Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 15 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kenaikan harga BBM nonsubsidi dan LPG nonsubsidi sangat dipengaruhi oleh harga minyak dunia.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, pun mengisyaratkan ada kenaikan harga Pertamax jika harga minyak terus naik.

Seberapa tinggi prediksi kenaikan harga dan dampaknya, kita bahas bersama ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Unjuk Rasa Warga di Kantor Gubernur Kaltim Ricuh, Massa Protes Gaya Hidup Mewah dan Nepotisme! di https://www.kompas.tv/regional/664414/unjuk-rasa-warga-di-kantor-gubernur-kaltim-ricuh-massa-protes-gaya-hidup-mewah-dan-nepotisme

#lpg #bbm #bbmnonsubsidi #pertamax #minyakdunia

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/664426/full-ekonom-prediksi-kenaikan-harga-bbm-dan-lpg-jangka-panjang-naik-atau-stabil
Transkrip
00:00...sangat dipengaruhi oleh harga minyak dunia.
00:03Menteri SDM, Mbak Lillah Adalia pun mengisyaratkan adanya kenaikan harga Pertamax
00:07jika harga minyak dunia terus naik.
00:11Seberapa tinggi prediksi kenaikan harga dan juga dampaknya kita bahas bersama dengan ekonom
00:15dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin.
00:18Pak Wijay dengan Maidob.
00:20Ya, apa kabar? Maidob.
00:22Pak Wijay, perang kan sepertinya bakalan terus berlanjut karena Iran ini kan menolak ya.
00:30untuk duduk kembali bersama dengan AS untuk membahas soal perundingan.
00:34Dalam proses gencatan senjata saja, BBM dan juga gas non-subsidi kita sudah naik begitu ya.
00:41Kalau misalnya perang ini terus berkepanjangan, bagaimana Pak nanti harganya?
00:46Ya, saya memang melihat ya perang ini akan berkepanjangan.
00:51Tetapi masing-masing pihak juga bisa mengontrol diri.
00:54Sehingga prediksi saya harga BBM ini akan bertahan di sekitar 95 hingga 100.
01:00Karena mereka juga tidak mau misalnya Amerika, harga BBM terlalu tinggi.
01:04Sehingga masyarakatnya juga protes.
01:07Jadi mereka tetap memaintain konflik tetapi memanage dampaknya.
01:11Karena kalau salah satu harus mengalah, rasanya dalam situasi ini tidak mungkin.
01:15Jadi status quo dipertahankan, tetapi harga BBM diatur.
01:20Oke, jadi Anda mau bilang potensi untuk Pertamax naik ini dalam beberapa bulan ada?
01:28Meskipun tadi ada batas 90 sampai 95 dolar per barrel ya?
01:33Ya, saya melihat begini.
01:35Apa yang dilakukan oleh pemerintah ini dengan menaikkan Pertamina Dex, kemudian Dex Light, kemudian Pertamax Turbo.
01:45Itu dampak bagi fiskal tidak seberapa.
01:47Karena dari sisi volume, ketiganya itu hanya mewakili sekitar 4,5 persen saja.
01:53Kalau memang ingin memperbaiki kondisi fiskal, ya mau tidak mau Pertamax itu akan dinaikkan.
01:58Karena Pertamax itu mewakili 10 persen konsumsi.
02:01Jadi total menjadi 15 persen, lumayan begitu.
02:05Saya juga memperkirakan mau tidak mau pemerintah akan menaikkan.
02:09Karena kemampuan Pertamina untuk menahan dari sisi cash flow untuk mempertahankan harga ini juga ada batasnya.
02:17Perhitungan seorang teman, ekonom itu mengatakan Pertamina hanya bisa tahan 3 sampai 4 bulan.
02:23Saya rasa ini sudah berlangsung cukup lama kan, sudah 2 bulan lebih.
02:27Jadi masa pemerintah akan menaikkan itu menurut saya akan dilakukan mau tidak mau terkait dengan Pertamax.
02:36Dan begini Pak Medok, saya melihat sebenarnya pemerintah ini berharap agar konflik segera berakhir dan harga minyak segera turun.
02:43Jadi kembali ke kondisi normal tanpa perlu menaikkan harga BBM.
02:48Tapi rasanya prediksi pemerintah itu tidak akan terwujud.
02:52Yang terwujud adalah konflik berkembanjangan, harga bertahan di 95 hingga 100.
02:56Oke, seberapa kuat pemerintah bisa menahan harga Pertamax ini harganya Pertamax dan juga Pertalite harganya tetap ada di angka sekarang
03:07ini?
03:09Saya rasa kalau kita melihat kapasitas keuangan Pertamina, seperti perhitungan teman saya, Yanwariski, itu sekitar 3-4 bulan maksimal Pertamina
03:19bisa menahan kondisi.
03:21Nah ini sudah jalan 1,5 bulan, hampir 2 bulan.
03:25Jadi memang kalau kita lihat tekanan harga dalam waktu dekat, pasti pemerintah akan melakukan adjustment terhadap harga Pertamax.
03:33Itu pun tidak terlalu membantu dari sisi fiskal, karena kombinasi Pertamax dan lain sebagainya itu baru 14,5% dari
03:41total volume.
03:42Karena yang banyak sekali volume yang dikonsumsi itu adalah biosolar dan Pertalite.
03:46Oke, dampaknya kan akan mempengaruhi daya beli masyarakat terhadap BBM non-subsidi yang harganya ini sudah melambung tinggi.
03:54Baik juga BBM dan juga LPG.
03:57Kemudian apa yang harus dilakukan pemerintah Pak Wijah?
04:00Ya, saya rasa memang selama ini pemerintah mengambil kebijakan yang terlalu berani.
04:05Negara lain kan kenaikan berapapun langsung terefleksikan di harga market.
04:10Jadi masyarakat tidak kaget ada kenaikan 2 dolar, 3 dolar, 5 dolar, langsung harga naik.
04:15Nah saat ini pemerintah berusaha menahan, sampai akhirnya tidak mampu, kemudian seketika dinaikkan hingga 60%.
04:20Nah efek kejutan ini yang sebenarnya kurang menguntungkan baik dari sisi masyarakat ataupun dari sisi pemerintah sendiri.
04:29Kalau untuk kenaikan harga LPG non-subsidi, kemudian kalangan mana yang paling berdampak dan kemudian langkah cepat?
04:38Apa yang harus dilakukan oleh pemerintah?
04:40Saya rasa ini jelas ya, yang non-subsidi itu kan dikonsumsi oleh banyak UMKM.
04:46Kemudian juga keluarga menengah atas gitu ya.
04:51Dan kalau kita berbicara masyarakat kebanyakan, mereka menggunakan yang 3 kilo.
04:55Dan 3 kilo itu 80% dari konsumsi.
04:57Jadi yang agak mengkhawatirkan begini Mbak Medok.
05:00Karena game antara harga subsidi dan non-subsidi itu besar sekali, jadi kira-kira 3 kali lipat.
05:05Jadi 7 ribu per kilogram versus 19 ribu per kilogram.
05:09Yang dikhawatirkan adalah kebocoran.
05:12Jadi akan banyak upaya untuk mencoba menerobos batas subsidi ini dengan berbagai strategi.
05:18Sehingga menurut saya, satu langkah yang harus ditekankan oleh pemerintah adalah ketepat sasaran
05:24dan sanksi bagi kelompok-kelompok yang berusaha mengambil untung dari perbedaan harga ini.
05:30Baik ini LPG maupun terkait dengan BBM.
05:34Nah kemudian kebijakan pemerintah yang lain yang perlu didorong menurut saya terkait BBM,
05:39ya pemerintah memang jika diperlukan ya kembali menggelontorkan BLT.
05:44Tetapi langkah yang menurut saya lebih edukatif adalah memberikan diskon bagi public transportation.
05:52Jadi apakah selama 2 bulan, 3 bulan public transportation digratiskan?
05:58Atau bagaimana? Itu saya rasa lebih menidik.
06:00Terkait dengan LPG, menurut saya mau tidak mau pemerintah harus meningkatkan jumlah volume LPG subsidi.
06:09Karena kalau kita lihat tadi UMKM pun kan akhirnya kemudian bergeser dari yang 5,5 kg, dari yang 12 kg
06:16ke 3 kg.
06:17Jadi saya khawatir nanti volume yang subsidi ini tidak akan memadai.
06:22Tetapi begini, yang harus ditegakkan adalah pengoplos, itu harus diakhiri.
06:26Karena sekarang ini banyak praktek, mereka membeli 3 kg-an, ini kelompok besar ya,
06:31kemudian dipindah kelompok ke yang non-subsidi, mereka mengambil margin yang luar biasa besar.
06:35Itu menurut saya yang bisa dilakukan.
06:37Oke. Sebelum harga kemudian kembali merangkak naik, baik juga untuk BBM dan juga LPG non-subsidi.
06:43Langkah paling cepat apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat, Pak Widjah?
06:49Ya, saya rasa BBM ini sudah coba dilakukan dan ternyata memang kapasitas fiskalnya mentok.
06:57Hal yang lain menurut saya adalah memastikan inflasi pangan ini terkendali.
07:02Karena sebentar lagi kan kita akan memasuki masa kemarau ya, dan ada prediksi El Nino,
07:08ada prediksi Korea akan mengalami kesulitan.
07:12Jadi aspek itu menurut saya harus betul-betul dijaga.
07:15Jadi inflasi energi ini memang berat, tetapi lebih berat lagi kalau nanti inflasi pangan juga terjadi.
07:21Jadi be prepared sebelum El Nino betul-betul datang,
07:24pemerintah harus memastikan logistik pangan, pupuk orea, kemudian harga pangan itu bisa terkontrol dengan baik.
07:32Oke, baik. Terima kasih sudah memberikan perspektif bersama kami di Kompas Petang hari ini.
07:36Sehat selalu, Pak Widjah.
07:38Terima kasih, Pak Medo.
07:40Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan