00:00...sangat dipengaruhi oleh harga minyak dunia.
00:03Menteri SDM, Mbak Lillah Adalia pun mengisyaratkan adanya kenaikan harga Pertamax
00:07jika harga minyak dunia terus naik.
00:11Seberapa tinggi prediksi kenaikan harga dan juga dampaknya kita bahas bersama dengan ekonom
00:15dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin.
00:18Pak Wijay dengan Maidob.
00:20Ya, apa kabar? Maidob.
00:22Pak Wijay, perang kan sepertinya bakalan terus berlanjut karena Iran ini kan menolak ya.
00:30untuk duduk kembali bersama dengan AS untuk membahas soal perundingan.
00:34Dalam proses gencatan senjata saja, BBM dan juga gas non-subsidi kita sudah naik begitu ya.
00:41Kalau misalnya perang ini terus berkepanjangan, bagaimana Pak nanti harganya?
00:46Ya, saya memang melihat ya perang ini akan berkepanjangan.
00:51Tetapi masing-masing pihak juga bisa mengontrol diri.
00:54Sehingga prediksi saya harga BBM ini akan bertahan di sekitar 95 hingga 100.
01:00Karena mereka juga tidak mau misalnya Amerika, harga BBM terlalu tinggi.
01:04Sehingga masyarakatnya juga protes.
01:07Jadi mereka tetap memaintain konflik tetapi memanage dampaknya.
01:11Karena kalau salah satu harus mengalah, rasanya dalam situasi ini tidak mungkin.
01:15Jadi status quo dipertahankan, tetapi harga BBM diatur.
01:20Oke, jadi Anda mau bilang potensi untuk Pertamax naik ini dalam beberapa bulan ada?
01:28Meskipun tadi ada batas 90 sampai 95 dolar per barrel ya?
01:33Ya, saya melihat begini.
01:35Apa yang dilakukan oleh pemerintah ini dengan menaikkan Pertamina Dex, kemudian Dex Light, kemudian Pertamax Turbo.
01:45Itu dampak bagi fiskal tidak seberapa.
01:47Karena dari sisi volume, ketiganya itu hanya mewakili sekitar 4,5 persen saja.
01:53Kalau memang ingin memperbaiki kondisi fiskal, ya mau tidak mau Pertamax itu akan dinaikkan.
01:58Karena Pertamax itu mewakili 10 persen konsumsi.
02:01Jadi total menjadi 15 persen, lumayan begitu.
02:05Saya juga memperkirakan mau tidak mau pemerintah akan menaikkan.
02:09Karena kemampuan Pertamina untuk menahan dari sisi cash flow untuk mempertahankan harga ini juga ada batasnya.
02:17Perhitungan seorang teman, ekonom itu mengatakan Pertamina hanya bisa tahan 3 sampai 4 bulan.
02:23Saya rasa ini sudah berlangsung cukup lama kan, sudah 2 bulan lebih.
02:27Jadi masa pemerintah akan menaikkan itu menurut saya akan dilakukan mau tidak mau terkait dengan Pertamax.
02:36Dan begini Pak Medok, saya melihat sebenarnya pemerintah ini berharap agar konflik segera berakhir dan harga minyak segera turun.
02:43Jadi kembali ke kondisi normal tanpa perlu menaikkan harga BBM.
02:48Tapi rasanya prediksi pemerintah itu tidak akan terwujud.
02:52Yang terwujud adalah konflik berkembanjangan, harga bertahan di 95 hingga 100.
02:56Oke, seberapa kuat pemerintah bisa menahan harga Pertamax ini harganya Pertamax dan juga Pertalite harganya tetap ada di angka sekarang
03:07ini?
03:09Saya rasa kalau kita melihat kapasitas keuangan Pertamina, seperti perhitungan teman saya, Yanwariski, itu sekitar 3-4 bulan maksimal Pertamina
03:19bisa menahan kondisi.
03:21Nah ini sudah jalan 1,5 bulan, hampir 2 bulan.
03:25Jadi memang kalau kita lihat tekanan harga dalam waktu dekat, pasti pemerintah akan melakukan adjustment terhadap harga Pertamax.
03:33Itu pun tidak terlalu membantu dari sisi fiskal, karena kombinasi Pertamax dan lain sebagainya itu baru 14,5% dari
03:41total volume.
03:42Karena yang banyak sekali volume yang dikonsumsi itu adalah biosolar dan Pertalite.
03:46Oke, dampaknya kan akan mempengaruhi daya beli masyarakat terhadap BBM non-subsidi yang harganya ini sudah melambung tinggi.
03:54Baik juga BBM dan juga LPG.
03:57Kemudian apa yang harus dilakukan pemerintah Pak Wijah?
04:00Ya, saya rasa memang selama ini pemerintah mengambil kebijakan yang terlalu berani.
04:05Negara lain kan kenaikan berapapun langsung terefleksikan di harga market.
04:10Jadi masyarakat tidak kaget ada kenaikan 2 dolar, 3 dolar, 5 dolar, langsung harga naik.
04:15Nah saat ini pemerintah berusaha menahan, sampai akhirnya tidak mampu, kemudian seketika dinaikkan hingga 60%.
04:20Nah efek kejutan ini yang sebenarnya kurang menguntungkan baik dari sisi masyarakat ataupun dari sisi pemerintah sendiri.
04:29Kalau untuk kenaikan harga LPG non-subsidi, kemudian kalangan mana yang paling berdampak dan kemudian langkah cepat?
04:38Apa yang harus dilakukan oleh pemerintah?
04:40Saya rasa ini jelas ya, yang non-subsidi itu kan dikonsumsi oleh banyak UMKM.
04:46Kemudian juga keluarga menengah atas gitu ya.
04:51Dan kalau kita berbicara masyarakat kebanyakan, mereka menggunakan yang 3 kilo.
04:55Dan 3 kilo itu 80% dari konsumsi.
04:57Jadi yang agak mengkhawatirkan begini Mbak Medok.
05:00Karena game antara harga subsidi dan non-subsidi itu besar sekali, jadi kira-kira 3 kali lipat.
05:05Jadi 7 ribu per kilogram versus 19 ribu per kilogram.
05:09Yang dikhawatirkan adalah kebocoran.
05:12Jadi akan banyak upaya untuk mencoba menerobos batas subsidi ini dengan berbagai strategi.
05:18Sehingga menurut saya, satu langkah yang harus ditekankan oleh pemerintah adalah ketepat sasaran
05:24dan sanksi bagi kelompok-kelompok yang berusaha mengambil untung dari perbedaan harga ini.
05:30Baik ini LPG maupun terkait dengan BBM.
05:34Nah kemudian kebijakan pemerintah yang lain yang perlu didorong menurut saya terkait BBM,
05:39ya pemerintah memang jika diperlukan ya kembali menggelontorkan BLT.
05:44Tetapi langkah yang menurut saya lebih edukatif adalah memberikan diskon bagi public transportation.
05:52Jadi apakah selama 2 bulan, 3 bulan public transportation digratiskan?
05:58Atau bagaimana? Itu saya rasa lebih menidik.
06:00Terkait dengan LPG, menurut saya mau tidak mau pemerintah harus meningkatkan jumlah volume LPG subsidi.
06:09Karena kalau kita lihat tadi UMKM pun kan akhirnya kemudian bergeser dari yang 5,5 kg, dari yang 12 kg
06:16ke 3 kg.
06:17Jadi saya khawatir nanti volume yang subsidi ini tidak akan memadai.
06:22Tetapi begini, yang harus ditegakkan adalah pengoplos, itu harus diakhiri.
06:26Karena sekarang ini banyak praktek, mereka membeli 3 kg-an, ini kelompok besar ya,
06:31kemudian dipindah kelompok ke yang non-subsidi, mereka mengambil margin yang luar biasa besar.
06:35Itu menurut saya yang bisa dilakukan.
06:37Oke. Sebelum harga kemudian kembali merangkak naik, baik juga untuk BBM dan juga LPG non-subsidi.
06:43Langkah paling cepat apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat, Pak Widjah?
06:49Ya, saya rasa BBM ini sudah coba dilakukan dan ternyata memang kapasitas fiskalnya mentok.
06:57Hal yang lain menurut saya adalah memastikan inflasi pangan ini terkendali.
07:02Karena sebentar lagi kan kita akan memasuki masa kemarau ya, dan ada prediksi El Nino,
07:08ada prediksi Korea akan mengalami kesulitan.
07:12Jadi aspek itu menurut saya harus betul-betul dijaga.
07:15Jadi inflasi energi ini memang berat, tetapi lebih berat lagi kalau nanti inflasi pangan juga terjadi.
07:21Jadi be prepared sebelum El Nino betul-betul datang,
07:24pemerintah harus memastikan logistik pangan, pupuk orea, kemudian harga pangan itu bisa terkontrol dengan baik.
07:32Oke, baik. Terima kasih sudah memberikan perspektif bersama kami di Kompas Petang hari ini.
07:36Sehat selalu, Pak Widjah.
07:38Terima kasih, Pak Medo.
07:40Terima kasih.
Komentar