat
23:51Yang saat ini
23:52Eskalasinya masih tinggi
23:53Dan juga sebutkan tadi
23:54Bahwa intervensi
23:56Yang dilakukan oleh Bank Indonesia
23:57Ini sudah all out
23:58Sehingga
23:58Memang ini
24:00Stabilisasi rupiah
24:02Juga telah
24:02Diupayakan
24:04Dengan maksimal
24:04Oleh Bank Indonesia
24:06Terima kasih
24:06Kepala ekonomi
24:08Bank Permata
24:08Juswak Pardede
24:09Atas waktunya bersama kami
24:10Di Kompas Bisnis
24:11Sehat Selalu
24:13Makasih
24:16Saudara jangan kemana-mana
24:17Karena Sapa
24:18Indonesia Pagi
24:19Masih akan kembali
24:20Untuk Anda
24:20Dengan informasi
24:21Hari Jumat ini
24:2224 April
24:23Pemerintah Provinsi DKI
24:24Memperlakukan tarif
24:25Satu rupiah
24:25Untuk Transjakarta
24:27MRT
24:28Dan LRT Jakarta
24:33Terima kasih
Komentar

Dianjurkan