00:00Saudara diduga akibat korsleting listrik, sebuah rumah dua lantai di pemukiman pada Tanjung Duren, Jakarta Barat terbakar Jumat dini hari.
00:08Akibat peristiwa ini, lima orang yang merupakan satu keluarga meninggal dunia.
00:13Peristiwa ini menyisakan duka dan menjadi perhatian warga.
00:17Untuk mengetahui perkembangan lebih lanjut, Saudara, berikut liputan jurnalis Kompas TV, Medina Andas, dan juga juru kamera, Ian Faris.
00:24Ya, Saudara, memang baru saja terjadi kebakaran, tepatnya di kawasan Tanjung Duren, di Jalan Rambutan Timur 6, RT5, RW4.
00:35Dan kebakaran ini juga memang terjadi sekitar pukul 2 waktu Indonesia Barat tadi pagi dan menewaskan lima korban jiwa.
00:42Dan untuk lebih lengkapnya lagi mengenai bagaimana kronologi kejadian dan apa dugaan penyebab awal dari kebakaran ini,
00:49kami sudah bersama dengan salah satu warga Rambutan Timur 6 di kawasan Tanjung Duren ini, yaitu sudah bersama kami, Bapak
00:56Belsi.
00:57Selamat pagi, Pak.
00:58Selamat pagi, Ibu.
01:00Bapak, mungkin boleh tolong diceritakan bagaimana kronologi awal kebakaran yang Bapak lihat?
01:05Oh, menurut informasi cerita dari istri saya yang menyaksikan langsung, kurang lebih sekitar jam setengah 2 pagi,
01:14dan ketika dia terbangun, dia ngintip lewat jendela karena kedengeran seperti suara air di depan,
01:22seperti ada yang menghidupkan airnya, begitu dia ngintip ternyata api sudah besar di bawah, gitu kan.
01:31Lalu dia selamatkan keluarga saya, anak-anak saya dibangunin,
01:34sambil dia keluar, dia berteriak bahwa kebakaran sehingga warga-warga sini juga ikut membantu manggil damkar, khususnya manggil damkar.
01:45Jadi petugas damkarnya datang sekitar pukul berapa, Pak?
01:48Menurut informasi tadi, petugas damkar sekitar jam 2, ya sekitar jam 2, kurang lebih ya.
01:54Untuk proses evakuasinya sendiri mulai dari jam berapa dan bagaimana kronologi evakuasinya, Pak?
02:01Korban tadi berhasil dievakuasi sekitar jam 5-an ya.
02:06Ada korban 5 orang meninggal, jadi 3 dewasa dan 2 anak usia 7-10 tahun.
02:15Pak kenal dengan korban, Pak?
02:17Oh, sangat kenal baik karena tetangga ya, depan rumah persis.
02:22Terus dugaan awal penyebab kebakarannya ini apa, Pak?
02:26Kalau menurut informasi sebagian warga ada yang bercerita, ada diduga kosleting listrik.
02:32Tapi untuk pastinya juga kita nggak tahu ya, nanti karena kan tim polisi juga sudah turun.
02:39Biar yang berwenanglah yang nanti menginformasikan apa penyebab kebakaran pastinya gitu sih, Bu.
02:46Kalau menurut Pak Delsi sendiri ini apakah ada implikasi-implikasi mungkin terjadi ada penyebab lain dari menurut Bapak sendiri?
02:54Kalau saya sih melihat tempat kejadiannya, karena disini ada dua sepeda motor,
03:01salah satunya sepeda motor listrik, yang satunya motor bensin ya.
03:05Karena memang kebiasaan Cimeme ini malam dia ngecas.
03:11Kalau saya melihat dan mendengar kejadian kronologisnya, istri melihat api itu sudah besar di bawah,
03:18ada kemungkinan terbakar dari sepeda listriknya.
03:22Terus lalu nyamber ke sepeda yang motor bensin ya, sehingga api membesar di bawah.
03:29Kalau menurut saya, saya sambungkan dengan cerita istri saya kayak gitu, kurang lebih kayak gitu.
03:35Kalau untuk korbannya sendiri sekarang sudah di mana Pak?
03:39Tadi korban informasinya dibawa ke rumah sakit RSCM, ya untuk diotopsi sih.
03:45Terima kasih Pak Delsi sudah bersedia untuk diwawancara.
03:48Kami dari Kompas TV juga turut berduka cita, selamat menunjukkan aktivitasnya kembali ya Pak.
03:53Ya saudara itu dia tadi pernyataan dari salah satu warga di Jalan Rambutan Timur 6, RT 5, RW 4, Tanjung
04:01Duren
04:01yang juga merupakan tetangga dari korban kebakaran.
04:07Dan tentunya sekarang korban sedang dilarikan di RSCM untuk proses penyelidikan lebih lanjut
04:12dan juga sedang melakukan autopsi begitu.
04:14Dan memang kebakaran ini sudah terjadi sekitar pukul 1.30 waktu Indonesia Barat tadi pagi
04:19dan proses evakuasi dan pendinginan ini juga sudah selesai pada sekitar pukul 5 waktu Indonesia Barat tadi pagi.
04:25Dan tentu kami akan kawal terus kejadian ini bagaimana dan jika memang nanti ada perkembangan informasi
04:31tentu akan kami laporkan kembali.
Komentar