Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Manajer Data dan Informasi Ecoton, Alaika Rahmatullah, mengatakan jenis sampah yang paling banyak ditemukan adalah sampah plastik kemasan sekali pakai.

Menurut Alaika, persoalan sampah plastik tidak bisa hanya dibebankan kepada masyarakat karena produsen juga memiliki tanggung jawab terhadap kemasan yang mereka hasilkan.

Namun hingga saat ini, menurut Alaika, tanggung jawab tersebut belum berjalan optimal.

Kebocoran sampah yang terus terjadi membuat sungai menjadi jalur utama sampah menuju laut.

Maka, berbagai komunitas lingkungan mulai membangun sistem pencegahan sejak di hulu.

Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan pada tahun 2025, total timbulan sampah nasional mencapai hampir 30 juta ton.

Namun dari jumlah tersebut, yang berhasil ditangani baru sekitar 9 juta ton sampah.

Komposisi terbesar berasal dari sisa makanan yang mencapai hampir 40 persen, sementara sampah plastik menyumbang sekitar 20 persen dari total timbulan sampah nasional.

Sampah plastik menjadi salah satu jenis sampah yang paling sering ditemukan mencemari sungai dan laut karena sulit terurai secara alami.

Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/kpbZOKo3cok

#pulausampah #jakarta #pencemaran

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/673756/30-juta-ton-sampah-setahun-mengalir-ke-laut-siapa-tanggung-jawab-dipo-investigasi
Transkrip
00:04Ya semua kita kembangkan sampah, pengolahan sampah sekarang jadi prioritas nasional.
00:10Dalam 2-3 tahun kita harus kendalikan sampah seluruh Indonesia.
00:24Munculnya Pulau Sampah di Teluk Jakarta mengejutkan warga.
00:27Namun fenomena ini sesungguhnya bukan peristiwa yang datang secara tiba-tiba.
00:32Di balik tumbukan sampah yang mengampung di laut, terdapat jejak panjang persoalan sampah yang berawal dari daratan.
00:40Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan pada tahun 2025,
00:46total timbulan sampah nasional mencapai hampir 30 juta ton.
00:51Namun dari jumlah tersebut yang berhasil ditangani, baru sekitar 9 juta ton sampah.
00:56Berdasarkan jenisnya, komposisi sampah nasional didominasi sampah si sampah kanan sebesar hampir 40 persen,
01:02sementara sampah plastik sebesar 20 persen.
01:06Sampah plastik menjadi salah satu jenis yang paling sulit terurai dan sering ditemukan mencemari sungai maupun lautan.
01:12Kondisi ini menunjukkan persoalan sampah tak hanya berkaitan dengan besarnya volume,
01:17namun juga jenis sampah yang memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan.
01:25Salah satu sumber utama penjeparan laut berasal dari perilaku membuang sampah sembarangan ke sungai.
01:31Kondisi ini kian ironi, karena setiap sampah yang dibiarkan mengalir di sungai pada akhirnya akan bermuar ke laut.
01:37Akibatnya persoalan sampah yang tercecer ke laut sesungguhnya merupakan akumulasi masalah yang dimulai dari daratan.
01:45Di Jawa Timur, Yayasan Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah atau Ekoton menemukan besarnya kebocoran sampah menuju pesisir.
01:53Sejak 11 Mei 2026, Ekoton telah membersihkan 11,4 ton sampah dari kali tebu yang bermuara ke pesisir utara Jawa
02:00Timur.
02:01Untuk menahan kebocoran sampah ke laut, Ekoton memasang trash barrier atau jaring penahan sampah di aliran kali tebu.
02:08Paling banyak yang kita temukan adalah sampah plastik kemasan atau sampah plastik saset,
02:14di mana sampah plastik kemasan ini dihasilkan oleh produsen.
02:17Jadi kemasan yang sudah mereka produksi itu harus ketika menjadi sampah itu menjadi tanggung jawab produsen untuk diambil kembali.
02:23Tapi nyatanya sampai sekarang itu masih belum ada upaya tanggung jawab untuk mengambil kembali sampah yang sudah mereka hasilkan dan
02:31bocor kelikman termasuk di ekosistem mangrove Ponerjo.
02:35Upaya menahan kebocoran sampah ke laut juga dilakukan komunitas Sungai Watch.
02:39Di Bali dan Jawa Timur mereka memasang puluhan trash barrier di berbagai aliran sungai untuk menangkap sampah sebelum terbawa arus
02:46dan berakhir di lautan.
02:48Inisiatif warga seperti gerakan bersih sungai dan bank sampah patut diperluas dan diperkuat.
02:53Namun gerakan tersebut juga harus ditopang infrastruktur dan sistem pengelolaan sampah yang memadai dan berkelanjutan.
03:00Pulau sampah di Teluk Jakarta pada akhirnya menjadi pengingat bahwa persoalan sampah tak akan selesai jika hanya dibersihkan di hilir.
03:07Selama buangan sampah dari hulu masih terjadi, laut akan terus menjadi tempat akhir dari masalah yang tak pernah benar-benar
03:14terselesaikan.
03:25Ketika saya menelusuri kali adem Pak, di sana saya berbincang dengan nelayan dan juga warga yang tinggal sangat berdekatan dengan
03:31pulau-pulau sampah.
03:32Mereka menyebut bahwa betul sampah-sampah tersebut datang dari hulu.
03:36Tapi pertanyaannya, di mana celah terbesar Pak? Sehingga begitu banyak sampah yang datang ke hilir Jakarta berasal dari hulu.
03:44Ya, sepanjang perjalanan itu. Sepanjang perjalanan itu ya ini kan soal budaya, soal orang menghargai sungai.
03:51Nah ini kita terbelakang lah. Masyarakat kita untuk urusan itu masih ketinggalan.
03:57Berdasarkan pemantauan mungkin Pak dari Kementerian Lingkungan Hidup, apakah ini hanya sebuah persoalan kedisiplinan?
04:04Atau mungkin juga ada persoalan lain? Karena kita tahu sejumlah tempat pembuangan akhir sampah kita Pak, sudah overload, sudah tidak
04:11dapat lagi menampung sampah.
04:12Open Dumping masih problem sekarang. Jadi sekarang kita sudah menekan sampai 1 Agustus, berhenti itu.
04:201 Agustus ya?
04:211 Agustus. Kita desak peminta-peminta kota atau peminta daerah untuk melakukan itu.
04:24KLH ini menyansi lebih dari 3.000 entitas.
04:283.000 entitas?
04:293.000 entitas.
04:32447 pemkap dan pemkot kita berikan sanksi.
04:36Terkait pengelolaan sampah?
04:37Sampah.
04:37Karena tidak dikerjain.
04:40Karena regulasinya jelas. Dan ada beberapa yang dipidana.
04:43Ini yang kita sebut dengan rezim LH setelah dia berdiri sendiri.
04:47Sekarang sementara ini kita menjadi rezim sanksi.
04:51Bangunin orang.
04:52Eh, lu salah.
04:53Oke.
04:55Nah, tapi setelah itu kita masuk lagi rezim tambahan.
04:59Rezim solusi.
05:01Oke, lu salah. Jalan keluarga. Kita ikut memikirkan.
05:04Dalam jangka waktu 2 hingga 3 tahun, apa yang menjadi poin utama?
05:08Roadmap termasuk juga blueprint dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk menangani persoalan sampah ini Pak?
05:14Begini, sampah bukan hanya urusan hilir. Yang Anda lihat sehari-hari itu hilir.
05:20Artinya urusan sampah dari hulu sampai hilir.
05:22Kalau dari hulu, kita bicara soal edukasi, soal kampanye.
05:26Kalian, kalau sampah kita bagi. Bahkan kalau ekstrim ada 4 bagian.
05:30Kita cukup 2 dulu deh. Misalnya organik dan anorganik.
05:34Di tengah jalan, dipisah.
05:36Yang organik, dia bisa menjadi kompos. Itu ada namanya TPS 3R, ada TPS 3R, itu di situ ada tempat-tempat
05:43pengolahan.
05:43Itu kemudian yang sampai ke sana, sebelum sampai ke sana, dipilah lagi.
05:48Ada yang reuse, ada lagi di recycling.
05:51Sampai ke TPA, sebetulnya itu tinggal yang residu.
05:55Yang memang nggak bisa diapapain.
05:57Nah itu sebetulnya yang menjadi bahan bakar dari pisel itu.
06:01Atau apapun namanya lah gitu.
06:03Atau dijadikan RDF dan sebagainya.
06:05Itu salah satu yang Anda bilang roadmap.
06:07Saya akan mulai dengan Jakarta.
06:10Saya sudah intensif dengan gubernur Jakarta.
06:13Ada roadmap yang kita sepakati.
06:15Dan mudah-mudahan, makanya saya bilang dalam 6 bulan ini akan kelihatan.
06:18Kayak misalnya menutup open dumping.
06:20Open dumping yang sekian banyak metan dan sebagainya.
06:22Itu harus selesai kan.
06:23Nah itu bagian dari roadmap yang harus kita selesai.
06:27Dalam 6 bulan ini sudah kelihatan lah.
06:33Kami menemukan nih di wilayah Morangke.
06:35Kami melakukan penelitian itu 2015 dan kemudian terakhir 2023.
06:39Dalam jangka waktu 8 tahun, mikroplastik meningkat 5 kali.
06:42Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan