00:00Tadi itu kalian tanya domestik gak enak ada orang luar
00:12Sudah bisa? Ayo silahkan
00:22Teman-teman media, teman-teman tahu bahwa dalam konteks LPG
00:30Itu ada dua jenis LPG
00:33Ada jenis LPG yang 3 kg
00:37Dan ada LPG yang di atas 5 kg
00:41Itulah yang membedakan antara LPG yang disubsidi dan LPG yang tidak disubsidi
00:49Untuk 3 kg itulah LPG yang disubsidi
00:56Sementara yang di atas 3 kg itu adalah LPG yang tidak disubsidi
01:01Nah khusus untuk LPG yang disubsidi
01:05Stok kita di atas standar minimum nasional
01:09Dan harganya tidak ada kenaikan
01:14Flat
01:16Sama dengan harga bensin RON 90 dan harga solar CN 48
01:27Nah kenapa harganya naik?
01:31Saya katakan bahwa kita menyatur harga yang pemerintah bisa menjamin untuk harganya gak naik itu adalah yang bersubsidi
01:39Sementara yang tidak bersubsidi itu dipakai oleh industri
01:44Restoran
01:46Hotel
01:48Jadi itu memang tidak kita
01:51Atur harganya
01:52Dia menyelesaikan dengan harga
01:54Pasar
01:55Begitu bos
01:55Tapi kalau dibilang harganya langka
01:57Saya pikir
01:59Laporan dari kami
02:00Standar minimum di atas 10 hari kok
02:02Di atas standar minimum nasional
02:04Aman
02:08Pasti
02:09Jadi
02:10Kan ada formulasinya
02:12Dulunya itu kan pakai harga
02:14Saudi Aramco
02:17Jadi kalau harga dunia turun
02:19Dia pasti turun juga
02:20Kalau harga dunia naik
02:22Naik
02:23Tapi kalau untuk
02:25LPG 3 kg
02:27Sejak LPG diterapkan
02:30Tahun 2006
02:332006
02:342006
02:342007
02:352006
02:372007
02:38LPG itu
02:39Sampai dengan sekarang
02:41Belum pernah kita naikkan harga dari pemerintah
02:44Yang ada itu adalah dimainkan harganya di
02:48Distributor dan pangkalan
02:50Itu kira-kira
02:51Dulu kalian masih ingat kan
02:53Tahun 2025 Februari
02:55Yang kalian-kalian juga hajar saya kan
02:57Waktu itu
02:59Itu waktu itu saya mau tata
03:01Untuk betul-betul yang subsidi itu
03:03Adalah
03:04Ia menerima yang berhak
03:05Dengan harga yang
03:08Betul-betul
03:08Sudah ditetapkan
03:09Harga yang ditetapkan waktu itu berapa
03:1117.000 sampai 18.000
03:14Itu harga subsidi
03:15Harus sampai di rakyat
03:16Tapi kan ada yang sampai 25.000
03:18Waktu itu dibuat
03:19Tapi begitu kita menetapkan kan
03:21Ya macam-macam lah
03:23Tapi yaudah lah
03:24Sudah berlalu
03:25Sekarang yang penting
03:26Hormus Baiko
03:27Bapak harga BBM non-subsidi itu dari yang naik ya Pak
03:31Tapi yang pertama sama BBM non-subsidi itu kira-kira bakal yang tidak
03:34Saya katakan bahwa
03:37Kalau yang untuk BBM non-subsidi itu ada penyusuaian harga
03:44Tahap pertama mungkin sekarang dilakukan seperti sekarang
03:47Tahap berikutnya kita lihat penyusuaian
03:49Kalau harganya turun
03:51Ya enggak naik
03:53Tapi kalau harganya begini terus
03:56Ya mungkin pasti ada penyusuaian
03:58Karena kan yang bisa kita jamin negara
04:01Pemerintah bisa menjamin itu kan adalah
04:03Harga subsidi
04:04Dan itu kan peraturan menteri SDM 2022 kan sudah jelas itu ada formulasinya
04:11Begitu ya Dek ya
04:16Ya nanti kita lihat lah
04:18Kalau untuk subsidi gue bisa jawab
04:20Langsung jelas dengan angka-angkanya
04:22Yang mana
04:24Kalau subsidi sampai dengan harga ACP dunia
04:29100 dolar
04:30Tidak akan naik
04:32Rata-rata
04:34Sekarang average rata-rata dunia ACP kita
04:37Dari Januari sampai tertanggal yang saya ngomong
04:40Itu kurang lebih sekitar 76 dolar
04:42Hari ini ya
04:44Kalau kemarin kan 77
04:45Karena pernah naik sampai 105, 106
04:48Sekarang udah turun kan
04:50Sudah di bawah 100 ya Pak Dirjen ya
04:51Jadi rata-rata tadi pagi saya bangun tidur
04:54Bacaan saya sekarang adalah harga ACP dunia
04:56Dan ACP rata-rata
04:58Kita mungkin 76
04:5976, sekian
05:12Begitu
05:13Waduh saya kalau
05:15Saya bukan wartawan internasional ya
05:16Saya menteri SDM negara kesatuan Republik Indonesia
05:20Coba saya cek ya
05:33Oke
05:34Solar subsidi
05:35Kalau non-subsidi
05:37Itu sekali lagi saya katakan harga pasar
05:40Sekarang kan
05:41Kalau kita lihat
05:42Dengan ACP sekarang
05:44B0 itu lebih mahal daripada
05:47B40
05:49Nah pasti ada
05:51Koefisien
05:52Pembaginya disitu
05:53Perhitungannya
05:55Jadi pasti kalau pada saat turun ya turun
05:57Naik ya naik
05:58Ya
05:59Oke teman-teman
06:09Ya saya cuma mau sampaikan aja lah
06:11BBM subsidi itu
06:14Kepada saudara-saudara kita
06:16Yang berhak
06:19Jangan model kayak saya
06:21Kayak Dirjen
06:23Wamen
06:25Karena harga BBM
06:28Ron 98 naik
06:30Tiba-tiba mereka masuk ke subsidi
06:31Itu kita mengambil hak
06:33Saudara-saudara kita
06:35Yang berhak menerimanya
06:36Apa gak malu kita
06:37Itu aja ya bos ya
06:41Pengawasannya ketat
06:44Gimana
06:46Ya saya kan
06:47Waktu di Seoul
06:49Di
06:50Korea
06:51Waktu saya menyampaikan bahwa
06:54BBM nya itu
06:56Akan diberikan
06:57Perhari
06:5850
07:00Liter
07:0150 liter itu kan
07:03Tengki sudah penuh itu
07:03Sudah bisa 400 kilo itu
07:05300 kilo lebih lah
07:06Hampir kurang lebih 400
07:07Sebagai mantan sopir angkot
07:08Ya
07:09Itu pengalaman saya
07:10Terkecuali ada maksud lain
07:12Komisi lebih dari itu
07:13Tapi itu tidak berlaku
07:15Untuk
07:16Bis
07:17Trek-trek yang mengangkut
07:21Beras
07:22Mengangkut sayur
07:24Logistik
07:25Jangan trek
07:26Yang dipakai untuk
07:28Kelapa sawit sama tambang
07:29Itu Abu Leke namanya ya
07:31Untuk motor juga gak ada pengawasi
07:33Hah?
07:34Untuk motor
07:34Kalau motor sampai dengan sekarang
07:36Adinda mau isi berapa aja
07:38Gak apa-apa
07:43Ya itu kembali Dinda
07:44Kita harus punya hati
07:46Dinda ya
07:48Dinda punya hati dong
07:49Gitu
07:51Janganlah kau pakai gen
07:52Janganlah kau bulat balik
07:54Kasian rakyat kita Dinda ya
07:56Cari
07:57Cari rejek itu penting
07:58Tapi yang baik-baik ya Dinda ya
08:04Pengawasan itu ada
08:06Tetapi yang terpenting itu adalah
08:08Keinsafan dari diri kita
08:09Ya
08:11Masa sih kita harus
08:12Masa
08:13Malu gak
08:14Kalau kita dewasi
08:15Tulus Dinda
08:16Gitu ya
08:17Apa lagi
08:20Apa?
08:22Judulnya apa ini sekarang?
08:29Oke
08:35Menyangkut dengan perintah Bapak Presiden
08:37Dalam rangka
08:39Uh
08:40Gak kebetul hari ini
08:42Menyangkut dengan
08:44Penataan IUP
08:45Yang atas perintah Bapak Presiden
08:48Itu dikhususkan
08:50Kepada IUP-IUP
08:53Yang ada di dalam kawasan hutan
08:55Yang meliputi
08:57Hutang lindung
08:59Hutan konservasi
09:02Cagar alam
09:04Ataupun taman nasional
09:06Hutan-hutan produksi terbatas
09:09Atau hutan-hutan yang bisa dikonversi
09:12Yang belum ada IPPK hanya
09:15Itu yang akan dilakukan penataan
09:19Sementara dalam kawasan hutan
09:22Yang sudah ada IPPK hanya
09:24Dan atau aturan lain
09:26Yang memungkinkan
09:28Maka itu dengan sendirinya
09:30Tidak akan dilakukan evaluasi
09:32Karena izinnya kan sudah ada
09:34Gitu bos
09:35Tetapi kalau di areal yang belum ada
09:37Izin IPPK hanya
09:39Itu yang akan menjadi bagian yang dievaluasi
09:42Saya sudah melaporkan kepada Bapak Presiden
09:44Tentang langkah-langkahnya
09:46Tentang langkah-langkahnya
09:47Dan nanti akan diumumkan pada waktu yang tepat
09:50Ya
09:51Saya mau tambang lah
09:55Saya mau memukaulah
09:57Tambang apa aja ada
09:57Nickel ada
09:58Batu bara ada
09:59Ada emas ada
10:02Apalagi
10:03Boksit ada
10:04Pasir kuarsa ada
10:06Tima ada
10:07Semuanya
10:07Karena total
10:09Kita kan ada 4.000 lebih
10:10Kurang lebih sekitar
10:114.000
10:13Hampir 5.000 lah
10:14Hampir 5.000
10:14Kurang lebih ya
10:154.000 lebih
10:16Enggak sampai 5.000 tapi hampir
10:19Baik bos
10:20Oh
10:21Apa rindah
10:22Apakah ini juga bagian
10:24Dari proyek ITI yang
10:25Keluar seksual itu
10:26Atau memang
10:27Tersendiri itu Pak?
10:28Enggak
10:28Ini barang baru
10:30Ini adalah
10:31Baru dilakukan eksplorasi
10:33Makanya
10:34Waktu saya masuk
10:35Jadi menteri SDM
10:36Pertama yang kita lakukan adalah
10:39Meningkatkan
10:40Produksi
10:41Sumur-sumur yang sudah ada
10:42Dengan teknologi
10:43Tapi juga kita melakukan
10:45Percepatan eksplorasi
10:46Inilah buah daripada
10:47Eksplorasi beberapa tahun lalu
10:49Ya
10:51Wah ini pasti besar bos
10:52Yang tahap pertama aja
10:53Investasinya kurang lebih
10:54Sekitar 15 miliar USD
10:55Mana Pak Joko?
10:56Iya siap
10:5715 miliar
10:57Kurang lebih sekitar 15 miliar USD
10:59Itu di tahap pertama
11:01Dengan anak penemuan
11:02Yang baru ini lagi
11:03Itu bisa karena dekat aja kan
11:05Mereka kan
11:05Jadi ya mungkin kurang lebih
11:07Sekitar 20 miliar USD
11:0820 miliar itu sama dengan
11:10300
11:10Asumsi 17.000
11:12Atau 16.500
11:13Ya
11:15340T lah
11:16Jadi memang
11:17Ya begitulah
11:19Ya
11:20Apa lagi?
11:26Kita terus melakukan komunikasi
11:29Intens dengan
11:31Pihak dari
11:33Iran
11:35Kolaborasi SDM dengan
11:38Menlu
11:38Kemenlu
11:39Itu juga kita lakukan terus
11:40Doain ya
11:41Karena tidak semuanya
11:43Harus kita sampaikan kepada publik
11:45Ini bicara geopolitik
11:46Dalam kondisi kayak begini
11:47Ya boleh kita terbuka
11:49Tapi jangan terlalu banyak terbuka
11:50Terbuka lah
11:50Nanti malu juga kita ya
11:51Operator kapalnya katanya
11:53Ini orang India ya pak
11:55Saya tidak tahu ya
11:56Berarti saya harus jadi
11:57Apa
11:59Direktur operasional perusahaan
12:00Itu
12:00Menurut saya tahu
12:01Mbak kamu pikir
12:03Menteri SDM itu
12:03Tahu semua ya
12:04Oke ya
12:05Makasih ya
12:07Makasih ya
12:07Makasih
12:08Makasih
12:09Sukses semua ya
Komentar